Oleh :
Enny Puspita
Soal 1
Seorang perempuan berusia 27
thn hamil 20 minggu datng
ke BPM utk memeriksakan
kehamilan. Hasil pengkajian :
riwayat persalinan thn 2010
melahirkan bayi laki-laki dg
usia kehamilan 38 mggu. Pasien
melahirkan bayi perempuan
dg usia kehamilan 37 mggu
pd thn 2014. pasien
mengalami keguguran saat
usia kehamilan 12 mggu pd
thn 2019.
 Soal :
 Bagaimana penulisan status
obstetrik pada kasus
tersebut?
 A. G3 P1 A2
 B. G3 P2 A1
 C. G4 P2 A1
 D. G4 P3 A0
 E. G4 P1 A2
Jawaban : C
Pembahasan
 Gravida 4 (saat ini hamil 20 mggu, persalinan thn
2010, 2014, riwayat keguguran 2019)
 Partus 2 (persalinan thn 2010 dan 2014)
 Abortus 1 (keguguran thn 2019)
Soal 2
 Seorang perempuan berusia
23 tahun G1P0A0 datang ke
Poliklinik KIA untuk
memeriksakan
kehamilannya. Hasil
pengkajian HPHT 20 April
2022, siklus 28 hari, TD
120/70mmHg, frekuensi nadi
80x/mnt, TFU 3 jari di atas
pusat, punggung kiri.
 Soal :
 Kapan taksiran persalinan
pada kasus tersebut?
 Soal :
 Kapan taksiran persalinan
pada kasus tersebut?
 A. 20 Januari 2023
 B. 27 Januari 2023
 C. 30 Januari 2023
 D. 20 Februari 2023
 E. 27 Februari 2023
 Jawaban :
 Menentukan TP berdasarkan rumus Neagle
 Patokan : HPHT
 Rumus : +7 – 3 +1 (HPHT bulan April s.d Desember)
 Hari di+ 7, bulan di- 3, tahun di+ 1
 20+7=27 ; 4-3=1 ; 2022+1=2023
 HPHT di bulan Januari s.d Maret : hari di+7 ; bulan
di+9 : tahun tetap ( +7 +9)
Soal 3
 Seorang perempuan, 28 tahun, primigravida, umur kehamilan 28
minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan sejak kemarin
kurang merasakan pergerakan janinnya. Hasil pemeriksaan TD
130/70 mmHg, frekuensi nadi 84x/mnt, frekuensi pernapasan
20x/mnt, suhu 37,5ºC. Perawat melakukan pemeriksaan untuk
memastikan kondisi janin.
Soal
Apakah pemeriksaan yang tepat pada kasus tersebut?
A. USG
B. DJJ
C. TTV
D. Saturasi oksigen
E. Analisa gas darah
 Jawaban : B
 Pembahasan
 Pemeriksaan untuk memastikan kondisi janin melalui
mendengarkan denyut jantung janin. Terdengarnya
DJJ menandakan bayi hidup. Rentang normal DJJ
antara 120-140x/mnt. Penurunan/peningkatan DJJ
menandakan bahaya pd janin/stres janin yg dapat
dirasakan jg oleh ibu dg penurunan gerakan janinnya.
Soal 4
 Seorang perempuan usia 25 tahun G1P0A0 hamil 10
mggu, dirawat dg keluhan mual dan muntah. Hasil
pengkajian : pasien tampak lemah, mata terlihat
agak cekung, mukosa bibir kering, TD
100/60mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, frekuensi
nafas 20x/mnt, suhu 37,4ºC.
Soal
Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus
tersebut?
A. Penurunan perfusi jaringan
B. Defisit volume cairan
C. Gangguan pola tidur
D. Intoleransi aktivitas
E. Ansietas
 Jawaban : B
 Tanda dan gejala mata cekung serta bibir kering sudah
menunjukkan kondisi dehidrasi
Soal 5
 Seorang perempuan usia 35 thn G1P0A0 hamil 28
mggu datang ke UGD dengan keluhan keluar darah
flek dari kemaluan. Hasil pengkajian : tidak ada
keluhan nyeri, flek darah warna merah segar. Hasil
USG : plasenta previa lateralis.
 Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus
tersebut?
