PRODUCTION PLANNING 
AND INVENTORY 
CONTROL
Konsep Dasar 
 Demand management didefinisikan sebagai suatu fungsi pengelolaan 
dari semua permintaan produk untuk menjamin bahwa penyusunan 
jadwal induk (master schedule) mengetahui dan menyadari semua 
permintaan produk itu. 
 Secara garis besar aktivitas-aktivitas dalam manajemen permintaan 
dapat dikategorikan ke dalam dua aktivitas utama, pelayanan pesanan 
(order service), dan peramalan (forecasting)
Konsep Dasar 
 Marketing seyogyanya memisahkan sales plan dan order. 
 Produk dependent demand tidak boleh diramalkan, tetapi harus di 
hitung 
 Peramalan hanya boleh dilakukan pada produk yang tergolong 
independent demand 
Dependent demand order quantities are computed using a system called 
material requirements planning (MRP)
Konsep Dasar 
Pola-pola data 
deret waktu yang 
umum terjadi 
pada peramalan 
Metode paramalan 
dekomposisi klasikal: 
data yang ada paling 
sedikit terbentuk dari 
3 komponen 
(seasonality, trend, 
dan randomness).
Sistem Peramalan 
Peramalan adalah proses untuk 
memperkirakan berapa kebutuhan di 
masa datang yang meliputi kebutuhan 
dalam ukuran kuantitas, kualitas, 
waktu dan lokasi yang dibutuhkan 
dalam rangka memenuhi permintaan 
barang ataupun jasa. 
 Salah satu jenis peramalan adalah peramalan 
permintaan. 
 Peramalan permintaan merupakan tingkat permintaan 
produk – produk yang diharapkan akan terealisasi untuk 
jangka waktu tertentu pada masa yang akan datang
Peramalan dan Horison Waktu 
Dalam hubunganya dengan horizon waktu peramalan, kita 
dapat mengklasifikasikan peramalan tersebut ke dalam 3 
kelompok, yaitu: 
1. Peramalan Jangka Pajang, umumnya 2 sampai 10 tahun. 
Peramalan ini digunakan untuk perencanaan produk dan 
perencanaan sumber daya. 
2. Peramalan Jangka Menengah, umumnya 1 sampai 24 bulan. 
Peramalan ini lebih mengkhusus dibandingkan peramalan jangka 
panjang, biasanya digunakan untuk menentukan aliran kas, 
perencanaan produksi, dan penentuan anggaran. 
3. Peramalan Jangka Pendek, umumnya 1 sampai 5 minggu. 
Peramalan ini digunakan untuk mengambil keputusan dalam hal 
perlu tidaknya lembur, penjadwalan kerja, dan lain – lain.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Peramalan 
 Permintaan suatu produk pada suatu perusahaan sangat 
dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan yang saling 
berinteraksi dalam pasar yang berada di luar kendali 
perusahaan. 
Faktor – faktor lingkungan tersebut juga akan 
mempengaruhi peramalan. 
 Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi 
peramalan: 
1. Kondisi umum bisnis dan ekonomi 
2. Reaksi dan tindakan pesaing 
3. Tindakan pemerintah 
4. Kecenderungan pasar 
5. Siklus hidup produk 
6. Gaya dan mode 
7. Perubahan permintaan konsumen 
8. Inovasi teknologi
Beberapa Sifat Hasil Peramalan 
Dalam membuat peramalan atau menerapkan hasil 
peramalan, ada beberapa hal yang harus 
dipertimbangkan: 
 Peramalan pasti mengandung kesalahan, artinya 
peramal hanya bias mengurangi ketidakpastian 
yang akan terjadi tetapi tidak dapat menghilangkan 
ketidakpastian tersebut. 
 Peramalan seharusnya memberikan informasi 
mengenai berapa ukuran kesalahan. 
 Peramalan jangka pendek lebih akurat 
dibandingkan dengan peramalan jangka panjang.
Peraturan Peramalan 
Tidak boleh meramalkan produk – produk yang tergolong ke dalam 
dependent demand. 
