PENGEMBANGAN MEDIA DENGAN ADDIE
Nama Mata Diklat : Pengembangan Media Pembelajaran
Standar Kompetensi : Menjelaskan Proses Pengembangan media Pembelajaran
Indikator : Menjelaskan siklus pengembenagan media
Menjelaskan langkah-langkah pengembangan media
Pendahuluan
Dilihat dari pengadaaanya media dalam penggunaan media dapat menggunakan media
yang sudah ada dibuat oleh pihak tertentu sehingga langsung dapat digunakan
demikian juga ada media yangsung dapat digunakan karena keberadaanya ada
dilingkungan sekolah. Namun demikian dapat juga dibuat sendiri sesuai dengan
kebutuhan. Dengan demikian diperlukan perencanaan yang teliti untuk mewujudkan
media tersebut dan diperlukan analisis terhadap berbagai aspek sehingga sesuai
dengan kebutuhan. Ada beberapa pertanyaan untuk perenacaan media yang akan
dibuat :
1. Mengapa kita ingin membuat media ?
2. Adakah kaitan antara media yang dibuat dengan kegiatan pembelajaran ?
3. Siapa yang akan dikenai dengan media yang dibuat ?
4. Bagaimana karakteristik siswa yang akan dikenai media yang dibuat ?
5. Perubahan tingkah laku apa yang diharapkan setelah siswa belajar dengan
menggunakan media tersebut /
Pertanyaaan-pertanyaan lain mungkin masih perlu digali sebagai langkah awal dalam
mengembangkan media tersebut. Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu ditindak
lanjuti dengan cara menyusun konsep dalam mengembangkan media.
Langkah-langkah mengembangkan media Pembelajaran

1
Berbagai model desain pengembangan media pembelajaran, semua model tersebut
dapat digunakan sebagai acuan, akan tetapi pada diklat ini hanya akan dibahas
tentang pengembangan media dengan model ADDIE yaitu Analisis, Development,
Design, Implementation dan Evaluation secara diagaram dapat digambarkan sebagai
berikut :

Analisis

Evaluasi

UMPAN
BALIK
DAN REVISI

Implementasi

Disain

Pengembanga
n

Langkah 1: ANALISIS (ANALYSIS)
Tahap analiasis ini meliputi :
a. Identifikasi kebutuhan dan karakteristik
Perencaan media media analisis merupakan langkah awal dalam untuk menentukan
tahap berikutnya. Sebuah perencanaan media didasarkan atas kebutuhan yang
merupakan kesenjangan yang harus dipenuhi . Dalam pembelajaran kebutuhan adalah
2
kesenjangan antara kemampuan, ketrampilan dan sikap seseoarang yang dimiliki
dengan kemampuan yang seharusnya. Sehingga hal ini diperlukan pembelajaran
meningkatkan kemampuan untuk memenuhi yang seharusnya. Atas dasar kebutuhan
meningkatkan kemampuan tersebut diperlukan salah satunya media pembelajaran
yang sesuai dengan karakteristik materi meningkatkan kemampuannya.
Kesesuaian media pembelajaran dengan karakteristik siswa juga dapat dijadikan dasar
pertimbangan dalam mengembangkan media, karena hampir tidak ada satu media
yang dapat memenuhi semua usia. Kebutuhan media pembelajaran harus relevan
dengan tuntutan kurikulum. Siswa yang belajar pada suatu sekolah pada setiap akhir
tahun diharapkan memiliki sejumlah pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang sesuai
dengan yang dirumuskan dalam kurikulum. Pada awal tahun tentunya guru akan
mengidentifikasikan kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki oleh siswa dengan
dengan yang disyaratkan pada kurikulum, dengan pengembangan media dapat
membantu menutupi kesenjangan tersebut.
Langkah 2: DESAIN (DESIGN)
Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blue-print). Ibarat bangunan,
maka sebelum dibangun gambar rancang bangun (blue-print) diatas kertas harus ada
terlebih dahulu. Apa yang kita lakukan dalam tahap desain ini?
a. Perumusan Tujuan
Perumusan tujuan menentukan arah dari suatu program kegiatan . Dengan tujuan ini
akan diketahui apakah target yang telah ditetapkan dapat dicapai atau tidak
Dengan adanya perumusan tujuan guru sebagai pengajar dan siswa yang belajar akan
memiliki kejelasan apa yang akan dicapai, apa yang harus dilakukan siswa, apa yang
harus disiapkan guru dan bagaimana mencapainya tergambar dengan jelas. Dengan
demikian akan memudahkan guru dalam mengajar dan siswa dalam belajar.
Perumusan tujuan harus operasional dan jelas artinya tidak misinterpretasi dan dapat
diukur paling tidak memiliki ketentuan sebagai berikut :

