PENGERTIAN SYARI’AH
jalan yang dilewati untuk menuju
sumber air. Atau dengan kata lebih jelas,
syariat berarti aturan, undang-undang
dan mengumpulkan banyak hal
Namun, dalam perkembangannya, istilah
syariat lebih akrab untuk menyebut
aturan islam
syariat islam adalah semua aturan yang Allah
turunkan untuk para hamba-Nya, baik terkait
masalah aqidah, ibadah, muamalah, adab,
maupun akhlak. Baik terkait hubungan makhluk
dengan Allah, maupun hubungan antar-sesama
makhluk
F
I
R
M
A
N
A
L
L
A
H
S
W
T
َّ‫م‬ُ‫ث‬ ََّ‫اك‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َّ‫ة‬َ‫ع‬‫ي‬ ِ‫َر‬‫ش‬ ََّ‫ن‬ِ‫م‬ َِّ‫ر‬ْ‫م‬َ ْ‫اْل‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ع‬ِ‫ب‬‫ات‬َ‫ف‬
“Kemudian Aku jadikan kamu
berada di atas suatu
syariat (peraturan) dari urusan
(agama itu),
Maka ikutilah syariat itu…” (QS. Al-
Jatsiyah: 18)
F
I
R
M
A
N
A
L
L
A
H
S
W
T
Syariah Islam adalah
tata cara pengaturan
tentang perilaku
hidup manusia untuk
mencapai keridhoan
Allah SWT yang
dirumuskan dalam Al-
Qur’an
1. Surat Asy-Syura ayat 13
2. Surat Asy-Syura ayat 21
AL-QUR’AN DAN
SYARIAH ???
S
u
r
a
t
A
s
y
-
S
y
u
r
a
Artinya :
Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang
agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada
Nuh dan apa yang telah kamu wahyukan
kepadamu dan apa yang telah kami
wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa
yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah
kamu berpecah belah tentangnya. Amat
berat bagi orang-orang musyrik agama yang
kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik
kepada agama itu orang yang dikehendaki-
Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-
Nya orang yang kembali (kepada-Nya)
A
Y
A
T
1
3
S
u
r
a
t
A
s
y
-
S
y
u
r
a
Artinya :
Apakah mereka mempunyai sembahan-
sembahan selain Allah yang
mensyariatkan untuk mereka agama
yang tidak diijinkan Allah ? sekiranya
tak ada ketetapan yang menentukan
(dari Allah tentukanlah mereka
dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-
orang yang zalim itu akan memperoleh
azab yang pedih
A
Y
A
T
2
1
SYARIAH DAN
KETENTUAN ALLAH
Ketentuan-ketentuan sebagaimana dirumuskan dalam
syariah, wajib dipatuhi. Orang Islam yakin bahwa
ketentuan Allah SWT yang terdapat dalam syariah itu
adalah ketentuanm Allah SWT yang bersifat universal,
oleh karena itu merupakan hukum bagi setiap
komponen dalam satu sistem. Hal ini berarti bahwa
setiap ketentuan yang ditinggalkannya atau dilanggar
bukan saja akan merusak lingkungannya tetapi juga
akan menghilangkan fungsi parameter dalam
komponen atau fungsi komponen dalam sisten
C
O
N
T
O
h
seseorang menyalahi janji, berdusta, zina, mencuri, korupsi, dan lain-lain.
Dalam syariah Islam ada istilah rukshoh (keringanan) apabila seseorang
tidak dapat melaksanakan kewajibannya secara normal, maka ia boleh
melaksanakannya dengan cara lain sesuai dengan kekuatan,
kemungkinan, dan kondisi, seperti sholat sambil duduk
mencakup peraturan-
peraturan
SBB:
· Ibadah
· Muamalah
· Munakahat
· Jinayat
· Siyasa
· Akhlak
· Peraturan-peraturan lainnya
I
B
A
D
A
H
yaitu peraturan- peraturan yang
mengatur hubungan langsung
dengan Allah SWT (ritual) yang terdiri
dari rukun ISLAM mengucapkan syahadat,
mengerjakan shalat, zakat, puasa, dan haji
lainnya yang berhubungan dengan rumun Islam
Badani (bersifat fisik) Mali (bersifat
harta)bersuci meliputi wudlu, mandi,
tayamum, pengaturan
menghilangkan najis, peraturan
air, istinja, adzan, qomat,
I’tikaf, do’a, sholawat,
umroh, tasbih, istighfar, khitan,
pengurusan mayit, dan lain-
lain
qurban, aqiqah,
alhadyu, sidqah,
wakaf, fidyah,
hibbah, dan
lain-lain
1. Al-Qur’an,
2. Al-Hadist (As-Sunnah)
3. Ra’yu (Ijtihad)
Sumber-
sumber
Syariah
Sumber-sumber Syariah
Al-Qur’an,
Al-Qur’an adalah kumpulan wahyu Allah SWT
yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
yang dihimpun dalam sebuah kita suci yang menjadi
pegangan bagi manusia. Yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW, dan merupakan Undang-
Undang yang sebagian besar berisi hukum-hukum
pokok.
