11
Kuliah
Budaya dan Nilai Perusahaan
Understanding	the	Theory	&	Design	
of	Organizations
Eleventh	Edition
Richard	L.	Daft
Bahan setelah UTS
1. Budaya Organisasi	dan	Nilai/etik [1,bab	9],	[2,bab	3]
2. Perubahan dan	Inovasi Organisasi	[1,bab	10]	[2,bab	
13]
3. Proses	Pengendalian dan	Informasi [1,bab	11],	[2,	
bab 10,	bab 18]
4. Dimensi Kontekstual - Ukuran,	dan	Siklus Hidup
Organisasi	(1	bab 12)
5. Dimensi Kontekstual - Teknologi tempat kerja dan	
perancangan (2	bab 13)
6. Pesentasi Tugas
7. Seminar
2
Tujuan Pembelajaran
• Mengetahui sifat budaya organisasi dan
manifestasinya
• menggambarkan empat jenis budaya organisasi
• menjelaskan hubungan antara budaya dan kinerja
• menggambarkan sumber nilai-nilai dan prinsip-
prinsip etika
• mendefinisikan tanggung jawab sosial
• menjelaskan bagaimana manajer membentuk
budaya organisasi dan nilai-nilai etika
3
Apakah Budaya?
• Nilai-nilai,	norma,	pedoman keyakinan,	dan
pemahaman yang	dibagi oleh anggota organisasi
- Diajarkan kepada anggota baru sebagai cara
yang	benar untuk berpikir,	merasa dan
berperilaku
• Budaya organisasi yang	ada di	dua tingkatan:
- simbol yang	dapat diamati (observable	symbols)
- nilai yang	mendasari (underlying	values)
4
Budaya Organisasi
• Sistem	bersama	yang	bermakna	dan	keyakinan	
umum	yang	dipegang	oleh	anggota	organisasi	
yang	menentukan,	berderajat	tinggi,	bagaimana	
mereka	bertindak	terhadap	satu	sama	lain.
-” Cara	kita	melakukan	hal-hal	di	sekitar	sini”
• Nilai-nilai,	simbol,	ritual,	mitos,	dan praktek
• Implikasi:
§ Budaya adalah suatu persepsi.	
§ Budaya berbagi.	
§ Budaya deskriptif.		
5
Tingkatan Budaya
Organisasi/Perusahaan
6
Pentingnya Dan	Kegunaan Budaya
• Memberikan rasa	(sense)	identitas organisasi
2	Fungsi kritis pada organisasi:
1. Untuk mengintegrasikan anggota sehingga mereka
tahu bagaimana berhubungan satu sama lain
2. Membantu organisasi untuk beradaptasi dengan
lingkungan luar
Integrasi internal:	identitas kolektif dan tahu bagaimana
bekerja bersama
Adaptasi eksternal:	Bagaimana organisasi memenuhi
tujuan dan berurusan dengan pihak luar
7
8
Aspek yang	bisa diamati dari
Budaya Organisasi
Dimensi Budaya Organisasi (Robbins)
9
Sumber Budaya Organisasi
§ Pendiri/Pemilik Perusahaan
- visi dan misi
§ Praktek lama	organisasi
- Hal-hal yang	telah dilakukan
§ Perilaku manajemen puncak
ØKelanjutan dari budaya organisasi
- Rekrut karyawan disukai yang	“fit”	(pas)
- Sosialisasi pada pekerja baru untuk membantu
mereka beradaptasi dengan budaya tersebut.
10
11
Organizational	Chart	for	Nordstrom
Nordstrom’s	structure	reflects	the	emphasis	the	department	store	chain	puts	on	empowering	
and	supporting	lower-level	employees.
Perancangan Organisasi dan
Budaya
Manajer ingin
budaya
perusahaan yang	
memperkuat
strategi dan
desain struktur
organisasi perlu
menjadi efektif
dalam lingkungan.
12
• Budaya Adaptabilitas/kewirausahaan (Adaptability/	
Entrepreneurial	)
Fokus strategis pada lingkungan eksternal melalui fleksibilitas
dan perubahan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan;	
perusahaan aktif menciptakan perubahan.	Mendukung
kemampuan untuk mendeteksi,	menafsirkan,	dan
menerjemahkan sinyal dari lingkungan ke dalam perilaku
baru.	Inovasi dan pengambilan risiko dihargai.					
