Buhori Muslim
Sistem Radiks Himpunan/elemen Digit Contoh
Desimal r=10
r=2
r=16
r= 8
{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9} 25510
Biner
{0,1,2,3,4,5,6,7} 3778
{0,1} 111111112
{0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A, B, C, D, E, F} FF16
Oktal
Heksadesimal
Biner 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101 1110 1111
Heksa 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F
Desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
 Sistem bilangan decimal adalah sistem bilangan yang banyak
dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem ini
menggunakan radix atau base 10. Bilangan Base 10 artinya
bilangan yang memiliki perpangkatan 10 (semisal 100, 101, 102, dan
lain sebagainya). Bilangan yang ada dalam sistem bilangan ini
antara lain adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.
 Sebagai contoh adalah bilangan 157(10). Hasil dari Bilangan decimal
157(10) adalah :
 157(10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1).
 Desimal to Biner
 Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode
pembagian dengan angka 2 sampai hasil terakhir 0. Mari kita perhatikan
contohnya!
205(10)
205 : 2 = 102 sisa 1
102 : 2 = 51 sisa 0
51 : 2 = 25 sisa 1
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1 : 2 = 0 sisa 1
Maka hasilnya:
205(10) = 11001101(2)
Note:
Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah
yang berarti 11001101(2)
 Desimal to Biner
 Konversi 17910 ke biner:
179 / 2 = 89 sisa 1
/ 2 = 44 sisa 1
/ 2 = 22 sisa 0
/ 2 = 11 sisa 0
/ 2 = 5 sisa 1
/ 2 = 2 sisa 1
/ 2 = 1 sisa 0
/ 2 = 0 sisa 1
  17910 = 101100112
 Desimal to Biner
 9 (10) = . . . . (2)
 Apabila hasilnya sisa “1” atau “0” tulis sisanya di
bagian samping. Dan penulisan hasil bilangan
biner dimulai dari urutan paling bawah
 Desimal to Oktal
 Konversi 17910 ke oktal:
179 / 8 = 22 sisa 3
/ 8 = 2 sisa 6
/ 8 = 0 sisa 2
  17910 = 2638
 Desimal to Oktal
 533 (10) = . . . . . . . . (8)
 Desimal to Heksadesimal
 Konversi 17910 ke hexadesimal:
179 / 16 = 11 sisa 3
/ 16 = 0 sisa 11 (dlm hexadesimal berarti B)
  17910 = B316
 Desimal to Heksadesimal
 2479 (10) = . . . . . . . .(16)
 3510=…..2
 5010=….2
 4310=….2
 14010=….16
 5610=….16
 8910=….16
 2610=….8
 6610=….8
 5610=….8
 Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan
dengan base 2. Bilangan Base 2 artinya
bilangan yang memiliki perpangkatan 2
(semisal 20, 21, 22, dan lain sebagainya).
Bilangan yang ada dalam sistem bilangan ini
antara lain adalah 0 dan 1.
 Biner to Desimal
 Perhatikan contoh di bawah ini merupakan
contoh konversi atau mengubah dari
bilangan biner ke dalam bilangan decimal.
 1110(2) = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)
= 8 + 4 + 2 + 0
= 14
 Biner to Desimal
 1011(2) = . . . . . . . (10)
 Biner to Oktal
konversikan 101100112 ke bilangan oktal
Jawab :10 110 011
2 6 3
 Jadi 101100112 = 2638
 100011002=14010
 1010101002=34010
 1100102=….8
 10101012=….8
 11101102=….16
 111100012=….16
 Sistem bilangan heksadesimal adalah sistem
bilangan dengan base 16. Bilangan Base 16
artinya bilangan yang memiliki perpangkatan
16 (semisal 160, 161, 162, dan lain sebagainya).
Bilangan yang ada dalam sistem bilangan ini
antara lain adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A,
B, C, D, E, dan F. Karena Heksadesimal
merupakan pangkat dari dua, maka
Heksadesimal berkaitan dengan prinsip biner.
 Heksa to Desimal
 9AF (16) = . . . . . . . . (10)
 Heksadesimal to Biner
DIGIT HEKSADESIMAL DIGIT BINER
0000 0
0001 1
0010 2
0011 3
0100 4
0101 5
0110 6
0111 7
1000 8
1001 9
1010 A
1011 B
1100 C
1101 D
1110 E
1111 F
 Heksadesimal to Biner
 Ubahlah bilangan heks 5D9316 menjadi bilangan
biner!
