KELOMPOK 10 :
FITRIANI ARIF
YUNI KALSUM
REZA RAHMAT
ASHAR SAIFUL
PENGERTIAN KERUKUNAN
ANTAR UMAT BERAGAMA
AGAMA ISLAM MERUPAKAN
RAHMAT BAGI SELURUH ALAM
KERUKUNAN ANTAR UMAT
BERAGAMA
KENDALA-KENDALA DALAM
MENCAPAI KERUKUNAN ANTAR
UMAT BERAGAMA
SOLUSI
KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA
DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
 Kerukunan adalah satu tata pikir atau sikap
hidup (thalent attitude) yang menunjukkan
kesabaran dan kelapangan dada
menghadapi pikiran-pikiran, pendapat-
pendapat, dan pendirian orang.
 Ummah (bahasa arab: ‫_أمة‬bahasa
indonesia:umat) adalah sebuah kata dan
frasa dari bahasa Arab yang berarti:
“masyarakat” atau “bangsa”.
 Agama adalah sistem yang mengatur tata
keimanan(kepercayaan) dan peribadatan
kepada tuhan yang maha kuasa serta tata
kaidah yang berhubungan dengan pergaulan
manusia dan manusia serta lingkungannya.
PENGERTIAN KERUKUNAN
ANTAR UMAT BERAGAMA
Kerukunan antar umat
beragama adalah
hubungan sesama umat
beragama yang dilandasi
dengan toleransi, saling
pengertian, saling
menghormati, saling
menghargai dalam
kesetaraan pengelaman
ajaran agamanya dan kerja
sama dalam kehidupan
masyarakat dan
bernegara.
AGAMA ISLAM MERUPAKAN
RAHMAT BAGI SELURUH ALAM
MAKNA ISLAM
ISLAM SEBAGAI
RAHMATAN LIL’ ALAMIN
UKHUWAH/PERSAUDARA
AN DALAM ISLAM
AGAMA ISLAM MERUPAKAN
RAHMAT BAGI SELURUH ALAM
Kata islam berarti damai, selamat,
sejahtera, penyebaran diri, taat,
dan patuh. Pengertian tersebut
menunjukkan bahwa islam adalah
agama yang mengandung ajaran
untuk menciptakan kedamaian,
keselamatan, dan keselamatan
kehidupan umat manusia pada
khususnya, dan semua makhluk
Allah pada umumnya.
MAKNA ISLAM
ISLAM SEBAGAI
RAHMATAN LIL’ ALAMIN
UKHUWAH/PERSAUDARA
AN DALAM ISLAM
AGAMA ISLAM MERUPAKAN
RAHMAT BAGI SELURUH ALAM
Fungsi islam sebagai rahmat tidak
begantung pada penerimaan atau
penilaian manusia. Substansi
rahmat terletak pada fungsi ajaran
tersebut dan fungsi itu baru akan
dirasakan baik oleh manusia
sendiri maupun oleh makhluk-
makhluk yang lain apabila manusia
sebagai pengemban amanah Allah
telah menaati ajaran tersebut.
Fungsi islam sebagai rahmat Allah
bagi semua alam itu dijelaskan oleh
Allah dalam QS. Al-Anbiya [21]:107.
Artinya : “Dan tiadalah kami mengutus kamu,
melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
MAKNA ISLAM
ISLAM SEBAGAI
RAHMATAN LIL’ ALAMIN
UKHUWAH/PERSAUDARA
AN DALAM ISLAM
AGAMA ISLAM MERUPAKAN
RAHMAT BAGI SELURUH ALAM
Kata ukhuwah berarti persaudaraan,
maksudnya perasaan simpati dan
empati antara dua orang atau lebih.
Ukhuwah atau persaudaraan berlaku
sesama umat islam, yang disebut
Ukhuwah Islamiyah, dan berlaku pula
pada semua umat manusia secara
universal tanpa membedakan agama,
suku dan aspek-aspek kekhususan
lainnya, yang disebut ukhuwah
insaniyah.
