R. Mochammad Ridwan - SMA Negeri 1 Balikpapan
Gerakannya yang unik dan khas seakan
menggambarkan kelihayan perenang dasar
laut yang mempesona. Ini mungkin bisa
menggambarkan betapa unik dan indah
melihat penyu laut berenang bebas di bawah
permukaan laut.        Dengan menggerakkan
kedua kaki renang depan untuk mengontrol
gerakan dan kecepatan, hewan ini bergerak
gesit di dasar laut. Juga dengan bantuan kaki
belakang    sebagai     penyeimbang    seakan
memberikan kesempurnaan gaya renang yang
memukau.
Penyu adalah kura – kura
                           Penyu Hijau   laut. Penyu ditemukan di
                             Hawaii
                                         semua samudera di dunia.
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Animalia
                                         Menurut data para ilmuwan,
Filum
Kelas
             : Chordata
             : Sauropsida
                                         penyu sudah ada sejak akhir
Ordo         : Testudinata
Upaordo : Cryptodira
                                         zaman Jura (145 - 208 juta
Superfamili: Chelonioidea
Genera
                                         tahun yang lalu) atau seusia
Familia Cheloniidae
       -    Carreta
                                         dengan dinosaurus. Pada
       -
       -
            Chelonia
            Eretmochelys
                                         masa itu Archelon, yang
       -    Lepidochelys
       - Natator
                                         panjang badannya berukuran
Familia Dermochelyidae                   enam meter, dan Cimochelys
       - Dermochelys
Familia Protostegidae (hanya fosil)      telah berenang di laut purba
Familia Toxochelyidae (hanya fosil)
Familia Thalassemyidae (hanya
                                         seperti penyu masa kini.
fosil
Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa
kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang
di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di
dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata kelas
reptilia ini tetap harus naik ke permukaan air untuk
mengambil napas. Hal itu dikarenakan penyu bernapas
dengan paru - paru. Penyu, umumnya bermigasi dengan
jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu
lama. Kita mungkin masih ingat salah satu adegan dalam
film Finding Nemo, saat induk jantan Nemo bertemu
dengan gerombolan penyu hijau yang bermigrasi. Tidak
persis sama dengan pola migrasi penyu umumnya,
namum jelas memberikan gambaran bahwa penyu
bermigrasi       sebagai   rangkaian      dari   siklus
hidupnya. Pernah di laporkan migrasi penyu hijau yang
mencapai jarak 3.000 km dalam 58 – 73 hari.
Penyu, khususnya penyu Hijau adalah hewan
pemakan tumbuhan (herbivore) namun sesekali
dapat menelan beberapa hewan kecil. Hewan ini
sering di laporkan beruaya di sekitar padang
lamun (seagrass) untuk mencari makan dan
kadang ditemukan memakan macroalga di sekitar
padang alga. Pada padang lamun hewan ini lebih
menyukai beberapa jenis lamun kecil dan lunak
seperti Thalassia testudinum, Halodule uninervis,
Halophila ovalis, and H. ovata. Pada padang alga,
hewan ini menyukai Sargassum illiafolium and
Chaclomorpha aerea.      Pernah di laporkan pula
bahwa     penyu      hijau   memakan     beberapa
invertebrate yang umumnya melekat pada daun
lamun dan alga.
Penyu adalah adalah hewan yang menghabiskan hampir
seluruh hidupnya di bawah permukaan laut. Induk betina dari
hewan ini hanya sesekali ke daratan untuk meletakkan telur-
telurnya di darat pada substrate berpasir yang jauh dari
pemukiman penduduk. Untuk penyu Hijau, seekor induk
betina dapat melepaskan telur-telurnya sebanyak 60 – 150
butir, dan secara alami tanpa adanya perburuan oleh manusia,
hanya sekitar 11 ekor anak yang berhasil sampai ke laut
kembali     untuk     berenang     bebas    untuk      tumbuh
dewasa.      Beberapa peneliti pernah melaporkan bahwa
presentase penetasan telur hewan ini secara alami hanya
sekitar 50 % dan belum ditambah dengan adanya beberapa
predator-predator lain saat mulai menetas dan saat kembali ke
laut untuk berenang. Predator alami di daratan misalnya
kepiting pantai (Ocypode saratan, Coenobita sp.), burung dan
tikus. Di laut, predator utama hewan ini antara lain ikan-ikan
besar yang beruaya di lingkungan perairan pantai.
