Dosen Pengampu: 
Fitriyah,M.Si 
JURUSAN BIOLOGI 
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI 
UIN MAULANA MALIK IBRAHIM 
MALANG 
2014 
• Disusun Oleh: 
• Firstya Intan Cahayani (12620071) 
• Ario Miftahul Hikmah (13620025) 
• Nur Roqi Dunyana Asmarani (13620092) 
• Shubriyah (13620104) 
• M. Rizqi Ngadzimul Fadli (13620113) 
• Nurul Baroroh (13620119)
PORIFERA 
Berasal dari bahasa Latin “porus dan ferra” 
“Porus” bentuk tunggal dari pori yang berarti lubang kecil 
“Ferra” mengandung atau mengemban 
Kata tersebut untuk menunjukkan akan kekhususan 
hewan yang bersangkutan, yaitu hewan yang memiliki banyak 
lubang-lubang kecil dan bila disingkat cukup disebut hewan 
berpori.
CIRI-CIRI MORFOLOGI PORIFERA 
Tubuhnya memiliki banyak pori 
Merupakan hewan multiseluler yang primitif 
Bentuknya asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang 
simetri radial (seperti roda) 
Warnanya bervariasi
CIRI-CIRI ANATOMI PORIFERA 
Mempunyai saluran air jumlahnya ada tiga yakni: askonoid, sikonoid, dan leukonoid. 
Bersifat heterotrof, yakni makanannya berupa bakteri dan plankton. 
Pencernaan secara intraseluler yakni di dalam koanosit dan amoebosit
CIRI-CIRI KHUSUS PORIFERA 
Tubuhnya tidak memiliki jaringan maupun organ yang sesungguhnya 
Porifera dewasa bersifat menempel atau menetap/sesil pada suatu dasar 
hanya menunjukkan sedikit gerakan 
Susunan tubuh porifera lebih kompleks yakni tersusun atas banyak sel 
Termasuk golongan parazoa (antara protozoa dan metazoa) 
Tubuh perifera memiliki banyak pori, yang merupakan awal dari sistem 
kanal (saluran air) yang menghubungkan lingkungan eksternal dengan 
lingkungan internal 
Tubuh porifera belum memiliki sistem pencernaan makanan, adapun 
pencernaannya berlangsung secara intraseluler 
Tubuh porifera dilengkapi dengan kerangka dalam yang tersusun atas 
bentuk kristal dari spikula-spikula atau bahan fiber yang terbuat dari 
bahan organik.
Struktur Anatomis Tubuh Porifera 
Struktur tubuh porifera terdiri atas 2 lapisan: 
• Ektoderm, tersusun atas sel pipih (pinakosit), yang 
mengandung banyak ostium 
• Endoderm, tersusun atas sel berflagel koanosit. 
Diantara lapisan luar dan dalam terdapat mesenkim 
yang berupa cairan gelatin (mesoglea) terdapat 
sklereoblas yang membentuk spikula dan sel 
amoebosit (untuk mengedarkan makanan)
a. Pinakosit, yaitu bagian dari epidermis. 
b. Mesoglea, yaitu cairan yang terletak 
diantara epidermis dan endodermis. 
c. Spikula¸ yaitu bahan penyusun/rangka 
Porifera yang dihasilkan oleh skleroblas. 
d. Amebosit, yaitu sel yang berfungsi sebagai 
pengangkut zat makanan dan metabolisme. 
e. Koanosit, yaitu sel yang berfungsi sebagai 
pencerna makanan dan respirasi. 
f. Ostium, yaitu celah masuknya air ke dalam 
spongosol/oskulum, pergerakannya diatur oleh 
porosit. 
g. Spongosol, yaitu ruangan dalam tubuh 
Porifera yang berisi air. 
h. Arkeosit, yaitu sel yang mengatur 
reproduksi.
Mekanisme aliran air di spons 
• Anggota porifera sebenarnya tidak memiliki sistem sirkulasi yang 
khusus. Sirkulasi dari luar ke dalam tubuh dilakukan oleh aliran air, 
sedangkan yang di dalam jaringan tubuh atau antar sel dilakukan 
oleh sel-sel amoeboid. 
