Rahasia Kemuliaan Seorang Muslim
       Tafsir QS.Al-’Alaq [96]: 1-5
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang telah
 menciptakan; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal
 darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah; Yang
mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari
  manusia apa yang tidak dia ketahui (QS al-‘Alaq [96]: 1-5).
• Lima ayat ini adalah wahyu yang pertama kali diturunkan. Di antara
  yang berpendapat demikian adalah „Aisyah, Ibnu „Abbas, Abu Musa
  al-Asy‟ari, Atha‟ bin Yasar, dan Mujahid.
Tafsir Ayat
•       merupakan fi‟l al-amr (kata perintah) dari al-qirâ‟ah
• Menurut al-Qurthubi, an-Nasafi, al-Khazin, al-Baidhawi, as-Samarqandi,
  dan lain-lain obyek yang diperintahkan untuk dibaca adalah al-Quran.
• As-Syaukani juga menafsirkannya: apa yang diturunkan kepadamu, apa
    yang diwahyukan kepadamu, dan apa yang diperintahkan kepadamu
    untuk dibaca.
•               (Bacalah al-Quran atau apa yang diturunkan
    kepadamu) yang diawali, dibuka, dan diiringi dengan menyebut
    nama Tuhanmu
•               Tidak disebutkan maf’ûl bih (objek) pada
  kata khalaqa memberikan makna mutlak sehingga mencakup
  segala makhluk
• Ayat ini juga mengingatkan manusia terhadap nikmat Allah SWT,
  yakni nikmat penciptaan
•             merujuk kepada semua keturunan Adam
•               al-„alaqah berarti ad-dam al-jâmid (darah
    yang menggumpal), fase tersebut
    terjadi setelah nuthfah (lihat QS al-Hajj [22]: 4, al-Mukmin
    [40]: 67)
• Kata        untuk kedua kalinya berguna
  sebagai ta‟kîd (penegasan) dari perintah sebelumnya
•                   Kemuliaan-Nya melebihi semua mulia.
    Dengan demikian, tidak ada satu pun dari makhluk yang mulia
    setara dengan Dia.
•        sifat bagi         pada ayat sebelumnya
•               pengertian al-qalam, menurut an-Nasafi dan al-
  Biqa‟I, adalah al-kitâbah (tulisan)
• Pengkhususan tulisan dengan pena di antara berbagai
  pengajaran yang lain karena di dalam tulisan terdapat
  pengekalan ilmu dan kemaslahatan agama dan dunia
• Abdurahman as-Sa‟di mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT
  telah mengeluarkan manusia dari perut ibunya dalam keadaan
  tidak mengetahui apa-apa. Allah menjadikan dia memiliki
  pendengaran, penglihatan dan hati serta memudahkan baginya
  sebab-sebab mendapatkan ilmu”.
Some Lessons
Pertama, pentingnya membaca beserta
obyek yang dibaca dan panduan
melakukannya.

   Obyek yang diperintahkan untuk dibaca adalah al-
     Quran dan wahyu yang diturunkan Allah SWT
• Dengan membaca al-Quran dan wahyu yang Dia
  turunkan , manusia akan dapat mengetahui iman dan
  kufur, yang haq dan yang batil, yang halal dan yang
  haram; juga mengetahui petunjuk hidup yang benar
  untuk kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan
  negara.
Kedua: hakikat ar-Rabb.

    Tuhan yang benar dan patut disembah oleh seluruh
       manusia adalah Zat yang memiliki kekuasaan
      menciptakan, termasuk menciptakan manusia.
Ketiga: asal-usul manusia dan
derajatnya.
  Dalam ayat ini, manusia diingatkan asal-usulnya. Makhluk
 yang terlihat paling sempurna di muka bumi sesungguhnya
  berasal dari sesuatu yang rendah dan lemah, yakni‘alaq.
• Bahkan dalam QS al-Mursalat [77]: 29 disebut
  sebagai mâ`[in] mahîn[in] (air yang hina). Inilah asal-usul
  semua manusia.
• Lantas atas dasar apa mereka bisa berlaku sombong?
• Allah-lah yg menjadikannya mulia, yaitu dgn ilmu yg Dia
  beri.
• Ketinggian ilmu seseorang turut menjadi penentu bagi
  ketinggian kemuliaan seseorang (lihat QS al-Mujadilah
  [58]: 11, al-Zumar [39]: 9).
Keempat: keutamaan ilmu tulisan.
  Beberapa mufassir berkata, “Allah SWT mengingatkan keutamaan ilmu
    tulisan. Sebab, di dalamnya terdapat berbagai manfaat besar yang
 tidak tertampung kecuali olehnya. Tidak ada ilmu yang tercatat, hikmah
   yang diikat, informasi orang terdahulu terjaga, dan kitab-kitab Allah
       yang diturunkan kecuali dengan tulisan. Seandainya tidak ada
             tulisan, tidak akan tegak urusan agama dan dunia.

