st. legiyo - sma tn 2004
Pengantar
- Lambang Vektor - Notasi Besar Vektor
- Notasi Vektor - Vektor Negatif
Melukis Penjumlahan dan Selisih Vektor (Metoda Jajaran dan Poligon)
Menentukan Besar dan Arah Vektor Resultan (Rms Cosinus dan Sinus)
Menguraikan Sebuah Vektor Mjd. Dua Vektor yang Saling Tegak Lurus
Menentukan Besar dan Arah Vektor Resultan dengan Metoda Analitis
Perkalian Vektor
Perkalian Vektor dengan Skalar
Perkalian Vektor dengan Vektor
•Perkalian Titik (Dot Product)
•Perkalian Silang (Cross Product)
Vektor Satuan
Pengertian Vektor Satuan
Operasi dengan Vektor Satuan
•Penjumlahan dan Selisih
•Perkalian Titik
•Perkalian Silang
Vektor Posisi
Perahu menyeberangi sungai yang airnya tidak bergerak
v1
Perahu bergerak dengan kecepatan v2 terhadap air, sedang air bergerak
dengan kecepatan v1 terhadap bumi. Maka kecepatan perahu terhadap bumi,
yaitu vR merupakan resultan dari v1 dan v2
v2
v1
vR
Perahu menyeberangi sungai yang airnya tidak bergerak.
Perahu diarahkan serong ke kiri.
v1
Air sungai bergerak ke kanan, perahu diarahkan serong ke
kiri. Dengan arah dan kecepatan yang tepat, perahu dapat
sampai ke seberang dengan panjang lintasan minimum.
v2
v1
vR
v1
v1
Perhatikan: Kayu yang terapung di atas air (kecepatan v1), burung yang
terbang di atas air (kec. v2), dan perahu yang kecepatannya vR (resultan v1
dan v2) sampai di tempat tujuan pada saat yang bersamaan (tAB = tBC = tAC)
v2
v1
vR
A
B
D
C
st. legiyo - sma tn 2004
PENGANTAR
• Lambang Vektor
• Notasi Vektor
• Notasi Besar Vektor
• Vektor Negatif
st. legiyo - sma tn 2004
Lambang Vektor
• Anak panah :
– Panjang anak panah  besar vektor
– Arah anak panah  arah vektor
st. legiyo - sma tn 2004
Notasi Vektor
A atau A atau A
st. legiyo - sma tn 2004
Notasi Besar Vektor
|A| atau |A| atau A
st. legiyo - sma tn 2004
Melukis Penjumlahan Vektor dengan Metoda
Jajaran
A
B
C
A
B C = A + B
st. legiyo - sma tn 2004
Melukis Penjumlahan Vektor dengan Metoda
Poligon
A
B
C
A
B C = A + B
st. legiyo - sma tn 2004
Melukis Selisih Vektor dengan Metoda Jajaran
A B
D
-B
A
-B
D = A - B = A + (-B)
st. legiyo - sma tn 2004
Melukis Selisih Vektor dengan Metoda Poligon
A B
D
-B
A
-B
D = A - B = A + (-B)
st. legiyo - sma tn 2004
SOAL LATIHAN
01.Diketahui sebuah vektor perpindahan yang besarnya 5 km dan
arahnya ke tenggara digambarkan sebagai anak panah yang
panjangnya 2 cm dan membentuk sudut 450
terhadap garis
horisontal. Lukiskan vektor perpindahan :
a. 7,5 km ke tenggara c. 10 km ke barat laut
b. 2,5 km ke selatan
02.Jika vektor A berupa anak panah yang panjangnya 3 cm berarah
horisontal kekanan, lukis vektor-vektor:
a. 2 A b. ½ A c. – 1½ A
st. legiyo - sma tn 2004
03. Diketahui vektor-vektor berikut ini
a. Lukis dengan metoda jajaran:
i) A + C iii) B + C
ii) A – B iv) A - D
b. Lukis dengan metoda poligon (segi banyak)
i) A + C iii) B + C + D
ii) A – B iv) A + B - C + D
04. Dua buah vektor gaya, masing-masing besarnya 15 N dan 20 N.
Tentukan besar dan arah resultan kedua vektor, jika kedua vektor
mengapit sudut sebesar:
a. 900
d. 1200
b. 300
e. 1800
c. 00
f. 2250
05. Dua buah vektor sama besar. Ternyata besar resultan kedua
vektor sama dengan besar salah satu vektor tersebut. Berapa
sudut yang diapit kedua vektor itu? Berapa sudut arah vektor
resultan terhadap salah salah satu vektor tersebut?
