TOKOH-TOKOH
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Azizah Muis
Tokoh Pendidikan PAUD, al:
Pestalozzi
Froebel
Maria
Montessori
Helen
Parkhust
WH Kilpatrick
2
 Lahir di Zurich, Switzerland, 12 Januari 1746.
 Ayahnya yang seorang dokter wafat saat dia
berusia 5 tahun.
 Sampai dewasa, diasuh oleh kakeknya.
 Lulus Universitas Zurich (awalnya ingin menjadi
pendeta tetapi pindah ke fak. Hukum)
 1767, bertemu dengan Anna Schulthe dan
menikahinya.
 Rancangan metode pembelajarannya diperoleh
dari pengalaman mendidik anaknya, Jacobi.
4
Tahun Sekolah
1769 - 1798 Neuhof
Lokasi: 25 km dari Zurich, Argau’s Village Birr
Luas 20 hektar. Basic dana dari pertanian tetapi
gagal. Revolusi Prancis.
1798 - 1799 Stans
Bergabung dengan pemerintahan baru; mengelola
pembelajaran di rumah yatim piatu.
1800 –
1804/5
Burgdorf and Munchenbuchsee
Mendirikan sekolah yang terhubung dengan
institusi untuk memberikan in-service training pada
guru.
5
Tahun Sekolah
1807 –
1825
Pestalozzi’s Instutute in Yverdon
1825 -
1827
Sekolah di Yverdon bangkrut,
Pestalozzi kembali ke Neuhof dan
tetap berharap dapat mendirikan
sekolah lagi.
1827, 17
Februari
Pestalozzi wafat di Brugg dan
dimakamkan di Birr.
6
Pendidikan
Cara membuka/
membentangkan
kekuatan alamiah dan
kemampuan laten pada
diri setiap manusia.
SUARA
Bahan pengembangan
bahasa, sejarah dan
ilmu bumi.
BENTUK
Pengetahuan
bangun,
menggambar dan
menulis.
BILANGAN
Aspek yang
berkaitan dengan
berhitung.
8
 Tujuan pendidikan 
Mengembangkan seluruh potensi anak agar
menjadi manusia yang baik, mengabdi kepada
masyarakat, kemanusiaan dan Tuhan.
 Masyarakat memiliki pengaruh terhadap
pendidikan anak.
 Keluarga merupakan sendi untuk berbagai
lingkungan pendidikan.
9
 Dimulai dengan objek konkret sebelum ke
abstrak.
 Dimulai dari lingkungan sekitar terlebih
dahulu sebelum ke lingkungan yang terjauh.
 Dimulai dari latihan yang mudah sebelum
mengenalkan sesuatu yang kompleks.
 Selalu berproses secara bertahap, kumulatif
dan perlahan.
10
To harmony
head
handhealth
heart
11
 Guru harus memeperoleh kepercayaan
dari anak dengan cara “berpikir penuh
cinta” dalam menangani anak.
 Kelas di sekolah harus memiliki atmosfir
saling mencintai.
 Tindakan kekerasan kepada anak harus
dihilangkan.
12
 Lahir di Jerman, 21 April 1782
 Anak bungsu dari Johan Jacob
Froebel
 Piatu saat usia 9 bulan
 Saat usia 4 thn, ayahnya menikah lagi
dan kurang mendapatkan perhatian
sepanjang masa kecilnya.
14
Pendidikan adalah usaha dengan
berbagai alat untuk membangkitkan
manusia sebagai makhluk yang
sadar, berfikir, dan mengerti agar
secara sadar menerapkan hukum
Tuhan dalam kehidupan.
 Pendidikan harus berasal dari dalam diri anak bukan
berasal dari luar.
 Pendidikan harus harmonis
 Pendidik harus mengikuti anak, tidak boleh
memaksakan sesuatu.
 Pendidikan keluarga adalah kunci kesuksesan anak di
kemudian hari.
