PUSATPUSAT
PERTUMBUHANPERTUMBUHAN
PengertianPengertian
Suatu wilayah atau kawasan yangSuatu wilayah atau kawasan yang
pertumbuhannya sangat pesatpertumbuhannya sangat pesat
sehingga dapat dijadikan sebagaisehingga dapat dijadikan sebagai
pusat pembangunan yang dapatpusat pembangunan yang dapat
mempengaruhi perkembanganmempengaruhi perkembangan
kawasan lain di sekitarnyakawasan lain di sekitarnya
Growth Pole
Growth Center
VS
►Growth PoleGrowth Pole (Kutub Pertumbuhan) :(Kutub Pertumbuhan) :
berkaitan dengan konsep ekonomiberkaitan dengan konsep ekonomi
►Growth CenterGrowth Center (Pusat Pertumbuhan) :(Pusat Pertumbuhan) :
berkaitan dengan konsep keruanganberkaitan dengan konsep keruangan
PertumbuhanPertumbuhan
►Pengembangan atau pembangunanPengembangan atau pembangunan
wilayah, baik pembangunan fisik maupunwilayah, baik pembangunan fisik maupun
pembangunan sosial budayapembangunan sosial budaya
►Konsep pertumbuhan dikemukakan olehKonsep pertumbuhan dikemukakan oleh
Francois PerrouxFrancois Perroux  cenderung kecenderung ke
pengertian ekonomipengertian ekonomi  Kutub pertumbuhanKutub pertumbuhan
sudah maju
Industri lama
Fasilitas memadai
Industri baru Industri baru
Industri baru Industri baru
Pusat
Pertumbuhan
Pinggiran
Gejala yang muncul:Gejala yang muncul:
►Ada kesenjangan antara daerah yang majuAda kesenjangan antara daerah yang maju
dengan daerah pinggirandengan daerah pinggiran
►Gejala akan hilang jika terjadi pembagianGejala akan hilang jika terjadi pembagian
atau penyaluran ke bawah (atau penyaluran ke bawah (trickle downtrickle down
effecteffect) dari faktor-faktor penyebab kemajuan) dari faktor-faktor penyebab kemajuan
dari wilayah pusat menuju daerahdari wilayah pusat menuju daerah
Mekanisme pokok penghilanganMekanisme pokok penghilangan
kesenjangan:kesenjangan:
►Spread effectSpread effect, contoh: pembangunan, contoh: pembangunan
suatu kota mendorong pertumbuhansuatu kota mendorong pertumbuhan
kegiatan pertanian di pedesaan sekitarnyakegiatan pertanian di pedesaan sekitarnya
►Backwash effectBackwash effect, contoh: pertumbuhan, contoh: pertumbuhan
suatu kota mengakibatkan perpindahansuatu kota mengakibatkan perpindahan
modal dan sumber lain (tenaga ahli, listrik,modal dan sumber lain (tenaga ahli, listrik,
transportasi) ke daerah lain yangtransportasi) ke daerah lain yang
berdekatanberdekatan
Menentukan batas wilayahMenentukan batas wilayah
pertumbuhanpertumbuhan
►Dilakukan dengan melihat fase-faseDilakukan dengan melihat fase-fase
pertumbuhan suatu wilayah :pertumbuhan suatu wilayah :
- Fase Praindustri- Fase Praindustri
- Fase Industri Awal- Fase Industri Awal
- Fase Transisi- Fase Transisi
- Fase Integrasi Sosial- Fase Integrasi Sosial
1. Fase Praindustri1. Fase Praindustri
►Wilayah belum berkembang, hanyaWilayah belum berkembang, hanya
merupakan kota-kota kecil yang tersebarmerupakan kota-kota kecil yang tersebar
hampir meratahampir merata
►Tidak ada dominasi antar kotaTidak ada dominasi antar kota
►Kondisi ekonomiKondisi ekonomi stagnantstagnant, hanya melayani, hanya melayani
wilayahnya sendiriwilayahnya sendiri
2. Fase Industri Awal2. Fase Industri Awal
►Salah satu kota kecil berkembang lebihSalah satu kota kecil berkembang lebih
cepat daripada kota lain karena punyacepat daripada kota lain karena punya
kelebihankelebihan  Primate CityPrimate City