5 = 0101
D = 1101
9 = 1001
3 = 0011
Note:
 Jadi bilangan biner untuk heks 5D9316 adalah
0101110110010011
 4D16=….2
 2A16=….2
 D616=….8
 F416=….8
 3B16=….8
 Sistem bilangan octal adalah
sistem bilangan dengan
base 8. Bilangan Base 8
artinya bilangan yang
memiliki perpangkatan 8
(semisal 80, 81, 82, dan lain
sebagainya). Bilangan yang
ada dalam sistem bilangan
ini antara lain adalah 0, 1, 2,
3, 4, 5, 6, dan 7. Karena octal
merupakan pangkat dari
dua, maka octal berkaitan
dengan prinsip biner.
DIGIT OCTAL DIGIT BINER
0000 0
0001 1
0010 2
0011 3
0100 4
0101 5
0110 6
0111 7
 Oktal to Desimal
 1025 (8) = . . . . . . . . . (10)
 Oktal to Biner
 Ubahlah bilangan oktal 63058 menjadi
bilangan biner!
6 3 0 5
110 011 000 101
Note:
 Masing-masing digit oktal diganti dengan
ekivalens 3 bit (biner)
 Oktal to Biner
2638 ke bilangan biner.
Jawab: 2 6 3
010 110 011
Jadi 2638 = 0101100112 Karena 0 didepan tidak
ada artinya kita bisa menuliskan 101100112
 358=….2
 438=….2
 608=….2
 328=….10
 418=….10
 608=….10
 568=….16
 758=….16
 378=….16
 Penjumlahan Bilangan Biner
 10110 (2) + 1011
Konversikan Bilangan di Bawah ini
 8910 = ……16
 3678 = ……2
 29A16 = ……10
 1101112 = …….8
 35910 = ……2
 4728 = ……16
 110102 = ……10
 7FD16 = ……8
 Konversi 8910 ke hexadesimal:
89 / 16 = 5 sisa 9
8910 = 5916
 Konversi 3678 ke biner:
3 = 011 ; 6 = 110 ; 7 = 111
» 0111101112 = 111101112
 Konversi 110102 ke desimal:
= 124 + 123 +022 + 121 + 020
= 16 + 8 + 2 = 2610
Jawaban
 Konversi 7FD16 ke oktal:
7 = 0111 ; F = 1111 ; D = 1101
0111111111012 = 111111111012
111111111012 = 37758
» 7FD16 = 37758
 Konversi 29A16 ke desimal:
= 2162 + 9161 + A160
= 512 + 144 + 10 = 66610
 Konversi 1101112 ke Oktal
110= 6 ; 111 = 7  1101112 = 678
 Konversi 35910 ke biner
359 / 2 = 179 sisa 1 (LSB)
/ 2 = 89 sisa 1
/ 2 = 44 sisa 1
/ 2 = 22 sisa 0
/ 2 = 11 sisa 0
/ 2 = 5 sisa 1
/ 2 = 2 sisa 1
/ 2 = 1 sisa 0
/ 2 = 0 sisa = 1 (MSB)
  35910 = 1011001112
 Konversi 4728 ke hexadecimal = 314
 4728 = 1001110102
 4 7 2
 100 111 010
 1001110102 = 13A16
 11012 = 123 + 122 + 120
= 8 + 4 + 1 = 1310
 5728 = 582 + 781 + 280
= 320 + 56 + 16 = 39210
 2A16 = 2161 + 10160
= 32 + 10 = 4210
1. Carilah hasil konversi desimal ke biner di bawah ini
a. 25 (10) = . . . . . . (2)
b. 33 (10) = . . . . . . (2)
2. Carilah hasil konversi biner ke desimal di bawah ini
a. 11101(2) = . . . . . (10)
b. 1010101(2) = . . . . . . (10)
c. 11101110 (2) = . . . . . .(10)
3. Carilah konversi desimal ke oktal di bawah ini
a. 875 (10) = . . . . . . .(8)
b. 453 (10)= . . . . . . . (8)
4. Carilah Konversi Oktal ke desimal dibawah ini
a. 564 (8) = . . . . . . .(10)
b. 246 (8) = . . . . . . .(10)
5. Carilah konversi hexadesimal ke desimal dibawah ini
34FA (16) = . . . . . . .(10)
Konversikan Bilangan di Bawah ini
 8910 = ……16
 3678 = ……2
 110102 = ……10
 7FD16 = ……8
 29A16 = ……10
 1101112 = …….8
 35910 = ……2
 4728 = ……16
 Konversi 8910 ke hexadesimal:
89 / 16 = 5 sisa 9
8910 = 5916
 Konversi 3678 ke biner:
