Sumber utama ajaran Islam adalah Al-Qur'an dan Sunnah. Tiga sumber lainnya yaitu ijtihad, qiyas, dan ijma' berperan sebagai pedoman hukum Islam bila tidak terdapat dalam Al-Qur'an dan Sunnah."
Sumber Ajaran Islam
Oleh :
Kelompok 2
Dian Mutiara Chairunnisa
Redha Geriawan Rezta Noraya
Lutfia Azizah
Venni Noviliyandari S
Bismi Agung Firman D
2.
Sumber Hukum Islam
Segala sesuatu yang menjadi
pedoman atau dasar acuan
ajaran Islam
1. AL-QUR’AN
2. AS-SUNNAH
3. IJTIHAD
4. QIYAS
5. IJMA’
3.
:” ” :
:” ” :
:”
” : :
:”
”
“Dari Muadz ibn Jabal ra bahwa Nabi Saw ketika mengutusnya ke Yaman, Nabi bertanya:
“Bagaimana kamu jika dihadapkan permasalahan hukum? Ia berkata: “Saya berhukum
dengan kitab Allah”. Nabi berkata: “Jika tidak terdapat dalam kitab Allah” ?, ia berkata:
“Saya berhukum dengan sunnah Rasulullah Saw”. Nabi berkata: “Jika tidak terdapat dalam
sunnah Rasul Saw” ? ia berkata: “Saya akan berijtihad dan tidak berlebih (dalam ijtihad)”.
Maka Rasul Saw memukul ke dada Muadz dan berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah
4.
Al-Qur’an sebagai Sumber
Hukum Islam
Al-Qur’an adalah firman Allah s.w.t. yang di turunkan kepada
Nabi Muhammad S.A.W. secara berangsur-angsur melalui
malaikat Jibril, turun pada sekitar tanggal 17 Ramadhan tahun ke-
41 dari kelahiran nabi Muhammad s.a.w.
Al-qur’an di jaga dan dipelihara oleh Allah SWT, sesuai dengan
firmannya:
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al quran, dan sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya. (QS. 15:9)
5.
Al-Qur’an merupakan pedomanhidup utama
umat Islam.
Firman Allah SWT:
.
.
“Hai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, dan janganlah
kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya).”
(QS. Al-Anfal, 8 : 20-21)
6.
Kandungan Al-Qur’an
• Pokok-pokokkeimanan (tauhid) kepada Allah, keimanan
kepada malaikat, rasul-rasul, kitab-kitab, hari akhir,
qodli-qodor, dan sebagainya.
• Prinsip-prinsip syari’ah sebagai dasar pijakan manusia
dalam hidup agar tidak salah jalan dan tetap dalam
koridor yang benar bagaimana menjalin hubungan kepada
Allah (hablun minallah, ibadah) dan (hablun minannas,
mu’amalah)
• Janji atau kabar gembira kepada yang berbuat baik
(basyir) dan ancaman siksa bagi yang berbuat dosa
(nadzir)
• Kisah-kisah sejarah
• Dasar-dasar dan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan
7.
Fungsi dari Al-Qur’an
•Petunjuk Al-Qur’an merupakan suatu
aturan yang harus diikuti.
• Penjelas di dalam al-Qur’an sudah dijelaskan
tentang segala sesuatu yang ditanyakan oleh
manusia
• Pembeda Al-Qur’an sebagai pembeda yang
haq dan yang bathil
• Obat resep yang diberikan oleh Allah dan
sudah pasti resep tersebut tidak mungkin salah
karena Allah maha besar
8.
As-Sunnah sebagai SumberAjaran
Islam
• Sunnah dalam bahasa berarti tradisi,
kebiasaan adat-istiadat.
• Dalam terminologi Islam, sunnah berarti
perbuatan, perkataan dan keizinan Nabi
Muhammad SAW (af’al, aqwal, dan taqrir).
• As-sunnah adalah hukum kedua yang wajib
dijadikan pedoman bagi umat Islam
• As-sunnah hadist
9.
Dasar Alasan SunnahSebagai
Sumber Hukum
• Al- Nisaa:
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia berkuasa
terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam
Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS. 4:115)
• Al-Maidah:
Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul- (Nya) dan berhati-
hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul
Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS. 5:92)
10.
