PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM
RIFKY ANUGERAH SENGKEY, S.M (24B02001)
AULIA FITRI DARMAWAN, S.M (24B02003)
PUPUT FIDELA SARI, S.M (24B02002)
NUR ARINI YUSUF, S.Psi (24B11001)
ALFIONITA CESARI YASMIN, S.M (24B11073)
DOSEN MATAKULIAH
Dr. Moh Hatta Alwi,S.E.,M.SI.
LATAR BELAKANG
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM
Dalam pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan dan pengembangan
(P&P) kerap menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Meski
demikian, ada sebagian orang yang mengartikan P&P sebagai satu
kesatuan yang sama, padahal sebenarnya keduanya memiliki perbedaan
Pelatihan adalah proses untuk memberikan keterampilan dan
pengetahuan khusus kepada seseorang agar dapat
melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.
pengembangan adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan
kemampuan seseorang dalam hal pekerjaan dan karir.
PEMBAHASAN
Konsep dan Tujuan Pelatihan dan Pengembangan SDM
Tipe-Tipe Training
Penilaian Kebutuhan Pelatihan (Training Need Assesment)
Evaluasi Pelatihan
Model/Metode Pelatihan
Pengembangan Human Capital (Career Development Programs
and Succession Planning)
Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan SDM terhadap Kinerja
Studi Kasus / Jurnal Penelitian
Konsep dan Tujuan Pelatihan dan Pengembangan SDM
Pelatihan dan pengembangan karyawan adalah proses
membantu karyawan mengembangkan keterampilan (Skill),
Organisasi, Pengetahuan (Knowledge), ability (kemampuan
pribadi).
Untuk pelatihan yang efektif bagi karyawan, ada empat langkah
umum yang digunakan :
1. karyawan baru harus menjalani orientasi,
2. menerima pelatihan secara internal dibidang pekerjaannya.
3. karyawan harus diberi mentor, untuk meningkatkan rasa
nyaman dengan tugas yang diberikan, dan
4. kemudian selanjutnya baru bisa mengikuti pelatihan secara
eskternal.
Tipe-Tipe Training
1. Pelatihan Teknis dan Teknologi
Pelatihan teknis adalah jenis pelatihan yang dimaksudkan untuk mengajarkan karyawan
baru tentang aspek teknologi pekerjaan.
2. Pelatihan Berkualitas (Quality Training)
Pelatihan kualitas mengacu pada pengenalan karyawan terhadap cara mencegah,
memprodmendeteksi, dan menghilangkan barang yang tidak berkualitas, biasanya dalam
organisasi yang uksi suatu produk .
3. Pelatihan Keterampilan (Skill Training)
mencakup kecakapan yang dibutuhkan untuk benar-benar melakukan pekerjaan. Misalnya,
asisten administrasi mungkin dilatih dalam cara menjawab telepon, sementara seorang
tenaga penjualan di Best Buy mungkin dilatih dalam penilaian kebutuhan pelanggan dan
cara menawarkan informasi kepada pelanggan untuk membuat keputusan pembelian.
4. Pelatihan Soft Skill
mengacu pada ciri-ciri kepribadian, tata krama sosial, komunikasi, dan kebiasaan pribadi
yang digunakan untuk menggambarkan hubungan dengan orang lain.
5. Pelatihan Professional dan Legal
Pelatihan profesional adalah jenis pelatihan yang diperlukan untuk mengikuti
perkembangan di bidang profesional seseorang.
6. Pelatihan Tim Kerja
Kita dapat mendefinisikan pelatihan tim sebagai proses yang memberdayakan tim untuk
meningkatkan pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan keterampilan
pengembangan tim untuk mencapai hasil bisnis.
7. Pelatihan Manager
Manager training adalah program pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan
seseorang sebagai pemimpin dan manajer.
Biasanya pelatihan managerial dilakukan ketika didalam sebuah perusahaan di identifikasi
seorang manajer untuk melakukan promosi jabatan.
Penilaian Kebutuhan Pelatihan
(Training Need Assesment)
TNA adalah proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan
mengevaluasi kebutuhan pelatihan karyawan dalam suatu
organisasi.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa karyawan memiliki
keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai
tujuan perusahaan.