3 = 011 ; 6 = 110 ; 7 = 111
» 0111101112 = 111101112
 Konversi 110102 ke desimal:
= 124 + 123 +022 + 121 + 020
= 16 + 8 + 2 = 2610
Jawaban
 Konversi 7FD16 ke oktal:
7 = 0111 ; F = 1111 ; D = 1101
0111111111012 = 111111111012
111111111012 = 37758
» 7FD16 = 37758
 Konversi 29A16 ke desimal:
= 2162 + 9161 + A160
= 512 + 144 + 10 = 66610
 Konversi 1101112 ke Oktal
110= 6 ; 111 = 7  1101112 = 678
 Konversi 35910 ke biner
359 / 2 = 179 sisa 1 (LSB)
/ 2 = 89 sisa 1
/ 2 = 44 sisa 1
/ 2 = 22 sisa 0
/ 2 = 11 sisa 0
/ 2 = 5 sisa 1
/ 2 = 2 sisa 1
/ 2 = 1 sisa 0
/ 2 = 0 sisa = 1 (MSB)
  35910 = 1011001112
 Konversi 4728 ke hexadecimal = 314
 4728 = 1001110102
4 7 2
100 111 010
 1001110102 = 13A16
 Komputer secara umum bekerja dengan
beberapa jumlah bit khusus. Kumpulan yang
Umum adalah bit tunggal, kelompok empat
bit (disebut nibbles), kelompok delapan bit
(disebut byte), kelompok 16 bit (disebut
word), dan lain-lain.
 "Unit" paling kecil dari data pada komputer biner adalah
satu bit tunggal.
 satu bit tunggal mampu merepresentasikan hanya dua
nilai yang berbeda (secara tipikal nol atau satu)
 Anda bisa merepresentasikan dua item data apapun yang
berbeda dengan satu bit tunggal. Contoh meliputi nol atau
satu, benar atau salah, on atau off, pria atau wanita. Anda
tidak dibatasi untuk merepresentasikan jenis data biner
(yaitu, objek yang hanya mempunyai dua nilai yang
berbeda).
 Data adalah apa yang anda ingin definisikan.
 Jika anda menggunakan bit untuk merepresentasikan
suatu nilai boolean (benar/salah) maka bit itu (oleh
definisi anda) merepresentasikan benar atau salah.
 Agar bit mempunyai maksud/arti yang benar, anda harus
konsisten. Maka, jika anda sedang menggunakan bit
untuk merepresentasikan benar atau salah di dalam
program anda, anda tidak boleh menggunakan nilai
benar/salah yang disimpan dalam bit tsb untuk
merepresentasikan merah atau biru.
 nibble adalah satu koleksi empat bit. Ia bukan
merupakan jenis data yang menarik kecuali dua
item: bilangan BCD (binary coded decimal) dan
bilangan berbasis enambelas.
 Ia menggunakan empat bit untuk
merepresentasikan satu BCD tunggal atau digit
hexadecimal. Dengan suatu nibble, kita bisa
merepresentasikan sampai dengan 16 nilai berbeda.
 Dalam kasus bilangan berbasis enambelas,
nilai dapat berupa 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A,
B, C, D, E, dan F direpresentasikan dengan
empat bit. BCD menggunakan sepuluh angka
berbeda (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)
 Struktur data terpenting yang digunakan oleh
mikroprosesor 80x86 adalah byte. Sebuah byte
terdiri dari delapan bit dan adalah datum
addressable paling kecil (data item) pada
mikroprosesor 80x86.
 Memori Utama dan alamat I/O pada 80x86 adalah
semua alamat byte. Artinya bahwa item paling kecil
yang mungkin diakses secara individu oleh satu
program 80x86 adalah nilai delapan-bit.
 Bit dalam satu byte secara normal dinomori
dari nol sampai tujuh menggunakan konvensi
di dalam gambar 1.1.
