LINE BALANCING KESEIMBANGAN LINTASAN APLIKASI WAKTU STANDARD
MENYEIMBANGKAN LINTASAN FUNGSI : Tidak terjadi Tumpukan material di lantai produksi / buffer storage Tidak tercapainya target produksi ( Perencanaan laju produksi ) Mengetahui stasiun kerja kritis – Perbaikan metode kerja Merencanakan kebutuhan mesin, operator dan setting mesin Merencanakan stasiun kerja ganda – Jika processing time lebih besar dari time cycle Dll
MINIMALKAN BALANCE DELAY Proses keseimbangan lintasan pada dasarnya merupakan suatu hal yang tidak pemah mencapai kesempumaan.   waktu lebih (extra time) yang lebih dikenal dengan istilah "balancing delay” tetap harus ditambahkan pada hampir semua stasiun kerja   NON PRODUKTIF , DIMIMALISIR
Informasi untuk line balancing Laju Produksi yang diinginkan Perencanaan Kapasitas/   Demand per tahun  Time cycle ( Tc)  =  Waktu siklus Predecessor Diagram Waktu per elemen kerja ( T ei ) Jumlah Stasiun kerja Waktu stasiun kerja ( Tsj )
notasi N  = Jumlah stasiun kerja Tc  = Waktu siklus (cycle time) Tei = Waktu elemen kerja,  dimana i =1,2,3, ......, m Tsj =  Jumlah elemen waktu yang  dialokasikan untuk setiap  stasiun kerja (waktu stasiun  kerja).
URUTAN LANGKAH Menghitung tack time Merangking operasi Mengelompokkan elemen – elemen kerja ke dalam stasiun kerja dimana jumlah waktu  kerja stasiun kerja harus lebih kecil atau sama dengan Time Cycle agar target produksi tercapai  Menghitung Balance Delay Identifikasi stasiun kritis agar tidak terjadi keterlambatan produksi
CONTOH SOAL Target produksi tahun ini  14.400 unit Jam kerja tersedia 8 jam per hari dan 25 hari perbulan Predessor diagram dan data waktu elemen kerja seperti gambar  ( hal 299 )
PRESEDENCE DIAGRAM 1 2 3 4 5 7 6 9 8 10 11 6 2 6 5 2 6 5 3 5 7 1
Waktu siklus ( Tc) Waktu siklus (Tc) biasanya diatur atau dipengaruhi oleh output (Q) yang dikehendaki selama periode waktu produksi (P)
CONTOH MENGHITUNG Time Cycle Maka : Tc =  P / Q =  60 X 8 X 25 X 12 menit       14.400 unit    = 10 menit/ unit
Elemen Bobot Posisi (Positional Weight) 1 6+2+2+6+5+6+5+7+1+3+5=48 2 2+2+6+5+6=21 3 5+3+5+6=19 4 7+3+5+6=21 5 1+3+5+6=15 6 2+6+5+6=19 7 3+5+6=14 8 6+5+6=17 9 5+6=11 10 5+6=11 11 6=6
Merangking operasi  Dengan metode Ranked Positional Weight  diperoleh susunan ranking elemen kerja :   ( 1 )  ( 2 )  ( 4 ) ( 3 )  ( 6 )  ( 8 )  ( 5 )  ( 7 )  ( 9 )  (10 )  ( 11 )
MEMBAGI ELEMEN KERJA KE DALAM STASIUN KERJA TENTUKAN JUMLAH STASIUN KERJA PRIORITASKAN ELEMEN DENGAN RANKING LEBIH AWAL MINIMALKAN SELISIH WAKTU STASIUN DENGAN WAKTU SIKLUS
Menentukan jumlah stasiun kerja
Pengelompokkan elemen ke dalam stasiun kerja Stasiun kerja Elemen Kerja  T ei T sj Tc = 10 Tsj < 10 Tc – T sj 1 1 2 6 6 2 2 10 10 0 2 4 5 7 1 8 10 2 3 3 7 5 3 8 10 2 4 8 6 6 10 4 5 9 10 5 5 10 10 0 6 11 6 6 10 4 Total 48 48 60 12
MENGELOMPOKKAN ELEMEN KERJA TIDAK SEMUA ELEMEN KERJA BISA DIDISTRIBUSI DENGAN MUDAH KARENA : MEMBUTUHKAN SKILL TERTENTU MENGGUNAKAN PERALATAN TERTENTU PADA LOKASI TETAP