A B
C D
st. legiyo - sma tn 2004
x2
= x2
+ x2
+ 2*x*x*cos A
x2
= 2 x2
+ 2 x2
cos A
x2
- 2 x2
= 2 x2
cos A
- x2
= 2 x2
cos A
cos A = - x2
/ 2 x2
= -1/2
A = 1200
5a. Mencari sudut apit kedua vektor
Misal : sudut apit kedua vektor adalah A
F1 = F2 = x
R = x F1
F2
R
A
st. legiyo - sma tn 2004
F1 R
----- = -------
sin B sin A
x x
----- = -------
sin B ½ 3
x sin B = x ½ 3
sin B = ½ 3
B = 600
5b. Mencari sudut vektor resultan R dengan F2
Misal : sudut resultan R dengan F2 adalah A
F1
F2
R
B
A
x x
----- = -------
sin B sin 1200
st. legiyo - sma tn 2004
Besar dan Arah Vektor Resultan
Rumus Cosinus
αcos2AB2B2AC ++=
Rumus Sinus
A
B
C
α1
α2
α
C=A+B sinα
C
sinα
B
sinα
A
21
==
st. legiyo - sma tn 2004
TABEL FUNGSI TRIGONOMETRI
α sin α cos α tan α
00
0 1 0
300
½ ½√3 1
/3√3
370 3
/5 ½√3 3
/4
450
½√2 ½√2 1
530 4
/5
3
/5
4
/3
600
½√3 ½ √3
900
1 0 ∞
A+
I
S+
II
III
T+
IV
C+
sin (1800
- α) = sin α cos (1800 - α) = - cos α
sin (1800+ α) = sin α cos (1800 + α) = - cos α
contoh
sin 1200
= sin (1800
– 600
) = sin 600
cos 1200
= cos (1800
– 600
) = -cos 600
sin 2100
= sin (1800
+ 300
) = -sin 300
cos 2100
= cos (1800
+ 300
) = -cos 300
st. legiyo - sma tn 2004
Menguraikan Vektor
Vektor v dengan arah β
terhadap sumbu x
diuraikan menjadi dua
vektor komponen, yaitu vx
dan vy
Besar masing-masing
vektor komponen :
Vx = V cos α
Vy = V sin α
β
vx
vy
v
x
y
st. legiyo - sma tn 2004
Menentukan Besar dan Arah Vektor
Resultan dengan Metoda Analitis
Vektor v1 dan v2 masing-
masing membentuk
sudut β1 dan β2 terhadap
sumbu x.
Kedua vektor hendak kita
gabungkan dan dicari
besar dan arah resultan
keduanya
β1
v1
x
y
v2
β2
st. legiyo - sma tn 2004
Langkah I
Masing-masing vektor diuraikan
menjadi dua vektor saling tegak
lurus, sehingga diperoleh
v1x v1y
v2x v2y
Besar masing-masing vektor
komponen :
V1x = V1 cos β1 V2x = V2 cos β2
V1y = V1 sin β1 V2y = V2 sin β2
β1
v1x
v1y
v1
x
y
v2
v2y
v2x
β2
st. legiyo - sma tn 2004
β1
v1x
v1y v1
x
y
v2
v2y
v2x
β2
Σvx
Σvy
Langkah II
Vektor-vektor sesumbu saling
digabungkan, sehingga diperoleh
Σvx
Σvy
dimana
Σvx = v1x + v2x
Σvy = v1y + v2y
st. legiyo - sma tn 2004
Langkah III
β1
v1x
v1y v1
x
y
v2
v2y
v2x
β2
Σvx
Σvy
R
θ












−=
xΣv
yΣv
1tanθ
2
yΣv
2
xΣvR 













+=
Langkah III a
Menentukan BESAR resultan vektor
dengan rumus Phytagoras:
Langkah III b
Menentukan ARAH vektor resultan
dengan rumus tangen:
st. legiyo - sma tn 2004
β1
v1x
v1
x
y
v2
v2y
v2x
β2
Σvx
Σvy
R
θ
v1y












−=
xΣv
yΣv
1tanθ
2
yΣv
2
xΣvR 













+=
Σvx = V1x + V2x
Σvy = V1y + V2y
No v β sin β cos β v sin β V cos β
1 ... ... ... ... ... ...
2 ... ... ... ... ... ...
Jumlah komponen vektor-vektor sesumbu ... ...
Untuk praktisnya, dalam mengerjakan soal dapat
menggunakan tabulasi seperti berikut
st. legiyo - sma tn 2004
PERKALIAN PADA VEKTOR
• Perkalian Skalar dengan Vektor
• Perkalian Vektor dengan Vektor
– Perkalian Titik (Dot Product) Dua buah
Vektor
– Perkalian Silang (Cross Product) Dua buah
Vektor
st. legiyo - sma tn 2004
Perkalian Skalar dengan Vektor
Hasil kali besaran skalar dengan besaran vektor adalah besaran
vektor
Besar vektor hasil sama dengan hasil kali nilai besaran skalar
dengan nilai besaran vektornya.
Arah vektor hasil sama dengan arah besaran vektornya.