16
Otoaktivitas Kebebasan Pengamatan
Friede (perdamaian)
Freude (kegembiraan)
Freheit (kemerdekaan)
18
 Guru harus memelihara anak-
anak seolah-olah memelihara
tanaman yang tumbuh di sebuah
taman.
 Sekolah mempunyai sebuah
taman dimana anak-anak
melakukan bermacam-macam
kesibukan, terutama permainan.
19
Bangunan permainan atau permainan membentuk
(berasal dari kata spiel = permainan, die formen =
bangunan, formen = membentuk).
Alat permainan ini merupakan bahan-bahan belum
jadi yang dapat disusun anak menjadi bangunan
permainan.
21
 Kertas
 Pensil
 Stik kayu
 Adonan
 Sedotan
Digunakan untuk aktivitas
konstruktif
 Alat permainan, hasil
rancangan Froebel,
dengan konstruksi
dimulai dari yang
paling mudah sampai
yang paling sulit
Occupation (Spielformen) Gift (Spielgaben)
22
Roma, 1870 – Belanda, 6 Mei 1952
Pokok Pikiran Montessori
 Pedosentris
 Masa Peka
 Kebebasan
 Pikiran yang dapat Menyerap
 Lingkungan yang
dipersiapakan
 Pengembangan Panca Indera
24
Pedosentris
 Setiap anak memiliki motivasi internal
untuk mengembangkan dirinya.
 Anak mempunyai pembawaan yang
berbeda dengan orang lain (unik)
Pembelajaran harus menyesuaikan dengan
kebutuhan individu.
25
Masa Peka
 Sesuatu yang akan berkembang lebih cepat
dibandingkan masa-masa lainnya.
Setiap anak punya masa peka yang berbeda dengan
anak lain.
Timbul secara spontan, tidak dapat dipaksa.
Dapat diketahui melalui alat-alat yang paling menarik
minat dan perhatian anak.
26
Kebebasan
 Anak harus diberikan kebebasan untuk
aktif dan berbuat.
 Anak tidak mungkin dipaksa untuk duduk
di bangku yang kaku.
Kelas harus diatur sesuai dengan kondisi di
rumah, sesuai dengan ukuran anak.
27
Kecakapan dan kesenangan dimana
anak-anak belajar secara tidak
langsung dari lingkungan
Pikiran anak akan menyerap berbagai
macam hal segera dari lingkungan
Pikiran yang dapat Menyerap
(The Absorbent Mind)
28
Lingkungan yang dipersiapkan
 Suatu suasana yang
diciptakan untuk
memungkinkan anak bebas
belajar melalui aktivitas
dalam lingkungan yang
tenang dan tertib yang
disesuaikan dengan ukuran
dan minat anak.
29
Pengembangan Panca Indera30
Pembelajaran 3 Tahap
 Pengenalan identitas (Recognition of Identity)
“Ini adalah….”
 Pengenalan sesuatu yang berbeda-beda
(Recognition of Contrast)
“Berikan saya…..”
 Membedakan antara benda-benda yang serupa
(Discrimination between similar object)
“Benda apakah ini?”
31
Alat Permainan
 Ketrampilan hidup
praktis
 Kegiatan sensoris
 Membaca dan
Menulis
 Aritmatika
32
Ketrampilan Hidup Praktis
 Membuka menutup laci
 Menata meja
 Menggunting
 Bingkai pakaian
 Mengikat tali sepatu
 Mencuci peralatan makan
33
Kegiatan Sensoris
 Menara
 Silinder
 Papan kasar dan halus
 Tas misteri
 Botol suara
 Papan warna
 Permainan diam
 Keranjang tenun
 Botol aroma
34
Kegiatan Membaca & Menulis
 Huruf-huruf ampelas
 Kartu perintah
 Kartu abjad
35
Aritmatika
 Balok angka
 Angka sandpaper
 Deret angka
 Latihan mengukur
36
Model Pembelajaran Sentra
Dasar Pendidikan
 Perpaduan antara sistem klasikal dengan
sistem individual
 Menciptakan hubungan yang fleksibel antar
siswa
 Keaktifan
 Anak harus memiliki kebebasan ketika belajar
38
Tujuan Pembelajaran
Membimbing anak belajar sendiri,
menunaikan tugas pembelajaran
atas tanggung jawab sendiri.
