KELOMPOK 5
• ANNISA HARYANTI
• FAJAR RAHMAN HAKIM
• M. INSAN KAMIL
• MUTIARA NAWANSARI
• WEMPHY YOSI
• ZAHRA RIZQYKA
• Hidrolisis berasal dari kata hidro, yaitu air, dan
lisis, yaitu penguraian. Jadi, hidrolisis adalah
suatu reaksi peruraian dalam air.
• Sedangkan hidrolisis garam adalah peruraian
garam menjadi ion positif dan ion negatifnya
yang terjadi dalam air. Hidrolisis garam pada
dasartnya merupakan reaksi asam basa
Bronsted-Lowry.
Dalam penguraian garam dapat terjadi beberapa
kemungkinan :
• Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+,
sehingga menyebabkan [H+] dalam air bertambah
mengakibatkan [H+] > [OH-] dan larutan bersifat asam
• Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion OH-,
sehingga menyebabkan [H+] < [OH-] dan larutan
bersifat basa
• Ion garam tidak bereaksi dengan air sehingga [H+]
dalam air akan tetap sama dengan [OH-] dan air akan
tetap netral (pH=7)
Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah
dan Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam lemah dan
basa kuat, jika dilarutkan dalam air akan
menghasilkan anion yang berasal dari asam
lemah yang akan bereaksi dengan air
menghasilkan OH- yang menyebabkan larutan
bersifat basa.
CH3COONa(aq) → CH3COO-
(aq)+Na+
(aq)
CH3COO-
(aq)+H2O ↔ CH3COOH(aq)+OH-
(aq)
Contoh:
Ket : Kh = kesetimbangan hidrolisis
Ka = ketetapan ionisasi asam
Kw = tetapan air (10-14)
[A-] = konsentrasi ion garam yang terhidrolisis
Garam dari asam lemah dan basa kuat
Kw
Kh =
Ka
[OH-] = Kw [A-]
Ka
Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan
Basa Lemah
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan
basa lemah jika dilarutkan dalam air akan
menghasilkan kation yang berasal dari basa
lemah yang akan bereaksi dengan air dan
menghasilkan H+ yang menyebabkan larutan
bersifat asam.
Contoh :
NH4Cl(aq) → NH4
+
(aq) + Cl-
NH4
+
(aq) + H2O(l) ↔ NH4OH(aq) + H+
(aq)
Ket : Kh = kesetimbangan hidrolisis
Ka = ketetapan ionisasi asam
Kw = tetapan air (10-14)
[A-] = konsentrasi ion garam yang terhidrolisis
Garam dari basa lemah dan asam kuat
[OH-] = Kw [B+]
Kb
Kw
Kh =
Kb
Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan
Basa Lemah
Garam yang terbentuk dari asam lemah dan
basa lemah jika dilarutkan dalam air, maka
keduanya akan bereaksi dengan air.
Contoh :
NH4CN(aq) → NH4
+
(aq) + CN-
NH4
+
(aq) +H2O(l) ↔ NH4OH(aq) + H+
(aq)
CN-
(aq) + H2O ↔ HCN(aq) + OH-
Oleh karena reaksi kedua ion garam tersebut
masing-masing menghasilkan ion H+ dan OH-,
maka sifat garam ditentukan oleh harga Ka dan K b
yang terbentuk. Jadi, garam yang berasal dari
asam lemah dan basa lemah akan terhidrolisis
total dan sifat larutan ditentukan oleh harga Ka
dan Kb masing-masing.
Jika Ka = Kb, bersifat netral
Jika Ka > Kb, bersifat asam (pH<7)
Jika Ka < Kb, bersifat basa (pH>7)
Ket : Kh = kesetimbangan hidrolisis
Ka = ketetapan ionisasi asam
Kw = tetapan air(10-14)
[A-] = konsentrasi ion garam yang terhidrolisis
Garam dari basa lemah dan asam
lemah
Kw
Kh =
Kb x Ka
[H+] = Ka x Kw
Kb
[OH-] = Kb x Kw
Ka
Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan
Basa Kuat
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan
basa kuat jika dilarutkan dalam air keduanya
tidak dapat bereaksi.