►Primate CityPrimate City menjadimenjadi Core regionCore region dandan
mendominasi wilayah lainmendominasi wilayah lain
►Terjadi perpindahan SDM dan SDA dariTerjadi perpindahan SDM dan SDA dari
wilayahwilayah peripheryperiphery (daerah pinggiran)(daerah pinggiran)
menujumenuju primate cityprimate city
3. Fase transisi3. Fase transisi
► Industri diIndustri di primate cityprimate city sudah berkembangsudah berkembang
► DominasiDominasi primate cityprimate city terhadap wilayah sekitarterhadap wilayah sekitar
tidak sekuat fase sebelumnya karena di sekitartidak sekuat fase sebelumnya karena di sekitar
primate cityprimate city sudah berkembang growth centersudah berkembang growth center
yang lainyang lain
► SDA, SDM dan modal tidak terpusat lagi keSDA, SDM dan modal tidak terpusat lagi ke
primate cityprimate city
► Belum stabil karena masih ada kantong-kantongBelum stabil karena masih ada kantong-kantong
wilayah yang terbelakang (wilayah yang terbelakang (backwarnessbackwarness) di) di
daerahdaerah peripheryperiphery
4. Fase Integrasi Sosial4. Fase Integrasi Sosial
►Setiap kota telah berkembang sesuaiSetiap kota telah berkembang sesuai
hierarkinya sehingga sudah terbentukhierarkinya sehingga sudah terbentuk
pusat-pusat pertumbuhan lainpusat-pusat pertumbuhan lain
►Setiap wilayah telah terintegrasi secaraSetiap wilayah telah terintegrasi secara
menyeluruh sehingga tidak ada lagimenyeluruh sehingga tidak ada lagi
backwardnessbackwardness
Bila semua wilayah telah terintegrasiBila semua wilayah telah terintegrasi
dengan wilayah lain secara fungsionaldengan wilayah lain secara fungsional
maka akan terbentuk hierarki kota.maka akan terbentuk hierarki kota.
Kota yang terbentuk secara hierarkiKota yang terbentuk secara hierarki
tersebut berperan sebagai pusat-pusattersebut berperan sebagai pusat-pusat
pertumbuhan di daerahnya danpertumbuhan di daerahnya dan
berjenjang dari pusat pertumbuhanberjenjang dari pusat pertumbuhan
pertama, kedua, ketiga... Dst.pertama, kedua, ketiga... Dst.
Interaksi antara pusat pertumbuhan danInteraksi antara pusat pertumbuhan dan
daerah sekitarnya baik secara sosial,daerah sekitarnya baik secara sosial,
ekonomi, budaya dan iptek dapat terjadiekonomi, budaya dan iptek dapat terjadi
dalam 2 bentuk:dalam 2 bentuk:
►Interaksi pada lingkup daerah yang sempitInteraksi pada lingkup daerah yang sempit
 antara kota (antara kota (citycity) dan daerah sekitar kota) dan daerah sekitar kota
((country sidecountry side))
►Interaksi pada lingkup daerah yang luasInteraksi pada lingkup daerah yang luas 
antarkota atau antar wilayahantarkota atau antar wilayah
Sistem keruangan padaSistem keruangan pada
pertumbuhan kota:pertumbuhan kota:
► Perbedaan keruangan menPerbedaan keruangan menyyebabkan keinginanebabkan keinginan
untuk berinteraksi sehingga menimbulkan polauntuk berinteraksi sehingga menimbulkan pola
perpindahan (perpindahan (pattern of movementpattern of movement))
► Pada umumnya perpindahan dilakukan melaluiPada umumnya perpindahan dilakukan melalui
jaringan jalan dari daerah pinggiran menuju pusatjaringan jalan dari daerah pinggiran menuju pusat
pertumbuhanpertumbuhan
► Terjadi prosesTerjadi proses dekomposisidekomposisi (pembentukan pusat(pembentukan pusat
atau nodes) di pusat-pusat wilayah karenaatau nodes) di pusat-pusat wilayah karena
keunggulan beberapa lokasi pusat pertumbuhankeunggulan beberapa lokasi pusat pertumbuhan