Contoh:	perusahaan berbasis Internet,	pemasaran,	elektronik,	
dan industri kosmetik
• Budaya Misi (Mission)	
Menempatkan terutama pada pentingnya visi yang	jelas dan
tentang tujuan organisasi,	dan tepat bagi organisasi-organisasi
yang	peduli dengan pelayanan pelanggan tertentu di	
lingkungan eksternal,	tetapi tanpa memerlukan perubahan
yang	cepat.	Kunci nilai:	profesionalisme,	ambisi dan
agresivitas.	Bonus	dan promosi didasarkan pada kinerja.
13
• Budaya Kekeluargaan (Clan)
Fokus utama pada keterlibatan dan partisipasi
organisasi anggota dan cepat berubah harapan
dari lingkungan eksternal.	Merawat karyawan dan
memastikan kebutuhan,	puas dan produktif.	
Contoh:	SAS	Institute
• Budaya Birokratik (Bureaucratic)
Memiliki	fokus	internal	dan	orientasi	yang	
konsisten untuk	lingkungan	yang	stabil.	Terdapat	
konsistensi	tingkat	tinggi,	kesesuaian	dan	
kolaborasi	antara	anggota.	Order	(perintah),	
disiplin	dan	mengontrol.
Contoh:	Pacific	Edge	Software
14
Kekuatan Budaya dan Sub	Budaya
Organisasi
• Kekuatan budaya adalah:	tingkat kesepakatan
antara anggota organisasi tentang nilai-nilai
tertentu
• Subkultur mencerminkan masalah umum,	
tujuan,	dan pengalaman tim,	atau
Departemen
• Departemen yang	berbeda bisa memiliki
norma sendiri
15
Budaya yang	Kuat
• Budaya yang kuat
– Adalah budaya di mana nilai-nilai kunci dipegang sangat
mendalam dan luas.
– Suatu pengaruh yang kuat pada anggota organisasi.
• Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan budaya
– Ukuran Organisasi
– Umur Organisasi
– Tingkat keluar masuk karyawan
– Kekuatan budaya asli
– Kejelasan nilai dan kepercayaan budaya
16
17
Budaya Organisasi Yang	Kuat Versus	Lemah
18
Budaya,	Pembelajaran,	dan Kinerja
Organisasi
• Budaya penting untuk pembelajaran dan	
inovasi selama masa	menantang
• Budaya adaptif yang	kuat sering memasukkan
nilai berikut:
1. Keseluruhan	lebih	penting	daripada	bagian
2. Kesetaraan dan kepercayaan adalah nilai-nilai
utama
3. Budaya mendorong pengambilan risiko,	
perubahan dan perbaikan
Budaya Konstruktif Versus	Non-
konstruktif
19
20
Bagaimana karyawan belajar
budaya
• Cerita
- Narasi peristiwa penting atau tindakan orang	yang	menyampaikan
semangat organisasi
• Ritual
– urutan kegiatan berulang-ulang yang	mengekspresikan dan
memperkuat nilai-nilai organisasi
• Simbol-simbol bahan/material
- Aset	fisik	yang	membedakan	organisasi
• Bahasa
– Akronim dan jargon	istilah,	frasa,	dan arti kata	yang	khusus untuk
organisasi
Bagaimana Budaya Mempengaruhi
Manajer
• Hambatan-hambatan kultural pada Manajer
- Apapun tindakan manajer organisasi mewakili
mengenai tepat atau tidak tepat
- Apa	pun	kegiatan	organisasi,	organisasi	
menghargai		dan	mendorong
– Keseluruhan	kekuatan	atau	kelemahan	budaya	
organisasi
– Aturan	sederhana	agar	semakin	maju	dalam	organisasi:
– Cari	tahu	apa	imbalan	organisasi	dan	lakukan	hal-hal itu
21
22
Bagaimana budaya organisasi ditetapkan dan
dipertahankan
23
Keputusan manajerial yang	dipengaruhi oleh budaya
• Perencanaan
Derajat resiko yang direncanakan harus berisi
• Apakah rencana dikembangkan secara individu atau tim