Macam-macam As-Sunnah
• ditinjaudari bentuknya
– Fi’li (perbuatan Nabi)
– Qauli (perkataan Nabi)
– Taqriri (persetujuan atau izin Nabi)
• ditinjau dari segi jumlah orang-orang yang menyampaikannya
– Mutawir, yaitu yang diriwayatkan oleh orang banyak
– Masyhur, diriwayatkan oleh banyak orang, tetapi tidak sampai
(jumlahnya) kepada derajat mutawir
– Ahad, yang diriwayatkan oleh satu orang.
• ditinjau dari kualitasnya
– Shahih, yaitu hadits yang sehat, benar, dan sah
– Hasan, yaitu hadits yang baik, memenuhi syarat shahih, tetapi dari segi
hafalan pembawaannya yang kurang baik.
– Dhaif, yaitu hadits yang lemah
– Maudhu’, yaitu hadits yang palsu.
• ditinjau dari segi diterima atau tidaknya
– Maqbul, yang diterima.
– Mardud, yang ditolak.
11.
Hubungan Al-hadits/As-sunnah Dengan
Al-Qur’an
• As-Sunnah berfungsi sebagai penafsir, dan penjelas daripada ayat-ayat
tertentu.
• Fungsi As-Sunnah dalam hubungan dengan Al-Qur’an, sebagai berikut :
Bayan Tafsir: yaitu menerangkan ayat-ayat yang sangat umum, mujmal
dan musytarak. Seperti hadits : “Shallu kamaa ro-aitumuni ushalli”
(Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat) adalah merupakan
tafsiran daripada ayat Al-Qur’an yang umum, yaitu : “Aqimush-shalah”
(Kerjakan shalat).
Bayan Taudhih: yaitu menerangkan maksud dan tujuan sesuatu ayat Al-
Qur’an, seperti pernyataan Nabi : “Allah tidak mewajibkan zakat
melainkan supaya menjadi baik harta-hartamu yang sudah
dizakati”, adalah taudhih (penjelasan) terhadap ayat Al-Qur’an dalam surat
at-Taubah: 34, yang artinya sebagai berikut : “Dan orang-orang yang
menyimpan mas dan perak kemudian tidak membelanjakannya dijalan
Allah maka gembirakanlah mereka dengan azab yang pedih”.
Macam-macam Ijtihad
Secaragaris besar ijtihad dibagi kedalam dua
bagian, yaitu ijtihad Fardhi dan Jami’i.
a) Ijtihad fardhi adalah : ”Setiap ijtihad yang
dilakukan oleh perseorangan atau beberapa
orang, namun tidak ada keterangan bahwa semua
mujtahid lain menyetujuinya dalam suatu
perkara” (Tasyri’ Islami: 115)
b) Ijtihad Jami’i adalah : ”Semua ijtihad dalam
suatu perkara yang disepakati oleh semua
mujtahidin.” (Ushulu Tasyri’ :116)
14.
Lapangan Ijtihad
• Ijtihadtidak berlaku dalam urusan penambahan ibadah mahdhah.
• Hasil ketetapan ijtihad sifatnya kondisional dan situasional, mungkin
berlaku bagi seseorang tetapi tidak berlaku bagi oranng lain.
• Keputusan ijtihad tidak boleh bertentangan dengan al-Qur’an dan
al-Sunnah.
• Ketetapan ijtihad tidak melahirkan keputusan yang absolute, tetapi
sifatnya relative.
• Dalam proses berijtihad harus mempertimbangkan berbagai aspek,
diantaranya aspek lingkungan, aspek manfaat dan madharat atau
akibat, aspek motivasi dan nilai-nilai yang menjadi ciri khas ajaran
Islam.
• Ijtihad mencakup bidang mu’amalah (ihwal ekonomi), jinayat
(kriminalitas), siasat (politik), ahwal syakhshiyyah (ihwal
kekeluargaan), dan da’wah (misson), kedokteran, sains dan
teknologi dan sebagainya.
15.
Syarat-syarat ijtihad:
Memiliki ilmu pengetahuan yg luas tentang ayat-ayat al-Qur’an yang
berhubungan dengan masalah hokum
Memiliki pengetahuan yang luas tentang hadist-hadist yang berhubungan
dengan masalah hukum.
Menguasai seluruh masalah yang hukumnya telah ditunjukkan oleh ijma’.
Mengetahui secara mendalam tentang masalah qiyas dan dapat
mempergunakannya untuk menggali hukum.