Sumber-sumber Syariah
Al-Hadist (As-Sunnah)
Al-Hadist (As-Sunnah),
sumber hukum kedua yang memberikan
penjelasan dan rincian terhadap hukum-hukum
Al-Qur’an yang bersifat umum. Sunnah adalah
sumber hukum islam (pedoman hidup kaum
muslimin yang kedua setelah Al-Qur’an).
Sumber-sumber Syariah
Ra’yu (Ijtihad)
Ra’yu (Ijtihad), upaya para ahli
mengkaji Al-Qur’an dan As-
Sunnah untuk menetapkan
hukum yang belum ditetapkan
secara pasti dalam Al-Qur’an dan
As-Sunnah.
Syariah adalah
ketentuan,
ketentuan Allah SWT
yang mengatur
dilaksanakannya
atau tidak
dilaksanakannya
suatu perbuatan
seseorang baik yang
menyangkut ibadah
dalam arti kata
khusus atau ibadah
dalam arti luas.
WAJIB (IJAB) HARAM Sunnah
(Mustahab),
Makruh
(Karahah),
suatu
ketentuan
yang
menurut
pelaksanaann
ya, apabila
dikerjakan
mendapat
pahala, dan
apabila
ditinggalkan
mendapat
dosa
suatu
ketentuan
apabila
ditinggalkan
mendapat
pahala dan
apabila
dikerjakan
mendapat dosa
yaitu suatu
ketentuan
apabila
dikerjakan
mendapat
pahala dan
apabila
ditinggalkan
tidak berdosa
zinah, mencuri,
membunuh,
minum-
minuman keras,
durhaka pada
orang tua, dan
lain-lain.
yaitu suatu
ketentuan yang
menganjurkan
untuk
ditinggalkannya
suatu perbuatan;
apabila
ditinggalkan
mendapat
pahala dan
apabila
dikerjakan tidak
berdosa
merokok, makan
bau-bauan, dan
lain-lain
Bagi seseorang muslim melaksanakan syariah
dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya tidak
hanya melaksanakan agama dalam arti khusus tapi
melaksanakan agama yang bersifat universal. Pelaksanaan
syariah didalam islam ini sangat berhubungan dengan
kondisi, sebagai contoh orang yang tidak mampu untuk
melaksanakan sesuatu kewajiban secara normal maka dia
pasti melaksanakannya dengan cara lain.
TUJUAN SYARIAT ISLAM
1.Hifdzud diin (menjaga agama)
2.Hifdzul ‘aql (menjaga akal)
3.Hifdzul maal (menjaga harta)
4.Hifdzun nasl (menjaga
keturunan)
5.Hifdzun nafs (menjaga diri).
PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM :
1. TidakMempersulit(‘Adam
al-Haraj)
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan)
yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa
atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami
beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum
kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak
sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah
kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
(QS. Al-Baqarah: 286)
Dalam menetapkan syariat Islam, al-Quran senantiasa
memperhitungkan kemampuan manusia dalam melaksanaknnya. Itu
diwujudkan dengan mamberikan kemudahan dan kelonggaran
(tasamuh wa rukhsah) kepada mansusia, agar menerima ketetapan
hukum den- gan kesanggupan yang dimiliknya. Prinsip ini
secara tegas disebutkan dalam Al-Quran
PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM :
2. Mengurangi
Beban (Taqlil al-
Taklif)
Prinsip kedua ini merupakan langkah prenventif (penanggulangan)
terhadap mukallaf dari pengurangan atau penambahan dalam
kewajiban agama. Al-Quran tidak memberikan hukum kepada mukallaf
agar ia menambahi atau menguranginya, meskipun hal itu mungkin
dianggap wajar menurut kacamata sosial. Hal ini guna memperingan
dan menjaga nilai-nilai kemaslahatan manusia pada umumnya, agar
tercipta suatu pelaksanaan hukum tanpa ddasari parasaan terbebani
yang berujung pada kesulitan. Umat manusia tidak diperintahkan
untuk mencari-cari sesuatu yang justru akan memperberat diri sendiri.