Tahap Pertumbuhan KotaTahap Pertumbuhan Kota
►Stadium Pembentukan Inti KotaStadium Pembentukan Inti Kota. Merupakan. Merupakan
tahap pembentukan Central Bussinesstahap pembentukan Central Bussiness
District (CBD)District (CBD)  pembangunan gedungpembangunan gedung
►Stadium FormatifStadium Formatif. Perkembangan industri. Perkembangan industri
dan teknologi meluas ke sektor laindan teknologi meluas ke sektor lain
►Stadium ModernStadium Modern. Semakin kompleks, mulai. Semakin kompleks, mulai
timbul gejala penggabungan CBD-CBDtimbul gejala penggabungan CBD-CBD
yang lainyang lain
Teori-teori Pusat Pertumbuhan
 Teori Tempat Sentral (Central Place Theory)
 Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles
Theory)
TEORI TEMPAT SENTRAL
 Dikemukakan Walter Christaller
 “Suatu lokasi pusat aktivitas yang melayani
berbagai kebutuhan penduduk terletak pada
suatu tempat yang sentral, yaitu suatu
tempat atau kawasan yang memungkinkan
partisipasi manusia yang jumlahnya
maksimum, baik yang terlibat dalam aktivitas
pelayanan maupun menjadi konsumen”
Tempat sentral dapat berupa:
 Kota-kota besar
 Pusat perbelanjaan
 Rumah sakit
 Ibu kota propinsi
 Kota kabupaten
Berdasar teori tersebut, tempat central
merupakan suatu titik simpul dari
suatu bentuk heksagonal
Tempat
Central
Hierarkhi tempat central
 K = 3 : Lokasi Pasar Optimal
 K = 4 : Lokasi Transportasi Optimal
 K = 7 : Lokasi Administrasi optimal
K = 3  1/3 x 6 + 1 = 3
1/3
1/3
1/3
1/3
1/3
1/3
K = 4  ½ X 6 + 1
1/2
1/2
1/2
1/2
1/2
1/2
K = 7  1 x 6 + 1 = 7
1
1
1
1
1
1
Teori Kutub Pertumbuhan
 Dikemukakan oleh : Francois Perroux
 “Pada kenyataannya, perkembangn di manapun adanya
bukanlah merupakan suatu proses yang terjadi secara
sentral, tetapi muncul di tempat-tempat tertentu dengan
kecepatan dan intensitas yang berbeda-beda”
 Tempat atau kawasan yang menjadi pusat pembangunan
dinamakan pusat atau kutub pertumbuhan
 Dari kutub-kutub tersebut selanjutnya proses
pembangunan akan menyebar ke wilayah-wilayah lain di
sekitarnya.
Penerapan Pusat pertumbuhan di
Indonesia
 Merupakan gabungan dari teori Christaller
dan Perroux
 Kota-kota sebagai pusat pertumbuhan di
Indonesia : Medan, Jakarta, Surabaya dan
Makasar
 Indonesia dibagi dalam 4 Region Utama
1. Wilayah Pembangunan utama A
(Pusat: Medan), terdiri atas:
 Wilayah Pembangunan I, meliputi NAD
dan Sumut, dengan pusat di Medan
 Wilayah Pembangunan II, meliputi
Sumbar dan Riau, dengan pusat di
Pekanbaru
2. Wilayah Pembangunan Utama B
(pusat: Jakarta) meliputi:
 Wilayah Pembangunan III, meliputi Jambi,
Sumsel,Babel dan Bengkulu, dengan
pusat di Palembang
 Wilayah Pembangunan IV, meliputi
Lampung, Banten, DKI,Jabar, jateng dan
DIY, dengan pusat di Jakarta
 Wilayah Pembangunan V, meliputi Kalbar
dengan pusat di Pontianak
3. Wilayah Pembangunan Utama C
(pusat : Surabaya) meliputi:
 Wilayah Pembangunan VI, meliputi Jatim
dan Bali, dengan pusat di Surabaya
 Wilayah Pembangunan VII, meliputi
Kalteng, Kaltim dan kalsel, dengan pusat
di Balikpapan dan Samarinda
4. Wilayah Pembangunan Utama D
(pusat : makasar) meliputi:
 Wilayah Pembangunan VIII, meliputi NTB,
NTT, Sulsel, dan Sultra, dengan pusat di
Makasar
 Wilayah Pembangunan IX, meliputi
Sulteng, Gorontalo dan Sulut, dengan
pusat di Menado
 Wilayah Pembangunan X, meliputi Maluku
dan Papua, dengan pusat di Sorong

Pusat pertumbuhan

  • 1.