Contoh :
NaCl(aq) → Na+
(aq) + Cl-
(aq)
Rumus Tetapan Hidrolisis
• Kw= tetapan ionisasi air (10-14)
• Ka= tetapan ionisasi asam HA
• [A-]= konsentrasi ion garam yang terhidrolisis
CONTOH SOAL
Hitunglah pH larutan NaCN 0,01M jika diketahui
Ka HCN= 10-10
• NaCN Na+ + CN-
0,01 M 0,01M
Larutan NH4I mempunyai pH = 5,5. Jika Kh =
10⁻⁹ kadar garam dalam larutan adalah…
(Ar H=1; N=14; I=127)
NH4I NH4⁺+ I ⁻
NH4⁺ + H2O
NH4OH + H⁺
pH= 5,5 [H⁺]= 10⁻⁵’⁵
Kh = 10⁻⁹
Mr NH4I = 145
[H⁺] = 𝐾𝑎. 𝑀
10⁻⁵’⁵ = 10⁻⁹ . 𝑀
10⁻¹¹ = 10⁻⁹ .M
M = 10⁻¹¹ = 10 ⁻²
10⁻⁹
M= m
Mr
m = M.Mr = 10⁻². 145
= 1,45 g/L
Tentukan sifat larutan garam dibawah ini dan
tuliskan reaksi hidrolisisnya:
1. Na2CO3
2. Ca(NO3)2
3. KCN
4. CaCO3
Berapakah pH larutan Ca(CH3COO)2 0,1 M
Tulis reaksi hidrolisis (Ka Ca(CH3COO)2 = 10⁻⁵)
Hitunglah pH larutan yang merupakan
campuran dari 100mL CH3COOH 0,2M dan
100mL NaOH 0,2M, jika Ka CH3COOH= 10-5
250 mL larutan NH3 0,8 M dicampur dengan 250
mL larutan HCl 0,8 M (Kb = 10-5). Tentukan pOH
larutan yang terjadi!
250 mL NH3 0,8 M 200 mmol
200 mL HCl 0,8 M 200 mmol
HCl+ NH3 NH4Cl
A 200 200
R 200 200 200
S - - 200
NH4Cl = 200mmol = 200mol = 0,4
(250+250)ml 500 ml
[H+]=
10−14 x 0,4
10−5 = 4.10−10 pH= -log (2.10-5pOH = 14-(5-log2)
= 2.10-5 = 5 – log2 = 9 + log2
Jika 200 mL NH4OH 0,8 M direaksikan dengan
200 mL larutan HCl 0,8 M, Lb NH4OH = 10-5 ,pH
campuran setelah bereaksi adalah?
Sebanyak 250 mL CH3COOH 0,256 M dicampur
250 mL NaOH 0,256 M. Jika Ka CH3COOH = 1 x
10-5 , maka pH larutan setelah dicampur adalah?
Jika diketahui larutan CH3COONa 0,1 M dan Ka
CH3COOH = 10-5
Tentukan :
a. Reaksi hidrolisis garam tersebut
b. pH larutan garam tersebut

Hidrolisis

  • 2.
    KELOMPOK 5 • ANNISAHARYANTI • FAJAR RAHMAN HAKIM • M. INSAN KAMIL • MUTIARA NAWANSARI • WEMPHY YOSI • ZAHRA RIZQYKA
  • 3.
    • Hidrolisis berasaldari kata hidro, yaitu air, dan lisis, yaitu penguraian. Jadi, hidrolisis adalah suatu reaksi peruraian dalam air. • Sedangkan hidrolisis garam adalah peruraian garam menjadi ion positif dan ion negatifnya yang terjadi dalam air. Hidrolisis garam pada dasartnya merupakan reaksi asam basa Bronsted-Lowry.
  • 4.
    Dalam penguraian garamdapat terjadi beberapa kemungkinan : • Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion H+, sehingga menyebabkan [H+] dalam air bertambah mengakibatkan [H+] > [OH-] dan larutan bersifat asam • Ion garam bereaksi dengan air menghasilkan ion OH-, sehingga menyebabkan [H+] < [OH-] dan larutan bersifat basa • Ion garam tidak bereaksi dengan air sehingga [H+] dalam air akan tetap sama dengan [OH-] dan air akan tetap netral (pH=7)
  • 5.
    Garam yang Terbentukdari Asam Lemah dan Basa Kuat Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat, jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah yang akan bereaksi dengan air menghasilkan OH- yang menyebabkan larutan bersifat basa.
  • 6.
  • 7.
    Ket : Kh= kesetimbangan hidrolisis Ka = ketetapan ionisasi asam Kw = tetapan air (10-14) [A-] = konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Garam dari asam lemah dan basa kuat Kw Kh = Ka [OH-] = Kw [A-] Ka
  • 8.
    Garam yang Terbentukdari Asam Kuat dan Basa Lemah Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah yang akan bereaksi dengan air dan menghasilkan H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam.
  • 9.
    Contoh : NH4Cl(aq) →NH4 + (aq) + Cl- NH4 + (aq) + H2O(l) ↔ NH4OH(aq) + H+ (aq)
  • 10.
    Ket : Kh= kesetimbangan hidrolisis Ka = ketetapan ionisasi asam Kw = tetapan air (10-14) [A-] = konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Garam dari basa lemah dan asam kuat [OH-] = Kw [B+] Kb Kw Kh = Kb
  • 11.