 Bit 0 adalah urutan bit terendah atau bit
paling tidak berarti (signifikan), bit 7 adalah
urutan bit paling berarti (signifikan) dari byte.
Kita akan mengacu pada penomoran semua
bit lain.
Gambar 1.1: Penomoran Bit dalam satu Byte
 Perhatikan bahwa satu byte juga berisi persis dua
nibble (lihat gambar 1.2).
Gambar 1.2: Dua Nibbles dalam satu Byte
 Sebuah word adalah kelompok 16 bit. Kita akan
menomori bit dalam word mulai dari nol sampai
dengan lima belas. Penomoran bit muncul di gambar
1.3.
Gambar 1.3: Nomor Bit dalam Word
 Seperti byte, bit 0 adalah urutan bit terendah dan bit 15
adalah urutan bit tertinggi.
 Perhatikan bahwa satu word berisi persis dua byte.
Bit 0 sampai 7 membentuk urutan byte terendah,
bit 8 hingga 15 membentuk urutan byte tertinggi
(lihat gambar 1.4).
Gambar 1.4: Dua Bytes dalam Word
 Secara alami, satu word mungkin saja dipecah ke
dalam empat nibble seperti diperlihatkan di dalam
gambar 1.5.
Gambar 1.5: Nibble dalam Sebuah Word
 Nibble nol adalah nibble urutan terendah
dalam word dan nibble tiga adalah nible
urutan tertinggi dari word. Dua nibble lain
adalah “nibble satu” atau “nibble dua”.
 Dengan 16 bit, anda bisa merepresentasikan
216 (65,536) nilai yang berbeda. Ini bisa
menjadi nilai dalam jangkauan 0..65,535
(atau, sebagai kasus biasanya, -
32,768..+32,767) atau jenis data lain apapun
tanpa lebih dari 65,536 nilai.
 Digital Principles and Applications, Leach-
Malvino, McGraw-Hill
 Sistem Diugital konsep dan aplikasi, freddy
kurniawan, ST.
 Elektronika Digiltal konsep dasar dan
aplikasinya, Sumarna, GRAHA ILMU

Pertemuan 4 & 5 sistem bilangan & org. data

  • 1.
  • 2.
    Sistem Radiks Himpunan/elemenDigit Contoh Desimal r=10 r=2 r=16 r= 8 {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9} 25510 Biner {0,1,2,3,4,5,6,7} 3778 {0,1} 111111112 {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A, B, C, D, E, F} FF16 Oktal Heksadesimal Biner 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101 1110 1111 Heksa 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F Desimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
  • 3.
     Sistem bilangandecimal adalah sistem bilangan yang banyak dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem ini menggunakan radix atau base 10. Bilangan Base 10 artinya bilangan yang memiliki perpangkatan 10 (semisal 100, 101, 102, dan lain sebagainya). Bilangan yang ada dalam sistem bilangan ini antara lain adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9.  Sebagai contoh adalah bilangan 157(10). Hasil dari Bilangan decimal 157(10) adalah :  157(10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1).
  • 4.
     Desimal toBiner  Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sampai hasil terakhir 0. Mari kita perhatikan contohnya! 205(10) 205 : 2 = 102 sisa 1 102 : 2 = 51 sisa 0 51 : 2 = 25 sisa 1 25 : 2 = 12 sisa 1 12 : 2 = 6 sisa 0 6 : 2 = 3 sisa 0 3 : 2 = 1 sisa 1 1 : 2 = 0 sisa 1 Maka hasilnya: 205(10) = 11001101(2) Note: Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 11001101(2)
  • 5.
     Desimal toBiner  Konversi 17910 ke biner: 179 / 2 = 89 sisa 1 / 2 = 44 sisa 1 / 2 = 22 sisa 0 / 2 = 11 sisa 0 / 2 = 5 sisa 1 / 2 = 2 sisa 1 / 2 = 1 sisa 0 / 2 = 0 sisa 1   17910 = 101100112
  • 6.
     Desimal toBiner  9 (10) = . . . . (2)  Apabila hasilnya sisa “1” atau “0” tulis sisanya di bagian samping. Dan penulisan hasil bilangan biner dimulai dari urutan paling bawah
  • 7.
     Desimal toOktal  Konversi 17910 ke oktal: 179 / 8 = 22 sisa 3 / 8 = 2 sisa 6 / 8 = 0 sisa 2   17910 = 2638
  • 8.
