MARINE REPTILES
MarineBiology, Group 9.
Perikanan B
Maryono PPurba
(230110120088)
Reno Dwi Putro
(230110120089)
GagasWandanaW
(230110120107)
GinandyaFathira
REPTIL
• Reptil mempunyai kulit berkeratin yang tebal,
bersisik, dan impermiabel terhadap air.
• Reptil memiliki tulang belakang (Hewan
vertebrata)
• Reptil ditutupi oleh sisik.
• Reptil bernapas dengan paru-paru.
• Hampir semua reptil berdarah dingin. Salah satu
pengecualian adalah penyu belimbing, yang dapat
mengatur suhu tubuhnya untuk beberapa derajat.
• Reptil adalah hewan tetrapoda atau hewan yang
memiliki empat tungkai dan menelurkan telur
yang embrionya diselubungi oleh membran
Reptile dapat di kelompokan menjadi
4 kelompok, yaitu :
• Ordo Crocodilia (contohnya ialah buaya, garhial,
caiman, dan alligator): jumlahnya sekitar 23
spesies
• Ordo Sphenodontia (contohnya ialah tuatara
Selandia Baru): jumlahnya sekitar 2 spesies
• Ordo Squamata (contohnya ialah kadal, ular)
jumlahnya sekitar 7.900 spesies
• Ordo Testudinata (contohnya ialah kura-kura,
penyu, dan terrapin): jumlahnya sekitar 300
spesies
Reptil Laut
• Penyu
• Ular Laut
• Iguana Laut
Penyu
• Penyu adalah kura-kura laut
• Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang
berupa kaki pendayung yang memberinya
ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun
seumur hidupnya berkelana di dalam air, penyu
harus sesekali naik ke permukaan air untuk
mengambil napas.
• Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang
cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama.
Jarak 3.000 km dapat ditempuh 58 - 73 hari.
Macam-macam penyu
• Penyu belimbing (Dermochelys coriacea)
• Penyu Hijau (Chelonia mydas)
• Penyu Pipih (Natator depressus)
• Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea)
• Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate)
• Penyu Tempayan (Caretta caretta)
Penyu belimbing
•Phylum : Chordata
•Class : Sauropsida
•Order : Testudines
•Family : Dermochelyidae
•Spesies : Dermochelys coriacea
•Nama lokal Penyu Belimbing
• Penyu belimbing memiliki karapas berwarna gelap
dengan bintik putih.
• Ukuran penyu belimbing dapat mencapai 180 cm dan
berat mencapai 500 kg.
• Penyu belimbing dapat ditemukan dari perairan tropis
hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur
di pantai-pantai di kawasan tropis.
• Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di
lautan terbuka dan hanya muncul ke daratan pada saat
bertelur. Penyu belimbing betina dapat bertelur empat
sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60
sampai 129 telur. Penyu belimbing bertelur setiap dua
atau tiga tahun dengan masa inkubasi sekitar 60 hari
(WWF, 2008).
• Penyu belimbing telah bertahan hidup selama lebih dari
ratusan juta tahun, kini spesies ini menghadapi
kepunahan.
Penyu Hijau
• Phylum : Chordata
• Class : Reptilia
• Ordo : Testudinata
• Family : Cheloniidae
• Spesies : Chelonia mydas
• Nama lokal Penyu hijau
• Penyu hijau merupakan jenis penyu yang paling sering
ditemukan dan hidup di laut tropis.
• Memiliki kepala yang kecil dan paruhnya yang tumpul.
• Dinamai penyu hijau bukan karena sisiknya berwarna
hijau, tapi warna lemak yang terdapat di bawah sisiknya
berwarna hijau.
• Tubuhnya bisa berwarna abu-abu, kehitam-hitaman
atau kecoklat-coklatan.
• Anak-anak penyu hijau (tukik), setelah menetas, akan
menghabiskan waktu di pantai untuk mencari makanan.
