HRM – Training and Development
Psikologi Industri dan Organisasi
Naomi Angeline Febe
naomiangelinef@gmail.com
13 Juli 2001
Perempuan
Jawa Barat
Indonesia
naomiangelinef@gmail.com
NPM : 6019210039
Kelas : C
Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta
Selatan 12640
Profile
Profile in UP
Contact Person
Siapa Saya?
Nama saya adalah Naomi Angeline Febe. Saya
berkuliah di Universitas Pancasila fakultas
Psikologi, Angkatan 2019.
Training and Development
Employee training atau pelatihan karyawan adalah upaya organisasi yang terencana untuk membantu karyawan
mempelajari pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik terkait pekerjaan lainnya (Riggio, 2013).
Sementara, employee development atau pengembangan karyawan adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang
mempersiapkan karyawan untuk melakukan tanggung jawab yang lebih luas atau lebih besar (Armstrong, 2012).
Tujuan utama dari training and development yaitu untuk mencapai tujuan ini, banyak perusahaan telah menjadi
atau sedang berusaha untuk menjadi organisasi pembelajaran. Organisasi pembelajaran yaitu perusahaan-
perusahaan yang mengakui pentingnya training and development terkait kinerja berkelanjutan dan mengambil
tindakan yang tepat (Mondy, 2016).
Yang akan melakukan pelatihan dan pengembangan ini adalah para karyawan-karyawan yang ada di
perusahaan atau dunia kerja lainnya.
Cara Menentukan Pelatihan dan Pengembangan yang
Tepat (Mondy,2016)
Penilaian kebutuhan pelatihan dan pengembangan membantu perusahaan menentukan apakah pelatihan itu perlu. Cara
menentukan pelatihan dan pengembangan pada perusahaan yaitu dengan melakukan analisis pada tiga tingkatan, yang
meliputi organisasi, tugas, dan orang.
berfokus pada misi strategi
perusahaan, tujuan dan
rencana perusahaan,
dipelajari, bersama dengan
hasil perencanaan sumber
daya manusia strategis.
Analisis Organisasi
berfokus pada tugas-tu
gas yang diperlukan unt
uk mencapai tujuan per
usahaan.
Analisis Tugas
berfokus pada memperoleh
jawaban atas pertanyaan:
Siapa yang perlu dilatih?
Apa yang perlu mereka
lakukan secara berbeda
dari apa yang mereka
lakukan hari ini?
Analisis Orang
Training and Development Process (Mondy, 2016)
Evaluate T&D Programs
Establish Specific T&D
Objectives
Select T&D Method(s)
and Delivery System(s)
Determine Specific T&D
Needs
Implement T&D
Programs
EXTERNAL ENVIRONMENT
INTERNAL ENVIRONMENT
Training
atau Pelatihan
Teori Dasar Pembelajaran dalam Pelatihan
Karyawan (Riggio, 2013)
Modelling
Cognitive theories
of learning
Social learning
theory
teori belajar yang
menekankan pada
pembelajaran
observasional tentang
perilaku
pembelajaran yang
terjadi melalui
pengamatan dan
meniru perilaku orang
lain
teori belajar yang
menekankan bahwa
manusia adalah
pengolah informasi
Proses yang penting
dalam social learning
Metode Pelatihan (Mondy, 2016)
Metode yang menggunakan instruktur yang siap secara fisik berdiri di depan siswa dan terus aktif untuk
berbagai jenis pelatihan Model pengajaran tatap muka.
Classroom Method ,
Metode pengajaran online menggunakan metode berbasis teknologi seperti DVD, intranet perusahaan, dan
Internet. Internet menawarkan banyak kesempatan untuk belajar.
E-Learning
Metode di mana peserta pelatihan mempelajari informasi yang disediakan dalam kasus tersebut dan
mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut
Case Study
Metode yang memungkinkan seseorang untuk belajar dengan menyalin atau mereplikasi perilaku orang lain.
Behavior Modeling and Tweeting
Metode di mana peserta diminta untuk merespons masalah-masalah spesifik yang mungkin mereka hadapi
dalam pekerjaan mereka dengan memerankan situasi dunia nyata
Role-Playing
01
02
03
04
05
Metode Pelatihan (Mondy, 2016)
Metode yang memungkinkan peserta untuk mengambil peran seperti presiden atau pengontrol dari dua atau
lebih organisasi hipotetis yang serupa dan bersaing satu sama lain dengan cara memanipulasi faktor yang dipilih
Training Games
Metode di mana peserta diminta untuk menetapkan prioritas dan kemudian menangani sejumlah makalah
bisnis, email, teks, memorandum, laporan, dan pesan telepon yang biasanya melintasi meja manajer
In-Basket Training
Metode informal yang memungkinkan karyawan untuk mempelajari tugas-tugas pekerjaan dengan benar-
benar melaksanakannya.
