Phylum: Porifera
The Sponges
• Memiliki berbagai bentuk dan
umumnya hidup dilaut
• Porifera tidak memiliki simetri
yang pasti. Mayoritas dari
porifera adalah asimetris.
Memiliki tubuh berongga
• Tiga lapisan utama struktur
tubuh mereka: lapisan sel
epidermis, matriks setengah
cairan dan lapisan sel kerah
berflagel.
• Reproduksi dapat aseksual atau
seksual
CIRI-CIRI UMUM :
• Ekskresi (terutama amonia)
dan pertukaran gas
pernapasan terjadi dengan
difusi sederhana. Sebagian
besar sel-sel porifera air tawar
mengandung vakuola kontraktil
untuk osmoregulasi.
• Poriferan tidak memiliki
pencernaan yang sejati, sistem
saraf atau peredaran darah.
Meskipun demikian, mereka
dapat menanggapi rangsangan
dengan penutupan ostia.
• Sebuah fitur karakteristik dari
porifera adalah adanya sistem
saluran air. Ada tiga jenis
sistem kanal – asconoid,
syconoid dan leuconoid.
• Porifera adalah hewan sessile
(hidup melekat).
CIRI-CIRI UMUM :
Epidermis
 Sel pipih/pinakosit
 Sel porosit/berpori/ostium
Mesenkim/mesoglea
o Skleroblast : membentuk
spikula
o Arkeosit : membentuk sel -
sel baru
o Amoebosit : mencerna dan
mengedarkan makanan
Endodermis
 Terdapat koanosit / sel leher
CIRI- CIRI KHUSUS DARI PORIFERA
Ciri - ciri khusus porifera dilihat dari :
1. SUSUNAN AIR
2. SEL – SEL PADA PORIFERA
3. JENIS – JENIS SPIKULA
4. REPRODUKSI
5. NUTRISI, EKSKRESI
6. RESPIRASI, KOORDINASI
CIRI-CIRI KHUSUS :
SUSUNAN AIR PADA PORIFERA
CIRI-CIRI
Tubuh berbentuk piala atau
jambangan
Bagian bawah melekat pada
dasar, Exp: Leucoselenia sp
1. TIPE ASCON
• Pada ujung atas terdapat
lubang besar disebut osculum
• Pada bagian tengah tedapat
rongga sental disebut
spongocoel
• Pada dinding tubuh terdapat
lubang kecil disebut
ostium,berfungsi sebagai
tempat masuk aliran air
kedalam spongocoel. Dari
spongocoel, air keluar melalu
oskulum.
• Lapisan luar (tetapi bukan
lapisan epidermis
sebenarnya)disebut
pinacocyst
• Lapisan dalam atau sel-sel yg
melapisi inding spongocoel
disebut choanocyt
• Benda gelatin di tengah2
lapisan disebut porocyt (sel
pori)
 Ostia berhubungan dengan rongga
yang Langsung berhubungan
dengan Spongocoel
 Lebih tebal dan kompleks
 Bentuk seperti vas bunga
 Ternial oskulum dilindungi spikula
berjari satu
 Alira air secara berturut-turut : Masuk
ke ostum, kemudian kedalam
saluran inkurren, ke prosofil, ke
saluran radial berflagellum, ke apofil,
Lalu ke spogosoel dan keluar melalu
oskulum
 Contoh : Scypha sp
2. TIPE SYCON
• Badan sangat tebal mengandung
banyak saluran.
• kamar berflagellum terbagi menjadi
banyak kamar berbentuk bundar
• Sistem saluran lebih kompleks
• Spikula langsing (monoakson).
