VENTILASI MEKANIK

  Tandang Susanto
Ventilasi Mekanik
Tindakan untuk memberikan bantuan nafas
menggunakan alat mekanik dengan tujuan
mengganti kerja alat pernafasan dan memperbaiki
pertukaran gas

Merupakan tindakan supportif sementara, sampai
penyebab gangguan nafasnya diperbaiki

Penggunaan yang tidak benar dapat menimbulkan
penyulit baik pada paru maupun organ lain
Ventilasi Mekanik
Invasive/intubated ventilation (IV)
   dengan intubasi/trakheostomy

Non-Invasive ventilation
  tanpa intubasi
  menggunakan facemask atau sungkup

Pemilihan tergantung
  kondisi pasien
  interaksi pasien dengan ventilator
  patofisiologi penyebab
  keadaan pulmonary mechanics
Tujuan Ventilasi Mekanik
Memperbaiki pertukaran gas
  Mengatasi hipoksemia
  Menurunkan hiperkarbia
  Memperbaiki asidosis respiratorik akut

Mengatasi distress nafas
  Menurunkan konsumsi oksigen
  Menurunkan beban kerja otot nafas

Memperbaiki ketidakseimbangan
  Membuka atelektase
  Memperbaiki compliance
  Mencegah cedera paru lebih lanjut
Tujuan Ventilasi Mekanik
Kontrol eliminasi CO2
   Penderita dengan TIK meningkat

Menurunkan kerja jantung
  Gagal jantung

Profilaksis
   Pasca operasi bedah besar
TIPE VENTILATOR

 VENTILATOR TEKANAN NEGATIF
 VENTILATOR TEKANAN POSISTIF
EARLY VENTILATOR   1937
VENTILATOR TEKANAN
          POSITIF
ADA 3 TIPE PPV :
 VOLUME
 PRESSURE
 TIME
PPV VOLUME

Di desain untuk memberikan nafas /
menghantarkan gas berdasarkan volume yg
di setting, dan membiarkan ekspirasi terjadi
secara pasif
Volume target:   Flow/volume   Konstan




                                   Pressure
MONITORI
Volume target         NG          TUBE/SIRKUIT KINKING
                                      MUKUS PLAK
                    RESISTENSI      BRONKOSPASME


                                    EDEMA PARU AKUT
                                   PNEUMONIA LOBARIS
                     COMPLIANCE      PNEUMOTORAKS
                                         ARDS
                                     FIGHTING VENT.
∆ Airway Pressure

                                    AFTER SUCTIONING
                     RESISTENSI      BROKODILATASI
                                   CUFF/SIRKUIT BOCOR


                                    PENYEMBUHAN:
                     COMPLIANCE      - EDEMA PARU
                                     -PNEUMONIA
                                         -ARDS
                                      -AFTER WSD
PPV VOLUME
KE UNTUNGAN :
Tidak menyebabkan hipoventilasi /
  hiperventilasi karena pemberian secara
  konstan meski pun ada sumbatan atau
  kelainan paru.
KERUGIAN :
Dapat menyebabkan barotrauma .
PPV PRESSURE


Menghantarkan gas berdasarkan pada
pressure yg sudah di set dan membiarkan
ekspirasi terjadi secara pasif. tidak Ideal
untuk pasien usia tua, ARDS, atau
pneumonia berat.
Pressure target:   Pressure
                              Konstan




                                 Flow/volume
MONITORING
                                 TUBE/SIRKUIT KINKING
Pressure target
                   RESISTENSI        MUKUS PLAK
                                   BRONKOSPASME

                                   EDEMA PARU AKUT
                                  PNEUMONIA LOBARIS
                   COMPLIANCE       PNEUMOTORAKS
                                        ARDS
                                    FIGHTING VENT.
∆ Tidal Volume
                                   AFTER SUCTIONING
                    RESISTENSI      BROKODILATASI
                                  CUFF/SIRKUIT BOCOR

