KONSEP WILAYAH danKONSEP WILAYAH dan
PERTUMBUHANPERTUMBUHAN5
MATERIMATERI
 Wilayah Formal dan Fungsional
 Pewilayahan Berdasarkan Fenomena
Geografis
 Pusat dan Batas Wilayah Pertumbuhan
 Penerapan Konsep Pewilayah di Indonesia
 Wilayah Formal dan Fungsional
 Pewilayahan Berdasarkan Fenomena
Geografis
 Pusat dan Batas Wilayah Pertumbuhan
 Penerapan Konsep Pewilayah di Indonesia
 Region adalah unit geografis yg memiliki
kriteria, batasan dan individualitas tertentu
 Individualitas ini terjadi karena di dalam
region ini terjadi interaksi yg kemudian
memberi ciri khas kepada region (ruang) itu
sendiri
 Oleh karena iru region merupakan suatu unit
geografi dari permukaan bumi yang memiliki
karakteristik teretentu yang membedakannya
dengan wilayah lain
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
 Region memilik ukuran yang bervariasi, mulai
dari yang apling luar sampai sangat sempit
yang memiliki komponen :
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Biotik
Abiotik
Kultural
 Komponen biotik
meliputi manusia,
hewan, dan tumbuhan
 Region memilik ukuran yang bervariasi, mulai
dari yang apling luar sampai sangat sempit
yang memiliki komponen :
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Biotik
Abiotik
Kultural
 Komponen abiotik
meliputi air, tanah,
dan udara
 Region memilik ukuran yang bervariasi, mulai
dari yang apling luar sampai sangat sempit
yang memiliki komponen :
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Biotik
Abiotik
Kultural
 Komponen kultural
meliputi kebudayaan
dan teknologi
 Dengan demikian penggolongan wilayah
dapat dilakukan dengan mengacu pada
keadaan alam dan tingkat kebudayaan
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Keadan Alam
Tingkat Kultural
 Penggolangan dengan
keadaan alam
dibedakan lagi
berdasarkan iklim, releif
dan vegetasi
 Misal Relief : Dt Rendah
Dt Tinggi, dst
 Penggolangan dengan
keadaan alam
dibedakan lagi
berdasarkan iklim, releif
dan vegetasi
 Misal Relief : Dt Rendah
Dt Tinggi, dst
 Dengan demikian penggolongan wilayah
dapat dilakukan dengan mengacu pada
keadaan alam dan tingkat kebudayaan
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Keadan Alam
Tingkat Kultural
 Penggolangan dengan
tingkat kultural,
misalnya : negara maju,
pertanian, perkotaan,
pedesaan dst
 Penggolangan dengan
tingkat kultural,
misalnya : negara maju,
pertanian, perkotaan,
pedesaan dst
 Konsep wilayah sebagai pendekatan/analisis,
dikembangkan dengan memeplajari fenomena
geografis dalam onsep intere;lasi dan interkasi
keruangan yang mengacu pada persebaran
 Dengan Menggunkan pendekatan regional, maka
wilayah dibedakan menjadi :
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Wilayah Formal/Uniform region
Wilayah Fungsional/Nodal region
 Merupakan wilayah geografis yang memiliki
keseragaman atau kesamaan berdasarkan kriteria
tertentu
 Misalnya ; daerah pedesaan, petanian dst
 Kesamaan ini menjadi sifat/karakteritik wilayah yang
membedakan dengan wialyah lain
 Pada awalnya kriteri yang digunakan bersifa
alamiah, kemudian berkembang menggunkan
kriteria ekonomi, industri, pemukiman dan
sebagainya
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Wilayah Formal/Uniform region
 Merupakan suatu wilayah yang di dalamnya