Contoh:
Vektor gaya F yang besarnya 5 Newton dilukiskan
sebagai anak panah ke kanan sepanjang 2 cm. Maka
vektor gaya F’ = 2 F berupa anak panah ke kanan
dengan panjang 4 cm
F
F’ = 2 x F
st. legiyo - sma tn 2004
Perkalian Titik (Dot Product) Dua Vektor
Hasil kali titik dua besaran vektor adalah besaran skalar
Besar hasil kali titik tersebut sama dengan hasil kali nilai kedua
vektor dikalikan cosinus sudut yang diapit kedua vektor
tersebut.
A
B
α
Jika hasil kali titik vektor A
dengan vektor B adalah C,
C = A • B
maka C adalah besaran skalar
yang nilainya
C = A B cos α
st. legiyo - sma tn 2004
Seorang anak menarik mobil mainan dengan
gaya sebesar 15 Newton. Tali penarik mobil
mainan membentuk sudut 300
terhadap
tanah. Berapa usaha yang dilakukan anak
tersebut, jika mobil mainan itu berpindah
sejauh 30 m?
Contoh:
s
F
α
W = F • s
= F s cos α
= 15 x 30 x ½√3
= 225√3 joule
st. legiyo - sma tn 2004
D
Perkalian Silang (Cross Product) Dua Vektor
Hasil kali silang dua besaran vektor adalah besaran vektor
C
A
B
α
A
B
α
Arah vektor hasil mengikuti aturan putaran sekrup.
C = A x B D = B x A
Besar vektor hasil sama
dengan hasil kali nilai
kedua vektor
dikalikan sinus sudut
yang diapit kedua
vektor tersebut.
C = D = A B sin α
Meskipun besar vektor C = besar vektor D, tetapi kedua vektor tidak sama,
melainkan berlawanan arah.
C = - D
Jadi pada operasi cross product ini tidak berlaku hukum komutatif.
A x B ≠ B x A
st. legiyo - sma tn 2004
Contoh:
Di dalam medan magnet B (besarnya 0,25
tesla) yang arahnya ke atas, sebuah proton
bergerak dengan kecepatan v (besarnya
4x106
m/s) ke selatan . Tentukan besar dan
lukis arah gaya Lorentz yang dialami proton
tersebut. (muatan proton 1,6x10-19
coulomb)
v
B
Selatan
Barat
Atas
F = q ( v x B )
Besar gaya Lorentz F:
F = q v B sin α
= 1,6x10-19
x 4x106
x 0,25 x 1
= 1,6x10-13
newton
Arah gaya Lorentz F:
Ke Barat
Selatan
Barat
Atas
v
B
F
v
B
st. legiyo - sma tn 2004
Vektor Satuan
Vektor satuan adalah vektor yang besarnya satu satuan.
Vektor satuan yang searah sumbu x disebut i
Vektor satuan yang searah sumbu y disebut j
Vektor satuan yang searah sumbu z disebut k
x
y
z
i
j
k
st. legiyo - sma tn 2004
Vektor Satuan
Setiap vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor satuan.
Misal kita memiliki vektor :
v = 3 i + 4 j
Vektor tersebut memiliki
- komponen pada sumbu x sebesar 3 satuan
vx = v cos α = 3 satuan
- komponen pada sumbu y sebesar 4 satuan
vy = v sin α = 4 satuan
Sehingga besar vektor v tersebut
v = √vx
2
+ vy
2
= 5 satuan
Dan arah vektor terhadap sumbu x sebesar
α = tan-1
(vy / vx)
x
y
α
vx
vy
v
st. legiyo - sma tn 2004
Vektor Satuan
Secara umum dapat dituliskan:
v = vx i + vy j
vx = v cos α = komponen vektor pd sumbu x
vy = v sin α = komponen vektor pd sumbu y
Besar vektor
v = √vx
2
+ vy
2
Arah vektor terhadap sumbu x
α = tan-1
(vy / vx)
x
y
α
vx
vy
v
st. legiyo - sma tn 2004
Vektor Satuan
Dalam bentuk tiga dimensi:
v = vx i + vy j + vz k
vx = komponen vektor pd sumbu x
vy = komponen vektor pd sumbu y
vz = komponen vektor pd sumbu z
Besar vektor
v = √vx
2
+ vy
2
+ vz
2
x
y
z
vx
vy
Vz
v
st. legiyo - sma tn 2004
Operasi Penjumlahan pada Vektor Satuan
Diketahui dua buah vektor
A = Ax i + Ay j B = Bx i + By j
Jika C adalah resultan vektor A dengan vektor B, maka
C = A + B = (Ax + Bx) i + (Ay + By) j
2
yByA
2
xBxAC 












 +++=
Besar vektor C adalah












+
+
−=
xBxA
yByA
1tanα
Arah vektor C adalah
st. legiyo - sma tn 2004
Contoh
Diketahui dua buah vektor P dan Q, dimana P = 5 i + j dan
Q = -2 i + 4 j. Tentukan besar dan arah resultan kedua vektor tersebut.
