MAKALAH BIOKIMIA
KATABOLISME LIPID
Disusun oleh :
Devi Ratnasari 15308141003
Ria Anggun T 15308141009
Prastuti Eka M 15308141015
Agsa Ghina 15308141027
PROGRAM STUDI BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
BAB 1
PENDAHULUAN
Lipid adalah komponen sel atau jaringan yang terdiri atas beranekaragam
senyawa yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut oganik non polar seperti eter,
kloroform,bensen. Lipida tidak larut dalam air.
Katabolisme adalah suatu fase metabolisme terjadinya pembongkaran atau
degradasi senyawa-senyawa bermolekul besar menjadi senyawa bermolekul kecil
dengan pembentukan ATP dan NADH. Jalur katabolisme dapat dibedakan menjadi dua
macam tahap. Yang pertama adalah molekul-molekul polimer besar zat makanan
dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan tahap kedua adalah molekul-
molekul kecil yang dihasilkan memasuki sel-sel dan didegredasi lebih lanjut dalam
plasma darah( Darmin Sumardjo,2008 : 24).
Kunci utama proses katabolisme lipid adalah reaksi oksidasi β.
Berdasarkan jumlah atom karbonnya ,asam lemak dibagi menjadi dua yaitu
asam lemak berkarbon genap dan asam lemak berkarbon ganjil. Sedangkan berdasarkan
jenis ikatannya, asam lemak dibagi menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak
jenuh. Maka dalam makalah ini memuat Oksidasi asam lemak jenuh beratom C genap ,
beratom C ganjil dan oksidasi asam lemak tak jenuh.
BAB II
ISI
1. Pemecahan Lipid
Lipid disebut juga trigliserida. Trigliserida ini jika terhidrolisis akan terpecah
menjadi asam lemak dan gliserol.
Berikut ini reaksi pemecahan lipid
a. Gliserol
Gliserol atau gliserin adalah suatu tribasic alcohol yang terdapat di alam
dalam bentuk trigliserida. Gliserol berwujud cairan bening, higroskopis,
kental dan terasa manis akan tetapi bersifat beracun. Gliserol akan masuk
dalam siklus glikolisis yang dapat diubah menjadi asam piruvat di hati atau
di tempat enzim-enzim di perlukan.
Berikut ini rumus struktur gliserol
b. Asam Lemak
Asam lemak dipecah dengan cara pelepasan dua unit karbon berturut-turut.
Dengan demikin asam lemak akan di pecah melalui oksidasi pada karbon β.
Berikut ini struktur asam lemak
2. Degradasi Asam Lemak : β oksidasi
Degradasi asam lemak secara umum
Proses terpenting dari degredasi asam lemak adalah β oksidasi yang terjadi di
dalam mitokondria. Asam lemak dalam sitoplasma diaktifkan dengan
mengikatkannya dengan coenzyme A, kemudian dengan sistem transport
karnitin masuk ke mitokondria untuk di degradasi menjadi Acetyl-CoA melalui
proses β-oksidasi. Residu acetyi hasil dapat di oksidasi lanjut menjadi CO2
melalui TCA dan rantai respirasi dengan menghasilkan ATP. Jika produksi
Acetyl-CoA melebihi kebutuhan energi sel hepatocyte akan di ubah menjadi
keton bodi untuk mensuplai energi pada jaringan lain. Hal ini terjadi jika suplai
asam lemak dalam plasma darah tinggi, misal dalam kondisi kelaparan atau
diabetes mellitus.
Proses degradasi asam lemak dalam beberapa tahap
Tahap 1 : aktifasi asam lemak di sitoplasma. Asam lemak difosforilasi
menggunakan satu molekul ATP dan diaktifkan dengan Acetyl-CoA
menghasilkan asam lemak-CoA, AMP dan pirofosfat inorganik.
Tahap 2 : Pengangkutan asam lemak-CoA dari sitoplasma menuju ke
mitokondria dengan bantuan molekul pembawa carnitine, yang terdapat dalam
membran mitokondria.
Tahap ke 3 : Reaksi β-oksidasi, berlangsung dalam 4 tahap yaitu : (1)
dehidrogenasi I, (2) hidratasi, (3)dehidrogenasi II,dan (4) tiolasi (tahap
pemotongan)
1. Dehidrogenasi I
Reaksi ini merupakan peristiwa oksidasi atau dehidrogenasi yang pertama
pada asam lemak aktif , enzim yang mengkatalisis adalah Asil-KoA
dehidrogenase. DehidrogenasI dibantu oleh FAD+ yang mengambil hidrogen
yang terikat pada atom C α dan C β sehingga akan terbentuk ikatan ganda.
