Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan Pembelajaran Khusus
Kegiatan Belajar
1
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
V
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan
saudara mampu memahami Kebijakan Pengobatan
tradisional & Komplementer
TUJUANPembelajaran Umum
TUJUANPembelajaran Khusus
a.	 Memahami Dasar Hukum Pengobatan Tradisional dan
Komplementer
b.	 Menjelaskan pengertian Pengobatan Tradisional &
Komplementer
c.	 Menjelaskan Tujuan Pengaturan penyelenggaraan
Pengobatan tradisional
d.	 Menjelaskan Jenis Pengobatan Tradisional & Lingkup
terapi komplementer
e.	 Memahami Tenaga pengobat komplementer
f.	 Menjelaskan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Pengobatan Tradisional dan Komplementer
Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan Pembelajaran Khusus
Kegiatan Belajar
2
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
V
Pengobatan Tradisional dan Komplementer
POKOKMateri
a.	 Pendahuluan
b.	 Dasar Hukum Pengobatan Tradisional dan Komplementer
c.	 Pengertian Pengobatan Tradisional & Komplementer
d.	 Tujuan Pengaturan penyelenggaraan Pengobatan tradisional
e.	 Jenis Pengobatan Tradisional & Lingkup terapi
komplementer
f.	 Tenaga pengobat komplementer
g.	 Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
3
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
Uraian Materi
A.	Pendahuluan:
Saudara peserta PJJ yang kami banggakan, pada akhir modul ini anda akan
mempelajari kebijakan pemerintah tentang pengobatan tradisional dan
komplementer. Kebijakan ini sangat penting artinya karena kita ketahui
bahwa berdasarkan riset kesehatan (Riskesda) tahun 2010 diketahui bahwa
55,3 % penduduk Indonesia menggunakan ramuan tradisional (jamu) untuk
memelihara kesehatannya , 95,6% mengakui ramuan tradisional yang
digunakan sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Saudara peserta PJJ, Indonesia memiliki + 30.000 jenis tumbuhan dan + 7.000
berkhasiat obat (90% spesies tumbuhan obat di kawasan Asia). 45 macam obat
penting di AS yang berasal dari tumbuhan, 14 spesies berasal dari Indonesia
termasuk vinblastin dan vincristin (obat anti kanker) dari tapak dara. Tanaman
obat di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal dan budi daya masih
terbatas. Potensi biota laut belum dimanfaatkan sebagai sumber bahan obat.
(di AS devisa US $ 40 M /tahun). Dari kenyataan ini maka ada komitmen
pemerintah yaitu:
1. Amanat presiden pada gelar kebangkitan jamu 2008 : antara lain
membangun pengintegrasian jamu ke dalam sistem pelayanan kesehatan
yang berlaku
2. Amanat UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pelayanan Tradisional
bahagian dari 17 Jenis Pelayanan Kesehatan.
3. Kebijakan Obat Tradisional Nasional/Kotranas (Kepmenkes No.381 tahun
2007)
4. Terbentuknya Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif
dan Komplementer, Ditjen Bina Gisi dan KIA, sesuai Permenkes 1144
Tahun 2010 tentang Struktur Organisasi dan Tatakerja Kemkes RI.
5. Saintifikasi Jamu (Permenkes No.003 tahun 2010)
6. Dukung “Back to Nature” dan Pertumbuhan Ekonomi
Saudara, selain komitmen nasional ternyata juga ada komitmen internasional
4
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
terkait dengan hal ini yaitu:
1.	 WHO Regional Meeting on the Use of Herbal Medicine in PHC, di Rangoon,
Maret 2009 menghasilkan : kesepakatan penggunaan Herbal Medicine di
Pelayanan kesehatan dasar
2.	 2nd Conference on Traditional Medicine in ASEAN Countries di Hanoi
Vietnam, 2010 menghasilkan : kesamaan pandangan negara ASEAN
perlunya “Integration of Traditional Medicine into the National Health Care
Systems ”.