• Tingkat pemindaian lingkungan di mana manajemen akan
terlibat
• Pengaturan (organizing)
• Mengatur berapa banyak otonomi harus dirancang ke
dalam pekerjaan karyawan
• Apakah tugas yang harus dilakukan oleh individu atau
dalam tim
• Tingkat dimana manajer departemen berinteraksi satu
sama lain
Keputusan manajerial yang	dipengaruhi oleh budaya
• Pemimpinan (Leading)
• Tingkat perhatian manajer berkenaan dengan meningkatnya
kepuasan kerja karyawan
• Gaya kepemimpinan apa tepat
• Apakah semua perselisihan — bahkan konstruktif — harus
dihilangkan
• Pengendalian (Controlling)
• Apa yang digunakan untuk memaksakan kontrol eksternal
atau untuk memungkinkan karyawan untuk mengendalikan
tindakan mereka sendiri
• Apa kriteria yang harus ditekankan di dalam evaluasi kinerja
karyawan
• Dampak apa akan terjadi jika seseorang melebihi anggaran
24
Isu-isu Budaya Organisasi
Menciptakan budaya resposif terhadap pelanggan
• Mempekerjakan karyawan yang	tepat (orang	dengan minat yang	
kuat dalam melayani pelanggan)	
• Memiliki beberapa aturan kaku,	prosedur dan peraturan
• Menggunakan pemberdayaan (empowerment) karyawan yang	luas
• Memiliki keterampilan mendengarkan yang	baik dalam
berhubungan dengan pesan pelanggan
• memberikan kejelasan peran kepada karyawan untuk mengurangi
ambiguitas dan konflik dan meningkatkan kepuasan kerja
• memiliki nurani,	peduli karyawan bersedia untuk mengambil
inisiatif
25
Saran	Untuk Manajer:	Menciptakan Budaya Lebih
Responsif Terhadap Pelanggan
• Menyewa orang	untuk jasa kontak dengan kepribadian dan sikap-sikap yang	
konsisten dengan layanan pelanggan-ramah,	antusiasme,	perhatian,	
kesabaran,	kekhawatiran tentang orang	lain,	dan ahli mendengarkan.	
• Melatih orang	untuk layanan pelanggan terus-menerus dengan berfokus pada
meningkatkan pengetahuan produk,	mendengarkan aktif,	menampilkan
kesabaran,	dan menampilkan emosi.	
• Mensosialisasikan pada orang	jasa kontak yang	baru mengenai tujuan dan
nilai-nilai organisasi.
• Desain pekerjaan layanan sehingga karyawan memiliki lebih banyak kontrol
yang	diperlukan untuk memuaskan pelanggan.	
• Memberdayakan karyawan kontak layanan dengan kebijaksanaan untuk
membuat keputusan sehari-hari pada kegiatan yang	berhubungan dengan
pekerjaan.	
• Sebagai pemimpin,	menyampaikan visi berfokus pada pelanggan dan
ditunjukkan melalui keputusan dan tindakan berkomitmen untuk pelangga
26
27
Nilai-nilai Etika Dan	Tanggung Jawab Sosial
Etika
– Etika merujuk pada kode prinsip-prinsip moral	dan
nilai-nilai yang	mengatur perilaku pengguna atau
grup mengenai apakah benar atau salah
Etika Manajerial
– Keputusan etis yang	jauh melampaui perilaku
diatur oleh hukum
– etika manajerial membimbing keputusan dan
perilaku Manajer
©2013 Cengage Learning. All Rights Reserved. May not be scanned, copied or duplicated, or posted to a publicly accessible website, in whole or in part.
28
Sumber Dari	Prinsip-prinsip Etika
Dan	Tindakan Individu
29
Hubungan	Antara	Aturan	Hukum	
Dan	Standar	Etika
Corporate	Social	Responsibility	
(CSR)=Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
• Apakah membayar itu untuk menjadi baik?	