Tafsir al alaq 1-5

  • 1.
    Rahasia Kemuliaan SeorangMuslim Tafsir QS.Al-’Alaq [96]: 1-5
  • 2.
    Bacalah dengan (menyebut)nama Tuhanmu Yang telah menciptakan; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah; Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang tidak dia ketahui (QS al-‘Alaq [96]: 1-5).
  • 3.
    • Lima ayatini adalah wahyu yang pertama kali diturunkan. Di antara yang berpendapat demikian adalah „Aisyah, Ibnu „Abbas, Abu Musa al-Asy‟ari, Atha‟ bin Yasar, dan Mujahid.
  • 4.
  • 5.
     merupakan fi‟l al-amr (kata perintah) dari al-qirâ‟ah • Menurut al-Qurthubi, an-Nasafi, al-Khazin, al-Baidhawi, as-Samarqandi, dan lain-lain obyek yang diperintahkan untuk dibaca adalah al-Quran. • As-Syaukani juga menafsirkannya: apa yang diturunkan kepadamu, apa yang diwahyukan kepadamu, dan apa yang diperintahkan kepadamu untuk dibaca.
  • 6.
     (Bacalah al-Quran atau apa yang diturunkan kepadamu) yang diawali, dibuka, dan diiringi dengan menyebut nama Tuhanmu •  Tidak disebutkan maf’ûl bih (objek) pada kata khalaqa memberikan makna mutlak sehingga mencakup segala makhluk • Ayat ini juga mengingatkan manusia terhadap nikmat Allah SWT, yakni nikmat penciptaan
  • 7.
     merujuk kepada semua keturunan Adam •  al-„alaqah berarti ad-dam al-jâmid (darah yang menggumpal), fase tersebut terjadi setelah nuthfah (lihat QS al-Hajj [22]: 4, al-Mukmin [40]: 67)
  • 8.
    • Kata untuk kedua kalinya berguna sebagai ta‟kîd (penegasan) dari perintah sebelumnya •  Kemuliaan-Nya melebihi semua mulia. Dengan demikian, tidak ada satu pun dari makhluk yang mulia setara dengan Dia.
  • 9.
     sifat bagi pada ayat sebelumnya •  pengertian al-qalam, menurut an-Nasafi dan al- Biqa‟I, adalah al-kitâbah (tulisan) • Pengkhususan tulisan dengan pena di antara berbagai pengajaran yang lain karena di dalam tulisan terdapat pengekalan ilmu dan kemaslahatan agama dan dunia
  • 10.
    • Abdurahman as-Sa‟dimengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT telah mengeluarkan manusia dari perut ibunya dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Allah menjadikan dia memiliki pendengaran, penglihatan dan hati serta memudahkan baginya sebab-sebab mendapatkan ilmu”.
  • 11.
  • 12.
    Pertama, pentingnya membacabeserta obyek yang dibaca dan panduan melakukannya. Obyek yang diperintahkan untuk dibaca adalah al- Quran dan wahyu yang diturunkan Allah SWT
  • 13.
    • Dengan membacaal-Quran dan wahyu yang Dia turunkan , manusia akan dapat mengetahui iman dan kufur, yang haq dan yang batil, yang halal dan yang haram; juga mengetahui petunjuk hidup yang benar untuk kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara.
  • 14.
    Kedua: hakikat ar-Rabb. Tuhan yang benar dan patut disembah oleh seluruh manusia adalah Zat yang memiliki kekuasaan menciptakan, termasuk menciptakan manusia.
  • 16.
    Ketiga: asal-usul manusiadan derajatnya. Dalam ayat ini, manusia diingatkan asal-usulnya. Makhluk yang terlihat paling sempurna di muka bumi sesungguhnya berasal dari sesuatu yang rendah dan lemah, yakni‘alaq.
  • 17.
    • Bahkan dalamQS al-Mursalat [77]: 29 disebut sebagai mâ`[in] mahîn[in] (air yang hina). Inilah asal-usul semua manusia. • Lantas atas dasar apa mereka bisa berlaku sombong? • Allah-lah yg menjadikannya mulia, yaitu dgn ilmu yg Dia beri. • Ketinggian ilmu seseorang turut menjadi penentu bagi ketinggian kemuliaan seseorang (lihat QS al-Mujadilah [58]: 11, al-Zumar [39]: 9).
  • 18.
    Keempat: keutamaan ilmutulisan. Beberapa mufassir berkata, “Allah SWT mengingatkan keutamaan ilmu tulisan. Sebab, di dalamnya terdapat berbagai manfaat besar yang tidak tertampung kecuali olehnya. Tidak ada ilmu yang tercatat, hikmah yang diikat, informasi orang terdahulu terjaga, dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kecuali dengan tulisan. Seandainya tidak ada tulisan, tidak akan tegak urusan agama dan dunia.