Cerita penglipur lara menghiburkan masyarakat Melayu dengan tema percintaan dan pengembaraan wira yang menghadapi berbagai rintangan untuk mencapai kebahagiaan. Karakter utama biasanya adalah putera-puteri raja yang berani dan mempunyai kesaktian, sementara antagonis berperan sebagai penghalang. Penyampaian cerita ini menggunakan kombinasi prosa dan puisi, menciptakan keindahan dalam gaya bahasanya.