• Perluasan ide	etika manajemen manajerial
• Kewajiban manajemen untuk membuat pilihan
dan mengambil tindakan yang	berdampak positif
terhadap stakeholder
• Peningkatan tanggung jawab sosial
• Pelanggan dan masyarakat yang	membayar lebih
memperhatikan apa yang	organisasi lakukan
• Tanggung jawab sosial dapat meningkatkan
reputasi perusahaan
30
31
Bagaimana Manajer Membentuk
Budaya Dan	Etika
• Kepemimpinan Berdasarkan Nilai
• Struktur dan Sistem Formal	
– Struktur
– Mekanisme pengungkapan
– Kode Etik
– Program	Pelatihan
• Manajer	memainkan	peranan	penting	dalam	
memberikan	kepemimpinan	dan	contoh	
perilaku	beretika
32
Karakteristik pemimpin berbasis
nilai-nilai
33
Budaya Perusahaan	Dan	Etika Dalam
Sebuah Lingkungan Global
• Lingkungan global	menyajikan tantangan etis sulit
• Negara	memiliki sikap dan keyakinan bervariasi
• Komponen yang	menjadi ciri budaya global:
– Multikultural daripada Nilai Nasional
– Mendasari status	pada merit	(penghargaan)	daripada
kewarganegaraan
• Manajer harus berpikir secara luas tentang etika
• Audit		Sosial mengukur dan melaporkan etika,	
dampak sosial dan lingkungan operasi perusahaan
Isu-isu Budaya Organisasi
• Menciptakan budaya
etis
– Toleransi risiko tinggi
– Agresivitas rendah ke
moderat
– Fokus pada sarana serta
hasil
• Menciptakan budaya
inovatif
– Tantangan dan keterlibatan
– Kebebasan
– Percaya dan keterbukaan
– Main-Main/humor	
– Resolusi konflik
– Waktu untuk ide	
– Debat
– Pengambilan risiko
34
Saran	untuk manajer:	
menciptakan budaya lebih etis
• Menjadi panutan yang	terlihat
• Mengkomunikasikan harapan etis.	
• Memberikan pelatihan etika.	
• Tampak pahala untuk tindakan etis dan
menghukum orang-orang	yang	tidak etis.	
• Menyediakan mekanisme pelindung sehingga
karyawan dapat mendiskusikan dilema etika
dan melaporkan perilaku yang	tidak etis tanpa
rasa	takut.
9-35
36
Disain Esensial
ü Nilai-nilai etika dan budaya membantu menentukan modal	sosial
organisasi dan dapat berkontribusi pada kesuksesan
ü Manajer dapat menggunakan ritual	dan upacara,	cerita,	simbol,	
struktur,	sistem kontrol,	dan hubungan kekuasaan untuk
mempengaruhi budaya
ü Subkultur muncul meskipun di	dalam budaya kuat
ü Budaya yang	kuat dapat konstruktif atau non-konstruktif
ü Etika manajerial dan tanggung jawab korporat adalah aspek penting
dari nilai-nilai organisasi
ü Manajer dapat membentuk budaya dan etika melalui sistem formal
ü Audit	Sosial adalah alat penting bagi perusahaan-perusahaan yang	
berusaha mempertahankan standar etika yang	tinggi

Budaya dan Nilai Perusahaan

  • 1.
    11 Kuliah Budaya dan NilaiPerusahaan Understanding the Theory & Design of Organizations Eleventh Edition Richard L. Daft
  • 2.
    Bahan setelah UTS 1.Budaya Organisasi dan Nilai/etik [1,bab 9], [2,bab 3] 2. Perubahan dan Inovasi Organisasi [1,bab 10] [2,bab 13] 3. Proses Pengendalian dan Informasi [1,bab 11], [2, bab 10, bab 18] 4. Dimensi Kontekstual - Ukuran, dan Siklus Hidup Organisasi (1 bab 12) 5. Dimensi Kontekstual - Teknologi tempat kerja dan perancangan (2 bab 13) 6. Pesentasi Tugas 7. Seminar 2
  • 3.
    Tujuan Pembelajaran • Mengetahuisifat budaya organisasi dan manifestasinya • menggambarkan empat jenis budaya organisasi • menjelaskan hubungan antara budaya dan kinerja • menggambarkan sumber nilai-nilai dan prinsip- prinsip etika • mendefinisikan tanggung jawab sosial • menjelaskan bagaimana manajer membentuk budaya organisasi dan nilai-nilai etika 3
  • 4.
