Rangkaian Pembagi Tegangan, 
Pembagi Arus, dan Setara 
Oleh : 
SILVI DWI MAYORA 
(1305771) 
Pend. Fisika
1. Rangkaian Pembagi Tegangan 
Rangkaian pembagi tegangan biasanya 
digunakan untuk membagi tegangan atau 
mengkonversi dari resistensi menjadi sebuah 
tegangan. Biasanya fungsi dari pembagi 
tegangan ini untuk mengubah atau 
mengkonversikan dari tegangan tegangan 
yang lebih besar untuk memberi bias kepada 
komponen yang aktif dalam rangkaian 
tersebut.
Dapat dilihat dari gambar berikut :
Dari gambar rangkaian tersebut dapat diketahui 
bahwa tegangan output yang diberi simbol V0, dan juga 
arus yang bersimbol I, mengalir ke rangkaian R1 dan R2. 
Dan hasil di tegangan VI merupakan hasil dari 
penggabungan atau penjumlahan dari rumus VS dan VO. 
Untuk rumusnya sendiri adalah : 
Vi = Vs + Vo= i * R1 + i * R2 
atau : 
Vo = V1 * ( R2 / R1 + R2 )
Rangkain Pembagi yang terbebani
Di Rangkaian Pembagi yang terbebani, terdapat beban 
terpasang yang akan dialirkan sebuah tegangan dari sistem pembagi 
tersebut. Pada terminal tersebut, io akan diambil arusnya dan akan 
menghasilkan Vo yang diambil tegangannya. Sementara mengenai 
hubungan io dan Vo di dalam rumus adalah : 
Vo = Vi * ( R2 / R1 + R2 ) – io * (R1 * R2 / R1 + R2 ) 
Vo = Vo/c – io * RP 
Simbol Vo/c ini adalah arus tegangan pada Vo yang tidak 
terbebani. Dan pada rangkaian pembagi tegangan pada gambar 
tersebut jika arus R1 adalah i, maka arus di R2 adalah i – io. 
Pasalnya pada rangkaian arus di R2, arus tegangan sudah terbagi ke 
arah beban terpasang.
Contoh Soal : 
Misalkan sebuah rangkaian hanya memiliki 
12V DC supply dan yang memiliki impedansi 50Ω 
memerlukan pasokan 6V. Menghubungkan dua 
nilai yang sama resistor, misalkan masing-masing 
50Ω bersama-sama sebagai sebuah jaringan 
pembagi potensial di 12V akan mendapatkan 
hasil yang diharapkan /baik sampai ditambahkan 
beban rangkaian kedalam jaringan. Menghitung 
tegangan di X and Y. 
a) Tanpa penambahan RL 
b) Dengan RL tersambung
Jawab :
2. Rangkaian Pembagi arus 
Rangkaian Pembagi Arus memiliki fungsi penting 
terutama jika akan melakukan pemasangan komponen 
atau perangkat Ampere Meter yang biasanya 
digunakan untuk mengukur arus secara paralel. Dan 
juga jika pembagian arus lebih dari 1, rangkaian ini bisa 
digunakan. Dua buah komponen resistor menjadi 
bagian penting yang tidak boleh terlewatkan jika ingin 
membuat rangkaian tersebut. Salah satu kaki resistor 
digabungkan menjadi satu ke sumber tegangan dan 
kaki yang lain atau sisanya dihubungkan ke beban. 
Yang dapat dilihat seperti gambar :
Dari rangaian diatas terlihat bahwa arus 
total (I) dibagi oleh rangkaian R1 dan R2 
menjadi I1 dan I2 dan dapat dituliskan dengan 
persamaan matematis sebagai berikut :
• Sedangkan jika sudah diketahui nilai I total 
yang melewati V maka Arus yang mengalir 
pada masing-masing resistor dapat dicari 
dengan menggunakan rumus pembagi arus 
sebagai berikut :
Contoh Aplikasi Pembagi Arus 
Dapat dijumpai pada pembagian arus 
untuk LED seperti pada gambar berikut.