Produk–produk yang tergolong dalam dependent demand harus 
direncanakan atau dihitung. Peramalan hanya boleh dilakukan 
pada produk–produk yang tergolong ke dalam independent demand. 
Penentuan horizon peramalan berdasarkan kondisi aktual sistem 
manufaktur dan tujuan dari peramalan. 
Semakin jauh periode di masa mendatang yang diramalkan-dengan 
asumsi faktor–faktor lain tetap-hasil ramalan akan semakin 
kurang akurat 
Disamping berdasarkan waktu, peramalan juga dapat dilakukan 
berdasarkan lokasi geografis, kelompok produk, yang dikenal 
sebagai peramlan berdasarkan dimensi agregasi dan disagregasi. 
Peramalan pada tingkat agregasi yang lebih tinggi akan lebih 
akurat dibandingkan peramalan pada tingkat agregasi yang lebih 
rendah atau pada tingkat disagregasi.
METODE PERAMALAN PERMINTAAN 
• Metode bebas (freehand method) 
• Metode setengah rata-rata (semi average method) 
• Metode rata-rata bergerak (moving average method) 
• Metode kwadrat terkecil (least quares method)
1. Metode Bebas 
Pendekatan garis lurus yang ditarik mendekati titik-titik koordinat yang 
sudah diketahui
2. Metode setengah rata-rata 
(semi average method) 
 Perhitungan nilai trend pada tahun tertentu dapat 
ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai 
berikut: 
 Y' = ao + bx 
 Keterangan 
 Y’ : nilai trend periode tertentu 
 a : nilai trend periode dasar 
 b : tambahan trend tahunan yang dihitung 
dengan cara (X2 – X1)/n 
 X2 : setengah rata-rata kelompok kedua 
 X1 : setengah rata-rata kelompok pertama 
 n : jumlah periode antara x2 dan x1 
 X : jumlah unit tahun yang dihitung dari periode 
dasar.
2. Metode setengah rata-rata (semi average 
method) 
Sekelompok data dibagi menjadi 2 (dua) bagian yang sama, jika jumlah 
datanya ganjil, maka data yang ditengah dapat dihilangkan 
 ao = a1988 = 332.200 
 b = (X2 – X1)/n = (459.600 - 332.200)/5 = 25.480
2. Metode setengah rata-rata 
(semi average method) 
 Nilai trend permulaan tahun 1986-1995 
adalah: 
 ao = a1988 = 319.200 
 b = (X2 – X1)/n = (459.600 - 332.200)/5 = 
25.480 
 Y1986 = 332.200 + 25.480 (-2,5) = 268.500 
 Y1987 = 332.200 + 25.480 (-1,5) = 293.980 
 Y1988 = 332.200 + 25.480 (-0,5) = 319.460 
 Y1989 = 332.200 + 25.480 ( 0,5) = 344.940 
 Y1990 = 332.200 + 25.480 ( 1,5) = 370.420 
 Y1991 = 332.200 + 25.480 ( 2,5) = 395.900 
 Y1992 = 332.200 + 25.480 ( 3,5) = 421.380 
 Y1993 = 332.200+ 25.480 (4,5) = 446.860 
 Y1994 = 332.200 + 25.480 ( 5,5) = 472.340 
 Y1995 = 332.200 + 25.480 ( 6,5) = 497.820
2. Metode setengah rata-rata 
(semi average method) 
 Misalnya: 
 Nilai trend permulaan tahun 1986-1995 adalah: 
 ao = a1993 = 459.600 
 b = (X2 – X1)/n = (459.600 - 332.200)/5 = 25.480 
 Nilai trend permulaan tahun 1986-1995 adalah: 
 Y1986 = 459.600+ 25.480 (-7,5) = 268.500 
 Y1987 = 459.600+ 25.480 (-6,5) = 293.980 
 Y1988 = 459.600+ 25.480 (-5,5) = 319.460 
 Y1989 = 459.600+ 25.480 (-4,5) = 344.940 
 Y1990 = 459.600+ 25.480 (-3,5) = 370.420 
 Y1991 = 459.600+ 25.480 (-2,5) = 395.900 
 Y1992 = 459.600+ 25.480 (-1,5) = 421.380 
 Y1993 = 459.600+ 25.480 (-0,5) = 459.600 
 Y1994 = 459.600+ 25.480 ( 0,5) = 472.340 
 Y1995 = 459.600+ 25.480 ( 1,5) = 497.820
2. Metode setengah rata-rata 
(semi average method)
3. Metode Single Moving Average 
◦ Metode single moving average 
 Cara menghitung: 
Jika menggunakan cara 3 bulan moving averages, maka 
forecast satu bulan sebesar rata-rata 3 bulan 
sebelumnya. 