                                   PENYEMBUHAN:
                   COMPLIANCE       - EDEMA PARU
                                    -PNEUMONIA
                                        -ARDS
                                     -AFTER WSD
PPV PRESSURE
KEUNTUNGAN :
Menurunkan resiko terjadinya barotrauma
KERUGIAN :
Dapat terjadi hipoventilasi krn tidal volume
 yang masuk berubah-ubah sesuai
 compliance dan resistensi jalan nafas
 pasien.
PPV TIME

Menghantarkan gas sampai setting time
dicapai
SETTING VENTILATOR
 RESPIRATORY   RATE / RR
 TIDAL VOLUME
 FRAKSI OKSIGEN
 INSPIRASI : EKSPIRASI
 PRESSURE LIMIT
 FLOW RATE
 SENSITIFITY/ TRIGGER
 PEEP
 ALARM
MODE VENTILASI
 CONTROL  MODE
 ASSISTED MODE
 IMV
 SIMV
 PRESSURE SUPORT / SPONTAN MODE
 PEEP
 CPAP
CONTROL MODE
( CONTROL MANDATORY VENTILATION                )

KARAKTERISTIK :
 Start / trigger berdasarkan waktu
 Target / limit bisa volume / pressure
 Volume/ pressure maupun RR dikontrol
  oleh ventilator
 Jika ada usaha nafas tambahan pasien tidak
  dibantu
Control mode


   P


                                                                  T
       0
                 6 DETIK         6 DETIK          6 DETIK



 RR pasien sesuai dengan yg disetting
 Setting trigger > -2 (sensitivity = tidak sensitif)
 Setiap ada trigger tidak akan dibantu ventilator
 Tidak nyaman u/ pasien sadar, harus sedasi atau relaksasi
 Biasa digunakan untuk resusitasi otak, dimana nilai PCO2 sudah
     ditetapkan
INDIKASI
 Pasien yang fighting terhadap ventilator
 Pasien yang sama sekali tidak ada trigger
  nafas.
 Jangan digunakan tanpa sedasi dan relaxan

KOMPLIKASI
 Pasien sangat tergantung pada ventilator
 Potensial apneu ( malas bernafas ).
ASSISTED MODE
KARAKTERISTIK:
 Start/ trigger oleh usaha nafas pasien yaitu
  penurunan tekanan jalan nafas
 Target /limit bisa volume, pressure / time
 Disebut juga pasien trigger ventilation
 RR lebih dari yang diset, karena setiap usaha nafas
  di bantu oleh ventilator
 Tidal volume sesuai yang diset
 Jika nafas bervariasi kadang pasien trigger,
  kadang time trigger disebut asissted control mode.
Assisted mode


      P


                                                                      T
          0
                 4 DETIK      3 DETIK          5 DETIK

 1.   RR pasien lebih dari setting
 2.   Trigger insp berdasar upaya nafas pasien (negative pressure)
 3.   Sensitivity dibuat < 0 (sensitif terhadap upaya nafas pasien)
 4.   Setiap trigger akan dibantu ventilator
 5.   Jika RR pasien lebih dari yg di setting disebut assisted mode, jika
      sama dgn setting RR disebut control mode.
 6.   Komplikasi hiperventilasi (PCO2 <<)
INDIKASI
 Proses weaning

KOMPLIKASI
 Hyperventilasi
IMV
    INTERMITTEN MANDATORY VENTILATION

Mode dimana pasien menerima volume dan
 frekwensi pernafasan dari ventilator.
 Diantara pernafasan yg diberikan ventilator,
 pasien diberikan kesempatan untuk bernafas
 sendiri.
INDIKASI
 Proses weaning ventilator

KERUGIAN
 Ventilator memberikan pernafasan dimana
  saja shg mengakibatkan terjadinya benturan
  antara nafas pasien dan mesin.
SIMV MODE
SYNCRONIZED INTERMITTENT MANDATORY VENTILATION