3.	 3rd Conf.on Traditional Medicine in ASEAN Countres di Solo 31 Okt-2Nov
20011, menghasilkan “Tawangmangu Declaration”, sepakat penggunaan
Obat Tradisional yang berdasarkan Evidence Base di fasilitas pelayanan
kesehatan.
Dari keterangan diatas dapat kita ketahui bahwa pengobatan tradisional sekarang
dikembangkan bersama sama dengan pengobatan modern sebagai komplemen
(untuk saling melengkapi)
B.	Dasar Hukum Pengobatan Tradisional dan Komplementer
Berikut ini akan kita simak berbagai dasar hukum terkait penggunaan
pengobatan tradisional:
1.	 UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan:
Pada pasal 48 dikemukakan ada 17 upaya kesehatan dan pada nomor
2 dikemukakan upaya kesehatan berupa Pelayanan Kesehatan Tradisional
2.	 Kepmenkes nomor : 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan
Pengobatan Tradisional
3.	 Kepmenkes nomor : 1109/MENKES/PER/IX/2007 Tentang
Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-Alternatif di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan
C.	Pengertian Pengobatan Tradisional & Komplementer
Saudara peserta PJJ berdasarkan Kepmenkes nomor : 1076/MENKES/SK/
5
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
VII/2003, yang dimaksud dengan pengobatan tradisional adalah Pengobatan
tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara, obat dan
pengobatnya yang mengacu kepada pengalaman, ketrampilan turun temurun,
dan/atau pendidikan/pelatihan, dan diterapkan sesuai dengan norma yang
berlaku dalam masyarakat. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan
yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian
(galenik) atau campuran bahan tersebut yang secara turun temurun telah
digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Saudara , sedangkan yang dimaksud dengan Pengobatan Komplementer-
Alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan
terstruktur dengan kualitas, keamanan, dan efektifitas yang tinggi yang
berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik, yang belum diterima dalam
kedokteran konvensional.
D.	Tujuan Pengaturan penyelenggaraan Pengobatan tradisional
Saudara penyelenggaraan pengobatan tradisional diatur oleh pemerintah
dengan tujuan untuk:
1.	 membina upaya pengobatan tradisional;
2.	 memberikan perlindungan kepada masyarakat;
3.	 menginventarisasi jumlah pengobat tradisional, jenis dan cara
pengobatannya.
Demikian juga pengaturan pengobatan komplementer bertujuan untuk:
1.	 memberikan perlindungan kepada pasien;
2.	 mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan;
3.	 memberikankepastianhukum kepadamasyarakatdantenagapengobatan
komplementer-alternatif.
Pengobatan tradisional & komplementer-alternatif merupakan salah satu
upaya pengobatan dan/atau perawatan cara lain diluar ilmu kedokteran
6
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
dan/atau ilmu keperawatan dan dilakukan sebagai upaya pelayanan
yang berkesinambungan mulai dari peningkatan kesehatan (promotif),
pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan
atau pemulihan kesehatan (rehabilitatif).
E.	Jenis Pengobatan Tradisional & Lingkup terapi komplementer
Ada bermacam klasifikasi dan jenis pengobatan tradisional yaitu:
a.	 Pengobat tradisional ketrampilan terdiri dari pengobat tradisional pijat
urut, patah tulang, sunat, dukun bayi, refleksi, akupresuris, akupunkturis,
chiropractor dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
b.	 Pengobat tradisional ramuan terdiri dari pengobat tradisional ramuan
Indonesia (Jamu), gurah, tabib, shinshe, homoeopathy, aromatherapist
dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
c.	 Pengobat tradisional pendekatan agama terdiri dari pengobat tradisional
dengan pendekatan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Budha.