Rumus: 
X  X  
... X 
S t t-1 t-n 1 
n 
t 1 
 
 
 
St+1 = Forecast untuk periode ke t + 1 
Xt = Data periode t 
n = Jangka waktu moving averages.
3. Metode Single Moving Average 
 Metode Single Moving Average ini biasanya lebih cocok digunakan 
untuk melakukan forecast hal-hal yang bersifat random, artinya 
tidak ada gejala trend naik maupun turun, musiman dan 
sebagainya, melainkan sulit diketahui polanya. 
 Metode Single Moving Average mempunyai 2 sifat khusus: 
◦ Untuk membuat forecast diperlukan data masa lalu selama 
jangka waktu tertentu. 
◦ Semakin panjang moving averages, maka akan menghasilkan 
moving averages yang semakin halus. 
 Menghitung forecast error 
E   
 
◦ Mean absolute error => 
◦ Mean squared error => 
n 
t t X S 
 X S 
 
n 
E 
2 
 t  t 
 
Xt = Data aktual periode t, St = Peramalan periode t
3. Metode Single Moving Average 
◦ Misal: 
◦ Jika forecast dengan metode 3 bulan moving averages 
untuk bulan April adalah 
◦ Penjualan Januari 20.000 kg 
Februari 21.000 kg 
Maret 19.000 kg 
X X X 
S 3 2 1 
3 
4 
  
 
19.000 21.000 20.000 
3 
S4 
  
 
S 20.000 4 
3. Metode Single Moving 
Average 
Bulan Permintaan 
Forecast 
3 bulan 5 bulan 
Januari 
Februari 
Maret 
April 
Mei 
Juni 
Juli 
Agustus 
September 
Oktober 
November 
Desember 
20 
21 
19 
17 
22 
24 
18 
23 
20 
25 
22 
24 
- 
- 
- 
20.00 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
-
3. Metode Single Moving 
Average 
Bulan Permintaan 
3 bulan 
Forecast Error Absolute 
error 
(Error)2 
Januari 
Februari 
Maret 
April 
Mei 
Juni 
Juli 
Agustus 
September 
Oktober 
November 
Desember 
20 
21 
19 
17 
22 
24 
18 
23 
20 
25 
22 
24 
- 
- 
- 
20.00 
19.00 
19.33 
21.00 
21.33 
21.67 
20.33 
22.67 
22.33 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
- 
-
3. Metode Single Moving Average 
Perbandingan error antara 3 bulan dan 5 bulan moving average 
3 bln moving average 5 bln moving 
average 
Mean absolut error 2.67 2.37 
Mean squared error 8.81 7.54 
Berdasarkan perbandingan tersebut, moving average dengan 
jangka waktu lebih lama, maka forecasting akan menimbulkan 
penyimpangan lebih kecil.
4. Trend Metode Least Square 
 Trend adalah rata-rata perubahan dalam jangka panjang. 
 Jika hal yang diteliti menunjukkan gejala pertambahan, maka trend 
yang dimiliki disebut sebagai trend positif. 
 Jika hal yang diteliti menunjukkan gejala semakin berkurang, maka 
trend yang dimiliki disebut sebagai trend negatif. 
 Salah satu metode trend yang digunakan adalah metode least 
squares. 