39
Pelaksanaan
 Ruangan sekolah merupakan ruang vak untuk belajar
klasikal dan belajar sendiri.
 Guru adalah seorang ahli yang selalu siap dalam
ruang melayani murid.
 Bahan pengajaran diberikan berupa tugas
 Pembelajaran klasikal diberikan untuk memberi
penjelasan dan meletakkan dasar pembelajaran yang
penting.
 Evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan kartu.
40
 Jumlah anak di setiap sentra
 Lama waktu anak bermain dalam
sentra (45’ – 1 jam)
 Jadwal perputaran anak di sentra
 Aturan bermain dan belajar di sentra
 Preventive management
 Penataan alat dan material
pembelajaran
41
 Pisahkan sentra yang “gaduh” dengan sentra yang
“tenang”
 Pisahkan sentra dengan tegas menggunakan sekat,
lemari
 Display peralatan dengan posisi yang sesuai dengan
tinggi anak
 Letakkan sentra sesuai dengan sumber yang
dibutuhkan
 Pastikan bahwa guru dapat mengamati semua
ruang tanpa halangan
42
Observer
Sumber
Evaluator
Peran Guru di Sentra43
 Sentra
matematika
 Sentra bahasa
 Sentra sains
permulaan
 Sentra
kepedulian
lingkungan
SENTRA
“subjek
pembelajaran” “permanen”
 Sentra balok
 Sentra
bermain peran
 Sentra seni
 Sentra pasir
dan air
44
Seimbangkan antara:
 Waktu untuk aktif dan tenang
 Aktivitas kelompok, aktivitas kelompok kecil,
dan waktu untuk bermain sendiri atau
bersama
 Bermain indoor dan outdoor
 Waktu bagi anak untuk memiliki aktivitas
mereka sendiri dan waktu yang mendapatkan
pengarahan langsung dari guru.
45
Jadwal
William Heard Kilpatrick
47
 Pembelajaran proyek pada awalnya diinsipirasi
dari pemikiran John Dewey tentang konsep
sekolah kerja.
 Konsep ini selanjutnya diwujudkan oleh William
Heard Kilpatrick.
 Dengan menggunakan metode proyek, mata
pelajaran dilebur menjadi suatu hal yang holistik,
menyerupai proyek yang memungkinkan anak
memperoleh ketrampilan baru dibutuhkan melalui
bekerja sama dengan anak-anak lainnya.
48
 Proyek  proyectycum = maksud, tujuan, rencana
Lilian Katz:
 Proyek merupakan penyelidikan dalam waktu yang
lama, kegiatan yang bersifat konstruktif dan
berpusat pada bermain, dimana anak-anak terlibat
berulang kali dalam pembelajaran dengan cara
membangun dunia pemahaman mereka sendiri
terhadap topik-topik yang sudah sangat dikenal oleh
anak.
Syarat Pemilihan Topik dalam Proyek
49
 Sangat diminati oleh anak,
 Relevan dan bermakna bagi anak yang memilihnya,
 Sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar
siap digunakan untuk mendukung pembelajaran,
 Memiliki keterkaitan dengan tujuan pembelajaran,
 Dapat melibatkan orang tua,
 Mengembangkan berbagai jenis kemampuan dan
ketrampilan
Pengetahuan (knowledge)
Gagasan, konsep, skema, informasi,
dongeng, legenda, nyanyian dan materi
lainnya yang berkaitan dengan
kemampuan kognitif anak.