Model/Metode Pelatihan
1. Pelatihan Pembinaan di Tempat Kerja (On the job)
Pelatihan di tempat kerja merupakan salah satu cara untuk memfasilitasi pelatihan
keterampilan karyawan. Pelatihan di tempat kerja mengacu pada orang yang disetujui
(mentor/coach) yang melatih karyawan tentang keterampilan yang diperlukan untuk
menyelesaikan tugas.
2. Pelatihan Mentoring dan Coaching
Mentoring adalah proses di mana karyawan dapat dilatih dan dikembangkan oleh orang
yang berpengalaman. Biasanya, mentoring digunakan sebagai metode berkelanjutan untuk
melatih dan mengembangkan karyawan.
3. Brown Bag Lunch Training Delivery
Makan siang dengan bekal merupakan metode penyampaian pelatihan yang dimaksudkan
untuk menciptakan suasana informal.
4. Pelatihan Berbasis Web
Pelatihan berbasis web memiliki sejumlah nama. Pelatihan ini dapat disebut e-learning atau
pembelajaran berbasis internet, berbasis komputer, atau berbasis teknologi.
5. Job Shadowing Training
Job shadowing adalah metode penyampaian pelatihan yang menempatkan karyawan yang
sudah memiliki keterampilan dengan karyawan lain yang ingin mengembangkan
keterampilan tersebut.
6. Job Swapping Training Delivery (Pelatihan Pertukaran Kerja)
Pertukaran pekerjaan adalah metode pelatihan di mana dua karyawan sepakat untuk
berganti pekerjaan selama jangka waktu tertentu.
dengan metode penyampaian pelatihan ini, pelatihan lain diperlukan untuk memastikan
karyawan mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan keterampilan
pekerjaan baru.
7. International Assignment Training
Karena kita bekerja dalam ekonomi global, mungkin perlu memberikan pelatihan kepada
karyawan yang pindah ke luar negeri atau bekerja di luar negeri.
Evaluasi Pelatihan
Pengembangan Human Capital
(Career Development Programs and Succession Planning)
Aspek penting lainnya dari pelatihan adalah program pengembangan karier. Program
pengembangan karier adalah proses yang dikembangkan untuk membantu orang
mengelola karier mereka, mempelajari hal-hal baru, dan mengambil langkah-langkah
untuk meningkatkan diri secara pribadi dan profesional.
Mengapa Human Capital Management Penting Bagi Perusahaan?
Human capital management menitikberatkan pada pemahaman ‘memoderenisasi
tenaga kerja’. Salah satu tujuan paling utama adalah memastikan SDM berfungsi
sejalan dengan tujuan bisnis. Komitmen pemerintah dalam peningkatan human
capital, meliputi pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan kesetaraan gender
dalam beberapa kebijakan strategis. Pemerintah percaya bahwa masyarakat yang
teredukasi akan memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Dengan kata lain, kualitas
human capital terkoneksi dengan nilai ekonomi.
Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan SDM
terhadap Kinerja
Studi Kasus / Jurnal Penelitian
Strategi Pelatihan dan Pengembangan SDM Untuk Meningkatkan Daya
Saing Industri – Contoh Studi Kasus Taekwang
Peningkatan efisiensi produksi adalah salah satu kunci utama untuk menghadapi
perubahan dinamis dalam industri manufaktur dan itu bisa dicapai dengan
pengembangan kualitas tenaga kerja lewat pelatihan.
Hal itu juga disadari oleh Taekwang. Perusahaan manufaktur sepatu ini sangat
memperhatikan usaha pengembangan kemampuan karyawan mereka, terutama para
pekerja blue-collar di divisi produksi.
contoh studi kasus dimana solusi Ruangkerja bisa mengatasi tantangan pelatihan
dan pengembangan SDM Taekwang dalam meningkatkan daya saing industry
(Jefrry Thurana, 2023) :
Tantangan Yang Dihadapi
Taekwang memiliki 75.000 lebih karyawan, dimana 10% adalah baby
boomer, dan 90% lainnya merupakan generasi millenial dan gen Z.
Jumlah karyawan yang sangat besar itu terbagi-bagi dalam beberapa
shift kerja yang menyulitkan pengaturan jadwal pelatihan.
Selain itu, waktu kerja di bidang produksi seringkali berubah
mengikuti permintaan produksi disaat tertentu, sehingga karyawan sulit
mengikuti jadwal pelatihan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Yang terjadi adalah, jadwal pelatihan harus banyak diubah dan diundur
untuk menyesuaikan dengan waktu yang tersedia. Terkadang waktu
pelatihan ini bahkan harus menggunakan waktu lembur yang
mengakibatkan membengkaknya budget pelatihan.
