Pengertian Model

 

Konotatip

Model/ deskripsi / pemerian tentang hubungan antar dua

atau lebih (beberapa) variable.
Variabel = konstruk (construct) = konsep yang mengandung Variasi nilai
 
Konsep
- abstrak
- tidak bervariasi
- gagasan / idea
dibentuk / diciptakan oleh pikiran berupa
generalisasi dari fakta / fenomena / peristiwa.
Contoh : konsep badan

bervariasi

tinggi badan
berat
ukuran
kondisi
atribut
konstruk / variable

- abstrak
- tidak bervariasi
- generalisasi dari fakta
Teori

penjelasan (rangkaian kata-kata)
- abstrak
- generalitatip
- sulit dipahami

 
dikonkritkan (digambarkan)
- skema
- struktur
- diagram
- miniatur
hubungan antar Variabel – variable
 
Model
Denotatip

Model – model khusus
ISI BELAJAR (CONTENT)

Kecakapan Hasil Belajar
strategi kognitif (menata /
memanage
berfikir)
Kecakapan intelektual
aturan
konsep
prosedur
prinsip
inf. Verbal
fakta
PARADIGMA DALAM MEMECAHKAN KESULITAN
BELAJAR
(Instructional Technology)
Pembelajaran
Pembelajaran Preskriptif
Deskriptip
(Pembelajaran)
Aspek
(Pengajaran) / Teaching
Instruction
* Interaksi
G–S
* Tujuan

Mutlak

Tidak Mutlak

Goal Free
(tergantung Interaksi)

Goal Oriented (tuntas)
Mastery Learning

* Teori
Formulasi

Deskriptif
Jika…….
Maka…….

Preskriptif
Agar……………….(tujuan)
Lakukan………….

*Fungsi Media

Memudahkan Guru Mengajar
(digunakan oleh guru)
Kontrol pada guru

Sebagai sumber belajar
(digunakan pebelajar)
Kontrol pada pebelajar

*Fungsi Guru

Sumber belajar penguasa kelas

Fasilitator

* Evaluasi

Terpisah dari proses belajar

Bagian integral dari proses belajar
PERISTIWA BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN

VIDEO
VIDEO
AUDIO
AUDIO

MASYARAKAT
GURU
GURU

VISUAL
VISUAL
MEDIA
MEDIA

MANUSIA
MANUSIA

PEBELAJAR
PEBELAJAR
(Learner)
(Learner)
AKTIVITAS
AKTIVITAS
TEKNIK
TEKNIK
METODE
METODE

PERISTIWA
BELAJAR
(Event of learning)

DIRANCANG
DIRANCANG
TERKENDALI
TERKENDALI
TERUKUR
TERUKUR
TERPREDIKSI
TERPREDIKSI

LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
INTERNAL
INTERNAL
EKSTERNAL
EKSTERNAL
Perbedaan Perspektip
Desian Pembeljaran
(Reigeluth)
Desain

Kondisi

Metode

Hasil

Pemb. Deskriptip
(Pengajaran /
Teaching )

Givens
V. Bebas

Givens
V. Bebas

?
V. Tergantung
(berdasarkan
interaksi antara
konds & met)

Karakteristik
pembelajar :
-sex
-Usia
-Fisik / kecerdasan
-status sosek
-ortu
Irama,gaya
-tipe sensoris dsb
Pem. Preskrptip

Givens

Diamati

Givens

(pembelajaran /

V. bebas

V. tergantung

V. Bebas mastery
(Perspektif T E P) Donald Ely
Klasifikasi Kecakapan Akademik
Strata 1

On the line

Strata

2

Within the line (sintesa)

Strata

3

Beyond the line
(makna tersirat, meski tak tersurat)

KONSEP BELAJAR : ideal
tidak ideal

TRANSFORMASI
INFORMASI
TRANSFER
(tidak

TAXONOMI

GAGNE

tahu

tahu)
JENJANG BELAJAR KECERDASAN INTELEKTUAL
(Gagne)

PEMECAHAN
MASALAH

PRINSIP

PRINSIP

PRINSIP

PRINSIP

PRINSIP

DISKRIMINASI

INFORMASI

PRINSIP

PRINSIP

PRINSIP
Analisis Isi Belajar
(Content)
Fakta
(Fact)

Konsep
(concept)

√

√

√

√

Use
(Menggunakan)

√

√

√

Find
(Menemukan)

√

√

√

Remember
(Ingatan)