terdapat banyak hal yang di atur oleh beberapa
pusat kegiatan yang satu sama lain saling
berhubungan
 Misalnya : Kota terdapat berbagai pusat kegiatan
ada CBD, Perkantoran, Pasar dan setrusnya yang
satu sama lain dihubungan dengan jaringan jalan
raya
 Wilayah Fungsional lebih bersifat dinamis
dibandingkan dengan wilayah formal
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Wilayah Fungsional/Nodal region
Wilayah Formal danWilayah Formal dan
FungsionalFungsionalA
Wilayah Fungsional/Nodal region
 Di permukaan bumi terjadi berbagai
fenomena geografis, dimana fenomena
tersebut dapat diklasifikasikan dalam
beberapa kriteria
 Misalnya ; Desa Nelayan, desa Industri, desa
swasembada, kota udang, kota hujan, hutan
bakau, hutan cemara dst
 Proses pengklasifikasikan dalm geografi telag
berlangsung lama yang dikenal dengan
regionaliasi ( pengwilayahan)
Pewilayahan MenurutPewilayahan Menurut
Fenomena GeografisFenomena GeografisB
 Perlu dipahami bahwa bahwa tidak ada
batasan luas terhadap region, oleh
karena itu penentuan kriteria dan
batasan region harus “bermakna”
(meaningfull )
 Iklim, topografi, jenis tanah, kebudayaan,
bahasa, suku bangsa, tingkat
kesejahteraan penduduk adalah
kriteria/karakteristik dari keseragaman
pembentuk wilayah
Pewilayahan MenurutPewilayahan Menurut
Fenomena GeografisFenomena GeografisB
 Dengan demikian penentuan suatu wilayah
sebagai suatu region, didasarkan kriteria
adanya :
Kesatuan Bentuk
Kesatuan Ruang
Kesatuan Fungsi
 Yang mencirikan keseragaman gejala sebagai
hasil distribusi, interelasi dan interaksi unsur-
unsur geografi didalamnya
Pewilayahan MenurutPewilayahan Menurut
Fenomena GeografisFenomena GeografisB
 Pengwilayahan dapat dilakukan dengan
berbagai cara diantaranya :
Pewilayahan MenurutPewilayahan Menurut
Fenomena GeografisFenomena GeografisB
Natural Region
Single Feature Region
Specefic Region
Generic Reegion
 Suatu wilayah dikataskan sebagai pusat
pertumbuhan apabila wilayah tersebut
memiliki :
Pusat dan BatasPusat dan Batas
Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC
Perkembagannya Cepat
Pertumbuhan Cepat
Kegiatan Ekonomi Ramai
Pembanguna Menonjol
 Suatu wilayah dikataskan sebagai pusat
pertumbuhan apabila wilayah tersebut
memiliki :
Pusat dan BatasPusat dan Batas
Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC
Perkembagannya Cepat
Pertumbuhan Cepat
Kegiatan Ekonomi Ramai
Pembanguna Menonjol
 Oleh karena itu suatu wilayah memiliki
potensi untuk berkembang dan menjadi
pusat pertumbuhan di dukng oleh :
Pusat dan BatasPusat dan Batas
Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC
Kondisi Geografis
Potensi Sumber Daya Alam
Jaringan Transportasi
Potensi Sumbe Daya Manusia
Pusat dan BatasPusat dan Batas
Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC
Pusat Pertumbuhan Potensi Wilayah
Pusat Pertumbuhan Teori Tempat Sentral
Pusat Pertumbuhan Teori Kutub
 Berdarkan faktor tersebut, untuk
mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan
dilakukan berbagai pendekatan yaitu :
 Suatu wilayah dikataskan sebagai pusat
pertumbuhan apabila wilayah tersebut
memiliki :
Pusat dan BatasPusat dan Batas
Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC
Perkembagannya Cepat
Pertumbuhan Cepat
