Tujuan Pembelajaran Umum
Tujuan Pembelajaran Khusus
Kegiatan Belajar
1
Pendahuluan		 Uraian Materi		 Rangkuman
III
Setelah mempelajari dan mempraktikkan Kegiatan Belajar
2 ini Anda dapat melakukan pengukuran CVP pada pasien
dengan sistem kardiovaskuler
TUJUANPembelajaran Umum
TUJUANPembelajaran Khusus
POKOKMateri
Setelah mempelajari dan mempraktikkan Kegiatan Belajar 3
ini Anda dapat melakukan:
1.	 Mempersiapkan pasien yang akan dilakukan CVP
2.	 Mengukur CVP
Pokok-pokok materi dalam kegiatan belajar ini meliputi:
1.	 Pengukuran CVP
Pengukuran CVP
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
2
Pendahuluan		 Uraian Materi		 Rangkuman
Central Venous Pressure yang juga dikenal dengan singkatan CVP atau
kita sebut sebagai Tekanan Vena Sentral, pada beberapa penanganan kasus
sangat diperlukan untuk mendukung diagnosa, mengetahui kondisi pasien,
serta monitoring resusitasi. Apa yang dimaksud dengan CVP? CVP adalah suatu
hasil dari pengukuran tekanan vena sentral. CVP tersebut dapat di pasang pada
beberapa lokasi seperti pada vena jugularis interna, vena subklavia, vena basilika,
vena femoralis. Dimana masing‐masing lokasi tersebut memiliki keuntungan
dan kerugian dalam hal tingkat kesulitan pemasangan, resiko pemasangan,
kenyamanan pasien, perawatan CVP, juga ketersediaan jenis CVP yang sesuai
dengan lokasi pemasangan CVC tersebut.
CentralVenousCatheterinimerupakansalahsatupemeriksaansecarainvasif.
Sehingga resiko‐resiko tindakan invasif secara umum, juga menjadi pertimbangan
kita dalam melakukan pemasangan ataupun insersi CVC ini. Seperti pada kasus
luka bakar, dimana area insersi terkena oleh luka bakar. Dimana insersi yang kita
lakukan dapat menambah resiko terjadinya bakterimia. Sehingga kita harus lebih
cermat dalam pemilihan lokasi insersi. Atau juga pada kasus dimana pasien sudah
mengalami suatu gangguan koagulasi. Tindakan ini dapat mencetuskan suatu
edema dilokasi insersi, serta perdarahan yang sulit diatasi.
Tahukah Anda indikasi pemasangan CVP? ya inilah indikasinya
Indikasi pemasangan CVP meliputi :
1.	 Pasien dengan trauma berat disertai dengan perdarahan yang banyak yang
dapat menimbulkan syok.
2.	 Pasien dengan tindakan pembedahan yang besar seperti open heart, trepanasi.
3.	 Pasien dengan kelainan ginjal (ARF, oliguria).
4.	 Pasien dengan gagal jantung.
5.	 Pasien terpasang nutrisi parenteral (dextrosa 20% aminofusin).
6.	 Pasien yang diberikan tranfusi darah dalam jumlah yang besar (transfusi masif).
Uraian Materi
3
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan		 Uraian Materi		 Rangkuman
Di manakah lokasi pemasangan CVP?
Lokasi pemasangan CVP adalah vena subklavia kanan atau kiri, tetapi duktus
toraks rendah pada kanan
Komplikasi apa sajakah yang bisa terjadi akibat pemasangan CVP?
Sementara komplikasi pemasangan CVP adalah:
a)	 Perdarahan.
b)	 Tromboplebitis (emboli thrombus,emboli udara, sepsis).
c)	 Pneumothorak, hematothorak, hidrothorak.
d)	 Pericardial effusion.
e)	 Aritmia
f)	 Infeksi.
g)	 Perubahan posisi jalur.
Di bawah ini adalah format penilaian prosedur pengukuran CVP.
Format 3, Penilaian prosedur pengukuran CVP
No ASPEK YANG DINILAI
Skor
0 1 2
1
Persiapan alat untuk pengukuran :
Skala pengukur
Selang penghubung (manometer line)
Standar infus
Three way stopcock
Pipa U
Set infus
2
Persiapan perawat dan lingkungan
1.	 Memberitahu dan menjelaskan tujuan tindakan.
2.	 Menyiapkan posisi pasien sesuai kebutuhan.
3.	 Menyiapkan lingkungan aman dan nyaman.
4
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan		 Uraian Materi		 Rangkuman
3
Pelaksanaan prosedur
a.	 Pengukuran CVP secara nonivasif dapat dilakukan
dengan cara mengukur tekanan vena jugularis.
b.	 Secara invasif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1)	 Memasang kateter CVP yang ditempatkan pada vena
kava superior atau atrium kanan, teknik pengukuran
dpt menggunakan manometer air atau transduser,
2)	 Melalui bagian proksimal kateter arteri pulmonalis
. Pengukuran ini hanya dapat dilakukan dengan
menggunakan sistem transduser.