MAKNA ISLAM
ISLAM SEBAGAI
RAHMATAN LIL’ ALAMIN
UKHUWAH/PERSAUDARA
AN DALAM ISLAM
KERUKUNAN ANTAR UMAT
BERAGAMA
Kerukunan merupakan kebutuhan bersama yang tidak
dapat dihindarkan di tengah perbedaan. Perbedaan yang
ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun
dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan
persatuan. Kesadaran akan kerukunan hidup umat
beragama yang harus bersifat dinamis, humanis dan
demokratis, agar dapat ditransformasikan kepada
masyarakat dikalangan bawah, sehingga kerukunan
tersebut tidak hanya dapat dirasakan/dinikmati oleh
kalangan-kalangan atas/orang kaya saja.
KENDALA-KENDALA DALAM
MENCAPAI KERUKUNAN ANTAR
UMAT BERAGAMA
Rendahnya Sikap
Toleransi
Kepentingan Politik
Sikap Fanatisme
KENDALA-KENDALA DALAM
MENCAPAI KERUKUNAN ANTAR
UMAT BERAGAMA
Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah
satu masalah dalam komunikasi antar
agama sekarang ini, khususnya di
Indonesia, munculnya sikap toleransi
malas-malasan (lazy tolerance)
sebagaimana diungkapkan P.Knitter.
sikap ini muncul sebagai akibat dari
pola perjuangan tak langsung (indirect
encounter) antar agama, khususnya
menyangkut persoalan teologi yang
sensitif. Sehingga kalangan umat
beragama merasa enggan
mendiskusikan masalah-masalah
keimanan.
Rendahnya Sikap
Toleransi
Kepentingan Politik
Sikap Fanatisme
KENDALA-KENDALA DALAM
MENCAPAI KERUKUNAN ANTAR
UMAT BERAGAMA Faktor ini terkadang menjadi faktor
penting sebagai kendala dalam
mencapai tujuan sebuah kerukunan
antar umat beragama khususnya di
Indonesia. Bisa saja sebuah kerukunan
antar agama telah dibangun dengan
bersusah payah selama bertahun-tahun
atau mungkin berpuluh-puluh tahun,
dan dengan demikian kita pun hampir
memetik buahnya. Namun tiba-tiba
saja muncul kekacauan politik yang
ikut mempengaruhi hubungan antar
agama dan bahkan memorak-
porandakannya seolah petir
menyambar yang dengan mudahnya
merontokkan : bangunan dialog” yang
sedang kita selesaikan.
Rendahnya Sikap
Toleransi
Kepentingan Politik
Sikap Fanatisme
KENDALA-KENDALA DALAM
MENCAPAI KERUKUNAN ANTAR
UMAT BERAGAMA
Di kalangan islam, pemahaman agama
secara eksklusif juga ada dan
berkembang. Bahkan akhir-akhir ini, di
Indonesia telah tumbuh dan
berkembang pemahaman keagamaan
yang dapat dikategorikan sebagai islam
radiakal dan fundamentalis, yakni
pemahaman keagamaan yang
menekankan praktik keagamaan tanpa
melihat bagaimana sebuah ajaran
agama seharusnya diadaptasikan
dengan situasi dan kondisi masyarakat.
Rendahnya Sikap
Toleransi
Kepentingan Politik
Sikap Fanatisme
SOLUSI
Dialog Antar Pemeluk
Agama
Bersikap Optimis
SOLUSI
Penerapan sejarah sosial dalam
perjumpaan islam dan non islam
di Indonesia akan sangat relevan,
karena ia akan dapat
mengungkapkan sisi-sisi lain
hubungan para penganut kedua
agama ini diluar bidang politik,
yang sangat boleh jadi
berlangsung dalam saling
pengertian dan kedamaian, yang
pada gilirannya mewujudkan
kehidupan bersama secara damai
(peaceful co-existence) diantara
para pemeluk agama yang
berbeda.
Dialog Antar Pemeluk
Agama
Bersikap Optimis
SOLUSI
Walupun berbagai hambatan
menghadang jalan kita untuk
menuju sikap terbuka, saling
pengertian dan saling
menghargai antar agama,
mungkin kita tidak perlu
bersikap pesimis. Sebaliknya,
kita perlu dan seharusnya
mengembangkan optimisme
dalam menghadapi dan
menyonsong masa depan dialog.