R = P + Q
R = (5 - 2) i + (1 + 4) j
= 3 i + 5 j
Besar vektor R adalah
R = √(32
+ 52
)
= √34 satuan
Arah vektor R adalah
α = tan-1
(5/3)
Jawab
P
Q
x
y
R
α
st. legiyo - sma tn 2004
Perkalian Vektor Satuan
Perkalian Titik (menghasilkan skalar)
i • i = 1x1xcos 00
= 1 i • j = 1x1xcos 900
= 0
j • j = 1x1xcos 00
= 1 j • i = 1x1xcos 900
= 0
k•k = 1x1xcos 00
= 1 i •k = 1x1xcos 900
= 0
dst
x+-i
j
y -
z+
x -
y+
z-
k
i
-k
-j
Perkalian Silang (menghasilkan vektor satuan)
i x i = 0 i x j = k j x i = -k
j x j = 0 j x k = i k x j = -i
kxk = 0 k x i = j i x k = -j
st. legiyo - sma tn 2004
Perkalian Titik Dua Vektor
Diketahui dua buah vektor
A = Ax i + Ay j B = Bx i + By j
Perkalian titik dua buah vektor menghasilkan skalar.
Jika C adalah hasil kali titik vektor A dengan vektor B, maka
C = A • B = (Ax i + Ay j) • (Bx i + By j)
= (Ax i • Bx i) + (Ax i • Byj) + (Ay j • Bxi) + (Ay j • Byj)
= (Ax Bx) + 0 + 0 + (Ay By)
C = (Ax Bx) + (Ay By)
st. legiyo - sma tn 2004
Contoh
Diketahui dua buah vektor P dan Q, dimana P = 5 i + j dan
Q = -2 i + 4 j. Tentukan: a) hasil kali titik kedua vektor, b) sudut antara
kedua vektor tersebut
P.Q = PxQx + PyQy
= (5.(-2))+(1.4)
= -6 ...........................(1)
Jawab
P.Q = P.Q.cos α
P = √(52
+ 12
) = √26
Q = √(-2)2
+ 42
) = √20
P.Q = (√26) (√20).cos α
= (√520) cos α ........... (2)
Dari (1) dan (2), diperoleh
-6 = (√520).cos α
cos α = -6/(√520)
α = cos-1
-5/√(26)
st. legiyo - sma tn 2004
Perkalian Silang Dua Vektor
Diketahui dua buah vektor
A = Ax i + Ay j B = Bx i + By j
Perkalian Silang dua buah vektor menghasilkan vektor.
C = A x B = (Ax i + Ay j) x (Bx i + By j)
= (Ax i x Bx i) + (Ax i x Byj) + (Ay j x Bxi) + (Ay j x Byj)
= 0 + (Ax By) k + (Bx Ay) -k + 0
C = {(Ax By) - (Ay Bx)} k
Besar C adalah
C = (Ax By) - (Ay Bx)
Arah vektor C sejajar vektor satuan k atau sumbu z
st. legiyo - sma tn 2004
Contoh
Diketahui dua buah vektor P dan Q, dimana P = 5 i + j dan
Q = -2 i + 4 j. Tentukan: besar dan arah hasil kali silang kedua vektor itu
PxQ = (PxQy – PyQx) k
= {(5.4)-(1.(-2)} k
= 22 k
Jawab
Jadi vektor hasilnya
sebesar 22 satuan
dengan arah ke sumbu
z positif
st. legiyo - sma tn 2004
Vektor Posisi
Vektor Posisi adalah vektor untuk menyatakan posisi sebuah titik di
dalam ruang.
Sebuah titik P berada di dalam ruang dengan
koordinat (x,y,z)
Vektor Posisi titik P tersebut dituliskan:
r = x i + y j + z k
x+
z+
y+
z
x
y
r
•P
st. legiyo - sma tn 2004
Vektor Posisi
x+
z+
y+
z1
x1
y1
•P
r1
y2
x2
z2
r2
Jika sebuah titik berpindah dari posisi
r1 = x1 i + y1 j + z1 k
menuju
r2 = x2 i + y2 j + z2 k
Maka vektor perpindahan titik tersebut:
∆r = r2 - r1
= (x2 - x1)i + (y2 - y1)j + (z2 - z1)k
∆r
st. legiyo - sma tn 2004
Contoh
Sebuah partikel berada pada titik A dengan vektor posisi rA = 5 i + j.