    Apakah Budaya? • Nilai-nilai, norma, pedomankeyakinan, dan pemahaman yang dibagi oleh anggota organisasi - Diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk berpikir, merasa dan berperilaku • Budaya organisasi yang ada di dua tingkatan: - simbol yang dapat diamati (observable symbols) - nilai yang mendasari (underlying values) 4
  • 5.
    Budaya Organisasi • Sistem bersama yang bermakna dan keyakinan umum yang dipegang oleh anggota organisasi yang menentukan, berderajat tinggi, bagaimana mereka bertindak terhadap satu sama lain. -”Cara kita melakukan hal-hal di sekitar sini” • Nilai-nilai, simbol, ritual, mitos, dan praktek • Implikasi: § Budaya adalah suatu persepsi. § Budaya berbagi. § Budaya deskriptif. 5
  • 6.
  • 7.
    Pentingnya Dan Kegunaan Budaya •Memberikan rasa (sense) identitas organisasi 2 Fungsi kritis pada organisasi: 1. Untuk mengintegrasikan anggota sehingga mereka tahu bagaimana berhubungan satu sama lain 2. Membantu organisasi untuk beradaptasi dengan lingkungan luar Integrasi internal: identitas kolektif dan tahu bagaimana bekerja bersama Adaptasi eksternal: Bagaimana organisasi memenuhi tujuan dan berurusan dengan pihak luar 7
  • 8.
    8 Aspek yang bisa diamatidari Budaya Organisasi
  • 9.
  • 10.
    Sumber Budaya Organisasi §Pendiri/Pemilik Perusahaan - visi dan misi § Praktek lama organisasi - Hal-hal yang telah dilakukan § Perilaku manajemen puncak ØKelanjutan dari budaya organisasi - Rekrut karyawan disukai yang “fit” (pas) - Sosialisasi pada pekerja baru untuk membantu mereka beradaptasi dengan budaya tersebut. 10
  • 11.
  • 12.
    Perancangan Organisasi dan Budaya Manajeringin budaya perusahaan yang memperkuat strategi dan desain struktur organisasi perlu menjadi efektif dalam lingkungan. 12
  • 13.
    • Budaya Adaptabilitas/kewirausahaan(Adaptability/ Entrepreneurial ) Fokus strategis pada lingkungan eksternal melalui fleksibilitas dan perubahan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan; perusahaan aktif menciptakan perubahan. Mendukung kemampuan untuk mendeteksi, menafsirkan, dan menerjemahkan sinyal dari lingkungan ke dalam perilaku baru. Inovasi dan pengambilan risiko dihargai. Contoh: perusahaan berbasis Internet, pemasaran, elektronik, dan industri kosmetik • Budaya Misi (Mission) Menempatkan terutama pada pentingnya visi yang jelas dan tentang tujuan organisasi, dan tepat bagi organisasi-organisasi yang peduli dengan pelayanan pelanggan tertentu di lingkungan eksternal, tetapi tanpa memerlukan perubahan yang cepat. Kunci nilai: profesionalisme, ambisi dan agresivitas. Bonus dan promosi didasarkan pada kinerja. 13
  • 14.
    • Budaya Kekeluargaan(Clan) Fokus utama pada keterlibatan dan partisipasi organisasi anggota dan cepat berubah harapan dari lingkungan eksternal. Merawat karyawan dan memastikan kebutuhan, puas dan produktif. Contoh: SAS Institute • Budaya Birokratik (Bureaucratic) Memiliki fokus internal dan orientasi yang konsisten untuk lingkungan yang stabil. Terdapat konsistensi tingkat tinggi, kesesuaian dan kolaborasi antara anggota. Order (perintah), disiplin dan mengontrol. Contoh: Pacific Edge Software 14
  • 15.
    Kekuatan Budaya danSub Budaya Organisasi • Kekuatan budaya adalah: tingkat kesepakatan antara anggota organisasi tentang nilai-nilai tertentu • Subkultur mencerminkan masalah umum, tujuan, dan pengalaman tim, atau Departemen • Departemen yang berbeda bisa memiliki norma sendiri 15
  • 16.
