SOBAKHUL KHOIR
KELOMPOK 7:
1.OKTAVIA RAHMAWATI
2.ASTUTIK RAHAYU PUTRI
3.DENI MAHARDIKA

(201-12-033)
(201-12-033)
(201-12-0xx)
Analisis Biaya, Volume, Laba
• Pengertian
Analisis biaya, volume dan laba merupakan
suatu alat yang bermanfaat untuk
mengidentifikasikan cakupan dan besarnya
kesulitan ekonomi yang dihadapi suatu divisi
serta membantu mencari solusi
permasalahannya.
Break Even Point/ Titik Impas
Titik impas adalah titik dimana total
pendapatan sama dengan total biaya, titik
dimana laba sama dengan nol.
Penggunaan Laba Operasi dalam
Analisis CVP
Laba operasi=Pendapatan penjualan – Beban
variabel – Beban tetap
Laba operasi=(Harga x Jumlah unit) – (Biaya
variabel per unit x Jumlah unit) – Total biaya
tetap
Contoh Soal
Whittier Company memproduksi mesin pemotong rumput.
Untuk tahun mendatang, kontroler telah menyusun proyeksi
laporan laba-rugi berikut:
Penjualan (1000 unit @ $400)
$ 400.000
Beban Variabel
$ (325.000)
Marjin Kontribusi
$ 75.000
Beban Tetap
$ (45.000)
Laba Sebelum Pajak
$ 30.000
Penyelesaian
Kita lihat bahwa untuk Whitter Company, harga $400 per unit dan biaya
variabel adalah $325 per unit. Biaya tetap adalah $45.000. Kemudian
pada titik impas persamaan laba operasi adalah sebagai berikut:
0 = ($400 x Unit) – ($325 x Unit) - $45.000
0 = ($75 x Unit) - $45.000
$75 x Unit = $45.000
Unit = 600
Untuk memeriksa jawaban ini adalah dengan memformulasi suatu
laporan laba rugi:
Penjualan (600 unit @ $400)
$ 240.000
Biaya Variabel
$ (195.000)
Marjin Kontribusi
$ 45.000
Beban Tetap
$ (45.000)
Laba Operasi
$
0.000
Jalan Pintas untuk Menghitung Unit
Titik Impas
Kita dapat lebih cepat menghitung unit titik impas
dengan memfokuskan pada marjin kontribusi.
Marjin kontribusi adalah pendapatan penjualan
dikurangi total biaya variabel.
Biaya Tetap
Jumlah Unit =
Marjin Kontribusi Per Unit
Penyelesaian
Biaya tetap
Jumlah unit

=
Marjin kontribusi per unit
$45.000
=
$400 - $325
$45.000
=
$75
= 600 unit
Penjualan per Unit yang
Diperlukan untuk Mencapai Target
Laba
• Target Laba sebagai Jumlah Dolar
• Target Laba sebagai Presentase dari
Pendapatan Penjualan
• Target laba Setelah Pajak
Target Laba sebagai Jumlah Dolar
Anggaplah bahwa Whitter Company menginginkan laba operasi sebesar $60.000
Mesin pemotong yang harus dijual apabila menggunakan laporan laba rugi adalah:
$60.000
= ($400 x unit) – ($325 x unit)- $45.000
$105.000
= $75 x unit
= 1.400 unit
Apabila menggunakan persamaan titik impas, kita hanya menambahkan target laba
dengan biaya tetap dalam mencari jumlah unit.
$45.000 + $60.000
Unit
=
$400 - $325
$105.000
Unit

