Kelompok 2
Kelas: X MIA 2
Anggota kelompok:
- Aulia Karimah M
- Daffa Dinan Ihsani E
- Regina Crysantia
- Salsabila Nur Yasmin
A
N
I
M
A
L
I
A
PORIFERA
Coelenterata
Platyhelminthes
Nemathelminthes
Annelida
Mollusca
Arthropoda
Echinodermata
Chordata
Porifera merupakan metazoa multiseluler yang berderajat paling
rendah. Porifera (Latin, phorus = lubang kecil dan ferre =
membawa) adalah hewan yang mempunyai tubuh berpori.
• Ciri ciri Porifera
• Sistem Saluran Air
• Struktur tubuh
• Klasifikasi
• Cara mendapat makanan
• Cara respirasi
• Reproduksi : A) Seksual
• B) Aseksual
• Peranan
 Bersel banyak, berpori, bentuknya menyerupai tabung/vas
 Pori-porinya berhubungan dengan saluran-saluran pada dinding
tubuh yang disebut porosit
 Habitat porifera di air laut dan di air tawar
 Cara reproduksinya ada yang seksual dan ada yang aseksual
 Tubuhnya terdiri dari 2 lapis (dipoblastik)
 Diantara lapisan luar(epidermis) dan lapisan dalam (endodermis)
terdapat sel-sel amoebosit dan spikula
 Memiliki rongga tubuh yang disebut spongocoel
 Memiliki ostium (lubang masuk air) dan oskulum (lubang keluar air)
 Memiliki warna yang bervariasi
 Ada yang hidup menempel pada batuan, karang, atau benda padat
didasar perairan lainnya.
Ciri ciri Porifera
 Tipe Ascon, ditemukan pada Leucosolenia. Merupakan
tipe saluran air paling sederhana. Saluran air dimulai dari
ostia yang dihubungkan langsung oleh saluran ke
spongosoel dan keluar melalui oskulum. Permukaan
dalam dinding yang membatasi sposngosoel dilapisi
koanosit.
Sistem Saluran Air
 Tipe sycon, mempunyai dua saluran air, yaitu saluran
inkuren dan saluran radial. Koanosit hanya terdapat di
permukaan dalam saluran radial. Air masuk melalui ostia
menuju ke saluran inkuren, saluran radial, terus ke
spongosoel, dan akhirnya keluar melalui oskulum
 Tipe leucon, merupakan tipe saluran air paling kompleks.
Air dari ostium masuk melalui saluran menuju ke rongga-
rongga yang dibatasi oleh koanosit. Air melalui saluran-
saluran lagi menuju ke spongosoel dan akhirnya keluar
melalui oskulum. Tipe ini ditemukan pada Spongia sp.
Struktur Tubuh Porifera
oskulum
mesoglea
porosit
Aliran air
spikula
spongosol
Koanosi
t
ameboid
epidermis
Kolar Partikel makanan
dimuskus
flagel Fagesitosis
partikel
makanan
koanosit
ameboid
SPONGOSOL
Spongosoel merupakan rongga tubuh yang
terdapat didalam tubuh ponifera.
Oskulum merupakan lubang terbuka tempat
keluarnya air yang terletak diujung spongosoel.
Spongosoel dikelilingi oleh dinding yang tersusun
atas dua lapisan, yaitu:
 Epidermis atau lapisan luar, berupa lapisan sel yang
tipis dengan bentuk sel pipih. Disini terdapat porus
yang disebut oatium. Porus terdapat pada sel
epidermis tertentu disebut porosit.
 Koanosit, merupakan lapisan dalam yang tersusun
dari sel sel leher. Setiap sel koanosit mempunyai
sebuah bulu cambuk (flagel).
back
Mosoglea merupakan lapisan gelatineus non seluler yang
terletak diantara lapisan epidermis dengan lapisan
koanosit.Pada mesoglea terdapat bermacam macam sel,
yaitu:
 Arkeosit, berfungsi melaksanakan reproduksi sel,
membentuk sel sel tunas, sel gamet, dan mengganti sel sel
rusak.
 Skleroblast, berfungsi untuk membentuk spikula. Biasanya
spikula tersusunu dari zat kapur dan serabut serabut zat
organik.