Solusi Yang Ditawarkan Ruangkerja
Taekwang membutuhkan solusi pelatihan untuk bisa menghasilkan karyawan berkualitas tinggi
tanpa mengganggu aktivitas produksi dan tidak menimbulkan biaya tambahan.
Untuk memenuhi kebutuhan dan demografi Taekwang yang unik, LMS Ruangkerja
menawarkan solusi untuk pelatihan dan pengembangan yang fleksibel, diantaranya:
Pelatihan online yang mudah dibuat, di-deliver, dan di-track sehingga bisa
membantu karyawan untuk mengembangkan skill yang dibutuhkan sesuai dengan
peran mereka.
LMS yang user friendly, mudah dikembangkan, dan disesuaikan dengan
kebutuhan.
LMS dengan advanced analytics dan reporting dashboard yang bisa membantu
manager/HR untuk melacak kemajuan peserta didik dan mengevaluasi efektivitas
program pembelajaran mereka.
Desain LMS yang mobile-friendly dan mudah digunakan. Materi pelatihan bisa d
iakses kapan saja dan dari mana saja dengan menggunakan aplikasi mobile atau l
ewat web.
Dengan semua fitur tersebut, LMS Ruangkerja bisa memberikan pengalaman
belajar yang lebih nyaman.
Implementasi Pelatihan
Selama enam bulan berjalannya proses pelatihan online, ada 5113 karyawan yang terdaftar dan seluruhnya
(100%) terlibat secara aktif. Sementara itu, tingkat penyelesaian mencapai 93,1 % dengan jumlah total
assignment sebanyak 31.270.
Tingkat kepuasan pengguna (CSAT) sebesar 4,59/5 menunjukkan bahwa pengguna aplikasi LMS Ruangkerja
merasa bahwa platform ini bisa memenuhi kebutuhan mereka.
Selain itu, ada juga Net Promoter Score setinggi 74,74 yang menunjukkan bahwa para karyawan Taekwang
yang menggunakan LMS Ruangkerja sangat merekomendasikan penggunaan platform ini kepada rekan-rekan
mereka.
Salah satu faktor yang membantu tercapainya nilai-nilai yang di atas rata-rata industri ini adalah adanya
beberapa change management yang dilakukan selama implementasi pelatihan, yaitu:
1. Adanya sosialisasi user yang dilakukan secara berkala kepada para manajer/leader dari masing-masing
divisi. Hal ini memudahkan proses eskalasi informasi yang dibutuhkan oleh para peserta.
2. Ada juga laporan kemajuan yang disampaikan oleh tim Ruangkerja setiap minggunya. Hal ini dilakukan
untuk mempertahankan completion rate sehingga proses pembelajaran tetap berada dalam jalur yang
semestinya.
Hasil Yang Didapatkan
Jika dilihat dari sudut pandang pelatihan, tingkat antusiasme peserta sangat
tinggi dan ini memberikan hasil pelatihan yang memuaskan.
Sedangkan dari sisi pekerjaan juga terlihat peningkatan kinerja yang
signifikan. Selain meningkatnya pemahaman karyawan terhadap SOP
perusahaan, mereka juga menjadi lebih mengerti tentang alur produksi.
Semuanya ini bisa dicapai tanpa perlu mengganggu jadwal kerja karyawan. Ini
artinya, setelah menggunakan LMS Ruangkerja, perusahaan bisa mengurangi
biaya lembur yang harus dikeluarkan.
KESIMPULAN
Pelatihan dan Pengembangan SDM adalah upaya untuk meningkatkan kualitas
kehidupan kerja karyawan sehingga menghasilkan produk dan layanan dengan
kualitas setinggi mungkin dengan target yang telah direncanakan. Program ini
sangat erat kaitannya dengan upaya yang terstruktur, sistematis, bertujuan untuk
mencapai penguasaan keahlian (skill) dan kemampuan pada bidang kerja,
pengetahuan seputar bidang pekerjaan yang tengah digeluti oleh seorakaryawan,
dan softskills para pegawai dan karyawan.
Tujuan dari Pelatihan dan Pengembangan SDM adalah untuk memberikan
kesempatan kepada setiap karyawan dalam sebuah perusahaan untuk menemukan
dan mengeluarkan potensi yang ada pada diri dirinya yang mungkin masih
terpendam.
