DISIPLIN PEGAWAI
NEGERI SIPIL
Disampaikan oleh :
H. FAISAL ARIF NASUTION, S.Sos,
M.Si Kepala Badan Kepegawaian
Daerah
Provinsi Sumatera Utara
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
DASAR
HUKUM
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 94 TAHUN 2021
TENTANG
DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL
2
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
“Kesanggupan PNS untuk
menaati kewajiban dan
menghindari larangan yang
ditentukan dalam peraturan
perundang-undangan.”
DISIPLIN
PNS
3
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
4
PP 53 TAHUN 2010 PP 94 TAHUN 2021
Kewajiban 17 butir 17 butir
Larangan 15 butir 14 butir
Kewajiban dan
Larang
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
KEWAJIBAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL
1
2
3
Menjaga persatuan
dan kesatuan
bangsa.
Melaksanakan kebijakan
yang ditetapkan oleh
pejabat pemerintah yang
berwenang.
4
5
6
Menaati ketentuan
peraturan perundang-
undangan.
Melaksanakan tugas
kedinasan dengan
penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran,
dan tanggung jawab.
Menunjukkan integritas
dan keteladanan dalam
sikap, perilaku, ucapan,
dan tindakan ke setiap
orang, di dalam/luar
kedinasan.
Setia dan taat kepada
Pancasila, UUD1945,
NKRI, dan Pemerintah.
5
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
KEWAJIBAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL
7
8
9
Bersedia ditempatkan
di seluruh wilayah
NKRI.
Menghadiri dan
mengucapkan
sumpah/janji PNS.
1
0
1
1
1
2
Menghadiri dan
mengucapkan
sumpah/janji jabatan.
Mengutamakan
kepentingan negara
daripada kepentingan
pribadi, seseorang,
dan/atau golongan.
Melaporkan dengan
segera kepada atasannya
apabila ada hal yang
membahayakan
keamanan
negara/merugikan
keuangan negara.
Menyimpan rahasia
jabatan dan hanya
dapat
mengemukakan
rahasia jabatan
sesuai dengan
ketentuan peraturan
perundang-
undangan.
6
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
KEWAJIBAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL
1
3
1
4
1
5
Masuk kerja dan
menaati ketentuan jam
kerja.
Menggunakan dan
memelihara barang
milik negara dengan
sebaik- baiknya.
1
6
1
7
Memberikan kesempatan
kepada bawahan untuk
mengembangkan
kompetensi.
Menolak segala bentuk
pemberian yang berkaitan
dengan tugas dan fungsi
kecuali penghasilan
sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-
undangan.
Melaporkan harta
kekayaan kepada
pejabat yang berwenang
sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-
undangan.
7
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
LARANGAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL
Menyalahgunak
an wewenang
Bekerja pada
lembaga atau
organisasi
internasional tanpa
izin atau tanpa
ditugaskan oleh
Pejabat Pembina
Kepegawaian.
Menjadi pegawai atau
bekerja untuk negara
lain.
Menjadi perantara untuk
mendapatkan keuntungan
pribadi dan/atau orang lain
dengan menggunakan
kewenangan orang 8 lain yang
diduga terjadi konflik
kepentingan dengan jabatan.
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
LARANGAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL
Bekerja pada
perusahaan asing,
konsultan asing, atau
lemaga swadaya
masyarakat asing
kecuali ditugaskan oleh
Pejabat Pembina
Kepegawaian.
Melakukan pungutan
di luar ketentuan.
Memiliki, menjual,
membeli,
menggadaikan,
menyewakan , atau
meminjamkan barang
baik bergerak atau tidak
bergerak, dokumen,
atau surat berharga
milik negara secara
tidak sah.
Melakukan Kegiatan
yang merugikan
negara
9
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
LARANGAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL
Bertindak
sewenang-
wenang terhadap
bawahan.
Menerima hadiah
yang berhubungan
dengan jabatan
dan/atau pekerjaan.
Menghalangi
berjalannya tugas
kedinasan.
Meminta sesuatu
yang berhubungan
dengan jabatan.
10
Melakukan tindakan atau
tidak melakukan tindakan
yang dapat
mengakibatkan kerugian
bagi yang dilayani.
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
LARANGAN PEGAWAI NEGERI
SIPIL
7.
Memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, calon Kepala
Daerah/Wakil Kepala Daerah, calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat, calon
anggota Dewan Perwakilan Daerah, atau calon anggota Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah dengan cara :
1. Ikut kampanye;
2. Menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut
PNS;
3. Sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain;
4. Sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasillitas negara;
5. Membuat keputusan dan/atau tindakan menguntungkan atau merugikan
salah satu pasangan calon sebelum, selama, dan sesudah masa
kampanye;
6. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap
pasangan
calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa
kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian
barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga,
dan masyarakat; dan/atau Memberikan surat dukungan disertai fotokopi
Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk.
11
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
TINGKAT DAN JENIS
HUKUMAN SESUAI PP 53
TAHUN 2010
12
• Teguran lisan.
• Teguran tertulis.
• Pernyataan tidak puas
secara tertulis.
•
•
• Penundaan Kenaikan Gaji
Berkala selama 1 (satu) Tahun
Penundaan Kenaikan Pangkat
selama 1 (satu) Tahun
Penurunan Pangkat Setingkat
Lebih Rendah selama 1 (satu)
Tahun
Ringa
n
Sedan
g
Berat
• Penurunan jabatan setingkat
lebih rendah selama 12 bulan.
• Pembebasan dari jabatannya
menjadi jabatan pelaksana
selama 12 bulan.
• Pemberhentian dengan hormat
tidak atas permintaan sendiri
sebagai PNS.
TINGKAT DAN JENIS
HUKUMAN SESUAI PP 94
TAHUN 2021
• Teguran lisan.
• Teguran tertulis.
• Pernyataan tidak puas secara
tertulis.
•
•
Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%
selama 6 bulan.
Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%
selama 9
bulan
.
• Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%
selama 12 bulan.
•
•
• Penurunan Pangkat Setingkat
Lebih Rendah selama 3 (tiga)
Tahun
• Pemindahan dalam rangka
penurunan jabatan setingkat
lebih rendah
Pembebasan dari jabatannya
Pemberhentian dengan hormat
tidak atas permintaan sendiri
• Pemberhentian Tidak
Dengan Hormat Sebagai
PNS
TINGKAT DAN JENIS
HUKUMAN SESUAI PP 94
TAHUN 2021
13
•
•
•
Teguran lisan.
Teguran
tertulis.
Pernyataan tidak puas secara
tertulis.
•
•
Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%
selama 6 bulan.
• Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%
selama
9 bulan.
Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25%
selama 12 bulan.
Ringa
n
Sedan
g
Bera
t
•
•
•
Penurunan jabatan setingkat lebih rendah
selama 12 bulan.
Pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan
pelaksana selama 12 bulan.
Pemberhentian dengan hormat tidak atas
permintaan sendiri sebagai PNS.
14
15
No
Jenis Hukuman Disiplin
(Sesuai PP 94 Tahun
2021)
Tidak Masuk Bekerja
Tanpa Alasan Yang Sah
(Setahun)
1
Teguran lisan 3 hari
Teguran tertulis 4 – 6 hari
Pernyataan tidak puas secara tertulis 7 – 10 hari
2
pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 % (dua puluh lima persen) selama 6
(enam) bulan 11 – 13 hari
pemotongan tunjangan kineda sebesar 25 % (dua puluh lima persen)
selama 9 (sembilan) bulan 14 – 16 hari
pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 % (dua puluh lima persen) selama
12 (dua belas) bulan 17 – 20 hari
3
penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 (dua belas) bulan
21 – 24 hari
pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 (dua belas)
bulan 25 – 27 hari
pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendir
28 hari atau lebih
4
pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendir
10 hari terus menerus
DAMPAK HUKUMAN
DISIPLIN
16
RINGAN
Berdampak
negatif bagi
unit kerja
BERAT
Berdampak
negatif bagi
pemerintah/
negara
SEDANG
Berdampa
k negatif
bagi
instansi
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
Pejabat yang
Berwenang
Menghukum
17
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
18
Presiden
Pejabat Pembina Kepegawaian
Kepala Perwakilan Republik
Indonesia
Pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau pejabat
lain yang setara
Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau
pejabat lain yang setara
Pejabat Administrator atau pejabat lain yang
setara
Pejabat Pengawas atau pejabat lain yang
setara
PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN
(INSTANSI PUSAT DAN DAERAH
PROVINSI)
19
Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keterangan
Pejabat Pimpinan Tinggi
Madya di
lingkungannya
Hukuman disiplin ringan dan sedang.
