PEMBELAJARAN CTL (Contextual
Teaching And Learning):
•
•
•
•

•

Pembelajaran Mandiri dan Kerjasama
Berpikir Kritis dan Kreatif
Membantu Individu Tumbuh dan Berkembang
Penilaian Autentik
CTL: Sebuah Jalan Menuju Keunggulan untuk
Semua Pebelajar
ASAS-ASAS CTL
LAMPIRAN

KEUNGGULAN DAN
KELEMAHAN
PEMBELAJARAN
CTL

PEMBELAJARAN
CTL

DEFINISI

PERBEDAAN ANTARA
PENDEKATAN KONTEKSTUAL
DENGAN PENDEKATAN
KONVENSIONAL

KOMPONEN
PEMBELAJARAN CTL

TUJUAN PEMBELAJARAN
CTL

TAHAPAN-TAHAPAN
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
CTL
PENERAPAN DAN PENDEKATAN
CTL
Suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada
proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan
materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan
situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk
menerapkannya dalam kehidupan mereka.

Suatu sistem atau pendekatan pembelajaran yang
bersifat holistik, terdiri dari komponen yang saling
terkait, apabila dilaksanakan masing-masing
memberikan dampak sesuai dengan peranannya.
Model pembelajaran kontektual merupakan konsep bagi
pembelajaran yang menolong guru dalam
menghubungkan topik yang diajarkan dengan situasi
yang nyata, sedangkan bagi siswa sebagai motivasi untuk
membuat pengkaitan antara pengetahuan dengan
kehidupannya baik dalam keluarga, masyarakat dan
aktivitas lainnya.

Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan
antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia
nyata siswa dan mendorong siswa membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya
dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
ASAS-ASAS CTL

1.
2.

6.

5.

3.
4.
KOMPONEN
PEMBELAJARAN CTL

A. Pembelajaran
Mandiri dan
Kerjasama

Pentingnya Proses
Dalam pembelajaran mandiri ini, siswa menemukan
kaitan antara materi yang diterima di sekolah
dengan pengalaman nyata yang mereka alami
sehari-hari. Proses penemuan ini membutuhkan
waktu, namun hal ini akan mendorong siswa untuk
tumbuh dan berkembang.
Definisi Pembelajaran Mandiri
LANGKAH-LANGKAH
PROSES BELAJAR
MANDIRI
Peran Guru dalam
Pembelajaran Mandiri
B. Berpikir
Kritis dan
Kreatif
Berpikir kritis tidak sama dengan mengakumulasi
informasi. Seseorang dengan daya ingat baik dan
memiliki banyak fakta tidak berarti seseorang
pemikir kritis. Seorang pemikir kritis mampu
menyimpulkan dari apa yang diketahuinya, dan
mengetahui cara memanfaatkan informasi untuk
memecahkan masalah dan mencari sumber-sumber
informasi yang relevan untuk dirinya.

Teacher Centered
Learning
Berpikir kreatif (Dalam Gunawan, Adi W, 2007) adalah
kemampuan untuk menggunakan struktur berpikir yang
rumit untuk menghasilkan ide yang baru dan orisinal.
Berpikir kreatif meliputi:
Kemahiran : kemahiran menghasilkan banyak ide
Flekbilitas : kemampuan meghasilkan ide-ide yang
berbeda.
Originalitas : kemampuan menghasikan ide yang unik
Elaborasi : kemampuan menghasilkan hal yang bersifat
detail
Sintesis : kemampuan menggabungkan komponenkomponen atau ide menjadi suatu rangkaian
pemikiran yang baru.
C. Membantu Individu
Tumbuh dan Berkembang

Para guru yang mengenal siswanya
dapat melakukan lebih dari sekadar
memberikan kesempatan untuk
menghubungkan pembelajaran dengan
minat pribadi mereka. Seorang guru
harus dapat mempengaruhi bagaimana
seorang siswa melihat dirinya dan
berhubungan dengan orang lain.
D. Penilaian Autentik
Karakteristik Penilaian
Autentik :
Dilaksanakan sebelum dan sesudah
pembelajaran
Bisa digunakan untuk formatif
maupun sumatif
Yang diukur keterampilan
dan performansi, bukan
mengingat fakta
Berkesinambungan atau
Kontinu
Terintegrasi
Dapat digunakan sebagai
feed back
E. CTL: Sebuah Jalan Menuju Keunggulan untuk Semua
Pebelajar

CTL memberikan kesempatan kepada semua
siswa untuk mengembangkan harapan, bakat
dan menerima informasi terbaru, serta
menjadikan para siswa menjadi anggota
masyarakat demokrasi yang cakap dan cerdas.
Tujuan Pembelajaran CTL
2. Agar dalam belajar itu tidak hanya sekadar
menghafal tetapi perlu dengan adanya
pemahaman.
3. Menekankankan pada pengembangan minat
pengalaman siswa.
4. Untuk melatih siswa agar dapat berpikir kritis
dan terampil dalam memproses pengetahuan
agar dapat menemukan dan menciptakan
sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri
dan orang lain.