• Sehubungan dengan aliran air ini, ternyata porifera dalam ukuran 
sedang (10cm) setiap harinya tidak kurang dari 10 galon (2640 m3) 
air yang dimasuk keluarkan melalui tubuhnya (Paranto, 1982). 
• Fungsi utama dari aliran air adalah sebagai sarana dalam 
penyelenggaraan pertukaran zat, dari lingkungan eksternal ke dalam 
lingkungan internal dan sebaliknya. Adapun zat yang dipertukarkan 
adalah partikel-partikel makanan dan oksigen di satu pihak, zat-zat 
sisa metabolisme dan CO2 di pihak lain.
Mekanisme saluran air 
• Sistem saluran air dimulai dari pori dan di akhiri pada lubang keluar 
yang disebut oskulum. Sebelum air dikeluarkan melalui oskulum air 
yang berasal dari segala jurusan tubuh itu terlebih dahulu ditampung di 
dalam rongga sentral (spongocel).
Mekanisme aliran air di spons
Proses-Proses Fisiologi Dalam Tubuh Porifera 
Proses-proses fisiologi hewan spons dipengaruhi oleh aliran air yang melewati 
dinding tubuhnya. Air yang mengalirmelewati tubuhnya membawa oksigen dan 
makanan serta membuang sisa metabolisme atau sampah. Kadang-kadang telur 
dan sperma juga keluar lewat aliran air tersebut
• Secara garis besar, tubuh porifera memiliki 
tiga bagian penting yaitu : 
• 1. Ostium (saluran pori yang berfungsi 
melewatkan air dan bahan makanan yang 
terkandung dalam air masuk ke dalam 
spongocoe 
• 2. Oskulum (umumnya berada di bagian oral 
dari porifera, fungsinya sebagai saluran 
pembuangan air dan sampah – sampah 
metabolisme dari spongecoel) 
• 3. Spongocoel (ibarat perut bagi porifera)
• Sistem gerak pada porifera terjadi akibat kontraksi-relaksasi 
pinakosit. 
• Porifera bergeser 1-4 mm per hari 
• Tipe rangka/endeoskeleton porifera: 
1. Porifera lunak, rangka dari bahan spongin 
2. Porifera kapur, rangka dari bahan kristal kapur (CaCo3) 
3. Porifera kaca, rangka dari bahan kristal silikat H2Si3O7 
4. Terbentuk dari sel-sel skleroblas (spongioblas) 
• derivat dari pinakosit atau amoebasit dalam 
• mesohil
Tipe Spikula Pada Porifera
Sistem respirasi 
Oksigen 
Diabsorpsi oleh sel pinakosit (bag. luar) 
dan koanosit (bag. dalam) seluruh tubuh 
Diedarkan oleh sel selamubosit 
ke seluruh tubuh 
Keluar melalui 
oskulum
Sistem Sirkulasi Air 
• Sistem kanal atau saluran air pada porifera dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu 
ascon, sycon, dan leucon. 
• Ascon (tipe sistem saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya langsung terhubung 
lurus ke spongosol) 
• Sycon (air akan masuk ke dalam ostium lalu melewati saluran-saluran bercabang 
sebelum masuk ke dalam spongosol. Saluran bercabang ini biasanya dilapisi oleh 
koanosit) 
• Leucon (tipe saluran air yang ostiumnya dihubungkan dengan rongga-rongga 
bercabang yang tidak terhubung langsung menuju spongosol)
Nutrisi dan system pencernaan
ALIRAN AIR DAN SISTEM SIRKULASI 
Anggota Porifera sebenarnya tidak memiliki sistem sirkulasi yang 
khusus 
Porifera dalam ukuran sedang (10 cm) setiap harinya tidak kurang 
dari 10 galon (2640 m3) air yang dimasuk keluarkan melalui 
tubuhnya (Paranto, 1982). 