• Penyu hijau akan kembali ke pantai asal ia dilahirkan
untuk bertelur setiap 3 hingga 4 tahun sekali.
• Ketika tubuhnya mencapai ukuran sekitar 20-30 cm,
mereka berubah menjadi herbivora dan makanan
utamanya adalah rumput laut (ikan mania, 2004).
Penyu Pipih
•
Phylum : Chordata
• Class : Sauropsida
• Ordo : Testudines
• Family : Cheloniidae
• Spesies : Natator depressus
• Nama lokal Penyu pipih
• Penyu pipih dalam bahasa Inggris bernama
flatback turtle.
• Pemberian nama flatback turtle karena sisik
marginal sangat rata (flat) dan sedikit
melengkung di sisi luarnya.
• Penyu pipih termasuk karnivora sekaligus
herbivora.
• Penyu pipih memakan timun laut, ubur-ubur,
kerang-kerangan, udang, dan invertebrata
lainnya
Penyu Lekang
• Phylum : Chordata
• Class : Sauropsida
• Ordo : Testudines
• Family : Cheloniidae (Oppel, 1811)
• Spesies : Lepidochelys olivacea
• Nama lokal Penyu lekang
• Dalam bahasa Inggris, penyu ini dikenal dengan
nama olive ridley turtle.
• Penampilan penyu lekang ini adalah serupa dengan
penyu hijau tetapi kepalanya secara komparatif
lebih besar dan bentuk karapasnya lebih langsing
dan bersudut.
• Tubuhnya berwarna hijau pudar, mempunyai lima
buah atau lebih sisik lateral di sisi sampingnya dan
• Penyu lekang merupakan penyu terkecil di antara
semua jenis penyu yang ada saat ini.
• Penyu lekang adalah karnivora. Mereka juga
memakan kepiting, kerang, udang dan kerang
remis.
Penyu Sisik
• Phylum : Chordata
• Class : Sauropsida
• Ordo : Testudines
• Family : Cheloniidae (Oppel, 1811)
• Spesies : Eretmochelys imbricate
• Nama lokal Penyu sisik
• Penyu sisik atau dikenal sebagai hawksbill turtle
karena paruhnya tajam dan menyempit/meruncing
dengan rahang yang agak besar mirip paruh burung
elang.
• Penyu sisik mempunyai sisik yang tumpang
tindih/over lapping (imbricate) seperti sisik ikan
• Ciri-ciri umum adalah warna karapasnya bervariasi
kuning, hitam dan coklat bersih, plastron berwarna
kekuningkuningan. T
• Penyu sisik mempunyai dua pasang sisik prefrontal.
• Penyu sisik selalu memilih kawasan pantai yang
gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur. P
• aruh penyu sisik agak runcing sehingga
memungkinkan mampu menjangkau makanan yang
berada di celah-celah karang seperti sponge dan
anemon.
Penyu Tempayan
Phylum : Chordata
•Class : Sauropsida
•Ordo : Testudines
•Family : Cheloniidae (Oppel, 1811)
•Spesies : Caretta caretta
•Nama lokal Penyu tempayan
• Penyu ini dalam bahasa Inggris bernama loggerhead turtle.
• Warna karapasnya coklat kemerahan, kepalanya yang besar
dan paruh yang bertumpuk (overlap)
• Terdapat lima buah sisik di kepala bagian depan (prefrontal),
umumnya terdapat empat pasang sisik coastal. Lima buah
sisik vertebral.
• Plastron berwarna coklat muda sampai kuning.
• Penyu tempayan termasuk jenis karnivora yang umumnya
memakan kerang-kerangan yang hidup di dasar laut seperti
kerang remis, mimi dan invertebrata lain.
• Penyu tempayan memiliki rahang yang sangat kuat untuk
menghancurkan kulit keran.
Penyu tempayan dapat dijumpai hampir di semua lautan di
dunia. Hewan ini memiliki panjang 70 cm -210 cm dengan
berat 135 kg – 400 kg.