d.	 Pengobat tradisional supranatural terdiri dari pengobat tradisional
tenaga dalam (prana),paranormal, reiky master, qigong, dukun kebatinan
dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
Saudarauntuklingkupterapikomplementer,makasesuaipasal4Permenkes
meliputi:
a.	 Intervensi Tubuh dan Pikiran (Mind and body interventions) ;
b.	Sistem Pelayanan Pengobatan Alternatif(Alternative Systems of Medical
Practice);
c.	 Cara penyembuhan manual (Manual Healing Methods);
d.	Pengobatan farmakologi dan Biologi (Pharmacologic and Biologic
Treatments);
e.	 Diet dan nutrisi untuk pencegahan dan pengobatan (Diet and Nutrition
the Prevention and Treatment of Disease); dan
f.	 Cara Lain Dalam Diagnosa dan Pengobatan (Unclassified Diagnostic and
Treatment Methods
Saudara untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini:
7
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
17
KLASIFIKASI BATTRA
(Pasal 59 ayat 1 UU 36/2009)
Battra
akupunktur,
chiropraksi,
battra bekam,
Pnta-kecantikan
Dikelompokkan berdasarkan metode
yang dominan digunakan
KETERAMPILAN
Battra
reiki, qigong,
kebatinan,
tenaga dalam,
paranormal,
Hipnoteraphi
MANUAL ALAT/TEKNOLOGI
Battra
Jamu, Gurah,
Homoeopath,
Aromaterapi,
SPA terapi,
Sinshe,
Api/sengat terapi
RAMUAN
Battra
pijat urut,
shiatsu,
patah
tulang,
refleksi,
akupressur
MENTAL/O.FIK
F.	Tenaga pengobat komplementer
Saudara peserta PJJ, tenaga pengobatan komplementer-alternatif terdiri dari
dokter, dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya yang memiliki pendidikan
terstruktur dalam bidang pengobatan komplementer-alternatif. Tenaga
pengobatan komplementer-alternatif dalam memberikan pengobatan
komplementer-alternatif harus sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan
komplementer-alternatif, kompetensi dan kewenangan yang sesuai dengan
standar yang dibuat oleh organisasi profesi terkait.
Dokter, dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya yang memberikan
pelayanan pengobatan komplementer-alternatif tidak sesuai dengan ilmu
pengetahuan biomedik maka yang bersangkutan dinyatakan sebagai
pengobat tradisional, yang harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-
undangan tentang penyelenggaraan pengobatan tradisional.
G.	Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tenaga pengobatan komplementer-alternatif hanya dapat melaksanakan
pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan kesehatan
yang dapat digunakan untuk melaksanakan sinergi pelayanan pengobatan
komplementer-alternatif, meliputi: Rumah Sakit Pendidikan;Rumah Sakit
8
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
Non Pendidikan;Rumah Sakit Khusus; Rumah Sakit Swasta; Praktik Perorangan;
Praktik Berkelompok; Puskesmas. Fasilitas pelayanan kesehatan diatas harus
memiliki izin penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai ketentuan
yang berlaku. Praktik perorangan pengobatan komplementer-alternatif hanya
dapat dilakukan oleh dokter atau dokter gigi.
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
9
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
Rangkuman
Peserta PJJ yang dibanggakan, dari uraian pada kegiatan belajar ini dapat kita
ketahui bahwa dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat,
maka dapat dilakukan dengan pengobatan medis maupun dengan pengobatan
tradisional dan komplementer-alternatif. Mengingat bahwa pengguna
pengobatan tradisional dan komplementer-alternatif ini di masyarakat masih
sangat benyak dan terus berkembang, maka pemerintah mengatur kebijakan
terkait dengan hal ini. Anda sebagai tenaga kesehatan dimasyarakat juga
harus memahami tentang hal ini, namun perlu diingatkan bahwa penggunaan
pengobatan tradisional dan juga kompelementer harus yang sudah dilakukan
uji klinis, sehingga benar benar menciptakan keamanan dan kesembuhan
bagi pasien, jika anda tertarik menggunakan pengobatan tradisional dan
kompelementer, maka saudara harus mengikuti pelatihan terkait dan mengurus
perijinan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku.