Allah swt. Berfirman
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian
menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterang
kan kepada kalian, niscaya akan menyusahkan
Kalian ....(QS. al-Maidah: 101)
PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM :
3. Penetapan
Hukum secara
Periodik
Al-quran merupakan kitab suci yang dalam prosesi tasri’ sangat
memperhatikan berbagai aspek, baik natural, spiritual, kultural, maupun
sosial uamt. Dalam menetapkan hukum, al-Quran selalu
mempertimbangkan, apakah mental spiritual manusia telah siap untuk
menerima ketentuan yang akan dibebankan kepadanya?. Hal ini terkait
erat dengan prinsip kesua, yakni tidak memberatkan umat. Karena itulah,
hukum syariat dalam al-Quran tidak diturunkan secara serta merta
dengan format yang final, melainkan secara bertahap, dengan maksud
agar umat tidak merasa terkejut dengan syariat yang tiba-tiba.
Karenanya, wahyu al-Quran senantiasa turun sesuai dengan kondisi dan
realita yang terjadi pada waktu itu.
tiga periode tasryi’ al-Quran
a. Mendiamkan,
b. Menyinggung manfat
ataupun madlaratnya secara global
c. Menetapkan hukum tegas
PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM :
4. Sejalan dengan
Kemaslahatan Universal
Islam bukan hanya doktrin belaka yang
identik dengan pembebanan, tetapi juga
ajaran yang bertujuan untuk
menyejahterakan manusia. Karenanya, segala
sesuatu yang ada di mayapada ini merupakan
fasilitas yang berguna bagi manusia dalam
memenuhi kebutuhannya
PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM :
5. Persamaandan
Keadilan (al-Musawah wa al-
Adalah)
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan
amanat kepada yang berhak menerimanya, dan
(menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di
antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.
Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-
baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Nisa: 58)
Persamaan hak di muka adalah salah
satu prinsip utama syariat Islam, baik
yang berkaitan dengan ibadah atau
muamalah
Syariat ppt

Syariat ppt

  • 4.
    PENGERTIAN SYARI’AH jalan yangdilewati untuk menuju sumber air. Atau dengan kata lebih jelas, syariat berarti aturan, undang-undang dan mengumpulkan banyak hal Namun, dalam perkembangannya, istilah syariat lebih akrab untuk menyebut aturan islam syariat islam adalah semua aturan yang Allah turunkan untuk para hamba-Nya, baik terkait masalah aqidah, ibadah, muamalah, adab, maupun akhlak. Baik terkait hubungan makhluk dengan Allah, maupun hubungan antar-sesama makhluk
  • 5.
    F I R M A N A L L A H S W T َّ‫م‬ُ‫ث‬ ََّ‫اك‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ج‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬َّ‫ة‬َ‫ع‬‫ي‬ ِ‫َر‬‫ش‬ ََّ‫ن‬ِ‫م‬ َِّ‫ر‬ْ‫م‬َ ْ‫اْل‬ ‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ع‬ِ‫ب‬‫ات‬َ‫ف‬ “Kemudian Aku jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu…” (QS. Al- Jatsiyah: 18) F I R M A N A L L A H S W T
  • 6.
    Syariah Islam adalah tatacara pengaturan tentang perilaku hidup manusia untuk mencapai keridhoan Allah SWT yang dirumuskan dalam Al- Qur’an
  • 7.
    1. Surat Asy-Syuraayat 13 2. Surat Asy-Syura ayat 21 AL-QUR’AN DAN SYARIAH ???
  • 8.