=
$75

Unit

= 1.400
Target Laba sebagai Presentase dari
Pendapatan Penjualan
Anggap bahwa Whitter Company ingin mengetahui jumlah mesin
pemotong rumput yang harus dijual untuk menghasilkan laba
15% dari pendapatan penjualan.
Dengan menggunakan laporan laba rugi kita dapatcmenghitung:
0,15 ($400) (Unit) = ($400 x Unit) – ($325 x Unit) - $45.000
$60 x Unit = ($400 x Unit) – ($325 x Unit) - $45.000
$60 x Unit = ($75 x Unit) - $45.000
$15 x Unit = $45.000
Unit = 3.000
Target Laba Setelah Pajak
Laba bersih = Laba operasi – Pajak
= Laba operasi – (Tarif pajak – Laba operasi)
= Laba operasi (1 – Tarif Pajak)
Atau
Laba bersih
Laba operasi =
1 – Tarif pajak
Misal bahwa Whitter Company ingin memperoleh laba bersih $48.750 dan tarif pajak
35%, maka dapat dihitung:
$48.750 = Laba operasi – (0,35 x Laba operasi)
$48.750 = 0,65 (Laba operasi)
$75.000 = Laba operasi
Dengan ini kita dapat menghitung jumlah unit yang harus dijual:
$45.000 - $75.000
Unit =
$75
$120.000
Unit =
$75
Unit = 1.600
Analisis Multiproduk
Contoh Soal
Whitter Company memproduksi dua model mesin pemotong rumput . Yaitu mesin
pemotong manual dan mesin pemotong otomatis dengan harga jual masing-masing
$400 dan $800. Departemen pemasaran yakin bahwa 1.200 mesin manual dan 800
mesin otomatis dapat terjual. Berikut proyeksi laporan laba rugi berdasarkan
ramalan penjualan.
Mesin manual
Mesin Otomatis
Total
Penjualan
$480.000
$640.000
$1.120.000
Beban Variabel
($390.000)
($480.000)
($870.000)
Marjin Kontribusi
$90.000
$160.000
$250.000
Beban Tetap Langsung
($30.000)
($40.000 )
($70.000)
Marjin Produk
$60.000
$120.000
$180.000
Beban Tetap Umum
($26.250)
Laba Sebelum Pajak
$153.750
Penentuan Bauran Pejualan
Bauran penjualan dapat diukur dalam unit yang terjual atau bagian dari
pendapatan.
Misalnya, apabila Whitter berencana menjual 1.200 mesin manual dan 800
mesin otomatis maka bauran penjualannya dalam unit adalah 1.200:800.
Biasanya bauran penjualan diturunkan sampai angka terkesil yang
mungkin. Jadi, bauran penjualannya 3:2, artinya setiap 3 mesi manual yang
terjual maka 2 mesin otomatis terjual.
Bauran penjualan juga dapat dinyatakan dalam presentase dari total
pendapatan yang dikontribusikan dari masing-masing produk. Pada contoh
soal di atas pendapatan dari mesin manual $480.000 dan pendapatan dari
mesin otomatis $640.000. Mesin manual memperhitungkan 42,86% dari
total pendapatan dam mesin otomatis memperhitungkan 57,14%. Bauran
penjualan dalam unit adalah 3:2, yaitu dari setiap lima unit yang terjual
60% adalah mesin manual dan 40% mesin otomatis.
Bauran Penjualan dan Analisis CVP
Nilai paket dapat di hitung sebagai berikut:
Mesin Manual

Mesin Otomatis

Total Paket

Harga
$400
$800
Biaya Variabel per Unit
$325
$600
Marjin Kontribusi per Unit
$75
$200
Bauran Penjualan
3
2
Marjin kontribusi per Unit Paket
$225
$400
$625
Berdasarkan marjin kontribusi ini, titik impas dapat digunakan untuk menentukan
jumlah paket yang perlu dijual guna mencapai titik impas.
Biaya tetap
Paket impas =
Marjin kontribusi per paket
$96.250
=
$625
= 154 paket
Jadi Whitter harus menjual 462 mesin manual (3 x 154) dan
308 mesin otomatis (2 x 154)
Penyajian Scara Grafis Hubungan
CVP
• Grafik Laba-Volume
Grafik laba-volume (profit-volume graph)
menggambarkan secara visual hubungan antara laba
dan volume penjualan.
Grafik laba-volume merupakan grafik dari persamaan
laba operasi (Laba operasi = (Harga x Unit) – (Biaya
Variabel per Unit x Unit) – Biaya Tetap).
Contoh soal
Tyson Company memproduksi suatu produk tunggal
dengan data biaya dan harga sebagai berikut:
Total biaya tetap
Biaya variabel per unit
Harga jual per unit
Dengan menggunakan data tersebut, laba operasi dapat
dinyatakan sebagai:
Laba operasi = ($10 x Unit) – ($5 x Unit) - $100
= ($5 x Unit) - $100
Grafik
Laba atau Rugi
140 1 = $5x -$100
120 100 (40,$100)
80 60 40 20 - Titik Impas (20,$0)
0
l l l
l
l
l
l l
l
l
Unit yang terjual
-20 - 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
-40 -60 -80 -100 - (0,-$100)
-120 -
•Grafik Biaya-Volume-Laba
Grafik biaya-volume-laba (cost-volume-profit graph)
menggambarkan hubungan antara biaya, volume, dan
laba.Untuk mendapatkan gambaran yang lebih rinci, perlu
dibuat dua grafik dengan garis terpisah yaitu garis total
pendapatan dan garis total biaya. Kedua garis ini masingmasing disajikan masing-masing dengan dua persamaan
berikut: 
Pendapatan = Harga x Unit
Total Biaya = Biaya variabel per unit x Unit + Biaya tetap
Dengan menggunakan contoh Tyson Company, persamaan
pendapatan dan biaya adalah:
Pendapatan = $10 x Unit
Total Biaya = ($5 x Unit) + $100
Grafik
Pendapatan
500 450 Total pendapatan
400 350 Laba
Total biaya
300 ($100)
250 200 Titik impas
Beban Variabel
150 100 -Rugi
50 0
l l l l l l l l l l l l
5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60