     Desimal toOktal  533 (10) = . . . . . . . . (8)
  • 9.
     Desimal toHeksadesimal  Konversi 17910 ke hexadesimal: 179 / 16 = 11 sisa 3 / 16 = 0 sisa 11 (dlm hexadesimal berarti B)   17910 = B316
  • 10.
     Desimal toHeksadesimal  2479 (10) = . . . . . . . .(16)
  • 11.
     3510=…..2  5010=….2 4310=….2  14010=….16  5610=….16  8910=….16  2610=….8  6610=….8  5610=….8
  • 12.
     Sistem bilanganbiner adalah sistem bilangan dengan base 2. Bilangan Base 2 artinya bilangan yang memiliki perpangkatan 2 (semisal 20, 21, 22, dan lain sebagainya). Bilangan yang ada dalam sistem bilangan ini antara lain adalah 0 dan 1.
  • 13.
     Biner toDesimal  Perhatikan contoh di bawah ini merupakan contoh konversi atau mengubah dari bilangan biner ke dalam bilangan decimal.  1110(2) = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20) = 8 + 4 + 2 + 0 = 14
  • 14.
     Biner toDesimal  1011(2) = . . . . . . . (10)
  • 15.
     Biner toOktal konversikan 101100112 ke bilangan oktal Jawab :10 110 011 2 6 3  Jadi 101100112 = 2638
  • 16.
     100011002=14010  1010101002=34010 1100102=….8  10101012=….8  11101102=….16  111100012=….16
  • 17.
     Sistem bilanganheksadesimal adalah sistem bilangan dengan base 16. Bilangan Base 16 artinya bilangan yang memiliki perpangkatan 16 (semisal 160, 161, 162, dan lain sebagainya). Bilangan yang ada dalam sistem bilangan ini antara lain adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F. Karena Heksadesimal merupakan pangkat dari dua, maka Heksadesimal berkaitan dengan prinsip biner.
  • 18.
     Heksa toDesimal  9AF (16) = . . . . . . . . (10)
  • 19.
     Heksadesimal toBiner DIGIT HEKSADESIMAL DIGIT BINER 0000 0 0001 1 0010 2 0011 3 0100 4 0101 5 0110 6 0111 7 1000 8 1001 9 1010 A 1011 B 1100 C 1101 D 1110 E 1111 F
  • 20.
     Heksadesimal toBiner  Ubahlah bilangan heks 5D9316 menjadi bilangan biner! 5 = 0101 D = 1101 9 = 1001 3 = 0011 Note:  Jadi bilangan biner untuk heks 5D9316 adalah 0101110110010011
  • 21.
     4D16=….2  2A16=….2 D616=….8  F416=….8  3B16=….8
  • 22.
     Sistem bilanganoctal adalah sistem bilangan dengan base 8. Bilangan Base 8 artinya bilangan yang memiliki perpangkatan 8 (semisal 80, 81, 82, dan lain sebagainya). Bilangan yang ada dalam sistem bilangan ini antara lain adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Karena octal merupakan pangkat dari dua, maka octal berkaitan dengan prinsip biner. DIGIT OCTAL DIGIT BINER 0000 0 0001 1 0010 2 0011 3 0100 4 0101 5 0110 6 0111 7
  • 23.
     Oktal toDesimal  1025 (8) = . . . . . . . . . (10)
  • 24.
     Oktal toBiner  Ubahlah bilangan oktal 63058 menjadi bilangan biner! 6 3 0 5 110 011 000 101 Note:  Masing-masing digit oktal diganti dengan ekivalens 3 bit (biner)
  • 25.
     Oktal toBiner 2638 ke bilangan biner. Jawab: 2 6 3 010 110 011 Jadi 2638 = 0101100112 Karena 0 didepan tidak ada artinya kita bisa menuliskan 101100112
  • 26.
     358=….2  438=….2 608=….2  328=….10  418=….10  608=….10  568=….16  758=….16  378=….16
  • 27.
     Penjumlahan BilanganBiner  10110 (2) + 1011
  • 30.
    Konversikan Bilangan diBawah ini  8910 = ……16  3678 = ……2  29A16 = ……10  1101112 = …….8  35910 = ……2  4728 = ……16  110102 = ……10  7FD16 = ……8
  • 31.