 A. Catat jumlah darah yang hilang
 B. Kolaborasi pemberian heparin
 C. Anjurkan untuk tirah baring
 D. Pantau intake dan output cairan
 E. Pantau pergerakan janin
 Jawaban : C
 Pemberian tirah baring akan mengurangi penekanan
plasenta, dan pergerakan yg banyak dapat
mempengaruhi pelepasan plasenta sehingga dapat
terjadi perdarahan
Soal 6
 Seorang perempuan, usia 26 tahun, G1P0A0 hamil 37
mggu diantar suami ke klinik, dengan keluhan nyeri pada
perut dan terasa panas. Hasil pemeriksaan TD 120/80
mmHg, frekuensi nadi 94x/mnt, frekuensi napas 18x/mnt,
suhu 37ºC, TFU 34 cm, pasien juga mengeluh kadang
mulut terasa asam, mudah lelah, perut terasa penuh.
 Apakah rencana tindakan yang tepat pada kasus
tesebut?
 A. Ajarkan tehnik distraksi
 B. Posisikan pasien duduk bersandar
 C. Sarankan pasien minum susu hangat
 D. Beri biskuit crakers setiap keluhan muncul
 E. Larang pasien langsung tidur sesudah makan
 Jawaban : E
 Pembahasan
 Data fokus : hamil 37 mggu, keluhan nyeri perut,
terasa panas, kadang mulut terasa asam, mudah lelah,
perut terasa penuh. Kondisi hamil TM III, kantung
lambung mengecil penekanan janin, esofagus sedikit
bergeser, kantung lambung cepat penuh, mudah tjd
regurgitasi (terasa asam di mulut). Jika habis makan
langsung tidur, makanan dalam lambung yg mengecil
akan naik ke saliran esofagus mengakibatkan refluks
Soal 7
 Seorang perempuan usia 28 thn G1P0A0 hamil 32
mggu, datang ke poli KIA untuk memeriksakan
kehamilannya. Hasil pengkajian : TD
160/100mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, frekuensi
nafas 18x/mnt, suhu 37ºC. Tampak odema di wajah
dan ekstremitas. TFU 30 cm, punggung kiri,
presentasi kepala, DJJ 145x/mnt. Perawat
menjelaskan pada pasien cara menghitung
gerakan janin.
 Apakah hasil yang diharapkan dari intervensi
tersebut?
 A. Pasien mengatakan bayinya banyak bergerak
 B. Pasien menyampaikan jumlah gerakan janin
 C. Pasien mengatakan odema berkurang
 D. Pasien mengatakan kondisinya baik
 E. Pasien mengatakan bayinya sehat
 Jawaban : B
 Pembahasan
 Untuk menilai kesejahteraan janin yang dapat
dilakukan oleh ibu hamil adalah dengan cara
menghitung gerakan janin. Minimal 10x gerakan
dalam 12 jam
Soal 8
 Seorang perempuan usia 38 thn P3A0 dirawat di
ruang nifas 5 jam yang lalu. Hasil pengkajian :
pasien mengatakan mengganti pembalut 2 kali
dalam 1 jam dan belum menyusui, kontraksi
uterus lemah, TFU 2 jari di atas pusat, TD 90/70
mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, frekuensi nafas
24x/mnt, suhu 37ºC.
 Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus
tersebut?
 A. Monitor perdarahan
 B. Berikan drip oksitosin
 C. Lakukan masase uterus
 D. Kolaborasi pemberian cairan infus
 E. Menganjurkan klien menyusui bayinya
 Jawaban : C
 Pembahasan
 Masase uterus akan menstimulus oksitosin sehingga
terjadi kontraksi uterus yang akan mengurangi
terjadinya perdarahan
Soal 9
 Seorang perempuan berusia 25 thn, G1P0A0 hamil
aterm, datang ke UGD dengan keluar lendir
bercampur darah dari kemaluan sejak 8 yang lalu
disertai nyeri yang semakin kuat saat ini. Hasil
pengkajian : pembukaan lengkap namun ketuban
masih utuh, DJJ 120x/mnt, reguler.
 Apakah tindakan keperawatan utama pada kasus
tersebut?