Tujuan Proyek50
Kecakapan/ keterampilan (skills)
Tindakan yang memiliki ciri tersendiri, khusus
dan dengan mudah diobservasi dan diukur,
seperti: menggunting, menggambar,
menghitung sekumpulan objek, kegiatan
motorik kasar dan motorik halus.
51
Kecenderungan (disposition)
Berhubungan dengan pembiasaan yang
bertahan terus-menerus dalam pikiran, atau
karakter cara anak merespon pengalaman yang
berlangsung dalam berbagai macam situasi,
seperti: ketekunan mengerjakan tugas, serius,
kedermawanan atau ketamakan,
kecenderungan minat baca atau dalam
memecahkan masalah.
52
 Keadaan afektif dan
emosional yang subjektif
(bersifat pribadi), seperti
perasaan memiliki,
kepercayaan diri, harga
diri, merasa selalu cukup,
kecemasan, dsb.
Perasaan (feelings)
53
54
 Membangun pengetahuan baru atas apa yang telah anak
tahu.
 Menolong anak mengerti nilai-nilai yang berlaku di
lingkungan mereka.
 Menolong anak mengerti hubungan satu dengan yang lain.
 Membuat anak mengerti nilai literatur dan angka-angka
dalam konteks hidup yang sebenarnya.
 Memberikan ide-ide dalam permainan peran.
 Mendorong anak mencari sumber-sumber pengetahuan
dan informasi yang lain selain di ‘sekolah’.
 ‘Menjembatani’ komunikasi dengan orang tua.
Model Pembelajaran Proyek (Kilpatrick)
55
 Proyek Total
Semua aspek pengembangan berkaitan satu sama
lain.
 Proyek Parsial
Ada beberapa aspek pengembangan (bahasa,
matematika, menyanyi dan gerak) tidak memiliki
keterkaitan dengan topik, dapat diberikan dengan
cara pembelajaran biasa.
 Proyek Okasional
Langkah Pembelajaran Proyek
Persiap
an
Penda
huluan
Perja
lanan
sekolah
Pengo
lahan
Masa
lah
Pameran
56
PPT Tokoh Pendidikan Anak Usia Dini

PPT Tokoh Pendidikan Anak Usia Dini

  • 1.
  • 2.
    Tokoh Pendidikan PAUD,al: Pestalozzi Froebel Maria Montessori Helen Parkhust WH Kilpatrick 2
  • 4.
     Lahir diZurich, Switzerland, 12 Januari 1746.  Ayahnya yang seorang dokter wafat saat dia berusia 5 tahun.  Sampai dewasa, diasuh oleh kakeknya.  Lulus Universitas Zurich (awalnya ingin menjadi pendeta tetapi pindah ke fak. Hukum)  1767, bertemu dengan Anna Schulthe dan menikahinya.  Rancangan metode pembelajarannya diperoleh dari pengalaman mendidik anaknya, Jacobi. 4
  • 5.
    Tahun Sekolah 1769 -1798 Neuhof Lokasi: 25 km dari Zurich, Argau’s Village Birr Luas 20 hektar. Basic dana dari pertanian tetapi gagal. Revolusi Prancis. 1798 - 1799 Stans Bergabung dengan pemerintahan baru; mengelola pembelajaran di rumah yatim piatu. 1800 – 1804/5 Burgdorf and Munchenbuchsee Mendirikan sekolah yang terhubung dengan institusi untuk memberikan in-service training pada guru. 5
  • 6.
    Tahun Sekolah 1807 – 1825 Pestalozzi’sInstutute in Yverdon 1825 - 1827 Sekolah di Yverdon bangkrut, Pestalozzi kembali ke Neuhof dan tetap berharap dapat mendirikan sekolah lagi. 1827, 17 Februari Pestalozzi wafat di Brugg dan dimakamkan di Birr. 6
  • 7.