     Konversi 8910ke hexadesimal: 89 / 16 = 5 sisa 9 8910 = 5916  Konversi 3678 ke biner: 3 = 011 ; 6 = 110 ; 7 = 111 » 0111101112 = 111101112  Konversi 110102 ke desimal: = 124 + 123 +022 + 121 + 020 = 16 + 8 + 2 = 2610 Jawaban
  • 32.
     Konversi 7FD16ke oktal: 7 = 0111 ; F = 1111 ; D = 1101 0111111111012 = 111111111012 111111111012 = 37758 » 7FD16 = 37758  Konversi 29A16 ke desimal: = 2162 + 9161 + A160 = 512 + 144 + 10 = 66610
  • 33.
     Konversi 1101112ke Oktal 110= 6 ; 111 = 7  1101112 = 678  Konversi 35910 ke biner 359 / 2 = 179 sisa 1 (LSB) / 2 = 89 sisa 1 / 2 = 44 sisa 1 / 2 = 22 sisa 0 / 2 = 11 sisa 0 / 2 = 5 sisa 1 / 2 = 2 sisa 1 / 2 = 1 sisa 0 / 2 = 0 sisa = 1 (MSB)   35910 = 1011001112
  • 34.
     Konversi 4728ke hexadecimal = 314  4728 = 1001110102  4 7 2  100 111 010  1001110102 = 13A16
  • 35.
     11012 =123 + 122 + 120 = 8 + 4 + 1 = 1310  5728 = 582 + 781 + 280 = 320 + 56 + 16 = 39210  2A16 = 2161 + 10160 = 32 + 10 = 4210
  • 36.
    1. Carilah hasilkonversi desimal ke biner di bawah ini a. 25 (10) = . . . . . . (2) b. 33 (10) = . . . . . . (2) 2. Carilah hasil konversi biner ke desimal di bawah ini a. 11101(2) = . . . . . (10) b. 1010101(2) = . . . . . . (10) c. 11101110 (2) = . . . . . .(10) 3. Carilah konversi desimal ke oktal di bawah ini a. 875 (10) = . . . . . . .(8) b. 453 (10)= . . . . . . . (8) 4. Carilah Konversi Oktal ke desimal dibawah ini a. 564 (8) = . . . . . . .(10) b. 246 (8) = . . . . . . .(10) 5. Carilah konversi hexadesimal ke desimal dibawah ini 34FA (16) = . . . . . . .(10)
  • 37.
    Konversikan Bilangan diBawah ini  8910 = ……16  3678 = ……2  110102 = ……10  7FD16 = ……8  29A16 = ……10  1101112 = …….8  35910 = ……2  4728 = ……16
  • 38.
     Konversi 8910ke hexadesimal: 89 / 16 = 5 sisa 9 8910 = 5916  Konversi 3678 ke biner: 3 = 011 ; 6 = 110 ; 7 = 111 » 0111101112 = 111101112  Konversi 110102 ke desimal: = 124 + 123 +022 + 121 + 020 = 16 + 8 + 2 = 2610 Jawaban
  • 39.
     Konversi 7FD16ke oktal: 7 = 0111 ; F = 1111 ; D = 1101 0111111111012 = 111111111012 111111111012 = 37758 » 7FD16 = 37758  Konversi 29A16 ke desimal: = 2162 + 9161 + A160 = 512 + 144 + 10 = 66610
  • 40.
     Konversi 1101112ke Oktal 110= 6 ; 111 = 7  1101112 = 678  Konversi 35910 ke biner 359 / 2 = 179 sisa 1 (LSB) / 2 = 89 sisa 1 / 2 = 44 sisa 1 / 2 = 22 sisa 0 / 2 = 11 sisa 0 / 2 = 5 sisa 1 / 2 = 2 sisa 1 / 2 = 1 sisa 0 / 2 = 0 sisa = 1 (MSB)   35910 = 1011001112
  • 41.
     Konversi 4728ke hexadecimal = 314  4728 = 1001110102 4 7 2 100 111 010  1001110102 = 13A16
  • 43.
     Komputer secaraumum bekerja dengan beberapa jumlah bit khusus. Kumpulan yang Umum adalah bit tunggal, kelompok empat bit (disebut nibbles), kelompok delapan bit (disebut byte), kelompok 16 bit (disebut word), dan lain-lain.
  • 44.