Bentuk ikatan rangkap itu disebut trans. FAD+ akan mereduksi menjadi
FADH.
2. Hidratasi
Trans-kenoil-KoA yang terbentuk pada reaksi dehidrogenasi di atas pada
reaksi berikutnya di ubah ke dalam 3-hidroksil-asil-KoA oleh enzim enoil-
KoA-hidrase. Enzim ini menunjukan spesifitas yang relatif. Oleh karna dapat
pula menghidrasi senyawa turunannya baik jenuh, tidak jenuh, bentuk trans
maupn bentuk sis. Hasil hidrasinnya pada Asil-KoA dengan ikatan ganda
trans adalah bentuk L
3. Dehidrogenase II
Yaitu dehidrogenase 3-hidroxyacyl-CoA oleh enzim β-hidroxyacyl-CoA
dehidrogenase dengan NAD- sebagai koenzimnya menjadi β-ketoacyl-CoA.
NADH yang terbentuk dari NAD+ dapat dioksidasi kembali melalui
mekanisme fosforilasi oksidatif yang dirangkaikan dengan rantai pernafasan
menghasilkan tiga molekul ATP.
4. Thiolase
Yaitu pemecahan molekul dengan enzim β-ketoacyl-CoA. Pada reaksi ini
satu molekul ketoacyl-CoA menghasilkan satu molekul asetyl-CoA dan sisa
rantai asam lemak dalam bentuk CoA-nya, yang mempunyai rantai dua atom
karbon lebih pendek dari semula.
Proses degredasi asam lemak selanjutnya adalah pengulangan
mekanisme β-oksidasi secara berurutan sampai panjang rantai asam
lemak tersebut habis dipecah menjadi molekul acetylCoA.
β oksidasi Asam lemak dengan nomor atom C ganjil
Pada asam lemak dengan jumlah atom C ganjil, setelah pengambilan acetyl-
CoA (2C) sisanya adalah residu propionylCoA(3C). Propionyl-CoA ini masuk
ke siklus Krebs lewat Succinyl-CoA. Dalam hal ini propionyl CoA
dikarboksilasi menjadi D-metylmalonylCoA, kemudian diubah menjadi
SuccinylCoA melalui intermediet L-metylmalonylCoA. Jumlah energi yang
dihasilkan dalam 1 siklus krebs jika masuk lewat SuccinylCoA hanya sebesar 6
A.
Karna masuk siklus krebs lewat Succinyl-CoA maka degradasi asam lemak
dengan atom C ganjil lebih cepat dibandingkan dengan degradasi asam lemak
dengan atom C genap.
β oksidasi Asam lemak dengan nomor atom genap
Prosesnya yaitu sama dengan β oksidasi asam lemak pada umumnya,
terjadinya pengulangan mekanisme β-oksidasi secara berurutan sampai panjang
rantai asam lemak tersebut habis dipecah menjadi molekul acetylCoA.
Pada asam heksanoat ini akan menghasilkan 3 asetyl-CoA dengan 2 siklus.
β oksidasi Asam lemak tak jenuh
Asam lemak tak jenuh di alam (misal asam oleat ) mempunyai ikatan
rangkap pada konfigurasi cis.Karena pada β oksidasi enzimnya spesifik untuk
enoyl-CoA dengan konfigurasi trans,maka diperlukan enzim enoyil-CoA
isomerase untuk mengubah konfigurasi cis menjadi trans. Adapun mekanisme
oksidasi asam lemak tak jenuh berlangsung sama seperti β oksidasi untuk asam
lemak jenuh. Karena terdapat satu ikatan tak jenuh, maka dalam proses
degradasinya, asam lemak tak jenuh mengalami satu mekanisme reaksi
tambahan yaitu reaksi isomerasi bentuk cis ke trans yang dikatalisis oleh enzim
enoyl-CoA isomerase.