 Mode dimana ventilator memberikan nafas
 control namun membiarkan pasien bernafas
 spontan di antara nafas control tersebut.
KARAKTERISTIK
 Start/ trigger oleh pasien
 Target / limit oleh volume
 Cycled oleh volume

SETTING
 TV, SIMV RATE, PEEP, FIO2, LEVEL
  PS/ SPONTAN.
SIMV mode
P


                                                                   T
0

       Periode SIMV   Periode spontan

             Siklus SIMV
1.   Contoh, Jika setting SIMV rate = 6. Berarti siklus SIMV = 60/6 = 10
     detik
2.   Jika RR pasien 20; maka periode SIMV dibuat sama dgn RR pasien
     yaitu = 60/20 = 3 detik,
3.   Sisanya adalah periode spontan 10 – 3 = 7 detik untuk memberi
     kesempatan pasien bernafas spontan tanpa dibantu.
4.   Contoh, jika SIMV diberi PS 10 cmH2O, maka setiap nafas spontan
     akan diberi support sebesar 10 cm H2O
PRESSURE SUPPORT/ SPONTAN
             MODE
KARAKTERISTIK
 Start / trigger berdasarkan usaha nafas pasien.
 Target/ limit berdasarkan pressure level yang di
  set
 Berfungsi untuk mengatasi resistensi ETT, dengan
  memberikan support pada inspirasi saja.
 TV, RR dan ekspirasi ditentukan oleh pasien.
INDIKASI
 Untuk pasien yang sudah nafas spontan / sudah
  ada trigger.
PEEP
  POSITIF END EXPIRATORY PRESSURE

FUNGSI
Untuk mempertahankan tekanan jalan nafas
 pada akhir ekspirasi, sehingga
 meningkatkan pertukaran gas di dalam
 alveoli. Pemakaian peep yg di anjurkan
 adalah 5 – 15 cmH2O
CPAP
CONTINOUS POSITIF AIRWAY PRESSURE
 Adalah pemberian tekanan positif pada
 jalan nafas untuk membantu ventilasi
 selama siklus pernafasan dan volume tidal
 dan frekwensi nafas ditentukan oleh pasien
PENYAPIHAN
SYARAT PENYAPIHAN
 Fungsi paru baik
 Pasien sadar
 Hemodinamik stabil
 Pd FIO2 50 % PaO2 > 60 mmHg
 Pa CO2 < 45 mmHg.
 TV > 10- 15 ml/ kg
ASV
 (ADAPTIVE SUPPORT VENTILATION )

 Di desain untuk memberikan ventilasi dgn
  jaminan minimal minute ventilation.
 Pada setiap nafas yang diberikan ASV akan secara
  otomatis menyesuaikan kebutuhan ventilasi
  pasien berdasarkan setting minimal minute
  ventilation dan berat badan ideal pasien,
  sedangkan mecanic respiratory ditentukan oleh
  ventilator.
 Merupakan kombinasi antara PC dan PS
PEMANTAUAN
 Status respirasi
 Status kaidiovaskuler
 Neurologis
 Renal
 Gastro intestrinal
 Immunologi
 Psikologis
Komplikasi ventilasi
    mekanik
Mechanical      Accidental disconnection, leaks in circuit, loss of
                      electrical power, loss of gas pressure
   Airway          Laryngeal edema, tracheal mucosal trauma
Pulmonary        Barotrauma, O2 toxicity, atelectasis, nosocomial
                                  pneumonia
Cardiovascular     Decreased venous return & cardiac output,
                                hypotension
   GI &                      GI bleeding, malnutrition
 nutritional
   Renal         Decreased urine output, change in ADH & ANP
 Neurologic                       Increased ICP
 Acid-base                     Respiratory alkalosis