• Tipe leukon dibedakan menjadi 3
yaitu :
 Sistem leukonoid euripil sederhana
: air-ostium-saluran inkuren-prosofil-
kamar berflagellum- aprofil
ekskurren-spongocoel-oskulum
 Sistem leukonoid euripil kompleks:
air-ostium-saluran inkurren-prosofil-
kamar berflagellum-aprofil-saluran
ekskurren-spongocoel-oskulum
 Sistemleukonoid apodial : air-ostium-
inkurren-prosofil-kamar berflagellum-
ekskurren-saluran apodus-oskulum
3. TIPE LEUCON
1. SEL KOANOSIT
koanosit berfungsi
untuk menyaring
air yang masuk ke
dalam tubuh
porifera.
SEL – SEL PADA PORIFERA
2. SEL PINAKOSIT
 Berbentuk pipih
dan berdinding
tebal
 Pinakosit
berfungsi
sebagai
pelindung
bagian-bagian
tubuh yang lain.
SEL - SEL PADA PORIFERA
3. SEL ARKEOSIT
Sel arkeosit
berfungsi sebagai
sel reproduktif,
yaitu membentuk
tunas, gamet, dan
regenerasi.
SEL – SEL PADA PORIFERA
4. Sel amebosit
yaitu sel yang bertugas mengangkut zat makanan dan
zat sisa metabolisme dari satu sel ke sel yang lain dan
menghasilkan benda gelatin atau mengedarkan makanan
berupa plankton dan bakteri yang telah disaring oleh sel
koanosit ke seluruh tubuh
5. Sel skleroblas
yaitu sel yang fungsinya membentuk spikula yang bisa
terbuat dari zat kapur, kersik, atau sponging
6. Spikula
sel pembentuk tubuh
SEL - SEL PADA PORIFERA
JENIS SPIKULA PADA PORIFERA
• pembentukan tunas : memisahkan
diri dari induk dan membentuk
individu baru
• Gemmulae : Sejumlah sel mesenkim
yang berkelompok dan berbentuk
seperti bola yang dilapisi kitin serta
diperkuat spikula. Gemmulae
terbentuk jika keadaan lingkungan
sedang tidak menguntungkan. Ketika
keadaan lingkungan membaik,
gemmulae akan terbentuk menjadi
individu baru. Gemmulae hanya
dimiliki oleh porifera air tawar..
REPRODUKSI
1. ASEKSUAL
Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan
gamet (antara sperma dan ovum). Ovum dan sperma
dihasilkan oleh koanosit. Sebagian besar Porifera
menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang
sama sehingga porifera bersifat Hermafrodit
REPRODUKSI
2. SEKSUAL
NUTRISI
Makanan porifera terdiri dari mikroorganisme dan partikel – partikel
organik kecil yang masuk bersama air. Gerakan flagellum yang terdapat
pada sel koanosit ( sel leher) menyebabkan mikroorganisme dan partikel
masuk bersama air kedalam ruangan bersel leher. Didalam ruangan ini,
mikrovilli-mikrovilli sel leher berperan sebagai filter penyaring partikel-
partikel yang masuk. Partikel-partikel yang masuk akan melekat pada
bagian luar Leher. Selanjutnya protoplasma leher mengalirkannya ke
pangkal leher sehingga terjadilah Ingesti dan terbentuklah vakuola
makanan. Sambil mencerna makanan, vakuola makanan akan melakukan
siklosis untuk mengedarkan sari-sari makanan didalam sel leher itu sendiri.
Dari sel-sel leher, makanan akan dibawa ke sel-sel amoebocyt yang
terdapat didekat sel leher. Makanan yang belum selesai dicerna didalam
vakuola makanan akan dilanjutkan didalam sel-sel amoebocyt. Kemudian
sel itu akan mengedarkannya. Dengan demikian terjadi pencernaan
makanan pada porifera terjadi secara intraseluller. Sisa-sisa akan
dikeluarkan bersama aliran air melalui oskulum
EKSKRESI , RESPIRASI,
KOORDINASI
EKSKRESI
Ekskresi terjadi melalui permukaan tubuh, dilakukan sel-sel amoebocyt dan
sel-sel leher
RESPIRASI
Porifera belum mempunya alat pernapasan khusus. Yang bertugas untuk
menangkap oksigen yang terlarut didalam air adalah sel-sel epidermis (sel
pinakosit) dijajaran luar dan sel-sel koanosit dijajaran dalam. Oksigen yang
ditangkap ini kemudian diedarkan keseluruh tubuh melalui sel-sel
amoebocyt
KOORDINASI
Porifera belum mempunyai sel saraf atau sistem saraf. Akan tetapi dapat
tanggap terhadap stimulus tertentu. Pori dan oskulum dikelilingi oleh sel-sel
kontraktil miosit yang dapat menutup dan membuka pori atau lubang
tersebut.