Pada asam lemak tak jenuh, ada siklus β oksidasi yang tidak melalui reaksi
dehidrogenasi I yang menghasilkan FADH2, yaitu pada pemotongan 2 C yang
mengandung ikatan rangkap. Dengan demikian jumlah ATP yang dihasilkan
pada β oksidasi asam lemak tak jenuh lebih sedikit bila dibandingkan dengan
jumlah ATP yang dihasilkan oleh β oksidasi asam lemak jenuh dengan jumlah
atom C yang sama.
Sintesis ATP
Setiap molekul FADH2 yang terbentuk selama oksidasi asam lemak
menghasilkan dua molekul ATP yang dihasilkan dari ADP dan fosfat selama
terjadinya transport pasangan elektron ke oksigen dan fosforilasioksidatif
yang berkaitan dengan itu. Serupa dengan hal tersebut, setiap molekul
NADH yang selanjutnya terbentuk memindahkan sepasang elektron NADH
dehidrogease mitokondria mengakibatkan pembentukan tiga molekul ATP
dari ADP dan fosfat. Jadi, lima molekul ATP dibentuk per molekul asetil-
KoA yang dipindahkan pada setiap lintas yang melalui rangkaian ini, yang
terjadi pada jaringan hewan, seperti hati atau jantung.
Setelah itu lemak asetil-KoA akan masuk dalam siklus TCA dimana dalam
siklus itu menghasilkan 12 ATP.
Menghitung asam lemak beratom C genap
Misalnya asam heksanoat yang memiliki 6 atom C
 Melalui 2 siklus Oksidasi asam lemak menghasilkan 3 Asetil-KoA
2 x 5 ATP =10 ATP
 3 Asetil-KoA yang dihasilkan akan masuk ke siklus TCA dan tiap 1
siklus TCA menghasilkan 12 ATP
3 x 12 ATP = 36 ATP
 Jumlah energinya 36 + 10 =46 ATP
 Pada pengaktifan asam lemak dibutuhkan 2 ATP
Jadi ATP yang dihasilkan yaitu
46 ATP – 2 ATP = 44 ATP
Menghitung asam lemak beratom C ganjil
Misalnya asam pentanoat yang memiliki 5 atom C
 Melalui 1 siklus oksidasi lemak menghasilkan 1 Asetil-Koa dan
Propionil-KoA
1 x 5 ATP = 5 ATP
 1 Asetil-KoA akan masuk ke siklus TCA menghasilkan 12 ATP dan
Propionil-KoA akan masuk ke siklus TCA dalam bentuk suksinil KoA
menghasilkan 6 ATP
1 x 12 ATP = 12 ATP
1 X 6 ATP = 6 ATP
12 ATP + 6 ATP =18 ATP
 Jumlah energinya 5 ATP + 18 ATP = 23 ATP
 Pada pengaktifan asam lemak dibutuhkan 2 ATP
Jadi ATP yang dihasilkan yaitu
23 ATP – 2 ATP = 21 ATP
BAB III
KESIMPULAN
Asam lemak jenuh di degradasi dalam 3 tahapan oksidasi. Tahap pertama, β-
oksidasi, dilakukan dalam siklus yang berkesinambungan dengan hasil akhir sebagai
acetyl-CoA. Tiap siklus terdii atas 4 tahap reaksi yaitu (1) dehidrogenasi I, (2) hidratasi,
(3) dehidrogenasi 2 dan (4) tiolasi. Pada tahap kedua tiap acetyl-CoA dioksidasi
menghasilkan 2CO2 dan 8 elektron dalamm siklus TCA. Pada tahap ketiga,elektron
yang dihasilkan dari tahap 1 dan 2 masuk ke rantai respirasi mitokondria dengan
menghasilkan energi untuk sintesis ATP dengan fosforilasi oksidatif.
Oksidasi asam lemak tak jenuh memerlukan 2 enzim tambahan :enoyl-CoA
isomerase dan dienoyl-CoA reductase. Asam lemak beratom C ganjil dioksidasi β
menghasilkan acetyl-CoA dan propionil-CoA. Propionyl-CoA dikarboksilasi menjadi
L-methylmalonyl-CoA yang kemudian di isomerasi menjadi succinyl-CoA untuk di o
ksidasi menjadi CO2 dalam siklus TCA.
DAFTAR PUSTAKA
Mahler H.R. and E.H. Corder.1996.Biological Chemistry:Harper & Row Publisher.