5. Agar pembelajaran lebih produktif dan
bermakna.
6. Untuk mengajak siswa pada suatu aktivitas
yang mengaitkan materi akademik dengan
konteks kehidupan sehari-hari.
7. Agar siswa secara individu dapat menemukan
dan mentransfer informasi-informasi
kompleks dan siswa dapat menjadikan
informasi itu miliknya sendiri.
Penerapan dan Pendekatan CTL
1. Guru yang berwawasan
2. Materi dalam pembelajaran
3. Strategi metode dan teknik
belajar dan mengajar
4. Media pendidikan
5. Fasilitas
6. Proses belajar dan mengajar
7. Kancah pembelajaran
8. Penilaian
9. Suasana
Tahapan-tahapan Pelaksanaan Pembelajaran
CTL
1. Mengkaji materi pelajaran yang akan
diajarkan.
2. Mengkaji konteks kehidupan siswa seharihari.
3. Memilih materi pelajaran yang dapat
dikaitkan dengan kehidupan siswa.
4. Menyusun persiapan proses KBM yang telah
memasukkan konteks dengan materi
pelajaran.
5. Melaksanakan proses belajar mengajar
kontekstual.
6. Melakukan penilaian autentik terhadap apa
yang telah dipelajari siswa.
PERBEDAAN
CTLTRADISIONAL
NO.
CTL
1.
menyandarkan pada
memori spasial
(pemahaman makna)
2.
pemilihan informasi
berdasarkan
kebutuhan siswa
3.
siswa terlibat secara
aktif dalam proses
pembelajaran

TRADISONAL
menyandarkan
pada hafalan

pemilihan informasi
ditentukan oleh
guru
siswa secara pasif
menerima informasi
22
NO.
CTL
4.
pembelajaran
dikaitkan dengan
kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan
5.
selalu mengkaitkan
informasi dengan
pengetahuan yang
telah dimiliki siswa
6.
cenderung
mengintegrasikan
beberapa bidang

TRADISONAL
pembelajaran sangat
abstrak dan teoretis

memberikan
tumpukan informasi
kepada siswa sampai
saatnya diperlukan
cenderung terfokus
pada satu bidang
(disiplin) tertentu
23
NO.

7.

8.

CTL

TRADISONAL

siswa menggunakan
waktu belajarnya
untuk menemukan,
menggali, berdiskusi,
berpikir kritis, atau
mengerjakan proyek
dan pemecahan
masalah (melalui
kerja kelompok)
perilaku dibangun
atas kesadaran diri

waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas, mendengarkan ceramah, dan
mengisi latihan yang
membosankan (melalui
kerja individual)
perilaku dibangun atas
kebiasaan
24
NO.

9.

10.

11.

CTL

TRADISONAL

keterampilan dikembangkan atas dasar
pemahaman
hadiah dari perilaku
baik adalah kepuasan
diri
siswa tidak melakukan
hal yang buruk karena
sadar hal itu keliru dan
merugikan

keterampilan dikembangkan atas dasar
pelatihan
hadiah dari perilaku baik
adalah pujian atau nilai
(angka) rapor
siswa tidak melakukan
sesuatu yang buruk
karena takut akan
hukuman
25
NO.

12.

13.

14.

CTL

perilaku baik
berdasar-kan
motivasi intrinsik
pembelajaran terjadi
di berbagai tempat,
konteks, dan setting
hasil belajar diukur
melalui penerapan
penilaian autentik.

TRADISONAL

perilaku baik
berdasar-kan
motivasi ekstrinsik
pembelajaran hanya
terjadi dalam kelas
hasil belajar diukur
melalui kegiatan
akademik dalam bentuk
tes/ujian/ulangan.
26
1.

2.

3.

4.

5.

6.

Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan riil.
Pembelajaran lebih produktif dan mampu
menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa
Lebih menekankan pada aktivitas siswa secara
penuh, baik fisik maupun mental.
Sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan
siswa dilapangan.
Materi pelajaran dapat ditemukan oleh siswa
sendiri, bukan hasil pemberian guru.
Dapat menciptakan suasana pembelajaran bermakna.