Prosedur
Prinsip
(Prosedure) (Principle)
CONTOH PRESKRIPTIF
Tujuan (Kecakapan/Kompetensi): harus tercapai tuntas
Agar : Dapat menanak nasi yang layak dimakan dari segi kesehatan, rasa, warna
dan aroma
Lakukan: 1. Pilih beras yang layak dimakan
2. ukur/timbang 1 Kg
3. cuci dengan air bersih
4. masukkan dalam panci yang sesuai
5. isi dengan air sebanyak 1 liter
6. tutup panci-letakkan diatas alat pemasak (ky.bakar/kompor)
7. nyalakan Ky / kompor
8. setelah mendidih buka tutupnya
9. aduk sampai nasi matang
10.kecilkan api sampai nasi matang
11. cicipi
sajikan
Kecakapan Prasyarat:
• Mengenal jenis-jenis beras
• Dapat membedakan beras yang layak/tidak layak dimakan
• Mengerti konsep timbangan/ukuran
• Dapat menggunakan alat pemasak (kayu, kompor minyak /gas/listrik)
METERI UJIAN SEMESTER I

1)Rangkuman essai seluruh materi (4 buku wajib)
2)Rangkuman dijabarkan dalam bentuk model
(skema)
a. Perkembangan Teori Belajar
b. Teori/model yang melandasi Design
Instruksional
c. Mengidentifikasi penyebab-penyebab
munculnya Teori / Disiplin Design
Instruksional
3) Karakteristik Design Instruksional yang membedakannya
dari Design Pengajaran (Teaching) dari segi
- Pendekatan
- Sifat (sistem) Pembelajaran
- Philosofi
- Teori Belajar acuannya
4) Komponen – komponen dalam Design Pembelajaran
5) Jelaskan dengan essai atau skema kaitan antara :
- analisis tujuan
- analisis isi belajar
- analisis kecakapan hasil belajar (learning outcomes) Gagne
- analisis tugas belajar (learning tasks)
PENGERTIAN BELAJAR MENURUT ALIRAN BEHVIORISTIK
THORNDIKE
( PROSES INTERAKSI ANTARA STIMULASI DAN RESPON MENYEBABKAN
PERUBAHAN TINKAH LAKU YANG DAPAT DIAMATI / YANG TIDAK BISA DIAMATI)
WATSON
PROSES PERUBAHAN YANG TERJADI HARUSLAH BERBENTUK TINGKAH LAKU YANG
BISA DIAMATI (OBSERVASI)
CLARK HULL

BEHAVIORISTIK
MENJAGA

FUNGSI TINGKAH LAKU ADALAH BERMANFAAT UNTUK
KELANGSUNGAN HIDUP

EDWIN GUTHRIE
HUBUNGAN STIMULUS DAN RESPON ADALAH BERSIFAT SEMENTARA
SKINER
DESKRIPSI HUBUNGAN ANTARA STIMULUS DAN RESPON UNTUK MENJELASKAN
UNTUK MENJELASKAN HUBUNGAN TINGKAH LAKU (DENGAN LINGKUNGAN) ADLAH
DESKRIPSI YANNG TIDAK LENGKAP
• Model Pembelajaran Elaborasi
1.Konkrit ke abstrak
2.Sederhana ke konteks
3.Dari utuh (general) ke bagian-bagian
(detail)