Fungsi resistor pada tiap LED tersebut 
selain sebagai pembagi arus juga berfungsi 
sebagai pembatas arus yang akan dilewatkan 
oleh LED. Nilai resistor harus sesuai dengan 
arus maksimal yang boleh dilewati LED, agar 
LED tidak rusak. Nilai resistor yang tepasang 
harus sama agar nyala LED sama terang dan 
pembagian arus ke beban seimbang.
Kesimpulan 
• Rangkaian pembagi tegangan digunakan 
mengkonvensi tegangan yang besar pada suatu 
rangkaian kepada komponen yang aktif dalam 
rangkain tersebut. Dan jika rangkaian diberi 
pembebanan maka, arus yang yang terbawa 
tegangan akan terbagi ke arah yang diberi beban. 
• Rangkaian pembagi arus hanya dapat dilakukan 
pada rangkaian paralel, dan yang berfungsi 
sebagai pemabagi dalam rangkaian ini adalah 
resistor.
1. Rangkaian Setara Thevenin 
• Teorema Thevenin ini menyatakan : Sembarang jaringan listrik dua arah linear yang memiliki dua 
terminal (a-b) dapat diganti dengan sebuah rangkaian setara yang berisi sebuah sumber tegangan 
dan sebuah tahanan yang dipasang seri dengan sumber tegangan tersebut 
• Tujuan sebenarnya dari teorema ini adalah untuk menyederhanakan analisis rangkaian, yaitu 
membuat rangkaian pengganti berupa sumber tegangan yang dihubungkan secara seri dengan 
suatu resistansi ekuivalennya. 
Gambar 1.1 rangkaian thevenin
Langkah-langkah penyelesaian 
rangkaian thevenin 
• Cari dan tentukan titik terminal a-b di mana parameter ditanyakan. Pada Gambar 
1.1 yang ditanyakan adalah besar atau nilai dari IR3, maka titik terminal a-b 
terdapat pada komponen tahanan R3 
• Lepaskan komponen pada titik a-b tersebut. Sehingga diperoleh gambar berikut: 
Gambar 1.2 
• Jika semua sumbernya adalah sumber bebas, maka tentukan nilai tahanan 
diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber di non aktifkan dengan 
cara diganti dengan tahanan dalamnya ( jika sumber tegangan bebas maka 
diganti dengan rangkaian short circuit, apabila sumber arus bebas maka 
diganti dengan rangkaian open circuit).
Gambar 1.3 
Dari gambar, maka didapatkan Rab = RTh, 
RTh = 
• Pasang kembali sumber tegangan bebasnya, kemudian hitung nilai tegangan dititik 
a-b tersebut. 
Gambar 1.4
• Tegangan di titik a-b, Vab = VTh 
VTh = . V 
• Gambarkan kembali rangkaian pengganti Theveninnya 
(rangkaian aktif), kemudian pasangkan kembali komponen 
yang tadi dilepas dan hitung parameter yang ditanyakan. 
maka dapat mencari besar atau nilai dari IR3, yaitu: 
IR3 = 
Rangkaian 
Aktif
Rangkaian Setara Norton 
• Menyatakan bahwa : Suatu rangkaian listrik dapat 
disederhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah 
sumber arus yang dihubungkan secara paralel dengan 
sebuah tahanan ekuivalennya pada dua terminal yang 
diamati. 
• Tujuan untuk menyederhanakan analisis rangkaian yaitu 
untuk membuat rangkaian pengganti berupa sumber arus 
yang diparalel dengan suatu tahanan ekuivalennya. 
Gambar 2.1 rangkaian norton
Langkah – langkah penyelesaian 
rangkaian Norton 
• Cari dan tentukan titik terminal a-b di mana parameter ditanyakan. 
