TUGAS AVERTEBRATA AIR
TENTANG PHYLUM PORIFERA
PHOPY DWI PRATIWI
1404117897
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN (A)
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
TAHUN 2015
PHYLUM PORIFERA
PENGERTIAN PORIFERA
– Porifera dalam bahasa latin , porus artinya pori,
sedangkan fer artinya membawa.
– Porifera adalah hewan multiseluler atau metazoa
yang paling sederhana.Karena hewan ini memiliki
ciri yaitu tubuhnya berpori seperti busa tau spons
sehinggaporifera disebut juga sebagai hewan
spons.
SEJARAH PORIFERA
1. Menurut Linnaeus,Lamark dan Cuvier (1758)
Binatang porifera sebagai zoophyta
2. Re Grant (1836)
mendapatkan morphologi,anatomi dan phisiologi
binatang spons. Ini dimaksudkan pada binatang
Porifera
3. Hyxly (1875) dan Sollasi (1884)
menyarankan pemisahan binatang spons dari Metazoa
menjadi Kingdom Parazoa
CIRI-CIRI PORIFERA
– Tubuh porifera pada umumnya asimetris atau tidak beraturan meskipun ada
yang simetris radial.
– Bentuknya ada yang seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau bercabang
seperti tumbuhan.
– Tubuhnya memiliki lubang-lubang kecil atau pori ( ostium).
– Warna tubuh bervariasi, ada yang berwarna pucat, dan ada yang berwarna
cerah, seperti merah, jingga, kuning bahkan ungu.
– Porifera belum mempunyai organ, simetri tubuh, sel-sel pengindra, sel saraf,
saluran pencernaan., jaringan saraf maupun mulut.
– Tubuhnya tidak bisa bergerak secara dan melekat di dasar perairan ( sesil ).
– Kerangka tubuhnya kuat yang tersusun dari zat kapur, silikat, atau spongin.
– Mereka mempunyai daya regenerasi yang tinggi, artinya mampu
menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang (rusak). Sehingga, jika
hewan ini dipotong menjadi empat bagian, maka akan terbentuk empat
hewan porifera baru.
– Bentuk paling sederhan dari spons adalah seperti kantong yang kaku dan
berpori
BAGIAN-BAGIAN PORIFERAa. Oskulum :
saluran penyebaran air dari tubuh. Tempat air keluar dari spongiosel.
b. Ostium atau apurturea :
lubang kecil tempat masuknya air ke dalam tubuh. Lubang pada porosit.
c. Paragaster atau spongiosel :
saluran yang terdapat di bagian tengah tubuh. Ruang kosong di dalam
kantong.
d. Dinding tubuh yang tersusun atas :
1) Pinakosit : sel pelapis tubuh bagian luar, lapisan sel-sel yang berbentuk
pipih
2) Porosit : sel berlubang yang di dalamnya terdapat ostia.
3) Miosit : sel otot yang mengelilingi porosit dan oskulum. Berfungsi
untuk membuka dan menutup sel porosit dan oskulum. Jika
miosit mengeut, maka sel porosit dan oskulum akan menutup.
4) oanosit : sel pelapis dinding spongiosel dan berfungsi untuk
mencerna makanan secara intrasel. Pada ujung sel terdapat
flagela, sedangkan pada bagian pangkal terdapat vakuola.
5) Amebosit : sel penghasil matriks pada lapisan tengah tubuh. Sel ini
berfungsi untuk mengedarkan zat makanan dan dapat berubah
fungsi menjadi ovum dan sperma.
6) Skleroblas : sel penghasil spikula yang berfungsi sebagai rangka tubuh.
STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH PORIFERA
- Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga
porifera dikelompokkan dalam protozoa.
- Permukaan luar tubuhnya tersusun dari sel-sel berbentuk pipih dan
berdiding tebal yang disebut pinakosit .
- Pinakosit berfungsi sebagai pelindung.