    Budaya yang Kuat • Budayayang kuat – Adalah budaya di mana nilai-nilai kunci dipegang sangat mendalam dan luas. – Suatu pengaruh yang kuat pada anggota organisasi. • Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan budaya – Ukuran Organisasi – Umur Organisasi – Tingkat keluar masuk karyawan – Kekuatan budaya asli – Kejelasan nilai dan kepercayaan budaya 16
  • 17.
  • 18.
    18 Budaya, Pembelajaran, dan Kinerja Organisasi • Budayapenting untuk pembelajaran dan inovasi selama masa menantang • Budaya adaptif yang kuat sering memasukkan nilai berikut: 1. Keseluruhan lebih penting daripada bagian 2. Kesetaraan dan kepercayaan adalah nilai-nilai utama 3. Budaya mendorong pengambilan risiko, perubahan dan perbaikan
  • 19.
  • 20.
    20 Bagaimana karyawan belajar budaya •Cerita - Narasi peristiwa penting atau tindakan orang yang menyampaikan semangat organisasi • Ritual – urutan kegiatan berulang-ulang yang mengekspresikan dan memperkuat nilai-nilai organisasi • Simbol-simbol bahan/material - Aset fisik yang membedakan organisasi • Bahasa – Akronim dan jargon istilah, frasa, dan arti kata yang khusus untuk organisasi
  • 21.
    Bagaimana Budaya Mempengaruhi Manajer •Hambatan-hambatan kultural pada Manajer - Apapun tindakan manajer organisasi mewakili mengenai tepat atau tidak tepat - Apa pun kegiatan organisasi, organisasi menghargai dan mendorong – Keseluruhan kekuatan atau kelemahan budaya organisasi – Aturan sederhana agar semakin maju dalam organisasi: – Cari tahu apa imbalan organisasi dan lakukan hal-hal itu 21
  • 22.
    22 Bagaimana budaya organisasiditetapkan dan dipertahankan
  • 23.
    23 Keputusan manajerial yang dipengaruhioleh budaya • Perencanaan Derajat resiko yang direncanakan harus berisi • Apakah rencana dikembangkan secara individu atau tim • Tingkat pemindaian lingkungan di mana manajemen akan terlibat • Pengaturan (organizing) • Mengatur berapa banyak otonomi harus dirancang ke dalam pekerjaan karyawan • Apakah tugas yang harus dilakukan oleh individu atau dalam tim • Tingkat dimana manajer departemen berinteraksi satu sama lain
  • 24.
    Keputusan manajerial yang dipengaruhioleh budaya • Pemimpinan (Leading) • Tingkat perhatian manajer berkenaan dengan meningkatnya kepuasan kerja karyawan • Gaya kepemimpinan apa tepat • Apakah semua perselisihan — bahkan konstruktif — harus dihilangkan • Pengendalian (Controlling) • Apa yang digunakan untuk memaksakan kontrol eksternal atau untuk memungkinkan karyawan untuk mengendalikan tindakan mereka sendiri • Apa kriteria yang harus ditekankan di dalam evaluasi kinerja karyawan • Dampak apa akan terjadi jika seseorang melebihi anggaran 24
  • 25.
    Isu-isu Budaya Organisasi Menciptakanbudaya resposif terhadap pelanggan • Mempekerjakan karyawan yang tepat (orang dengan minat yang kuat dalam melayani pelanggan) • Memiliki beberapa aturan kaku, prosedur dan peraturan • Menggunakan pemberdayaan (empowerment) karyawan yang luas • Memiliki keterampilan mendengarkan yang baik dalam berhubungan dengan pesan pelanggan • memberikan kejelasan peran kepada karyawan untuk mengurangi ambiguitas dan konflik dan meningkatkan kepuasan kerja • memiliki nurani, peduli karyawan bersedia untuk mengambil inisiatif 25
  • 26.