Kegiatan Ekonomi Ramai
Pembanguna Menonjol
 Batas wilayah pertumbhan diasumsikan
sebagai batas pengaruh wilayah pusat
pertumbuhan terhadap wilayah
sekitarnya
 Untuk mengetahui batas pengaruh dapat
dilakukan dengan menggunakan :
Pusat dan BatasPusat dan Batas
Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC
Teori Model Gravitasi
Teori Titik Henti/Balik
 Ke dua model (teori) diatas dapat
digunakan untuk menhitung :
Pusat dan BatasPusat dan Batas
Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC
Aliran transportasi (lalu lintas)
Migrasi penduduk antar dua wilayah
Jumlah penduduk yan cenderung
menggunkan tempat pusat
 Dalam rangka
pemerataan
kemakmuran, maka
pembangunan di
tekankan pasa sektor
pertanian dan
industri
 Untuk itu pemerintah
menyusun Rencana
Tata Ruang Wilayah
(RTRW) dalam
lingkup nasional
Penerapan KonsepPenerapan Konsep
Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
 Rencana tersbut bertujuan untuk :
Penerapan KonsepPenerapan Konsep
Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
Untuk mencapai delapan jalur pemerataan
pembangunan ekonomi
Memudahkan koordinasi di setiap wilayah
dalam rangka memantau laju pembanguna
Pemerataan pembangunan ekonomi
Membendung arus migrasi /urbanisasi
 Untuk mencapai tujuan tersebut, wilayah Pusat
perumbuhan Pembangunan dikelompokk menjadi
:
Penerapan KonsepPenerapan Konsep
Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
1. Wil Pemabnguna Utama A,
pusat pertumbuhan di MEDAN
2. Wil Pemabnguna Utama B,
pusat pertumbuhan di JAKARTA
3. Wil Pemabnguna Utama C,
pusat pertumbuhan di SURABAYA
4. Wil Pemabnguna Utama D
pusat pertumbuhan di MAKASSAR
 Setiap wilayah Pusat Pembangunan dikelompokk
ke dalam sub wil pembangunan yang berjumlah 10
wilayah
Wilayah
Pembangunan
Utama
Pusat
Pertumbuhan
Subwilayah
Pembangunan
Kota yang dikembangkan
meliputi daerah
Provinsi
A Medan I Aceh dan Sumatera Utara
Berpusat di Medan
II Sumatera Barat, Riau
Berpusat di Pekanbaru
Penerapan KonsepPenerapan Konsep
Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
Wilayah
Pembangunan
Utama
Pusat
Pertumbuhan
Subwilayah
Pembangunan
Kota yang dikembangkan
meliputi daerah Provinsi
B Jakarta III Jambi, Sumatera Selatan,
dan Bengkulu
Berpusat di Palembang
IV Lampung, Jawa Barat, Jawa
Tengah, dan D.I Yogyakarta
Berpusat di Jakarta
VI Kalimantan Barat
Berpusat di Pontianak
Penerapan KonsepPenerapan Konsep
Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
 Setiap wilayah Pusat Pembangunan dikelompokk
ke dalam sub wil pembangunan yang berjumlah 10
wilayah
Wilayah
Pembangunan
Utama
Pusat
Pertumbuhan
Subwilayah
Pembangunan
Kota yang dikembangkan
meliputi daerah Provinsi
C Surabaya V Jawa Timur dan Bali
Berpusat di Surabaya
VII Kalimatan Selatan, kalimantan
Tengah dan kalimantan Timur
Berpusat di Balikpapan dan
Samarinda
Penerapan KonsepPenerapan Konsep
Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
 Setiap wilayah Pusat Pembangunan dikelompokk ke dalam
sub wil pembangunan yang berjumlah 10 wilayah
Wilayah
Pembangunan
Utama
Pusat
Pertumbuhan
Subwilayah
Pembangunan
Kota yang dikembangkan
meliputi daerah Provinsi
D Makassar VIII Nusa Tenggara Barat,
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan dan
Sulawesi Tenggara.