    Pendidikan Cara membuka/ membentangkan kekuatan alamiahdan kemampuan laten pada diri setiap manusia.
  • 8.
    SUARA Bahan pengembangan bahasa, sejarahdan ilmu bumi. BENTUK Pengetahuan bangun, menggambar dan menulis. BILANGAN Aspek yang berkaitan dengan berhitung. 8
  • 9.
     Tujuan pendidikan Mengembangkan seluruh potensi anak agar menjadi manusia yang baik, mengabdi kepada masyarakat, kemanusiaan dan Tuhan.  Masyarakat memiliki pengaruh terhadap pendidikan anak.  Keluarga merupakan sendi untuk berbagai lingkungan pendidikan. 9
  • 10.
     Dimulai denganobjek konkret sebelum ke abstrak.  Dimulai dari lingkungan sekitar terlebih dahulu sebelum ke lingkungan yang terjauh.  Dimulai dari latihan yang mudah sebelum mengenalkan sesuatu yang kompleks.  Selalu berproses secara bertahap, kumulatif dan perlahan. 10
  • 11.
  • 12.
     Guru harusmemeperoleh kepercayaan dari anak dengan cara “berpikir penuh cinta” dalam menangani anak.  Kelas di sekolah harus memiliki atmosfir saling mencintai.  Tindakan kekerasan kepada anak harus dihilangkan. 12
  • 14.
     Lahir diJerman, 21 April 1782  Anak bungsu dari Johan Jacob Froebel  Piatu saat usia 9 bulan  Saat usia 4 thn, ayahnya menikah lagi dan kurang mendapatkan perhatian sepanjang masa kecilnya. 14
  • 15.
    Pendidikan adalah usahadengan berbagai alat untuk membangkitkan manusia sebagai makhluk yang sadar, berfikir, dan mengerti agar secara sadar menerapkan hukum Tuhan dalam kehidupan.
  • 16.
     Pendidikan harusberasal dari dalam diri anak bukan berasal dari luar.  Pendidikan harus harmonis  Pendidik harus mengikuti anak, tidak boleh memaksakan sesuatu.  Pendidikan keluarga adalah kunci kesuksesan anak di kemudian hari. 16
  • 17.
  • 18.
  • 19.
     Guru harusmemelihara anak- anak seolah-olah memelihara tanaman yang tumbuh di sebuah taman.  Sekolah mempunyai sebuah taman dimana anak-anak melakukan bermacam-macam kesibukan, terutama permainan. 19
  • 21.
    Bangunan permainan ataupermainan membentuk (berasal dari kata spiel = permainan, die formen = bangunan, formen = membentuk). Alat permainan ini merupakan bahan-bahan belum jadi yang dapat disusun anak menjadi bangunan permainan. 21
  • 22.
     Kertas  Pensil Stik kayu  Adonan  Sedotan Digunakan untuk aktivitas konstruktif  Alat permainan, hasil rancangan Froebel, dengan konstruksi dimulai dari yang paling mudah sampai yang paling sulit Occupation (Spielformen) Gift (Spielgaben) 22
  • 23.
    Roma, 1870 –Belanda, 6 Mei 1952
  • 24.
    Pokok Pikiran Montessori Pedosentris  Masa Peka  Kebebasan  Pikiran yang dapat Menyerap  Lingkungan yang dipersiapakan  Pengembangan Panca Indera 24
  • 25.
    Pedosentris  Setiap anakmemiliki motivasi internal untuk mengembangkan dirinya.  Anak mempunyai pembawaan yang berbeda dengan orang lain (unik) Pembelajaran harus menyesuaikan dengan kebutuhan individu. 25
  • 26.
    Masa Peka  Sesuatuyang akan berkembang lebih cepat dibandingkan masa-masa lainnya. Setiap anak punya masa peka yang berbeda dengan anak lain. Timbul secara spontan, tidak dapat dipaksa. Dapat diketahui melalui alat-alat yang paling menarik minat dan perhatian anak. 26
  • 27.
