Triyaldi Fakhry Maulana (16)
Aal Fathrizqy Putra Mahardika (17)
Muslimatur Rohmah Maulid (18)
Imarotus Shofiyah (19)
Icca Safinulinnajah (20)
Bagian & Fungsi
Tubuh Porifera
• Oskulum : Tempat keluarnya air dari Spongosol
• Mesoglea : Lapisan pembatas antara lapisan dalam dan luar.
• Porosit : Saluran penghubung antara pori-pori dan spongosol, tempat
masuknya air.
• Spongosol : Rogga bagian dalam tubuh porifera.
• Ameboid : Untuk mengedarkan makanan.
• Epidermis : Lapisan terluar atau lapisan pelindung.
• Spikula : Pembentuk atau penyusun tubuh.
• Flagel : Alat gerak koanosit.
• Koanosit : Sel pelapis spongosol sebagai pencerna makanan.
SISTEM SALURAN AIR
PADA PORIFERA
• Tipe Askon: sistem saluran air yang paling sederhana. Air masuk melalui
pori menuju ke spongosol dan keluar melalui oskulum. Contoh: Leucoslenia.
• Tipe Sikon: air masuk melalui pori menuju ke saluran radial yang berdinding
koanosit menuju ke spongosol dan keluar melalui oskulum. Contoh: Scypha.
• Tipe Ragon (Leukon): tipe saluran air yang paling rumit. Air masuk melalui
pori memasuki saluran radial yang bercabang-cabang dan saling
berhubungan. Sel-sel koanosit terdapat pada rongga yang berbentuk bulat.
Air keluar melalui oskulum. Contoh: Euspongia.
REPRODUKSI PORIFERA
• Aseksual
1. Pembentukan kuncup atau tunas.
Pembentukan kuncup atau tunas dilakukan dengan membentuk
kuncup pada dinding tubuh induk ke arah luar. Kuncup yang
terbentuk dilepaskan, kemudian menempel pada batuan dan akan
tumbuh menjadi porifera baru. Kuncup yang terbentuk dapat pula
melekat membentuk suatu koloni.
2. Pembentukan gemmule
Untuk mengatasi kekeringan atau kondisi yang
tidak memungkinkan, reproduksi aseksual dapat
dilakukan dengan pembentukan gemmule (butir
benih atau tunas internal), yaitu sel amoebosit
yang dibungkus oleh tiga lapisan kuat. Gemmule
dihasilkan menjelang musim dingin di dalam
tubuh porifera yang hidup di air tawar. Gemmule
baru terlihat saat induk hancur atau mati.
• Seksual
Reproduksi secara
seksual dengan pembentukan
arkeosit yang mengandung sperma
dan ovum. Penyatuan sperma dan
ovum hingga pembentukan zigot
terjadi pada mesoglea. Zigot akan
berkembang menjadi larva bersilia,
kemudian berenang meninggalkan
induknya dan akan menempel pada
suatu dasar dan hidup sebagai
individu baru. Porifera bersifat
hemaprodit karena dalam satu tubuh
menghasilkan dua sel kelamin.
Pembuahan ini terjadi dari sperma
yang berasal dari jenis induk Porifera
yang lain, jadi tidak berasal dari induk
yang sama.
KLASIFIKASI PORIFERA
a. Calcarea
 Memiliki kerangka tubuh berupa spikukla
(banyak spikulum) berbentuk jarum dari zat
kapur.
 Habitatnya di laut dangkal.
 Bertipe saluran air askon
 Memiliki koanosit berukuran besar.
 Contoh: Scypha, Clathrina, Grantia,
Leucettusa lancifer, Leucosolenia
b. Hexactinellida
• Memiliki kerangka tubuh berupa spikula dari
zat kersik/silikat, yaitu zat yang sama dengan
pembentuk kaca.
• Bertipe saluran air sikon.
• Spikulumnya berbentuk triakson.
• Hidup di laut dalam.
• Sistem saluran airnya sederhana.
• Contoh: Aspergillum, Hyalonema, Regadrella.
c. Demospongiae
• Memiliki spikula dari silikat dan serat spons (karena itu,
Demospongiae sering dimanfaatkan sebagai spons).
• Hidup di air tawar.
• Merupakan kelas terbesar Porifera (90%).
• Spikulumnya berbentuk tetrakson.
• Contoh: Cliona, Hippospongia, Halicondria.
PERAN PORIFERA DALAM KEHIDUPAN
MANUSIA
• Beberapa jenis porifera dapat digunakan sebagai
spons mandi dan alat gosok. Namun, spons mandi
yang banyak digunakan umumnya adalah spons
buatan, bukan berasal dari kerangka porifera.
• Zat kimia dari porifera dapat dimanfaatkan sebagai
obat penyakit kanker, pernapasan, kardiovaskular,
gastrointestinal, anti-inflamasi, anti-tumor, dan
antibiotik.