Credits: This presentation template was created by Slidesgo,
infographics & images by Freepik
Terima kasih !

PPT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM-1.pdf

  • 1.
    PELATIHAN DAN PENGEMBANGANSDM RIFKY ANUGERAH SENGKEY, S.M (24B02001) AULIA FITRI DARMAWAN, S.M (24B02003) PUPUT FIDELA SARI, S.M (24B02002) NUR ARINI YUSUF, S.Psi (24B11001) ALFIONITA CESARI YASMIN, S.M (24B11073) DOSEN MATAKULIAH Dr. Moh Hatta Alwi,S.E.,M.SI.
  • 2.
    LATAR BELAKANG PELATIHAN DANPENGEMBANGAN SDM Dalam pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan dan pengembangan (P&P) kerap menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Meski demikian, ada sebagian orang yang mengartikan P&P sebagai satu kesatuan yang sama, padahal sebenarnya keduanya memiliki perbedaan Pelatihan adalah proses untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan khusus kepada seseorang agar dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. pengembangan adalah proses jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam hal pekerjaan dan karir.
  • 3.
    PEMBAHASAN Konsep dan TujuanPelatihan dan Pengembangan SDM Tipe-Tipe Training Penilaian Kebutuhan Pelatihan (Training Need Assesment) Evaluasi Pelatihan Model/Metode Pelatihan Pengembangan Human Capital (Career Development Programs and Succession Planning) Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan SDM terhadap Kinerja Studi Kasus / Jurnal Penelitian
  • 4.
    Konsep dan TujuanPelatihan dan Pengembangan SDM Pelatihan dan pengembangan karyawan adalah proses membantu karyawan mengembangkan keterampilan (Skill), Organisasi, Pengetahuan (Knowledge), ability (kemampuan pribadi). Untuk pelatihan yang efektif bagi karyawan, ada empat langkah umum yang digunakan : 1. karyawan baru harus menjalani orientasi, 2. menerima pelatihan secara internal dibidang pekerjaannya. 3. karyawan harus diberi mentor, untuk meningkatkan rasa nyaman dengan tugas yang diberikan, dan 4. kemudian selanjutnya baru bisa mengikuti pelatihan secara eskternal.
  • 5.
    Tipe-Tipe Training 1. PelatihanTeknis dan Teknologi Pelatihan teknis adalah jenis pelatihan yang dimaksudkan untuk mengajarkan karyawan baru tentang aspek teknologi pekerjaan. 2. Pelatihan Berkualitas (Quality Training) Pelatihan kualitas mengacu pada pengenalan karyawan terhadap cara mencegah, memprodmendeteksi, dan menghilangkan barang yang tidak berkualitas, biasanya dalam organisasi yang uksi suatu produk . 3. Pelatihan Keterampilan (Skill Training) mencakup kecakapan yang dibutuhkan untuk benar-benar melakukan pekerjaan. Misalnya, asisten administrasi mungkin dilatih dalam cara menjawab telepon, sementara seorang tenaga penjualan di Best Buy mungkin dilatih dalam penilaian kebutuhan pelanggan dan cara menawarkan informasi kepada pelanggan untuk membuat keputusan pembelian. 4. Pelatihan Soft Skill mengacu pada ciri-ciri kepribadian, tata krama sosial, komunikasi, dan kebiasaan pribadi yang digunakan untuk menggambarkan hubungan dengan orang lain.
  • 6.
    5. Pelatihan Professionaldan Legal Pelatihan profesional adalah jenis pelatihan yang diperlukan untuk mengikuti perkembangan di bidang profesional seseorang. 6. Pelatihan Tim Kerja Kita dapat mendefinisikan pelatihan tim sebagai proses yang memberdayakan tim untuk meningkatkan pengambilan keputusan, pemecahan masalah, dan keterampilan pengembangan tim untuk mencapai hasil bisnis. 7. Pelatihan Manager Manager training adalah program pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan seseorang sebagai pemimpin dan manajer. Biasanya pelatihan managerial dilakukan ketika didalam sebuah perusahaan di identifikasi seorang manajer untuk melakukan promosi jabatan.
  • 7.
    Penilaian Kebutuhan Pelatihan (TrainingNeed Assesment) TNA adalah proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kebutuhan pelatihan karyawan dalam suatu organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
  • 8.