Beban tetap
Unit yang terjual
Risiko dan Ketidakpastian
Metode menghadapi risiko dan ketidakpastian
1. Menyadari sifat ketidakpastian dari harga, biaya dan
kuantitas di masa depan.
2. Manajer bergerak dari pertimbangan titik impas ke
pertimbangan yang disebut “Kisaran titik impas”
(break even band).
3. Manajer juga dapat menggunakan analisis sensitivitas
atau analisis bagaimana bila (what if analysis).
Marjin Pengaman
Marjin pengaman adalah unit yang dijual atau diharapkan terjual
atau pendapatan yang dihasilkan atau diharapkan diterima
yang melebihi volume impas.
Contoh: apabila volume impas perusahaan adalah 200 unit dan
perusahaan saat ini menjual 500 unit, maka marjin pengaman
adalah 300 unit.
Marjin pengaman dapat juga dinyatakan dalam pendapatan
penjualan.
Contoh: apabila volume impas adalah $200.000 dan pendapatan
saat ini adalah $350.000 , maka marjin pengamannya adalah
$150.000.
Laverage Operasi
Laverage operasi merupakan penggunaan biaya tetap untuk
menciptakan perubahan presentase laba yang lebih tinggi
ketika aktivitas penjualan berubah.
Tingkat laverage operasi (degree of operating laverage = DOL)
untuk tingkat penjualan tertentu dapat diukur dengan
menggunakan rasio marjin kontribusi terhadap laba sebagai
berikut:
Marjin Kontribusi
Tingkat Laverage Operasi =
Laba
Analisis Sensitivitas
• Pengertian
Analisis yang dilakukan untuk mengetahui
akbat dari perubahan parameter-parameter
produksi terhadap perubahan sisitem kinerja
produksi dalam menghasilkan keuntungan.
MATUR SUWUN.....^^