Pada Gambar 2.1 yang ditanyakan adalah besar atau nilai dari IR3, 
maka titik terminal a-b terdapat pada komponen tahanan R3 
• Lepaskan komponen pada titik a-b tersebut. Sehingga diperoleh 
gambar berikut: 
Gambar 2.2 
• Jika semua sumbernya adalah sumber bebas, maka tentukan nilai tahanan diukur pada 
titik a-b tersebut saat semua sumber di non aktifkan dengan cara diganti dengan 
tahanan dalamnya ( jika sumber tegangan bebas maka diganti dengan rangkaian short 
circuit, apabila sumber arus bebas maka diganti dengan rangkaian open circuit).
Gambar 2.3 
Maka didapatkan Rab = RN, 
RN = 
• Pasang kembali sumber tegangan bebasnya. 
Gambar 2.4
• Kemudian titik a-b dihubungkan singkat sehingga tidak 
ada arus yang melewati R2. Atau dengan kata lain, I2 = 
0. Sehingga besar IN dapat dicari dengan : 
Gambar 2.5 
IN =
• Gambarkan kembali rangkaian pengganti Nortonnya 
(rangkaian aktif), kemudian pasangkan kembali komponen 
yang tadi dilepas dan hitung parameter yang ditanyakan. 
Gambar 2.6 
Rangkaian 
aktif 
Dari Gambar 2.6, maka dapat mencari besar atau nilai dari IR3, yaitu: 
IR3 = . IN
Kesimpulan 
• Rangkain setara thevenin menyatakan bahwa rangkaian listri dapat 
disederhanakan dengan satu sumber tegangan dihubungkan seri 
pada satu tahanan ekuivalen pada dua terminal yang diamati. 
• Rangkaian setara norton menyatakan bahwa rangkaian listrik dapat 
disederhankan dengan satu sumber tegangan yang dihubungkan 
secara paralel pada satu tahanan ekuivalen pada dua terminal yang 
diamati. 
• Perbedaan rangkaian therven dan rangkaian norton dapat dilihat 
dari cara menyambungkan sumber tegangan pada tahanannya. 
Rangkaian thevenin dihubungkan secara seri, sedangkan rangkaian 
norton dihubungkan secara paralel.

pembagi tegangan dan arus

  • 1.
    Rangkaian Pembagi Tegangan, Pembagi Arus, dan Setara Oleh : SILVI DWI MAYORA (1305771) Pend. Fisika
  • 2.
    1. Rangkaian PembagiTegangan Rangkaian pembagi tegangan biasanya digunakan untuk membagi tegangan atau mengkonversi dari resistensi menjadi sebuah tegangan. Biasanya fungsi dari pembagi tegangan ini untuk mengubah atau mengkonversikan dari tegangan tegangan yang lebih besar untuk memberi bias kepada komponen yang aktif dalam rangkaian tersebut.
  • 3.
    Dapat dilihat darigambar berikut :
  • 4.
    Dari gambar rangkaiantersebut dapat diketahui bahwa tegangan output yang diberi simbol V0, dan juga arus yang bersimbol I, mengalir ke rangkaian R1 dan R2. Dan hasil di tegangan VI merupakan hasil dari penggabungan atau penjumlahan dari rumus VS dan VO. Untuk rumusnya sendiri adalah : Vi = Vs + Vo= i * R1 + i * R2 atau : Vo = V1 * ( R2 / R1 + R2 )
  • 5.
  • 6.
    Di Rangkaian Pembagiyang terbebani, terdapat beban terpasang yang akan dialirkan sebuah tegangan dari sistem pembagi tersebut. Pada terminal tersebut, io akan diambil arusnya dan akan menghasilkan Vo yang diambil tegangannya. Sementara mengenai hubungan io dan Vo di dalam rumus adalah : Vo = Vi * ( R2 / R1 + R2 ) – io * (R1 * R2 / R1 + R2 ) Vo = Vo/c – io * RP Simbol Vo/c ini adalah arus tegangan pada Vo yang tidak terbebani. Dan pada rangkaian pembagi tegangan pada gambar tersebut jika arus R1 adalah i, maka arus di R2 adalah i – io. Pasalnya pada rangkaian arus di R2, arus tegangan sudah terbagi ke arah beban terpasang.