Porifera

Porifera

  • 1.
    Triyaldi Fakhry Maulana(16) Aal Fathrizqy Putra Mahardika (17) Muslimatur Rohmah Maulid (18) Imarotus Shofiyah (19) Icca Safinulinnajah (20)
  • 3.
    Bagian & Fungsi TubuhPorifera • Oskulum : Tempat keluarnya air dari Spongosol • Mesoglea : Lapisan pembatas antara lapisan dalam dan luar. • Porosit : Saluran penghubung antara pori-pori dan spongosol, tempat masuknya air. • Spongosol : Rogga bagian dalam tubuh porifera. • Ameboid : Untuk mengedarkan makanan. • Epidermis : Lapisan terluar atau lapisan pelindung. • Spikula : Pembentuk atau penyusun tubuh. • Flagel : Alat gerak koanosit. • Koanosit : Sel pelapis spongosol sebagai pencerna makanan.
  • 4.
    SISTEM SALURAN AIR PADAPORIFERA • Tipe Askon: sistem saluran air yang paling sederhana. Air masuk melalui pori menuju ke spongosol dan keluar melalui oskulum. Contoh: Leucoslenia. • Tipe Sikon: air masuk melalui pori menuju ke saluran radial yang berdinding koanosit menuju ke spongosol dan keluar melalui oskulum. Contoh: Scypha. • Tipe Ragon (Leukon): tipe saluran air yang paling rumit. Air masuk melalui pori memasuki saluran radial yang bercabang-cabang dan saling berhubungan. Sel-sel koanosit terdapat pada rongga yang berbentuk bulat. Air keluar melalui oskulum. Contoh: Euspongia.
  • 5.
    REPRODUKSI PORIFERA • Aseksual 1.Pembentukan kuncup atau tunas. Pembentukan kuncup atau tunas dilakukan dengan membentuk kuncup pada dinding tubuh induk ke arah luar. Kuncup yang terbentuk dilepaskan, kemudian menempel pada batuan dan akan tumbuh menjadi porifera baru. Kuncup yang terbentuk dapat pula melekat membentuk suatu koloni.
  • 6.
    2. Pembentukan gemmule Untukmengatasi kekeringan atau kondisi yang tidak memungkinkan, reproduksi aseksual dapat dilakukan dengan pembentukan gemmule (butir benih atau tunas internal), yaitu sel amoebosit yang dibungkus oleh tiga lapisan kuat. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar. Gemmule baru terlihat saat induk hancur atau mati.
  • 7.
    • Seksual Reproduksi secara seksualdengan pembentukan arkeosit yang mengandung sperma dan ovum. Penyatuan sperma dan ovum hingga pembentukan zigot terjadi pada mesoglea. Zigot akan berkembang menjadi larva bersilia, kemudian berenang meninggalkan induknya dan akan menempel pada suatu dasar dan hidup sebagai individu baru. Porifera bersifat hemaprodit karena dalam satu tubuh menghasilkan dua sel kelamin. Pembuahan ini terjadi dari sperma yang berasal dari jenis induk Porifera yang lain, jadi tidak berasal dari induk yang sama.
  • 8.
    KLASIFIKASI PORIFERA a. Calcarea Memiliki kerangka tubuh berupa spikukla (banyak spikulum) berbentuk jarum dari zat kapur.  Habitatnya di laut dangkal.  Bertipe saluran air askon  Memiliki koanosit berukuran besar.  Contoh: Scypha, Clathrina, Grantia, Leucettusa lancifer, Leucosolenia
  • 9.
    b. Hexactinellida • Memilikikerangka tubuh berupa spikula dari zat kersik/silikat, yaitu zat yang sama dengan pembentuk kaca. • Bertipe saluran air sikon. • Spikulumnya berbentuk triakson. • Hidup di laut dalam. • Sistem saluran airnya sederhana. • Contoh: Aspergillum, Hyalonema, Regadrella.
  • 10.
    c. Demospongiae • Memilikispikula dari silikat dan serat spons (karena itu, Demospongiae sering dimanfaatkan sebagai spons). • Hidup di air tawar. • Merupakan kelas terbesar Porifera (90%). • Spikulumnya berbentuk tetrakson. • Contoh: Cliona, Hippospongia, Halicondria.
  • 12.
    PERAN PORIFERA DALAMKEHIDUPAN MANUSIA • Beberapa jenis porifera dapat digunakan sebagai spons mandi dan alat gosok. Namun, spons mandi yang banyak digunakan umumnya adalah spons buatan, bukan berasal dari kerangka porifera. • Zat kimia dari porifera dapat dimanfaatkan sebagai obat penyakit kanker, pernapasan, kardiovaskular, gastrointestinal, anti-inflamasi, anti-tumor, dan antibiotik.