Desain pembelajaran

  • 1.
    Pengertian Model   Konotatip Model/ deskripsi/ pemerian tentang hubungan antar dua atau lebih (beberapa) variable. Variabel = konstruk (construct) = konsep yang mengandung Variasi nilai   Konsep - abstrak - tidak bervariasi - gagasan / idea dibentuk / diciptakan oleh pikiran berupa generalisasi dari fakta / fenomena / peristiwa. Contoh : konsep badan bervariasi tinggi badan berat ukuran kondisi atribut konstruk / variable - abstrak - tidak bervariasi - generalisasi dari fakta
  • 2.
    Teori penjelasan (rangkaian kata-kata) -abstrak - generalitatip - sulit dipahami   dikonkritkan (digambarkan) - skema - struktur - diagram - miniatur hubungan antar Variabel – variable   Model Denotatip Model – model khusus
  • 3.
    ISI BELAJAR (CONTENT) KecakapanHasil Belajar strategi kognitif (menata / memanage berfikir) Kecakapan intelektual aturan konsep prosedur prinsip inf. Verbal fakta
  • 4.
    PARADIGMA DALAM MEMECAHKANKESULITAN BELAJAR (Instructional Technology) Pembelajaran Pembelajaran Preskriptif Deskriptip (Pembelajaran) Aspek (Pengajaran) / Teaching Instruction * Interaksi G–S * Tujuan Mutlak Tidak Mutlak Goal Free (tergantung Interaksi) Goal Oriented (tuntas) Mastery Learning * Teori Formulasi Deskriptif Jika……. Maka……. Preskriptif Agar……………….(tujuan) Lakukan…………. *Fungsi Media Memudahkan Guru Mengajar (digunakan oleh guru) Kontrol pada guru Sebagai sumber belajar (digunakan pebelajar) Kontrol pada pebelajar *Fungsi Guru Sumber belajar penguasa kelas Fasilitator * Evaluasi Terpisah dari proses belajar Bagian integral dari proses belajar
  • 5.
    PERISTIWA BELAJAR DANMEDIA PEMBELAJARAN VIDEO VIDEO AUDIO AUDIO MASYARAKAT GURU GURU VISUAL VISUAL MEDIA MEDIA MANUSIA MANUSIA PEBELAJAR PEBELAJAR (Learner) (Learner) AKTIVITAS AKTIVITAS TEKNIK TEKNIK METODE METODE PERISTIWA BELAJAR (Event of learning) DIRANCANG DIRANCANG TERKENDALI TERKENDALI TERUKUR TERUKUR TERPREDIKSI TERPREDIKSI LINGKUNGAN LINGKUNGAN INTERNAL INTERNAL EKSTERNAL EKSTERNAL
  • 6.
    Perbedaan Perspektip Desian Pembeljaran (Reigeluth) Desain Kondisi Metode Hasil Pemb.Deskriptip (Pengajaran / Teaching ) Givens V. Bebas Givens V. Bebas ? V. Tergantung (berdasarkan interaksi antara konds & met) Karakteristik pembelajar : -sex -Usia -Fisik / kecerdasan -status sosek -ortu Irama,gaya -tipe sensoris dsb Pem. Preskrptip Givens Diamati Givens (pembelajaran / V. bebas V. tergantung V. Bebas mastery
  • 7.
    (Perspektif T EP) Donald Ely
  • 8.
    Klasifikasi Kecakapan Akademik Strata1 On the line Strata 2 Within the line (sintesa) Strata 3 Beyond the line (makna tersirat, meski tak tersurat) KONSEP BELAJAR : ideal tidak ideal TRANSFORMASI INFORMASI TRANSFER (tidak TAXONOMI GAGNE tahu tahu)
  • 9.
    JENJANG BELAJAR KECERDASANINTELEKTUAL (Gagne) PEMECAHAN MASALAH PRINSIP PRINSIP PRINSIP PRINSIP PRINSIP DISKRIMINASI INFORMASI PRINSIP PRINSIP PRINSIP
  • 10.
  • 11.
    CONTOH PRESKRIPTIF Tujuan (Kecakapan/Kompetensi):harus tercapai tuntas Agar : Dapat menanak nasi yang layak dimakan dari segi kesehatan, rasa, warna dan aroma Lakukan: 1. Pilih beras yang layak dimakan 2. ukur/timbang 1 Kg 3. cuci dengan air bersih 4. masukkan dalam panci yang sesuai 5. isi dengan air sebanyak 1 liter 6. tutup panci-letakkan diatas alat pemasak (ky.bakar/kompor) 7. nyalakan Ky / kompor 8. setelah mendidih buka tutupnya 9. aduk sampai nasi matang 10.kecilkan api sampai nasi matang 11. cicipi sajikan Kecakapan Prasyarat: • Mengenal jenis-jenis beras • Dapat membedakan beras yang layak/tidak layak dimakan • Mengerti konsep timbangan/ukuran • Dapat menggunakan alat pemasak (kayu, kompor minyak /gas/listrik)
  • 12.
    METERI UJIAN SEMESTERI 1)Rangkuman essai seluruh materi (4 buku wajib) 2)Rangkuman dijabarkan dalam bentuk model (skema) a. Perkembangan Teori Belajar b. Teori/model yang melandasi Design Instruksional c. Mengidentifikasi penyebab-penyebab munculnya Teori / Disiplin Design Instruksional
  • 13.
    3) Karakteristik DesignInstruksional yang membedakannya dari Design Pengajaran (Teaching) dari segi - Pendekatan - Sifat (sistem) Pembelajaran - Philosofi - Teori Belajar acuannya 4) Komponen – komponen dalam Design Pembelajaran 5) Jelaskan dengan essai atau skema kaitan antara : - analisis tujuan - analisis isi belajar - analisis kecakapan hasil belajar (learning outcomes) Gagne - analisis tugas belajar (learning tasks)
  • 14.
    PENGERTIAN BELAJAR MENURUTALIRAN BEHVIORISTIK THORNDIKE ( PROSES INTERAKSI ANTARA STIMULASI DAN RESPON MENYEBABKAN PERUBAHAN TINKAH LAKU YANG DAPAT DIAMATI / YANG TIDAK BISA DIAMATI) WATSON PROSES PERUBAHAN YANG TERJADI HARUSLAH BERBENTUK TINGKAH LAKU YANG BISA DIAMATI (OBSERVASI) CLARK HULL BEHAVIORISTIK MENJAGA FUNGSI TINGKAH LAKU ADALAH BERMANFAAT UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP EDWIN GUTHRIE HUBUNGAN STIMULUS DAN RESPON ADALAH BERSIFAT SEMENTARA SKINER DESKRIPSI HUBUNGAN ANTARA STIMULUS DAN RESPON UNTUK MENJELASKAN UNTUK MENJELASKAN HUBUNGAN TINGKAH LAKU (DENGAN LINGKUNGAN) ADLAH DESKRIPSI YANNG TIDAK LENGKAP
  • 15.
    • Model PembelajaranElaborasi 1.Konkrit ke abstrak 2.Sederhana ke konteks 3.Dari utuh (general) ke bagian-bagian (detail)