  • 7.
    Contoh Soal : Misalkan sebuah rangkaian hanya memiliki 12V DC supply dan yang memiliki impedansi 50Ω memerlukan pasokan 6V. Menghubungkan dua nilai yang sama resistor, misalkan masing-masing 50Ω bersama-sama sebagai sebuah jaringan pembagi potensial di 12V akan mendapatkan hasil yang diharapkan /baik sampai ditambahkan beban rangkaian kedalam jaringan. Menghitung tegangan di X and Y. a) Tanpa penambahan RL b) Dengan RL tersambung
  • 8.
  • 9.
    2. Rangkaian Pembagiarus Rangkaian Pembagi Arus memiliki fungsi penting terutama jika akan melakukan pemasangan komponen atau perangkat Ampere Meter yang biasanya digunakan untuk mengukur arus secara paralel. Dan juga jika pembagian arus lebih dari 1, rangkaian ini bisa digunakan. Dua buah komponen resistor menjadi bagian penting yang tidak boleh terlewatkan jika ingin membuat rangkaian tersebut. Salah satu kaki resistor digabungkan menjadi satu ke sumber tegangan dan kaki yang lain atau sisanya dihubungkan ke beban. Yang dapat dilihat seperti gambar :
  • 11.
    Dari rangaian diatasterlihat bahwa arus total (I) dibagi oleh rangkaian R1 dan R2 menjadi I1 dan I2 dan dapat dituliskan dengan persamaan matematis sebagai berikut :
  • 12.
    • Sedangkan jikasudah diketahui nilai I total yang melewati V maka Arus yang mengalir pada masing-masing resistor dapat dicari dengan menggunakan rumus pembagi arus sebagai berikut :
  • 13.
    Contoh Aplikasi PembagiArus Dapat dijumpai pada pembagian arus untuk LED seperti pada gambar berikut.
  • 14.
    Fungsi resistor padatiap LED tersebut selain sebagai pembagi arus juga berfungsi sebagai pembatas arus yang akan dilewatkan oleh LED. Nilai resistor harus sesuai dengan arus maksimal yang boleh dilewati LED, agar LED tidak rusak. Nilai resistor yang tepasang harus sama agar nyala LED sama terang dan pembagian arus ke beban seimbang.
  • 15.
    Kesimpulan • Rangkaianpembagi tegangan digunakan mengkonvensi tegangan yang besar pada suatu rangkaian kepada komponen yang aktif dalam rangkain tersebut. Dan jika rangkaian diberi pembebanan maka, arus yang yang terbawa tegangan akan terbagi ke arah yang diberi beban. • Rangkaian pembagi arus hanya dapat dilakukan pada rangkaian paralel, dan yang berfungsi sebagai pemabagi dalam rangkaian ini adalah resistor.
  • 16.
    1. Rangkaian SetaraThevenin • Teorema Thevenin ini menyatakan : Sembarang jaringan listrik dua arah linear yang memiliki dua terminal (a-b) dapat diganti dengan sebuah rangkaian setara yang berisi sebuah sumber tegangan dan sebuah tahanan yang dipasang seri dengan sumber tegangan tersebut • Tujuan sebenarnya dari teorema ini adalah untuk menyederhanakan analisis rangkaian, yaitu membuat rangkaian pengganti berupa sumber tegangan yang dihubungkan secara seri dengan suatu resistansi ekuivalennya. Gambar 1.1 rangkaian thevenin
  • 17.