 Persamaan trend dengan metode least square adalah 
Ŷ = a + bX
4. Trend Metode Least Square 
 Y’ = a + bx 
 Σx = na + bΣx 
 Σxy = x + b Σx2 
Dimana: 
 a & b = konstanta 
persamaan 
 n = Jumlah data 
 x = periode waktu 
Tahun X Penjualan 
Y 
xy X2 Y’ 
2000 
2001 
2002 
2003 
2004 
2005 
2006 
2007 
2008 
10 
05 
15 
20 
25 
30 
40 
45 
35
4. Trend Metode Least Square 
Tahun X Penjualan 
Y 
xy X2 Y’ 
2000 
2001 
2002 
2003 
2004 
2005 
2006 
2007 
2008 
0 
1 
2 
3 
4 
5 
6 
7 
8 
10 
05 
15 
20 
25 
30 
40 
45 
35 
0 
5 
30 
60 
100 
150 
240 
315 
280 
0 
1 
4 
9 
16 
25 
36 
49 
64 
36 1180 204 
Σx = na + bΣx 
Σxy = Σxa + bΣx2
4. Trend Metode Least Square 
Σx = na + bΣx 
Σxy = Σxa + b Σx2 
36 = 9a + 36b (4) 
1180 = 36a + 204b (1) 
36 = 9a + 36b (4) => 144 = 36a + 144b 
1180 = 36a + 204b (1) => 1180 = 36a + 204b 
-1036 = -60b 
b = -1036 /-60 
b = 17.3 
36 = 9a + 36b => 36 = 9a + 36 (17.3) 
=> 36 = 9a + 622.8 
=> -9a = 622.8 – 36 
=> -9a = 586.8 
=> a = -65.2 
Y’ = -65.2 + 17.3 x
Tahun Penjualan X XY X^2 Ŷ 
2000 10 0 0 0 -65.25 
2001 5 1 5 1 -47.95 
2002 15 2 30 4 -30.65 
2003 20 3 60 9 -13.35 
2004 25 4 100 16 3.95 
2005 30 5 150 25 21.25 
2006 40 6 240 36 38.55 
2007 45 7 315 49 55.85 
2008 35 8 280 64 73.15 
Σ 215 1180 204 
Y = -65,25 + 17.30X a = -65.25 b = 17.30
Latihan 
Dari laporan pesanan barang selama 10 bulan perusahaan A didapatkan 
sebagai berikut di bawah ini. 
Dengan menggunakan Metode Single Moving Average, hitunglah Forecast 
Error-nya (Mean Absolute Error dan Mean Averaged Error) 
Bulan Pesanan 
Januari 120 
Pebuari 90 
Maret 100 
April 75 
Mei 110 
Juni 50 
Juli 75 
Agustus 130 
September 110 
Oktober 90
Perusahaan B ingin mengembangkan peramalan dengan 
menggunakan metode Least Square. Hitunglah peramalannya (Y’) 
tiap periode! 
Periode Permintaan 
x y xy x2 
1 37 37 1 
2 40 80 4 
3 41 123 9 
4 37 148 16 
5 45 225 25 
6 50 300 36 
7 43 301 49 
8 47 376 64 
9 56 504 81 
10 52 520 100 
11 55 605 121 
12 54 648 144 
78 557 3.867 650

PPIC Manajemen Permintaan

  • 1.
    PRODUCTION PLANNING ANDINVENTORY CONTROL
  • 2.
    Konsep Dasar Demand management didefinisikan sebagai suatu fungsi pengelolaan dari semua permintaan produk untuk menjamin bahwa penyusunan jadwal induk (master schedule) mengetahui dan menyadari semua permintaan produk itu.  Secara garis besar aktivitas-aktivitas dalam manajemen permintaan dapat dikategorikan ke dalam dua aktivitas utama, pelayanan pesanan (order service), dan peramalan (forecasting)
  • 3.
    Konsep Dasar Marketing seyogyanya memisahkan sales plan dan order.  Produk dependent demand tidak boleh diramalkan, tetapi harus di hitung  Peramalan hanya boleh dilakukan pada produk yang tergolong independent demand Dependent demand order quantities are computed using a system called material requirements planning (MRP)
  • 4.
    Konsep Dasar Pola-poladata deret waktu yang umum terjadi pada peramalan Metode paramalan dekomposisi klasikal: data yang ada paling sedikit terbentuk dari 3 komponen (seasonality, trend, dan randomness).
  • 5.