Fungsi utama dari aliran air adalah sebagai sarana dalam 
penyelenggaraan pertukaran zat, dari lingkungan eksternal ke dalam 
lingkungan internal dan sebaliknya
SISTEM EKSKRESI DAN OSMOREGULASI 
Untuk pembuangan sisa-sisa metabolisme 
atau sampah tubuh, hewan spons juga 
belum mempunyai alat khusus. Dalam 
penelitian, ternyata zat-zat sampah yang 
berupa butir-butir itu dikeluarkan dari 
lingkungan internal tubuhnya oleh 
amoebosit. Kemudian ke luar bersama aliran 
air melewati oskulum.
IRITABILITAS DAN SISTEM KOORDINASI 
Dalam hal menanggapi rangsangan atau stimulus dari lingkungannya, hewan 
porifera, belum memiliki organ khusus, seperti system saraf yang lengkap 
pada hewan tingkat tinggi. Masing-masing sel penyusun tubuh porifera 
sanggup mengadakan reaksi terhadap rangsangan yang mengenainya. 
Namun sifatnya masih bersifat independen atau difusi, artinya belum ada 
kerjasama serta koordinasi Antara sel satu dengan sel lain. Koordinasi 
tergantung pada transmisi dari materi pembawa dengan cara difusi dalam 
mesohil dan dengan perantara sel-sel amoeboid.
Tipe Sistem Saluran Air pada Spons
Reproduksi dan Perkembangan Porifera 
 Reproduksi secara aseksual 
Dilakukan dengan pembentukan tunas (kuncup) dan gemmule. 
Gemmule disebut juga tunas internal. Gemmule dihasilkan 
menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera. 
 Reproduksi secara seksual 
Dilakukan dengan membentuk gamet (peleburan sel sperma 
dengan sel ovum),pembuahan ini terjadi di luar tubuh porifera.
Klasifikasi Porifera 
A. Calcarea (Calcisspongiae) (dalam latin, calcare = kapur) atau Calcispongiae (dalam latin, calci = 
kapur, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat. Tubuhnya 
kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga, dompet, kendi, atau silinder. 
Tinggi tubuh kurang dari 10 cm. Struktur tubuh ada yang 
memiliki saluran air askonoid, sikonoid, atau leukonoid. 
Calcarea hidup di laut dangkal, contohnya Sycon, Clathrina, dan 
Leucettusa lancifer. Bentuk tipe saluran air dari Calcarea adalah 
askonoid, sikonoid, dan leukonoid.
B.Demospongia 
(dalam bahasa yunani, demo = tebal, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari serabut 
spongin. Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang terdapat pada amoebosit. 
Fungsi warna diduga untuk melindungi tubuhnya dari sinar matahari. Bentuk tubuhnya tidak 
beraturan dan bercabang. Tinggi dan diameternya ada yang mencapai lebih dari 1 meter. Seluruh 
Demospongiae memiliki saluran air tipe leukonoid. 
Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam 
maupun dangkal, meskipun ada yang di air tawar. 
Demospongiae adalah satu-satunya kelompok porifera 
yang anggotanya ada yang hidup di air tawar. 
Demospongiae merupakan kelas terbesar yang 
mencakup 90% dari seluruh jenis Porifera. Contoh 
Demospongiae adalah spongia, hippospongia dan 
Niphates digitalis.
C. Hexactinellida 
(dalam bahasa yunani, hexa = enam) atau Hyalospongiae (dalam bahasa yunani, hyalo = 
kaca/transparan, spongia = spons) memiliki spikula yang tersusun dari silika. Ujung spikula 
berjumlah enam seperti bintang. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas 
bunga atau mangkuk. Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid. Hewan 
ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m. Contoh Hexactinellida adalah Euplectella.
Class Calcispongiae 
Hidup di laut(pantai dangkal) bentuk tubuh sederhana,kerangka tubuh tersusun 
atas CaCo3,koanosit besar. Kelas Calcareae terdiri dari 2 ordo, yaitu: 
Ordo Asconosa (tipe ascon yang kemudian berubah menjadi tipe rhagon). 