Kemudian partikel tersebut bergerak ke titik B yang vektor posisinya
rB = -2 i + 4 j. Tentukan: besar dan arah perpindahan partikel tersebut
∆r = rB - rA
= (x2 - x1)i + (y2 - y1)j
= (-2 - 5)i + (4 - 1)j
= -7 i + 3 j
Jawab
Besar perpindahan partikel
∆r = √(-7)2
+ 32
= √58 satuan
Arah perpindahan (terhadap sumbu x)
θ = tan-1
(3 / -7)

Pengantarvektor 111205224542-phpapp02

  • 2.
    st. legiyo -sma tn 2004 Pengantar - Lambang Vektor - Notasi Besar Vektor - Notasi Vektor - Vektor Negatif Melukis Penjumlahan dan Selisih Vektor (Metoda Jajaran dan Poligon) Menentukan Besar dan Arah Vektor Resultan (Rms Cosinus dan Sinus) Menguraikan Sebuah Vektor Mjd. Dua Vektor yang Saling Tegak Lurus Menentukan Besar dan Arah Vektor Resultan dengan Metoda Analitis Perkalian Vektor Perkalian Vektor dengan Skalar Perkalian Vektor dengan Vektor •Perkalian Titik (Dot Product) •Perkalian Silang (Cross Product) Vektor Satuan Pengertian Vektor Satuan Operasi dengan Vektor Satuan •Penjumlahan dan Selisih •Perkalian Titik •Perkalian Silang Vektor Posisi
  • 4.
    Perahu menyeberangi sungaiyang airnya tidak bergerak
  • 5.
    v1 Perahu bergerak dengankecepatan v2 terhadap air, sedang air bergerak dengan kecepatan v1 terhadap bumi. Maka kecepatan perahu terhadap bumi, yaitu vR merupakan resultan dari v1 dan v2 v2 v1 vR
  • 6.
    Perahu menyeberangi sungaiyang airnya tidak bergerak. Perahu diarahkan serong ke kiri.
  • 7.
    v1 Air sungai bergerakke kanan, perahu diarahkan serong ke kiri. Dengan arah dan kecepatan yang tepat, perahu dapat sampai ke seberang dengan panjang lintasan minimum. v2 v1 vR
  • 8.
    v1 v1 Perhatikan: Kayu yangterapung di atas air (kecepatan v1), burung yang terbang di atas air (kec. v2), dan perahu yang kecepatannya vR (resultan v1 dan v2) sampai di tempat tujuan pada saat yang bersamaan (tAB = tBC = tAC) v2 v1 vR A B D C
  • 9.
    st. legiyo -sma tn 2004 PENGANTAR • Lambang Vektor • Notasi Vektor • Notasi Besar Vektor • Vektor Negatif
  • 10.
    st. legiyo -sma tn 2004 Lambang Vektor • Anak panah : – Panjang anak panah  besar vektor – Arah anak panah  arah vektor
  • 11.
    st. legiyo -sma tn 2004 Notasi Vektor A atau A atau A
  • 12.
    st. legiyo -sma tn 2004 Notasi Besar Vektor |A| atau |A| atau A
  • 13.
    st. legiyo -sma tn 2004 Melukis Penjumlahan Vektor dengan Metoda Jajaran A B C A B C = A + B
  • 14.
    st. legiyo -sma tn 2004 Melukis Penjumlahan Vektor dengan Metoda Poligon A B C A B C = A + B
  • 15.
    st. legiyo -sma tn 2004 Melukis Selisih Vektor dengan Metoda Jajaran A B D -B A -B D = A - B = A + (-B)
  • 16.
    st. legiyo -sma tn 2004 Melukis Selisih Vektor dengan Metoda Poligon A B D -B A -B D = A - B = A + (-B)
  • 17.
    st. legiyo -sma tn 2004 SOAL LATIHAN 01.Diketahui sebuah vektor perpindahan yang besarnya 5 km dan arahnya ke tenggara digambarkan sebagai anak panah yang panjangnya 2 cm dan membentuk sudut 450 terhadap garis horisontal. Lukiskan vektor perpindahan : a. 7,5 km ke tenggara c. 10 km ke barat laut b. 2,5 km ke selatan 02.Jika vektor A berupa anak panah yang panjangnya 3 cm berarah horisontal kekanan, lukis vektor-vektor: a. 2 A b. ½ A c. – 1½ A
  • 18.
    st. legiyo -sma tn 2004 03. Diketahui vektor-vektor berikut ini a. Lukis dengan metoda jajaran: i) A + C iii) B + C ii) A – B iv) A - D b. Lukis dengan metoda poligon (segi banyak) i) A + C iii) B + C + D ii) A – B iv) A + B - C + D 04. Dua buah vektor gaya, masing-masing besarnya 15 N dan 20 N. Tentukan besar dan arah resultan kedua vektor, jika kedua vektor mengapit sudut sebesar: a. 900 d. 1200 b. 300 e. 1800 c. 00 f. 2250 05. Dua buah vektor sama besar. Ternyata besar resultan kedua vektor sama dengan besar salah satu vektor tersebut. Berapa sudut yang diapit kedua vektor itu? Berapa sudut arah vektor resultan terhadap salah salah satu vektor tersebut? A B C D
  • 19.
