Oleh :
Muhammad Yusuf / J1c111033
Definisi
Porifera adalah hewan yang memiliki
tubuh yang cukup sederhana, hewan ini
biasanya hanya memiliki ukuran tubuh
sekitar 1-2 cm. Selain memiliki pori-pori
mikroskopis pada tubuhnya, porifera juga
memiliki ciri khusus berupa sistem kanal atau
sistem saluran air yang berfungsi sebagai
tempat bersirkulasinya air di dalam
tubuhnya.
Sumber : Isi
Ciri-Ciri Porifera
Merupakan hewan multiseluller (bersel banyak).
Belum mempunyai organ pencernaan, sistem peredaran darah
, sistem saraf, dan otot; namun sel-sel tubuhnya dapat
mengindra dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan.
Mempunyai dua fase kehidupan, yaitu saat hidup berenang
bebas (fase larva) dan saat berbentuk sesil yang hidup
menetap di dasar perairan (fase dewasa).
Merupakan hewan diploblastik yang memiliki dua lapis sel
pembentuk tubuh, yaitu ektoderma (lapisan luar dan
endoderma (lapisan dalam).
Bentuk tubuh hewan ini ada yang seperti piala, jambangan,
terompet, dan bercabang-cabang seperti tumbuhan. Habitat
utama di perairan (terutama di laut).
Porifera
Sumber : Gambar
Struktur Tubuh Porifera
Pada bagian tengah tubuh porifera,
terdapat spongosol (paragaster). Spongosol
adalah ruangan yang berfungsi sebagai
saluran air. Pada bagian atas spongosol
terdapat oskulum, yaitu lubang besar yang
berfungsi sebagai tempat keluarnya air.
Sumber : Isi
Sistem Pencernaan Porifera
Proses pencernaan pada porifera
berlangsung pada bagian endodermis. Pada
bagian ini, flagel yang terdapat pada
koanosit akan bergerak-gerak sehingga
menyebabkan air yang membawa oksigen
dan makanan berupa plankton akan
mengalir dari ostium masuk masuk ke
spongosol lalu masuk ke oskulum.
Reproduksi Porifera
 Vegetatif (membentuk tunas) atau kuncup.
Kuncup yang terbentuk dapat langsung dilepaskan, tetapi dapat
pula tetapmelekat membentuk suatu kelompok besar.
Reproduksi aseksual lain dapat terjadi jika kondisi lingkungan
kurang menguntungkan, misalnya dalam kondisi kekeringan
atau dingin. Dalam kondisi tersebut, porifera dapat
membentuk gemmulae atau butir benih. Jika Porifera
mati, gemmulae ini akan keluar dan tumbuh menjadi individu
baru.
 Generatif terjadi dengan cara penyatuan sperma dan ovum.
Sumber : Isi
STRUKTUR ANATOMI PORIFERA
Tipe-tipe saluran air pada porifera
 Tipe Askon :
sistem saluran air yang paling sederhana, secara berurutan
terdiri atas ostium, spongiosel, dan oskulum.
 Tipe Sikon :
saluran airnya meliputi ostia, saluran radial yang tidak
bercabang, spongiosel, dan oskulum.
 Tipe Leukon (rhagon) :
Tipe terumit. Salurannya terdiri atas ostia, saluran radial
yang bercabang-cabang, spongiosel, dan oskulum.
Berbagai tipe saluran air pada porifera
Klasifikasi Porifera
Calcarea, merupakan kelas porifera
yang memiliki spikula dari zat kapur.
Contoh spesies calcarea antara lain
Sycon sp. dan Clathrinasp yang biasa
hidup di daerah laut dangkal.
Hexactinellida, memiliki spikula yang
tersusun atas zat kersik (silikat). Contoh
spesies dari kelas hexactinellida antara
lain Pheronema sp. dan Euplectella sp.
yang hidup di laut dalam.
Demospongiae, merupakan porifera
bertulang lunak dengan spikula yang
tersusun dari zat kersik. Contoh spesies
dari kelas demospongiae antara lain
Euspongia sp., Spongila sp., dan
Callyspongia sp.
Peranan Porifera Bagi Manusia
Tubuh porifera biasanya dimanfaatkan
manusia sebagai alat penggosok badan atau
perabotan. Selain itu porifera juga banyak
digunakan sebagai hisan akuarium. Porifera
kadang juga merugikan bagi manusia
karena hidup melekat pada kulit tiram,
sehingga kualitas tiram yang dihasilkan oleh
peternakan akan berkurang.