    Sistem Peramalan Peramalanadalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa.  Salah satu jenis peramalan adalah peramalan permintaan.  Peramalan permintaan merupakan tingkat permintaan produk – produk yang diharapkan akan terealisasi untuk jangka waktu tertentu pada masa yang akan datang
  • 6.
    Peramalan dan HorisonWaktu Dalam hubunganya dengan horizon waktu peramalan, kita dapat mengklasifikasikan peramalan tersebut ke dalam 3 kelompok, yaitu: 1. Peramalan Jangka Pajang, umumnya 2 sampai 10 tahun. Peramalan ini digunakan untuk perencanaan produk dan perencanaan sumber daya. 2. Peramalan Jangka Menengah, umumnya 1 sampai 24 bulan. Peramalan ini lebih mengkhusus dibandingkan peramalan jangka panjang, biasanya digunakan untuk menentukan aliran kas, perencanaan produksi, dan penentuan anggaran. 3. Peramalan Jangka Pendek, umumnya 1 sampai 5 minggu. Peramalan ini digunakan untuk mengambil keputusan dalam hal perlu tidaknya lembur, penjadwalan kerja, dan lain – lain.
  • 7.
    Faktor – Faktoryang Mempengaruhi Peramalan  Permintaan suatu produk pada suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan yang saling berinteraksi dalam pasar yang berada di luar kendali perusahaan. Faktor – faktor lingkungan tersebut juga akan mempengaruhi peramalan.  Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi peramalan: 1. Kondisi umum bisnis dan ekonomi 2. Reaksi dan tindakan pesaing 3. Tindakan pemerintah 4. Kecenderungan pasar 5. Siklus hidup produk 6. Gaya dan mode 7. Perubahan permintaan konsumen 8. Inovasi teknologi
  • 8.
    Beberapa Sifat HasilPeramalan Dalam membuat peramalan atau menerapkan hasil peramalan, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan:  Peramalan pasti mengandung kesalahan, artinya peramal hanya bias mengurangi ketidakpastian yang akan terjadi tetapi tidak dapat menghilangkan ketidakpastian tersebut.  Peramalan seharusnya memberikan informasi mengenai berapa ukuran kesalahan.  Peramalan jangka pendek lebih akurat dibandingkan dengan peramalan jangka panjang.
  • 9.
    Peraturan Peramalan Tidakboleh meramalkan produk – produk yang tergolong ke dalam dependent demand. Produk–produk yang tergolong dalam dependent demand harus direncanakan atau dihitung. Peramalan hanya boleh dilakukan pada produk–produk yang tergolong ke dalam independent demand. Penentuan horizon peramalan berdasarkan kondisi aktual sistem manufaktur dan tujuan dari peramalan. Semakin jauh periode di masa mendatang yang diramalkan-dengan asumsi faktor–faktor lain tetap-hasil ramalan akan semakin kurang akurat Disamping berdasarkan waktu, peramalan juga dapat dilakukan berdasarkan lokasi geografis, kelompok produk, yang dikenal sebagai peramlan berdasarkan dimensi agregasi dan disagregasi. Peramalan pada tingkat agregasi yang lebih tinggi akan lebih akurat dibandingkan peramalan pada tingkat agregasi yang lebih rendah atau pada tingkat disagregasi.
  • 10.
    METODE PERAMALAN PERMINTAAN • Metode bebas (freehand method) • Metode setengah rata-rata (semi average method) • Metode rata-rata bergerak (moving average method) • Metode kwadrat terkecil (least quares method)
  • 11.
    1. Metode Bebas Pendekatan garis lurus yang ditarik mendekati titik-titik koordinat yang sudah diketahui
  • 12.
    2. Metode setengahrata-rata (semi average method)  Perhitungan nilai trend pada tahun tertentu dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:  Y' = ao + bx  Keterangan  Y’ : nilai trend periode tertentu  a : nilai trend periode dasar  b : tambahan trend tahunan yang dihitung dengan cara (X2 – X1)/n  X2 : setengah rata-rata kelompok kedua  X1 : setengah rata-rata kelompok pertama  n : jumlah periode antara x2 dan x1  X : jumlah unit tahun yang dihitung dari periode dasar.