    Langkah-langkah penyelesaian rangkaianthevenin • Cari dan tentukan titik terminal a-b di mana parameter ditanyakan. Pada Gambar 1.1 yang ditanyakan adalah besar atau nilai dari IR3, maka titik terminal a-b terdapat pada komponen tahanan R3 • Lepaskan komponen pada titik a-b tersebut. Sehingga diperoleh gambar berikut: Gambar 1.2 • Jika semua sumbernya adalah sumber bebas, maka tentukan nilai tahanan diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber di non aktifkan dengan cara diganti dengan tahanan dalamnya ( jika sumber tegangan bebas maka diganti dengan rangkaian short circuit, apabila sumber arus bebas maka diganti dengan rangkaian open circuit).
  • 18.
    Gambar 1.3 Darigambar, maka didapatkan Rab = RTh, RTh = • Pasang kembali sumber tegangan bebasnya, kemudian hitung nilai tegangan dititik a-b tersebut. Gambar 1.4
  • 19.
    • Tegangan dititik a-b, Vab = VTh VTh = . V • Gambarkan kembali rangkaian pengganti Theveninnya (rangkaian aktif), kemudian pasangkan kembali komponen yang tadi dilepas dan hitung parameter yang ditanyakan. maka dapat mencari besar atau nilai dari IR3, yaitu: IR3 = Rangkaian Aktif
  • 20.
    Rangkaian Setara Norton • Menyatakan bahwa : Suatu rangkaian listrik dapat disederhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah sumber arus yang dihubungkan secara paralel dengan sebuah tahanan ekuivalennya pada dua terminal yang diamati. • Tujuan untuk menyederhanakan analisis rangkaian yaitu untuk membuat rangkaian pengganti berupa sumber arus yang diparalel dengan suatu tahanan ekuivalennya. Gambar 2.1 rangkaian norton
  • 21.
    Langkah – langkahpenyelesaian rangkaian Norton • Cari dan tentukan titik terminal a-b di mana parameter ditanyakan. Pada Gambar 2.1 yang ditanyakan adalah besar atau nilai dari IR3, maka titik terminal a-b terdapat pada komponen tahanan R3 • Lepaskan komponen pada titik a-b tersebut. Sehingga diperoleh gambar berikut: Gambar 2.2 • Jika semua sumbernya adalah sumber bebas, maka tentukan nilai tahanan diukur pada titik a-b tersebut saat semua sumber di non aktifkan dengan cara diganti dengan tahanan dalamnya ( jika sumber tegangan bebas maka diganti dengan rangkaian short circuit, apabila sumber arus bebas maka diganti dengan rangkaian open circuit).
  • 22.
    Gambar 2.3 Makadidapatkan Rab = RN, RN = • Pasang kembali sumber tegangan bebasnya. Gambar 2.4
  • 23.
    • Kemudian titika-b dihubungkan singkat sehingga tidak ada arus yang melewati R2. Atau dengan kata lain, I2 = 0. Sehingga besar IN dapat dicari dengan : Gambar 2.5 IN =
  • 24.
    • Gambarkan kembalirangkaian pengganti Nortonnya (rangkaian aktif), kemudian pasangkan kembali komponen yang tadi dilepas dan hitung parameter yang ditanyakan. Gambar 2.6 Rangkaian aktif Dari Gambar 2.6, maka dapat mencari besar atau nilai dari IR3, yaitu: IR3 = . IN
  • 25.
    Kesimpulan • Rangkainsetara thevenin menyatakan bahwa rangkaian listri dapat disederhanakan dengan satu sumber tegangan dihubungkan seri pada satu tahanan ekuivalen pada dua terminal yang diamati. • Rangkaian setara norton menyatakan bahwa rangkaian listrik dapat disederhankan dengan satu sumber tegangan yang dihubungkan secara paralel pada satu tahanan ekuivalen pada dua terminal yang diamati. • Perbedaan rangkaian therven dan rangkaian norton dapat dilihat dari cara menyambungkan sumber tegangan pada tahanannya. Rangkaian thevenin dihubungkan secara seri, sedangkan rangkaian norton dihubungkan secara paralel.