3
1) Berorientasi pada siswa
2) Operasional ( spesifik )
b. Perumusan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran disusun dengan memperhatikan datnataranya :
1) Sahih dan valid
2) Tingkat kepentingan artinya penting untuk dipelajari
3) Kebermanfaatan secara akadmis dan non akademis
4) Memungkinkan untuk dipelajari
c. Perumusan alat pengukur keberhasilan
Pembelajaran yang akan dilakukan haruslah diukur apakah tujuan pembelajaran
dapat dicapai atau tidak. Oleh karena itu perlu alat ukur hasil pembelajaran berupa
tes, penugasan atau daaftar cek perilaku. Perumusan alat ukur keberhasilan perlu
dikembangan dengan berpijak pada tujuan yang telah dirumuskan dan sesuai juga
materi yang disiapkan. Yang perlu diukur adalah tiga kemampuan utama yaitu
pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang telah dirumuskan secara rinci dalam
tujuan. Dengan demikian terhadap hubungan yang erat antara tujuan, materi dan
tes pengukur keberhasilan.
d. Garis Besar Program media
Garis besar program media merupakan petunjuk yang dijasdikan pedoman oleh
para penulis naskah didalam penulisan naskah program media. Garis besar
program ini mengacu pada analisis kebutuhan, tujuan dan materi. GBPM dibuat
setelah dilakukan penelaahan topik yang ada.

No

Kompetesi

Pokok

Sub Pokok

Bentuk

Daftar

Bahsan

bahasan

penyajian

pustaka
4
e. Penjabaran Materi Pembelajaran
Setelah GBPM dibuat,langkah selanjutnya adalah menjabarkan materi sebagai
gambaran tentang visualisasi dan narasi yang akan disajikan. Bentuk-bentuk
jabaran materi secara umum adalah sebagai berikut :

TPK

Pokok-pokok program

Pokok-pokok narasi

f. Penulisan naskah media
Naskah dalam media pembelajaran dapat diartikan pedoman tertulis yang berisi
informasi dalam bentuk visual, grafis, dan audio sebagai acuan dalam pembuatan
media tertentu. Secara sederhana naskah dapat berupa gambaran umum atau
outline media yang akan dibuat. Melalui naskah inilah tujuan dan materi tersebut
dituangkan dengan kemasan sesuai jenis media yang akan dibuat. Naskah media
dibuat berdasarkan tahapan-tahapan :
a. Ide atau gagasan yang sesuai dengan tujuan
b. Pengumpulan data dan informasi
c. Penulisan sinopsis ( ringkasan program )
d. Penulisan naskah
e. Pengkajian naskah
f. Revisi naskah

5
g. Skenario merupakan Petunjuk operasional dalam melaksanakan produksi media
pembelajaran . Skenario ini sangat bermanfaat bagi kerabat produksi yang
bertanggung jawab teknis operasional. Skenario ini dapat berupa diagram, alur
dan gambaran visual dari apa yang akan diwujudkan sperti story board, denah dan
lin-lain

Langkah 3: PENGEMBANGAN (DEVELOPMENT)
Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi
kenyataan. Artinya begini, jika dalam desain diperlukan dirancang media pembelajaran
tertentu , maka media tersebut harus diwujudkan sesuai rancangan. Misalnya diperlukan
modul cetak, maka modul tersebut perlu dikembangkan. Begitu pula halnya dengan
lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus
disiapkan dalam tahap ini. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji
coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari
salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif, karena
hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita
kembangkan.
Langkah 4: IMPLEMENTASI (IMPLEMENTATION)
Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang
kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset
sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Misal,
jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstal. Jika
penataan lingkungan harus tertentu, maka lingkungan atau seting tertentu tersebut juga
harus ditata. Barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal.
Langkah 5: EVALUASI (EVALUATION)
Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah media pembelajaran yang sedang dibangun
berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi
6
pada setiap empat tahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu
dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Misal, pada tahap
rancangan, mungkin kita memerlukan salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya
review ahli untuk memberikan input terhadap rancangan yang sedang kita buat. Pada
tahap pengembangan, mungkin perlu uji coba dari produk yang kita kembangkan atau
mungkin perlu evaluasi kelompok kecil dan lain-lain. Disamping itu, dalam tahap inipun
kita memerlukan evaluasi sumatif untuk melihat dampak atau hasi dari sistem
pembelajaran yang telah kita laksanakan.
Aspek dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran
Aspek Rekayasa Perangkat Lunak
•

Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun penggunaan media
pembelajaran

•

Reliable (handal)

•

Maintainable (dapat dipelihara/dikelola dengan mudah)

•

Usabilitas (mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya)

•

Ketepatan pemilihan jenis aplikasi/software/tool untuk pengembangan

•

Kompatibilitas (media pembelajaran dapat diinstalasi/dijalankan di berbagai
hardware dan software yang ada)

•

Pemaketan program media pembelajaran terpadu dan mudah dalam eksekusi

•

Dokumentasi program media pembelajaran yang lengkap meliputi: petunjuk
instalasi (jelas, singkat, lengkap), trouble shooting (jelas, terstruktur, dan
antisipatif), desain program (jelas, menggambarkan alur kerja program)

•

Reusable (sebagian atau seluruh program media pembelajaran dapat dimanfaatkan
kembali untuk mengembangkan media pembelajaran lain)

Aspek Desain Pembelajaran
•

Kejelasan tujuan pembelajaran (rumusan, realistis)

•

Relevansi tujuan pembelajaran dengan SK/KD/Kurikulum

•

Cakupan dan kedalaman tujuan pembelajaran
7
•

Ketepatan penggunaan strategi pembelajaran

•

Interaktivitas

•

Pemberian motivasi belajar

•

Kontekstualitas dan aktualitas

•

Kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar

•

Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran

•

Kedalaman materi

•

Kemudahan untuk dipahami

•

Sistematis, runut, alur logika jelas

•

Kejelasan uraian, pembahasan, contoh, simulasi, latihan

•

Konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran

•

Ketepatan dan ketetapan alat evaluasi

•

Pemberian umpan balik terhadap hasil evaluasi

Aspek Komunikasi Visual
•

Komunikatif; sesuai dengan pesan dan dapat diterima/sejalan dengan keinginan
sasaran

•

Kreatif dalam ide berikut penuangan gagasan

•

Sederhana dan memikat

•

Audio (narasi, sound effect, backsound,musik)

•

Visual (layout design, typography, warna)

•

Media bergerak (animasi, movie)

•

Layout Interactive (ikon navigasi)