 A. Episiotomi
 B. Amniotomi
 C. Periksa dalam
 D. Observasi DJJ
 E. Observasi perdarahan
 Jawaban : B
 Pembahasan
 Indikasi dilakukan amniotomi adalah jika pembukaan
sudah lengkap dan ketuban masih utuh
Soal 10
 Seorang perempuan berusia 22 tahun, G1P0A0,
hamil aterm, datang ke UGD dengan keluhan
keluar lendir bercampur darah dari kemaluan
sejak 3 jam yang lalu. Berdasarkan hasil
pengkajian , pasien dipimpin meneran dan lahir
bayi laki-laki. Perawat melakukan penilaian
kondisi bayi dan mengeringkan tubuh bayi. Dan
perawat memastikan janin tunggal.
 Apakah tindakan manajemen aktif kala lll yang tepat
dilakukan pada kasus tersebut?
 A. Hecting perineum
 B. Masase fundus uteri
 C. Pemberian oksitosin
 D. Observasi perdarahan
 E. Penegangan tali pusat terkendali
 Jawaban : C
 Pembahasan
 Tindakan menejemen aktif kala lll pertama yang
dilakukan setelah bayi lahir adalah pemberian
oksitosin
Soal 11
 Seorang perempuan
berusia 20 tahun, hamil
aterm, dirawat di ruang
bersalin dengan keluhan
mules. Hasil pengkajian
pembukaan lengkap,
selaput ketuban negatif.
Perawat memimpin
pasien mengedan sambil
melakukan
penahanan pada
perineum.
 Apakah hasil yang
diharapkan dari
tindakan tersebut?
A. Bayi lahir
B. Nyeri berkurang
C. Mencegah perdarahan
D. Persalinan menjadi
lancar
E. Mencegah laserasi pada
perineum
 Jawaban : E
 Pembahasan
 Melakukan penahanan pada perineum pada proses
bersalin untuk mencegah terjadinya laserasi/luka pada
perineum
Soal 12
 Seorang perempuan berusia
30 tahun, P3A0 nifas hari ke 3
post SC atas indikasi plasenta
previa totalis. Hasil
pengkajian : TD 100/70
mmHg, frekuensi nadi
88x/mnt, suhu 36ºC,
payudara bengkak disertai
nyeri, ASI sudah keluar
namun sedikit, dan bayi
belum mendapatkan ASI.
TFU 3 jari di bawah pusat,
kontraksi baik. Ibu dan bayi
belum rawat gabung.
 Apakah intervensi
keperawatan yang tepat pada
kasus tersebut?
A. Lakukan pijat oksitosin
B. Ajarkan tehnik relaksasi
C. Lakukan kompres hangat
D. Susui bayi sesering mungkin
E. Lakukan perawatan payudara
 Jawaban : D
 Pembahasan
 Menyusukan bayi sesering mungkin tanpa dibatasi
oleh waktu akan membantu mengurangi masalah
pada payudara bengkak
Soal 13
 Seorang perempuan usia
38 tahun P3A0 dirawat di
ruang nifas 5 jam yang
lalu. Hasil pengkajian :
pasien mengatakan
mengganti pembalut 2 kali
dalam 1 jam dan belum
menyusui, kontraksi
uterus lemah, TFU 2 jari
atas pusat. TD 90/70
mmHg, frekuensi nadi
88x/mnt, frekuensi nafas
24x/mnt, suhu 37ºC.
 Apakah intervensi
keperawatan untuk
memgatasi kasus tersebut?
 A. Monitoring perdarahan
 B. Lakukan masase uteri
 C. Kolaborasi pemberian
cairan infus
 D. Pemberian drip
oksitosin
 E. Anjurkan klien menyusi
bayinya
 Jawaban : B
 Pembahasan
 Masase uterus akan menstimulus oksitosin sehingga
terjadi kontraksi uterus yang akan mengurangi
terjadinya perdarahan
Soal 14
 Seorang perempuan berusia
26 tahun P1A0 postpartum 6
jam dirawat di ruang nifas,
dengan keluhan merasa
lemas, banyak keluar darah
dari jalan lahir. Hasil
pengkajian : TD 100/70
mmHg, frekuensi nadi
90x/mnt. Kontraksi uterus
lunak, kandung kemih
penuh. Perawat segera
mengosongkan kandung
kemih dan melakukan
massase uterus.