 Ameobosit, berfungsi untuk mengambil dan mengedarkan
zat makanan yang telah dicernakan oleh sel sel koanosit.
back
 Spikula berfungsi sebagai rangka tersusun atas zat kalsium
karbonat, kristal silikat, dan spongin. Bentuk spikula
beraneka ragam seperti berikut:
back
Cara Mendapat Makanan
Makanan porifera berupa partikel organik dan organisme
kecil lain. Hewan ini mendapatkan makanannya dengan cara
menarik air ke dalam tubuhnya melalui pori-pori yang
dimilikinya dan menyaring partikel makanan yang mungkin
ikut masuk bersama aliran air tersebut. Tubuh spons terdiri
dari dua lapis sel dengan selapis bahan seperti jeli yang
terdapat di antara kedua lapisan tersebut. Sel-sel dari lapisan
dalam mempunyai lapisan flagela yang dapat menyebabkan
terjadinya pergerakan air dalam tubuh organisme ini. Sel-sel
ini juga lah yang mengambil makanan dari air yang memasuki
tubuhnya.
Cara Respirasi dan Ekskresi
Porifera tidak memiliki alat pernafasan khusus. Alat respirasinya
masih sangat sederhana. Air yang mengandung oksigen terlarut
masuk melalui pori-pori tubuhnya. Selanjutnya oksigen yang
terlarut dalam air masuk melalui sel-sel permukaan tubuhnya, yaitu
sel koanosit secara difusi.
Di dalam mitokondria pada sel koanosit, oksigen digunakan untuk
mengurai molekul organic menjadi molekul anorganik yang disertai
pelepasan karbondioksida. Selanjutnya molekul-molekul
karbondioksida yang terlarut dalam air akan bergerak berlawanan
arah menuju membram sel dan keluar menuju spongosol. Air dalam
spongosol digerakkan oleh flagellum sel koanosit dan mengalir
keluar melalui oskulum.
Reproduksi Porifera
 Reproduksi secara aseksual terjadi dengan
pembentukan tunas (budding) dan tunas dalam
(gemmule). Tunas yang dihasilkan kemudian
memisahkan diri dari induknya dan tumbuh menjadi
individu baru. Kalau tunas baru tetap menempel pada
induknya maka terbentuklah koloni porifera. Gemulae
biasanya terbentuk bila keaddaan lingkungan menjadi
buruk, misalnya terjadi perubahan pH, penurunan
atau penaikkan suhu lingkungan.
 Reproduksi seksual, terjadi karena pembuahan sel telur oleh
spermatozoid. Sel gamet ini dibentuk oleh sel arkeosit.
 Ponifera ada yang dioseus dan ada yang
monossus/hermaptodit. Pembuahan terjadi didalam tubuh,
yaitu di dalam koanosit menghasilkan zigot. Selanjutnya
zigot membelah secara vertikal dan horizontal.

Porifera

  • 1.
    Kelompok 2 Kelas: XMIA 2 Anggota kelompok: - Aulia Karimah M - Daffa Dinan Ihsani E - Regina Crysantia - Salsabila Nur Yasmin
  • 2.
  • 3.
    Porifera merupakan metazoamultiseluler yang berderajat paling rendah. Porifera (Latin, phorus = lubang kecil dan ferre = membawa) adalah hewan yang mempunyai tubuh berpori. • Ciri ciri Porifera • Sistem Saluran Air • Struktur tubuh • Klasifikasi • Cara mendapat makanan • Cara respirasi • Reproduksi : A) Seksual • B) Aseksual • Peranan
  • 4.
     Bersel banyak,berpori, bentuknya menyerupai tabung/vas  Pori-porinya berhubungan dengan saluran-saluran pada dinding tubuh yang disebut porosit  Habitat porifera di air laut dan di air tawar  Cara reproduksinya ada yang seksual dan ada yang aseksual  Tubuhnya terdiri dari 2 lapis (dipoblastik)  Diantara lapisan luar(epidermis) dan lapisan dalam (endodermis) terdapat sel-sel amoebosit dan spikula  Memiliki rongga tubuh yang disebut spongocoel  Memiliki ostium (lubang masuk air) dan oskulum (lubang keluar air)  Memiliki warna yang bervariasi  Ada yang hidup menempel pada batuan, karang, atau benda padat didasar perairan lainnya. Ciri ciri Porifera
  • 6.
     Tipe Ascon,ditemukan pada Leucosolenia. Merupakan tipe saluran air paling sederhana. Saluran air dimulai dari ostia yang dihubungkan langsung oleh saluran ke spongosoel dan keluar melalui oskulum. Permukaan dalam dinding yang membatasi sposngosoel dilapisi koanosit. Sistem Saluran Air
  • 7.
     Tipe sycon,mempunyai dua saluran air, yaitu saluran inkuren dan saluran radial. Koanosit hanya terdapat di permukaan dalam saluran radial. Air masuk melalui ostia menuju ke saluran inkuren, saluran radial, terus ke spongosoel, dan akhirnya keluar melalui oskulum
  • 8.
