Belajar adalah aktifitas mental atau psikis yang
terjadi karena adanya interaksi aktif antara
individu dengan lingkungannya yang menghasilkan
perubahan-perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, ketrampilan, sikap dan kebiasaan
yang bersifat relatif tetap dalam aspek-aspek
berupa kognitif, psikomotor dan afektif yang
disebabkan oleh pengalaman.
Menurut Winkel, Belajar adalah semua
aktivitas mental atau psikis yang
berlangsung dalam interaksi aktif dalam
lingkungan, yang menghasilkan
perubahan-perubahan dalam
pengelolaan pemahaman.
Menurut Ernest R. Hilgard (1984) belajar merupakan
proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja,
yang kemudian menimbulkan perubahan, yang
keadaannya berbeda dari perubahan yang
ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif
permanen, tidak akan kembali kepada keadaan
semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat
situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan,
sakit, mabuk, dan sebagainya.
Menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of
Learning 1977, mengemukakan bahwa : Learning
is a change in human disposition or capacity, wich
persists over a period time, and wich is not simply
ascribable to process of growth atau belajar
adalah perubahan yang terjadi dalam
kemampuan manusia setelah belajar secara terus
menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses
pertumbuhan saja.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta
didik dengan pendidik dan sumber belajar pada
suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain,
pembelajaran adalah proses untuk membantu
peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Adapun proses pembelajaran dialami sepanjang
hayat seorang manusia serta dapat berlaku di
manapun dan kapanpun.
Warsita (2008) “Pembelajaran adalah
suatu usaha untuk membuat peserta
didik belajar atau suatu kegiatan untuk
membelajarkan peserta didik”.
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas
Pasal 1 Ayat 20 “Pembelajaran adalah
proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar”.
Sudjana, “Pembelajaran dapat diartikan
sebagai setiap upaya yang sistematik
dan sengaja untuk menciptakan agar
terjadi kegiatan interaksi edukatif antara
dua pihak, yaitu antara peserta didik
(warga belajar) dan pendidik (sumber
belajar) yang melakukan kegiatan
membelajarkan”.
:
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan
bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar
dari guru untuk membuat siswa belajar,
yaitu terjadinya perubahan tingkah laku
pada diri siswa yang belajar, dimana
perubahan itu dengan didapatkannya
kemampuan baru yang berlaku dalam
waktu yang relative lama dan karena
adanya usaha.
Tujuan belajar dapat diartikan sebagai
suatu kondisi perubahan tingkah laku dari
individu setelah individu tersebut
melaksanakan proses belajar. Adapun tujuan
belajar yang lainnya adalah untuk memperoleh
hasil belajar dan pengalaman hidup
Benyamin S Bloom, menggolongkan bentuk
tingkah laku sebagai tujuan belajar atas tiga ranah,
yakni:
Ranah kognitif, Ada tiga subkategori dari
pemahaman, yakni:
1. Translasi
2. Interpretasi
3. Ekstrapolasi
4. Penerapan (aplication)
5. Analisis (analysis)
6. Sintesis
7. Evaluasi
 Ranah afektif, menurut Karthwohl dan Bloom
terdapat 5 jenis perilaku yang diklasifikasikan
yaitu :
1. Penerimaan (reseving)
2. Pemberian respon (responding)
3. Penilaian atau penentuan sikap
(valuing)
4. Organisasi (organization)
5. Karakterisasi
Ranah psikomotor. menurut Simpson ranah
psikomotor dapat diklasifikasika sebagai
berikut :
1. Persepsi (perception),
2. Kesiapan melakukan suatu pekerjaan (set),
3. Gerakan terbimbing (mechanism),
4. Gerakan terbiasa,
5. Gerakan kompleks (complex overt response),
6. Penyesuaian pola gerakan (adaptation),
7. Kreativitas,
Terdapat pula tujuan belajar yang lain yaitu :
1. Belajar adalah suatu usaha.
2. Belajar bertujuan mengadakan perubahan di
dalam diri
3. Belajar bertujuan mengubah kebiasaan
4. Belajar bertujuan untuk mengubah sikap dari
negatif menjadi positif
5. Belajar bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan atau kecakapan.
6. Belajar bertujuan untuk menambah pengetahuan
dalam berbagai bidang ilmu.
