kelompok 1
Annisa Suwahru
Dwi Haevawanti
Elsa Sulastri
Hamria Pratiwi
Kamaliah Guntur
Miswar
Nur Mukarramah
Fariani Madukubah
Project Based Learnig (PjBL)
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
University of Nottingham (2003)
Pembelajaran Berbasis Proyek adalah model
pembelajaran sistematik yang mengikutsertakan
pelajar ke dalam pembelajaran teoritis dan
keahlian yang kompleks, pertanyaan otentik dan
perancangan produk dan tugas
Thomas, dkk, dalam Strategi Pembelajaran
Inovatif Kontemporer (Wena, 2009:114)
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)
merupakan model pembelajaran yang memberikan
kesempatan kepada guru untuk mengelola
pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek.
Kemdikbud, 2013
Secara umum, pembelajaran Berbasis Proyek (Project
Based Learning= PjBL) adalah metode pembelajaran
yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media.
Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian,
interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan
berbagai bentuk hasil belajar
Peserta didik membuat
keputusan tentang sebuah
kerangka kerja
Terdapat masalah yang
pemecahannya tidak
ditentukan sebelumnya
Peserta didik mendesain
proses untuk mencapai hasil
Peserta didik secara
kolaboratif
bertanggungjawab untuk
mendapatkan dan
mengelola informasi yang
dikumpulkan
Melakukan evaluasi secara
kontinu
Peserta didik secara teratur
melihat kembali apa yang
mereka kerjakan
Hasil akhir berupa produk
dan dievalusi kualitasnya
Kelas memiliki atmosfer
yang memberi toleransi
kesalahan dan perubahan
Karakteristik Project Based Learning (PjBL)
Merencanakan dan
mendesain
pembelajaran
Membuat strategi
pembelajaran
Membayangkan
interaksi yang akan
terjadi antara guru
dan siswa
Mencari keunikan
siswa
Menilai siswa
dengan cara
transparan dan
berbagai macam
penilaian
Membuat portofolio
pekerjaan siswa
Peran Guru
Peran Peserta Didik
Langkah-langkah Pembelajaran
Berbasis Proyek
Start With the
Essential
Question
Design a Plan
for the Project
Create a
Schedule
Monitor the
Students
and the
Progress of
the Project
Assess the
Outcome
Evaluate the
Experience
keuntungan
 Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar, mendorong
kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka
perlu untuk dihargai.
 Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
 Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan
problem-problem yang kompleks.
 Meningkatkan kolaborasi.
 Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan
keterampilan komunikasi.
 Meningkatkan keterampilan peserta didikdalam mengelola sumber.
 Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan
praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan
sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
 Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara
kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.
 Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan
menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan
dengan dunia nyata.
 Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta
didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
kelemahan
 Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah.
 Membutuhkan biaya yang cukup banyak.
 Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas
tradisional, di mana instruktur memegang peran utama di kelas.
 Banyaknya peralatan yang harus disediakan.
 Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan
pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.
 Ada kemungkinanpeserta didikyang kurang aktif dalam kerja
kelompok.
Terima Kasih

Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning)

  • 1.
    kelompok 1 Annisa Suwahru DwiHaevawanti Elsa Sulastri Hamria Pratiwi Kamaliah Guntur Miswar Nur Mukarramah Fariani Madukubah
  • 2.
    Project Based Learnig(PjBL) MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
  • 3.
    University of Nottingham(2003) Pembelajaran Berbasis Proyek adalah model pembelajaran sistematik yang mengikutsertakan pelajar ke dalam pembelajaran teoritis dan keahlian yang kompleks, pertanyaan otentik dan perancangan produk dan tugas
  • 4.
    Thomas, dkk, dalamStrategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer (Wena, 2009:114) Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek.
  • 5.
    Kemdikbud, 2013 Secara umum,pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning= PjBL) adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar
  • 6.
    Peserta didik membuat keputusantentang sebuah kerangka kerja Terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya Peserta didik mendesain proses untuk mencapai hasil Peserta didik secara kolaboratif bertanggungjawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan Melakukan evaluasi secara kontinu Peserta didik secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan Hasil akhir berupa produk dan dievalusi kualitasnya Kelas memiliki atmosfer yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan Karakteristik Project Based Learning (PjBL)
  • 7.
    Merencanakan dan mendesain pembelajaran Membuat strategi pembelajaran Membayangkan interaksiyang akan terjadi antara guru dan siswa Mencari keunikan siswa Menilai siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian Membuat portofolio pekerjaan siswa Peran Guru
  • 8.
  • 9.
    Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek StartWith the Essential Question Design a Plan for the Project Create a Schedule Monitor the Students and the Progress of the Project Assess the Outcome Evaluate the Experience
  • 10.
    keuntungan  Meningkatkan motivasibelajar peserta didik untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai.  Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.  Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.  Meningkatkan kolaborasi.  Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.  Meningkatkan keterampilan peserta didikdalam mengelola sumber.  Memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.  Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata.  Melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata.  Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran.
  • 11.
    kelemahan  Memerlukan banyakwaktu untuk menyelesaikan masalah.  Membutuhkan biaya yang cukup banyak.  Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, di mana instruktur memegang peran utama di kelas.  Banyaknya peralatan yang harus disediakan.  Peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.  Ada kemungkinanpeserta didikyang kurang aktif dalam kerja kelompok.
  • 12.