Tei (waktu elemen kerja i) Waktu Elemen  kerja adalah aplikasi dari waktu standar yang diperoleh dari pengukuran waktu standar  ( Sudah termasuk allowance ) Jika diperoleh Tei yang nilainya melebihi Tc maka harus dilakukan duplikasi stasiun kerja agar target produksi tercapai
Balance delay (L) dari lintasan
Menghitung balance delay Balance Delay  =  ( 6 X 10 )  -  48 X 100 % 6 X 10 =  12  X  100 %   60 =  20 %
Stasiun kerja kritis Stasiun Kerja Kritis adalah stasiun kerja yang memiliki waktu mendekati  atau sama dengan time cycle.  Keterlambatan  pada stasiun kerja kritis akan menyebabkan keterlambatan pada seluruh stasiun kerja. Berpotensi menimbulkan bootle neck
Stasiun kerja kritis Stasiun Kerja 1 dan 5 adalah stasiun kerja kritis, stasiun ini perlu sangat diperhartikan perancangan metode kerja, operator dan efisiensi mesinnya agar tidak terjadi keterlambatan. Upaya meningkatkan kapasitas dengan mengurangi waktu siklus dapat dicapai dengan memperpendek waktu kerja pada stasiun kritis
Petunjuk praktis untuk memperoleh lintasan yang seimbang  : Memperbaiki metode kerja khususnya pada stasiun kerja yang kritis, yaitu stasiun kerja yang cenderung untuk melanggar batas waktu siklus yang telah ditetapkan. Merubah kecepatan proses kerja. Menempatkan operator dengan keterampilan terbaik pada stasiun kerja yang kritis. Hindari terjadinya in-process storage dengan cara overtime. Gunakan stasiun kerja ganda untuk meningkatkan siklus waktu secara efektif.
PERENCANAAN KAPASITAS MENGHITUNG JUMLAH MESIN DAN OPERATOR YANG DIPERLUKAN
PERENCANAAN KAPASITAS TERDAPAT PRODUK CACAT
CONTOH NOTASI SATUAN NILAI P : Laju Produksi  T : Waktu produksi untuk satu  unit produk  D : Waktu kerja per hari  E : Efisiensi peralatan produksi N : Jumlah mesin (unit/jam) (menit) (jam) (persentase) ( unit ) 3000 2.50 16 80 % 10
FORMULASI N = =  9.77 =  10 Mesin
Produksi yang dihasilkan tidak semuanya baik, ada yang cacat sebanyak  Pd Jika Pd = 5 %  Laju produksi menjadi P =   =  3.158
MULTI PRODUCTION STAGE/MULTIPLE STAGE Ada beberapa Work Station yang harus dilalui produk, masing-masing work station memiliki efisiensi fasilitas/mesin dan peluang memunculkan produk cacat yang berbeda-beda. Semuanya harus dipertimbangkan dalam perencanaan jumlah fasilitas. Formulasinya menjadi :
MULTI PRODUCTION STAGE/MULTIPLE STAGE N  =  i  =  1 ,2 ,3 …n
RANGKAIAN PROSES PRODUKSI
PERENCANAAN KAPASITAS RANGKAIAN PROSES PRODUKSI
Efisiensi tiap work station   E  =   =  1.00   E  = Efisiensi work station H  = Waktu operasi (produktif) per periode (jam) D  = Waktu kerja satu periode DT  = Down Time (Total Lamanya mesin rusak, termasuk  repair time) ST  = Waktu Set – up (jam)
Proses pembuatan suatu komponen melalui 3 tahapan dan data sepertinditunjukkan dalam tabel , bila Komponen yang harus dibuat sebesar 150 unit perharinya, tentukan kebutuhan untuk masing-masing Mesinnya Tahapan proses MEsin  Jam kerja (jam) Waktu pengerjaan/unit Down time/hari(menit) Set up time (menit) % defect (p) 1 Bubut 8 15 70 16 9 2 Frais 8 40 80 12 5 3 Drill  8 20 40 8 10

7. line balancing

  • 1.