8

Model desain pembelajaran ADDIE

  • 1.
    PENGEMBANGAN MEDIA DENGANADDIE Nama Mata Diklat : Pengembangan Media Pembelajaran Standar Kompetensi : Menjelaskan Proses Pengembangan media Pembelajaran Indikator : Menjelaskan siklus pengembenagan media Menjelaskan langkah-langkah pengembangan media Pendahuluan Dilihat dari pengadaaanya media dalam penggunaan media dapat menggunakan media yang sudah ada dibuat oleh pihak tertentu sehingga langsung dapat digunakan demikian juga ada media yangsung dapat digunakan karena keberadaanya ada dilingkungan sekolah. Namun demikian dapat juga dibuat sendiri sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian diperlukan perencanaan yang teliti untuk mewujudkan media tersebut dan diperlukan analisis terhadap berbagai aspek sehingga sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa pertanyaan untuk perenacaan media yang akan dibuat : 1. Mengapa kita ingin membuat media ? 2. Adakah kaitan antara media yang dibuat dengan kegiatan pembelajaran ? 3. Siapa yang akan dikenai dengan media yang dibuat ? 4. Bagaimana karakteristik siswa yang akan dikenai media yang dibuat ? 5. Perubahan tingkah laku apa yang diharapkan setelah siswa belajar dengan menggunakan media tersebut / Pertanyaaan-pertanyaan lain mungkin masih perlu digali sebagai langkah awal dalam mengembangkan media tersebut. Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu ditindak lanjuti dengan cara menyusun konsep dalam mengembangkan media. Langkah-langkah mengembangkan media Pembelajaran 1
  • 2.
    Berbagai model desainpengembangan media pembelajaran, semua model tersebut dapat digunakan sebagai acuan, akan tetapi pada diklat ini hanya akan dibahas tentang pengembangan media dengan model ADDIE yaitu Analisis, Development, Design, Implementation dan Evaluation secara diagaram dapat digambarkan sebagai berikut : Analisis Evaluasi UMPAN BALIK DAN REVISI Implementasi Disain Pengembanga n Langkah 1: ANALISIS (ANALYSIS) Tahap analiasis ini meliputi : a. Identifikasi kebutuhan dan karakteristik Perencaan media media analisis merupakan langkah awal dalam untuk menentukan tahap berikutnya. Sebuah perencanaan media didasarkan atas kebutuhan yang merupakan kesenjangan yang harus dipenuhi . Dalam pembelajaran kebutuhan adalah 2
  • 3.
    kesenjangan antara kemampuan,ketrampilan dan sikap seseoarang yang dimiliki dengan kemampuan yang seharusnya. Sehingga hal ini diperlukan pembelajaran meningkatkan kemampuan untuk memenuhi yang seharusnya. Atas dasar kebutuhan meningkatkan kemampuan tersebut diperlukan salah satunya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi meningkatkan kemampuannya. Kesesuaian media pembelajaran dengan karakteristik siswa juga dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam mengembangkan media, karena hampir tidak ada satu media yang dapat memenuhi semua usia. Kebutuhan media pembelajaran harus relevan dengan tuntutan kurikulum. Siswa yang belajar pada suatu sekolah pada setiap akhir tahun diharapkan memiliki sejumlah pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang sesuai dengan yang dirumuskan dalam kurikulum. Pada awal tahun tentunya guru akan mengidentifikasikan kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki oleh siswa dengan dengan yang disyaratkan pada kurikulum, dengan pengembangan media dapat membantu menutupi kesenjangan tersebut. Langkah 2: DESAIN (DESIGN) Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blue-print). Ibarat bangunan, maka sebelum dibangun gambar rancang bangun (blue-print) diatas kertas harus ada terlebih dahulu. Apa yang kita lakukan dalam tahap desain ini? a. Perumusan Tujuan Perumusan tujuan menentukan arah dari suatu program kegiatan . Dengan tujuan ini akan diketahui apakah target yang telah ditetapkan dapat dicapai atau tidak Dengan adanya perumusan tujuan guru sebagai pengajar dan siswa yang belajar akan memiliki kejelasan apa yang akan dicapai, apa yang harus dilakukan siswa, apa yang harus disiapkan guru dan bagaimana mencapainya tergambar dengan jelas. Dengan demikian akan memudahkan guru dalam mengajar dan siswa dalam belajar. Perumusan tujuan harus operasional dan jelas artinya tidak misinterpretasi dan dapat diukur paling tidak memiliki ketentuan sebagai berikut : 3
  • 4.
    1) Berorientasi padasiswa 2) Operasional ( spesifik ) b. Perumusan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran disusun dengan memperhatikan datnataranya : 1) Sahih dan valid 2) Tingkat kepentingan artinya penting untuk dipelajari 3) Kebermanfaatan secara akadmis dan non akademis 4) Memungkinkan untuk dipelajari c. Perumusan alat pengukur keberhasilan Pembelajaran yang akan dilakukan haruslah diukur apakah tujuan pembelajaran dapat dicapai atau tidak. Oleh karena itu perlu alat ukur hasil pembelajaran berupa tes, penugasan atau daaftar cek perilaku. Perumusan alat ukur keberhasilan perlu dikembangan dengan berpijak pada tujuan yang telah dirumuskan dan sesuai juga materi yang disiapkan. Yang perlu diukur adalah tiga kemampuan utama yaitu pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang telah dirumuskan secara rinci dalam tujuan. Dengan demikian terhadap hubungan yang erat antara tujuan, materi dan tes pengukur keberhasilan. d. Garis Besar Program media Garis besar program media merupakan petunjuk yang dijasdikan pedoman oleh para penulis naskah didalam penulisan naskah program media. Garis besar program ini mengacu pada analisis kebutuhan, tujuan dan materi. GBPM dibuat setelah dilakukan penelaahan topik yang ada. No Kompetesi Pokok Sub Pokok Bentuk Daftar Bahsan bahasan penyajian pustaka 4