    S u r a t A s y - S y u r a Artinya : Dia telahmensyariatkan bagi kamu tentang agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah kamu wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki- Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)- Nya orang yang kembali (kepada-Nya) A Y A T 1 3
  • 9.
    S u r a t A s y - S y u r a Artinya : Apakah merekamempunyai sembahan- sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diijinkan Allah ? sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah tentukanlah mereka dibinasakan. Dan sesungguhnya orang- orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang pedih A Y A T 2 1
  • 10.
    SYARIAH DAN KETENTUAN ALLAH Ketentuan-ketentuansebagaimana dirumuskan dalam syariah, wajib dipatuhi. Orang Islam yakin bahwa ketentuan Allah SWT yang terdapat dalam syariah itu adalah ketentuanm Allah SWT yang bersifat universal, oleh karena itu merupakan hukum bagi setiap komponen dalam satu sistem. Hal ini berarti bahwa setiap ketentuan yang ditinggalkannya atau dilanggar bukan saja akan merusak lingkungannya tetapi juga akan menghilangkan fungsi parameter dalam komponen atau fungsi komponen dalam sisten C O N T O h seseorang menyalahi janji, berdusta, zina, mencuri, korupsi, dan lain-lain. Dalam syariah Islam ada istilah rukshoh (keringanan) apabila seseorang tidak dapat melaksanakan kewajibannya secara normal, maka ia boleh melaksanakannya dengan cara lain sesuai dengan kekuatan, kemungkinan, dan kondisi, seperti sholat sambil duduk
  • 11.
    mencakup peraturan- peraturan SBB: · Ibadah ·Muamalah · Munakahat · Jinayat · Siyasa · Akhlak · Peraturan-peraturan lainnya
  • 12.
    I B A D A H yaitu peraturan- peraturanyang mengatur hubungan langsung dengan Allah SWT (ritual) yang terdiri dari rukun ISLAM mengucapkan syahadat, mengerjakan shalat, zakat, puasa, dan haji lainnya yang berhubungan dengan rumun Islam Badani (bersifat fisik) Mali (bersifat harta)bersuci meliputi wudlu, mandi, tayamum, pengaturan menghilangkan najis, peraturan air, istinja, adzan, qomat, I’tikaf, do’a, sholawat, umroh, tasbih, istighfar, khitan, pengurusan mayit, dan lain- lain qurban, aqiqah, alhadyu, sidqah, wakaf, fidyah, hibbah, dan lain-lain
  • 13.
    1. Al-Qur’an, 2. Al-Hadist(As-Sunnah) 3. Ra’yu (Ijtihad) Sumber- sumber Syariah
  • 14.
    Sumber-sumber Syariah Al-Qur’an, Al-Qur’an adalahkumpulan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang dihimpun dalam sebuah kita suci yang menjadi pegangan bagi manusia. Yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dan merupakan Undang- Undang yang sebagian besar berisi hukum-hukum pokok.
  • 15.
    Sumber-sumber Syariah Al-Hadist (As-Sunnah) Al-Hadist(As-Sunnah), sumber hukum kedua yang memberikan penjelasan dan rincian terhadap hukum-hukum Al-Qur’an yang bersifat umum. Sunnah adalah sumber hukum islam (pedoman hidup kaum muslimin yang kedua setelah Al-Qur’an).
  • 16.
    Sumber-sumber Syariah Ra’yu (Ijtihad) Ra’yu(Ijtihad), upaya para ahli mengkaji Al-Qur’an dan As- Sunnah untuk menetapkan hukum yang belum ditetapkan secara pasti dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  • 17.
    Syariah adalah ketentuan, ketentuan AllahSWT yang mengatur dilaksanakannya atau tidak dilaksanakannya suatu perbuatan seseorang baik yang menyangkut ibadah dalam arti kata khusus atau ibadah dalam arti luas.
  • 18.
    WAJIB (IJAB) HARAMSunnah (Mustahab), Makruh (Karahah), suatu ketentuan yang menurut pelaksanaann ya, apabila dikerjakan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan mendapat dosa suatu ketentuan apabila ditinggalkan mendapat pahala dan apabila dikerjakan mendapat dosa yaitu suatu ketentuan apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa zinah, mencuri, membunuh, minum- minuman keras, durhaka pada orang tua, dan lain-lain. yaitu suatu ketentuan yang menganjurkan untuk ditinggalkannya suatu perbuatan; apabila ditinggalkan mendapat pahala dan apabila dikerjakan tidak berdosa merokok, makan bau-bauan, dan lain-lain
  • 19.