Sangat kecilnya presentase tersebut lebih
diperparah lagi dengan penjarahan oleh manusia
yang mengambil telur-telur tersebut segera setelah
induk-induk dari penyu tadi bertelur.
   Sangat disayangkan memang, walaupun
beberapa daerah pengeraman alami telur penyu
jauh dari pemukiman penduduk, namun tidak
luput dari perburuan illegal oleh orang-orang
yang tidak bertanggung jawab.
   Kondisi ini semakin menurunkan populasi
penyu di lingkungan asli mereka. Keunikannya
tidak akan tampak lagi, saat banyak dari
penduduk pantai merusak dan menjarah telur-
telur meraka, memburuh induk-induk mereka,
dan merusak rumah-rumah mereka.
Penyu mengalami siklus bertelur yang
beragam mulai dari 2 - 8 tahun sekali.
Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh
hidupnya di laut, penyu betina sesekali
mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu
betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari
manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai
tempat bertelur yang berjumlah ratusan
itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang
tungkai belakangnya. Pada saat mendarat
untuk bertelur, gangguan berupa cahaya
ataupun suara dapat membuat penyu
mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.
Penyu yang menetas di perairan pantai
Indonesia ada yang ditemukan di sekitar
kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Perlu
diketahui bahwa penyu tidak setia pada
tempat kelahirannya.




Penyu yang sedang bertelur. Penyu tersebut
adalah Penyu Belimbing. Salah satu jenis
penyu terbesar di dunia. Panjangnya bisa
mencapai 2,75 meter.
Di tempat-tempat yang populer sebagai
tempat bertelur penyu, biasanya sekarang
dibangun     stasiun    penetasan    untuk
membantu         meningkatkan       tingkat
kelulushidupan (survival). Di Indonesia,
misalnya terdapat stasiun penetasan di:
   Pantai selatan Jawa Barat (Pangumbahan, Cikepuh
    KSPL Chelonia UNAS)
   Pantai selatan Bali (di dekat Kuta)
   Kalimantan Tengah (Sungai Cabang FNPF)
   Pantai selatan Lombok
   Jawa Timur (Alas Purwo)
Saat ini hanya ada tujuh jenis penyu
    yang masih bertahan, yaitu:
   Penyu Hijau (Chelonia mydas)
   Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)
   Penyu Kemp’s Ridley (Lepidochelys
    kempi)
   Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)
   Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)
   Penyu Pipih (Natator depressus)
   Penyu Tempayan (Caretta caretta)
Dari ketujuh jenis ini, hanya penyu Kemp's
Ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di
perairan Indonesia.
   Dari jenis-jenis tersebut, penyu Belimbing
adalah yang terbesar dengan ukuran panjang
badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 - 900
kilogram sedangkan penyu lekang adalah
penyu yang terkecil, dengan bobot sekitar 50
kilogram. Namun demikin, jenis yang paling
sering ditemukan adalah penyu Hijau.
   Penyu, terutama penyu Hijau, adalah hewan
pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa
beberapa hewan kecil.
   Hilang dan rusaknya habitat
    Pembangunan yang tidak terkendali menyebabkan rusaknya
    pantai-pantai yang penting bagi penyu hijau untuk bertelur.
    Demikian juga habitat tempat penyu hijau mencari makan seperti
    terumbu karang dan hamparan lamun laut terus mengalami
    kerusakan akibat sedimentasi atau pun pengrusakan oleh
    manusia.