    Kebebasan  Anak harusdiberikan kebebasan untuk aktif dan berbuat.  Anak tidak mungkin dipaksa untuk duduk di bangku yang kaku. Kelas harus diatur sesuai dengan kondisi di rumah, sesuai dengan ukuran anak. 27
  • 28.
    Kecakapan dan kesenangandimana anak-anak belajar secara tidak langsung dari lingkungan Pikiran anak akan menyerap berbagai macam hal segera dari lingkungan Pikiran yang dapat Menyerap (The Absorbent Mind) 28
  • 29.
    Lingkungan yang dipersiapkan Suatu suasana yang diciptakan untuk memungkinkan anak bebas belajar melalui aktivitas dalam lingkungan yang tenang dan tertib yang disesuaikan dengan ukuran dan minat anak. 29
  • 30.
  • 31.
    Pembelajaran 3 Tahap Pengenalan identitas (Recognition of Identity) “Ini adalah….”  Pengenalan sesuatu yang berbeda-beda (Recognition of Contrast) “Berikan saya…..”  Membedakan antara benda-benda yang serupa (Discrimination between similar object) “Benda apakah ini?” 31
  • 32.
    Alat Permainan  Ketrampilanhidup praktis  Kegiatan sensoris  Membaca dan Menulis  Aritmatika 32
  • 33.
    Ketrampilan Hidup Praktis Membuka menutup laci  Menata meja  Menggunting  Bingkai pakaian  Mengikat tali sepatu  Mencuci peralatan makan 33
  • 34.
    Kegiatan Sensoris  Menara Silinder  Papan kasar dan halus  Tas misteri  Botol suara  Papan warna  Permainan diam  Keranjang tenun  Botol aroma 34
  • 35.
    Kegiatan Membaca &Menulis  Huruf-huruf ampelas  Kartu perintah  Kartu abjad 35
  • 36.
    Aritmatika  Balok angka Angka sandpaper  Deret angka  Latihan mengukur 36
  • 37.
  • 38.
    Dasar Pendidikan  Perpaduanantara sistem klasikal dengan sistem individual  Menciptakan hubungan yang fleksibel antar siswa  Keaktifan  Anak harus memiliki kebebasan ketika belajar 38
  • 39.
    Tujuan Pembelajaran Membimbing anakbelajar sendiri, menunaikan tugas pembelajaran atas tanggung jawab sendiri. 39
  • 40.
    Pelaksanaan  Ruangan sekolahmerupakan ruang vak untuk belajar klasikal dan belajar sendiri.  Guru adalah seorang ahli yang selalu siap dalam ruang melayani murid.  Bahan pengajaran diberikan berupa tugas  Pembelajaran klasikal diberikan untuk memberi penjelasan dan meletakkan dasar pembelajaran yang penting.  Evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan kartu. 40
  • 41.
     Jumlah anakdi setiap sentra  Lama waktu anak bermain dalam sentra (45’ – 1 jam)  Jadwal perputaran anak di sentra  Aturan bermain dan belajar di sentra  Preventive management  Penataan alat dan material pembelajaran 41
  • 42.
     Pisahkan sentrayang “gaduh” dengan sentra yang “tenang”  Pisahkan sentra dengan tegas menggunakan sekat, lemari  Display peralatan dengan posisi yang sesuai dengan tinggi anak  Letakkan sentra sesuai dengan sumber yang dibutuhkan  Pastikan bahwa guru dapat mengamati semua ruang tanpa halangan 42
  • 43.
  • 44.
     Sentra matematika  Sentrabahasa  Sentra sains permulaan  Sentra kepedulian lingkungan SENTRA “subjek pembelajaran” “permanen”  Sentra balok  Sentra bermain peran  Sentra seni  Sentra pasir dan air 44
  • 45.