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
10
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
Tes Formatif
1.	 Dasar hukum pengobatan tradisional dan komplementer adalah....
1.	Undang Undang No 36 tahun 2009
2.	Kepmenkes 1076/MENKES/SK/VII/2003
3.	Kepmenkes 1109/MENKES/PER/IX/2007
4.	Permenkes 1796 tahun 2011
2.	 Tujuan penyelenggaraan pengobatan tradisional adalah....
1.	 membina upaya pengobatan tradisional;
2.	 memberikan perlindungan kepada masyarakat;
3.	 menginventarisasi jumlah pengobat tradisional, jenis dan cara
pengobatannya.
4.	 Membuka jasa layanan pengobatan tradisional
3.	 Klasifikasi pengobatan tradisional yang merupakan jenis keterampilan
adalah....
a.	 Jamu
b.	 Gurah
c.	 Akupuntur
d.	 Spa
e.	 Aromaterapi
4.	 Tenaga kesehatan yang dapat melaksanakan terapi kompelemnter
dimasyarakat adalah....
11
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
a.	 Dokter
b.	 Dokter gigi
c.	 Perawat
d.	 Bidan
e.	 Kader kesehatan
5.	 Fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat menyelenggarakan pelayanan
kesehatan pengobatan tradisional & komplementer adalah....
1.Rumah Sakit Pendidikan
2. Rumah Sakit Khusus
3. Praktik Perorangan
4. Puskesmas.
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
12
Pendahuluan	 Uraian Materi	 Rangkuman	 Tes Formatif
Tindak Lanjut
Saudara peserta PJJ yang dibanggakan, anda telah menyelesaikan modul 2
kebijakan kesehatan, selamat kami ucapkan dan saya perlu sampaikanjuga bahwa
perkembangan pelayanan kesehatan serta tuntutan masyarakat mengharuskan
pemerintah membuat berbagai kebijakan yang anda harus pahami selaku petugas
kesehatan agar dalam melaksanakan tugas dapat berjalan dengan lancar dan
sesuai dengan harapan masyarakat.
Selanjutnya anda dipersilahkan mempelajari modul 3 terkait dengan praktek yang
anda harus lakukan berupa survey ke pelayanan kesehatan untuk mengetahui
implementasi atau penerapan dari kebijakan yang ada , selamat dan semoga
sukses

Pengobatan Tradisional dan Komplementer

  • 2.
    Tujuan Pembelajaran Umum TujuanPembelajaran Khusus Kegiatan Belajar 1 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif V Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan saudara mampu memahami Kebijakan Pengobatan tradisional & Komplementer TUJUANPembelajaran Umum TUJUANPembelajaran Khusus a. Memahami Dasar Hukum Pengobatan Tradisional dan Komplementer b. Menjelaskan pengertian Pengobatan Tradisional & Komplementer c. Menjelaskan Tujuan Pengaturan penyelenggaraan Pengobatan tradisional d. Menjelaskan Jenis Pengobatan Tradisional & Lingkup terapi komplementer e. Memahami Tenaga pengobat komplementer f. Menjelaskan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pengobatan Tradisional dan Komplementer
  • 3.
    Tujuan Pembelajaran Umum TujuanPembelajaran Khusus Kegiatan Belajar 2 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif V Pengobatan Tradisional dan Komplementer POKOKMateri a. Pendahuluan b. Dasar Hukum Pengobatan Tradisional dan Komplementer c. Pengertian Pengobatan Tradisional & Komplementer d. Tujuan Pengaturan penyelenggaraan Pengobatan tradisional e. Jenis Pengobatan Tradisional & Lingkup terapi komplementer f. Tenaga pengobat komplementer g. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  • 4.
    Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 3 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Uraian Materi A. Pendahuluan: Saudara peserta PJJ yang kami banggakan, pada akhir modul ini anda akan mempelajari kebijakan pemerintah tentang pengobatan tradisional dan komplementer. Kebijakan ini sangat penting artinya karena kita ketahui bahwa berdasarkan riset kesehatan (Riskesda) tahun 2010 diketahui bahwa 55,3 % penduduk Indonesia menggunakan ramuan tradisional (jamu) untuk memelihara kesehatannya , 95,6% mengakui ramuan tradisional yang digunakan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Saudara peserta PJJ, Indonesia memiliki + 30.000 jenis tumbuhan dan + 7.000 berkhasiat obat (90% spesies tumbuhan obat di kawasan Asia). 45 macam obat penting di AS yang berasal dari tumbuhan, 14 spesies berasal dari Indonesia termasuk vinblastin dan vincristin (obat anti kanker) dari tapak dara. Tanaman obat di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal dan budi daya masih terbatas. Potensi biota laut belum dimanfaatkan sebagai sumber bahan obat. (di AS devisa US $ 40 M /tahun). Dari kenyataan ini maka ada komitmen pemerintah yaitu: 1. Amanat presiden pada gelar kebangkitan jamu 2008 : antara lain membangun pengintegrasian jamu ke dalam sistem pelayanan kesehatan yang berlaku 2. Amanat UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pelayanan Tradisional bahagian dari 17 Jenis Pelayanan Kesehatan. 3. Kebijakan Obat Tradisional Nasional/Kotranas (Kepmenkes No.381 tahun 2007) 4. Terbentuknya Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer, Ditjen Bina Gisi dan KIA, sesuai Permenkes 1144 Tahun 2010 tentang Struktur Organisasi dan Tatakerja Kemkes RI. 5. Saintifikasi Jamu (Permenkes No.003 tahun 2010) 6. Dukung “Back to Nature” dan Pertumbuhan Ekonomi Saudara, selain komitmen nasional ternyata juga ada komitmen internasional
  • 5.
    4 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif terkait dengan hal ini yaitu: 1. WHO Regional Meeting on the Use of Herbal Medicine in PHC, di Rangoon, Maret 2009 menghasilkan : kesepakatan penggunaan Herbal Medicine di Pelayanan kesehatan dasar 2. 2nd Conference on Traditional Medicine in ASEAN Countries di Hanoi Vietnam, 2010 menghasilkan : kesamaan pandangan negara ASEAN perlunya “Integration of Traditional Medicine into the National Health Care Systems ”. 3. 3rd Conf.on Traditional Medicine in ASEAN Countres di Solo 31 Okt-2Nov 20011, menghasilkan “Tawangmangu Declaration”, sepakat penggunaan Obat Tradisional yang berdasarkan Evidence Base di fasilitas pelayanan kesehatan. Dari keterangan diatas dapat kita ketahui bahwa pengobatan tradisional sekarang dikembangkan bersama sama dengan pengobatan modern sebagai komplemen (untuk saling melengkapi) B. Dasar Hukum Pengobatan Tradisional dan Komplementer Berikut ini akan kita simak berbagai dasar hukum terkait penggunaan pengobatan tradisional: 1. UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan: Pada pasal 48 dikemukakan ada 17 upaya kesehatan dan pada nomor 2 dikemukakan upaya kesehatan berupa Pelayanan Kesehatan Tradisional 2. Kepmenkes nomor : 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional 3. Kepmenkes nomor : 1109/MENKES/PER/IX/2007 Tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-Alternatif di Fasilitas Pelayanan Kesehatan C. Pengertian Pengobatan Tradisional & Komplementer Saudara peserta PJJ berdasarkan Kepmenkes nomor : 1076/MENKES/SK/
  • 6.