Berpusat di Makassar
IX Sulawesi Tengah dan
Sulawesi Utara
Berpusat di Menado
X Maluku dan Papua
Berpusat di Sorong
Penerapan KonsepPenerapan Konsep
Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
 Setiap wilayah Pusat Pembangunan dikelompokk ke dalam
sub wil pembangunan yang berjumlah 10 wilayah

Konsep wilayah dan pertumbuhan

  • 1.
    KONSEP WILAYAH danKONSEPWILAYAH dan PERTUMBUHANPERTUMBUHAN5 MATERIMATERI  Wilayah Formal dan Fungsional  Pewilayahan Berdasarkan Fenomena Geografis  Pusat dan Batas Wilayah Pertumbuhan  Penerapan Konsep Pewilayah di Indonesia  Wilayah Formal dan Fungsional  Pewilayahan Berdasarkan Fenomena Geografis  Pusat dan Batas Wilayah Pertumbuhan  Penerapan Konsep Pewilayah di Indonesia
  • 2.
     Region adalahunit geografis yg memiliki kriteria, batasan dan individualitas tertentu  Individualitas ini terjadi karena di dalam region ini terjadi interaksi yg kemudian memberi ciri khas kepada region (ruang) itu sendiri  Oleh karena iru region merupakan suatu unit geografi dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik teretentu yang membedakannya dengan wilayah lain Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA
  • 3.
     Region memilikukuran yang bervariasi, mulai dari yang apling luar sampai sangat sempit yang memiliki komponen : Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA Biotik Abiotik Kultural  Komponen biotik meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan
  • 4.
     Region memilikukuran yang bervariasi, mulai dari yang apling luar sampai sangat sempit yang memiliki komponen : Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA Biotik Abiotik Kultural  Komponen abiotik meliputi air, tanah, dan udara
  • 5.
     Region memilikukuran yang bervariasi, mulai dari yang apling luar sampai sangat sempit yang memiliki komponen : Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA Biotik Abiotik Kultural  Komponen kultural meliputi kebudayaan dan teknologi
  • 6.
     Dengan demikianpenggolongan wilayah dapat dilakukan dengan mengacu pada keadaan alam dan tingkat kebudayaan Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA Keadan Alam Tingkat Kultural  Penggolangan dengan keadaan alam dibedakan lagi berdasarkan iklim, releif dan vegetasi  Misal Relief : Dt Rendah Dt Tinggi, dst  Penggolangan dengan keadaan alam dibedakan lagi berdasarkan iklim, releif dan vegetasi  Misal Relief : Dt Rendah Dt Tinggi, dst
  • 7.
     Dengan demikianpenggolongan wilayah dapat dilakukan dengan mengacu pada keadaan alam dan tingkat kebudayaan Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA Keadan Alam Tingkat Kultural  Penggolangan dengan tingkat kultural, misalnya : negara maju, pertanian, perkotaan, pedesaan dst  Penggolangan dengan tingkat kultural, misalnya : negara maju, pertanian, perkotaan, pedesaan dst
  • 8.
     Konsep wilayahsebagai pendekatan/analisis, dikembangkan dengan memeplajari fenomena geografis dalam onsep intere;lasi dan interkasi keruangan yang mengacu pada persebaran  Dengan Menggunkan pendekatan regional, maka wilayah dibedakan menjadi : Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA Wilayah Formal/Uniform region Wilayah Fungsional/Nodal region
  • 9.
     Merupakan wilayahgeografis yang memiliki keseragaman atau kesamaan berdasarkan kriteria tertentu  Misalnya ; daerah pedesaan, petanian dst  Kesamaan ini menjadi sifat/karakteritik wilayah yang membedakan dengan wialyah lain  Pada awalnya kriteri yang digunakan bersifa alamiah, kemudian berkembang menggunkan kriteria ekonomi, industri, pemukiman dan sebagainya Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA Wilayah Formal/Uniform region
  • 10.