Serta hukuman disiplin berat : penurunan
jabatan setingkat lebih rendah selama 12
bulan dan pembebasan dari jabatannya
menjadi jabatan pelaksana selama 12
bulan.
-
Pejabat Pimpinan Tinggi
Pratama di
lingkungannya
Hukuman disiplin sedang dan berat. -
Pejabat Fungsional jenjang Ahli Utama
Hukuman disiplin ringan dan sedang.
Serta hukuman disiplin berat : penurunan
jabatan setingkat lebih rendah selama 12
bulan dan pembebasan dari jabatannya
menjadi jabatan pelaksana selama 12
bulan.
-
Pejabat Administrator ke bawah
di lingkungannya
Hukuman disipllin berat.
-
Pejabat Fungsional selain Pejabat
Fungsional jenjang Ahli Utama di
lingkungannya
-
PEJABAT PIMPINAN TINGGI MADYA/PEJABAT
LAIN YANG SETARA DI LINGKUNGAN PUSAT DAN
PROVINSI
20
Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keterangan
PNS di lingkungannya yang
berada 1 tingkat di
bawahnya
Hukuman disiplin ringan. -
PNS di lingkungannya yang
berada 2 tingkat di
bawahnya
Hukuman disiplin sedang -
PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA/PEJABAT
LAIN YANG SETARA DI LINGKUNGAN PUSAT,
PROVINSI, DAN KABUPATEN/KOTA
21
Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keterangan
PNS di lingkungannya yang
berada 1 tingkat di
bawahnya
Hukuman disiplin ringan. -
PNS di lingkungannya yang
berada 2 tingkat di
bawahnya
Hukuman disiplin sedang -
Pejabat Fungsional
di
lingkungannya
Hukuman disiplin ringan dan sedang. -
PEJABAT ADMINISTRATOR/PEJABAT LAIN
YANG SETARA DI LINGKUNGAN PUSAT,
PROVINSI, DAN
KABUPATEN/KOT
A
22
Pejabat/Pegawai yang
Dihukum
Jenis
Hukuman
Keteranga
n
PNS di lingkungannya yang
berada 1 tingkat di
bawahnya
Hukuman disiplin
ringan. Apabila tidak terdapat jabatan
administrator pada unit kerja di
lingkungan pusat, provinsi, dan
kabupaten/kota, Pejabat
Fungsional jenjang Ahli Madya
tertentu dapat menjatuhkan
hukuman disiplin bagi PNS di
lingkungannya yang berada 1
tingkat di bawahnya untuk jenis
hukuman disiplin ringan. Hal ini
ditetapkan dengan keputusan
Pejabat Pembina Kepegawaian.
PNS di lingkungannya yang
berada 2 tingkat di
bawahnya
Hukuman disiplin
sedang
Pejabat Fungsional
di
lingkungannya
Hukuman disiplin ringan dan
sedang.
PEJABAT PENGAWAS/PEJABAT LAIN YANG
SETARA DI LINGKUNGAN PUSAT, PROVINSI, DAN
KABUPATEN/ KOTA
23
Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keterangan
PNS di lingkungannya yang
berada 1 tingkat di
bawahnya
Hukuman disiplin ringan.
Apabila tidak terdapat jabatan
pengawas pada unit kerja di
lingkungan pusat, provinsi, dan
kabupaten/kota, Pejabat
Fungsional jenjang Ahli Muda
tertentu dapat menjatuhkan
hukuman disiplin bagi PNS di
lingkungannya yang berada 1
tingkat di bawahnya untuk jenis
hukuman disiplin ringan. Hal ini
ditetapkan dengan keputusan
Pejabat Pembina Kepegawaian.
PNS di lingkungannya yang
berada 2 tingkat di
bawahnya
Hukuman disiplin ringan dan sedang.
Pejabat Fungsional
di
lingkungannya
Hukuman disiplin ringan.
Pasal
24
24
Pejabat yang Berwenang Menghukum wajib menjatuhkan Hukuman Disiplin
kepada PNS yang melakukan Pelanggaran Disiplin. Dan apabila Pejabat
yang Berwenang Menghukum tidak menjatuhkan Hukuman Disiplin kepada
PNS yang melakukan Pelanggaran Disiplin maka Pejabat yang Berwenang
Menghukum dijatuhi Hukuman Disiplin yang lebih berat dari PNS yang
melakukan pelanggaran tersebut.