Keunggulan Pembelajaran
CTL
Lampiran:
Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran
Proses Pembelajaran di dalam Kelas
1. Pertemuan Pertama : Guru menjelaskan materi mengenai drama
Siswa mengajukan pertanyaan
Pertemuan kedua:
Siswa menyaksikan rekaman drama
Siswa secara berkelompok menentukan unsur-unsur
intrinsik dalam drama yang telah disaksikan sebelumnya
Suasana diskusi kelompok
2. Proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan
menggunakan pendekatan CTL yang di laksanakan di Luar
Kelas

Sekolah : SMA Negeri 1 Nanga Tayap
Tema Pembelajaran: Lingkungan
Materi Pembelajaran: Membuat Laporan Pengamatan
Siswa mendapatkan suasana baru dalam proses
pembelajaran
Siswa bermain peran (drama) dengan tema Lingkungan
Guru membawa siswa pada proses pembelajaran yang nyata
Makalah CTL

Makalah CTL

  • 1.
    PEMBELAJARAN CTL (Contextual TeachingAnd Learning): • • • • • Pembelajaran Mandiri dan Kerjasama Berpikir Kritis dan Kreatif Membantu Individu Tumbuh dan Berkembang Penilaian Autentik CTL: Sebuah Jalan Menuju Keunggulan untuk Semua Pebelajar
  • 2.
    ASAS-ASAS CTL LAMPIRAN KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN PEMBELAJARAN CTL PEMBELAJARAN CTL DEFINISI PERBEDAANANTARA PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN KONVENSIONAL KOMPONEN PEMBELAJARAN CTL TUJUAN PEMBELAJARAN CTL TAHAPAN-TAHAPAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN CTL PENERAPAN DAN PENDEKATAN CTL
  • 3.
    Suatu pendekatan pembelajaranyang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka. Suatu sistem atau pendekatan pembelajaran yang bersifat holistik, terdiri dari komponen yang saling terkait, apabila dilaksanakan masing-masing memberikan dampak sesuai dengan peranannya.
  • 4.
    Model pembelajaran kontektualmerupakan konsep bagi pembelajaran yang menolong guru dalam menghubungkan topik yang diajarkan dengan situasi yang nyata, sedangkan bagi siswa sebagai motivasi untuk membuat pengkaitan antara pengetahuan dengan kehidupannya baik dalam keluarga, masyarakat dan aktivitas lainnya. Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
  • 5.
  • 6.
    KOMPONEN PEMBELAJARAN CTL A. Pembelajaran Mandiridan Kerjasama Pentingnya Proses Dalam pembelajaran mandiri ini, siswa menemukan kaitan antara materi yang diterima di sekolah dengan pengalaman nyata yang mereka alami sehari-hari. Proses penemuan ini membutuhkan waktu, namun hal ini akan mendorong siswa untuk tumbuh dan berkembang.
  • 7.
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    B. Berpikir Kritis dan Kreatif Berpikirkritis tidak sama dengan mengakumulasi informasi. Seseorang dengan daya ingat baik dan memiliki banyak fakta tidak berarti seseorang pemikir kritis. Seorang pemikir kritis mampu menyimpulkan dari apa yang diketahuinya, dan mengetahui cara memanfaatkan informasi untuk memecahkan masalah dan mencari sumber-sumber informasi yang relevan untuk dirinya. Teacher Centered Learning
  • 12.
    Berpikir kreatif (DalamGunawan, Adi W, 2007) adalah kemampuan untuk menggunakan struktur berpikir yang rumit untuk menghasilkan ide yang baru dan orisinal. Berpikir kreatif meliputi: Kemahiran : kemahiran menghasilkan banyak ide Flekbilitas : kemampuan meghasilkan ide-ide yang berbeda. Originalitas : kemampuan menghasikan ide yang unik Elaborasi : kemampuan menghasilkan hal yang bersifat detail Sintesis : kemampuan menggabungkan komponenkomponen atau ide menjadi suatu rangkaian pemikiran yang baru.
  • 13.
    C. Membantu Individu Tumbuhdan Berkembang Para guru yang mengenal siswanya dapat melakukan lebih dari sekadar memberikan kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran dengan minat pribadi mereka. Seorang guru harus dapat mempengaruhi bagaimana seorang siswa melihat dirinya dan berhubungan dengan orang lain.
  • 14.
    D. Penilaian Autentik KarakteristikPenilaian Autentik : Dilaksanakan sebelum dan sesudah pembelajaran Bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif Yang diukur keterampilan dan performansi, bukan mengingat fakta Berkesinambungan atau Kontinu Terintegrasi Dapat digunakan sebagai feed back
  • 16.
    E. CTL: SebuahJalan Menuju Keunggulan untuk Semua Pebelajar CTL memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk mengembangkan harapan, bakat dan menerima informasi terbaru, serta menjadikan para siswa menjadi anggota masyarakat demokrasi yang cakap dan cerdas.