TAKSONOMI
FILUM PORIFERA
KELAS
CALCAREA
KELAS
HEXACTINELLIDA
KELAS
DEMOSPONGIAE
1. SUB KELAS
CALCARONEA
2. SUB KELAS
CALCINEA
1. ORDO
HEXASTEROPHORA
2. ORDO
AMPHIDISCOPHORA
1. SUB KELAS
TETRAKTINELLIDA
2. SUB KELAS
MONAXONIDA
3. SUB KELAS KERATOSA
CIRI – CIRI :
• Spikula dari zat kapur
• Hidup di laut dangkal
• Koanocyt berukuran besar
• Tubuhnya kebanyakan berwarna
pucat dengan bentuk seperti vas
bunga, dompet, kendi, atau
silinder.Tinggi tubuh kurang dari 10
cm.
• Struktur tubuh ada yang memiliki
saluran air askonoid, sikonoid, atau
leukonoid.
 Contoh : Sycon, Grantia,
KELAS CALCAREA
Sycon
Grantia compressa
1. Ordo Leucosolenida
Tipe ini memiliki struktur Asconoid.
Contoh Leucosolenia sp
2. Ordo Sycettida
Tipe saluran air yang ada pada ordo ini
ada yang berupa Syconoid atau
Leuconoid. Contoh Sycon gelatinosum
A. SUB KELAS CALCARONEA
1. Ordo Clathrinida
tipe saluran airnya berupa,
asconoid yang secara permanen
serta tidak memiliki membrane
dermal atau korteks, dinding tubuh
tipi, rongga dalam dilapisi sel
koanosit. Contoh Clathrina
2. Ordo Leucettida
Ciri khas dari Ordo ini adalah tipe
saluran air yang berupa Syconoid
hingga Leuconoid dengan
membrane dermal atau korteks
yang jelas.
Contoh Leucascus roseus
B. SUB KELAS CALCINEA
• Hexactinellida atau Hyalospongiae (Yunani,
hexa = enam, hyalo transparan atau kaca,
spongia = spons).
• Kerangka tubuh Hexactinellida tersusun atas
silika (kaca) dengan bentuk tubuh silindris,
datar atau bertangkai.
• Tinggi tubuh mencapai 90 cm.
• Tipe saluran air sikonoid. Hexactinellida hidup
di laut dengan kedalaman 90 cm – 5.000 m.
• Hexactinellida biasa disebut sebagai “glass
sponge” spikulanya terkadang bersatu dengan
struktur jaringan, sehingga membentuk jalinan
yang rumit seperti ring basket. Selain itu, ada
juga yang berbentuk mangkuk atau vas bunga.
Contohnya Euplectella aspergillum
KELAS HEXACTINELLIDA
1. Ordo Hexasterophora
Spikula lembut berjadi 6, tidak
terdapat amfidiskus. Contoh :
KELAS HEXACTINELLIDA
2. Ordo Amphidiscorpha
Tidak terdapat spikula berjari 6,
melainkan berbentuk Amfidiskus.
Contoh Hyalonema sp
Euplectella aspergillum
• Demospongiae (Yunani, demo = tebal,
spongia = spons) memiliki kerangka tubuh
yang tersusun dari serabut spongin.
• Tinggi dan diameter tubuh ada yang
mencapai lebih dari 1 m dengan tipe saluran
air leukonoid.