 Apakah hasil yang
diharapkan dari tindakan
tersebut?
 A. Lochea rubra
 B. Kandung kemih kosong
 C. Kontraksi uterus kuat
 D. Keadaan umum baik
 E. TFU setinggi umbilikus
 Jawaban : C
 Pembahasan
 Kontraksi uterus yang lunak dapat disebabkan atonia
uterus atau kandung kemih yang penuh. Bila pada
pemeriksaan ditemukan kandung kemih penug dan
kontraksi uterus lunak maka lakukan pengosongan
kandung kemih terlebih dahulu dan lakukan masase
uterus untuk meningkatkan kontraksi uterus
Soal 15
 Seorang perempuan
berusia 35 tahun datang ke
poliklinik ginekologi
dengan keluha tidak dapat
melakukan aktivitas
seksual dalam 1 bulan
terakhir disebabkan karena
keputihan yang berbau,
ada pendarahan, pasien
merasa nyeri pada saat
berhubungan suami istri.
 Apakah masalah
keperawatan untuk kasus
tersebut?
 A. Nyeri akut
 B. Disfungsi seksual
 C. Gangguan rasa nyaman
 D. Resiko disfungsi seksual
 E. Pola seksual tidak efektif
 Jawaban : B
 Pembahasan
 Keluhan tidak melakukan aktivitas seksual yang
disebabkan karena nyeri saat berhubungan seksual
dan perdarahan merupakan data aktual dan prioritas
Soal 16
 Seorang perempuan, 38
thn,P2A0. persalinan normal
1,5 jam yg lalu di ruang
bersalin. Hasil pemeriksaan
TD 100/70 mmHg, frekuensi
nadi 98x/mnt, frekuensi
nafas 22x/mnt, suhu 37ºC,
TFU setinggi pusat,
kontraksi uterus keras,
akral dingin, perdarahan
terukur 500 ml.
 Apakah tindakan yang
dilakukan perawat pada
kasus tersebut?
 A. Pijat fundus
 B. Beri tahu dokter
 C. Catat data pasien
 D. Injeksi ergometrin
 E. Posisi trendelenburg
 Jawaban : E
 Pembahasan
 Pada kasus tersebut telah tjd perdarahan post partum
500 ml dg tanda awal yg mengarah pada kondisi resiko
hipovolemik syok yaitu penurunan TD (100/70mmHg)
dan akral dingin shg perlu diberikan posisi
trendelenburg (utk meningkatkan aliran darah ke otak
dan jantung). Tindakan selanjutnya utk menangani
hipivolemik adl menggantikan cairan yg hilang
(pasang infus) dan mencari penyebab perdarahan
 Kontraksi yg keras tanda dari tonus otot uterus yang
baik, jd kecurigaan perdarahan tjd akibat adanya
jaringan yang tertinggal, adanya robekan jalan lahir
atau kelainan pembekuan darah
Soal 17
 Seorang perempuan
berusia 18 tahun datang
ke poli KIA dengan
keluhan nyeri saat haid.
Hasil pengkajian
diperoleh data nyeri
yang dirasakan pada
daerah sympisis. Nyeri
seperti tertusuk benda
tajam sehingga tidak
mampu untuk aktivitas
sehari-hari.
 Apakah tindakan
keperawatan yang tepat
pada kasus tersebut?
 A. Kompres hangat
 B. Pemberian posisi yang
nyaman
 C. Massase pada daerah
sympisis
 D. Exercise
 E. Diet
 Jawaban : A
 Pembahasan
 Kompres hangat dilakukan agar terjadi vasodilatasi
pembuluh darah
Soal 18
 Seorang perempuan
berusia 37 tahun datang
ke poliklinik KIA untuk
melakukan konsultasi
KB. Hasil pengkajian TD
120/80mmHg, frekuensi
nadi 80x/mnt, pasien
memilik 3 anak dan anak
terkecil berusia 6 tahun.
 Apakah metode
kontrasepsi yang sesuai
dengan pasien tersebut?