    Garam yang Terbentukdari Asam Lemah dan Basa Lemah Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah jika dilarutkan dalam air, maka keduanya akan bereaksi dengan air.
  • 12.
    Contoh : NH4CN(aq) →NH4 + (aq) + CN- NH4 + (aq) +H2O(l) ↔ NH4OH(aq) + H+ (aq) CN- (aq) + H2O ↔ HCN(aq) + OH-
  • 13.
    Oleh karena reaksikedua ion garam tersebut masing-masing menghasilkan ion H+ dan OH-, maka sifat garam ditentukan oleh harga Ka dan K b yang terbentuk. Jadi, garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah akan terhidrolisis total dan sifat larutan ditentukan oleh harga Ka dan Kb masing-masing. Jika Ka = Kb, bersifat netral Jika Ka > Kb, bersifat asam (pH<7) Jika Ka < Kb, bersifat basa (pH>7)
  • 14.
    Ket : Kh= kesetimbangan hidrolisis Ka = ketetapan ionisasi asam Kw = tetapan air(10-14) [A-] = konsentrasi ion garam yang terhidrolisis Garam dari basa lemah dan asam lemah Kw Kh = Kb x Ka [H+] = Ka x Kw Kb [OH-] = Kb x Kw Ka
  • 15.
    Garam yang Terbentukdari Asam Kuat dan Basa Kuat Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat jika dilarutkan dalam air keduanya tidak dapat bereaksi.
  • 16.
    Contoh : NaCl(aq) →Na+ (aq) + Cl- (aq)
  • 17.
    Rumus Tetapan Hidrolisis •Kw= tetapan ionisasi air (10-14) • Ka= tetapan ionisasi asam HA • [A-]= konsentrasi ion garam yang terhidrolisis
  • 18.
    CONTOH SOAL Hitunglah pHlarutan NaCN 0,01M jika diketahui Ka HCN= 10-10
  • 19.
    • NaCN Na++ CN- 0,01 M 0,01M
  • 20.
    Larutan NH4I mempunyaipH = 5,5. Jika Kh = 10⁻⁹ kadar garam dalam larutan adalah… (Ar H=1; N=14; I=127)
  • 21.
    NH4I NH4⁺+ I⁻ NH4⁺ + H2O NH4OH + H⁺ pH= 5,5 [H⁺]= 10⁻⁵’⁵ Kh = 10⁻⁹ Mr NH4I = 145 [H⁺] = 𝐾𝑎. 𝑀 10⁻⁵’⁵ = 10⁻⁹ . 𝑀 10⁻¹¹ = 10⁻⁹ .M M = 10⁻¹¹ = 10 ⁻² 10⁻⁹ M= m Mr m = M.Mr = 10⁻². 145 = 1,45 g/L
  • 22.
    Tentukan sifat larutangaram dibawah ini dan tuliskan reaksi hidrolisisnya: 1. Na2CO3 2. Ca(NO3)2 3. KCN 4. CaCO3
  • 23.
    Berapakah pH larutanCa(CH3COO)2 0,1 M Tulis reaksi hidrolisis (Ka Ca(CH3COO)2 = 10⁻⁵)
  • 24.
    Hitunglah pH larutanyang merupakan campuran dari 100mL CH3COOH 0,2M dan 100mL NaOH 0,2M, jika Ka CH3COOH= 10-5
  • 25.
    250 mL larutanNH3 0,8 M dicampur dengan 250 mL larutan HCl 0,8 M (Kb = 10-5). Tentukan pOH larutan yang terjadi!
  • 26.
    250 mL NH30,8 M 200 mmol 200 mL HCl 0,8 M 200 mmol HCl+ NH3 NH4Cl A 200 200 R 200 200 200 S - - 200 NH4Cl = 200mmol = 200mol = 0,4 (250+250)ml 500 ml [H+]= 10−14 x 0,4 10−5 = 4.10−10 pH= -log (2.10-5pOH = 14-(5-log2) = 2.10-5 = 5 – log2 = 9 + log2
  • 27.
    Jika 200 mLNH4OH 0,8 M direaksikan dengan 200 mL larutan HCl 0,8 M, Lb NH4OH = 10-5 ,pH campuran setelah bereaksi adalah?
  • 29.
    Sebanyak 250 mLCH3COOH 0,256 M dicampur 250 mL NaOH 0,256 M. Jika Ka CH3COOH = 1 x 10-5 , maka pH larutan setelah dicampur adalah?
  • 30.
    Jika diketahui larutanCH3COONa 0,1 M dan Ka CH3COOH = 10-5 Tentukan : a. Reaksi hidrolisis garam tersebut b. pH larutan garam tersebut