Menguasai bahasa arab secara mendalam.
Mengetahui secara mendalam tentang nasikh-mansukh.
Mengetahui tentang latar belakang turunnya ayat-ayat al-Qur’an dan hadist.
Ijtihad memiliki peranan penting dalam pembinaan hukum Islam;
diantaranya :
Agar hukum Islam dapat ditetapkan secara fleksibel sehingga tidak kaku.
Agar dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman
Dapat memudahkan penerapan ajaran Islam menurut situasi dan kondisi
yang ada.
Dapat mengembangkan intelektualitas umat Islam sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
16.
Qiyas Sebagai SumberHukum Islam
• Qiyas menurut ulama ushul adalah menerangkan
sesuatu yang tidak ada nashnya dalam Al Qur’an dan
hadits dengan cara membandingkan dengan sesuatu
yang ditetapkan hukumnya berdasarkan nash.
• Pandangan ulama mengenai qiyas ini terbagi menjadi
tiga kelompok:
1. Kelompok jumhur, mereka menggunakan qiyas
sebagai dasar hukum pada hal-hal yang tidak jelas
nashnya baik dalam Al Qur’an, hadits, pendapat
sahabat maupun ijma ulama.
2. Mazhab Zhahiriyah dan Syiah Imamiyah, mereka
sama sekali tidak menggunakan qiyas.
3. Kelompok yang lebih memperluas pemakaian qiyas,
yang berusaha berbagai hal karena persamaan illat .
17.
AYAT AL QUR’ANYANG DIJADIKAN DALIL
DASAR HUKUM QIYAS ADALAH FIRMAN ALLAH
“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-
kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa
mereka akan keluar dan mereka pun yakin, bahwa benteng- benteng mereka dapat
mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; Maka Allah mendatangkan kepada mereka
(hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. dan Allah melemparkan
ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan
mereka sendiri dan tangan orang- orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk
menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (Qs.59:2)
18.
Rukun Qiyas
1. Asal(pokok), yaitu apa yang terdapat dalam
hukum nashnya. Disebut dengan al-maqis alaihi.
2. Fara’ (cabang), yaitu sesuatu yang belum
terdapat nash hukumnya, disebut pula al-maqîs .
3. Hukmu al-asal , yaitu hukum syar’i yang terdapat
dalam nash dalam hukum asalnya. Yang
kemudian menjadi ketetapan hukum untuk fara’.
4. Illat, adalah sifat yang didasarkan atas hukum
asal atau dasar qiyas yang dibangun atasnya.
19.
Ijma’ sebagai sumberhukum Islam
Definisi Ijma’
Secara Etimologi (Bahasa) Ijma’ berasal dari kata
“ajma’a”,“yujmi’u”,“ijma'an” dengan isim maf’ul mujma yang
memiliki dua makna :
Ijma' secara etimologi bisa bermakna tekad yang kuat
“…Karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah)
sekutu-sekutumu (untuk membinsakanku)…” (QS. Yunus : 71)
Ijma’ secara etimologi juga memiliki makna sepakat.
“Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat
memasukkannya ke dasar sumur” (QS. Yusuf : 15)
20.
Hakikat Ijma’
• Ijma’merupakan dasar agama yang sah dan
menjadi sumber hukum ketiga agama Islam
setelah Al-Qur’an dan Sunnah. Tidak terdapat
ketetapan Ijma’ yang menentang kebenaran,
kecuali tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan
Sunnah. Maka suatu keutamaan bagi para
ulama ahli ijtihad untuk berijma’ berdasarkan
Al-Qur’an dan Sunnah.
21.
Ijma’ bisa dikatakan sebagai salah satu landsan
hukum islam selain Al-Qur’an dan Sunnah.
Namun isi dari Ijma’ itu tersendiri harus
didasari pada dalil-dalil syar’i, karena
hakekatnya sebaik-baiknya pedoman kita di
akhir zaman seperti ini adalah Al-Qur’an dan
Sunnah.
22.
Kesimpulan
• Sumber ajaranIslam ada 5,yaitu: Al-Qur’an,
As-sunnah/Al-Hadits, Ijtihad, Qiyas dan Ijma’.
• Kelima sumber tersebut adalah pedoman
hidup yang harus tetap dipegang teguh umat
Islam selama hidupnya agar tidak tersesat.