 A. Pil
 B. Implan
 C. Suntik
 D. Kontrasepsi mantap
 E. AKDR
 Jawaban : D
 Pembahasan
 Syarat dilakukan kontab adalah umur istri minimal 25
thn, memiliki minimal 2 orang anak hidup dan anak
terkecil berusia lebih dari 2 thn (sesuai dg kondisi
kasus)

PEMBAHASAN SOAL MATERNITAS.pptx

  • 1.
  • 2.
    Soal 1 Seorang perempuanberusia 27 thn hamil 20 minggu datng ke BPM utk memeriksakan kehamilan. Hasil pengkajian : riwayat persalinan thn 2010 melahirkan bayi laki-laki dg usia kehamilan 38 mggu. Pasien melahirkan bayi perempuan dg usia kehamilan 37 mggu pd thn 2014. pasien mengalami keguguran saat usia kehamilan 12 mggu pd thn 2019.  Soal :  Bagaimana penulisan status obstetrik pada kasus tersebut?  A. G3 P1 A2  B. G3 P2 A1  C. G4 P2 A1  D. G4 P3 A0  E. G4 P1 A2
  • 3.
    Jawaban : C Pembahasan Gravida 4 (saat ini hamil 20 mggu, persalinan thn 2010, 2014, riwayat keguguran 2019)  Partus 2 (persalinan thn 2010 dan 2014)  Abortus 1 (keguguran thn 2019)
  • 4.
    Soal 2  Seorangperempuan berusia 23 tahun G1P0A0 datang ke Poliklinik KIA untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pengkajian HPHT 20 April 2022, siklus 28 hari, TD 120/70mmHg, frekuensi nadi 80x/mnt, TFU 3 jari di atas pusat, punggung kiri.  Soal :  Kapan taksiran persalinan pada kasus tersebut?  Soal :  Kapan taksiran persalinan pada kasus tersebut?  A. 20 Januari 2023  B. 27 Januari 2023  C. 30 Januari 2023  D. 20 Februari 2023  E. 27 Februari 2023
  • 5.
     Jawaban : Menentukan TP berdasarkan rumus Neagle  Patokan : HPHT  Rumus : +7 – 3 +1 (HPHT bulan April s.d Desember)  Hari di+ 7, bulan di- 3, tahun di+ 1  20+7=27 ; 4-3=1 ; 2022+1=2023  HPHT di bulan Januari s.d Maret : hari di+7 ; bulan di+9 : tahun tetap ( +7 +9)
  • 6.
    Soal 3  Seorangperempuan, 28 tahun, primigravida, umur kehamilan 28 minggu, datang ke puskesmas dengan keluhan sejak kemarin kurang merasakan pergerakan janinnya. Hasil pemeriksaan TD 130/70 mmHg, frekuensi nadi 84x/mnt, frekuensi pernapasan 20x/mnt, suhu 37,5ºC. Perawat melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi janin.
  • 7.
    Soal Apakah pemeriksaan yangtepat pada kasus tersebut? A. USG B. DJJ C. TTV D. Saturasi oksigen E. Analisa gas darah
  • 8.
     Jawaban :B  Pembahasan  Pemeriksaan untuk memastikan kondisi janin melalui mendengarkan denyut jantung janin. Terdengarnya DJJ menandakan bayi hidup. Rentang normal DJJ antara 120-140x/mnt. Penurunan/peningkatan DJJ menandakan bahaya pd janin/stres janin yg dapat dirasakan jg oleh ibu dg penurunan gerakan janinnya.
  • 9.
    Soal 4  Seorangperempuan usia 25 tahun G1P0A0 hamil 10 mggu, dirawat dg keluhan mual dan muntah. Hasil pengkajian : pasien tampak lemah, mata terlihat agak cekung, mukosa bibir kering, TD 100/60mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, frekuensi nafas 20x/mnt, suhu 37,4ºC.
  • 10.
    Soal Apakah masalah keperawatanyang tepat pada kasus tersebut? A. Penurunan perfusi jaringan B. Defisit volume cairan C. Gangguan pola tidur D. Intoleransi aktivitas E. Ansietas
  • 11.
     Jawaban :B  Tanda dan gejala mata cekung serta bibir kering sudah menunjukkan kondisi dehidrasi
  • 12.
