PENYAKIT BATU EMPEDU
Dr. Wisda Widiastuti SpPD
FK Universitas Baiturrahmah
1
PENDAHULUAN
 Merupakan masalah kesehatan penting
 sebagianbesar tidak ada keluhan
 sekali menimbulkan serangan nyeri kolik,
maka risiko utk mengalami masalah dan
penyulit akan terus meningkat
 di negara barat 10-15% pasien dg batu
kandung empedu, jg disertai batu saluran
empedu sekunder
 Batu saluran empedu dpt terbentuk primer di
saluran empedu intra atau ekstra hepatik tanpa
melibatkan kandung empedu 2
PATOGENESIS DAN TIPE BATU
 Menurut gambaran makroskopik dan
komposisi kimianya batu saluran empedu
dpt diklasifikasikan mjd 3 kategori mayor :
1. batu kolesterol dmn komposisi kolesterol
melebihi 70%
2. batu pigmen coklat atau batu kalsium
bilirubinate yg mengandung Ca- bilirubinate
sbg komponen utama
3. batu pigmen hitam yg kaya akan residu
hitam tak terekstraksi
3
 Faktor yg berperan dlm patogenesis batu
kolesterol :
1. hipersaturasi kolesterol dlm kandung
empedu
2. percepatan terjadinya kristalisasi
kolesterol
3. gangguan motilitas kandung empedu dan
usus
4
Patogenesis batu empedu melibatkan
:
- infeksi saluran empedu
- stasis empedu
- malnutrisi
- faktor diit
- kelebihan aktifitas enzim β-
glucoronidase
5
 kelebihan aktifitas enzim β-glucoronidase
bakteri yg akan menghidrolisis bilirubin yg
akan membentuk bilirubin tdk terkonyugasi
yg akan mengendap sebagai kalsium
bilirubinat. Enzim ini dihambat oleh
glucarolactone yg konsentrasinya
meningkat pd pasien dg diit rendah protein
dan rendah lemak
6
GEJALA BATU KANDUNG EMPEDU
Pasien dg batu empedu dibagi mjd 3
kelompok :
1. Pasien dg batu asimptomatik ( 80% )
2. Pasien dg batu empedu simptomatik : kolik
bilier
3. pasien dg komplikasi batu empedu (
kolesistitis akut, ikterus, kolangitis, dan
pankreatitis)
7
KOMPLIKASI BATU EMPEDU
 Kolesistitis akut (15%).
Gejala :
- nyeri perut kanan atas disertai mual,
muntah dan demam
- PF : nyeri tekan pd perut kanan atas dan
teraba kandung empedu disertai tanda2
peritonitis
- Pemeriksaan laboratorium : leukositosis,
kenaikan ringan bilirubin faal hati,
- patogenesis : tertutupnya duktus sistikus
oleh batu yg terjepit
8
DIAGNOSIS
Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang :
- Endoscopic ultrasonography (EUS)
- MRCP ( magnetic Resonance
Cholangiopancreatography)
9
PENANGANAN BATU KANDUNG EMPEDU
Penanganan profilaktik utk batu
empedu asimptomatik tdk dianjurkan
Utk batu empedu simptomatik : teknik
kolesistektomi laparoskopik
10
PENATALAKSANAAN BATU SALURAN EMPEDU
 ERCP ( Endoscopic retrograde
cholangiopanceatography) terapeutik dgn
melakukan sfingterotomi endoskopik utk
mengeluarkan batu saluran empedu
 Diperuntukkan pd pasien usia lanjut yg
mempunyai batu saluran empedu residif
atau tertinggal pasca kolesistektomi,
mereka yg punya risiko tinggi mengalami
komplikasi operasi saluran empedu
11
BATU SALURAN EMPEDU SULIT
 Batu besar
 Batu yg terjepit disaluran empedu
 Batu yg terletak diatas saluran empedu yg
sempit
 Penanganan : litotripsi mekanik, litotripsi
laser, electro-hydraulic shock wave
lithotripsy, extracorporeal shock wave
lithotripsy
12
KOLANGITIS DAN PANKREATITIS BATU
 Terjadi akibat batu empedu terjepit di muara papila
vater
 Kolangitis akut terjadi pd pasien dg batu saluran
empedu krn adanya obstruksi dan invasi bakteri
empedu
 Gambaran klinis kolangitis akut : trias charcot (
nyeri abdomen kuadran kanan atas, ikterus ,
demam )
 Penatalaksanaan : perbaiki keadaan umum dg
cairan dan elektrolit, terapi antibiotik parenteral,
drainase empedu yg tersumbat
13
TERIMA KASIH
14

Penyakit batu empedu

  • 1.