                                       Respiratory care
ASUHAN KEPERAWATAN

 PENGKAJIAN
 DIAGNOSAKEPERAWATAN
 RENCANA & IMPLEMENTASI
PENGKAJIAN

   KARDIOVASKULER :Tanda-tanda vital
   RESPIRASI
   --Bukti adanya hipoksia
   --Frekuensi dan pola pernafasan
   --Bunyi nafas
   --Volume tidal, ventilasi semenit , kapasitas vital
   --Kebutuhan pengisapan lendir
   --Upaya ventilasi spontan klien
   Status neurologis
   Status nutrisi
   Status psikologis
PENGKAJIAN KARDIOVASKULER

   Perubahan dalam curah jantung dapat terjadi
    sebagai akibat ventilator tekanan positif. dan
    curah jantung.
   Tekanan positif yang berlebihan dapat
    menyebabkan pneumotoraks spontan akibat
    trauma pada alveoli.
   Untuk mengevaluasi fungsi jantung perawat
    terutama harus memperhatikan tanda dan gejala
    hipoksemia dan hipoksia (gelisah,gugup, kelam
    fakir, takikardi,takipnoe, pucat yang berkembang
    menjadi sianosis, berkeringat dan penurunan
    produksi urine
PENGKAJIAN ALAT

   Jenis ventilator
   Modus (Controlled, Assist Control, dll)
   Pengaturan volume tidal dan frekunsi
   Pengaturan FIO2 (fraksi oksigen yang diinspirasi)
   Tekanan inspirasi yang dicapai dan batasan
    tekanan.
   Adanya air dalam selang,terlepas sambungan atau
    terlipatnya selang.
   Humidifikasi
    Alarm
   PEEP
PEMERIKSAAN PENUNJANG


 1. Pemeriksaan fungsi paru
 2. Analisa gas darah arteri
 3.Volume tidal
 4. Ventilasi semenit
 5. Sinar X dada
 6. Status nutrisi / elaktrolit.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

   1.Gangguan gas yang b/ d penyakit yang mendasari, atau penyesuaian
    pengaturan ventilator selama stabilisasi atau penyapihan .
   2.Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang b/ d pembentukan lendir yang
    berkaitan dengan ventilasi mekanik tekanan positif .
   3. Risiko terhadap trauma dan infeksi yang berhubungan dengan intubasi
    endotrakea dan trakeostomi.
   4. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan ketergantungan
     ventilator
   5.Gangguan komunikasi verbal yang berhubungan dengan tekanan selang
     endotrakea dan pemasangan pada ventilator.
   6.Koping individu tidak efektif dan ketidakberdayaan yang berhubungan
    dengan ketergantungan pada ventilator.
Terima kasih