Cara pengukuran
1.	 Memberikan penjelasan kepada pasien
2.	 Megatur posisi pasien
3.	 Lavelling, adalah mensejajarkan letak jantung (atrium
kanan) dengan skala pengukur atau tansduser
4.	 Letak jantung dapat ditentukan dg cara membuat
garis pertemuan antara sela iga ke empat (ICS IV)
dengan garis pertengahan aksila
5.	 Menentukan nilai CVP, dengan memperhatikan
undulasi pada manometer dan nilai dibaca pada akhir
ekspirasi
6.	 Membereskan alat-alat
7.	 Memberitahu pasien bahwa tindakan telah selesai
Setelah Pemasangan
Mendapatkan nilai yang akurat dengan cara:
1)	 Melakukan Zero Balance: menentukan titik nol/letak
atrium, yaitu pertemuan antara garis ICS IV dengan
midaksila,
2)	 Zero balance: dilakukan pd setiap pergantian dinas ,
atau gelombang tidak sesuai dg kondisi klien,
3)	 Melakukan kalibrasi untuk mengetahui fungsi monitor/
transduser, setiap shift, ragu terhadap gelombang.
5
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
Pendahuluan		 Uraian Materi		 Rangkuman
4 SIKAP
1. Disiplin
2. Kemandirian
3. Penampilan
NILAI AKHIR
Keterangan :
Skor 0	 : bila prosedur belum mampu dilakukan
Skor 1	 : bila prosedur dilakukan dengan bantuan
Skor 2	 : bila prosedur dilakukan dengan mandiri
Modul Pendidikan Jarak Jauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan
6
Pendahuluan		 Uraian Materi		 Rangkuman
	 Kegiatan belajar ini membahas tentang bagaimana pengukuran CVP,
indikasi dan komplikasi apa saja yang dapat muncul pada pasien yang terpasang
CVP. Sebagai perawat, Anda harus mampu melakukan pengukuran CVP pada
pasien di rumah sakit. Dengan mempelajari dan mempraktekkan kegiatan belajar
ini Anda diharapkan mampu melakukan pengukuran CVP.
Rangkuman

Pengukuran CVP

  • 1.
    Tujuan Pembelajaran Umum TujuanPembelajaran Khusus Kegiatan Belajar 1 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman III Setelah mempelajari dan mempraktikkan Kegiatan Belajar 2 ini Anda dapat melakukan pengukuran CVP pada pasien dengan sistem kardiovaskuler TUJUANPembelajaran Umum TUJUANPembelajaran Khusus POKOKMateri Setelah mempelajari dan mempraktikkan Kegiatan Belajar 3 ini Anda dapat melakukan: 1. Mempersiapkan pasien yang akan dilakukan CVP 2. Mengukur CVP Pokok-pokok materi dalam kegiatan belajar ini meliputi: 1. Pengukuran CVP Pengukuran CVP
  • 2.
    Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 2 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Central Venous Pressure yang juga dikenal dengan singkatan CVP atau kita sebut sebagai Tekanan Vena Sentral, pada beberapa penanganan kasus sangat diperlukan untuk mendukung diagnosa, mengetahui kondisi pasien, serta monitoring resusitasi. Apa yang dimaksud dengan CVP? CVP adalah suatu hasil dari pengukuran tekanan vena sentral. CVP tersebut dapat di pasang pada beberapa lokasi seperti pada vena jugularis interna, vena subklavia, vena basilika, vena femoralis. Dimana masing‐masing lokasi tersebut memiliki keuntungan dan kerugian dalam hal tingkat kesulitan pemasangan, resiko pemasangan, kenyamanan pasien, perawatan CVP, juga ketersediaan jenis CVP yang sesuai dengan lokasi pemasangan CVC tersebut. CentralVenousCatheterinimerupakansalahsatupemeriksaansecarainvasif. Sehingga resiko‐resiko tindakan invasif secara umum, juga menjadi pertimbangan kita dalam melakukan pemasangan ataupun insersi CVC ini. Seperti pada kasus luka bakar, dimana area insersi terkena oleh luka bakar. Dimana insersi yang kita lakukan dapat menambah resiko terjadinya bakterimia. Sehingga kita harus lebih cermat dalam pemilihan lokasi insersi. Atau juga pada kasus dimana pasien sudah mengalami suatu gangguan koagulasi. Tindakan ini dapat mencetuskan suatu edema dilokasi insersi, serta perdarahan yang sulit diatasi. Tahukah Anda indikasi pemasangan CVP? ya inilah indikasinya Indikasi pemasangan CVP meliputi : 1. Pasien dengan trauma berat disertai dengan perdarahan yang banyak yang dapat menimbulkan syok. 2. Pasien dengan tindakan pembedahan yang besar seperti open heart, trepanasi. 3. Pasien dengan kelainan ginjal (ARF, oliguria). 4. Pasien dengan gagal jantung. 5. Pasien terpasang nutrisi parenteral (dextrosa 20% aminofusin). 6. Pasien yang diberikan tranfusi darah dalam jumlah yang besar (transfusi masif). Uraian Materi
  • 3.