• Pada umumnya Demospongiae berwarna
cerah, tetapi ada yang gelap (hitam). Warna
tubuh yang cerah diduga untuk melindungi
tubuh dari sinar matahari.
• Demospongiae merupakan kelompok dengan
jumlah spesies terbesar, sekitar 90% dari
seluruh jenis Porifera.
• Mereka biasanya hidup di tepi pantai hingga
kedalaman 45 m, namun ada pula yang hidup
di air tawar. Contohnya Oscarella tuberculata
dan Microciona
KELAS DEMOSPONGIAE
1. Ordo Myxospongida
Tidak mempunya kerangka atau
spikula. Contoh : Oscarella sp
2. Ordo Canosa
Mempunyai spikula dengan
ukuran yang sama. Contoh :
Plakina
3. Ordo Choristida
Kerangka terdiri dari spikula
berukuran besar dan kecil.
Contoh : Geodia neptuni
A. SUB KELAS TETRAKTINELLIDA
1. Ordo Hadromerida
Kerangka teriri dari spikula besar dan umumnya terpisah dalam
berkas radial, tak terdapat spongin. Contoh : Suberitas
2. Ordo Halichondria
Spikula besar berjari dua atau satu, atau keduannya bercampur
tidak dalam berkas, terdapat spongin. Contoh : Halichondria
3. Ordo Poeciloscleria
Spikulanya spongin, besar, membentuk anyaman , contoh :
micociona
4. Ordo haplosclerida
Spikula berjari 2, tak teratur secara khusus, tanpa spikula lembut,
contoh yang hidup di air tawar Spongilla, yang hidup di laut
Haliclona
B. SUB KELAS MONAXONIDA
micociona Suberites ficus
Halichondria panicea Haliclona
C. SUB KELAS KERATOSA
1. Ordo Dictyoceratida
Spons tanduk. Kerangka terdiri
dari anyaman serabut spongin,
tidak Terdapat spikula. Bentuk
biasanya membulat, ukuran
besar. Permukaan Bersifat
belulang, warna gelap, terutama
hitam.
Contoh : phyllospongia, Spongia
PERANAN
• Hiasan
• Bahan pembuat spon
• Obat kanker
• Membersihkan atau memakan sisa – sisa
bahan organik
• Penyusun biodiversitas

PORIFERA

  • 1.
  • 2.
    • Memiliki berbagaibentuk dan umumnya hidup dilaut • Porifera tidak memiliki simetri yang pasti. Mayoritas dari porifera adalah asimetris. Memiliki tubuh berongga • Tiga lapisan utama struktur tubuh mereka: lapisan sel epidermis, matriks setengah cairan dan lapisan sel kerah berflagel. • Reproduksi dapat aseksual atau seksual CIRI-CIRI UMUM :
  • 3.
    • Ekskresi (terutamaamonia) dan pertukaran gas pernapasan terjadi dengan difusi sederhana. Sebagian besar sel-sel porifera air tawar mengandung vakuola kontraktil untuk osmoregulasi. • Poriferan tidak memiliki pencernaan yang sejati, sistem saraf atau peredaran darah. Meskipun demikian, mereka dapat menanggapi rangsangan dengan penutupan ostia. • Sebuah fitur karakteristik dari porifera adalah adanya sistem saluran air. Ada tiga jenis sistem kanal – asconoid, syconoid dan leuconoid. • Porifera adalah hewan sessile (hidup melekat). CIRI-CIRI UMUM :
  • 4.
    Epidermis  Sel pipih/pinakosit Sel porosit/berpori/ostium Mesenkim/mesoglea o Skleroblast : membentuk spikula o Arkeosit : membentuk sel - sel baru o Amoebosit : mencerna dan mengedarkan makanan Endodermis  Terdapat koanosit / sel leher
  • 5.
    CIRI- CIRI KHUSUSDARI PORIFERA Ciri - ciri khusus porifera dilihat dari : 1. SUSUNAN AIR 2. SEL – SEL PADA PORIFERA 3. JENIS – JENIS SPIKULA 4. REPRODUKSI 5. NUTRISI, EKSKRESI 6. RESPIRASI, KOORDINASI
  • 6.