  • 17.
  • 18.
    2. Agar dalambelajar itu tidak hanya sekadar menghafal tetapi perlu dengan adanya pemahaman. 3. Menekankankan pada pengembangan minat pengalaman siswa. 4. Untuk melatih siswa agar dapat berpikir kritis dan terampil dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. 5. Agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna.
  • 19.
    6. Untuk mengajaksiswa pada suatu aktivitas yang mengaitkan materi akademik dengan konteks kehidupan sehari-hari. 7. Agar siswa secara individu dapat menemukan dan mentransfer informasi-informasi kompleks dan siswa dapat menjadikan informasi itu miliknya sendiri.
  • 20.
    Penerapan dan PendekatanCTL 1. Guru yang berwawasan 2. Materi dalam pembelajaran 3. Strategi metode dan teknik belajar dan mengajar 4. Media pendidikan 5. Fasilitas 6. Proses belajar dan mengajar 7. Kancah pembelajaran 8. Penilaian 9. Suasana
  • 21.
    Tahapan-tahapan Pelaksanaan Pembelajaran CTL 1.Mengkaji materi pelajaran yang akan diajarkan. 2. Mengkaji konteks kehidupan siswa seharihari. 3. Memilih materi pelajaran yang dapat dikaitkan dengan kehidupan siswa. 4. Menyusun persiapan proses KBM yang telah memasukkan konteks dengan materi pelajaran. 5. Melaksanakan proses belajar mengajar kontekstual. 6. Melakukan penilaian autentik terhadap apa yang telah dipelajari siswa.
  • 22.
    PERBEDAAN CTLTRADISIONAL NO. CTL 1. menyandarkan pada memori spasial (pemahamanmakna) 2. pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa 3. siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran TRADISONAL menyandarkan pada hafalan pemilihan informasi ditentukan oleh guru siswa secara pasif menerima informasi 22
  • 23.
    NO. CTL 4. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/masalahyang disimulasikan 5. selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa 6. cenderung mengintegrasikan beberapa bidang TRADISONAL pembelajaran sangat abstrak dan teoretis memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu 23
  • 24.
    NO. 7. 8. CTL TRADISONAL siswa menggunakan waktu belajarnya untukmenemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) perilaku dibangun atas kesadaran diri waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas, mendengarkan ceramah, dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) perilaku dibangun atas kebiasaan 24
  • 25.
    NO. 9. 10. 11. CTL TRADISONAL keterampilan dikembangkan atasdasar pemahaman hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal itu keliru dan merugikan keterampilan dikembangkan atas dasar pelatihan hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman 25
  • 26.
    NO. 12. 13. 14. CTL perilaku baik berdasar-kan motivasi intrinsik pembelajaranterjadi di berbagai tempat, konteks, dan setting hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik. TRADISONAL perilaku baik berdasar-kan motivasi ekstrinsik pembelajaran hanya terjadi dalam kelas hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. 26
  • 27.
    1. 2. 3. 4. 5. 6. Pembelajaran menjadi lebihbermakna dan riil. Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa Lebih menekankan pada aktivitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental. Sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan siswa dilapangan. Materi pelajaran dapat ditemukan oleh siswa sendiri, bukan hasil pemberian guru. Dapat menciptakan suasana pembelajaran bermakna. Keunggulan Pembelajaran CTL
  • 29.
    Lampiran: Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran ProsesPembelajaran di dalam Kelas 1. Pertemuan Pertama : Guru menjelaskan materi mengenai drama
  • 30.
  • 31.
  • 32.
    Siswa secara berkelompokmenentukan unsur-unsur intrinsik dalam drama yang telah disaksikan sebelumnya
  • 33.
  • 34.
    2. Proses pembelajaranbahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan CTL yang di laksanakan di Luar Kelas Sekolah : SMA Negeri 1 Nanga Tayap Tema Pembelajaran: Lingkungan Materi Pembelajaran: Membuat Laporan Pengamatan
  • 36.
    Siswa mendapatkan suasanabaru dalam proses pembelajaran
  • 37.
    Siswa bermain peran(drama) dengan tema Lingkungan
  • 38.
    Guru membawa siswapada proses pembelajaran yang nyata