Contohnya Leucosolenia 
Ordo Syconosa (tipe sycon kemudian berubah menjadi tipe rhagon). 
Contohnya Scypha.
Class Hyalospongiae/Hexactinellida 
Hidup di laut pada kedalaman 90 cm samapai 5.000 m, kerangka tubuhnya 
tersusun atas bahan kersik atau silikat (H2S13O7,spikula berduri 6). Kelas 
Hexactinellida atau Hyalospongiae terdiri dari 2 ordo, yaitu: 
Ordo Hexasterophora (spikulanya berbentuk 
bintang atau astrose). Contohnya Euplectella. 
Ordo Amphidiscophora (spikula berbentuk amfidiskus). 
Contohnya Hyalonema.
Class Demospongiae 
Umumnya hidup di laut, beberapa spesies hidup di air tawar. Pada umumnya 
tidak mempunyai rangka terbuat dari kersik, spongin atau campuran keduanya. 
Kelas Demospongiae terdiri dari 8 ordo yaitu: 
Ordo Carnosa (rangka tubuh tersusun atas bahan 
organik yang berbentuk bubur, kadang-kadang di 
temukan spikula kecil). Contohnya Chondrosia. 
Ordo choristida (rangka tersusun atas spikula 
yang tersusun atas spikula yang berjajar 
empat, mencuat dari suatu titik sentral). 
Contohnya Geodia.
Ordo epipolasida (bentuknya sperikal, spikula monakson 
serta mencuat menjari dari daerah sentral tubuhnya). 
Contohnya Tethya. 
Ordo hadromerina (spikula berbentuk seperti pines). 
Contohnya Cliona. 
Ordo halichondrina (spikula brujung dua atau 
berbentuk seperti bulu). Contohnya 
Halichondria.
Ordo poeciloclerina (rangka tubuh tersusun atas berbagai 
bentuk spikula dan kadang-kadang spongin). Contohnya 
Microciona. 
Ordo haplosclerina (berkerangka fibrosa). Contohnya 
Haliclona. 
Ordo keratosa (tidak berspikula berangka 
spongin). Contohnya Spongia
Habitat Hewan Spons
Peran Spons dalam Kehidupan
WA’ALAIKUM SALAM 
SEMOGA BERMANFAAT
ADA PERTANYAAN????
PPT INI MASIH BANYAK KEKURANGAN 
MOHON KONFIRMASI KURANGNYA BIAR Q 
PERBAIKI Oke sms JA q OiOi ^_~ 
by ario
Peran Spons dalam Kehidupan
Porifera

Porifera

  • 1.
    Dosen Pengampu: Fitriyah,M.Si JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2014 • Disusun Oleh: • Firstya Intan Cahayani (12620071) • Ario Miftahul Hikmah (13620025) • Nur Roqi Dunyana Asmarani (13620092) • Shubriyah (13620104) • M. Rizqi Ngadzimul Fadli (13620113) • Nurul Baroroh (13620119)
  • 2.
    PORIFERA Berasal daribahasa Latin “porus dan ferra” “Porus” bentuk tunggal dari pori yang berarti lubang kecil “Ferra” mengandung atau mengemban Kata tersebut untuk menunjukkan akan kekhususan hewan yang bersangkutan, yaitu hewan yang memiliki banyak lubang-lubang kecil dan bila disingkat cukup disebut hewan berpori.
  • 3.
    CIRI-CIRI MORFOLOGI PORIFERA Tubuhnya memiliki banyak pori Merupakan hewan multiseluler yang primitif Bentuknya asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial (seperti roda) Warnanya bervariasi
  • 4.
    CIRI-CIRI ANATOMI PORIFERA Mempunyai saluran air jumlahnya ada tiga yakni: askonoid, sikonoid, dan leukonoid. Bersifat heterotrof, yakni makanannya berupa bakteri dan plankton. Pencernaan secara intraseluler yakni di dalam koanosit dan amoebosit
  • 5.