Ppt ucup pik

Ppt ucup pik

  • 1.
  • 2.
    Definisi Porifera adalah hewanyang memiliki tubuh yang cukup sederhana, hewan ini biasanya hanya memiliki ukuran tubuh sekitar 1-2 cm. Selain memiliki pori-pori mikroskopis pada tubuhnya, porifera juga memiliki ciri khusus berupa sistem kanal atau sistem saluran air yang berfungsi sebagai tempat bersirkulasinya air di dalam tubuhnya. Sumber : Isi
  • 3.
    Ciri-Ciri Porifera Merupakan hewanmultiseluller (bersel banyak). Belum mempunyai organ pencernaan, sistem peredaran darah , sistem saraf, dan otot; namun sel-sel tubuhnya dapat mengindra dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan. Mempunyai dua fase kehidupan, yaitu saat hidup berenang bebas (fase larva) dan saat berbentuk sesil yang hidup menetap di dasar perairan (fase dewasa). Merupakan hewan diploblastik yang memiliki dua lapis sel pembentuk tubuh, yaitu ektoderma (lapisan luar dan endoderma (lapisan dalam). Bentuk tubuh hewan ini ada yang seperti piala, jambangan, terompet, dan bercabang-cabang seperti tumbuhan. Habitat utama di perairan (terutama di laut).
  • 4.
  • 5.
    Struktur Tubuh Porifera Padabagian tengah tubuh porifera, terdapat spongosol (paragaster). Spongosol adalah ruangan yang berfungsi sebagai saluran air. Pada bagian atas spongosol terdapat oskulum, yaitu lubang besar yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air. Sumber : Isi
  • 6.
    Sistem Pencernaan Porifera Prosespencernaan pada porifera berlangsung pada bagian endodermis. Pada bagian ini, flagel yang terdapat pada koanosit akan bergerak-gerak sehingga menyebabkan air yang membawa oksigen dan makanan berupa plankton akan mengalir dari ostium masuk masuk ke spongosol lalu masuk ke oskulum.
  • 7.
    Reproduksi Porifera  Vegetatif(membentuk tunas) atau kuncup. Kuncup yang terbentuk dapat langsung dilepaskan, tetapi dapat pula tetapmelekat membentuk suatu kelompok besar. Reproduksi aseksual lain dapat terjadi jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan, misalnya dalam kondisi kekeringan atau dingin. Dalam kondisi tersebut, porifera dapat membentuk gemmulae atau butir benih. Jika Porifera mati, gemmulae ini akan keluar dan tumbuh menjadi individu baru.  Generatif terjadi dengan cara penyatuan sperma dan ovum. Sumber : Isi
  • 8.
  • 9.
    Tipe-tipe saluran airpada porifera  Tipe Askon : sistem saluran air yang paling sederhana, secara berurutan terdiri atas ostium, spongiosel, dan oskulum.  Tipe Sikon : saluran airnya meliputi ostia, saluran radial yang tidak bercabang, spongiosel, dan oskulum.  Tipe Leukon (rhagon) : Tipe terumit. Salurannya terdiri atas ostia, saluran radial yang bercabang-cabang, spongiosel, dan oskulum.
  • 10.
    Berbagai tipe saluranair pada porifera
  • 11.
    Klasifikasi Porifera Calcarea, merupakankelas porifera yang memiliki spikula dari zat kapur. Contoh spesies calcarea antara lain Sycon sp. dan Clathrinasp yang biasa hidup di daerah laut dangkal.
  • 12.
    Hexactinellida, memiliki spikulayang tersusun atas zat kersik (silikat). Contoh spesies dari kelas hexactinellida antara lain Pheronema sp. dan Euplectella sp. yang hidup di laut dalam.
  • 13.
    Demospongiae, merupakan porifera bertulanglunak dengan spikula yang tersusun dari zat kersik. Contoh spesies dari kelas demospongiae antara lain Euspongia sp., Spongila sp., dan Callyspongia sp.
  • 14.
    Peranan Porifera BagiManusia Tubuh porifera biasanya dimanfaatkan manusia sebagai alat penggosok badan atau perabotan. Selain itu porifera juga banyak digunakan sebagai hisan akuarium. Porifera kadang juga merugikan bagi manusia karena hidup melekat pada kulit tiram, sehingga kualitas tiram yang dihasilkan oleh peternakan akan berkurang.