    CIRI-CIRI KHUSUS : SUSUNANAIR PADA PORIFERA
  • 7.
    CIRI-CIRI Tubuh berbentuk pialaatau jambangan Bagian bawah melekat pada dasar, Exp: Leucoselenia sp 1. TIPE ASCON
  • 8.
    • Pada ujungatas terdapat lubang besar disebut osculum • Pada bagian tengah tedapat rongga sental disebut spongocoel • Pada dinding tubuh terdapat lubang kecil disebut ostium,berfungsi sebagai tempat masuk aliran air kedalam spongocoel. Dari spongocoel, air keluar melalu oskulum. • Lapisan luar (tetapi bukan lapisan epidermis sebenarnya)disebut pinacocyst • Lapisan dalam atau sel-sel yg melapisi inding spongocoel disebut choanocyt • Benda gelatin di tengah2 lapisan disebut porocyt (sel pori)
  • 9.
     Ostia berhubungandengan rongga yang Langsung berhubungan dengan Spongocoel  Lebih tebal dan kompleks  Bentuk seperti vas bunga  Ternial oskulum dilindungi spikula berjari satu  Alira air secara berturut-turut : Masuk ke ostum, kemudian kedalam saluran inkurren, ke prosofil, ke saluran radial berflagellum, ke apofil, Lalu ke spogosoel dan keluar melalu oskulum  Contoh : Scypha sp 2. TIPE SYCON
  • 11.
    • Badan sangattebal mengandung banyak saluran. • kamar berflagellum terbagi menjadi banyak kamar berbentuk bundar • Sistem saluran lebih kompleks • Spikula langsing (monoakson). • Tipe leukon dibedakan menjadi 3 yaitu :  Sistem leukonoid euripil sederhana : air-ostium-saluran inkuren-prosofil- kamar berflagellum- aprofil ekskurren-spongocoel-oskulum  Sistem leukonoid euripil kompleks: air-ostium-saluran inkurren-prosofil- kamar berflagellum-aprofil-saluran ekskurren-spongocoel-oskulum  Sistemleukonoid apodial : air-ostium- inkurren-prosofil-kamar berflagellum- ekskurren-saluran apodus-oskulum 3. TIPE LEUCON
  • 13.
    1. SEL KOANOSIT koanositberfungsi untuk menyaring air yang masuk ke dalam tubuh porifera. SEL – SEL PADA PORIFERA
  • 14.
    2. SEL PINAKOSIT Berbentuk pipih dan berdinding tebal  Pinakosit berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian tubuh yang lain. SEL - SEL PADA PORIFERA
  • 15.
    3. SEL ARKEOSIT Selarkeosit berfungsi sebagai sel reproduktif, yaitu membentuk tunas, gamet, dan regenerasi. SEL – SEL PADA PORIFERA
  • 16.
    4. Sel amebosit yaitusel yang bertugas mengangkut zat makanan dan zat sisa metabolisme dari satu sel ke sel yang lain dan menghasilkan benda gelatin atau mengedarkan makanan berupa plankton dan bakteri yang telah disaring oleh sel koanosit ke seluruh tubuh 5. Sel skleroblas yaitu sel yang fungsinya membentuk spikula yang bisa terbuat dari zat kapur, kersik, atau sponging 6. Spikula sel pembentuk tubuh SEL - SEL PADA PORIFERA
  • 17.
  • 18.
    • pembentukan tunas: memisahkan diri dari induk dan membentuk individu baru • Gemmulae : Sejumlah sel mesenkim yang berkelompok dan berbentuk seperti bola yang dilapisi kitin serta diperkuat spikula. Gemmulae terbentuk jika keadaan lingkungan sedang tidak menguntungkan. Ketika keadaan lingkungan membaik, gemmulae akan terbentuk menjadi individu baru. Gemmulae hanya dimiliki oleh porifera air tawar.. REPRODUKSI 1. ASEKSUAL
  • 19.