On-the-Job Training
Metode pelatihan yang menggabungkan instruksi kelas dengan pelatihan di tempat kerja.
Apprenticeship Training
Pelatihan difokuskan pada pengajaran pengetahuan dan keterampilan kepada individu yang diharapkan
bekerja secara kolektif untuk mencapai tujuan bersama
Team Training
06
07
08
09
10
Jenis dan Sistematis Pelatihan (Armstrong, 2012)
Jenis Pelatihan Program dapat berkaitan dengan hal-hal berikut:
• keterampilan manual, termasuk magang
• keterampilan IT
• pemimpin tim atau pelatihan pengawasan
• pelatihan manajemen
• keterampilan interpersonal, misalnya kepemimpinan, pembentukan tim, dll
• keterampilan pribadi, misalnya ketegasan, komunikasi, manajemen waktu
• pelatihan dalam prosedur atau praktik organisasi, misalnya kesehatan, manajemen kinerja, dll
Pelatihan harus sistematis karena dirancang khusus, direncanakan, dan diimplementasikan untuk
memenuhi kebutuhan yang ditentukan. Pada awalnya dikembangkan untuk dewan pelatihan
industri pada 1960-an dan terdiri dari model empat tahap sederhana, yaitu :
1. Identifikasi kebutuhan pelatihan.
2. Putuskan pelatihan seperti apa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ini.
3. Gunakan pelatih berpengalaman dan terlatih untuk melaksanakan pelatihan.
4. Tindak lanjuti dan evaluasi pelatihan untuk memastikan itu efektif.
Development
atau Pengembangan
Manfaat Sistem Pengembangan Karir (Riggio, 2013)
Peningkatan keterampilan
dalam mengelola karier sendiri
Komunikasi yang lebih baik
antara manajer dan karyawan
Staf yang lebih realistis dan
perencanaan pengembangan
Diskusi penilaian kinerja yang
produktif
Meningkatkan pemahaman
tentang organisasi
Managers
Komunikasi yang lebih baik
antara karyawan dan manajer
Tujuan dan harapan yang lebih
realistis
Mendapat feedback yang lebih
baik tentang kinerja
Peningkatan kepuasan kerja
Rasa tanggung jawab pribadi
yang lebih besar untuk
mengelola karier
Karyawan
Meningkatkan loyalitas
Penyebaran informasi di
semua level organisasi
Komunikasi yang lebih baik
dalam organisasi
Retensi yang lebih tinggi dari
karyawan yang dihargai
Memperluas citra publik
sebagai organisasi
pengembangan masyarakat
Organisasi
Management Development
Mentoring and
Coaching
Reverse
Mentoring
Manfaat dari mentoring yaitu untuk memberi nasihat,
pembinaan, dan pengasuhan, untuk menciptakan hubungan
praktis untuk meningkatkan pertumbuhan dan
pengembangan karir, pribadi, dan profesional individu.
Hampir sama dengan mentoring, coaching sering dianggap
sebagai tanggung jawab dari atasan secara langsung, yang
memberikan bantuan, seperti seorang mentor, namun
coaching memiliki fokus utama yaitu kinerja.
Adalah proses di mana karyawan yang lebih tua belajar dari
yang lebih muda.
Ada orang-orang dalam organisasi yang mendekati masa pens
iun yang tidak ingin pensiun dan yang memiliki pengetahuan
luar biasa yang tidak boleh disia-siakan. Ada orang-orang
muda yang tahu hal-hal yang tidak diketahui orang lain dan
yang ingin memperluas wawasan mereka. Keberadaan dua
populasi sangat beragam, tetapi berpotensi saling membantu
serta telah menyebabkan pembinaan yang terbalik.
(Mondy, 2016)
Tahapan Perencanaan Pengembangan
(Armstrong, 2012)
Ini dapat dilakukan sebagai bagian dari proses
manajemen kinerja.
Analisis situasi saat ini dan kebutuhan
pembangunan.
01 Rencana ini untuk menetapkan apa yang
perlu dilakukan dan bagaimana hal itu akan
dilakukan di bawah judul seperti hasil yang
diharapkan, kegiatan pengembangan,
tanggung jawab untuk pengembangan, dan
waktu. Pelatihan formal untuk
mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan mungkin menjadi bagian dari
rencana tetapi itu bukan bagian yang paling
penting.