   Pengambilan secara langsung
    Para peneliti memperkirakan setiap tahun sekitar 30.000 penyu
    hijau ditangkap di Baja, California dan lebih dari 50.000 penyu
    laut dibunuh di kawasan Asia Tenggara (khususnya di
    Bali, Indonesia) dan di Pasifik Selatan.

    Di banyak negara, anak-anak penyu laut ditangkap, diawetkan
    dan dijual sebagai cendera mata kepada wisatawan. .
   Pengambilan secara tidak langsung
    Setiap tahu, ribuan penyi hijau terperangkap
    dalam jaring penangkap. Penyu merupakan
    reptile dan mereka bernafas dengan paru-paru,
    sehingga saat mereka gagal untuk mencapai
    permukaan laut mereka mati karena
    tenggelam.

   Penyakit
    Di sejumlah kepulauan Hawaii, hampir 70%
    dari penyu hijau yang terdampar, terkena
    fibropapillomas, penyakit tumor yang dapat
    membunuh penyu laut. Saat ini, penyebab
    tumor belum diketahui.
   Pemangsa Alami
    Penyu dapat mengeluarkan lebih dari 150 telur
    per sarang dan bertelur beberapa kali selama
    musimnya, agar semakin banyak penyu yang
    berhasil mencapai tingkat dewasa.
    Keseimbangan antara penyu laut dan
    pemangsanya dapat menjadi lawan bagi
    keberlanjutan hidup penyu saat pemangsa
    baru diintroduksi atau jika pemangsa alami
    tiba-tiba meningkat sebagai hasil dari kegiatan
    manusia. Seperti yang terjadi di pantai
    perteluran di Guianas, kini anjing menjadi
    ancaman utama bagi telur dan penetasan.
Dewasa ini memang sangat mendesak adanya
upaya manajeman perlindungan lingkungan asli
hewan ini yang tidak hanya berlaku pada suatu
kawasan perteluran hewan ini namun juga di
beberapa daerah yang merupakan jalur migrasi
hewan ini dalam mencari makan.
   Upaya konservasi dan perlindungan harusnya
bukan hanya di atas kertas saja namun lebih ke
arah praktek pemeliharaan yang rill guna menjaga
kelangsungan hidup dan lingkungan alami hewan
ini.
   Tentunya upaya ini akan bermuara ke realitas
perlindungan      lingkungan    yang    rill  dan
pemeliharaan biodiversity laut agar anak cucu kita
masih dapat menyaksikan hewan ini berenang
lincah di lautan bebas. Semoga.

Penyu

  • 1.
    R. Mochammad Ridwan- SMA Negeri 1 Balikpapan
  • 3.
    Gerakannya yang unikdan khas seakan menggambarkan kelihayan perenang dasar laut yang mempesona. Ini mungkin bisa menggambarkan betapa unik dan indah melihat penyu laut berenang bebas di bawah permukaan laut. Dengan menggerakkan kedua kaki renang depan untuk mengontrol gerakan dan kecepatan, hewan ini bergerak gesit di dasar laut. Juga dengan bantuan kaki belakang sebagai penyeimbang seakan memberikan kesempurnaan gaya renang yang memukau.
  • 5.
    Penyu adalah kura– kura Penyu Hijau laut. Penyu ditemukan di Hawaii semua samudera di dunia. Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia Menurut data para ilmuwan, Filum Kelas : Chordata : Sauropsida penyu sudah ada sejak akhir Ordo : Testudinata Upaordo : Cryptodira zaman Jura (145 - 208 juta Superfamili: Chelonioidea Genera tahun yang lalu) atau seusia Familia Cheloniidae - Carreta dengan dinosaurus. Pada - - Chelonia Eretmochelys masa itu Archelon, yang - Lepidochelys - Natator panjang badannya berukuran Familia Dermochelyidae enam meter, dan Cimochelys - Dermochelys Familia Protostegidae (hanya fosil) telah berenang di laut purba Familia Toxochelyidae (hanya fosil) Familia Thalassemyidae (hanya seperti penyu masa kini. fosil
  • 6.