  • 2.
    PengertianPengertian Suatu wilayah ataukawasan yangSuatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesatpertumbuhannya sangat pesat sehingga dapat dijadikan sebagaisehingga dapat dijadikan sebagai pusat pembangunan yang dapatpusat pembangunan yang dapat mempengaruhi perkembanganmempengaruhi perkembangan kawasan lain di sekitarnyakawasan lain di sekitarnya
  • 3.
  • 4.
    ►Growth PoleGrowth Pole(Kutub Pertumbuhan) :(Kutub Pertumbuhan) : berkaitan dengan konsep ekonomiberkaitan dengan konsep ekonomi ►Growth CenterGrowth Center (Pusat Pertumbuhan) :(Pusat Pertumbuhan) : berkaitan dengan konsep keruanganberkaitan dengan konsep keruangan
  • 5.
    PertumbuhanPertumbuhan ►Pengembangan atau pembangunanPengembanganatau pembangunan wilayah, baik pembangunan fisik maupunwilayah, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sosial budayapembangunan sosial budaya ►Konsep pertumbuhan dikemukakan olehKonsep pertumbuhan dikemukakan oleh Francois PerrouxFrancois Perroux  cenderung kecenderung ke pengertian ekonomipengertian ekonomi  Kutub pertumbuhanKutub pertumbuhan
  • 6.
    sudah maju Industri lama Fasilitasmemadai Industri baru Industri baru Industri baru Industri baru Pusat Pertumbuhan Pinggiran
  • 7.
    Gejala yang muncul:Gejalayang muncul: ►Ada kesenjangan antara daerah yang majuAda kesenjangan antara daerah yang maju dengan daerah pinggirandengan daerah pinggiran ►Gejala akan hilang jika terjadi pembagianGejala akan hilang jika terjadi pembagian atau penyaluran ke bawah (atau penyaluran ke bawah (trickle downtrickle down effecteffect) dari faktor-faktor penyebab kemajuan) dari faktor-faktor penyebab kemajuan dari wilayah pusat menuju daerahdari wilayah pusat menuju daerah
  • 8.
    Mekanisme pokok penghilanganMekanismepokok penghilangan kesenjangan:kesenjangan: ►Spread effectSpread effect, contoh: pembangunan, contoh: pembangunan suatu kota mendorong pertumbuhansuatu kota mendorong pertumbuhan kegiatan pertanian di pedesaan sekitarnyakegiatan pertanian di pedesaan sekitarnya ►Backwash effectBackwash effect, contoh: pertumbuhan, contoh: pertumbuhan suatu kota mengakibatkan perpindahansuatu kota mengakibatkan perpindahan modal dan sumber lain (tenaga ahli, listrik,modal dan sumber lain (tenaga ahli, listrik, transportasi) ke daerah lain yangtransportasi) ke daerah lain yang berdekatanberdekatan
  • 9.
    Menentukan batas wilayahMenentukanbatas wilayah pertumbuhanpertumbuhan ►Dilakukan dengan melihat fase-faseDilakukan dengan melihat fase-fase pertumbuhan suatu wilayah :pertumbuhan suatu wilayah : - Fase Praindustri- Fase Praindustri - Fase Industri Awal- Fase Industri Awal - Fase Transisi- Fase Transisi - Fase Integrasi Sosial- Fase Integrasi Sosial
  • 10.
    1. Fase Praindustri1.Fase Praindustri ►Wilayah belum berkembang, hanyaWilayah belum berkembang, hanya merupakan kota-kota kecil yang tersebarmerupakan kota-kota kecil yang tersebar hampir meratahampir merata ►Tidak ada dominasi antar kotaTidak ada dominasi antar kota ►Kondisi ekonomiKondisi ekonomi stagnantstagnant, hanya melayani, hanya melayani wilayahnya sendiriwilayahnya sendiri
  • 11.
    2. Fase IndustriAwal2. Fase Industri Awal ►Salah satu kota kecil berkembang lebihSalah satu kota kecil berkembang lebih cepat daripada kota lain karena punyacepat daripada kota lain karena punya kelebihankelebihan  Primate CityPrimate City ►Primate CityPrimate City menjadimenjadi Core regionCore region dandan mendominasi wilayah lainmendominasi wilayah lain ►Terjadi perpindahan SDM dan SDA dariTerjadi perpindahan SDM dan SDA dari wilayahwilayah peripheryperiphery (daerah pinggiran)(daerah pinggiran) menujumenuju primate cityprimate city
  • 12.