    CIRI-CIRI KHUSUS PORIFERA Tubuhnya tidak memiliki jaringan maupun organ yang sesungguhnya Porifera dewasa bersifat menempel atau menetap/sesil pada suatu dasar hanya menunjukkan sedikit gerakan Susunan tubuh porifera lebih kompleks yakni tersusun atas banyak sel Termasuk golongan parazoa (antara protozoa dan metazoa) Tubuh perifera memiliki banyak pori, yang merupakan awal dari sistem kanal (saluran air) yang menghubungkan lingkungan eksternal dengan lingkungan internal Tubuh porifera belum memiliki sistem pencernaan makanan, adapun pencernaannya berlangsung secara intraseluler Tubuh porifera dilengkapi dengan kerangka dalam yang tersusun atas bentuk kristal dari spikula-spikula atau bahan fiber yang terbuat dari bahan organik.
  • 6.
    Struktur Anatomis TubuhPorifera Struktur tubuh porifera terdiri atas 2 lapisan: • Ektoderm, tersusun atas sel pipih (pinakosit), yang mengandung banyak ostium • Endoderm, tersusun atas sel berflagel koanosit. Diantara lapisan luar dan dalam terdapat mesenkim yang berupa cairan gelatin (mesoglea) terdapat sklereoblas yang membentuk spikula dan sel amoebosit (untuk mengedarkan makanan)
  • 9.
    a. Pinakosit, yaitubagian dari epidermis. b. Mesoglea, yaitu cairan yang terletak diantara epidermis dan endodermis. c. Spikula¸ yaitu bahan penyusun/rangka Porifera yang dihasilkan oleh skleroblas. d. Amebosit, yaitu sel yang berfungsi sebagai pengangkut zat makanan dan metabolisme. e. Koanosit, yaitu sel yang berfungsi sebagai pencerna makanan dan respirasi. f. Ostium, yaitu celah masuknya air ke dalam spongosol/oskulum, pergerakannya diatur oleh porosit. g. Spongosol, yaitu ruangan dalam tubuh Porifera yang berisi air. h. Arkeosit, yaitu sel yang mengatur reproduksi.
  • 10.
    Mekanisme aliran airdi spons • Anggota porifera sebenarnya tidak memiliki sistem sirkulasi yang khusus. Sirkulasi dari luar ke dalam tubuh dilakukan oleh aliran air, sedangkan yang di dalam jaringan tubuh atau antar sel dilakukan oleh sel-sel amoeboid. • Sehubungan dengan aliran air ini, ternyata porifera dalam ukuran sedang (10cm) setiap harinya tidak kurang dari 10 galon (2640 m3) air yang dimasuk keluarkan melalui tubuhnya (Paranto, 1982). • Fungsi utama dari aliran air adalah sebagai sarana dalam penyelenggaraan pertukaran zat, dari lingkungan eksternal ke dalam lingkungan internal dan sebaliknya. Adapun zat yang dipertukarkan adalah partikel-partikel makanan dan oksigen di satu pihak, zat-zat sisa metabolisme dan CO2 di pihak lain.
  • 11.
    Mekanisme saluran air • Sistem saluran air dimulai dari pori dan di akhiri pada lubang keluar yang disebut oskulum. Sebelum air dikeluarkan melalui oskulum air yang berasal dari segala jurusan tubuh itu terlebih dahulu ditampung di dalam rongga sentral (spongocel).
  • 12.
  • 13.
    Proses-Proses Fisiologi DalamTubuh Porifera Proses-proses fisiologi hewan spons dipengaruhi oleh aliran air yang melewati dinding tubuhnya. Air yang mengalirmelewati tubuhnya membawa oksigen dan makanan serta membuang sisa metabolisme atau sampah. Kadang-kadang telur dan sperma juga keluar lewat aliran air tersebut
  • 14.
    • Secara garisbesar, tubuh porifera memiliki tiga bagian penting yaitu : • 1. Ostium (saluran pori yang berfungsi melewatkan air dan bahan makanan yang terkandung dalam air masuk ke dalam spongocoe • 2. Oskulum (umumnya berada di bagian oral dari porifera, fungsinya sebagai saluran pembuangan air dan sampah – sampah metabolisme dari spongecoel) • 3. Spongocoel (ibarat perut bagi porifera)
  • 15.