Poedjiaji,Anna.1994.Dasar-Dasar Biokimia.Jakarta:UI Press
Wirahadikusumah.1985.Biokimia.Bandung:ITB Press

Katabolisme lipid

  • 1.
    MAKALAH BIOKIMIA KATABOLISME LIPID Disusunoleh : Devi Ratnasari 15308141003 Ria Anggun T 15308141009 Prastuti Eka M 15308141015 Agsa Ghina 15308141027 PROGRAM STUDI BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2016
  • 2.
    BAB 1 PENDAHULUAN Lipid adalahkomponen sel atau jaringan yang terdiri atas beranekaragam senyawa yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut oganik non polar seperti eter, kloroform,bensen. Lipida tidak larut dalam air. Katabolisme adalah suatu fase metabolisme terjadinya pembongkaran atau degradasi senyawa-senyawa bermolekul besar menjadi senyawa bermolekul kecil dengan pembentukan ATP dan NADH. Jalur katabolisme dapat dibedakan menjadi dua macam tahap. Yang pertama adalah molekul-molekul polimer besar zat makanan dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan tahap kedua adalah molekul- molekul kecil yang dihasilkan memasuki sel-sel dan didegredasi lebih lanjut dalam plasma darah( Darmin Sumardjo,2008 : 24). Kunci utama proses katabolisme lipid adalah reaksi oksidasi β. Berdasarkan jumlah atom karbonnya ,asam lemak dibagi menjadi dua yaitu asam lemak berkarbon genap dan asam lemak berkarbon ganjil. Sedangkan berdasarkan jenis ikatannya, asam lemak dibagi menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Maka dalam makalah ini memuat Oksidasi asam lemak jenuh beratom C genap , beratom C ganjil dan oksidasi asam lemak tak jenuh.
  • 3.
    BAB II ISI 1. PemecahanLipid Lipid disebut juga trigliserida. Trigliserida ini jika terhidrolisis akan terpecah menjadi asam lemak dan gliserol. Berikut ini reaksi pemecahan lipid a. Gliserol Gliserol atau gliserin adalah suatu tribasic alcohol yang terdapat di alam dalam bentuk trigliserida. Gliserol berwujud cairan bening, higroskopis, kental dan terasa manis akan tetapi bersifat beracun. Gliserol akan masuk dalam siklus glikolisis yang dapat diubah menjadi asam piruvat di hati atau di tempat enzim-enzim di perlukan. Berikut ini rumus struktur gliserol b. Asam Lemak Asam lemak dipecah dengan cara pelepasan dua unit karbon berturut-turut. Dengan demikin asam lemak akan di pecah melalui oksidasi pada karbon β. Berikut ini struktur asam lemak
  • 4.
    2. Degradasi AsamLemak : β oksidasi Degradasi asam lemak secara umum Proses terpenting dari degredasi asam lemak adalah β oksidasi yang terjadi di dalam mitokondria. Asam lemak dalam sitoplasma diaktifkan dengan mengikatkannya dengan coenzyme A, kemudian dengan sistem transport karnitin masuk ke mitokondria untuk di degradasi menjadi Acetyl-CoA melalui proses β-oksidasi. Residu acetyi hasil dapat di oksidasi lanjut menjadi CO2 melalui TCA dan rantai respirasi dengan menghasilkan ATP. Jika produksi Acetyl-CoA melebihi kebutuhan energi sel hepatocyte akan di ubah menjadi keton bodi untuk mensuplai energi pada jaringan lain. Hal ini terjadi jika suplai asam lemak dalam plasma darah tinggi, misal dalam kondisi kelaparan atau diabetes mellitus. Proses degradasi asam lemak dalam beberapa tahap Tahap 1 : aktifasi asam lemak di sitoplasma. Asam lemak difosforilasi menggunakan satu molekul ATP dan diaktifkan dengan Acetyl-CoA menghasilkan asam lemak-CoA, AMP dan pirofosfat inorganik.
  • 5.