• Penyu tempayan mulai bertelur setelah berumur 20 – 30
tahun dan mempunyai masa penetasan telur selama 60 hari
(Wikipedia, 2007).
Ular
Perut
Kuning
• Phylum : Chordata
• Class : Reptilia
• Ordo : Squamata
• Family : Elapidae
• Spesies : Pelamis Platuru
• Ular laut ini dapat ditemukan di perairan tropis atau sub tropis di
Lautan Pasifik dan Lautan Hindia.
• Ular laut perut kuning memiliki warna kuning yang sangat cerah di
bagian perutnya dengan warna hitam di bagian punggungnya serta
dengan sedikit motif zigzag kuning
• Ciri utama ular laut adalah ekornya yang membentuk dayung dan
bersisik.
• Ular laut memiliki mulut yang sangat kecil dibandingkan dengan
ular lainnya.
• Tubuhnya silinder sertapa pada sebagian besar golongan ular laut
memilki sisi ventral tubuh yang tertutup oleh satu deret sisik ventral
yang memanjang ke arah transversal.
• Sedangkan pada golongan yang lain sisik – sisik mengalami
pertumbuhan yang khusus membentuk tubercula besar atau spinae.
• Ular laut memiliki kelopak mata yang tidak dapat bergerak dan
membentuk suatu tutup yang selalu terang.
Iguana laut
• Iguana laut (Amblyrhinchus cristatus) mempunyai
ciri warna tubuh yang hitam kelabu dan memiliki
kulit yang tebal.
• Iguana laut ini mencari makan dengan cara
menyelam ke dasar perairan dan hanya makan
gulma laut karena iguana laut adalah herbivora.
• Cakar yang tajam dan moncong yang tumpul
merupakan adaptasi iguana laut untuk
mencengkeram batuan pada saat memakan gulma
laut.
• Iguana laut biasa menghabiskan waktu di pagi
harinya untuk berjemur dibawah sinar matahari
untuk mengumpulkan panas.
• Hal itu harus dilakukan karena iguana laut adalah
binatang yang berdarah dingin, sehingga apabila
mereka tidak melakukannya (berjemur), tubuh
mereka tidak akan dapat melakukan metabolisme.

Marine Reptiles

  • 1.
  • 2.
    Perikanan B Maryono PPurba (230110120088) RenoDwi Putro (230110120089) GagasWandanaW (230110120107) GinandyaFathira
  • 3.
    REPTIL • Reptil mempunyaikulit berkeratin yang tebal, bersisik, dan impermiabel terhadap air. • Reptil memiliki tulang belakang (Hewan vertebrata) • Reptil ditutupi oleh sisik. • Reptil bernapas dengan paru-paru. • Hampir semua reptil berdarah dingin. Salah satu pengecualian adalah penyu belimbing, yang dapat mengatur suhu tubuhnya untuk beberapa derajat. • Reptil adalah hewan tetrapoda atau hewan yang memiliki empat tungkai dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran
  • 4.
    Reptile dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok, yaitu : • Ordo Crocodilia (contohnya ialah buaya, garhial, caiman, dan alligator): jumlahnya sekitar 23 spesies • Ordo Sphenodontia (contohnya ialah tuatara Selandia Baru): jumlahnya sekitar 2 spesies • Ordo Squamata (contohnya ialah kadal, ular) jumlahnya sekitar 7.900 spesies • Ordo Testudinata (contohnya ialah kura-kura, penyu, dan terrapin): jumlahnya sekitar 300 spesies
  • 5.
    Reptil Laut • Penyu •Ular Laut • Iguana Laut
  • 6.
    Penyu • Penyu adalahkura-kura laut • Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, penyu harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. • Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 km dapat ditempuh 58 - 73 hari.
  • 7.
    Macam-macam penyu • Penyubelimbing (Dermochelys coriacea) • Penyu Hijau (Chelonia mydas) • Penyu Pipih (Natator depressus) • Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) • Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate) • Penyu Tempayan (Caretta caretta)
  • 8.