Selanjutnya atasan dari Pejabat yang berwenang menghukum juga akan
menjatuhkan Hukuman Disiplin terhadap PNS yang melakukan Pelanggaran
Disiplin
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
TAHAPAN PEMERIKSAAN, PENJATUHAN,
DAN PENYAMPAIAN KEPUTUSAN
HUKUMAN
DISIPLIN
25
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
26
Dugaan
pelanggar
an disiplin
Pengumpulan
alat bukti
Pemanggil
an
Pemeriksaa
n
Tidak Terbukti Terbukti
Dijatuhi hukuman
disiplin
Tidak dijatuhi
hukuman
disiplin
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
TAHAPAN :
PEMANGGILAN
Pemanggilan dilakukan secara tertulis oleh atasan
langsung. Jarak waktu antara tanggal surat
panggilan dengan tanggal pemeriksaan paling
lambat 7 hari kerja.
Apabila pada tanggal yang ditentukan yang
bersangkutan tidak hadir, maka dilakukan
pemanggilan kedua paling lambat 7 hari kerja
setelah tanggal seharusnya yang bersangkutan
diperiksa pada pemanggilan pertama.
Apabila tidak hadir juga pada pemanggilan kedua,
maka Pejabat yang Berwenang Menghukum
menjatuhkan Hukuman Disiplin berdasarkan alat
bukti dan keterangan yang ada tanpa melakukan
pemeriksaan.
27
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
TAHAPAN :
PEMERIKSAAN
28
Atasan langsung wajib memeriksa PNS yang diduga melakukan
pelanggaran disiplin.
Hasilnya dituangkan dalam bentuk berita acara
pemeriksaan.
Kewenangan
penjatuhan
hukuman disiplin
Atasan
langsung
(Maka wajib menjatuhkan
hukuman disiplin)
Pejabat yang lebih
tinggi
(Maka atasan langsung wajib
melaporkan berita acara
pemeriksaan dan hasil
pemeriksaan secara hierarkis)
ď‚§ Berita Acara Pemeriksaan ditandatangani oleh pejabat
yang memeriksa dan PNS yang diperiksa.
ď‚§ Apabila PNS yang diperiksa tidak bersedia
menandatanganinya, maka Berita Acara
Pemeriksaan tetap dijadikan sebagai dasar untuk
menjatuhkan Hukuman Disiplin.
BERITA ACARA
PEMERIKSAAN
29
Pemeriksaan pelanggaran terhadap kewajiban dan/atau
larangan Hukuman Disiplin Sedang dan Berat dapat
dilakukan oleh Tim Pemeriksa.
Tim Pemeriksa dibentuk oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk, terdiri dari :
• Atasan langsung
• Unsur pengawasan
• Unsur kepegawaian
TIM
PEMERIKSA
30
PNS
terbukti
melakukan
beberapa
pelanggar
an disiplin
TAHAPAN : PENJATUHAN HUKUMAN
DISIPLIN
31
Hanya dapat dijatuhi 1 jenis Hukuman Disiplin yang
terberat setelah mempertimbangkan pelanggaran
yang dilakukan.
PNS yang
pernah
dijatuhi
Hukuman
Disiplin dan
melakukan
pelanggaran
yang sama
Dijatuhi jenis Hukuman Disiplin yang lelbih berat dari
Hukuman Disipllin terakhir yang pernah dijatuhkan
kepadanya.
Apabila PNS yang
akan dijatuhi
hukuman adalah
PNS yang
mendapatkan
penugasan khusus
dan
jenis hukuman yang
akan dijatuhkan
bukan merupakan
kewenangan
pimpinan instansi
atau Kepala
Perwakilan tempat
penugasan khusus
TAHAPAN : PENJATUHAN HUKUMAN
DISIPLIN
32
Maka pimpinan instansi atau Kepala Perwakilan
mengusulkan penjatuhan Hukuman Disiplin kepada
pimpinan instansi induk disertai berita acara
pemeriksaan.
PNS tidak dapat dijatuhi Hukuman Disiplin 2 kali atau lebih untuk 1 Pelanggaran
Disiplin.