    Tahap 2 :Pengangkutan asam lemak-CoA dari sitoplasma menuju ke mitokondria dengan bantuan molekul pembawa carnitine, yang terdapat dalam membran mitokondria. Tahap ke 3 : Reaksi β-oksidasi, berlangsung dalam 4 tahap yaitu : (1) dehidrogenasi I, (2) hidratasi, (3)dehidrogenasi II,dan (4) tiolasi (tahap pemotongan) 1. Dehidrogenasi I Reaksi ini merupakan peristiwa oksidasi atau dehidrogenasi yang pertama pada asam lemak aktif , enzim yang mengkatalisis adalah Asil-KoA dehidrogenase. DehidrogenasI dibantu oleh FAD+ yang mengambil hidrogen yang terikat pada atom C α dan C β sehingga akan terbentuk ikatan ganda. Bentuk ikatan rangkap itu disebut trans. FAD+ akan mereduksi menjadi FADH.
  • 6.
    2. Hidratasi Trans-kenoil-KoA yangterbentuk pada reaksi dehidrogenasi di atas pada reaksi berikutnya di ubah ke dalam 3-hidroksil-asil-KoA oleh enzim enoil- KoA-hidrase. Enzim ini menunjukan spesifitas yang relatif. Oleh karna dapat pula menghidrasi senyawa turunannya baik jenuh, tidak jenuh, bentuk trans maupn bentuk sis. Hasil hidrasinnya pada Asil-KoA dengan ikatan ganda trans adalah bentuk L 3. Dehidrogenase II Yaitu dehidrogenase 3-hidroxyacyl-CoA oleh enzim β-hidroxyacyl-CoA dehidrogenase dengan NAD- sebagai koenzimnya menjadi β-ketoacyl-CoA. NADH yang terbentuk dari NAD+ dapat dioksidasi kembali melalui mekanisme fosforilasi oksidatif yang dirangkaikan dengan rantai pernafasan menghasilkan tiga molekul ATP.
  • 7.
    4. Thiolase Yaitu pemecahanmolekul dengan enzim β-ketoacyl-CoA. Pada reaksi ini satu molekul ketoacyl-CoA menghasilkan satu molekul asetyl-CoA dan sisa rantai asam lemak dalam bentuk CoA-nya, yang mempunyai rantai dua atom karbon lebih pendek dari semula. Proses degredasi asam lemak selanjutnya adalah pengulangan mekanisme β-oksidasi secara berurutan sampai panjang rantai asam lemak tersebut habis dipecah menjadi molekul acetylCoA.
  • 8.
    β oksidasi Asamlemak dengan nomor atom C ganjil Pada asam lemak dengan jumlah atom C ganjil, setelah pengambilan acetyl- CoA (2C) sisanya adalah residu propionylCoA(3C). Propionyl-CoA ini masuk ke siklus Krebs lewat Succinyl-CoA. Dalam hal ini propionyl CoA dikarboksilasi menjadi D-metylmalonylCoA, kemudian diubah menjadi SuccinylCoA melalui intermediet L-metylmalonylCoA. Jumlah energi yang dihasilkan dalam 1 siklus krebs jika masuk lewat SuccinylCoA hanya sebesar 6 A. Karna masuk siklus krebs lewat Succinyl-CoA maka degradasi asam lemak dengan atom C ganjil lebih cepat dibandingkan dengan degradasi asam lemak dengan atom C genap.
  • 9.
    β oksidasi Asamlemak dengan nomor atom genap Prosesnya yaitu sama dengan β oksidasi asam lemak pada umumnya, terjadinya pengulangan mekanisme β-oksidasi secara berurutan sampai panjang rantai asam lemak tersebut habis dipecah menjadi molekul acetylCoA. Pada asam heksanoat ini akan menghasilkan 3 asetyl-CoA dengan 2 siklus.
  • 10.
    β oksidasi Asamlemak tak jenuh Asam lemak tak jenuh di alam (misal asam oleat ) mempunyai ikatan rangkap pada konfigurasi cis.Karena pada β oksidasi enzimnya spesifik untuk enoyl-CoA dengan konfigurasi trans,maka diperlukan enzim enoyil-CoA isomerase untuk mengubah konfigurasi cis menjadi trans. Adapun mekanisme oksidasi asam lemak tak jenuh berlangsung sama seperti β oksidasi untuk asam lemak jenuh. Karena terdapat satu ikatan tak jenuh, maka dalam proses degradasinya, asam lemak tak jenuh mengalami satu mekanisme reaksi tambahan yaitu reaksi isomerasi bentuk cis ke trans yang dikatalisis oleh enzim enoyl-CoA isomerase. Pada asam lemak tak jenuh, ada siklus β oksidasi yang tidak melalui reaksi dehidrogenasi I yang menghasilkan FADH2, yaitu pada pemotongan 2 C yang mengandung ikatan rangkap. Dengan demikian jumlah ATP yang dihasilkan pada β oksidasi asam lemak tak jenuh lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah ATP yang dihasilkan oleh β oksidasi asam lemak jenuh dengan jumlah atom C yang sama.