     Merupakan suatuwilayah yang di dalamnya terdapat banyak hal yang di atur oleh beberapa pusat kegiatan yang satu sama lain saling berhubungan  Misalnya : Kota terdapat berbagai pusat kegiatan ada CBD, Perkantoran, Pasar dan setrusnya yang satu sama lain dihubungan dengan jaringan jalan raya  Wilayah Fungsional lebih bersifat dinamis dibandingkan dengan wilayah formal Wilayah Formal danWilayah Formal dan FungsionalFungsionalA Wilayah Fungsional/Nodal region
  • 11.
    Wilayah Formal danWilayahFormal dan FungsionalFungsionalA Wilayah Fungsional/Nodal region
  • 12.
     Di permukaanbumi terjadi berbagai fenomena geografis, dimana fenomena tersebut dapat diklasifikasikan dalam beberapa kriteria  Misalnya ; Desa Nelayan, desa Industri, desa swasembada, kota udang, kota hujan, hutan bakau, hutan cemara dst  Proses pengklasifikasikan dalm geografi telag berlangsung lama yang dikenal dengan regionaliasi ( pengwilayahan) Pewilayahan MenurutPewilayahan Menurut Fenomena GeografisFenomena GeografisB
  • 13.
     Perlu dipahamibahwa bahwa tidak ada batasan luas terhadap region, oleh karena itu penentuan kriteria dan batasan region harus “bermakna” (meaningfull )  Iklim, topografi, jenis tanah, kebudayaan, bahasa, suku bangsa, tingkat kesejahteraan penduduk adalah kriteria/karakteristik dari keseragaman pembentuk wilayah Pewilayahan MenurutPewilayahan Menurut Fenomena GeografisFenomena GeografisB
  • 14.
     Dengan demikianpenentuan suatu wilayah sebagai suatu region, didasarkan kriteria adanya : Kesatuan Bentuk Kesatuan Ruang Kesatuan Fungsi  Yang mencirikan keseragaman gejala sebagai hasil distribusi, interelasi dan interaksi unsur- unsur geografi didalamnya Pewilayahan MenurutPewilayahan Menurut Fenomena GeografisFenomena GeografisB
  • 15.
     Pengwilayahan dapatdilakukan dengan berbagai cara diantaranya : Pewilayahan MenurutPewilayahan Menurut Fenomena GeografisFenomena GeografisB Natural Region Single Feature Region Specefic Region Generic Reegion
  • 16.
     Suatu wilayahdikataskan sebagai pusat pertumbuhan apabila wilayah tersebut memiliki : Pusat dan BatasPusat dan Batas Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC Perkembagannya Cepat Pertumbuhan Cepat Kegiatan Ekonomi Ramai Pembanguna Menonjol
  • 17.
     Suatu wilayahdikataskan sebagai pusat pertumbuhan apabila wilayah tersebut memiliki : Pusat dan BatasPusat dan Batas Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC Perkembagannya Cepat Pertumbuhan Cepat Kegiatan Ekonomi Ramai Pembanguna Menonjol
  • 18.
     Oleh karenaitu suatu wilayah memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi pusat pertumbuhan di dukng oleh : Pusat dan BatasPusat dan Batas Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC Kondisi Geografis Potensi Sumber Daya Alam Jaringan Transportasi Potensi Sumbe Daya Manusia
  • 19.
    Pusat dan BatasPusatdan Batas Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC Pusat Pertumbuhan Potensi Wilayah Pusat Pertumbuhan Teori Tempat Sentral Pusat Pertumbuhan Teori Kutub  Berdarkan faktor tersebut, untuk mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan dilakukan berbagai pendekatan yaitu :
  • 20.
     Suatu wilayahdikataskan sebagai pusat pertumbuhan apabila wilayah tersebut memiliki : Pusat dan BatasPusat dan Batas Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC Perkembagannya Cepat Pertumbuhan Cepat Kegiatan Ekonomi Ramai Pembanguna Menonjol
  • 21.