    Penyu memiliki sepasangtungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata kelas reptilia ini tetap harus naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Hal itu dikarenakan penyu bernapas dengan paru - paru. Penyu, umumnya bermigasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Kita mungkin masih ingat salah satu adegan dalam film Finding Nemo, saat induk jantan Nemo bertemu dengan gerombolan penyu hijau yang bermigrasi. Tidak persis sama dengan pola migrasi penyu umumnya, namum jelas memberikan gambaran bahwa penyu bermigrasi sebagai rangkaian dari siklus hidupnya. Pernah di laporkan migrasi penyu hijau yang mencapai jarak 3.000 km dalam 58 – 73 hari.
  • 7.
    Penyu, khususnya penyuHijau adalah hewan pemakan tumbuhan (herbivore) namun sesekali dapat menelan beberapa hewan kecil. Hewan ini sering di laporkan beruaya di sekitar padang lamun (seagrass) untuk mencari makan dan kadang ditemukan memakan macroalga di sekitar padang alga. Pada padang lamun hewan ini lebih menyukai beberapa jenis lamun kecil dan lunak seperti Thalassia testudinum, Halodule uninervis, Halophila ovalis, and H. ovata. Pada padang alga, hewan ini menyukai Sargassum illiafolium and Chaclomorpha aerea. Pernah di laporkan pula bahwa penyu hijau memakan beberapa invertebrate yang umumnya melekat pada daun lamun dan alga.
  • 8.
    Penyu adalah adalahhewan yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah permukaan laut. Induk betina dari hewan ini hanya sesekali ke daratan untuk meletakkan telur- telurnya di darat pada substrate berpasir yang jauh dari pemukiman penduduk. Untuk penyu Hijau, seekor induk betina dapat melepaskan telur-telurnya sebanyak 60 – 150 butir, dan secara alami tanpa adanya perburuan oleh manusia, hanya sekitar 11 ekor anak yang berhasil sampai ke laut kembali untuk berenang bebas untuk tumbuh dewasa. Beberapa peneliti pernah melaporkan bahwa presentase penetasan telur hewan ini secara alami hanya sekitar 50 % dan belum ditambah dengan adanya beberapa predator-predator lain saat mulai menetas dan saat kembali ke laut untuk berenang. Predator alami di daratan misalnya kepiting pantai (Ocypode saratan, Coenobita sp.), burung dan tikus. Di laut, predator utama hewan ini antara lain ikan-ikan besar yang beruaya di lingkungan perairan pantai.
  • 9.
    Sangat kecilnya presentasetersebut lebih diperparah lagi dengan penjarahan oleh manusia yang mengambil telur-telur tersebut segera setelah induk-induk dari penyu tadi bertelur. Sangat disayangkan memang, walaupun beberapa daerah pengeraman alami telur penyu jauh dari pemukiman penduduk, namun tidak luput dari perburuan illegal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kondisi ini semakin menurunkan populasi penyu di lingkungan asli mereka. Keunikannya tidak akan tampak lagi, saat banyak dari penduduk pantai merusak dan menjarah telur- telur meraka, memburuh induk-induk mereka, dan merusak rumah-rumah mereka.
  • 11.
    Penyu mengalami siklusbertelur yang beragam mulai dari 2 - 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, penyu betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.
  • 12.
    Penyu yang menetasdi perairan pantai Indonesia ada yang ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Perlu diketahui bahwa penyu tidak setia pada tempat kelahirannya. Penyu yang sedang bertelur. Penyu tersebut adalah Penyu Belimbing. Salah satu jenis penyu terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 2,75 meter.
  • 13.