- Diantara pinakosit terdapat pori-pori yang membentuk saluran air
yang bermuara di spongosol atau rongga tubuh.
- Spongosol dilapisi oleh sel “berleher” yang memiliki flagelum, yang
disebut koanosit.Flagelum yang bergerak pada koanosit berfungsi
untuk membentuk aliran air saru arah sehingga air yang
mengandung makanan dan oksigen masuk melalui pori ke
spongosol.
- Di spongosol makanan ditelan secara fagositosis dan oksigen diserap
secara difusi oleh koanosit.
- Sisa pembuangan dikeluarkan melalui lubang yang disebut oskulum.
- Zat makanan dan oksigen selalin digunakan oleh koanosit, sebagian
juga ditransfer secara difusi ke sel-sel yang selalu bergerak seperti
amoeba, yaitu amoebosit (sel amoeboid).Fungsinya pun sama yaitu
mengedarkan makan dan oksigen keseluruh sel-sel tubuh lainnya
CARA HIDUP DAN HABITAT
- Porifera hidup secara heterotof.
- Makananya adalah bakteri dan plankton.
- Makanan yang masuk kedalam tubuhnya berbentuk
cairan.
- Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam
koanosit dan amoebosit.
- Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai
hingga laut dengan kedalaman 5 km.
- Sekitar 150 jenis porifera hidup di ait tawar, misalnya
Haliciona dari kelas Demospongia.
- Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah
tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau
benda lainya di dasar laut.Karena porifera yang
bercirikan tidak dapat berpindah tempat, kadang
porifera dianggap sebagai tumbuhan
REPRODUKSI PORIFERA
Porifera melakukan reproduksi secara aseksual maupun seksual.
1. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas
dan gemmule.
Gemmule disebut juga tunas internal.
Gemmule dihasilkan hanya menjelang musim dingin di dalam
tubuh porifera yang hidup di air tawar.
Porifera dapat membentuk individu baru dengan regenerasi.
2. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet
(antara sperma dan ovum).
Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit.
Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma
pada individu yang sama sehingga porifera bersifat Hemafrodit.
SISTEM PENCERNAAN PORIFERA
• Spons memperoleh makananya dengan cara menyaring partikel-
pertikel makanan yang terbawa arus melewati tubuhnya.
• Makanan diperoleh dengan cara mengalirkan air melalui ostia
(ostium) ke dalam spongiosel.
• Air digerakkan oleh flagelata yang terdapat pada koanosit.
Selanjutnya, air dialirkan ke dalam vakuola yang terdapat di pangkal
koanosit untuk dicerna.
• Bahan makanan yanga sudah dicerna akan diedarkan ke seluruh
bagian tubuh oleh sel amebosit.
• Sisa hasil pencernaan dikeluarkan ke spongiosel dan dibuang keluar
tubuh memalui ostium
PHYLUM PORIFERA
KLASIFIKASI PORIFERA
Berdasarkan bahan penyusun rangkanya,
porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu :
1. Hexactinellida atau Hyalospongiae,
2. Demospongiae, dan
3. Calcarea (Calcisspongiae).
KELAS HEXACTINELLIDA
KELAS HEXACTINELLIDA (Hyalospongiae)
- Hexactinellida (dalam bahasa yunani, hexa =
enam) atau Hyalospongiae (dalam bahasa yunani,
hyalo = kaca/transparan, spongia = spons)
- Memiliki spikula yang tersusun dari silika.Ujung
spikula berjumlah enam seperti bintang.
- Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan
bentuk vas bunga atau mangkuk.
- Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan
saluran tipe sikonoid.
- Hewan ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 –
1.000 m.
- Contoh Hexactinellida adalah Euplectella
KELAS DEMOSPONGIAE
KELAS DEMOSPONGIAE
– Demospongiae ( dalam bahasa yunani, demo = tebal, spongia =
spons) memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin.
– Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang
terdapat pada amoebosit.
– Fungsi warna diduga untuk melindungi tubuhnya dari sinar
matahari.
– Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang.
– Tinggi dan diameternya ada yang mencapai lebih dari 1 meter.
– Seluruh Demospongiae memiliki saluran air tipe Leukonoid.
– Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal,
meskipun ada yang di air tawar.
– Demospongiae adalah satu-satunya kelompok porifera yang
anggotanya ada yang hidup di air tawar.
– Demospongiae merupakan kelas terbesar yang mencakup 90%
dari seluruh jenis porifera.
– Contoh Demospongiae adalah spongia, hippospongia dan
Niphates digitalis.
KELAS CALCAREA
KELAS CALCAREA
– Calcarea (dalam latin, calcare = kapur) atau
Calcispongiae (dalam latin, calci = kapur, spongia =
spons)
– Memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat.
– Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk
seperti vas bunga, dompet, kendi, atau silinder.
– Tinggi tubuh kurang dari 10 cm.
– Struktur tubuh ada yang memiliki saluran air askonoid,
sikonoid, atau leukonoid.
– Calcarea hidup di laut dangkal,
– contohnya sycon, Clathrina, dan Leucettusa lancifer.
PERAN PORIFERA
– Rangka tubuh porifera mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,
karena dapat dimanfaatkan sebagai alat pembersih
(penggosok) alami ataupun sebagai pengisi jok (tempat
duduk) kendaraan bermotor.
– Euspongia oficinalis merupakan spons yang biasa digunakan
untuk mencuci, sedangkan Euspongia mollisima biasa
digunakan sebagai alat pembersih toilet yang harganya
mahal. Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan
Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi.
– Spons menghasilkan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai
pertahanan diri. Senyawa tersebut ternyata berpotensi
sebagai bahan obat-obatan.
– Spesies Petrosia contegnatta mengahsilkan senyawa bioaktif
yang berkhasiat sebagai obat anti kanker, sedangkan obat
anti-asma diambil dari Cymbacela .
– Spons Luffariella variabilis menghasilkan senyawa bastadin,
asam okadaik, dan monoalid yang bernilai jual sangat tinggi
PERAN PORIFERA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Beberapa jenis porifera seperti spongia dan
hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi
dan alat gosok.
Namun, spons mandi yang banyak digunakan
umumnya adalah spons buatan, bukan berasal dari
kerangka porifera.
Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi
obat penyakit kanker dan penyakit lainnya.
KERAGAMAN PORIFERA
BERDASARKAN TIPE SALURAN AIR
1) Tipe Askon :
sistem saluran air yang paling sederhana, secara berurutan
terdiri atas ostia, spongiosel, dan oskulum. Contohnya:
Leucosolenia dan Clatharina blanca .
2) Tipe Sikon :
saluran airnya meliputi ostia, saluran radial yang tidak
bercabang, spongiosel, dan oskulum. Contohnya :
Pheronema sp., Schypa , dan Sycon gelatinosum.
3) Tipe Leukon (ragon) :
tipe terumit. Salurannya terdiri atas ostia, saluran
radial yang bercabang-cabang, spongiosel, dan oskulum.
Contohnya: Euspongia officinalis dan Euspongia mollissima.
JENIS ZAT PENYUSUN
RANGKA TUBUH PORIFERA
1) Kalkarea :
tubuhnya tersususn dari zat kalsium karbonat (kapur), memiliki ukuran tubuh
kecil, dan hidup di laut dangkal.
Contohnya : Klathrina blanca dan Sycon gelatinosum
2) Heksaktinelida :
memiliki rangka tubuh dari zat silikat.
Contohnya : Pheronema sp.
3) Demospongiae :
ada yang tidak mempunyai rangka atau mempunyai rangka
dari serabut spongin (zat tanduk), dan ada juga yang tersusun
dari serabut spongin dan zat silikat.