Ventilasi mekanik

  • 1.
    VENTILASI MEKANIK Tandang Susanto
  • 2.
    Ventilasi Mekanik Tindakan untukmemberikan bantuan nafas menggunakan alat mekanik dengan tujuan mengganti kerja alat pernafasan dan memperbaiki pertukaran gas Merupakan tindakan supportif sementara, sampai penyebab gangguan nafasnya diperbaiki Penggunaan yang tidak benar dapat menimbulkan penyulit baik pada paru maupun organ lain
  • 3.
    Ventilasi Mekanik Invasive/intubated ventilation(IV) dengan intubasi/trakheostomy Non-Invasive ventilation tanpa intubasi menggunakan facemask atau sungkup Pemilihan tergantung kondisi pasien interaksi pasien dengan ventilator patofisiologi penyebab keadaan pulmonary mechanics
  • 4.
    Tujuan Ventilasi Mekanik Memperbaikipertukaran gas Mengatasi hipoksemia Menurunkan hiperkarbia Memperbaiki asidosis respiratorik akut Mengatasi distress nafas Menurunkan konsumsi oksigen Menurunkan beban kerja otot nafas Memperbaiki ketidakseimbangan Membuka atelektase Memperbaiki compliance Mencegah cedera paru lebih lanjut
  • 5.
    Tujuan Ventilasi Mekanik Kontroleliminasi CO2 Penderita dengan TIK meningkat Menurunkan kerja jantung Gagal jantung Profilaksis Pasca operasi bedah besar
  • 6.
    TIPE VENTILATOR  VENTILATORTEKANAN NEGATIF  VENTILATOR TEKANAN POSISTIF
  • 7.
  • 9.
    VENTILATOR TEKANAN POSITIF ADA 3 TIPE PPV :  VOLUME  PRESSURE  TIME
  • 10.
    PPV VOLUME Di desainuntuk memberikan nafas / menghantarkan gas berdasarkan volume yg di setting, dan membiarkan ekspirasi terjadi secara pasif
  • 11.
    Volume target: Flow/volume Konstan Pressure
  • 12.
    MONITORI Volume target NG TUBE/SIRKUIT KINKING MUKUS PLAK RESISTENSI BRONKOSPASME EDEMA PARU AKUT PNEUMONIA LOBARIS COMPLIANCE PNEUMOTORAKS ARDS FIGHTING VENT. ∆ Airway Pressure AFTER SUCTIONING RESISTENSI BROKODILATASI CUFF/SIRKUIT BOCOR PENYEMBUHAN: COMPLIANCE - EDEMA PARU -PNEUMONIA -ARDS -AFTER WSD
  • 13.
    PPV VOLUME KE UNTUNGAN: Tidak menyebabkan hipoventilasi / hiperventilasi karena pemberian secara konstan meski pun ada sumbatan atau kelainan paru. KERUGIAN : Dapat menyebabkan barotrauma .
  • 14.
    PPV PRESSURE Menghantarkan gasberdasarkan pada pressure yg sudah di set dan membiarkan ekspirasi terjadi secara pasif. tidak Ideal untuk pasien usia tua, ARDS, atau pneumonia berat.
  • 15.
    Pressure target: Pressure Konstan Flow/volume
  • 16.
    MONITORING TUBE/SIRKUIT KINKING Pressure target RESISTENSI MUKUS PLAK BRONKOSPASME EDEMA PARU AKUT PNEUMONIA LOBARIS COMPLIANCE PNEUMOTORAKS ARDS FIGHTING VENT. ∆ Tidal Volume AFTER SUCTIONING RESISTENSI BROKODILATASI CUFF/SIRKUIT BOCOR PENYEMBUHAN: COMPLIANCE - EDEMA PARU -PNEUMONIA -ARDS -AFTER WSD
  • 17.
    PPV PRESSURE KEUNTUNGAN : Menurunkanresiko terjadinya barotrauma KERUGIAN : Dapat terjadi hipoventilasi krn tidal volume yang masuk berubah-ubah sesuai compliance dan resistensi jalan nafas pasien.
  • 18.
    PPV TIME Menghantarkan gassampai setting time dicapai
  • 19.
    SETTING VENTILATOR  RESPIRATORY RATE / RR  TIDAL VOLUME  FRAKSI OKSIGEN  INSPIRASI : EKSPIRASI  PRESSURE LIMIT  FLOW RATE  SENSITIFITY/ TRIGGER  PEEP  ALARM
  • 20.
    MODE VENTILASI  CONTROL MODE  ASSISTED MODE  IMV  SIMV  PRESSURE SUPORT / SPONTAN MODE  PEEP  CPAP
  • 21.
    CONTROL MODE ( CONTROLMANDATORY VENTILATION ) KARAKTERISTIK :  Start / trigger berdasarkan waktu  Target / limit bisa volume / pressure  Volume/ pressure maupun RR dikontrol oleh ventilator  Jika ada usaha nafas tambahan pasien tidak dibantu