Biaya volume laba

  • 1.
    SOBAKHUL KHOIR KELOMPOK 7: 1.OKTAVIARAHMAWATI 2.ASTUTIK RAHAYU PUTRI 3.DENI MAHARDIKA (201-12-033) (201-12-033) (201-12-0xx)
  • 2.
    Analisis Biaya, Volume,Laba • Pengertian Analisis biaya, volume dan laba merupakan suatu alat yang bermanfaat untuk mengidentifikasikan cakupan dan besarnya kesulitan ekonomi yang dihadapi suatu divisi serta membantu mencari solusi permasalahannya.
  • 3.
    Break Even Point/Titik Impas Titik impas adalah titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya, titik dimana laba sama dengan nol.
  • 4.
    Penggunaan Laba Operasidalam Analisis CVP Laba operasi=Pendapatan penjualan – Beban variabel – Beban tetap Laba operasi=(Harga x Jumlah unit) – (Biaya variabel per unit x Jumlah unit) – Total biaya tetap
  • 5.
    Contoh Soal Whittier Companymemproduksi mesin pemotong rumput. Untuk tahun mendatang, kontroler telah menyusun proyeksi laporan laba-rugi berikut: Penjualan (1000 unit @ $400) $ 400.000 Beban Variabel $ (325.000) Marjin Kontribusi $ 75.000 Beban Tetap $ (45.000) Laba Sebelum Pajak $ 30.000
  • 6.
    Penyelesaian Kita lihat bahwauntuk Whitter Company, harga $400 per unit dan biaya variabel adalah $325 per unit. Biaya tetap adalah $45.000. Kemudian pada titik impas persamaan laba operasi adalah sebagai berikut: 0 = ($400 x Unit) – ($325 x Unit) - $45.000 0 = ($75 x Unit) - $45.000 $75 x Unit = $45.000 Unit = 600 Untuk memeriksa jawaban ini adalah dengan memformulasi suatu laporan laba rugi: Penjualan (600 unit @ $400) $ 240.000 Biaya Variabel $ (195.000) Marjin Kontribusi $ 45.000 Beban Tetap $ (45.000) Laba Operasi $ 0.000
  • 7.
    Jalan Pintas untukMenghitung Unit Titik Impas Kita dapat lebih cepat menghitung unit titik impas dengan memfokuskan pada marjin kontribusi. Marjin kontribusi adalah pendapatan penjualan dikurangi total biaya variabel. Biaya Tetap Jumlah Unit = Marjin Kontribusi Per Unit
  • 8.
    Penyelesaian Biaya tetap Jumlah unit = Marjinkontribusi per unit $45.000 = $400 - $325 $45.000 = $75 = 600 unit
  • 9.
    Penjualan per Unityang Diperlukan untuk Mencapai Target Laba • Target Laba sebagai Jumlah Dolar • Target Laba sebagai Presentase dari Pendapatan Penjualan • Target laba Setelah Pajak
  • 10.
    Target Laba sebagaiJumlah Dolar Anggaplah bahwa Whitter Company menginginkan laba operasi sebesar $60.000 Mesin pemotong yang harus dijual apabila menggunakan laporan laba rugi adalah: $60.000 = ($400 x unit) – ($325 x unit)- $45.000 $105.000 = $75 x unit = 1.400 unit Apabila menggunakan persamaan titik impas, kita hanya menambahkan target laba dengan biaya tetap dalam mencari jumlah unit. $45.000 + $60.000 Unit = $400 - $325 $105.000 Unit = $75 Unit = 1.400
  • 11.
    Target Laba sebagaiPresentase dari Pendapatan Penjualan Anggap bahwa Whitter Company ingin mengetahui jumlah mesin pemotong rumput yang harus dijual untuk menghasilkan laba 15% dari pendapatan penjualan. Dengan menggunakan laporan laba rugi kita dapatcmenghitung: 0,15 ($400) (Unit) = ($400 x Unit) – ($325 x Unit) - $45.000 $60 x Unit = ($400 x Unit) – ($325 x Unit) - $45.000 $60 x Unit = ($75 x Unit) - $45.000 $15 x Unit = $45.000 Unit = 3.000
  • 12.
    Target Laba SetelahPajak Laba bersih = Laba operasi – Pajak = Laba operasi – (Tarif pajak – Laba operasi) = Laba operasi (1 – Tarif Pajak) Atau Laba bersih Laba operasi = 1 – Tarif pajak Misal bahwa Whitter Company ingin memperoleh laba bersih $48.750 dan tarif pajak 35%, maka dapat dihitung: $48.750 = Laba operasi – (0,35 x Laba operasi) $48.750 = 0,65 (Laba operasi) $75.000 = Laba operasi Dengan ini kita dapat menghitung jumlah unit yang harus dijual: $45.000 - $75.000 Unit = $75 $120.000 Unit = $75 Unit = 1.600
  • 13.
    Analisis Multiproduk Contoh Soal WhitterCompany memproduksi dua model mesin pemotong rumput . Yaitu mesin pemotong manual dan mesin pemotong otomatis dengan harga jual masing-masing $400 dan $800. Departemen pemasaran yakin bahwa 1.200 mesin manual dan 800 mesin otomatis dapat terjual. Berikut proyeksi laporan laba rugi berdasarkan ramalan penjualan. Mesin manual Mesin Otomatis Total Penjualan $480.000 $640.000 $1.120.000 Beban Variabel ($390.000) ($480.000) ($870.000) Marjin Kontribusi $90.000 $160.000 $250.000 Beban Tetap Langsung ($30.000) ($40.000 ) ($70.000) Marjin Produk $60.000 $120.000 $180.000 Beban Tetap Umum ($26.250) Laba Sebelum Pajak $153.750
  • 14.