  • 5.
    e. Penjabaran MateriPembelajaran Setelah GBPM dibuat,langkah selanjutnya adalah menjabarkan materi sebagai gambaran tentang visualisasi dan narasi yang akan disajikan. Bentuk-bentuk jabaran materi secara umum adalah sebagai berikut : TPK Pokok-pokok program Pokok-pokok narasi f. Penulisan naskah media Naskah dalam media pembelajaran dapat diartikan pedoman tertulis yang berisi informasi dalam bentuk visual, grafis, dan audio sebagai acuan dalam pembuatan media tertentu. Secara sederhana naskah dapat berupa gambaran umum atau outline media yang akan dibuat. Melalui naskah inilah tujuan dan materi tersebut dituangkan dengan kemasan sesuai jenis media yang akan dibuat. Naskah media dibuat berdasarkan tahapan-tahapan : a. Ide atau gagasan yang sesuai dengan tujuan b. Pengumpulan data dan informasi c. Penulisan sinopsis ( ringkasan program ) d. Penulisan naskah e. Pengkajian naskah f. Revisi naskah 5
  • 6.
    g. Skenario merupakanPetunjuk operasional dalam melaksanakan produksi media pembelajaran . Skenario ini sangat bermanfaat bagi kerabat produksi yang bertanggung jawab teknis operasional. Skenario ini dapat berupa diagram, alur dan gambaran visual dari apa yang akan diwujudkan sperti story board, denah dan lin-lain Langkah 3: PENGEMBANGAN (DEVELOPMENT) Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print alias desain tadi menjadi kenyataan. Artinya begini, jika dalam desain diperlukan dirancang media pembelajaran tertentu , maka media tersebut harus diwujudkan sesuai rancangan. Misalnya diperlukan modul cetak, maka modul tersebut perlu dikembangkan. Begitu pula halnya dengan lingkungan belajar lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus disiapkan dalam tahap ini. Satu langkah penting dalam tahap pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Tahap uji coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE, yaitu evaluasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif, karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangkan. Langkah 4: IMPLEMENTASI (IMPLEMENTATION) Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat. Artinya, pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Misal, jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstal. Jika penataan lingkungan harus tertentu, maka lingkungan atau seting tertentu tersebut juga harus ditata. Barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal. Langkah 5: EVALUASI (EVALUATION) Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah media pembelajaran yang sedang dibangun berhasil, sesuai dengan harapan awal atau tidak. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi 6
  • 7.
    pada setiap empattahap di atas. Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif, karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. Misal, pada tahap rancangan, mungkin kita memerlukan salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya review ahli untuk memberikan input terhadap rancangan yang sedang kita buat. Pada tahap pengembangan, mungkin perlu uji coba dari produk yang kita kembangkan atau mungkin perlu evaluasi kelompok kecil dan lain-lain. Disamping itu, dalam tahap inipun kita memerlukan evaluasi sumatif untuk melihat dampak atau hasi dari sistem pembelajaran yang telah kita laksanakan. Aspek dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran Aspek Rekayasa Perangkat Lunak • Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun penggunaan media pembelajaran • Reliable (handal) • Maintainable (dapat dipelihara/dikelola dengan mudah) • Usabilitas (mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya) • Ketepatan pemilihan jenis aplikasi/software/tool untuk pengembangan • Kompatibilitas (media pembelajaran dapat diinstalasi/dijalankan di berbagai hardware dan software yang ada) • Pemaketan program media pembelajaran terpadu dan mudah dalam eksekusi • Dokumentasi program media pembelajaran yang lengkap meliputi: petunjuk instalasi (jelas, singkat, lengkap), trouble shooting (jelas, terstruktur, dan antisipatif), desain program (jelas, menggambarkan alur kerja program) • Reusable (sebagian atau seluruh program media pembelajaran dapat dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan media pembelajaran lain) Aspek Desain Pembelajaran • Kejelasan tujuan pembelajaran (rumusan, realistis) • Relevansi tujuan pembelajaran dengan SK/KD/Kurikulum • Cakupan dan kedalaman tujuan pembelajaran 7
  • 8.
    • Ketepatan penggunaan strategipembelajaran • Interaktivitas • Pemberian motivasi belajar • Kontekstualitas dan aktualitas • Kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar • Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran • Kedalaman materi • Kemudahan untuk dipahami • Sistematis, runut, alur logika jelas • Kejelasan uraian, pembahasan, contoh, simulasi, latihan • Konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran • Ketepatan dan ketetapan alat evaluasi • Pemberian umpan balik terhadap hasil evaluasi Aspek Komunikasi Visual • Komunikatif; sesuai dengan pesan dan dapat diterima/sejalan dengan keinginan sasaran • Kreatif dalam ide berikut penuangan gagasan • Sederhana dan memikat • Audio (narasi, sound effect, backsound,musik) • Visual (layout design, typography, warna) • Media bergerak (animasi, movie) • Layout Interactive (ikon navigasi) 8