Contohya: Euspongia officinalis, Euspongia mollisima , dan Spongila
carteri (rangka dari spongin), Poterion dan Oscarella sp. (tanpa rangka
tubuh), serta Corticium candelabrum (rangka dari spongin dan silikat)
 SEKIAN DAN TERIMAKASIH 

PHYLUM PORIFERA

  • 1.
    TUGAS AVERTEBRATA AIR TENTANGPHYLUM PORIFERA PHOPY DWI PRATIWI 1404117897 JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN (A) FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS RIAU TAHUN 2015
  • 2.
  • 3.
    PENGERTIAN PORIFERA – Poriferadalam bahasa latin , porus artinya pori, sedangkan fer artinya membawa. – Porifera adalah hewan multiseluler atau metazoa yang paling sederhana.Karena hewan ini memiliki ciri yaitu tubuhnya berpori seperti busa tau spons sehinggaporifera disebut juga sebagai hewan spons.
  • 4.
    SEJARAH PORIFERA 1. MenurutLinnaeus,Lamark dan Cuvier (1758) Binatang porifera sebagai zoophyta 2. Re Grant (1836) mendapatkan morphologi,anatomi dan phisiologi binatang spons. Ini dimaksudkan pada binatang Porifera 3. Hyxly (1875) dan Sollasi (1884) menyarankan pemisahan binatang spons dari Metazoa menjadi Kingdom Parazoa
  • 5.
    CIRI-CIRI PORIFERA – Tubuhporifera pada umumnya asimetris atau tidak beraturan meskipun ada yang simetris radial. – Bentuknya ada yang seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau bercabang seperti tumbuhan. – Tubuhnya memiliki lubang-lubang kecil atau pori ( ostium). – Warna tubuh bervariasi, ada yang berwarna pucat, dan ada yang berwarna cerah, seperti merah, jingga, kuning bahkan ungu. – Porifera belum mempunyai organ, simetri tubuh, sel-sel pengindra, sel saraf, saluran pencernaan., jaringan saraf maupun mulut. – Tubuhnya tidak bisa bergerak secara dan melekat di dasar perairan ( sesil ). – Kerangka tubuhnya kuat yang tersusun dari zat kapur, silikat, atau spongin. – Mereka mempunyai daya regenerasi yang tinggi, artinya mampu menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang (rusak). Sehingga, jika hewan ini dipotong menjadi empat bagian, maka akan terbentuk empat hewan porifera baru. – Bentuk paling sederhan dari spons adalah seperti kantong yang kaku dan berpori
  • 6.
    BAGIAN-BAGIAN PORIFERAa. Oskulum: saluran penyebaran air dari tubuh. Tempat air keluar dari spongiosel. b. Ostium atau apurturea : lubang kecil tempat masuknya air ke dalam tubuh. Lubang pada porosit. c. Paragaster atau spongiosel : saluran yang terdapat di bagian tengah tubuh. Ruang kosong di dalam kantong. d. Dinding tubuh yang tersusun atas : 1) Pinakosit : sel pelapis tubuh bagian luar, lapisan sel-sel yang berbentuk pipih 2) Porosit : sel berlubang yang di dalamnya terdapat ostia. 3) Miosit : sel otot yang mengelilingi porosit dan oskulum. Berfungsi untuk membuka dan menutup sel porosit dan oskulum. Jika miosit mengeut, maka sel porosit dan oskulum akan menutup. 4) oanosit : sel pelapis dinding spongiosel dan berfungsi untuk mencerna makanan secara intrasel. Pada ujung sel terdapat flagela, sedangkan pada bagian pangkal terdapat vakuola. 5) Amebosit : sel penghasil matriks pada lapisan tengah tubuh. Sel ini berfungsi untuk mengedarkan zat makanan dan dapat berubah fungsi menjadi ovum dan sperma. 6) Skleroblas : sel penghasil spikula yang berfungsi sebagai rangka tubuh.