    5 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif VII/2003, yang dimaksud dengan pengobatan tradisional adalah Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara, obat dan pengobatnya yang mengacu kepada pengalaman, ketrampilan turun temurun, dan/atau pendidikan/pelatihan, dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Saudara , sedangkan yang dimaksud dengan Pengobatan Komplementer- Alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan, dan efektifitas yang tinggi yang berlandaskan ilmu pengetahuan biomedik, yang belum diterima dalam kedokteran konvensional. D. Tujuan Pengaturan penyelenggaraan Pengobatan tradisional Saudara penyelenggaraan pengobatan tradisional diatur oleh pemerintah dengan tujuan untuk: 1. membina upaya pengobatan tradisional; 2. memberikan perlindungan kepada masyarakat; 3. menginventarisasi jumlah pengobat tradisional, jenis dan cara pengobatannya. Demikian juga pengaturan pengobatan komplementer bertujuan untuk: 1. memberikan perlindungan kepada pasien; 2. mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan; 3. memberikankepastianhukum kepadamasyarakatdantenagapengobatan komplementer-alternatif. Pengobatan tradisional & komplementer-alternatif merupakan salah satu upaya pengobatan dan/atau perawatan cara lain diluar ilmu kedokteran
  • 7.
    6 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif dan/atau ilmu keperawatan dan dilakukan sebagai upaya pelayanan yang berkesinambungan mulai dari peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan atau pemulihan kesehatan (rehabilitatif). E. Jenis Pengobatan Tradisional & Lingkup terapi komplementer Ada bermacam klasifikasi dan jenis pengobatan tradisional yaitu: a. Pengobat tradisional ketrampilan terdiri dari pengobat tradisional pijat urut, patah tulang, sunat, dukun bayi, refleksi, akupresuris, akupunkturis, chiropractor dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis. b. Pengobat tradisional ramuan terdiri dari pengobat tradisional ramuan Indonesia (Jamu), gurah, tabib, shinshe, homoeopathy, aromatherapist dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis. c. Pengobat tradisional pendekatan agama terdiri dari pengobat tradisional dengan pendekatan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Budha. d. Pengobat tradisional supranatural terdiri dari pengobat tradisional tenaga dalam (prana),paranormal, reiky master, qigong, dukun kebatinan dan pengobat tradisional lainnya yang metodenya sejenis. Saudarauntuklingkupterapikomplementer,makasesuaipasal4Permenkes meliputi: a. Intervensi Tubuh dan Pikiran (Mind and body interventions) ; b. Sistem Pelayanan Pengobatan Alternatif(Alternative Systems of Medical Practice); c. Cara penyembuhan manual (Manual Healing Methods); d. Pengobatan farmakologi dan Biologi (Pharmacologic and Biologic Treatments); e. Diet dan nutrisi untuk pencegahan dan pengobatan (Diet and Nutrition the Prevention and Treatment of Disease); dan f. Cara Lain Dalam Diagnosa dan Pengobatan (Unclassified Diagnostic and Treatment Methods Saudara untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini:
  • 8.
    7 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif 17 KLASIFIKASI BATTRA (Pasal 59 ayat 1 UU 36/2009) Battra akupunktur, chiropraksi, battra bekam, Pnta-kecantikan Dikelompokkan berdasarkan metode yang dominan digunakan KETERAMPILAN Battra reiki, qigong, kebatinan, tenaga dalam, paranormal, Hipnoteraphi MANUAL ALAT/TEKNOLOGI Battra Jamu, Gurah, Homoeopath, Aromaterapi, SPA terapi, Sinshe, Api/sengat terapi RAMUAN Battra pijat urut, shiatsu, patah tulang, refleksi, akupressur MENTAL/O.FIK F. Tenaga pengobat komplementer Saudara peserta PJJ, tenaga pengobatan komplementer-alternatif terdiri dari dokter, dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya yang memiliki pendidikan terstruktur dalam bidang pengobatan komplementer-alternatif. Tenaga pengobatan komplementer-alternatif dalam memberikan pengobatan komplementer-alternatif harus sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan komplementer-alternatif, kompetensi dan kewenangan yang sesuai dengan standar yang dibuat oleh organisasi profesi terkait. Dokter, dokter gigi dan tenaga kesehatan lainnya yang memberikan pelayanan pengobatan komplementer-alternatif tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan biomedik maka yang bersangkutan dinyatakan sebagai pengobat tradisional, yang harus mengikuti ketentuan peraturan perundang- undangan tentang penyelenggaraan pengobatan tradisional. G. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tenaga pengobatan komplementer-alternatif hanya dapat melaksanakan pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat digunakan untuk melaksanakan sinergi pelayanan pengobatan komplementer-alternatif, meliputi: Rumah Sakit Pendidikan;Rumah Sakit
  • 9.