    Bagi seseorang muslimmelaksanakan syariah dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya tidak hanya melaksanakan agama dalam arti khusus tapi melaksanakan agama yang bersifat universal. Pelaksanaan syariah didalam islam ini sangat berhubungan dengan kondisi, sebagai contoh orang yang tidak mampu untuk melaksanakan sesuatu kewajiban secara normal maka dia pasti melaksanakannya dengan cara lain.
  • 20.
    TUJUAN SYARIAT ISLAM 1.Hifdzuddiin (menjaga agama) 2.Hifdzul ‘aql (menjaga akal) 3.Hifdzul maal (menjaga harta) 4.Hifdzun nasl (menjaga keturunan) 5.Hifdzun nafs (menjaga diri).
  • 21.
    PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM: 1. TidakMempersulit(‘Adam al-Haraj) Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS. Al-Baqarah: 286) Dalam menetapkan syariat Islam, al-Quran senantiasa memperhitungkan kemampuan manusia dalam melaksanaknnya. Itu diwujudkan dengan mamberikan kemudahan dan kelonggaran (tasamuh wa rukhsah) kepada mansusia, agar menerima ketetapan hukum den- gan kesanggupan yang dimiliknya. Prinsip ini secara tegas disebutkan dalam Al-Quran
  • 22.
    PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM: 2. Mengurangi Beban (Taqlil al- Taklif) Prinsip kedua ini merupakan langkah prenventif (penanggulangan) terhadap mukallaf dari pengurangan atau penambahan dalam kewajiban agama. Al-Quran tidak memberikan hukum kepada mukallaf agar ia menambahi atau menguranginya, meskipun hal itu mungkin dianggap wajar menurut kacamata sosial. Hal ini guna memperingan dan menjaga nilai-nilai kemaslahatan manusia pada umumnya, agar tercipta suatu pelaksanaan hukum tanpa ddasari parasaan terbebani yang berujung pada kesulitan. Umat manusia tidak diperintahkan untuk mencari-cari sesuatu yang justru akan memperberat diri sendiri. Allah swt. Berfirman Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterang kan kepada kalian, niscaya akan menyusahkan Kalian ....(QS. al-Maidah: 101)
  • 23.
    PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM: 3. Penetapan Hukum secara Periodik Al-quran merupakan kitab suci yang dalam prosesi tasri’ sangat memperhatikan berbagai aspek, baik natural, spiritual, kultural, maupun sosial uamt. Dalam menetapkan hukum, al-Quran selalu mempertimbangkan, apakah mental spiritual manusia telah siap untuk menerima ketentuan yang akan dibebankan kepadanya?. Hal ini terkait erat dengan prinsip kesua, yakni tidak memberatkan umat. Karena itulah, hukum syariat dalam al-Quran tidak diturunkan secara serta merta dengan format yang final, melainkan secara bertahap, dengan maksud agar umat tidak merasa terkejut dengan syariat yang tiba-tiba. Karenanya, wahyu al-Quran senantiasa turun sesuai dengan kondisi dan realita yang terjadi pada waktu itu.
  • 24.
    tiga periode tasryi’al-Quran a. Mendiamkan, b. Menyinggung manfat ataupun madlaratnya secara global c. Menetapkan hukum tegas
  • 25.
    PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM: 4. Sejalan dengan Kemaslahatan Universal Islam bukan hanya doktrin belaka yang identik dengan pembebanan, tetapi juga ajaran yang bertujuan untuk menyejahterakan manusia. Karenanya, segala sesuatu yang ada di mayapada ini merupakan fasilitas yang berguna bagi manusia dalam memenuhi kebutuhannya
  • 26.
    PRINSIP-PRINSIP SYARIAT ISLAM: 5. Persamaandan Keadilan (al-Musawah wa al- Adalah) Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik- baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Nisa: 58) Persamaan hak di muka adalah salah satu prinsip utama syariat Islam, baik yang berkaitan dengan ibadah atau muamalah

Editor's Notes

  • #25 Prinsip prinsip islam (penetapan umum secara periodik