  • 11.
    Sintesis ATP Setiap molekulFADH2 yang terbentuk selama oksidasi asam lemak menghasilkan dua molekul ATP yang dihasilkan dari ADP dan fosfat selama terjadinya transport pasangan elektron ke oksigen dan fosforilasioksidatif yang berkaitan dengan itu. Serupa dengan hal tersebut, setiap molekul NADH yang selanjutnya terbentuk memindahkan sepasang elektron NADH dehidrogease mitokondria mengakibatkan pembentukan tiga molekul ATP dari ADP dan fosfat. Jadi, lima molekul ATP dibentuk per molekul asetil- KoA yang dipindahkan pada setiap lintas yang melalui rangkaian ini, yang terjadi pada jaringan hewan, seperti hati atau jantung. Setelah itu lemak asetil-KoA akan masuk dalam siklus TCA dimana dalam siklus itu menghasilkan 12 ATP. Menghitung asam lemak beratom C genap Misalnya asam heksanoat yang memiliki 6 atom C  Melalui 2 siklus Oksidasi asam lemak menghasilkan 3 Asetil-KoA 2 x 5 ATP =10 ATP  3 Asetil-KoA yang dihasilkan akan masuk ke siklus TCA dan tiap 1 siklus TCA menghasilkan 12 ATP 3 x 12 ATP = 36 ATP  Jumlah energinya 36 + 10 =46 ATP  Pada pengaktifan asam lemak dibutuhkan 2 ATP Jadi ATP yang dihasilkan yaitu 46 ATP – 2 ATP = 44 ATP Menghitung asam lemak beratom C ganjil Misalnya asam pentanoat yang memiliki 5 atom C  Melalui 1 siklus oksidasi lemak menghasilkan 1 Asetil-Koa dan Propionil-KoA 1 x 5 ATP = 5 ATP  1 Asetil-KoA akan masuk ke siklus TCA menghasilkan 12 ATP dan Propionil-KoA akan masuk ke siklus TCA dalam bentuk suksinil KoA menghasilkan 6 ATP 1 x 12 ATP = 12 ATP 1 X 6 ATP = 6 ATP 12 ATP + 6 ATP =18 ATP  Jumlah energinya 5 ATP + 18 ATP = 23 ATP  Pada pengaktifan asam lemak dibutuhkan 2 ATP Jadi ATP yang dihasilkan yaitu 23 ATP – 2 ATP = 21 ATP
  • 12.
    BAB III KESIMPULAN Asam lemakjenuh di degradasi dalam 3 tahapan oksidasi. Tahap pertama, β- oksidasi, dilakukan dalam siklus yang berkesinambungan dengan hasil akhir sebagai acetyl-CoA. Tiap siklus terdii atas 4 tahap reaksi yaitu (1) dehidrogenasi I, (2) hidratasi, (3) dehidrogenasi 2 dan (4) tiolasi. Pada tahap kedua tiap acetyl-CoA dioksidasi menghasilkan 2CO2 dan 8 elektron dalamm siklus TCA. Pada tahap ketiga,elektron yang dihasilkan dari tahap 1 dan 2 masuk ke rantai respirasi mitokondria dengan menghasilkan energi untuk sintesis ATP dengan fosforilasi oksidatif. Oksidasi asam lemak tak jenuh memerlukan 2 enzim tambahan :enoyl-CoA isomerase dan dienoyl-CoA reductase. Asam lemak beratom C ganjil dioksidasi β menghasilkan acetyl-CoA dan propionil-CoA. Propionyl-CoA dikarboksilasi menjadi L-methylmalonyl-CoA yang kemudian di isomerasi menjadi succinyl-CoA untuk di o ksidasi menjadi CO2 dalam siklus TCA.
  • 13.
    DAFTAR PUSTAKA Mahler H.R.and E.H. Corder.1996.Biological Chemistry:Harper & Row Publisher. Poedjiaji,Anna.1994.Dasar-Dasar Biokimia.Jakarta:UI Press Wirahadikusumah.1985.Biokimia.Bandung:ITB Press