    Penentuan Bauran Pejualan Bauranpenjualan dapat diukur dalam unit yang terjual atau bagian dari pendapatan. Misalnya, apabila Whitter berencana menjual 1.200 mesin manual dan 800 mesin otomatis maka bauran penjualannya dalam unit adalah 1.200:800. Biasanya bauran penjualan diturunkan sampai angka terkesil yang mungkin. Jadi, bauran penjualannya 3:2, artinya setiap 3 mesi manual yang terjual maka 2 mesin otomatis terjual. Bauran penjualan juga dapat dinyatakan dalam presentase dari total pendapatan yang dikontribusikan dari masing-masing produk. Pada contoh soal di atas pendapatan dari mesin manual $480.000 dan pendapatan dari mesin otomatis $640.000. Mesin manual memperhitungkan 42,86% dari total pendapatan dam mesin otomatis memperhitungkan 57,14%. Bauran penjualan dalam unit adalah 3:2, yaitu dari setiap lima unit yang terjual 60% adalah mesin manual dan 40% mesin otomatis.
  • 15.
    Bauran Penjualan danAnalisis CVP Nilai paket dapat di hitung sebagai berikut: Mesin Manual Mesin Otomatis Total Paket Harga $400 $800 Biaya Variabel per Unit $325 $600 Marjin Kontribusi per Unit $75 $200 Bauran Penjualan 3 2 Marjin kontribusi per Unit Paket $225 $400 $625 Berdasarkan marjin kontribusi ini, titik impas dapat digunakan untuk menentukan jumlah paket yang perlu dijual guna mencapai titik impas. Biaya tetap Paket impas = Marjin kontribusi per paket $96.250 = $625 = 154 paket Jadi Whitter harus menjual 462 mesin manual (3 x 154) dan 308 mesin otomatis (2 x 154)
  • 16.
    Penyajian Scara GrafisHubungan CVP • Grafik Laba-Volume Grafik laba-volume (profit-volume graph) menggambarkan secara visual hubungan antara laba dan volume penjualan. Grafik laba-volume merupakan grafik dari persamaan laba operasi (Laba operasi = (Harga x Unit) – (Biaya Variabel per Unit x Unit) – Biaya Tetap).
  • 17.
    Contoh soal Tyson Companymemproduksi suatu produk tunggal dengan data biaya dan harga sebagai berikut: Total biaya tetap Biaya variabel per unit Harga jual per unit Dengan menggunakan data tersebut, laba operasi dapat dinyatakan sebagai: Laba operasi = ($10 x Unit) – ($5 x Unit) - $100 = ($5 x Unit) - $100
  • 18.
    Grafik Laba atau Rugi 1401 = $5x -$100 120 100 (40,$100) 80 60 40 20 - Titik Impas (20,$0) 0 l l l l l l l l l l Unit yang terjual -20 - 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 -40 -60 -80 -100 - (0,-$100) -120 -
  • 19.
    •Grafik Biaya-Volume-Laba Grafik biaya-volume-laba(cost-volume-profit graph) menggambarkan hubungan antara biaya, volume, dan laba.Untuk mendapatkan gambaran yang lebih rinci, perlu dibuat dua grafik dengan garis terpisah yaitu garis total pendapatan dan garis total biaya. Kedua garis ini masingmasing disajikan masing-masing dengan dua persamaan berikut: Pendapatan = Harga x Unit Total Biaya = Biaya variabel per unit x Unit + Biaya tetap Dengan menggunakan contoh Tyson Company, persamaan pendapatan dan biaya adalah: Pendapatan = $10 x Unit Total Biaya = ($5 x Unit) + $100
  • 20.
    Grafik Pendapatan 500 450 Totalpendapatan 400 350 Laba Total biaya 300 ($100) 250 200 Titik impas Beban Variabel 150 100 -Rugi 50 0 l l l l l l l l l l l l 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 Beban tetap Unit yang terjual
  • 21.
    Risiko dan Ketidakpastian Metodemenghadapi risiko dan ketidakpastian 1. Menyadari sifat ketidakpastian dari harga, biaya dan kuantitas di masa depan. 2. Manajer bergerak dari pertimbangan titik impas ke pertimbangan yang disebut “Kisaran titik impas” (break even band). 3. Manajer juga dapat menggunakan analisis sensitivitas atau analisis bagaimana bila (what if analysis).
  • 22.
    Marjin Pengaman Marjin pengamanadalah unit yang dijual atau diharapkan terjual atau pendapatan yang dihasilkan atau diharapkan diterima yang melebihi volume impas. Contoh: apabila volume impas perusahaan adalah 200 unit dan perusahaan saat ini menjual 500 unit, maka marjin pengaman adalah 300 unit. Marjin pengaman dapat juga dinyatakan dalam pendapatan penjualan. Contoh: apabila volume impas adalah $200.000 dan pendapatan saat ini adalah $350.000 , maka marjin pengamannya adalah $150.000.
  • 23.
    Laverage Operasi Laverage operasimerupakan penggunaan biaya tetap untuk menciptakan perubahan presentase laba yang lebih tinggi ketika aktivitas penjualan berubah. Tingkat laverage operasi (degree of operating laverage = DOL) untuk tingkat penjualan tertentu dapat diukur dengan menggunakan rasio marjin kontribusi terhadap laba sebagai berikut: Marjin Kontribusi Tingkat Laverage Operasi = Laba
  • 24.
    Analisis Sensitivitas • Pengertian Analisisyang dilakukan untuk mengetahui akbat dari perubahan parameter-parameter produksi terhadap perubahan sisitem kinerja produksi dalam menghasilkan keuntungan.
  • 25.