  • 7.
    STRUKTUR DAN FUNGSITUBUH PORIFERA - Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan dalam protozoa. - Permukaan luar tubuhnya tersusun dari sel-sel berbentuk pipih dan berdiding tebal yang disebut pinakosit . - Pinakosit berfungsi sebagai pelindung. - Diantara pinakosit terdapat pori-pori yang membentuk saluran air yang bermuara di spongosol atau rongga tubuh. - Spongosol dilapisi oleh sel “berleher” yang memiliki flagelum, yang disebut koanosit.Flagelum yang bergerak pada koanosit berfungsi untuk membentuk aliran air saru arah sehingga air yang mengandung makanan dan oksigen masuk melalui pori ke spongosol. - Di spongosol makanan ditelan secara fagositosis dan oksigen diserap secara difusi oleh koanosit. - Sisa pembuangan dikeluarkan melalui lubang yang disebut oskulum. - Zat makanan dan oksigen selalin digunakan oleh koanosit, sebagian juga ditransfer secara difusi ke sel-sel yang selalu bergerak seperti amoeba, yaitu amoebosit (sel amoeboid).Fungsinya pun sama yaitu mengedarkan makan dan oksigen keseluruh sel-sel tubuh lainnya
  • 8.
    CARA HIDUP DANHABITAT - Porifera hidup secara heterotof. - Makananya adalah bakteri dan plankton. - Makanan yang masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan. - Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit. - Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km. - Sekitar 150 jenis porifera hidup di ait tawar, misalnya Haliciona dari kelas Demospongia. - Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau benda lainya di dasar laut.Karena porifera yang bercirikan tidak dapat berpindah tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan
  • 9.
    REPRODUKSI PORIFERA Porifera melakukanreproduksi secara aseksual maupun seksual. 1. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas internal. Gemmule dihasilkan hanya menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar. Porifera dapat membentuk individu baru dengan regenerasi. 2. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (antara sperma dan ovum). Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit. Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama sehingga porifera bersifat Hemafrodit.
  • 10.
    SISTEM PENCERNAAN PORIFERA •Spons memperoleh makananya dengan cara menyaring partikel- pertikel makanan yang terbawa arus melewati tubuhnya. • Makanan diperoleh dengan cara mengalirkan air melalui ostia (ostium) ke dalam spongiosel. • Air digerakkan oleh flagelata yang terdapat pada koanosit. Selanjutnya, air dialirkan ke dalam vakuola yang terdapat di pangkal koanosit untuk dicerna. • Bahan makanan yanga sudah dicerna akan diedarkan ke seluruh bagian tubuh oleh sel amebosit. • Sisa hasil pencernaan dikeluarkan ke spongiosel dan dibuang keluar tubuh memalui ostium
  • 11.
  • 12.
    KLASIFIKASI PORIFERA Berdasarkan bahanpenyusun rangkanya, porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu : 1. Hexactinellida atau Hyalospongiae, 2. Demospongiae, dan 3. Calcarea (Calcisspongiae).
  • 13.
  • 14.
    KELAS HEXACTINELLIDA (Hyalospongiae) -Hexactinellida (dalam bahasa yunani, hexa = enam) atau Hyalospongiae (dalam bahasa yunani, hyalo = kaca/transparan, spongia = spons) - Memiliki spikula yang tersusun dari silika.Ujung spikula berjumlah enam seperti bintang. - Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau mangkuk. - Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid. - Hewan ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m. - Contoh Hexactinellida adalah Euplectella
  • 15.
  • 16.
