Akupunktur telah diterapkan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit di Indonesia sejak tahun 1960-an, didukung oleh berbagai regulasi dan penelitian yang menunjukkan manfaatnya dalam mengatasi kelainan fungsional dan sebagai terapi komplementer. Berbagai teknik akupunktur, termasuk elektroakupunktur dan akupresur, diperkenalkan sebagai metode pengobatan yang dapat diintegrasikan dengan praktik medis konvensional, terutama dalam rehabilitasi dan manajemen nyeri. Pemanfaatan akupunktur diharapkan lebih optimal dengan pendekatan biomedis dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang indikasi serta kontraindikasinya.