    Soal 5  Seorangperempuan usia 35 thn G1P0A0 hamil 28 mggu datang ke UGD dengan keluhan keluar darah flek dari kemaluan. Hasil pengkajian : tidak ada keluhan nyeri, flek darah warna merah segar. Hasil USG : plasenta previa lateralis.
  • 13.
     Apakah tindakankeperawatan yang tepat pada kasus tersebut?  A. Catat jumlah darah yang hilang  B. Kolaborasi pemberian heparin  C. Anjurkan untuk tirah baring  D. Pantau intake dan output cairan  E. Pantau pergerakan janin
  • 14.
     Jawaban :C  Pemberian tirah baring akan mengurangi penekanan plasenta, dan pergerakan yg banyak dapat mempengaruhi pelepasan plasenta sehingga dapat terjadi perdarahan
  • 15.
    Soal 6  Seorangperempuan, usia 26 tahun, G1P0A0 hamil 37 mggu diantar suami ke klinik, dengan keluhan nyeri pada perut dan terasa panas. Hasil pemeriksaan TD 120/80 mmHg, frekuensi nadi 94x/mnt, frekuensi napas 18x/mnt, suhu 37ºC, TFU 34 cm, pasien juga mengeluh kadang mulut terasa asam, mudah lelah, perut terasa penuh.
  • 16.
     Apakah rencanatindakan yang tepat pada kasus tesebut?  A. Ajarkan tehnik distraksi  B. Posisikan pasien duduk bersandar  C. Sarankan pasien minum susu hangat  D. Beri biskuit crakers setiap keluhan muncul  E. Larang pasien langsung tidur sesudah makan
  • 17.
     Jawaban :E  Pembahasan  Data fokus : hamil 37 mggu, keluhan nyeri perut, terasa panas, kadang mulut terasa asam, mudah lelah, perut terasa penuh. Kondisi hamil TM III, kantung lambung mengecil penekanan janin, esofagus sedikit bergeser, kantung lambung cepat penuh, mudah tjd regurgitasi (terasa asam di mulut). Jika habis makan langsung tidur, makanan dalam lambung yg mengecil akan naik ke saliran esofagus mengakibatkan refluks
  • 18.
    Soal 7  Seorangperempuan usia 28 thn G1P0A0 hamil 32 mggu, datang ke poli KIA untuk memeriksakan kehamilannya. Hasil pengkajian : TD 160/100mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, frekuensi nafas 18x/mnt, suhu 37ºC. Tampak odema di wajah dan ekstremitas. TFU 30 cm, punggung kiri, presentasi kepala, DJJ 145x/mnt. Perawat menjelaskan pada pasien cara menghitung gerakan janin.
  • 19.
     Apakah hasilyang diharapkan dari intervensi tersebut?  A. Pasien mengatakan bayinya banyak bergerak  B. Pasien menyampaikan jumlah gerakan janin  C. Pasien mengatakan odema berkurang  D. Pasien mengatakan kondisinya baik  E. Pasien mengatakan bayinya sehat
  • 20.
     Jawaban :B  Pembahasan  Untuk menilai kesejahteraan janin yang dapat dilakukan oleh ibu hamil adalah dengan cara menghitung gerakan janin. Minimal 10x gerakan dalam 12 jam
  • 21.
    Soal 8  Seorangperempuan usia 38 thn P3A0 dirawat di ruang nifas 5 jam yang lalu. Hasil pengkajian : pasien mengatakan mengganti pembalut 2 kali dalam 1 jam dan belum menyusui, kontraksi uterus lemah, TFU 2 jari di atas pusat, TD 90/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, frekuensi nafas 24x/mnt, suhu 37ºC.
  • 22.
     Apakah intervensikeperawatan yang tepat pada kasus tersebut?  A. Monitor perdarahan  B. Berikan drip oksitosin  C. Lakukan masase uterus  D. Kolaborasi pemberian cairan infus  E. Menganjurkan klien menyusui bayinya
  • 23.
     Jawaban :C  Pembahasan  Masase uterus akan menstimulus oksitosin sehingga terjadi kontraksi uterus yang akan mengurangi terjadinya perdarahan
  • 24.
    Soal 9  Seorangperempuan berusia 25 thn, G1P0A0 hamil aterm, datang ke UGD dengan keluar lendir bercampur darah dari kemaluan sejak 8 yang lalu disertai nyeri yang semakin kuat saat ini. Hasil pengkajian : pembukaan lengkap namun ketuban masih utuh, DJJ 120x/mnt, reguler.