Dialog Antar Pemeluk
Agama
Bersikap Optimis
KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA
DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
Pandangan Agama Islam
Terhadap Non Muslim
Amar Ma’ruf dan Nahi
Munkar
Tanggung Jawab Sosial
Umat Islam
KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA
DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
Dari segi akidah, setiap orang yang tidak
mau menerima islam sebagai agamanya
disebut kafir atau non muslim. Kata kafir
berarti orang yang menolak, yang tidak
mau menerima atau menaati aturan Allah
yang diwujudkan kepada manusia melalui
ajara islam. Sikap kufur, penolakan
terhadap perintah Allah pertama kali
ditunjukkan oleh iblis ketika diperintahkan
untuk sujud kepada Adam as sebagaimana
dikisahkan dalam QS. Al-baqarah[2]:34.
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para
malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka
kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk
golongan orang-orang yang kafir.
Pandangan Agama Islam
Terhadap Non Muslim
Amar Ma’ruf dan Nahi
Munkar
Tanggung Jawab Sosial
Umat Islam
KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA
DALAM KEHIDUPAN SOSIAL Bentuk tanggung jawab sosial umat
islam meliputi :
1. Menjalin silatuhrahmi dengan
tetangga dalam sebuah hadist
rasulullah menjadikan sebuah
kebaikan seseorang kepada
tetangganya menjadi salah satu
indikator keimanan.
2. Memberikan infak sebagian dari
harta yang dimiliki, baik yang
wajib dalam bentuk zakat maupun
yang sunah dalam bentuk sedekah.
3. Menjenguk bila ada anggota
masyarakat yang sakit dan Ta’ziyah
bila ada anggota masyarakat yang
meninggal dengan mengantar
jenazahnya sampai di kuburnya.
Pandangan Agama Islam
Terhadap Non Muslim
Amar Ma’ruf dan Nahi
Munkar
Tanggung Jawab Sosial
Umat Islam
KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA
DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar
Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar adalah
memerintahkan orang lain untuk
berbuat baik dan mencegah
perbuatan jahat. Disamping sistem
dan saran pendukung, Amar Ma’ruf
dan Nahi Munkar memerlukan juga
kebijakan dalam bertindak. Karena itu
rasulullah memberikan tiga tingkatan
yaitu :
1. Menggunakan tangan atau
kekuasaan apabila ia mampu
2. Menggunakan lisan, dan
3. Dalam hati apabila langkah
pertama dan kedua tidak
memungkinkan.
Pandangan Agama Islam
Terhadap Non Muslim
Amar Ma’ruf dan Nahi
Munkar
Tanggung Jawab Sosial
Umat Islam
TERIMA KASIH

Kerukunan antar umat beragama

  • 1.
    KELOMPOK 10 : FITRIANIARIF YUNI KALSUM REZA RAHMAT ASHAR SAIFUL
  • 2.
    PENGERTIAN KERUKUNAN ANTAR UMATBERAGAMA AGAMA ISLAM MERUPAKAN RAHMAT BAGI SELURUH ALAM KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA KENDALA-KENDALA DALAM MENCAPAI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA SOLUSI KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
  • 3.
     Kerukunan adalahsatu tata pikir atau sikap hidup (thalent attitude) yang menunjukkan kesabaran dan kelapangan dada menghadapi pikiran-pikiran, pendapat- pendapat, dan pendirian orang.  Ummah (bahasa arab: ‫_أمة‬bahasa indonesia:umat) adalah sebuah kata dan frasa dari bahasa Arab yang berarti: “masyarakat” atau “bangsa”.  Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan(kepercayaan) dan peribadatan kepada tuhan yang maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. PENGERTIAN KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Kerukunan antar umat beragama adalah hubungan sesama umat beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling menghargai dalam kesetaraan pengelaman ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara.
  • 4.
    AGAMA ISLAM MERUPAKAN RAHMATBAGI SELURUH ALAM MAKNA ISLAM ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL’ ALAMIN UKHUWAH/PERSAUDARA AN DALAM ISLAM
  • 5.