    Reproduksi seksual dilakukandengan pembentukan gamet (antara sperma dan ovum). Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit. Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama sehingga porifera bersifat Hermafrodit REPRODUKSI 2. SEKSUAL
  • 20.
    NUTRISI Makanan porifera terdiridari mikroorganisme dan partikel – partikel organik kecil yang masuk bersama air. Gerakan flagellum yang terdapat pada sel koanosit ( sel leher) menyebabkan mikroorganisme dan partikel masuk bersama air kedalam ruangan bersel leher. Didalam ruangan ini, mikrovilli-mikrovilli sel leher berperan sebagai filter penyaring partikel- partikel yang masuk. Partikel-partikel yang masuk akan melekat pada bagian luar Leher. Selanjutnya protoplasma leher mengalirkannya ke pangkal leher sehingga terjadilah Ingesti dan terbentuklah vakuola makanan. Sambil mencerna makanan, vakuola makanan akan melakukan siklosis untuk mengedarkan sari-sari makanan didalam sel leher itu sendiri. Dari sel-sel leher, makanan akan dibawa ke sel-sel amoebocyt yang terdapat didekat sel leher. Makanan yang belum selesai dicerna didalam vakuola makanan akan dilanjutkan didalam sel-sel amoebocyt. Kemudian sel itu akan mengedarkannya. Dengan demikian terjadi pencernaan makanan pada porifera terjadi secara intraseluller. Sisa-sisa akan dikeluarkan bersama aliran air melalui oskulum
  • 21.
    EKSKRESI , RESPIRASI, KOORDINASI EKSKRESI Ekskresiterjadi melalui permukaan tubuh, dilakukan sel-sel amoebocyt dan sel-sel leher RESPIRASI Porifera belum mempunya alat pernapasan khusus. Yang bertugas untuk menangkap oksigen yang terlarut didalam air adalah sel-sel epidermis (sel pinakosit) dijajaran luar dan sel-sel koanosit dijajaran dalam. Oksigen yang ditangkap ini kemudian diedarkan keseluruh tubuh melalui sel-sel amoebocyt KOORDINASI Porifera belum mempunyai sel saraf atau sistem saraf. Akan tetapi dapat tanggap terhadap stimulus tertentu. Pori dan oskulum dikelilingi oleh sel-sel kontraktil miosit yang dapat menutup dan membuka pori atau lubang tersebut.
  • 22.
    TAKSONOMI FILUM PORIFERA KELAS CALCAREA KELAS HEXACTINELLIDA KELAS DEMOSPONGIAE 1. SUBKELAS CALCARONEA 2. SUB KELAS CALCINEA 1. ORDO HEXASTEROPHORA 2. ORDO AMPHIDISCOPHORA 1. SUB KELAS TETRAKTINELLIDA 2. SUB KELAS MONAXONIDA 3. SUB KELAS KERATOSA
  • 23.
    CIRI – CIRI: • Spikula dari zat kapur • Hidup di laut dangkal • Koanocyt berukuran besar • Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga, dompet, kendi, atau silinder.Tinggi tubuh kurang dari 10 cm. • Struktur tubuh ada yang memiliki saluran air askonoid, sikonoid, atau leukonoid.  Contoh : Sycon, Grantia, KELAS CALCAREA Sycon Grantia compressa
  • 24.
    1. Ordo Leucosolenida Tipeini memiliki struktur Asconoid. Contoh Leucosolenia sp 2. Ordo Sycettida Tipe saluran air yang ada pada ordo ini ada yang berupa Syconoid atau Leuconoid. Contoh Sycon gelatinosum A. SUB KELAS CALCARONEA
  • 25.