HUKUMAN
DISIPLIN
33
Ditetapkan dengan
keputusan Pejabat
yang Berwenang
Menghukum.
Disampaikan kepada
PNS yang dijatuhi
Hukuman Disiplin,
paling lambat 14 hari
kerja sejak keputusan
ditetapkan.
Apabila PNS yang dijatuhi Hukuman Disiplin tidak hadir
pada saat penyampaian keputusan, maka keputusan
dikirim pada yang bersangkutan.
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
BERLAKUNYA HUKUMAN DISIPLIN
DAN PENDOKUMENTASIAN
KEPUTUSAN HUKUMAN DISIPLIN
34
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
Keputusan Hukuman Disiplin harus
didokumentasikan oleh pejabat pengelola
kepegawaian di instansi yang
bersangkutan. Digunakan sebagai salah
satu bahan penilaian dalam pembinaan
PNS yang bersangkutan.
Keputusan Hukuman Disiplin yang
diajukan Upaya Administratif berlaku
sesuai dengan keputusan upaya
administratifnya.
Keputusan Hukuman Disiplin berlaku pada
hari ke-15 sejak diterima.
35
i
CONTOH
KASUS
â—Ź
â—Ź
â—Ź
â—Ź
Viral Video Wanita Berseragam ASN Mabuk, Diduga saat
Pesta Ulang Tahun Kepala Dinas
Akan dikumpulkan bukti untuk dugaan tersebut
Kemudian PNS akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan
Jika dalam pemeriksaan tersebut PNS terbukti bersalah
maka PNS akan dijatuhi hukuman Disiplin sesuai dengan
Peraturan.
36
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA
“PNS SELALU DI AWASI DAN DI MONITOR
OLEH MASYARAKAT HATI-HATI DALAM
MELAKUKAN SUATU TINDAKAN DAN
PERBUATAN”
THANK
YOU
37
BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH PROVINSI
SUMATERA UTARA

Disiplin ASN .pptx

  • 1.
    DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL Disampaikanoleh : H. FAISAL ARIF NASUTION, S.Sos, M.Si Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Utara BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 2.
    DASAR HUKUM PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 94 TAHUN 2021 TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL 2 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 3.
    “Kesanggupan PNS untuk menaatikewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.” DISIPLIN PNS 3 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 4.
    4 PP 53 TAHUN2010 PP 94 TAHUN 2021 Kewajiban 17 butir 17 butir Larangan 15 butir 14 butir Kewajiban dan Larang BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 5.
    KEWAJIBAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1 2 3 Menjagapersatuan dan kesatuan bangsa. Melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pejabat pemerintah yang berwenang. 4 5 6 Menaati ketentuan peraturan perundang- undangan. Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab. Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan, dan tindakan ke setiap orang, di dalam/luar kedinasan. Setia dan taat kepada Pancasila, UUD1945, NKRI, dan Pemerintah. 5 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 6.
    KEWAJIBAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 7 8 9 Bersediaditempatkan di seluruh wilayah NKRI. Menghadiri dan mengucapkan sumpah/janji PNS. 1 0 1 1 1 2 Menghadiri dan mengucapkan sumpah/janji jabatan. Mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan/atau golongan. Melaporkan dengan segera kepada atasannya apabila ada hal yang membahayakan keamanan negara/merugikan keuangan negara. Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 6 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 7.
    KEWAJIBAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 1 3 1 4 1 5 Masukkerja dan menaati ketentuan jam kerja. Menggunakan dan memelihara barang milik negara dengan sebaik- baiknya. 1 6 1 7 Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengembangkan kompetensi. Menolak segala bentuk pemberian yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kecuali penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Melaporkan harta kekayaan kepada pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 7 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 8.
    LARANGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Menyalahgunak anwewenang Bekerja pada lembaga atau organisasi internasional tanpa izin atau tanpa ditugaskan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. Menjadi pegawai atau bekerja untuk negara lain. Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang 8 lain yang diduga terjadi konflik kepentingan dengan jabatan. BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 9.
    LARANGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Bekerjapada perusahaan asing, konsultan asing, atau lemaga swadaya masyarakat asing kecuali ditugaskan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. Melakukan pungutan di luar ketentuan. Memiliki, menjual, membeli, menggadaikan, menyewakan , atau meminjamkan barang baik bergerak atau tidak bergerak, dokumen, atau surat berharga milik negara secara tidak sah. Melakukan Kegiatan yang merugikan negara 9 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 10.
    LARANGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Bertindak sewenang- wenangterhadap bawahan. Menerima hadiah yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaan. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. Meminta sesuatu yang berhubungan dengan jabatan. 10 Melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani. BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 11.
    LARANGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL 7. Memberikandukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden, calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah, atau calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan cara : 1. Ikut kampanye; 2. Menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS; 3. Sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain; 4. Sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasillitas negara; 5. Membuat keputusan dan/atau tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye; 6. Mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat; dan/atau Memberikan surat dukungan disertai fotokopi Kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Tanda Penduduk. 11 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 12.
    TINGKAT DAN JENIS HUKUMANSESUAI PP 53 TAHUN 2010 12 • Teguran lisan. • Teguran tertulis. • Pernyataan tidak puas secara tertulis. • • • Penundaan Kenaikan Gaji Berkala selama 1 (satu) Tahun Penundaan Kenaikan Pangkat selama 1 (satu) Tahun Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah selama 1 (satu) Tahun Ringa n Sedan g Berat • Penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan. • Pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan. • Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS. TINGKAT DAN JENIS HUKUMAN SESUAI PP 94 TAHUN 2021 • Teguran lisan. • Teguran tertulis. • Pernyataan tidak puas secara tertulis. • • Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25% selama 6 bulan. Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25% selama 9 bulan . • Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25% selama 12 bulan. • • • Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah selama 3 (tiga) Tahun • Pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah Pembebasan dari jabatannya Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri • Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Sebagai PNS
  • 13.
    TINGKAT DAN JENIS HUKUMANSESUAI PP 94 TAHUN 2021 13 • • • Teguran lisan. Teguran tertulis. Pernyataan tidak puas secara tertulis. • • Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25% selama 6 bulan. • Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25% selama 9 bulan. Pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25% selama 12 bulan. Ringa n Sedan g Bera t • • • Penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan. Pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.
  • 14.
  • 15.
    15 No Jenis Hukuman Disiplin (SesuaiPP 94 Tahun 2021) Tidak Masuk Bekerja Tanpa Alasan Yang Sah (Setahun) 1 Teguran lisan 3 hari Teguran tertulis 4 – 6 hari Pernyataan tidak puas secara tertulis 7 – 10 hari 2 pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 % (dua puluh lima persen) selama 6 (enam) bulan 11 – 13 hari pemotongan tunjangan kineda sebesar 25 % (dua puluh lima persen) selama 9 (sembilan) bulan 14 – 16 hari pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 % (dua puluh lima persen) selama 12 (dua belas) bulan 17 – 20 hari 3 penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 (dua belas) bulan 21 – 24 hari pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 (dua belas) bulan 25 – 27 hari pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendir 28 hari atau lebih 4 pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendir 10 hari terus menerus
  • 16.
    DAMPAK HUKUMAN DISIPLIN 16 RINGAN Berdampak negatif bagi unitkerja BERAT Berdampak negatif bagi pemerintah/ negara SEDANG Berdampa k negatif bagi instansi BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 17.
  • 18.
    18 Presiden Pejabat Pembina Kepegawaian KepalaPerwakilan Republik Indonesia Pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau pejabat lain yang setara Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau pejabat lain yang setara Pejabat Administrator atau pejabat lain yang setara Pejabat Pengawas atau pejabat lain yang setara
  • 19.
    PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN (INSTANSIPUSAT DAN DAERAH PROVINSI) 19 Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keterangan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungannya Hukuman disiplin ringan dan sedang. Serta hukuman disiplin berat : penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan dan pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan. - Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungannya Hukuman disiplin sedang dan berat. - Pejabat Fungsional jenjang Ahli Utama Hukuman disiplin ringan dan sedang. Serta hukuman disiplin berat : penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan dan pembebasan dari jabatannya menjadi jabatan pelaksana selama 12 bulan. - Pejabat Administrator ke bawah di lingkungannya Hukuman disipllin berat. - Pejabat Fungsional selain Pejabat Fungsional jenjang Ahli Utama di lingkungannya -
  • 20.