    Penyu belimbing •Phylum :Chordata •Class : Sauropsida •Order : Testudines •Family : Dermochelyidae •Spesies : Dermochelys coriacea •Nama lokal Penyu Belimbing
  • 9.
    • Penyu belimbingmemiliki karapas berwarna gelap dengan bintik putih. • Ukuran penyu belimbing dapat mencapai 180 cm dan berat mencapai 500 kg. • Penyu belimbing dapat ditemukan dari perairan tropis hingga ke lautan kawasan sub kutub dan biasa bertelur di pantai-pantai di kawasan tropis. • Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di lautan terbuka dan hanya muncul ke daratan pada saat bertelur. Penyu belimbing betina dapat bertelur empat sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60 sampai 129 telur. Penyu belimbing bertelur setiap dua atau tiga tahun dengan masa inkubasi sekitar 60 hari (WWF, 2008). • Penyu belimbing telah bertahan hidup selama lebih dari ratusan juta tahun, kini spesies ini menghadapi kepunahan.
  • 10.
    Penyu Hijau • Phylum: Chordata • Class : Reptilia • Ordo : Testudinata • Family : Cheloniidae • Spesies : Chelonia mydas • Nama lokal Penyu hijau
  • 11.
    • Penyu hijaumerupakan jenis penyu yang paling sering ditemukan dan hidup di laut tropis. • Memiliki kepala yang kecil dan paruhnya yang tumpul. • Dinamai penyu hijau bukan karena sisiknya berwarna hijau, tapi warna lemak yang terdapat di bawah sisiknya berwarna hijau. • Tubuhnya bisa berwarna abu-abu, kehitam-hitaman atau kecoklat-coklatan. • Anak-anak penyu hijau (tukik), setelah menetas, akan menghabiskan waktu di pantai untuk mencari makanan. • Penyu hijau akan kembali ke pantai asal ia dilahirkan untuk bertelur setiap 3 hingga 4 tahun sekali. • Ketika tubuhnya mencapai ukuran sekitar 20-30 cm, mereka berubah menjadi herbivora dan makanan utamanya adalah rumput laut (ikan mania, 2004).
  • 12.
    Penyu Pipih • Phylum :Chordata • Class : Sauropsida • Ordo : Testudines • Family : Cheloniidae • Spesies : Natator depressus • Nama lokal Penyu pipih
  • 13.
    • Penyu pipihdalam bahasa Inggris bernama flatback turtle. • Pemberian nama flatback turtle karena sisik marginal sangat rata (flat) dan sedikit melengkung di sisi luarnya. • Penyu pipih termasuk karnivora sekaligus herbivora. • Penyu pipih memakan timun laut, ubur-ubur, kerang-kerangan, udang, dan invertebrata lainnya
  • 14.
    Penyu Lekang • Phylum: Chordata • Class : Sauropsida • Ordo : Testudines • Family : Cheloniidae (Oppel, 1811) • Spesies : Lepidochelys olivacea • Nama lokal Penyu lekang
  • 15.
    • Dalam bahasaInggris, penyu ini dikenal dengan nama olive ridley turtle. • Penampilan penyu lekang ini adalah serupa dengan penyu hijau tetapi kepalanya secara komparatif lebih besar dan bentuk karapasnya lebih langsing dan bersudut. • Tubuhnya berwarna hijau pudar, mempunyai lima buah atau lebih sisik lateral di sisi sampingnya dan • Penyu lekang merupakan penyu terkecil di antara semua jenis penyu yang ada saat ini. • Penyu lekang adalah karnivora. Mereka juga memakan kepiting, kerang, udang dan kerang remis.
  • 16.
    Penyu Sisik • Phylum: Chordata • Class : Sauropsida • Ordo : Testudines • Family : Cheloniidae (Oppel, 1811) • Spesies : Eretmochelys imbricate • Nama lokal Penyu sisik
  • 17.