    st. legiyo -sma tn 2004 x2 = x2 + x2 + 2*x*x*cos A x2 = 2 x2 + 2 x2 cos A x2 - 2 x2 = 2 x2 cos A - x2 = 2 x2 cos A cos A = - x2 / 2 x2 = -1/2 A = 1200 5a. Mencari sudut apit kedua vektor Misal : sudut apit kedua vektor adalah A F1 = F2 = x R = x F1 F2 R A
  • 20.
    st. legiyo -sma tn 2004 F1 R ----- = ------- sin B sin A x x ----- = ------- sin B ½ 3 x sin B = x ½ 3 sin B = ½ 3 B = 600 5b. Mencari sudut vektor resultan R dengan F2 Misal : sudut resultan R dengan F2 adalah A F1 F2 R B A x x ----- = ------- sin B sin 1200
  • 21.
    st. legiyo -sma tn 2004 Besar dan Arah Vektor Resultan Rumus Cosinus αcos2AB2B2AC ++= Rumus Sinus A B C α1 α2 α C=A+B sinα C sinα B sinα A 21 ==
  • 22.
    st. legiyo -sma tn 2004 TABEL FUNGSI TRIGONOMETRI α sin α cos α tan α 00 0 1 0 300 ½ ½√3 1 /3√3 370 3 /5 ½√3 3 /4 450 ½√2 ½√2 1 530 4 /5 3 /5 4 /3 600 ½√3 ½ √3 900 1 0 ∞ A+ I S+ II III T+ IV C+ sin (1800 - α) = sin α cos (1800 - α) = - cos α sin (1800+ α) = sin α cos (1800 + α) = - cos α contoh sin 1200 = sin (1800 – 600 ) = sin 600 cos 1200 = cos (1800 – 600 ) = -cos 600 sin 2100 = sin (1800 + 300 ) = -sin 300 cos 2100 = cos (1800 + 300 ) = -cos 300
  • 23.
    st. legiyo -sma tn 2004 Menguraikan Vektor Vektor v dengan arah β terhadap sumbu x diuraikan menjadi dua vektor komponen, yaitu vx dan vy Besar masing-masing vektor komponen : Vx = V cos α Vy = V sin α β vx vy v x y
  • 24.
    st. legiyo -sma tn 2004 Menentukan Besar dan Arah Vektor Resultan dengan Metoda Analitis Vektor v1 dan v2 masing- masing membentuk sudut β1 dan β2 terhadap sumbu x. Kedua vektor hendak kita gabungkan dan dicari besar dan arah resultan keduanya β1 v1 x y v2 β2
  • 25.
    st. legiyo -sma tn 2004 Langkah I Masing-masing vektor diuraikan menjadi dua vektor saling tegak lurus, sehingga diperoleh v1x v1y v2x v2y Besar masing-masing vektor komponen : V1x = V1 cos β1 V2x = V2 cos β2 V1y = V1 sin β1 V2y = V2 sin β2 β1 v1x v1y v1 x y v2 v2y v2x β2
  • 26.
    st. legiyo -sma tn 2004 β1 v1x v1y v1 x y v2 v2y v2x β2 Σvx Σvy Langkah II Vektor-vektor sesumbu saling digabungkan, sehingga diperoleh Σvx Σvy dimana Σvx = v1x + v2x Σvy = v1y + v2y
  • 27.
    st. legiyo -sma tn 2004 Langkah III β1 v1x v1y v1 x y v2 v2y v2x β2 Σvx Σvy R θ             −= xΣv yΣv 1tanθ 2 yΣv 2 xΣvR               += Langkah III a Menentukan BESAR resultan vektor dengan rumus Phytagoras: Langkah III b Menentukan ARAH vektor resultan dengan rumus tangen:
  • 28.
    st. legiyo -sma tn 2004 β1 v1x v1 x y v2 v2y v2x β2 Σvx Σvy R θ v1y             −= xΣv yΣv 1tanθ 2 yΣv 2 xΣvR               += Σvx = V1x + V2x Σvy = V1y + V2y No v β sin β cos β v sin β V cos β 1 ... ... ... ... ... ... 2 ... ... ... ... ... ... Jumlah komponen vektor-vektor sesumbu ... ... Untuk praktisnya, dalam mengerjakan soal dapat menggunakan tabulasi seperti berikut
  • 29.
    st. legiyo -sma tn 2004 PERKALIAN PADA VEKTOR • Perkalian Skalar dengan Vektor • Perkalian Vektor dengan Vektor – Perkalian Titik (Dot Product) Dua buah Vektor – Perkalian Silang (Cross Product) Dua buah Vektor
  • 30.