    AGAMA ISLAM MERUPAKAN RAHMATBAGI SELURUH ALAM Kata islam berarti damai, selamat, sejahtera, penyebaran diri, taat, dan patuh. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa islam adalah agama yang mengandung ajaran untuk menciptakan kedamaian, keselamatan, dan keselamatan kehidupan umat manusia pada khususnya, dan semua makhluk Allah pada umumnya. MAKNA ISLAM ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL’ ALAMIN UKHUWAH/PERSAUDARA AN DALAM ISLAM
  • 6.
    AGAMA ISLAM MERUPAKAN RAHMATBAGI SELURUH ALAM Fungsi islam sebagai rahmat tidak begantung pada penerimaan atau penilaian manusia. Substansi rahmat terletak pada fungsi ajaran tersebut dan fungsi itu baru akan dirasakan baik oleh manusia sendiri maupun oleh makhluk- makhluk yang lain apabila manusia sebagai pengemban amanah Allah telah menaati ajaran tersebut. Fungsi islam sebagai rahmat Allah bagi semua alam itu dijelaskan oleh Allah dalam QS. Al-Anbiya [21]:107. Artinya : “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” MAKNA ISLAM ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL’ ALAMIN UKHUWAH/PERSAUDARA AN DALAM ISLAM
  • 7.
    AGAMA ISLAM MERUPAKAN RAHMATBAGI SELURUH ALAM Kata ukhuwah berarti persaudaraan, maksudnya perasaan simpati dan empati antara dua orang atau lebih. Ukhuwah atau persaudaraan berlaku sesama umat islam, yang disebut Ukhuwah Islamiyah, dan berlaku pula pada semua umat manusia secara universal tanpa membedakan agama, suku dan aspek-aspek kekhususan lainnya, yang disebut ukhuwah insaniyah. MAKNA ISLAM ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL’ ALAMIN UKHUWAH/PERSAUDARA AN DALAM ISLAM
  • 8.
    KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA Kerukunanmerupakan kebutuhan bersama yang tidak dapat dihindarkan di tengah perbedaan. Perbedaan yang ada bukan merupakan penghalang untuk hidup rukun dan berdampingan dalam bingkai persaudaraan dan persatuan. Kesadaran akan kerukunan hidup umat beragama yang harus bersifat dinamis, humanis dan demokratis, agar dapat ditransformasikan kepada masyarakat dikalangan bawah, sehingga kerukunan tersebut tidak hanya dapat dirasakan/dinikmati oleh kalangan-kalangan atas/orang kaya saja.
  • 9.
    KENDALA-KENDALA DALAM MENCAPAI KERUKUNANANTAR UMAT BERAGAMA Rendahnya Sikap Toleransi Kepentingan Politik Sikap Fanatisme
  • 10.
    KENDALA-KENDALA DALAM MENCAPAI KERUKUNANANTAR UMAT BERAGAMA Menurut Dr. Ali Masrur, M.Ag, salah satu masalah dalam komunikasi antar agama sekarang ini, khususnya di Indonesia, munculnya sikap toleransi malas-malasan (lazy tolerance) sebagaimana diungkapkan P.Knitter. sikap ini muncul sebagai akibat dari pola perjuangan tak langsung (indirect encounter) antar agama, khususnya menyangkut persoalan teologi yang sensitif. Sehingga kalangan umat beragama merasa enggan mendiskusikan masalah-masalah keimanan. Rendahnya Sikap Toleransi Kepentingan Politik Sikap Fanatisme
  • 11.
    KENDALA-KENDALA DALAM MENCAPAI KERUKUNANANTAR UMAT BERAGAMA Faktor ini terkadang menjadi faktor penting sebagai kendala dalam mencapai tujuan sebuah kerukunan antar umat beragama khususnya di Indonesia. Bisa saja sebuah kerukunan antar agama telah dibangun dengan bersusah payah selama bertahun-tahun atau mungkin berpuluh-puluh tahun, dan dengan demikian kita pun hampir memetik buahnya. Namun tiba-tiba saja muncul kekacauan politik yang ikut mempengaruhi hubungan antar agama dan bahkan memorak- porandakannya seolah petir menyambar yang dengan mudahnya merontokkan : bangunan dialog” yang sedang kita selesaikan. Rendahnya Sikap Toleransi Kepentingan Politik Sikap Fanatisme
  • 12.