Siapkan action plan
03
Ini dapat mencakup peningkatan kinerja dalam
pekerjaan saat ini, meningkatkan atau
memperoleh keterampilan, memperluas
pengetahuan yang relevan, mengembangkan
bidang kompetensi tertentu, bergerak melintasi
atau ke atas dalam organisasi, mempersiapkan
perubahan peran saat ini.
Menentukan tujuan
02
Mengambil tindakan sesuai rencana
Implement
04
Pertanyaan
dan Referensi
Mengapa Pelatihan dan Pengembangan Karyawan perlu
Dilaksanakan?
Pelatihan dan pengembangan SDM yang tepat, dapat memberikan efek
yang baik kepada karyawan.
Karyawan dapat mengembangkan diri dan mampu memahami seluk-beluk
pelaksanaan pekerjaan lebih mendalam, dapat memahamai perkembangan
perusahaan, memahami sasaran yang akan dicapai perusahaan, mengerti
akan perlunya kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan, dapat dengan
mudah memahami Informasi yang disampaikan perusahaan, dapat
memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaan, mampu
melakukan hubungan-hubungan dengan lingkungan, mampu memahami
kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan, mampu
memahami sistem dan prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan tugas
perusahaan, mampu memahami dan menerapkan perilaku yang mendukung
dan dituntut perusahaan (Aguinis, 2009).
Sehingga, pelatihan dan pengembangan SDM di sebuah perusahaan
merupakan sebuah keharusan dalam memaksimalkan manajemen HRM di
perusahaan tersebut.
• Armstrong, Michael. (2012). Armstrong’s Handbook of Human Resource
Management Practice ed12th. United Kingdom : Ashford Colour Press
• Mondy, Wayne R. & Martocchio, J. Joseph. (2016). Human Resource Management
ed14th. United States of America: Global Ed
• Riggio. 2013. Introduction to Industrial/Organizational Psychology (6th ed).United
States of America : Pearson Education, Inc.
• Aguinis, H., & Kraiger, K. (2009). Benefits of training and development for individuals
and teams, organizations, and society. Annual review of psychology, 60, 451-474
Referensi
Thank you!
“Tanpa target dan rencana, kita akan seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan”
- Fitzhugh Dodson

Human Resource Management - Training and Development

  • 1.
    HRM – Trainingand Development Psikologi Industri dan Organisasi Naomi Angeline Febe naomiangelinef@gmail.com
  • 2.
    13 Juli 2001 Perempuan JawaBarat Indonesia naomiangelinef@gmail.com NPM : 6019210039 Kelas : C Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640 Profile Profile in UP Contact Person Siapa Saya? Nama saya adalah Naomi Angeline Febe. Saya berkuliah di Universitas Pancasila fakultas Psikologi, Angkatan 2019.
  • 3.
    Training and Development Employeetraining atau pelatihan karyawan adalah upaya organisasi yang terencana untuk membantu karyawan mempelajari pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik terkait pekerjaan lainnya (Riggio, 2013). Sementara, employee development atau pengembangan karyawan adalah bentuk kegiatan pembelajaran yang mempersiapkan karyawan untuk melakukan tanggung jawab yang lebih luas atau lebih besar (Armstrong, 2012). Tujuan utama dari training and development yaitu untuk mencapai tujuan ini, banyak perusahaan telah menjadi atau sedang berusaha untuk menjadi organisasi pembelajaran. Organisasi pembelajaran yaitu perusahaan- perusahaan yang mengakui pentingnya training and development terkait kinerja berkelanjutan dan mengambil tindakan yang tepat (Mondy, 2016). Yang akan melakukan pelatihan dan pengembangan ini adalah para karyawan-karyawan yang ada di perusahaan atau dunia kerja lainnya.
  • 4.
    Cara Menentukan Pelatihandan Pengembangan yang Tepat (Mondy,2016) Penilaian kebutuhan pelatihan dan pengembangan membantu perusahaan menentukan apakah pelatihan itu perlu. Cara menentukan pelatihan dan pengembangan pada perusahaan yaitu dengan melakukan analisis pada tiga tingkatan, yang meliputi organisasi, tugas, dan orang. berfokus pada misi strategi perusahaan, tujuan dan rencana perusahaan, dipelajari, bersama dengan hasil perencanaan sumber daya manusia strategis. Analisis Organisasi berfokus pada tugas-tu gas yang diperlukan unt uk mencapai tujuan per usahaan. Analisis Tugas berfokus pada memperoleh jawaban atas pertanyaan: Siapa yang perlu dilatih? Apa yang perlu mereka lakukan secara berbeda dari apa yang mereka lakukan hari ini? Analisis Orang
  • 5.