    3. Fase transisi3.Fase transisi ► Industri diIndustri di primate cityprimate city sudah berkembangsudah berkembang ► DominasiDominasi primate cityprimate city terhadap wilayah sekitarterhadap wilayah sekitar tidak sekuat fase sebelumnya karena di sekitartidak sekuat fase sebelumnya karena di sekitar primate cityprimate city sudah berkembang growth centersudah berkembang growth center yang lainyang lain ► SDA, SDM dan modal tidak terpusat lagi keSDA, SDM dan modal tidak terpusat lagi ke primate cityprimate city ► Belum stabil karena masih ada kantong-kantongBelum stabil karena masih ada kantong-kantong wilayah yang terbelakang (wilayah yang terbelakang (backwarnessbackwarness) di) di daerahdaerah peripheryperiphery
  • 13.
    4. Fase IntegrasiSosial4. Fase Integrasi Sosial ►Setiap kota telah berkembang sesuaiSetiap kota telah berkembang sesuai hierarkinya sehingga sudah terbentukhierarkinya sehingga sudah terbentuk pusat-pusat pertumbuhan lainpusat-pusat pertumbuhan lain ►Setiap wilayah telah terintegrasi secaraSetiap wilayah telah terintegrasi secara menyeluruh sehingga tidak ada lagimenyeluruh sehingga tidak ada lagi backwardnessbackwardness
  • 14.
    Bila semua wilayahtelah terintegrasiBila semua wilayah telah terintegrasi dengan wilayah lain secara fungsionaldengan wilayah lain secara fungsional maka akan terbentuk hierarki kota.maka akan terbentuk hierarki kota. Kota yang terbentuk secara hierarkiKota yang terbentuk secara hierarki tersebut berperan sebagai pusat-pusattersebut berperan sebagai pusat-pusat pertumbuhan di daerahnya danpertumbuhan di daerahnya dan berjenjang dari pusat pertumbuhanberjenjang dari pusat pertumbuhan pertama, kedua, ketiga... Dst.pertama, kedua, ketiga... Dst.
  • 15.
    Interaksi antara pusatpertumbuhan danInteraksi antara pusat pertumbuhan dan daerah sekitarnya baik secara sosial,daerah sekitarnya baik secara sosial, ekonomi, budaya dan iptek dapat terjadiekonomi, budaya dan iptek dapat terjadi dalam 2 bentuk:dalam 2 bentuk: ►Interaksi pada lingkup daerah yang sempitInteraksi pada lingkup daerah yang sempit  antara kota (antara kota (citycity) dan daerah sekitar kota) dan daerah sekitar kota ((country sidecountry side)) ►Interaksi pada lingkup daerah yang luasInteraksi pada lingkup daerah yang luas  antarkota atau antar wilayahantarkota atau antar wilayah
  • 16.
    Sistem keruangan padaSistemkeruangan pada pertumbuhan kota:pertumbuhan kota: ► Perbedaan keruangan menPerbedaan keruangan menyyebabkan keinginanebabkan keinginan untuk berinteraksi sehingga menimbulkan polauntuk berinteraksi sehingga menimbulkan pola perpindahan (perpindahan (pattern of movementpattern of movement)) ► Pada umumnya perpindahan dilakukan melaluiPada umumnya perpindahan dilakukan melalui jaringan jalan dari daerah pinggiran menuju pusatjaringan jalan dari daerah pinggiran menuju pusat pertumbuhanpertumbuhan ► Terjadi prosesTerjadi proses dekomposisidekomposisi (pembentukan pusat(pembentukan pusat atau nodes) di pusat-pusat wilayah karenaatau nodes) di pusat-pusat wilayah karena keunggulan beberapa lokasi pusat pertumbuhankeunggulan beberapa lokasi pusat pertumbuhan
  • 17.