  • 22.
    Control mode P T 0 6 DETIK 6 DETIK 6 DETIK RR pasien sesuai dengan yg disetting Setting trigger > -2 (sensitivity = tidak sensitif) Setiap ada trigger tidak akan dibantu ventilator Tidak nyaman u/ pasien sadar, harus sedasi atau relaksasi Biasa digunakan untuk resusitasi otak, dimana nilai PCO2 sudah ditetapkan
  • 23.
    INDIKASI  Pasien yangfighting terhadap ventilator  Pasien yang sama sekali tidak ada trigger nafas.  Jangan digunakan tanpa sedasi dan relaxan KOMPLIKASI  Pasien sangat tergantung pada ventilator  Potensial apneu ( malas bernafas ).
  • 24.
    ASSISTED MODE KARAKTERISTIK:  Start/trigger oleh usaha nafas pasien yaitu penurunan tekanan jalan nafas  Target /limit bisa volume, pressure / time  Disebut juga pasien trigger ventilation  RR lebih dari yang diset, karena setiap usaha nafas di bantu oleh ventilator  Tidal volume sesuai yang diset  Jika nafas bervariasi kadang pasien trigger, kadang time trigger disebut asissted control mode.
  • 25.
    Assisted mode P T 0 4 DETIK 3 DETIK 5 DETIK 1. RR pasien lebih dari setting 2. Trigger insp berdasar upaya nafas pasien (negative pressure) 3. Sensitivity dibuat < 0 (sensitif terhadap upaya nafas pasien) 4. Setiap trigger akan dibantu ventilator 5. Jika RR pasien lebih dari yg di setting disebut assisted mode, jika sama dgn setting RR disebut control mode. 6. Komplikasi hiperventilasi (PCO2 <<)
  • 26.
  • 27.
    IMV INTERMITTEN MANDATORY VENTILATION Mode dimana pasien menerima volume dan frekwensi pernafasan dari ventilator. Diantara pernafasan yg diberikan ventilator, pasien diberikan kesempatan untuk bernafas sendiri.
  • 28.
    INDIKASI  Proses weaningventilator KERUGIAN  Ventilator memberikan pernafasan dimana saja shg mengakibatkan terjadinya benturan antara nafas pasien dan mesin.
  • 29.
    SIMV MODE SYNCRONIZED INTERMITTENTMANDATORY VENTILATION Mode dimana ventilator memberikan nafas control namun membiarkan pasien bernafas spontan di antara nafas control tersebut.
  • 30.
    KARAKTERISTIK  Start/ triggeroleh pasien  Target / limit oleh volume  Cycled oleh volume SETTING  TV, SIMV RATE, PEEP, FIO2, LEVEL PS/ SPONTAN.
  • 31.
    SIMV mode P T 0 Periode SIMV Periode spontan Siklus SIMV 1. Contoh, Jika setting SIMV rate = 6. Berarti siklus SIMV = 60/6 = 10 detik 2. Jika RR pasien 20; maka periode SIMV dibuat sama dgn RR pasien yaitu = 60/20 = 3 detik, 3. Sisanya adalah periode spontan 10 – 3 = 7 detik untuk memberi kesempatan pasien bernafas spontan tanpa dibantu. 4. Contoh, jika SIMV diberi PS 10 cmH2O, maka setiap nafas spontan akan diberi support sebesar 10 cm H2O
  • 32.
    PRESSURE SUPPORT/ SPONTAN MODE KARAKTERISTIK  Start / trigger berdasarkan usaha nafas pasien.  Target/ limit berdasarkan pressure level yang di set  Berfungsi untuk mengatasi resistensi ETT, dengan memberikan support pada inspirasi saja.  TV, RR dan ekspirasi ditentukan oleh pasien. INDIKASI  Untuk pasien yang sudah nafas spontan / sudah ada trigger.
  • 33.
    PEEP POSITIFEND EXPIRATORY PRESSURE FUNGSI Untuk mempertahankan tekanan jalan nafas pada akhir ekspirasi, sehingga meningkatkan pertukaran gas di dalam alveoli. Pemakaian peep yg di anjurkan adalah 5 – 15 cmH2O
  • 34.
    CPAP CONTINOUS POSITIF AIRWAYPRESSURE  Adalah pemberian tekanan positif pada jalan nafas untuk membantu ventilasi selama siklus pernafasan dan volume tidal dan frekwensi nafas ditentukan oleh pasien