    Training and DevelopmentProcess (Mondy, 2016) Evaluate T&D Programs Establish Specific T&D Objectives Select T&D Method(s) and Delivery System(s) Determine Specific T&D Needs Implement T&D Programs EXTERNAL ENVIRONMENT INTERNAL ENVIRONMENT
  • 6.
  • 7.
    Teori Dasar Pembelajarandalam Pelatihan Karyawan (Riggio, 2013) Modelling Cognitive theories of learning Social learning theory teori belajar yang menekankan pada pembelajaran observasional tentang perilaku pembelajaran yang terjadi melalui pengamatan dan meniru perilaku orang lain teori belajar yang menekankan bahwa manusia adalah pengolah informasi Proses yang penting dalam social learning
  • 8.
    Metode Pelatihan (Mondy,2016) Metode yang menggunakan instruktur yang siap secara fisik berdiri di depan siswa dan terus aktif untuk berbagai jenis pelatihan Model pengajaran tatap muka. Classroom Method , Metode pengajaran online menggunakan metode berbasis teknologi seperti DVD, intranet perusahaan, dan Internet. Internet menawarkan banyak kesempatan untuk belajar. E-Learning Metode di mana peserta pelatihan mempelajari informasi yang disediakan dalam kasus tersebut dan mengambil keputusan berdasarkan hal tersebut Case Study Metode yang memungkinkan seseorang untuk belajar dengan menyalin atau mereplikasi perilaku orang lain. Behavior Modeling and Tweeting Metode di mana peserta diminta untuk merespons masalah-masalah spesifik yang mungkin mereka hadapi dalam pekerjaan mereka dengan memerankan situasi dunia nyata Role-Playing 01 02 03 04 05
  • 9.
    Metode Pelatihan (Mondy,2016) Metode yang memungkinkan peserta untuk mengambil peran seperti presiden atau pengontrol dari dua atau lebih organisasi hipotetis yang serupa dan bersaing satu sama lain dengan cara memanipulasi faktor yang dipilih Training Games Metode di mana peserta diminta untuk menetapkan prioritas dan kemudian menangani sejumlah makalah bisnis, email, teks, memorandum, laporan, dan pesan telepon yang biasanya melintasi meja manajer In-Basket Training Metode informal yang memungkinkan karyawan untuk mempelajari tugas-tugas pekerjaan dengan benar- benar melaksanakannya. On-the-Job Training Metode pelatihan yang menggabungkan instruksi kelas dengan pelatihan di tempat kerja. Apprenticeship Training Pelatihan difokuskan pada pengajaran pengetahuan dan keterampilan kepada individu yang diharapkan bekerja secara kolektif untuk mencapai tujuan bersama Team Training 06 07 08 09 10
  • 10.
    Jenis dan SistematisPelatihan (Armstrong, 2012) Jenis Pelatihan Program dapat berkaitan dengan hal-hal berikut: • keterampilan manual, termasuk magang • keterampilan IT • pemimpin tim atau pelatihan pengawasan • pelatihan manajemen • keterampilan interpersonal, misalnya kepemimpinan, pembentukan tim, dll • keterampilan pribadi, misalnya ketegasan, komunikasi, manajemen waktu • pelatihan dalam prosedur atau praktik organisasi, misalnya kesehatan, manajemen kinerja, dll Pelatihan harus sistematis karena dirancang khusus, direncanakan, dan diimplementasikan untuk memenuhi kebutuhan yang ditentukan. Pada awalnya dikembangkan untuk dewan pelatihan industri pada 1960-an dan terdiri dari model empat tahap sederhana, yaitu : 1. Identifikasi kebutuhan pelatihan. 2. Putuskan pelatihan seperti apa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ini. 3. Gunakan pelatih berpengalaman dan terlatih untuk melaksanakan pelatihan. 4. Tindak lanjuti dan evaluasi pelatihan untuk memastikan itu efektif.
  • 11.
  • 12.