    KELAS DEMOSPONGIAE – Demospongiae( dalam bahasa yunani, demo = tebal, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin. – Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang terdapat pada amoebosit. – Fungsi warna diduga untuk melindungi tubuhnya dari sinar matahari. – Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang. – Tinggi dan diameternya ada yang mencapai lebih dari 1 meter. – Seluruh Demospongiae memiliki saluran air tipe Leukonoid. – Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal, meskipun ada yang di air tawar. – Demospongiae adalah satu-satunya kelompok porifera yang anggotanya ada yang hidup di air tawar. – Demospongiae merupakan kelas terbesar yang mencakup 90% dari seluruh jenis porifera. – Contoh Demospongiae adalah spongia, hippospongia dan Niphates digitalis.
  • 17.
  • 18.
    KELAS CALCAREA – Calcarea(dalam latin, calcare = kapur) atau Calcispongiae (dalam latin, calci = kapur, spongia = spons) – Memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat. – Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga, dompet, kendi, atau silinder. – Tinggi tubuh kurang dari 10 cm. – Struktur tubuh ada yang memiliki saluran air askonoid, sikonoid, atau leukonoid. – Calcarea hidup di laut dangkal, – contohnya sycon, Clathrina, dan Leucettusa lancifer.
  • 19.
    PERAN PORIFERA – Rangkatubuh porifera mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, karena dapat dimanfaatkan sebagai alat pembersih (penggosok) alami ataupun sebagai pengisi jok (tempat duduk) kendaraan bermotor. – Euspongia oficinalis merupakan spons yang biasa digunakan untuk mencuci, sedangkan Euspongia mollisima biasa digunakan sebagai alat pembersih toilet yang harganya mahal. Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi. – Spons menghasilkan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai pertahanan diri. Senyawa tersebut ternyata berpotensi sebagai bahan obat-obatan. – Spesies Petrosia contegnatta mengahsilkan senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai obat anti kanker, sedangkan obat anti-asma diambil dari Cymbacela . – Spons Luffariella variabilis menghasilkan senyawa bastadin, asam okadaik, dan monoalid yang bernilai jual sangat tinggi
  • 20.
    PERAN PORIFERA DALAMKEHIDUPAN MANUSIA Beberapa jenis porifera seperti spongia dan hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi dan alat gosok. Namun, spons mandi yang banyak digunakan umumnya adalah spons buatan, bukan berasal dari kerangka porifera. Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi obat penyakit kanker dan penyakit lainnya.
  • 21.
    KERAGAMAN PORIFERA BERDASARKAN TIPESALURAN AIR 1) Tipe Askon : sistem saluran air yang paling sederhana, secara berurutan terdiri atas ostia, spongiosel, dan oskulum. Contohnya: Leucosolenia dan Clatharina blanca . 2) Tipe Sikon : saluran airnya meliputi ostia, saluran radial yang tidak bercabang, spongiosel, dan oskulum. Contohnya : Pheronema sp., Schypa , dan Sycon gelatinosum. 3) Tipe Leukon (ragon) : tipe terumit. Salurannya terdiri atas ostia, saluran radial yang bercabang-cabang, spongiosel, dan oskulum. Contohnya: Euspongia officinalis dan Euspongia mollissima.
  • 22.
    JENIS ZAT PENYUSUN RANGKATUBUH PORIFERA 1) Kalkarea : tubuhnya tersususn dari zat kalsium karbonat (kapur), memiliki ukuran tubuh kecil, dan hidup di laut dangkal. Contohnya : Klathrina blanca dan Sycon gelatinosum 2) Heksaktinelida : memiliki rangka tubuh dari zat silikat. Contohnya : Pheronema sp. 3) Demospongiae : ada yang tidak mempunyai rangka atau mempunyai rangka dari serabut spongin (zat tanduk), dan ada juga yang tersusun dari serabut spongin dan zat silikat. Contohya: Euspongia officinalis, Euspongia mollisima , dan Spongila carteri (rangka dari spongin), Poterion dan Oscarella sp. (tanpa rangka tubuh), serta Corticium candelabrum (rangka dari spongin dan silikat)
  • 23.
     SEKIAN DANTERIMAKASIH 