  • 35.
    PENYAPIHAN SYARAT PENYAPIHAN  Fungsiparu baik  Pasien sadar  Hemodinamik stabil  Pd FIO2 50 % PaO2 > 60 mmHg  Pa CO2 < 45 mmHg.  TV > 10- 15 ml/ kg
  • 36.
    ASV (ADAPTIVE SUPPORTVENTILATION )  Di desain untuk memberikan ventilasi dgn jaminan minimal minute ventilation.  Pada setiap nafas yang diberikan ASV akan secara otomatis menyesuaikan kebutuhan ventilasi pasien berdasarkan setting minimal minute ventilation dan berat badan ideal pasien, sedangkan mecanic respiratory ditentukan oleh ventilator.  Merupakan kombinasi antara PC dan PS
  • 37.
    PEMANTAUAN  Status respirasi Status kaidiovaskuler  Neurologis  Renal  Gastro intestrinal  Immunologi  Psikologis
  • 38.
  • 39.
    Mechanical Accidental disconnection, leaks in circuit, loss of electrical power, loss of gas pressure Airway Laryngeal edema, tracheal mucosal trauma Pulmonary Barotrauma, O2 toxicity, atelectasis, nosocomial pneumonia Cardiovascular Decreased venous return & cardiac output, hypotension GI & GI bleeding, malnutrition nutritional Renal Decreased urine output, change in ADH & ANP Neurologic Increased ICP Acid-base Respiratory alkalosis Respiratory care
  • 40.
    ASUHAN KEPERAWATAN  PENGKAJIAN DIAGNOSAKEPERAWATAN  RENCANA & IMPLEMENTASI
  • 41.
    PENGKAJIAN  KARDIOVASKULER :Tanda-tanda vital  RESPIRASI  --Bukti adanya hipoksia  --Frekuensi dan pola pernafasan  --Bunyi nafas  --Volume tidal, ventilasi semenit , kapasitas vital  --Kebutuhan pengisapan lendir  --Upaya ventilasi spontan klien  Status neurologis  Status nutrisi  Status psikologis
  • 42.
    PENGKAJIAN KARDIOVASKULER  Perubahan dalam curah jantung dapat terjadi sebagai akibat ventilator tekanan positif. dan curah jantung.  Tekanan positif yang berlebihan dapat menyebabkan pneumotoraks spontan akibat trauma pada alveoli.  Untuk mengevaluasi fungsi jantung perawat terutama harus memperhatikan tanda dan gejala hipoksemia dan hipoksia (gelisah,gugup, kelam fakir, takikardi,takipnoe, pucat yang berkembang menjadi sianosis, berkeringat dan penurunan produksi urine
  • 43.
    PENGKAJIAN ALAT  Jenis ventilator  Modus (Controlled, Assist Control, dll)  Pengaturan volume tidal dan frekunsi  Pengaturan FIO2 (fraksi oksigen yang diinspirasi)  Tekanan inspirasi yang dicapai dan batasan tekanan.  Adanya air dalam selang,terlepas sambungan atau terlipatnya selang.  Humidifikasi  Alarm  PEEP
  • 44.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG  1.Pemeriksaan fungsi paru  2. Analisa gas darah arteri  3.Volume tidal  4. Ventilasi semenit  5. Sinar X dada  6. Status nutrisi / elaktrolit.
  • 45.
    DIAGNOSA KEPERAWATAN  1.Gangguan gas yang b/ d penyakit yang mendasari, atau penyesuaian  pengaturan ventilator selama stabilisasi atau penyapihan .  2.Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang b/ d pembentukan lendir yang  berkaitan dengan ventilasi mekanik tekanan positif .  3. Risiko terhadap trauma dan infeksi yang berhubungan dengan intubasi  endotrakea dan trakeostomi.  4. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan ketergantungan  ventilator  5.Gangguan komunikasi verbal yang berhubungan dengan tekanan selang  endotrakea dan pemasangan pada ventilator.  6.Koping individu tidak efektif dan ketidakberdayaan yang berhubungan  dengan ketergantungan pada ventilator.
  • 46.