    Manfaat Sistem PengembanganKarir (Riggio, 2013) Peningkatan keterampilan dalam mengelola karier sendiri Komunikasi yang lebih baik antara manajer dan karyawan Staf yang lebih realistis dan perencanaan pengembangan Diskusi penilaian kinerja yang produktif Meningkatkan pemahaman tentang organisasi Managers Komunikasi yang lebih baik antara karyawan dan manajer Tujuan dan harapan yang lebih realistis Mendapat feedback yang lebih baik tentang kinerja Peningkatan kepuasan kerja Rasa tanggung jawab pribadi yang lebih besar untuk mengelola karier Karyawan Meningkatkan loyalitas Penyebaran informasi di semua level organisasi Komunikasi yang lebih baik dalam organisasi Retensi yang lebih tinggi dari karyawan yang dihargai Memperluas citra publik sebagai organisasi pengembangan masyarakat Organisasi
  • 13.
    Management Development Mentoring and Coaching Reverse Mentoring Manfaatdari mentoring yaitu untuk memberi nasihat, pembinaan, dan pengasuhan, untuk menciptakan hubungan praktis untuk meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan karir, pribadi, dan profesional individu. Hampir sama dengan mentoring, coaching sering dianggap sebagai tanggung jawab dari atasan secara langsung, yang memberikan bantuan, seperti seorang mentor, namun coaching memiliki fokus utama yaitu kinerja. Adalah proses di mana karyawan yang lebih tua belajar dari yang lebih muda. Ada orang-orang dalam organisasi yang mendekati masa pens iun yang tidak ingin pensiun dan yang memiliki pengetahuan luar biasa yang tidak boleh disia-siakan. Ada orang-orang muda yang tahu hal-hal yang tidak diketahui orang lain dan yang ingin memperluas wawasan mereka. Keberadaan dua populasi sangat beragam, tetapi berpotensi saling membantu serta telah menyebabkan pembinaan yang terbalik. (Mondy, 2016)
  • 14.
    Tahapan Perencanaan Pengembangan (Armstrong,2012) Ini dapat dilakukan sebagai bagian dari proses manajemen kinerja. Analisis situasi saat ini dan kebutuhan pembangunan. 01 Rencana ini untuk menetapkan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana hal itu akan dilakukan di bawah judul seperti hasil yang diharapkan, kegiatan pengembangan, tanggung jawab untuk pengembangan, dan waktu. Pelatihan formal untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mungkin menjadi bagian dari rencana tetapi itu bukan bagian yang paling penting. Siapkan action plan 03 Ini dapat mencakup peningkatan kinerja dalam pekerjaan saat ini, meningkatkan atau memperoleh keterampilan, memperluas pengetahuan yang relevan, mengembangkan bidang kompetensi tertentu, bergerak melintasi atau ke atas dalam organisasi, mempersiapkan perubahan peran saat ini. Menentukan tujuan 02 Mengambil tindakan sesuai rencana Implement 04
  • 15.
  • 16.
    Mengapa Pelatihan danPengembangan Karyawan perlu Dilaksanakan? Pelatihan dan pengembangan SDM yang tepat, dapat memberikan efek yang baik kepada karyawan. Karyawan dapat mengembangkan diri dan mampu memahami seluk-beluk pelaksanaan pekerjaan lebih mendalam, dapat memahamai perkembangan perusahaan, memahami sasaran yang akan dicapai perusahaan, mengerti akan perlunya kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan, dapat dengan mudah memahami Informasi yang disampaikan perusahaan, dapat memahami setiap kesulitan-kesulitan yang dihadapi perusahaan, mampu melakukan hubungan-hubungan dengan lingkungan, mampu memahami kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku dalam perusahaan, mampu memahami sistem dan prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan tugas perusahaan, mampu memahami dan menerapkan perilaku yang mendukung dan dituntut perusahaan (Aguinis, 2009). Sehingga, pelatihan dan pengembangan SDM di sebuah perusahaan merupakan sebuah keharusan dalam memaksimalkan manajemen HRM di perusahaan tersebut.
  • 17.
    • Armstrong, Michael.(2012). Armstrong’s Handbook of Human Resource Management Practice ed12th. United Kingdom : Ashford Colour Press • Mondy, Wayne R. & Martocchio, J. Joseph. (2016). Human Resource Management ed14th. United States of America: Global Ed • Riggio. 2013. Introduction to Industrial/Organizational Psychology (6th ed).United States of America : Pearson Education, Inc. • Aguinis, H., & Kraiger, K. (2009). Benefits of training and development for individuals and teams, organizations, and society. Annual review of psychology, 60, 451-474 Referensi
  • 18.
    Thank you! “Tanpa targetdan rencana, kita akan seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan” - Fitzhugh Dodson