    8 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Non Pendidikan;Rumah Sakit Khusus; Rumah Sakit Swasta; Praktik Perorangan; Praktik Berkelompok; Puskesmas. Fasilitas pelayanan kesehatan diatas harus memiliki izin penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Praktik perorangan pengobatan komplementer-alternatif hanya dapat dilakukan oleh dokter atau dokter gigi.
  • 10.
    Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 9 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Rangkuman Peserta PJJ yang dibanggakan, dari uraian pada kegiatan belajar ini dapat kita ketahui bahwa dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat, maka dapat dilakukan dengan pengobatan medis maupun dengan pengobatan tradisional dan komplementer-alternatif. Mengingat bahwa pengguna pengobatan tradisional dan komplementer-alternatif ini di masyarakat masih sangat benyak dan terus berkembang, maka pemerintah mengatur kebijakan terkait dengan hal ini. Anda sebagai tenaga kesehatan dimasyarakat juga harus memahami tentang hal ini, namun perlu diingatkan bahwa penggunaan pengobatan tradisional dan juga kompelementer harus yang sudah dilakukan uji klinis, sehingga benar benar menciptakan keamanan dan kesembuhan bagi pasien, jika anda tertarik menggunakan pengobatan tradisional dan kompelementer, maka saudara harus mengikuti pelatihan terkait dan mengurus perijinan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku.
  • 11.
    Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 10 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tes Formatif 1. Dasar hukum pengobatan tradisional dan komplementer adalah.... 1. Undang Undang No 36 tahun 2009 2. Kepmenkes 1076/MENKES/SK/VII/2003 3. Kepmenkes 1109/MENKES/PER/IX/2007 4. Permenkes 1796 tahun 2011 2. Tujuan penyelenggaraan pengobatan tradisional adalah.... 1. membina upaya pengobatan tradisional; 2. memberikan perlindungan kepada masyarakat; 3. menginventarisasi jumlah pengobat tradisional, jenis dan cara pengobatannya. 4. Membuka jasa layanan pengobatan tradisional 3. Klasifikasi pengobatan tradisional yang merupakan jenis keterampilan adalah.... a. Jamu b. Gurah c. Akupuntur d. Spa e. Aromaterapi 4. Tenaga kesehatan yang dapat melaksanakan terapi kompelemnter dimasyarakat adalah....
  • 12.
    11 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif a. Dokter b. Dokter gigi c. Perawat d. Bidan e. Kader kesehatan 5. Fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat menyelenggarakan pelayanan kesehatan pengobatan tradisional & komplementer adalah.... 1.Rumah Sakit Pendidikan 2. Rumah Sakit Khusus 3. Praktik Perorangan 4. Puskesmas.
  • 13.
    Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 12 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Tes Formatif Tindak Lanjut Saudara peserta PJJ yang dibanggakan, anda telah menyelesaikan modul 2 kebijakan kesehatan, selamat kami ucapkan dan saya perlu sampaikanjuga bahwa perkembangan pelayanan kesehatan serta tuntutan masyarakat mengharuskan pemerintah membuat berbagai kebijakan yang anda harus pahami selaku petugas kesehatan agar dalam melaksanakan tugas dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan masyarakat. Selanjutnya anda dipersilahkan mempelajari modul 3 terkait dengan praktek yang anda harus lakukan berupa survey ke pelayanan kesehatan untuk mengetahui implementasi atau penerapan dari kebijakan yang ada , selamat dan semoga sukses