  • 13.
    2. Metode setengahrata-rata (semi average method) Sekelompok data dibagi menjadi 2 (dua) bagian yang sama, jika jumlah datanya ganjil, maka data yang ditengah dapat dihilangkan  ao = a1988 = 332.200  b = (X2 – X1)/n = (459.600 - 332.200)/5 = 25.480
  • 14.
    2. Metode setengahrata-rata (semi average method)  Nilai trend permulaan tahun 1986-1995 adalah:  ao = a1988 = 319.200  b = (X2 – X1)/n = (459.600 - 332.200)/5 = 25.480  Y1986 = 332.200 + 25.480 (-2,5) = 268.500  Y1987 = 332.200 + 25.480 (-1,5) = 293.980  Y1988 = 332.200 + 25.480 (-0,5) = 319.460  Y1989 = 332.200 + 25.480 ( 0,5) = 344.940  Y1990 = 332.200 + 25.480 ( 1,5) = 370.420  Y1991 = 332.200 + 25.480 ( 2,5) = 395.900  Y1992 = 332.200 + 25.480 ( 3,5) = 421.380  Y1993 = 332.200+ 25.480 (4,5) = 446.860  Y1994 = 332.200 + 25.480 ( 5,5) = 472.340  Y1995 = 332.200 + 25.480 ( 6,5) = 497.820
  • 15.
    2. Metode setengahrata-rata (semi average method)  Misalnya:  Nilai trend permulaan tahun 1986-1995 adalah:  ao = a1993 = 459.600  b = (X2 – X1)/n = (459.600 - 332.200)/5 = 25.480  Nilai trend permulaan tahun 1986-1995 adalah:  Y1986 = 459.600+ 25.480 (-7,5) = 268.500  Y1987 = 459.600+ 25.480 (-6,5) = 293.980  Y1988 = 459.600+ 25.480 (-5,5) = 319.460  Y1989 = 459.600+ 25.480 (-4,5) = 344.940  Y1990 = 459.600+ 25.480 (-3,5) = 370.420  Y1991 = 459.600+ 25.480 (-2,5) = 395.900  Y1992 = 459.600+ 25.480 (-1,5) = 421.380  Y1993 = 459.600+ 25.480 (-0,5) = 459.600  Y1994 = 459.600+ 25.480 ( 0,5) = 472.340  Y1995 = 459.600+ 25.480 ( 1,5) = 497.820
  • 16.
    2. Metode setengahrata-rata (semi average method)
  • 17.
    3. Metode SingleMoving Average ◦ Metode single moving average  Cara menghitung: Jika menggunakan cara 3 bulan moving averages, maka forecast satu bulan sebesar rata-rata 3 bulan sebelumnya. Rumus: X  X  ... X S t t-1 t-n 1 n t 1    St+1 = Forecast untuk periode ke t + 1 Xt = Data periode t n = Jangka waktu moving averages.
  • 18.
    3. Metode SingleMoving Average  Metode Single Moving Average ini biasanya lebih cocok digunakan untuk melakukan forecast hal-hal yang bersifat random, artinya tidak ada gejala trend naik maupun turun, musiman dan sebagainya, melainkan sulit diketahui polanya.  Metode Single Moving Average mempunyai 2 sifat khusus: ◦ Untuk membuat forecast diperlukan data masa lalu selama jangka waktu tertentu. ◦ Semakin panjang moving averages, maka akan menghasilkan moving averages yang semakin halus.  Menghitung forecast error E    ◦ Mean absolute error => ◦ Mean squared error => n t t X S  X S  n E 2  t  t  Xt = Data aktual periode t, St = Peramalan periode t
  • 19.
    3. Metode SingleMoving Average ◦ Misal: ◦ Jika forecast dengan metode 3 bulan moving averages untuk bulan April adalah ◦ Penjualan Januari 20.000 kg Februari 21.000 kg Maret 19.000 kg X X X S 3 2 1 3 4    19.000 21.000 20.000 3 S4    S 20.000 4 
  • 20.