     Tipe leucon,merupakan tipe saluran air paling kompleks. Air dari ostium masuk melalui saluran menuju ke rongga- rongga yang dibatasi oleh koanosit. Air melalui saluran- saluran lagi menuju ke spongosoel dan akhirnya keluar melalui oskulum. Tipe ini ditemukan pada Spongia sp.
  • 9.
    Struktur Tubuh Porifera oskulum mesoglea porosit Aliranair spikula spongosol Koanosi t ameboid epidermis Kolar Partikel makanan dimuskus flagel Fagesitosis partikel makanan koanosit ameboid
  • 10.
    SPONGOSOL Spongosoel merupakan ronggatubuh yang terdapat didalam tubuh ponifera. Oskulum merupakan lubang terbuka tempat keluarnya air yang terletak diujung spongosoel. Spongosoel dikelilingi oleh dinding yang tersusun atas dua lapisan, yaitu:  Epidermis atau lapisan luar, berupa lapisan sel yang tipis dengan bentuk sel pipih. Disini terdapat porus yang disebut oatium. Porus terdapat pada sel epidermis tertentu disebut porosit.  Koanosit, merupakan lapisan dalam yang tersusun dari sel sel leher. Setiap sel koanosit mempunyai sebuah bulu cambuk (flagel). back
  • 11.
    Mosoglea merupakan lapisangelatineus non seluler yang terletak diantara lapisan epidermis dengan lapisan koanosit.Pada mesoglea terdapat bermacam macam sel, yaitu:  Arkeosit, berfungsi melaksanakan reproduksi sel, membentuk sel sel tunas, sel gamet, dan mengganti sel sel rusak.  Skleroblast, berfungsi untuk membentuk spikula. Biasanya spikula tersusunu dari zat kapur dan serabut serabut zat organik.  Ameobosit, berfungsi untuk mengambil dan mengedarkan zat makanan yang telah dicernakan oleh sel sel koanosit. back
  • 12.
     Spikula berfungsisebagai rangka tersusun atas zat kalsium karbonat, kristal silikat, dan spongin. Bentuk spikula beraneka ragam seperti berikut: back
  • 13.
    Cara Mendapat Makanan Makananporifera berupa partikel organik dan organisme kecil lain. Hewan ini mendapatkan makanannya dengan cara menarik air ke dalam tubuhnya melalui pori-pori yang dimilikinya dan menyaring partikel makanan yang mungkin ikut masuk bersama aliran air tersebut. Tubuh spons terdiri dari dua lapis sel dengan selapis bahan seperti jeli yang terdapat di antara kedua lapisan tersebut. Sel-sel dari lapisan dalam mempunyai lapisan flagela yang dapat menyebabkan terjadinya pergerakan air dalam tubuh organisme ini. Sel-sel ini juga lah yang mengambil makanan dari air yang memasuki tubuhnya.
  • 14.
    Cara Respirasi danEkskresi Porifera tidak memiliki alat pernafasan khusus. Alat respirasinya masih sangat sederhana. Air yang mengandung oksigen terlarut masuk melalui pori-pori tubuhnya. Selanjutnya oksigen yang terlarut dalam air masuk melalui sel-sel permukaan tubuhnya, yaitu sel koanosit secara difusi. Di dalam mitokondria pada sel koanosit, oksigen digunakan untuk mengurai molekul organic menjadi molekul anorganik yang disertai pelepasan karbondioksida. Selanjutnya molekul-molekul karbondioksida yang terlarut dalam air akan bergerak berlawanan arah menuju membram sel dan keluar menuju spongosol. Air dalam spongosol digerakkan oleh flagellum sel koanosit dan mengalir keluar melalui oskulum.
  • 16.
    Reproduksi Porifera  Reproduksisecara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas (budding) dan tunas dalam (gemmule). Tunas yang dihasilkan kemudian memisahkan diri dari induknya dan tumbuh menjadi individu baru. Kalau tunas baru tetap menempel pada induknya maka terbentuklah koloni porifera. Gemulae biasanya terbentuk bila keaddaan lingkungan menjadi buruk, misalnya terjadi perubahan pH, penurunan atau penaikkan suhu lingkungan.
  • 17.
     Reproduksi seksual,terjadi karena pembuahan sel telur oleh spermatozoid. Sel gamet ini dibentuk oleh sel arkeosit.  Ponifera ada yang dioseus dan ada yang monossus/hermaptodit. Pembuahan terjadi didalam tubuh, yaitu di dalam koanosit menghasilkan zigot. Selanjutnya zigot membelah secara vertikal dan horizontal.