    LINE BALANCING KESEIMBANGANLINTASAN APLIKASI WAKTU STANDARD
  • 2.
    MENYEIMBANGKAN LINTASAN FUNGSI: Tidak terjadi Tumpukan material di lantai produksi / buffer storage Tidak tercapainya target produksi ( Perencanaan laju produksi ) Mengetahui stasiun kerja kritis – Perbaikan metode kerja Merencanakan kebutuhan mesin, operator dan setting mesin Merencanakan stasiun kerja ganda – Jika processing time lebih besar dari time cycle Dll
  • 3.
    MINIMALKAN BALANCE DELAYProses keseimbangan lintasan pada dasarnya merupakan suatu hal yang tidak pemah mencapai kesempumaan. waktu lebih (extra time) yang lebih dikenal dengan istilah &quot;balancing delay” tetap harus ditambahkan pada hampir semua stasiun kerja NON PRODUKTIF , DIMIMALISIR
  • 4.
    Informasi untuk linebalancing Laju Produksi yang diinginkan Perencanaan Kapasitas/ Demand per tahun Time cycle ( Tc) = Waktu siklus Predecessor Diagram Waktu per elemen kerja ( T ei ) Jumlah Stasiun kerja Waktu stasiun kerja ( Tsj )
  • 5.
    notasi N = Jumlah stasiun kerja Tc = Waktu siklus (cycle time) Tei = Waktu elemen kerja, dimana i =1,2,3, ......, m Tsj = Jumlah elemen waktu yang dialokasikan untuk setiap stasiun kerja (waktu stasiun kerja).
  • 6.
    URUTAN LANGKAH Menghitungtack time Merangking operasi Mengelompokkan elemen – elemen kerja ke dalam stasiun kerja dimana jumlah waktu kerja stasiun kerja harus lebih kecil atau sama dengan Time Cycle agar target produksi tercapai Menghitung Balance Delay Identifikasi stasiun kritis agar tidak terjadi keterlambatan produksi
  • 7.
    CONTOH SOAL Targetproduksi tahun ini 14.400 unit Jam kerja tersedia 8 jam per hari dan 25 hari perbulan Predessor diagram dan data waktu elemen kerja seperti gambar ( hal 299 )
  • 8.
    PRESEDENCE DIAGRAM 12 3 4 5 7 6 9 8 10 11 6 2 6 5 2 6 5 3 5 7 1
  • 9.
    Waktu siklus (Tc) Waktu siklus (Tc) biasanya diatur atau dipengaruhi oleh output (Q) yang dikehendaki selama periode waktu produksi (P)
  • 10.
    CONTOH MENGHITUNG TimeCycle Maka : Tc = P / Q = 60 X 8 X 25 X 12 menit 14.400 unit = 10 menit/ unit
  • 11.
    Elemen Bobot Posisi(Positional Weight) 1 6+2+2+6+5+6+5+7+1+3+5=48 2 2+2+6+5+6=21 3 5+3+5+6=19 4 7+3+5+6=21 5 1+3+5+6=15 6 2+6+5+6=19 7 3+5+6=14 8 6+5+6=17 9 5+6=11 10 5+6=11 11 6=6
  • 12.
    Merangking operasi Dengan metode Ranked Positional Weight diperoleh susunan ranking elemen kerja : ( 1 ) ( 2 ) ( 4 ) ( 3 ) ( 6 ) ( 8 ) ( 5 ) ( 7 ) ( 9 ) (10 ) ( 11 )
  • 13.
    MEMBAGI ELEMEN KERJAKE DALAM STASIUN KERJA TENTUKAN JUMLAH STASIUN KERJA PRIORITASKAN ELEMEN DENGAN RANKING LEBIH AWAL MINIMALKAN SELISIH WAKTU STASIUN DENGAN WAKTU SIKLUS
  • 14.
  • 15.
    Pengelompokkan elemen kedalam stasiun kerja Stasiun kerja Elemen Kerja T ei T sj Tc = 10 Tsj < 10 Tc – T sj 1 1 2 6 6 2 2 10 10 0 2 4 5 7 1 8 10 2 3 3 7 5 3 8 10 2 4 8 6 6 10 4 5 9 10 5 5 10 10 0 6 11 6 6 10 4 Total 48 48 60 12
  • 16.