     Batas wilayahpertumbhan diasumsikan sebagai batas pengaruh wilayah pusat pertumbuhan terhadap wilayah sekitarnya  Untuk mengetahui batas pengaruh dapat dilakukan dengan menggunakan : Pusat dan BatasPusat dan Batas Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC Teori Model Gravitasi Teori Titik Henti/Balik
  • 22.
     Ke duamodel (teori) diatas dapat digunakan untuk menhitung : Pusat dan BatasPusat dan Batas Wilayah PertumbuhanWilayah PertumbuhanC Aliran transportasi (lalu lintas) Migrasi penduduk antar dua wilayah Jumlah penduduk yan cenderung menggunkan tempat pusat
  • 23.
     Dalam rangka pemerataan kemakmuran,maka pembangunan di tekankan pasa sektor pertanian dan industri  Untuk itu pemerintah menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dalam lingkup nasional Penerapan KonsepPenerapan Konsep Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
  • 24.
     Rencana tersbutbertujuan untuk : Penerapan KonsepPenerapan Konsep Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD Untuk mencapai delapan jalur pemerataan pembangunan ekonomi Memudahkan koordinasi di setiap wilayah dalam rangka memantau laju pembanguna Pemerataan pembangunan ekonomi Membendung arus migrasi /urbanisasi
  • 25.
     Untuk mencapaitujuan tersebut, wilayah Pusat perumbuhan Pembangunan dikelompokk menjadi : Penerapan KonsepPenerapan Konsep Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD 1. Wil Pemabnguna Utama A, pusat pertumbuhan di MEDAN 2. Wil Pemabnguna Utama B, pusat pertumbuhan di JAKARTA 3. Wil Pemabnguna Utama C, pusat pertumbuhan di SURABAYA 4. Wil Pemabnguna Utama D pusat pertumbuhan di MAKASSAR
  • 26.
     Setiap wilayahPusat Pembangunan dikelompokk ke dalam sub wil pembangunan yang berjumlah 10 wilayah Wilayah Pembangunan Utama Pusat Pertumbuhan Subwilayah Pembangunan Kota yang dikembangkan meliputi daerah Provinsi A Medan I Aceh dan Sumatera Utara Berpusat di Medan II Sumatera Barat, Riau Berpusat di Pekanbaru Penerapan KonsepPenerapan Konsep Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD
  • 27.
    Wilayah Pembangunan Utama Pusat Pertumbuhan Subwilayah Pembangunan Kota yang dikembangkan meliputidaerah Provinsi B Jakarta III Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu Berpusat di Palembang IV Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan D.I Yogyakarta Berpusat di Jakarta VI Kalimantan Barat Berpusat di Pontianak Penerapan KonsepPenerapan Konsep Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD  Setiap wilayah Pusat Pembangunan dikelompokk ke dalam sub wil pembangunan yang berjumlah 10 wilayah
  • 28.
    Wilayah Pembangunan Utama Pusat Pertumbuhan Subwilayah Pembangunan Kota yang dikembangkan meliputidaerah Provinsi C Surabaya V Jawa Timur dan Bali Berpusat di Surabaya VII Kalimatan Selatan, kalimantan Tengah dan kalimantan Timur Berpusat di Balikpapan dan Samarinda Penerapan KonsepPenerapan Konsep Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD  Setiap wilayah Pusat Pembangunan dikelompokk ke dalam sub wil pembangunan yang berjumlah 10 wilayah
  • 29.
    Wilayah Pembangunan Utama Pusat Pertumbuhan Subwilayah Pembangunan Kota yang dikembangkan meliputidaerah Provinsi D Makassar VIII Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Berpusat di Makassar IX Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara Berpusat di Menado X Maluku dan Papua Berpusat di Sorong Penerapan KonsepPenerapan Konsep Pewilayah di IndonesiaPewilayah di IndonesiaD  Setiap wilayah Pusat Pembangunan dikelompokk ke dalam sub wil pembangunan yang berjumlah 10 wilayah