    st. legiyo -sma tn 2004 Perkalian Skalar dengan Vektor Hasil kali besaran skalar dengan besaran vektor adalah besaran vektor Besar vektor hasil sama dengan hasil kali nilai besaran skalar dengan nilai besaran vektornya. Arah vektor hasil sama dengan arah besaran vektornya. Contoh: Vektor gaya F yang besarnya 5 Newton dilukiskan sebagai anak panah ke kanan sepanjang 2 cm. Maka vektor gaya F’ = 2 F berupa anak panah ke kanan dengan panjang 4 cm F F’ = 2 x F
  • 31.
    st. legiyo -sma tn 2004 Perkalian Titik (Dot Product) Dua Vektor Hasil kali titik dua besaran vektor adalah besaran skalar Besar hasil kali titik tersebut sama dengan hasil kali nilai kedua vektor dikalikan cosinus sudut yang diapit kedua vektor tersebut. A B α Jika hasil kali titik vektor A dengan vektor B adalah C, C = A • B maka C adalah besaran skalar yang nilainya C = A B cos α
  • 32.
    st. legiyo -sma tn 2004 Seorang anak menarik mobil mainan dengan gaya sebesar 15 Newton. Tali penarik mobil mainan membentuk sudut 300 terhadap tanah. Berapa usaha yang dilakukan anak tersebut, jika mobil mainan itu berpindah sejauh 30 m? Contoh: s F α W = F • s = F s cos α = 15 x 30 x ½√3 = 225√3 joule
  • 33.
    st. legiyo -sma tn 2004 D Perkalian Silang (Cross Product) Dua Vektor Hasil kali silang dua besaran vektor adalah besaran vektor C A B α A B α Arah vektor hasil mengikuti aturan putaran sekrup. C = A x B D = B x A Besar vektor hasil sama dengan hasil kali nilai kedua vektor dikalikan sinus sudut yang diapit kedua vektor tersebut. C = D = A B sin α Meskipun besar vektor C = besar vektor D, tetapi kedua vektor tidak sama, melainkan berlawanan arah. C = - D Jadi pada operasi cross product ini tidak berlaku hukum komutatif. A x B ≠ B x A
  • 34.
    st. legiyo -sma tn 2004 Contoh: Di dalam medan magnet B (besarnya 0,25 tesla) yang arahnya ke atas, sebuah proton bergerak dengan kecepatan v (besarnya 4x106 m/s) ke selatan . Tentukan besar dan lukis arah gaya Lorentz yang dialami proton tersebut. (muatan proton 1,6x10-19 coulomb) v B Selatan Barat Atas F = q ( v x B ) Besar gaya Lorentz F: F = q v B sin α = 1,6x10-19 x 4x106 x 0,25 x 1 = 1,6x10-13 newton Arah gaya Lorentz F: Ke Barat Selatan Barat Atas v B F v B
  • 35.
    st. legiyo -sma tn 2004 Vektor Satuan Vektor satuan adalah vektor yang besarnya satu satuan. Vektor satuan yang searah sumbu x disebut i Vektor satuan yang searah sumbu y disebut j Vektor satuan yang searah sumbu z disebut k x y z i j k
  • 36.
    st. legiyo -sma tn 2004 Vektor Satuan Setiap vektor dapat dinyatakan dalam bentuk vektor satuan. Misal kita memiliki vektor : v = 3 i + 4 j Vektor tersebut memiliki - komponen pada sumbu x sebesar 3 satuan vx = v cos α = 3 satuan - komponen pada sumbu y sebesar 4 satuan vy = v sin α = 4 satuan Sehingga besar vektor v tersebut v = √vx 2 + vy 2 = 5 satuan Dan arah vektor terhadap sumbu x sebesar α = tan-1 (vy / vx) x y α vx vy v
  • 37.
    st. legiyo -sma tn 2004 Vektor Satuan Secara umum dapat dituliskan: v = vx i + vy j vx = v cos α = komponen vektor pd sumbu x vy = v sin α = komponen vektor pd sumbu y Besar vektor v = √vx 2 + vy 2 Arah vektor terhadap sumbu x α = tan-1 (vy / vx) x y α vx vy v
  • 38.
    st. legiyo -sma tn 2004 Vektor Satuan Dalam bentuk tiga dimensi: v = vx i + vy j + vz k vx = komponen vektor pd sumbu x vy = komponen vektor pd sumbu y vz = komponen vektor pd sumbu z Besar vektor v = √vx 2 + vy 2 + vz 2 x y z vx vy Vz v
  • 39.
    st. legiyo -sma tn 2004 Operasi Penjumlahan pada Vektor Satuan Diketahui dua buah vektor A = Ax i + Ay j B = Bx i + By j Jika C adalah resultan vektor A dengan vektor B, maka C = A + B = (Ax + Bx) i + (Ay + By) j 2 yByA 2 xBxAC               +++= Besar vektor C adalah             + + −= xBxA yByA 1tanα Arah vektor C adalah
  • 40.