  • 25.
     Apakah tindakankeperawatan utama pada kasus tersebut?  A. Episiotomi  B. Amniotomi  C. Periksa dalam  D. Observasi DJJ  E. Observasi perdarahan
  • 26.
     Jawaban :B  Pembahasan  Indikasi dilakukan amniotomi adalah jika pembukaan sudah lengkap dan ketuban masih utuh
  • 27.
    Soal 10  Seorangperempuan berusia 22 tahun, G1P0A0, hamil aterm, datang ke UGD dengan keluhan keluar lendir bercampur darah dari kemaluan sejak 3 jam yang lalu. Berdasarkan hasil pengkajian , pasien dipimpin meneran dan lahir bayi laki-laki. Perawat melakukan penilaian kondisi bayi dan mengeringkan tubuh bayi. Dan perawat memastikan janin tunggal.
  • 28.
     Apakah tindakanmanajemen aktif kala lll yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?  A. Hecting perineum  B. Masase fundus uteri  C. Pemberian oksitosin  D. Observasi perdarahan  E. Penegangan tali pusat terkendali
  • 29.
     Jawaban :C  Pembahasan  Tindakan menejemen aktif kala lll pertama yang dilakukan setelah bayi lahir adalah pemberian oksitosin
  • 30.
    Soal 11  Seorangperempuan berusia 20 tahun, hamil aterm, dirawat di ruang bersalin dengan keluhan mules. Hasil pengkajian pembukaan lengkap, selaput ketuban negatif. Perawat memimpin pasien mengedan sambil melakukan penahanan pada perineum.  Apakah hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut? A. Bayi lahir B. Nyeri berkurang C. Mencegah perdarahan D. Persalinan menjadi lancar E. Mencegah laserasi pada perineum
  • 31.
     Jawaban :E  Pembahasan  Melakukan penahanan pada perineum pada proses bersalin untuk mencegah terjadinya laserasi/luka pada perineum
  • 32.
    Soal 12  Seorangperempuan berusia 30 tahun, P3A0 nifas hari ke 3 post SC atas indikasi plasenta previa totalis. Hasil pengkajian : TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, suhu 36ºC, payudara bengkak disertai nyeri, ASI sudah keluar namun sedikit, dan bayi belum mendapatkan ASI. TFU 3 jari di bawah pusat, kontraksi baik. Ibu dan bayi belum rawat gabung.  Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus tersebut? A. Lakukan pijat oksitosin B. Ajarkan tehnik relaksasi C. Lakukan kompres hangat D. Susui bayi sesering mungkin E. Lakukan perawatan payudara
  • 33.
     Jawaban :D  Pembahasan  Menyusukan bayi sesering mungkin tanpa dibatasi oleh waktu akan membantu mengurangi masalah pada payudara bengkak
  • 34.
    Soal 13  Seorangperempuan usia 38 tahun P3A0 dirawat di ruang nifas 5 jam yang lalu. Hasil pengkajian : pasien mengatakan mengganti pembalut 2 kali dalam 1 jam dan belum menyusui, kontraksi uterus lemah, TFU 2 jari atas pusat. TD 90/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/mnt, frekuensi nafas 24x/mnt, suhu 37ºC.  Apakah intervensi keperawatan untuk memgatasi kasus tersebut?  A. Monitoring perdarahan  B. Lakukan masase uteri  C. Kolaborasi pemberian cairan infus  D. Pemberian drip oksitosin  E. Anjurkan klien menyusi bayinya
  • 35.
     Jawaban :B  Pembahasan  Masase uterus akan menstimulus oksitosin sehingga terjadi kontraksi uterus yang akan mengurangi terjadinya perdarahan
  • 36.
    Soal 14  Seorangperempuan berusia 26 tahun P1A0 postpartum 6 jam dirawat di ruang nifas, dengan keluhan merasa lemas, banyak keluar darah dari jalan lahir. Hasil pengkajian : TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 90x/mnt. Kontraksi uterus lunak, kandung kemih penuh. Perawat segera mengosongkan kandung kemih dan melakukan massase uterus.  Apakah hasil yang diharapkan dari tindakan tersebut?  A. Lochea rubra  B. Kandung kemih kosong  C. Kontraksi uterus kuat  D. Keadaan umum baik  E. TFU setinggi umbilikus
  • 37.