    Tahap Pertumbuhan KotaTahapPertumbuhan Kota ►Stadium Pembentukan Inti KotaStadium Pembentukan Inti Kota. Merupakan. Merupakan tahap pembentukan Central Bussinesstahap pembentukan Central Bussiness District (CBD)District (CBD)  pembangunan gedungpembangunan gedung ►Stadium FormatifStadium Formatif. Perkembangan industri. Perkembangan industri dan teknologi meluas ke sektor laindan teknologi meluas ke sektor lain ►Stadium ModernStadium Modern. Semakin kompleks, mulai. Semakin kompleks, mulai timbul gejala penggabungan CBD-CBDtimbul gejala penggabungan CBD-CBD yang lainyang lain
  • 18.
    Teori-teori Pusat Pertumbuhan Teori Tempat Sentral (Central Place Theory)  Teori Kutub Pertumbuhan (Growth Poles Theory)
  • 19.
    TEORI TEMPAT SENTRAL Dikemukakan Walter Christaller  “Suatu lokasi pusat aktivitas yang melayani berbagai kebutuhan penduduk terletak pada suatu tempat yang sentral, yaitu suatu tempat atau kawasan yang memungkinkan partisipasi manusia yang jumlahnya maksimum, baik yang terlibat dalam aktivitas pelayanan maupun menjadi konsumen”
  • 20.
    Tempat sentral dapatberupa:  Kota-kota besar  Pusat perbelanjaan  Rumah sakit  Ibu kota propinsi  Kota kabupaten
  • 21.
    Berdasar teori tersebut,tempat central merupakan suatu titik simpul dari suatu bentuk heksagonal Tempat Central
  • 22.
    Hierarkhi tempat central K = 3 : Lokasi Pasar Optimal  K = 4 : Lokasi Transportasi Optimal  K = 7 : Lokasi Administrasi optimal
  • 23.
    K = 3 1/3 x 6 + 1 = 3 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3 1/3
  • 24.
    K = 4 ½ X 6 + 1 1/2 1/2 1/2 1/2 1/2 1/2
  • 25.
    K = 7 1 x 6 + 1 = 7 1 1 1 1 1 1
  • 26.
    Teori Kutub Pertumbuhan Dikemukakan oleh : Francois Perroux  “Pada kenyataannya, perkembangn di manapun adanya bukanlah merupakan suatu proses yang terjadi secara sentral, tetapi muncul di tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda-beda”  Tempat atau kawasan yang menjadi pusat pembangunan dinamakan pusat atau kutub pertumbuhan  Dari kutub-kutub tersebut selanjutnya proses pembangunan akan menyebar ke wilayah-wilayah lain di sekitarnya.
  • 27.
    Penerapan Pusat pertumbuhandi Indonesia  Merupakan gabungan dari teori Christaller dan Perroux  Kota-kota sebagai pusat pertumbuhan di Indonesia : Medan, Jakarta, Surabaya dan Makasar  Indonesia dibagi dalam 4 Region Utama
  • 28.
    1. Wilayah Pembangunanutama A (Pusat: Medan), terdiri atas:  Wilayah Pembangunan I, meliputi NAD dan Sumut, dengan pusat di Medan  Wilayah Pembangunan II, meliputi Sumbar dan Riau, dengan pusat di Pekanbaru
  • 29.
    2. Wilayah PembangunanUtama B (pusat: Jakarta) meliputi:  Wilayah Pembangunan III, meliputi Jambi, Sumsel,Babel dan Bengkulu, dengan pusat di Palembang  Wilayah Pembangunan IV, meliputi Lampung, Banten, DKI,Jabar, jateng dan DIY, dengan pusat di Jakarta  Wilayah Pembangunan V, meliputi Kalbar dengan pusat di Pontianak
  • 30.
    3. Wilayah PembangunanUtama C (pusat : Surabaya) meliputi:  Wilayah Pembangunan VI, meliputi Jatim dan Bali, dengan pusat di Surabaya  Wilayah Pembangunan VII, meliputi Kalteng, Kaltim dan kalsel, dengan pusat di Balikpapan dan Samarinda
  • 31.
    4. Wilayah PembangunanUtama D (pusat : makasar) meliputi:  Wilayah Pembangunan VIII, meliputi NTB, NTT, Sulsel, dan Sultra, dengan pusat di Makasar  Wilayah Pembangunan IX, meliputi Sulteng, Gorontalo dan Sulut, dengan pusat di Menado  Wilayah Pembangunan X, meliputi Maluku dan Papua, dengan pusat di Sorong