    Model/Metode Pelatihan 1. PelatihanPembinaan di Tempat Kerja (On the job) Pelatihan di tempat kerja merupakan salah satu cara untuk memfasilitasi pelatihan keterampilan karyawan. Pelatihan di tempat kerja mengacu pada orang yang disetujui (mentor/coach) yang melatih karyawan tentang keterampilan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. 2. Pelatihan Mentoring dan Coaching Mentoring adalah proses di mana karyawan dapat dilatih dan dikembangkan oleh orang yang berpengalaman. Biasanya, mentoring digunakan sebagai metode berkelanjutan untuk melatih dan mengembangkan karyawan. 3. Brown Bag Lunch Training Delivery Makan siang dengan bekal merupakan metode penyampaian pelatihan yang dimaksudkan untuk menciptakan suasana informal.
  • 9.
    4. Pelatihan BerbasisWeb Pelatihan berbasis web memiliki sejumlah nama. Pelatihan ini dapat disebut e-learning atau pembelajaran berbasis internet, berbasis komputer, atau berbasis teknologi. 5. Job Shadowing Training Job shadowing adalah metode penyampaian pelatihan yang menempatkan karyawan yang sudah memiliki keterampilan dengan karyawan lain yang ingin mengembangkan keterampilan tersebut. 6. Job Swapping Training Delivery (Pelatihan Pertukaran Kerja) Pertukaran pekerjaan adalah metode pelatihan di mana dua karyawan sepakat untuk berganti pekerjaan selama jangka waktu tertentu. dengan metode penyampaian pelatihan ini, pelatihan lain diperlukan untuk memastikan karyawan mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan keterampilan pekerjaan baru. 7. International Assignment Training Karena kita bekerja dalam ekonomi global, mungkin perlu memberikan pelatihan kepada karyawan yang pindah ke luar negeri atau bekerja di luar negeri.
  • 10.
  • 11.
    Pengembangan Human Capital (CareerDevelopment Programs and Succession Planning) Aspek penting lainnya dari pelatihan adalah program pengembangan karier. Program pengembangan karier adalah proses yang dikembangkan untuk membantu orang mengelola karier mereka, mempelajari hal-hal baru, dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan diri secara pribadi dan profesional. Mengapa Human Capital Management Penting Bagi Perusahaan? Human capital management menitikberatkan pada pemahaman ‘memoderenisasi tenaga kerja’. Salah satu tujuan paling utama adalah memastikan SDM berfungsi sejalan dengan tujuan bisnis. Komitmen pemerintah dalam peningkatan human capital, meliputi pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan kesetaraan gender dalam beberapa kebijakan strategis. Pemerintah percaya bahwa masyarakat yang teredukasi akan memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Dengan kata lain, kualitas human capital terkoneksi dengan nilai ekonomi.
  • 12.
    Pengaruh Pelatihan danPengembangan SDM terhadap Kinerja
  • 13.
    Studi Kasus /Jurnal Penelitian Strategi Pelatihan dan Pengembangan SDM Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri – Contoh Studi Kasus Taekwang Peningkatan efisiensi produksi adalah salah satu kunci utama untuk menghadapi perubahan dinamis dalam industri manufaktur dan itu bisa dicapai dengan pengembangan kualitas tenaga kerja lewat pelatihan. Hal itu juga disadari oleh Taekwang. Perusahaan manufaktur sepatu ini sangat memperhatikan usaha pengembangan kemampuan karyawan mereka, terutama para pekerja blue-collar di divisi produksi. contoh studi kasus dimana solusi Ruangkerja bisa mengatasi tantangan pelatihan dan pengembangan SDM Taekwang dalam meningkatkan daya saing industry (Jefrry Thurana, 2023) :
  • 14.
    Tantangan Yang Dihadapi Taekwangmemiliki 75.000 lebih karyawan, dimana 10% adalah baby boomer, dan 90% lainnya merupakan generasi millenial dan gen Z. Jumlah karyawan yang sangat besar itu terbagi-bagi dalam beberapa shift kerja yang menyulitkan pengaturan jadwal pelatihan. Selain itu, waktu kerja di bidang produksi seringkali berubah mengikuti permintaan produksi disaat tertentu, sehingga karyawan sulit mengikuti jadwal pelatihan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Yang terjadi adalah, jadwal pelatihan harus banyak diubah dan diundur untuk menyesuaikan dengan waktu yang tersedia. Terkadang waktu pelatihan ini bahkan harus menggunakan waktu lembur yang mengakibatkan membengkaknya budget pelatihan.