    3. Metode SingleMoving Average Bulan Permintaan Forecast 3 bulan 5 bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 20 21 19 17 22 24 18 23 20 25 22 24 - - - 20.00 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
  • 21.
    3. Metode SingleMoving Average Bulan Permintaan 3 bulan Forecast Error Absolute error (Error)2 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 20 21 19 17 22 24 18 23 20 25 22 24 - - - 20.00 19.00 19.33 21.00 21.33 21.67 20.33 22.67 22.33 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
  • 22.
    3. Metode SingleMoving Average Perbandingan error antara 3 bulan dan 5 bulan moving average 3 bln moving average 5 bln moving average Mean absolut error 2.67 2.37 Mean squared error 8.81 7.54 Berdasarkan perbandingan tersebut, moving average dengan jangka waktu lebih lama, maka forecasting akan menimbulkan penyimpangan lebih kecil.
  • 23.
    4. Trend MetodeLeast Square  Trend adalah rata-rata perubahan dalam jangka panjang.  Jika hal yang diteliti menunjukkan gejala pertambahan, maka trend yang dimiliki disebut sebagai trend positif.  Jika hal yang diteliti menunjukkan gejala semakin berkurang, maka trend yang dimiliki disebut sebagai trend negatif.  Salah satu metode trend yang digunakan adalah metode least squares.  Persamaan trend dengan metode least square adalah Ŷ = a + bX
  • 24.
    4. Trend MetodeLeast Square  Y’ = a + bx  Σx = na + bΣx  Σxy = x + b Σx2 Dimana:  a & b = konstanta persamaan  n = Jumlah data  x = periode waktu Tahun X Penjualan Y xy X2 Y’ 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 10 05 15 20 25 30 40 45 35
  • 25.
    4. Trend MetodeLeast Square Tahun X Penjualan Y xy X2 Y’ 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 0 1 2 3 4 5 6 7 8 10 05 15 20 25 30 40 45 35 0 5 30 60 100 150 240 315 280 0 1 4 9 16 25 36 49 64 36 1180 204 Σx = na + bΣx Σxy = Σxa + bΣx2
  • 26.
    4. Trend MetodeLeast Square Σx = na + bΣx Σxy = Σxa + b Σx2 36 = 9a + 36b (4) 1180 = 36a + 204b (1) 36 = 9a + 36b (4) => 144 = 36a + 144b 1180 = 36a + 204b (1) => 1180 = 36a + 204b -1036 = -60b b = -1036 /-60 b = 17.3 36 = 9a + 36b => 36 = 9a + 36 (17.3) => 36 = 9a + 622.8 => -9a = 622.8 – 36 => -9a = 586.8 => a = -65.2 Y’ = -65.2 + 17.3 x
  • 27.
    Tahun Penjualan XXY X^2 Ŷ 2000 10 0 0 0 -65.25 2001 5 1 5 1 -47.95 2002 15 2 30 4 -30.65 2003 20 3 60 9 -13.35 2004 25 4 100 16 3.95 2005 30 5 150 25 21.25 2006 40 6 240 36 38.55 2007 45 7 315 49 55.85 2008 35 8 280 64 73.15 Σ 215 1180 204 Y = -65,25 + 17.30X a = -65.25 b = 17.30
  • 28.
    Latihan Dari laporanpesanan barang selama 10 bulan perusahaan A didapatkan sebagai berikut di bawah ini. Dengan menggunakan Metode Single Moving Average, hitunglah Forecast Error-nya (Mean Absolute Error dan Mean Averaged Error) Bulan Pesanan Januari 120 Pebuari 90 Maret 100 April 75 Mei 110 Juni 50 Juli 75 Agustus 130 September 110 Oktober 90
  • 29.
    Perusahaan B inginmengembangkan peramalan dengan menggunakan metode Least Square. Hitunglah peramalannya (Y’) tiap periode! Periode Permintaan x y xy x2 1 37 37 1 2 40 80 4 3 41 123 9 4 37 148 16 5 45 225 25 6 50 300 36 7 43 301 49 8 47 376 64 9 56 504 81 10 52 520 100 11 55 605 121 12 54 648 144 78 557 3.867 650