    KENDALA-KENDALA DALAM MENCAPAI KERUKUNANANTAR UMAT BERAGAMA Di kalangan islam, pemahaman agama secara eksklusif juga ada dan berkembang. Bahkan akhir-akhir ini, di Indonesia telah tumbuh dan berkembang pemahaman keagamaan yang dapat dikategorikan sebagai islam radiakal dan fundamentalis, yakni pemahaman keagamaan yang menekankan praktik keagamaan tanpa melihat bagaimana sebuah ajaran agama seharusnya diadaptasikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Rendahnya Sikap Toleransi Kepentingan Politik Sikap Fanatisme
  • 13.
  • 14.
    SOLUSI Penerapan sejarah sosialdalam perjumpaan islam dan non islam di Indonesia akan sangat relevan, karena ia akan dapat mengungkapkan sisi-sisi lain hubungan para penganut kedua agama ini diluar bidang politik, yang sangat boleh jadi berlangsung dalam saling pengertian dan kedamaian, yang pada gilirannya mewujudkan kehidupan bersama secara damai (peaceful co-existence) diantara para pemeluk agama yang berbeda. Dialog Antar Pemeluk Agama Bersikap Optimis
  • 15.
    SOLUSI Walupun berbagai hambatan menghadangjalan kita untuk menuju sikap terbuka, saling pengertian dan saling menghargai antar agama, mungkin kita tidak perlu bersikap pesimis. Sebaliknya, kita perlu dan seharusnya mengembangkan optimisme dalam menghadapi dan menyonsong masa depan dialog. Dialog Antar Pemeluk Agama Bersikap Optimis
  • 16.
    KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA DALAMKEHIDUPAN SOSIAL Pandangan Agama Islam Terhadap Non Muslim Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Tanggung Jawab Sosial Umat Islam
  • 17.
    KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA DALAMKEHIDUPAN SOSIAL Dari segi akidah, setiap orang yang tidak mau menerima islam sebagai agamanya disebut kafir atau non muslim. Kata kafir berarti orang yang menolak, yang tidak mau menerima atau menaati aturan Allah yang diwujudkan kepada manusia melalui ajara islam. Sikap kufur, penolakan terhadap perintah Allah pertama kali ditunjukkan oleh iblis ketika diperintahkan untuk sujud kepada Adam as sebagaimana dikisahkan dalam QS. Al-baqarah[2]:34. Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Pandangan Agama Islam Terhadap Non Muslim Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Tanggung Jawab Sosial Umat Islam
  • 18.
    KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA DALAMKEHIDUPAN SOSIAL Bentuk tanggung jawab sosial umat islam meliputi : 1. Menjalin silatuhrahmi dengan tetangga dalam sebuah hadist rasulullah menjadikan sebuah kebaikan seseorang kepada tetangganya menjadi salah satu indikator keimanan. 2. Memberikan infak sebagian dari harta yang dimiliki, baik yang wajib dalam bentuk zakat maupun yang sunah dalam bentuk sedekah. 3. Menjenguk bila ada anggota masyarakat yang sakit dan Ta’ziyah bila ada anggota masyarakat yang meninggal dengan mengantar jenazahnya sampai di kuburnya. Pandangan Agama Islam Terhadap Non Muslim Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Tanggung Jawab Sosial Umat Islam
  • 19.
    KEBERSAMAAN UMAT BERAGAMA DALAMKEHIDUPAN SOSIAL Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar adalah memerintahkan orang lain untuk berbuat baik dan mencegah perbuatan jahat. Disamping sistem dan saran pendukung, Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar memerlukan juga kebijakan dalam bertindak. Karena itu rasulullah memberikan tiga tingkatan yaitu : 1. Menggunakan tangan atau kekuasaan apabila ia mampu 2. Menggunakan lisan, dan 3. Dalam hati apabila langkah pertama dan kedua tidak memungkinkan. Pandangan Agama Islam Terhadap Non Muslim Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Tanggung Jawab Sosial Umat Islam
  • 21.