  • 15.
    Solusi Yang DitawarkanRuangkerja Taekwang membutuhkan solusi pelatihan untuk bisa menghasilkan karyawan berkualitas tinggi tanpa mengganggu aktivitas produksi dan tidak menimbulkan biaya tambahan. Untuk memenuhi kebutuhan dan demografi Taekwang yang unik, LMS Ruangkerja menawarkan solusi untuk pelatihan dan pengembangan yang fleksibel, diantaranya: Pelatihan online yang mudah dibuat, di-deliver, dan di-track sehingga bisa membantu karyawan untuk mengembangkan skill yang dibutuhkan sesuai dengan peran mereka. LMS yang user friendly, mudah dikembangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan. LMS dengan advanced analytics dan reporting dashboard yang bisa membantu manager/HR untuk melacak kemajuan peserta didik dan mengevaluasi efektivitas program pembelajaran mereka. Desain LMS yang mobile-friendly dan mudah digunakan. Materi pelatihan bisa d iakses kapan saja dan dari mana saja dengan menggunakan aplikasi mobile atau l ewat web. Dengan semua fitur tersebut, LMS Ruangkerja bisa memberikan pengalaman belajar yang lebih nyaman.
  • 16.
    Implementasi Pelatihan Selama enambulan berjalannya proses pelatihan online, ada 5113 karyawan yang terdaftar dan seluruhnya (100%) terlibat secara aktif. Sementara itu, tingkat penyelesaian mencapai 93,1 % dengan jumlah total assignment sebanyak 31.270. Tingkat kepuasan pengguna (CSAT) sebesar 4,59/5 menunjukkan bahwa pengguna aplikasi LMS Ruangkerja merasa bahwa platform ini bisa memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu, ada juga Net Promoter Score setinggi 74,74 yang menunjukkan bahwa para karyawan Taekwang yang menggunakan LMS Ruangkerja sangat merekomendasikan penggunaan platform ini kepada rekan-rekan mereka. Salah satu faktor yang membantu tercapainya nilai-nilai yang di atas rata-rata industri ini adalah adanya beberapa change management yang dilakukan selama implementasi pelatihan, yaitu: 1. Adanya sosialisasi user yang dilakukan secara berkala kepada para manajer/leader dari masing-masing divisi. Hal ini memudahkan proses eskalasi informasi yang dibutuhkan oleh para peserta. 2. Ada juga laporan kemajuan yang disampaikan oleh tim Ruangkerja setiap minggunya. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan completion rate sehingga proses pembelajaran tetap berada dalam jalur yang semestinya.
  • 17.
    Hasil Yang Didapatkan Jikadilihat dari sudut pandang pelatihan, tingkat antusiasme peserta sangat tinggi dan ini memberikan hasil pelatihan yang memuaskan. Sedangkan dari sisi pekerjaan juga terlihat peningkatan kinerja yang signifikan. Selain meningkatnya pemahaman karyawan terhadap SOP perusahaan, mereka juga menjadi lebih mengerti tentang alur produksi. Semuanya ini bisa dicapai tanpa perlu mengganggu jadwal kerja karyawan. Ini artinya, setelah menggunakan LMS Ruangkerja, perusahaan bisa mengurangi biaya lembur yang harus dikeluarkan.
  • 18.
    KESIMPULAN Pelatihan dan PengembanganSDM adalah upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan kerja karyawan sehingga menghasilkan produk dan layanan dengan kualitas setinggi mungkin dengan target yang telah direncanakan. Program ini sangat erat kaitannya dengan upaya yang terstruktur, sistematis, bertujuan untuk mencapai penguasaan keahlian (skill) dan kemampuan pada bidang kerja, pengetahuan seputar bidang pekerjaan yang tengah digeluti oleh seorakaryawan, dan softskills para pegawai dan karyawan. Tujuan dari Pelatihan dan Pengembangan SDM adalah untuk memberikan kesempatan kepada setiap karyawan dalam sebuah perusahaan untuk menemukan dan mengeluarkan potensi yang ada pada diri dirinya yang mungkin masih terpendam.
  • 19.
    Credits: This presentationtemplate was created by Slidesgo, infographics & images by Freepik Terima kasih !