    PEJABAT PIMPINAN TINGGIMADYA/PEJABAT LAIN YANG SETARA DI LINGKUNGAN PUSAT DAN PROVINSI 20 Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keterangan PNS di lingkungannya yang berada 1 tingkat di bawahnya Hukuman disiplin ringan. - PNS di lingkungannya yang berada 2 tingkat di bawahnya Hukuman disiplin sedang -
  • 21.
    PEJABAT PIMPINAN TINGGIPRATAMA/PEJABAT LAIN YANG SETARA DI LINGKUNGAN PUSAT, PROVINSI, DAN KABUPATEN/KOTA 21 Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keterangan PNS di lingkungannya yang berada 1 tingkat di bawahnya Hukuman disiplin ringan. - PNS di lingkungannya yang berada 2 tingkat di bawahnya Hukuman disiplin sedang - Pejabat Fungsional di lingkungannya Hukuman disiplin ringan dan sedang. -
  • 22.
    PEJABAT ADMINISTRATOR/PEJABAT LAIN YANGSETARA DI LINGKUNGAN PUSAT, PROVINSI, DAN KABUPATEN/KOT A 22 Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keteranga n PNS di lingkungannya yang berada 1 tingkat di bawahnya Hukuman disiplin ringan. Apabila tidak terdapat jabatan administrator pada unit kerja di lingkungan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, Pejabat Fungsional jenjang Ahli Madya tertentu dapat menjatuhkan hukuman disiplin bagi PNS di lingkungannya yang berada 1 tingkat di bawahnya untuk jenis hukuman disiplin ringan. Hal ini ditetapkan dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian. PNS di lingkungannya yang berada 2 tingkat di bawahnya Hukuman disiplin sedang Pejabat Fungsional di lingkungannya Hukuman disiplin ringan dan sedang.
  • 23.
    PEJABAT PENGAWAS/PEJABAT LAINYANG SETARA DI LINGKUNGAN PUSAT, PROVINSI, DAN KABUPATEN/ KOTA 23 Pejabat/Pegawai yang Dihukum Jenis Hukuman Keterangan PNS di lingkungannya yang berada 1 tingkat di bawahnya Hukuman disiplin ringan. Apabila tidak terdapat jabatan pengawas pada unit kerja di lingkungan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, Pejabat Fungsional jenjang Ahli Muda tertentu dapat menjatuhkan hukuman disiplin bagi PNS di lingkungannya yang berada 1 tingkat di bawahnya untuk jenis hukuman disiplin ringan. Hal ini ditetapkan dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian. PNS di lingkungannya yang berada 2 tingkat di bawahnya Hukuman disiplin ringan dan sedang. Pejabat Fungsional di lingkungannya Hukuman disiplin ringan.
  • 24.
    Pasal 24 24 Pejabat yang BerwenangMenghukum wajib menjatuhkan Hukuman Disiplin kepada PNS yang melakukan Pelanggaran Disiplin. Dan apabila Pejabat yang Berwenang Menghukum tidak menjatuhkan Hukuman Disiplin kepada PNS yang melakukan Pelanggaran Disiplin maka Pejabat yang Berwenang Menghukum dijatuhi Hukuman Disiplin yang lebih berat dari PNS yang melakukan pelanggaran tersebut. Selanjutnya atasan dari Pejabat yang berwenang menghukum juga akan menjatuhkan Hukuman Disiplin terhadap PNS yang melakukan Pelanggaran Disiplin BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 25.
    TAHAPAN PEMERIKSAAN, PENJATUHAN, DANPENYAMPAIAN KEPUTUSAN HUKUMAN DISIPLIN 25 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 26.
    26 Dugaan pelanggar an disiplin Pengumpulan alat bukti Pemanggil an Pemeriksaa n TidakTerbukti Terbukti Dijatuhi hukuman disiplin Tidak dijatuhi hukuman disiplin BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 27.
    TAHAPAN : PEMANGGILAN Pemanggilan dilakukansecara tertulis oleh atasan langsung. Jarak waktu antara tanggal surat panggilan dengan tanggal pemeriksaan paling lambat 7 hari kerja. Apabila pada tanggal yang ditentukan yang bersangkutan tidak hadir, maka dilakukan pemanggilan kedua paling lambat 7 hari kerja setelah tanggal seharusnya yang bersangkutan diperiksa pada pemanggilan pertama. Apabila tidak hadir juga pada pemanggilan kedua, maka Pejabat yang Berwenang Menghukum menjatuhkan Hukuman Disiplin berdasarkan alat bukti dan keterangan yang ada tanpa melakukan pemeriksaan. 27 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 28.