     "Unit" palingkecil dari data pada komputer biner adalah satu bit tunggal.  satu bit tunggal mampu merepresentasikan hanya dua nilai yang berbeda (secara tipikal nol atau satu)  Anda bisa merepresentasikan dua item data apapun yang berbeda dengan satu bit tunggal. Contoh meliputi nol atau satu, benar atau salah, on atau off, pria atau wanita. Anda tidak dibatasi untuk merepresentasikan jenis data biner (yaitu, objek yang hanya mempunyai dua nilai yang berbeda).
  • 45.
     Data adalahapa yang anda ingin definisikan.  Jika anda menggunakan bit untuk merepresentasikan suatu nilai boolean (benar/salah) maka bit itu (oleh definisi anda) merepresentasikan benar atau salah.  Agar bit mempunyai maksud/arti yang benar, anda harus konsisten. Maka, jika anda sedang menggunakan bit untuk merepresentasikan benar atau salah di dalam program anda, anda tidak boleh menggunakan nilai benar/salah yang disimpan dalam bit tsb untuk merepresentasikan merah atau biru.
  • 46.
     nibble adalahsatu koleksi empat bit. Ia bukan merupakan jenis data yang menarik kecuali dua item: bilangan BCD (binary coded decimal) dan bilangan berbasis enambelas.  Ia menggunakan empat bit untuk merepresentasikan satu BCD tunggal atau digit hexadecimal. Dengan suatu nibble, kita bisa merepresentasikan sampai dengan 16 nilai berbeda.
  • 47.
     Dalam kasusbilangan berbasis enambelas, nilai dapat berupa 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F direpresentasikan dengan empat bit. BCD menggunakan sepuluh angka berbeda (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9)
  • 48.
     Struktur dataterpenting yang digunakan oleh mikroprosesor 80x86 adalah byte. Sebuah byte terdiri dari delapan bit dan adalah datum addressable paling kecil (data item) pada mikroprosesor 80x86.  Memori Utama dan alamat I/O pada 80x86 adalah semua alamat byte. Artinya bahwa item paling kecil yang mungkin diakses secara individu oleh satu program 80x86 adalah nilai delapan-bit.
  • 49.
     Bit dalamsatu byte secara normal dinomori dari nol sampai tujuh menggunakan konvensi di dalam gambar 1.1.  Bit 0 adalah urutan bit terendah atau bit paling tidak berarti (signifikan), bit 7 adalah urutan bit paling berarti (signifikan) dari byte. Kita akan mengacu pada penomoran semua bit lain.
  • 50.
    Gambar 1.1: PenomoranBit dalam satu Byte  Perhatikan bahwa satu byte juga berisi persis dua nibble (lihat gambar 1.2). Gambar 1.2: Dua Nibbles dalam satu Byte
  • 51.
     Sebuah wordadalah kelompok 16 bit. Kita akan menomori bit dalam word mulai dari nol sampai dengan lima belas. Penomoran bit muncul di gambar 1.3. Gambar 1.3: Nomor Bit dalam Word  Seperti byte, bit 0 adalah urutan bit terendah dan bit 15 adalah urutan bit tertinggi.
  • 52.
     Perhatikan bahwasatu word berisi persis dua byte. Bit 0 sampai 7 membentuk urutan byte terendah, bit 8 hingga 15 membentuk urutan byte tertinggi (lihat gambar 1.4). Gambar 1.4: Dua Bytes dalam Word  Secara alami, satu word mungkin saja dipecah ke dalam empat nibble seperti diperlihatkan di dalam gambar 1.5.
  • 53.
    Gambar 1.5: Nibbledalam Sebuah Word  Nibble nol adalah nibble urutan terendah dalam word dan nibble tiga adalah nible urutan tertinggi dari word. Dua nibble lain adalah “nibble satu” atau “nibble dua”.
  • 54.
     Dengan 16bit, anda bisa merepresentasikan 216 (65,536) nilai yang berbeda. Ini bisa menjadi nilai dalam jangkauan 0..65,535 (atau, sebagai kasus biasanya, - 32,768..+32,767) atau jenis data lain apapun tanpa lebih dari 65,536 nilai.
  • 55.
     Digital Principlesand Applications, Leach- Malvino, McGraw-Hill  Sistem Diugital konsep dan aplikasi, freddy kurniawan, ST.  Elektronika Digiltal konsep dasar dan aplikasinya, Sumarna, GRAHA ILMU