Robert F. Meager (2009) memberi batasan yang
lebih jelas tentang tujuan pembelajaran, yaitu maksud
yang dikomunikasikan melalui pernyataan yang
menggambarkan tentang perubahan yang diharapkan
dari siswa.
Menurut H. Daryanto (2005) tujuan pembelajaran
adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan,
kemampuan, keterampilan, dan sikap yang harus
dimiliki siswa sebagai akibat dari hasil pembelajaran
yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang
dapat diamati dan diukur.
Tujuan pembelajaran dapat
diklasifikasikan atas tujuan umum
dan tujuan khusus
 Adanya kemampuan baru atau perubahan.
 Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan
menetap atau dapat disimpan.
 Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus
dengan usaha.
 Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh
pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena
kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.
Dari beberapa pengertian belajar
tersebut diatas, kata kunci dari
belajar adalah perubahan
perilaku.
1. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).
2. Perubahan yang berkesinambungan.
3. Perubahan yang fungsional.
4. Perubahan yang bersifat positif.
5. Perubahan yang bersifat aktif.
6. Perubahan yang bersifat pemanen.
7. Perubahan yang bertujuan dan terarah.
8. Perubahan perilaku secara keseluruhan
Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan
perilaku, yaitu :
Adapun menurut Gagne (2003), perubahan perilaku yang
merupakan hasil belajar dapat berbentuk :
1. Informasi verbal
2. Kecakapan intelektual
3. Strategi kognitif
4. Sikap
5. Kecakapan motorik
Beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki
keinginan untuk belajar:
1. Adanya dorongan rasa ingin tahu
2. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi.
3. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan
lingkungannya.
4. Untuk meningkatkan intelektualitas dan
mengembangkan potensi diri.
5. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.
6. Untuk mengisi waktu luang
Oemar Hamalik memaparkan tiga ciri khas yang
terkandung dalam sistem pembelajaran, yaitu:
 Rencana;
 Saling ketergantungan;
Tujuan ciri-ciri pembelajaran lebih rinci sebagai berikut:
Memiliki tujuan.
Terdapat mekanisme.
Fokus materi jelas, terarah dan terencana dengan baik.
Adanya aktivitas siswa.
Aktor guru yang cermat dan tepat.
Terdapat pola aturan yang ditaati guru dan siswa
dalam proporsi masing-masing.
Limit waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Evaluasi.
Unsur-Unsur Belajar
 Motivasi dan upaya memotivasi siswa.
 Bahan belajar dan upaya penyediaannya.
 Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya.
 Suasana belajar dan upaya pengembangannya.
 Kondisi subyek yang belajar dan upaya penyiapan serta
peneguhannya.
Unsur-Unsur Pembelajaran
Unsur Dinamis Pembelajaran Kongruen dengan Unsur
Dinamis dalam Proses belajar siswa.
Upaya untuk meningkatkan mutu dari hasil
pendidikan, mendorong UNESCO (1988)
mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu:
 learning to know (pembelajaran untuk tahu);
 learning to do (pembelajaran untuk berbuat);
 learning to be (pembelajaran untuk membangun jati
diri);
 learning to live together (pembelajaran untuk hidup
bersama secara harmonis).
Any Question?

Hakikat belajar dan pembelajaran ppt

  • 2.
    Belajar adalah aktifitasmental atau psikis yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara individu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, sikap dan kebiasaan yang bersifat relatif tetap dalam aspek-aspek berupa kognitif, psikomotor dan afektif yang disebabkan oleh pengalaman. Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman. Menurut Ernest R. Hilgard (1984) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya. Menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, mengemukakan bahwa : Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth atau belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja.
  • 3.
    Pembelajaran adalah prosesinteraksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Adapun proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Warsita (2008) “Pembelajaran adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik”. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20 “Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Sudjana, “Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak, yaitu antara peserta didik (warga belajar) dan pendidik (sumber belajar) yang melakukan kegiatan membelajarkan”.
  • 4.
    : Dengan demikian dapatditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha.
  • 5.
    Tujuan belajar dapatdiartikan sebagai suatu kondisi perubahan tingkah laku dari individu setelah individu tersebut melaksanakan proses belajar. Adapun tujuan belajar yang lainnya adalah untuk memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup
  • 6.