    • Sistem gerakpada porifera terjadi akibat kontraksi-relaksasi pinakosit. • Porifera bergeser 1-4 mm per hari • Tipe rangka/endeoskeleton porifera: 1. Porifera lunak, rangka dari bahan spongin 2. Porifera kapur, rangka dari bahan kristal kapur (CaCo3) 3. Porifera kaca, rangka dari bahan kristal silikat H2Si3O7 4. Terbentuk dari sel-sel skleroblas (spongioblas) • derivat dari pinakosit atau amoebasit dalam • mesohil
  • 16.
  • 17.
    Sistem respirasi Oksigen Diabsorpsi oleh sel pinakosit (bag. luar) dan koanosit (bag. dalam) seluruh tubuh Diedarkan oleh sel selamubosit ke seluruh tubuh Keluar melalui oskulum
  • 18.
    Sistem Sirkulasi Air • Sistem kanal atau saluran air pada porifera dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu ascon, sycon, dan leucon. • Ascon (tipe sistem saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya langsung terhubung lurus ke spongosol) • Sycon (air akan masuk ke dalam ostium lalu melewati saluran-saluran bercabang sebelum masuk ke dalam spongosol. Saluran bercabang ini biasanya dilapisi oleh koanosit) • Leucon (tipe saluran air yang ostiumnya dihubungkan dengan rongga-rongga bercabang yang tidak terhubung langsung menuju spongosol)
  • 19.
  • 21.
    ALIRAN AIR DANSISTEM SIRKULASI Anggota Porifera sebenarnya tidak memiliki sistem sirkulasi yang khusus Porifera dalam ukuran sedang (10 cm) setiap harinya tidak kurang dari 10 galon (2640 m3) air yang dimasuk keluarkan melalui tubuhnya (Paranto, 1982). Fungsi utama dari aliran air adalah sebagai sarana dalam penyelenggaraan pertukaran zat, dari lingkungan eksternal ke dalam lingkungan internal dan sebaliknya
  • 22.
    SISTEM EKSKRESI DANOSMOREGULASI Untuk pembuangan sisa-sisa metabolisme atau sampah tubuh, hewan spons juga belum mempunyai alat khusus. Dalam penelitian, ternyata zat-zat sampah yang berupa butir-butir itu dikeluarkan dari lingkungan internal tubuhnya oleh amoebosit. Kemudian ke luar bersama aliran air melewati oskulum.
  • 23.
    IRITABILITAS DAN SISTEMKOORDINASI Dalam hal menanggapi rangsangan atau stimulus dari lingkungannya, hewan porifera, belum memiliki organ khusus, seperti system saraf yang lengkap pada hewan tingkat tinggi. Masing-masing sel penyusun tubuh porifera sanggup mengadakan reaksi terhadap rangsangan yang mengenainya. Namun sifatnya masih bersifat independen atau difusi, artinya belum ada kerjasama serta koordinasi Antara sel satu dengan sel lain. Koordinasi tergantung pada transmisi dari materi pembawa dengan cara difusi dalam mesohil dan dengan perantara sel-sel amoeboid.
  • 24.
    Tipe Sistem SaluranAir pada Spons
  • 25.
    Reproduksi dan PerkembanganPorifera  Reproduksi secara aseksual Dilakukan dengan pembentukan tunas (kuncup) dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas internal. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera.  Reproduksi secara seksual Dilakukan dengan membentuk gamet (peleburan sel sperma dengan sel ovum),pembuahan ini terjadi di luar tubuh porifera.
  • 27.
    Klasifikasi Porifera A.Calcarea (Calcisspongiae) (dalam latin, calcare = kapur) atau Calcispongiae (dalam latin, calci = kapur, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga, dompet, kendi, atau silinder. Tinggi tubuh kurang dari 10 cm. Struktur tubuh ada yang memiliki saluran air askonoid, sikonoid, atau leukonoid. Calcarea hidup di laut dangkal, contohnya Sycon, Clathrina, dan Leucettusa lancifer. Bentuk tipe saluran air dari Calcarea adalah askonoid, sikonoid, dan leukonoid.