    3 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Di manakah lokasi pemasangan CVP? Lokasi pemasangan CVP adalah vena subklavia kanan atau kiri, tetapi duktus toraks rendah pada kanan Komplikasi apa sajakah yang bisa terjadi akibat pemasangan CVP? Sementara komplikasi pemasangan CVP adalah: a) Perdarahan. b) Tromboplebitis (emboli thrombus,emboli udara, sepsis). c) Pneumothorak, hematothorak, hidrothorak. d) Pericardial effusion. e) Aritmia f) Infeksi. g) Perubahan posisi jalur. Di bawah ini adalah format penilaian prosedur pengukuran CVP. Format 3, Penilaian prosedur pengukuran CVP No ASPEK YANG DINILAI Skor 0 1 2 1 Persiapan alat untuk pengukuran : Skala pengukur Selang penghubung (manometer line) Standar infus Three way stopcock Pipa U Set infus 2 Persiapan perawat dan lingkungan 1. Memberitahu dan menjelaskan tujuan tindakan. 2. Menyiapkan posisi pasien sesuai kebutuhan. 3. Menyiapkan lingkungan aman dan nyaman.
  • 4.
    4 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman 3 Pelaksanaan prosedur a. Pengukuran CVP secara nonivasif dapat dilakukan dengan cara mengukur tekanan vena jugularis. b. Secara invasif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1) Memasang kateter CVP yang ditempatkan pada vena kava superior atau atrium kanan, teknik pengukuran dpt menggunakan manometer air atau transduser, 2) Melalui bagian proksimal kateter arteri pulmonalis . Pengukuran ini hanya dapat dilakukan dengan menggunakan sistem transduser. Cara pengukuran 1. Memberikan penjelasan kepada pasien 2. Megatur posisi pasien 3. Lavelling, adalah mensejajarkan letak jantung (atrium kanan) dengan skala pengukur atau tansduser 4. Letak jantung dapat ditentukan dg cara membuat garis pertemuan antara sela iga ke empat (ICS IV) dengan garis pertengahan aksila 5. Menentukan nilai CVP, dengan memperhatikan undulasi pada manometer dan nilai dibaca pada akhir ekspirasi 6. Membereskan alat-alat 7. Memberitahu pasien bahwa tindakan telah selesai Setelah Pemasangan Mendapatkan nilai yang akurat dengan cara: 1) Melakukan Zero Balance: menentukan titik nol/letak atrium, yaitu pertemuan antara garis ICS IV dengan midaksila, 2) Zero balance: dilakukan pd setiap pergantian dinas , atau gelombang tidak sesuai dg kondisi klien, 3) Melakukan kalibrasi untuk mengetahui fungsi monitor/ transduser, setiap shift, ragu terhadap gelombang.
  • 5.
    5 Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman 4 SIKAP 1. Disiplin 2. Kemandirian 3. Penampilan NILAI AKHIR Keterangan : Skor 0 : bila prosedur belum mampu dilakukan Skor 1 : bila prosedur dilakukan dengan bantuan Skor 2 : bila prosedur dilakukan dengan mandiri
  • 6.
    Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan Prodi Keperawatan 6 Pendahuluan Uraian Materi Rangkuman Kegiatan belajar ini membahas tentang bagaimana pengukuran CVP, indikasi dan komplikasi apa saja yang dapat muncul pada pasien yang terpasang CVP. Sebagai perawat, Anda harus mampu melakukan pengukuran CVP pada pasien di rumah sakit. Dengan mempelajari dan mempraktekkan kegiatan belajar ini Anda diharapkan mampu melakukan pengukuran CVP. Rangkuman