     Jawaban :C  Pembahasan  Kontraksi uterus yang lunak dapat disebabkan atonia uterus atau kandung kemih yang penuh. Bila pada pemeriksaan ditemukan kandung kemih penug dan kontraksi uterus lunak maka lakukan pengosongan kandung kemih terlebih dahulu dan lakukan masase uterus untuk meningkatkan kontraksi uterus
  • 38.
    Soal 15  Seorangperempuan berusia 35 tahun datang ke poliklinik ginekologi dengan keluha tidak dapat melakukan aktivitas seksual dalam 1 bulan terakhir disebabkan karena keputihan yang berbau, ada pendarahan, pasien merasa nyeri pada saat berhubungan suami istri.  Apakah masalah keperawatan untuk kasus tersebut?  A. Nyeri akut  B. Disfungsi seksual  C. Gangguan rasa nyaman  D. Resiko disfungsi seksual  E. Pola seksual tidak efektif
  • 39.
     Jawaban :B  Pembahasan  Keluhan tidak melakukan aktivitas seksual yang disebabkan karena nyeri saat berhubungan seksual dan perdarahan merupakan data aktual dan prioritas
  • 40.
    Soal 16  Seorangperempuan, 38 thn,P2A0. persalinan normal 1,5 jam yg lalu di ruang bersalin. Hasil pemeriksaan TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 98x/mnt, frekuensi nafas 22x/mnt, suhu 37ºC, TFU setinggi pusat, kontraksi uterus keras, akral dingin, perdarahan terukur 500 ml.  Apakah tindakan yang dilakukan perawat pada kasus tersebut?  A. Pijat fundus  B. Beri tahu dokter  C. Catat data pasien  D. Injeksi ergometrin  E. Posisi trendelenburg
  • 41.
     Jawaban :E  Pembahasan  Pada kasus tersebut telah tjd perdarahan post partum 500 ml dg tanda awal yg mengarah pada kondisi resiko hipovolemik syok yaitu penurunan TD (100/70mmHg) dan akral dingin shg perlu diberikan posisi trendelenburg (utk meningkatkan aliran darah ke otak dan jantung). Tindakan selanjutnya utk menangani hipivolemik adl menggantikan cairan yg hilang (pasang infus) dan mencari penyebab perdarahan
  • 42.
     Kontraksi ygkeras tanda dari tonus otot uterus yang baik, jd kecurigaan perdarahan tjd akibat adanya jaringan yang tertinggal, adanya robekan jalan lahir atau kelainan pembekuan darah
  • 43.
    Soal 17  Seorangperempuan berusia 18 tahun datang ke poli KIA dengan keluhan nyeri saat haid. Hasil pengkajian diperoleh data nyeri yang dirasakan pada daerah sympisis. Nyeri seperti tertusuk benda tajam sehingga tidak mampu untuk aktivitas sehari-hari.  Apakah tindakan keperawatan yang tepat pada kasus tersebut?  A. Kompres hangat  B. Pemberian posisi yang nyaman  C. Massase pada daerah sympisis  D. Exercise  E. Diet
  • 44.
     Jawaban :A  Pembahasan  Kompres hangat dilakukan agar terjadi vasodilatasi pembuluh darah
  • 45.
    Soal 18  Seorangperempuan berusia 37 tahun datang ke poliklinik KIA untuk melakukan konsultasi KB. Hasil pengkajian TD 120/80mmHg, frekuensi nadi 80x/mnt, pasien memilik 3 anak dan anak terkecil berusia 6 tahun.  Apakah metode kontrasepsi yang sesuai dengan pasien tersebut?  A. Pil  B. Implan  C. Suntik  D. Kontrasepsi mantap  E. AKDR
  • 46.
     Jawaban :D  Pembahasan  Syarat dilakukan kontab adalah umur istri minimal 25 thn, memiliki minimal 2 orang anak hidup dan anak terkecil berusia lebih dari 2 thn (sesuai dg kondisi kasus)