  • 28.
    B.Demospongia (dalam bahasayunani, demo = tebal, spongia = spons) memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin. Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang terdapat pada amoebosit. Fungsi warna diduga untuk melindungi tubuhnya dari sinar matahari. Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang. Tinggi dan diameternya ada yang mencapai lebih dari 1 meter. Seluruh Demospongiae memiliki saluran air tipe leukonoid. Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal, meskipun ada yang di air tawar. Demospongiae adalah satu-satunya kelompok porifera yang anggotanya ada yang hidup di air tawar. Demospongiae merupakan kelas terbesar yang mencakup 90% dari seluruh jenis Porifera. Contoh Demospongiae adalah spongia, hippospongia dan Niphates digitalis.
  • 29.
    C. Hexactinellida (dalambahasa yunani, hexa = enam) atau Hyalospongiae (dalam bahasa yunani, hyalo = kaca/transparan, spongia = spons) memiliki spikula yang tersusun dari silika. Ujung spikula berjumlah enam seperti bintang. Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau mangkuk. Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid. Hewan ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m. Contoh Hexactinellida adalah Euplectella.
  • 30.
    Class Calcispongiae Hidupdi laut(pantai dangkal) bentuk tubuh sederhana,kerangka tubuh tersusun atas CaCo3,koanosit besar. Kelas Calcareae terdiri dari 2 ordo, yaitu: Ordo Asconosa (tipe ascon yang kemudian berubah menjadi tipe rhagon). Contohnya Leucosolenia Ordo Syconosa (tipe sycon kemudian berubah menjadi tipe rhagon). Contohnya Scypha.
  • 31.
    Class Hyalospongiae/Hexactinellida Hidupdi laut pada kedalaman 90 cm samapai 5.000 m, kerangka tubuhnya tersusun atas bahan kersik atau silikat (H2S13O7,spikula berduri 6). Kelas Hexactinellida atau Hyalospongiae terdiri dari 2 ordo, yaitu: Ordo Hexasterophora (spikulanya berbentuk bintang atau astrose). Contohnya Euplectella. Ordo Amphidiscophora (spikula berbentuk amfidiskus). Contohnya Hyalonema.
  • 32.
    Class Demospongiae Umumnyahidup di laut, beberapa spesies hidup di air tawar. Pada umumnya tidak mempunyai rangka terbuat dari kersik, spongin atau campuran keduanya. Kelas Demospongiae terdiri dari 8 ordo yaitu: Ordo Carnosa (rangka tubuh tersusun atas bahan organik yang berbentuk bubur, kadang-kadang di temukan spikula kecil). Contohnya Chondrosia. Ordo choristida (rangka tersusun atas spikula yang tersusun atas spikula yang berjajar empat, mencuat dari suatu titik sentral). Contohnya Geodia.
  • 33.
    Ordo epipolasida (bentuknyasperikal, spikula monakson serta mencuat menjari dari daerah sentral tubuhnya). Contohnya Tethya. Ordo hadromerina (spikula berbentuk seperti pines). Contohnya Cliona. Ordo halichondrina (spikula brujung dua atau berbentuk seperti bulu). Contohnya Halichondria.
  • 34.
    Ordo poeciloclerina (rangkatubuh tersusun atas berbagai bentuk spikula dan kadang-kadang spongin). Contohnya Microciona. Ordo haplosclerina (berkerangka fibrosa). Contohnya Haliclona. Ordo keratosa (tidak berspikula berangka spongin). Contohnya Spongia
  • 35.
  • 36.
  • 37.
  • 38.
  • 39.
    PPT INI MASIHBANYAK KEKURANGAN MOHON KONFIRMASI KURANGNYA BIAR Q PERBAIKI Oke sms JA q OiOi ^_~ by ario
  • 40.