    Di tempat-tempat yangpopuler sebagai tempat bertelur penyu, biasanya sekarang dibangun stasiun penetasan untuk membantu meningkatkan tingkat kelulushidupan (survival). Di Indonesia, misalnya terdapat stasiun penetasan di:  Pantai selatan Jawa Barat (Pangumbahan, Cikepuh KSPL Chelonia UNAS)  Pantai selatan Bali (di dekat Kuta)  Kalimantan Tengah (Sungai Cabang FNPF)  Pantai selatan Lombok  Jawa Timur (Alas Purwo)
  • 15.
    Saat ini hanyaada tujuh jenis penyu yang masih bertahan, yaitu:  Penyu Hijau (Chelonia mydas)  Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata)  Penyu Kemp’s Ridley (Lepidochelys kempi)  Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)  Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea)  Penyu Pipih (Natator depressus)  Penyu Tempayan (Caretta caretta)
  • 16.
    Dari ketujuh jenisini, hanya penyu Kemp's Ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia. Dari jenis-jenis tersebut, penyu Belimbing adalah yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 - 900 kilogram sedangkan penyu lekang adalah penyu yang terkecil, dengan bobot sekitar 50 kilogram. Namun demikin, jenis yang paling sering ditemukan adalah penyu Hijau. Penyu, terutama penyu Hijau, adalah hewan pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa beberapa hewan kecil.
  • 18.
    Hilang dan rusaknya habitat Pembangunan yang tidak terkendali menyebabkan rusaknya pantai-pantai yang penting bagi penyu hijau untuk bertelur. Demikian juga habitat tempat penyu hijau mencari makan seperti terumbu karang dan hamparan lamun laut terus mengalami kerusakan akibat sedimentasi atau pun pengrusakan oleh manusia.  Pengambilan secara langsung Para peneliti memperkirakan setiap tahun sekitar 30.000 penyu hijau ditangkap di Baja, California dan lebih dari 50.000 penyu laut dibunuh di kawasan Asia Tenggara (khususnya di Bali, Indonesia) dan di Pasifik Selatan. Di banyak negara, anak-anak penyu laut ditangkap, diawetkan dan dijual sebagai cendera mata kepada wisatawan. .
  • 19.
    Pengambilan secara tidak langsung Setiap tahu, ribuan penyi hijau terperangkap dalam jaring penangkap. Penyu merupakan reptile dan mereka bernafas dengan paru-paru, sehingga saat mereka gagal untuk mencapai permukaan laut mereka mati karena tenggelam.  Penyakit Di sejumlah kepulauan Hawaii, hampir 70% dari penyu hijau yang terdampar, terkena fibropapillomas, penyakit tumor yang dapat membunuh penyu laut. Saat ini, penyebab tumor belum diketahui.
  • 20.
    Pemangsa Alami Penyu dapat mengeluarkan lebih dari 150 telur per sarang dan bertelur beberapa kali selama musimnya, agar semakin banyak penyu yang berhasil mencapai tingkat dewasa. Keseimbangan antara penyu laut dan pemangsanya dapat menjadi lawan bagi keberlanjutan hidup penyu saat pemangsa baru diintroduksi atau jika pemangsa alami tiba-tiba meningkat sebagai hasil dari kegiatan manusia. Seperti yang terjadi di pantai perteluran di Guianas, kini anjing menjadi ancaman utama bagi telur dan penetasan.
  • 21.
    Dewasa ini memangsangat mendesak adanya upaya manajeman perlindungan lingkungan asli hewan ini yang tidak hanya berlaku pada suatu kawasan perteluran hewan ini namun juga di beberapa daerah yang merupakan jalur migrasi hewan ini dalam mencari makan. Upaya konservasi dan perlindungan harusnya bukan hanya di atas kertas saja namun lebih ke arah praktek pemeliharaan yang rill guna menjaga kelangsungan hidup dan lingkungan alami hewan ini. Tentunya upaya ini akan bermuara ke realitas perlindungan lingkungan yang rill dan pemeliharaan biodiversity laut agar anak cucu kita masih dapat menyaksikan hewan ini berenang lincah di lautan bebas. Semoga.