    MENGELOMPOKKAN ELEMEN KERJATIDAK SEMUA ELEMEN KERJA BISA DIDISTRIBUSI DENGAN MUDAH KARENA : MEMBUTUHKAN SKILL TERTENTU MENGGUNAKAN PERALATAN TERTENTU PADA LOKASI TETAP
  • 17.
    Tei (waktu elemenkerja i) Waktu Elemen kerja adalah aplikasi dari waktu standar yang diperoleh dari pengukuran waktu standar ( Sudah termasuk allowance ) Jika diperoleh Tei yang nilainya melebihi Tc maka harus dilakukan duplikasi stasiun kerja agar target produksi tercapai
  • 18.
    Balance delay (L)dari lintasan
  • 19.
    Menghitung balance delayBalance Delay = ( 6 X 10 ) - 48 X 100 % 6 X 10 = 12 X 100 % 60 = 20 %
  • 20.
    Stasiun kerja kritisStasiun Kerja Kritis adalah stasiun kerja yang memiliki waktu mendekati atau sama dengan time cycle. Keterlambatan pada stasiun kerja kritis akan menyebabkan keterlambatan pada seluruh stasiun kerja. Berpotensi menimbulkan bootle neck
  • 21.
    Stasiun kerja kritisStasiun Kerja 1 dan 5 adalah stasiun kerja kritis, stasiun ini perlu sangat diperhartikan perancangan metode kerja, operator dan efisiensi mesinnya agar tidak terjadi keterlambatan. Upaya meningkatkan kapasitas dengan mengurangi waktu siklus dapat dicapai dengan memperpendek waktu kerja pada stasiun kritis
  • 22.
    Petunjuk praktis untukmemperoleh lintasan yang seimbang : Memperbaiki metode kerja khususnya pada stasiun kerja yang kritis, yaitu stasiun kerja yang cenderung untuk melanggar batas waktu siklus yang telah ditetapkan. Merubah kecepatan proses kerja. Menempatkan operator dengan keterampilan terbaik pada stasiun kerja yang kritis. Hindari terjadinya in-process storage dengan cara overtime. Gunakan stasiun kerja ganda untuk meningkatkan siklus waktu secara efektif.
  • 23.
    PERENCANAAN KAPASITAS MENGHITUNGJUMLAH MESIN DAN OPERATOR YANG DIPERLUKAN
  • 24.
  • 25.
    CONTOH NOTASI SATUANNILAI P : Laju Produksi T : Waktu produksi untuk satu unit produk D : Waktu kerja per hari E : Efisiensi peralatan produksi N : Jumlah mesin (unit/jam) (menit) (jam) (persentase) ( unit ) 3000 2.50 16 80 % 10
  • 26.
    FORMULASI N == 9.77 = 10 Mesin
  • 27.
    Produksi yang dihasilkantidak semuanya baik, ada yang cacat sebanyak Pd Jika Pd = 5 % Laju produksi menjadi P = = 3.158
  • 28.
    MULTI PRODUCTION STAGE/MULTIPLESTAGE Ada beberapa Work Station yang harus dilalui produk, masing-masing work station memiliki efisiensi fasilitas/mesin dan peluang memunculkan produk cacat yang berbeda-beda. Semuanya harus dipertimbangkan dalam perencanaan jumlah fasilitas. Formulasinya menjadi :
  • 29.
    MULTI PRODUCTION STAGE/MULTIPLESTAGE N = i = 1 ,2 ,3 …n
  • 30.
  • 31.
  • 32.
    Efisiensi tiap workstation E = = 1.00 E = Efisiensi work station H = Waktu operasi (produktif) per periode (jam) D = Waktu kerja satu periode DT = Down Time (Total Lamanya mesin rusak, termasuk repair time) ST = Waktu Set – up (jam)
  • 33.
    Proses pembuatan suatukomponen melalui 3 tahapan dan data sepertinditunjukkan dalam tabel , bila Komponen yang harus dibuat sebesar 150 unit perharinya, tentukan kebutuhan untuk masing-masing Mesinnya Tahapan proses MEsin Jam kerja (jam) Waktu pengerjaan/unit Down time/hari(menit) Set up time (menit) % defect (p) 1 Bubut 8 15 70 16 9 2 Frais 8 40 80 12 5 3 Drill 8 20 40 8 10