    Saran Untuk Manajer: Menciptakan BudayaLebih Responsif Terhadap Pelanggan • Menyewa orang untuk jasa kontak dengan kepribadian dan sikap-sikap yang konsisten dengan layanan pelanggan-ramah, antusiasme, perhatian, kesabaran, kekhawatiran tentang orang lain, dan ahli mendengarkan. • Melatih orang untuk layanan pelanggan terus-menerus dengan berfokus pada meningkatkan pengetahuan produk, mendengarkan aktif, menampilkan kesabaran, dan menampilkan emosi. • Mensosialisasikan pada orang jasa kontak yang baru mengenai tujuan dan nilai-nilai organisasi. • Desain pekerjaan layanan sehingga karyawan memiliki lebih banyak kontrol yang diperlukan untuk memuaskan pelanggan. • Memberdayakan karyawan kontak layanan dengan kebijaksanaan untuk membuat keputusan sehari-hari pada kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan. • Sebagai pemimpin, menyampaikan visi berfokus pada pelanggan dan ditunjukkan melalui keputusan dan tindakan berkomitmen untuk pelangga 26
  • 27.
    27 Nilai-nilai Etika Dan TanggungJawab Sosial Etika – Etika merujuk pada kode prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai yang mengatur perilaku pengguna atau grup mengenai apakah benar atau salah Etika Manajerial – Keputusan etis yang jauh melampaui perilaku diatur oleh hukum – etika manajerial membimbing keputusan dan perilaku Manajer ©2013 Cengage Learning. All Rights Reserved. May not be scanned, copied or duplicated, or posted to a publicly accessible website, in whole or in part.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    Corporate Social Responsibility (CSR)=Tanggung Jawab SosialPerusahaan • Apakah membayar itu untuk menjadi baik? • Perluasan ide etika manajemen manajerial • Kewajiban manajemen untuk membuat pilihan dan mengambil tindakan yang berdampak positif terhadap stakeholder • Peningkatan tanggung jawab sosial • Pelanggan dan masyarakat yang membayar lebih memperhatikan apa yang organisasi lakukan • Tanggung jawab sosial dapat meningkatkan reputasi perusahaan 30
  • 31.
    31 Bagaimana Manajer Membentuk BudayaDan Etika • Kepemimpinan Berdasarkan Nilai • Struktur dan Sistem Formal – Struktur – Mekanisme pengungkapan – Kode Etik – Program Pelatihan • Manajer memainkan peranan penting dalam memberikan kepemimpinan dan contoh perilaku beretika
  • 32.
  • 33.
    33 Budaya Perusahaan Dan Etika Dalam SebuahLingkungan Global • Lingkungan global menyajikan tantangan etis sulit • Negara memiliki sikap dan keyakinan bervariasi • Komponen yang menjadi ciri budaya global: – Multikultural daripada Nilai Nasional – Mendasari status pada merit (penghargaan) daripada kewarganegaraan • Manajer harus berpikir secara luas tentang etika • Audit Sosial mengukur dan melaporkan etika, dampak sosial dan lingkungan operasi perusahaan
  • 34.
    Isu-isu Budaya Organisasi •Menciptakan budaya etis – Toleransi risiko tinggi – Agresivitas rendah ke moderat – Fokus pada sarana serta hasil • Menciptakan budaya inovatif – Tantangan dan keterlibatan – Kebebasan – Percaya dan keterbukaan – Main-Main/humor – Resolusi konflik – Waktu untuk ide – Debat – Pengambilan risiko 34
  • 35.
    Saran untuk manajer: menciptakan budayalebih etis • Menjadi panutan yang terlihat • Mengkomunikasikan harapan etis. • Memberikan pelatihan etika. • Tampak pahala untuk tindakan etis dan menghukum orang-orang yang tidak etis. • Menyediakan mekanisme pelindung sehingga karyawan dapat mendiskusikan dilema etika dan melaporkan perilaku yang tidak etis tanpa rasa takut. 9-35
  • 36.
    36 Disain Esensial ü Nilai-nilaietika dan budaya membantu menentukan modal sosial organisasi dan dapat berkontribusi pada kesuksesan ü Manajer dapat menggunakan ritual dan upacara, cerita, simbol, struktur, sistem kontrol, dan hubungan kekuasaan untuk mempengaruhi budaya ü Subkultur muncul meskipun di dalam budaya kuat ü Budaya yang kuat dapat konstruktif atau non-konstruktif ü Etika manajerial dan tanggung jawab korporat adalah aspek penting dari nilai-nilai organisasi ü Manajer dapat membentuk budaya dan etika melalui sistem formal ü Audit Sosial adalah alat penting bagi perusahaan-perusahaan yang berusaha mempertahankan standar etika yang tinggi