    Seimbangkan antara:  Waktuuntuk aktif dan tenang  Aktivitas kelompok, aktivitas kelompok kecil, dan waktu untuk bermain sendiri atau bersama  Bermain indoor dan outdoor  Waktu bagi anak untuk memiliki aktivitas mereka sendiri dan waktu yang mendapatkan pengarahan langsung dari guru. 45 Jadwal
  • 46.
  • 47.
    47  Pembelajaran proyekpada awalnya diinsipirasi dari pemikiran John Dewey tentang konsep sekolah kerja.  Konsep ini selanjutnya diwujudkan oleh William Heard Kilpatrick.  Dengan menggunakan metode proyek, mata pelajaran dilebur menjadi suatu hal yang holistik, menyerupai proyek yang memungkinkan anak memperoleh ketrampilan baru dibutuhkan melalui bekerja sama dengan anak-anak lainnya.
  • 48.
    48  Proyek proyectycum = maksud, tujuan, rencana Lilian Katz:  Proyek merupakan penyelidikan dalam waktu yang lama, kegiatan yang bersifat konstruktif dan berpusat pada bermain, dimana anak-anak terlibat berulang kali dalam pembelajaran dengan cara membangun dunia pemahaman mereka sendiri terhadap topik-topik yang sudah sangat dikenal oleh anak.
  • 49.
    Syarat Pemilihan Topikdalam Proyek 49  Sangat diminati oleh anak,  Relevan dan bermakna bagi anak yang memilihnya,  Sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar siap digunakan untuk mendukung pembelajaran,  Memiliki keterkaitan dengan tujuan pembelajaran,  Dapat melibatkan orang tua,  Mengembangkan berbagai jenis kemampuan dan ketrampilan
  • 50.
    Pengetahuan (knowledge) Gagasan, konsep,skema, informasi, dongeng, legenda, nyanyian dan materi lainnya yang berkaitan dengan kemampuan kognitif anak. Tujuan Proyek50
  • 51.
    Kecakapan/ keterampilan (skills) Tindakanyang memiliki ciri tersendiri, khusus dan dengan mudah diobservasi dan diukur, seperti: menggunting, menggambar, menghitung sekumpulan objek, kegiatan motorik kasar dan motorik halus. 51
  • 52.
    Kecenderungan (disposition) Berhubungan denganpembiasaan yang bertahan terus-menerus dalam pikiran, atau karakter cara anak merespon pengalaman yang berlangsung dalam berbagai macam situasi, seperti: ketekunan mengerjakan tugas, serius, kedermawanan atau ketamakan, kecenderungan minat baca atau dalam memecahkan masalah. 52
  • 53.
     Keadaan afektifdan emosional yang subjektif (bersifat pribadi), seperti perasaan memiliki, kepercayaan diri, harga diri, merasa selalu cukup, kecemasan, dsb. Perasaan (feelings) 53
  • 54.
    54  Membangun pengetahuanbaru atas apa yang telah anak tahu.  Menolong anak mengerti nilai-nilai yang berlaku di lingkungan mereka.  Menolong anak mengerti hubungan satu dengan yang lain.  Membuat anak mengerti nilai literatur dan angka-angka dalam konteks hidup yang sebenarnya.  Memberikan ide-ide dalam permainan peran.  Mendorong anak mencari sumber-sumber pengetahuan dan informasi yang lain selain di ‘sekolah’.  ‘Menjembatani’ komunikasi dengan orang tua.
  • 55.
    Model Pembelajaran Proyek(Kilpatrick) 55  Proyek Total Semua aspek pengembangan berkaitan satu sama lain.  Proyek Parsial Ada beberapa aspek pengembangan (bahasa, matematika, menyanyi dan gerak) tidak memiliki keterkaitan dengan topik, dapat diberikan dengan cara pembelajaran biasa.  Proyek Okasional
  • 56.