    1. Ordo Clathrinida tipesaluran airnya berupa, asconoid yang secara permanen serta tidak memiliki membrane dermal atau korteks, dinding tubuh tipi, rongga dalam dilapisi sel koanosit. Contoh Clathrina 2. Ordo Leucettida Ciri khas dari Ordo ini adalah tipe saluran air yang berupa Syconoid hingga Leuconoid dengan membrane dermal atau korteks yang jelas. Contoh Leucascus roseus B. SUB KELAS CALCINEA
  • 26.
    • Hexactinellida atauHyalospongiae (Yunani, hexa = enam, hyalo transparan atau kaca, spongia = spons). • Kerangka tubuh Hexactinellida tersusun atas silika (kaca) dengan bentuk tubuh silindris, datar atau bertangkai. • Tinggi tubuh mencapai 90 cm. • Tipe saluran air sikonoid. Hexactinellida hidup di laut dengan kedalaman 90 cm – 5.000 m. • Hexactinellida biasa disebut sebagai “glass sponge” spikulanya terkadang bersatu dengan struktur jaringan, sehingga membentuk jalinan yang rumit seperti ring basket. Selain itu, ada juga yang berbentuk mangkuk atau vas bunga. Contohnya Euplectella aspergillum KELAS HEXACTINELLIDA
  • 27.
    1. Ordo Hexasterophora Spikulalembut berjadi 6, tidak terdapat amfidiskus. Contoh : KELAS HEXACTINELLIDA 2. Ordo Amphidiscorpha Tidak terdapat spikula berjari 6, melainkan berbentuk Amfidiskus. Contoh Hyalonema sp Euplectella aspergillum
  • 28.
    • Demospongiae (Yunani,demo = tebal, spongia = spons) memiliki kerangka tubuh yang tersusun dari serabut spongin. • Tinggi dan diameter tubuh ada yang mencapai lebih dari 1 m dengan tipe saluran air leukonoid. • Pada umumnya Demospongiae berwarna cerah, tetapi ada yang gelap (hitam). Warna tubuh yang cerah diduga untuk melindungi tubuh dari sinar matahari. • Demospongiae merupakan kelompok dengan jumlah spesies terbesar, sekitar 90% dari seluruh jenis Porifera. • Mereka biasanya hidup di tepi pantai hingga kedalaman 45 m, namun ada pula yang hidup di air tawar. Contohnya Oscarella tuberculata dan Microciona KELAS DEMOSPONGIAE
  • 29.
    1. Ordo Myxospongida Tidakmempunya kerangka atau spikula. Contoh : Oscarella sp 2. Ordo Canosa Mempunyai spikula dengan ukuran yang sama. Contoh : Plakina 3. Ordo Choristida Kerangka terdiri dari spikula berukuran besar dan kecil. Contoh : Geodia neptuni A. SUB KELAS TETRAKTINELLIDA
  • 30.
    1. Ordo Hadromerida Kerangkateriri dari spikula besar dan umumnya terpisah dalam berkas radial, tak terdapat spongin. Contoh : Suberitas 2. Ordo Halichondria Spikula besar berjari dua atau satu, atau keduannya bercampur tidak dalam berkas, terdapat spongin. Contoh : Halichondria 3. Ordo Poeciloscleria Spikulanya spongin, besar, membentuk anyaman , contoh : micociona 4. Ordo haplosclerida Spikula berjari 2, tak teratur secara khusus, tanpa spikula lembut, contoh yang hidup di air tawar Spongilla, yang hidup di laut Haliclona B. SUB KELAS MONAXONIDA
  • 31.
  • 32.
    C. SUB KELASKERATOSA 1. Ordo Dictyoceratida Spons tanduk. Kerangka terdiri dari anyaman serabut spongin, tidak Terdapat spikula. Bentuk biasanya membulat, ukuran besar. Permukaan Bersifat belulang, warna gelap, terutama hitam. Contoh : phyllospongia, Spongia
  • 33.
    PERANAN • Hiasan • Bahanpembuat spon • Obat kanker • Membersihkan atau memakan sisa – sisa bahan organik • Penyusun biodiversitas