    • Penyu sisikatau dikenal sebagai hawksbill turtle karena paruhnya tajam dan menyempit/meruncing dengan rahang yang agak besar mirip paruh burung elang. • Penyu sisik mempunyai sisik yang tumpang tindih/over lapping (imbricate) seperti sisik ikan • Ciri-ciri umum adalah warna karapasnya bervariasi kuning, hitam dan coklat bersih, plastron berwarna kekuningkuningan. T • Penyu sisik mempunyai dua pasang sisik prefrontal. • Penyu sisik selalu memilih kawasan pantai yang gelap, sunyi dan berpasir untuk bertelur. P • aruh penyu sisik agak runcing sehingga memungkinkan mampu menjangkau makanan yang berada di celah-celah karang seperti sponge dan anemon.
  • 18.
    Penyu Tempayan Phylum :Chordata •Class : Sauropsida •Ordo : Testudines •Family : Cheloniidae (Oppel, 1811) •Spesies : Caretta caretta •Nama lokal Penyu tempayan
  • 19.
    • Penyu inidalam bahasa Inggris bernama loggerhead turtle. • Warna karapasnya coklat kemerahan, kepalanya yang besar dan paruh yang bertumpuk (overlap) • Terdapat lima buah sisik di kepala bagian depan (prefrontal), umumnya terdapat empat pasang sisik coastal. Lima buah sisik vertebral. • Plastron berwarna coklat muda sampai kuning. • Penyu tempayan termasuk jenis karnivora yang umumnya memakan kerang-kerangan yang hidup di dasar laut seperti kerang remis, mimi dan invertebrata lain. • Penyu tempayan memiliki rahang yang sangat kuat untuk menghancurkan kulit keran. Penyu tempayan dapat dijumpai hampir di semua lautan di dunia. Hewan ini memiliki panjang 70 cm -210 cm dengan berat 135 kg – 400 kg. • Penyu tempayan mulai bertelur setelah berumur 20 – 30 tahun dan mempunyai masa penetasan telur selama 60 hari (Wikipedia, 2007).
  • 20.
    Ular Perut Kuning • Phylum :Chordata • Class : Reptilia • Ordo : Squamata • Family : Elapidae • Spesies : Pelamis Platuru
  • 21.
    • Ular lautini dapat ditemukan di perairan tropis atau sub tropis di Lautan Pasifik dan Lautan Hindia. • Ular laut perut kuning memiliki warna kuning yang sangat cerah di bagian perutnya dengan warna hitam di bagian punggungnya serta dengan sedikit motif zigzag kuning • Ciri utama ular laut adalah ekornya yang membentuk dayung dan bersisik. • Ular laut memiliki mulut yang sangat kecil dibandingkan dengan ular lainnya. • Tubuhnya silinder sertapa pada sebagian besar golongan ular laut memilki sisi ventral tubuh yang tertutup oleh satu deret sisik ventral yang memanjang ke arah transversal. • Sedangkan pada golongan yang lain sisik – sisik mengalami pertumbuhan yang khusus membentuk tubercula besar atau spinae. • Ular laut memiliki kelopak mata yang tidak dapat bergerak dan membentuk suatu tutup yang selalu terang.
  • 22.
  • 23.
    • Iguana laut(Amblyrhinchus cristatus) mempunyai ciri warna tubuh yang hitam kelabu dan memiliki kulit yang tebal. • Iguana laut ini mencari makan dengan cara menyelam ke dasar perairan dan hanya makan gulma laut karena iguana laut adalah herbivora. • Cakar yang tajam dan moncong yang tumpul merupakan adaptasi iguana laut untuk mencengkeram batuan pada saat memakan gulma laut. • Iguana laut biasa menghabiskan waktu di pagi harinya untuk berjemur dibawah sinar matahari untuk mengumpulkan panas. • Hal itu harus dilakukan karena iguana laut adalah binatang yang berdarah dingin, sehingga apabila mereka tidak melakukannya (berjemur), tubuh mereka tidak akan dapat melakukan metabolisme.