    TAHAPAN : PEMERIKSAAN 28 Atasan langsungwajib memeriksa PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Hasilnya dituangkan dalam bentuk berita acara pemeriksaan. Kewenangan penjatuhan hukuman disiplin Atasan langsung (Maka wajib menjatuhkan hukuman disiplin) Pejabat yang lebih tinggi (Maka atasan langsung wajib melaporkan berita acara pemeriksaan dan hasil pemeriksaan secara hierarkis)
  • 29.
    ď‚§ Berita AcaraPemeriksaan ditandatangani oleh pejabat yang memeriksa dan PNS yang diperiksa. ď‚§ Apabila PNS yang diperiksa tidak bersedia menandatanganinya, maka Berita Acara Pemeriksaan tetap dijadikan sebagai dasar untuk menjatuhkan Hukuman Disiplin. BERITA ACARA PEMERIKSAAN 29
  • 30.
    Pemeriksaan pelanggaran terhadapkewajiban dan/atau larangan Hukuman Disiplin Sedang dan Berat dapat dilakukan oleh Tim Pemeriksa. Tim Pemeriksa dibentuk oleh Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain yang ditunjuk, terdiri dari : • Atasan langsung • Unsur pengawasan • Unsur kepegawaian TIM PEMERIKSA 30
  • 31.
    PNS terbukti melakukan beberapa pelanggar an disiplin TAHAPAN :PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN 31 Hanya dapat dijatuhi 1 jenis Hukuman Disiplin yang terberat setelah mempertimbangkan pelanggaran yang dilakukan. PNS yang pernah dijatuhi Hukuman Disiplin dan melakukan pelanggaran yang sama Dijatuhi jenis Hukuman Disiplin yang lelbih berat dari Hukuman Disipllin terakhir yang pernah dijatuhkan kepadanya.
  • 32.
    Apabila PNS yang akandijatuhi hukuman adalah PNS yang mendapatkan penugasan khusus dan jenis hukuman yang akan dijatuhkan bukan merupakan kewenangan pimpinan instansi atau Kepala Perwakilan tempat penugasan khusus TAHAPAN : PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN 32 Maka pimpinan instansi atau Kepala Perwakilan mengusulkan penjatuhan Hukuman Disiplin kepada pimpinan instansi induk disertai berita acara pemeriksaan. PNS tidak dapat dijatuhi Hukuman Disiplin 2 kali atau lebih untuk 1 Pelanggaran Disiplin.
  • 33.
    HUKUMAN DISIPLIN 33 Ditetapkan dengan keputusan Pejabat yangBerwenang Menghukum. Disampaikan kepada PNS yang dijatuhi Hukuman Disiplin, paling lambat 14 hari kerja sejak keputusan ditetapkan. Apabila PNS yang dijatuhi Hukuman Disiplin tidak hadir pada saat penyampaian keputusan, maka keputusan dikirim pada yang bersangkutan. BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 34.
    BERLAKUNYA HUKUMAN DISIPLIN DANPENDOKUMENTASIAN KEPUTUSAN HUKUMAN DISIPLIN 34 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  • 35.
    Keputusan Hukuman Disiplinharus didokumentasikan oleh pejabat pengelola kepegawaian di instansi yang bersangkutan. Digunakan sebagai salah satu bahan penilaian dalam pembinaan PNS yang bersangkutan. Keputusan Hukuman Disiplin yang diajukan Upaya Administratif berlaku sesuai dengan keputusan upaya administratifnya. Keputusan Hukuman Disiplin berlaku pada hari ke-15 sejak diterima. 35 i
  • 36.
    CONTOH KASUS ● ● ● ● Viral Video WanitaBerseragam ASN Mabuk, Diduga saat Pesta Ulang Tahun Kepala Dinas Akan dikumpulkan bukti untuk dugaan tersebut Kemudian PNS akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan Jika dalam pemeriksaan tersebut PNS terbukti bersalah maka PNS akan dijatuhi hukuman Disiplin sesuai dengan Peraturan. 36 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA “PNS SELALU DI AWASI DAN DI MONITOR OLEH MASYARAKAT HATI-HATI DALAM MELAKUKAN SUATU TINDAKAN DAN PERBUATAN”
  • 37.