    Benyamin S Bloom,menggolongkan bentuk tingkah laku sebagai tujuan belajar atas tiga ranah, yakni: Ranah kognitif, Ada tiga subkategori dari pemahaman, yakni: 1. Translasi 2. Interpretasi 3. Ekstrapolasi 4. Penerapan (aplication) 5. Analisis (analysis) 6. Sintesis 7. Evaluasi
  • 7.
     Ranah afektif,menurut Karthwohl dan Bloom terdapat 5 jenis perilaku yang diklasifikasikan yaitu : 1. Penerimaan (reseving) 2. Pemberian respon (responding) 3. Penilaian atau penentuan sikap (valuing) 4. Organisasi (organization) 5. Karakterisasi
  • 8.
    Ranah psikomotor. menurutSimpson ranah psikomotor dapat diklasifikasika sebagai berikut : 1. Persepsi (perception), 2. Kesiapan melakukan suatu pekerjaan (set), 3. Gerakan terbimbing (mechanism), 4. Gerakan terbiasa, 5. Gerakan kompleks (complex overt response), 6. Penyesuaian pola gerakan (adaptation), 7. Kreativitas,
  • 9.
    Terdapat pula tujuanbelajar yang lain yaitu : 1. Belajar adalah suatu usaha. 2. Belajar bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri 3. Belajar bertujuan mengubah kebiasaan 4. Belajar bertujuan untuk mengubah sikap dari negatif menjadi positif 5. Belajar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan atau kecakapan. 6. Belajar bertujuan untuk menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu.
  • 10.
    Robert F. Meager(2009) memberi batasan yang lebih jelas tentang tujuan pembelajaran, yaitu maksud yang dikomunikasikan melalui pernyataan yang menggambarkan tentang perubahan yang diharapkan dari siswa. Menurut H. Daryanto (2005) tujuan pembelajaran adalah tujuan yang menggambarkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki siswa sebagai akibat dari hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Tujuan pembelajaran dapat diklasifikasikan atas tujuan umum dan tujuan khusus
  • 11.
     Adanya kemampuanbaru atau perubahan.  Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan.  Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha.  Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan. Dari beberapa pengertian belajar tersebut diatas, kata kunci dari belajar adalah perubahan perilaku.
  • 12.
    1. Perubahan yangdisadari dan disengaja (intensional). 2. Perubahan yang berkesinambungan. 3. Perubahan yang fungsional. 4. Perubahan yang bersifat positif. 5. Perubahan yang bersifat aktif. 6. Perubahan yang bersifat pemanen. 7. Perubahan yang bertujuan dan terarah. 8. Perubahan perilaku secara keseluruhan Moh Surya (1997) mengemukakan ciri-ciri dari perubahan perilaku, yaitu : Adapun menurut Gagne (2003), perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk : 1. Informasi verbal 2. Kecakapan intelektual 3. Strategi kognitif 4. Sikap 5. Kecakapan motorik
  • 13.
    Beberapa faktor pendorongmengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. 3. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. 4. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. 5. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. 6. Untuk mengisi waktu luang
  • 14.
    Oemar Hamalik memaparkantiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran, yaitu:  Rencana;  Saling ketergantungan; Tujuan ciri-ciri pembelajaran lebih rinci sebagai berikut: Memiliki tujuan. Terdapat mekanisme. Fokus materi jelas, terarah dan terencana dengan baik. Adanya aktivitas siswa. Aktor guru yang cermat dan tepat. Terdapat pola aturan yang ditaati guru dan siswa dalam proporsi masing-masing. Limit waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Evaluasi.
  • 15.
    Unsur-Unsur Belajar  Motivasidan upaya memotivasi siswa.  Bahan belajar dan upaya penyediaannya.  Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya.  Suasana belajar dan upaya pengembangannya.  Kondisi subyek yang belajar dan upaya penyiapan serta peneguhannya. Unsur-Unsur Pembelajaran Unsur Dinamis Pembelajaran Kongruen dengan Unsur Dinamis dalam Proses belajar siswa.
  • 16.
    Upaya untuk meningkatkanmutu dari hasil pendidikan, mendorong UNESCO (1988) mendeklarasikan empat pilar pembelajaran yaitu:  learning to know (pembelajaran untuk tahu);  learning to do (pembelajaran untuk berbuat);  learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri);  learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis).
  • 17.