    PENYAKIT BATU EMPEDU Dr.Wisda Widiastuti SpPD FK Universitas Baiturrahmah 1
  • 2.
    PENDAHULUAN  Merupakan masalahkesehatan penting  sebagianbesar tidak ada keluhan  sekali menimbulkan serangan nyeri kolik, maka risiko utk mengalami masalah dan penyulit akan terus meningkat  di negara barat 10-15% pasien dg batu kandung empedu, jg disertai batu saluran empedu sekunder  Batu saluran empedu dpt terbentuk primer di saluran empedu intra atau ekstra hepatik tanpa melibatkan kandung empedu 2
  • 3.
    PATOGENESIS DAN TIPEBATU  Menurut gambaran makroskopik dan komposisi kimianya batu saluran empedu dpt diklasifikasikan mjd 3 kategori mayor : 1. batu kolesterol dmn komposisi kolesterol melebihi 70% 2. batu pigmen coklat atau batu kalsium bilirubinate yg mengandung Ca- bilirubinate sbg komponen utama 3. batu pigmen hitam yg kaya akan residu hitam tak terekstraksi 3
  • 4.
     Faktor ygberperan dlm patogenesis batu kolesterol : 1. hipersaturasi kolesterol dlm kandung empedu 2. percepatan terjadinya kristalisasi kolesterol 3. gangguan motilitas kandung empedu dan usus 4
  • 5.
    Patogenesis batu empedumelibatkan : - infeksi saluran empedu - stasis empedu - malnutrisi - faktor diit - kelebihan aktifitas enzim β- glucoronidase 5
  • 6.
     kelebihan aktifitasenzim β-glucoronidase bakteri yg akan menghidrolisis bilirubin yg akan membentuk bilirubin tdk terkonyugasi yg akan mengendap sebagai kalsium bilirubinat. Enzim ini dihambat oleh glucarolactone yg konsentrasinya meningkat pd pasien dg diit rendah protein dan rendah lemak 6
  • 7.
    GEJALA BATU KANDUNGEMPEDU Pasien dg batu empedu dibagi mjd 3 kelompok : 1. Pasien dg batu asimptomatik ( 80% ) 2. Pasien dg batu empedu simptomatik : kolik bilier 3. pasien dg komplikasi batu empedu ( kolesistitis akut, ikterus, kolangitis, dan pankreatitis) 7
  • 8.
    KOMPLIKASI BATU EMPEDU Kolesistitis akut (15%). Gejala : - nyeri perut kanan atas disertai mual, muntah dan demam - PF : nyeri tekan pd perut kanan atas dan teraba kandung empedu disertai tanda2 peritonitis - Pemeriksaan laboratorium : leukositosis, kenaikan ringan bilirubin faal hati, - patogenesis : tertutupnya duktus sistikus oleh batu yg terjepit 8
  • 9.
    DIAGNOSIS Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang: - Endoscopic ultrasonography (EUS) - MRCP ( magnetic Resonance Cholangiopancreatography) 9
  • 10.
    PENANGANAN BATU KANDUNGEMPEDU Penanganan profilaktik utk batu empedu asimptomatik tdk dianjurkan Utk batu empedu simptomatik : teknik kolesistektomi laparoskopik 10
  • 11.
    PENATALAKSANAAN BATU SALURANEMPEDU  ERCP ( Endoscopic retrograde cholangiopanceatography) terapeutik dgn melakukan sfingterotomi endoskopik utk mengeluarkan batu saluran empedu  Diperuntukkan pd pasien usia lanjut yg mempunyai batu saluran empedu residif atau tertinggal pasca kolesistektomi, mereka yg punya risiko tinggi mengalami komplikasi operasi saluran empedu 11
  • 12.
    BATU SALURAN EMPEDUSULIT  Batu besar  Batu yg terjepit disaluran empedu  Batu yg terletak diatas saluran empedu yg sempit  Penanganan : litotripsi mekanik, litotripsi laser, electro-hydraulic shock wave lithotripsy, extracorporeal shock wave lithotripsy 12
  • 13.
    KOLANGITIS DAN PANKREATITISBATU  Terjadi akibat batu empedu terjepit di muara papila vater  Kolangitis akut terjadi pd pasien dg batu saluran empedu krn adanya obstruksi dan invasi bakteri empedu  Gambaran klinis kolangitis akut : trias charcot ( nyeri abdomen kuadran kanan atas, ikterus , demam )  Penatalaksanaan : perbaiki keadaan umum dg cairan dan elektrolit, terapi antibiotik parenteral, drainase empedu yg tersumbat 13
  • 14.