    st. legiyo -sma tn 2004 Contoh Diketahui dua buah vektor P dan Q, dimana P = 5 i + j dan Q = -2 i + 4 j. Tentukan besar dan arah resultan kedua vektor tersebut. R = P + Q R = (5 - 2) i + (1 + 4) j = 3 i + 5 j Besar vektor R adalah R = √(32 + 52 ) = √34 satuan Arah vektor R adalah α = tan-1 (5/3) Jawab P Q x y R α
  • 41.
    st. legiyo -sma tn 2004 Perkalian Vektor Satuan Perkalian Titik (menghasilkan skalar) i • i = 1x1xcos 00 = 1 i • j = 1x1xcos 900 = 0 j • j = 1x1xcos 00 = 1 j • i = 1x1xcos 900 = 0 k•k = 1x1xcos 00 = 1 i •k = 1x1xcos 900 = 0 dst x+-i j y - z+ x - y+ z- k i -k -j Perkalian Silang (menghasilkan vektor satuan) i x i = 0 i x j = k j x i = -k j x j = 0 j x k = i k x j = -i kxk = 0 k x i = j i x k = -j
  • 42.
    st. legiyo -sma tn 2004 Perkalian Titik Dua Vektor Diketahui dua buah vektor A = Ax i + Ay j B = Bx i + By j Perkalian titik dua buah vektor menghasilkan skalar. Jika C adalah hasil kali titik vektor A dengan vektor B, maka C = A • B = (Ax i + Ay j) • (Bx i + By j) = (Ax i • Bx i) + (Ax i • Byj) + (Ay j • Bxi) + (Ay j • Byj) = (Ax Bx) + 0 + 0 + (Ay By) C = (Ax Bx) + (Ay By)
  • 43.
    st. legiyo -sma tn 2004 Contoh Diketahui dua buah vektor P dan Q, dimana P = 5 i + j dan Q = -2 i + 4 j. Tentukan: a) hasil kali titik kedua vektor, b) sudut antara kedua vektor tersebut P.Q = PxQx + PyQy = (5.(-2))+(1.4) = -6 ...........................(1) Jawab P.Q = P.Q.cos α P = √(52 + 12 ) = √26 Q = √(-2)2 + 42 ) = √20 P.Q = (√26) (√20).cos α = (√520) cos α ........... (2) Dari (1) dan (2), diperoleh -6 = (√520).cos α cos α = -6/(√520) α = cos-1 -5/√(26)
  • 44.
    st. legiyo -sma tn 2004 Perkalian Silang Dua Vektor Diketahui dua buah vektor A = Ax i + Ay j B = Bx i + By j Perkalian Silang dua buah vektor menghasilkan vektor. C = A x B = (Ax i + Ay j) x (Bx i + By j) = (Ax i x Bx i) + (Ax i x Byj) + (Ay j x Bxi) + (Ay j x Byj) = 0 + (Ax By) k + (Bx Ay) -k + 0 C = {(Ax By) - (Ay Bx)} k Besar C adalah C = (Ax By) - (Ay Bx) Arah vektor C sejajar vektor satuan k atau sumbu z
  • 45.
    st. legiyo -sma tn 2004 Contoh Diketahui dua buah vektor P dan Q, dimana P = 5 i + j dan Q = -2 i + 4 j. Tentukan: besar dan arah hasil kali silang kedua vektor itu PxQ = (PxQy – PyQx) k = {(5.4)-(1.(-2)} k = 22 k Jawab Jadi vektor hasilnya sebesar 22 satuan dengan arah ke sumbu z positif
  • 46.
    st. legiyo -sma tn 2004 Vektor Posisi Vektor Posisi adalah vektor untuk menyatakan posisi sebuah titik di dalam ruang. Sebuah titik P berada di dalam ruang dengan koordinat (x,y,z) Vektor Posisi titik P tersebut dituliskan: r = x i + y j + z k x+ z+ y+ z x y r •P
  • 47.
    st. legiyo -sma tn 2004 Vektor Posisi x+ z+ y+ z1 x1 y1 •P r1 y2 x2 z2 r2 Jika sebuah titik berpindah dari posisi r1 = x1 i + y1 j + z1 k menuju r2 = x2 i + y2 j + z2 k Maka vektor perpindahan titik tersebut: ∆r = r2 - r1 = (x2 - x1)i + (y2 - y1)j + (z2 - z1)k ∆r
  • 48.
    st. legiyo -sma tn 2004 Contoh Sebuah partikel berada pada titik A dengan vektor posisi rA = 5 i + j. Kemudian partikel tersebut bergerak ke titik B yang vektor posisinya rB = -2 i + 4 j. Tentukan: besar dan arah perpindahan partikel tersebut ∆r = rB - rA = (x2 - x1)i + (y2 - y1)j = (-2 - 5)i + (4 - 1)j = -7 i + 3 j Jawab Besar perpindahan partikel ∆r = √(-7)2 + 32 = √58 satuan Arah perpindahan (terhadap sumbu x) θ = tan-1 (3 / -7)