ANALISIS BIAYA RELEVAN
KONSEP BIAYA RELEVAN
Membuat keputusan adalah salah satu fungsi pokok manajer. Setiap keputusan,
dihadapkan pada dua atau lebih alternatif yang tersedia. Dalam proses pembuatan keputusan,
biaya dan manfaat dari suatu alternatif harus dibandingkan dengan biaya dan manfaat dari
alternatif lain. Biaya yang berbeda di antara berbagai alternatif yang tersedia disebut biaya
relevan. Ada dua alasan yang membedakan antara biaya dan manfaat yang relevan dan tidak
relevan. Pertama, data yang tidak relevan dapat diabaikan dan tidak perlu dianalisis. Kedua,
keputusan yang salah merupakan akibat dari kesalahan memasukkan biaya dan manfaat yang
tidak relevan dalam menganalisis berbagai alternatif yang tersedia. Ada dua kategori biaya yang
tidak relevan dalam pembuatan keputusan :
1. Sunk Cost
2. Future Cost yang tidak berbeda di antara berbagai alternatif.
Maka perlu dipahami bahwa biaya relevan pada suatu keputusan tertentu mungkin tidak relevan
untuk keputusan lainnya. Hal ini, berarti bahwa manajer memerlukan biaya yang berbeda untuk
tujuan yang berbeda.

SUNK COST
Sunk Cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat dihindari dari apapun
keputusan yang dibuat oleh manajer.
Contoh :
Perusahaan akan membeli mesin baru untuk menggantikan mesin lama. Berikut data-datanya :
Mesin lama
Harga pokok
Nilai buku
Sisa umur ekonomi
Nilai jual saat ini
Nilai jual dalam 4
tahun
Biaya variabel
opersional tahunan
Penjualan tahunan

Rp 175.000
Rp 140.000
4 tahun
Rp 90.000
0

Mesin baru
Harga mesin baru
Perkiraan umur
ekonomis
Nilai jual setelah 4
tahun
Biaya variabel
operasional tahunan
Penjualan tahunan

Rp 200.000
4 tahun
Rp 300.000
Rp 500.000

Rp 345.000
Rp 500.000

Analisis nilai buku mesin lama yang tidak relevan

Penjualan
Biaya variabel
Biaya (penyusutan)
mesin baru
Penyusutan mesin
lama atau
penghapusan mesin
lama
Nilai jual mesin lama
Total laba operasi
selama 4tahun

Total Biaya dan Pendapatan – 4 Tahun
Memperthankan
Membeli mesin baru
Biaya dan manfaat
mesin lama
differensial
Rp 2.000.000
Rp 2.000.000
0
(Rp 1.380.000)
(Rp 1.200.000)
Rp 180.000
0
(Rp 200.000)
(Rp 200.000)
Rp(140.000)

(Rp 140.000)

0

0
Rp 480.000

Rp 90.000
Rp 550.000

Rp 90.000
Rp 70.000

BIAYA MASA DEPAN YANG TIDAK BERBEDA
Contoh :
Perusahaan membeli mesin baru Rp 30.000.000 dengan umur ekonomis 10 tahun. Berikut data
penjualan dan biaya yang ada dalm perusahaan :
Keterangan

Mesin lama

Mesin baru

Unit produksi dan terjual
Harga jual
Data biaya perunit :
 Bahan langsung
 Tenaga kerja langsung
 Overhead variabel
Biaya tetap lain
Biaya tetap mesin baru

10.000 unit
Rp 5.000

10.000 unit
Rp 5.000

Rp 1.000
Rp 500
Rp 500
Rp 6.000.000

Rp 1.000
Rp 300
Rp 500
Rp 6.000.000
Rp 300.000

Analisa biaya differensial dengan 10.000 unit dijual dan diproduksi
Keterangan
Penjualan
Biaya variabel
 Bahan langsung
 Tenaga kerja langsung
 Overhead variabel
Total biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap
 Biaya tetap lain
 Biaya mesin baru
Total biaya tetap
Laba bersih

Mesin lama
Rp 50.000.000

Mesin baru
Rp 50.000.000

Differensial
0

Rp 10.000.000
Rp 5.000.000
Rp 5.000.000
Rp 20.000.000
Rp 30.000.000

Rp 10.000.000
Rp 3.000.000
Rp 5.000.000
Rp 18.000.000
Rp 32.000.000

0
Rp 2.000.000
0

Rp 6.000.000
0
Rp 6.000.000
Rp 24.000.000

Rp 6.000.000
Rp 500.000
Rp 6.500.000
Rp 25.500.000

0
(Rp 500.000)
Rp 1.500.000

Keterangan : Bahwa dengan menggunakan mesin baru maka perusahaan akan memperoleh laba
operasi bersih lebih tinggi Rp 1.500.000 dibandingkan perusahaan tidak menggunakan mesin
baru.
PENGGUNAAN BIAYA RELEVAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KHUSUS
Keputusan yang umumnya harus diambil oleh manajer dengan mengaplikasikan biaya relevan :
1. Keputusan meneruskan atau menghentikan lini produk
Berikut data yang dimiliki PT. Nasional dimana salah satu lini produknya alat rumah
tangga pada tahun ini menghasilkan kerugian perusahaan sebesar Rp 800.000.
Keterangan
Penjualan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap :
 Gaji
 Iklan
 Utilitas
 Penyusutan
peralatan
 Sewa
 Asuransi
 Administrasi
umum
Total biaya tetap
Laba (rugi) bersih

Obat
Rp 15.000.000
Rp 5.000.000
Rp 10.000.000

Lini Produk
Kosmetik
Rp 10.000.000
Rp 2.500.000
Rp 7.500.000

Alat rumah tangga
Rp 7.500.000
Rp 3.000.000
Rp 4.500.000

Rp 2.000.000
Rp 1.000.000
Rp 500.000
Rp 500.000

Rp 1.500.000
Rp 750.000
Rp 500.000
Rp 750.000

Rp 1.250.000
Rp 650.000
Rp 1.000.000
Rp 750.000

Rp 1.000.000
Rp 750.000
Rp 1.250.000

Rp 600.000
Rp 500.000
Rp 1.000.000

Rp 400.000
Rp 500.000
Rp 750.000

Rp 700.000
Rp 3.000.000

Rp 5.600.000
Rp 1.900.000

Rp 5.300.000
(Rp 800.000)

Format perbandingan analisis lini produk
Keterangan
Penjualan
Biaya variabel
Marjin kontribusi
Biaya tetap :
 Gaji
 Iklan
 Utilitas
 Penyusutan
peralatan
 Sewa
 Asuransi
 Administrasi
umum
Total biaya tetap
Laba (rugi) bersih

Meneruskan
Rp 7.500.000
Rp 3.000.000
Rp 4.500.000

Menghentikan
Rp 0
Rp 0
Rp 0

+ / - Laba
(Rp 7.500.000)
Rp 3.000.000
(Rp 4.500.000)

Rp 1.250.000
Rp 650.000
Rp 1.000.000
Rp 750.000

Rp 0
Rp 0
Rp 1.000.000
Rp 750.000

Rp 1.250.000
Rp 650.000
Rp 0
Rp 0

Rp 400.000
Rp 500.000
Rp 750.000

Rp 400.000
Rp 0
Rp 750.000

Rp 0
Rp 500.000
Rp 0

Rp 5.300.000
(Rp 800.000)

Rp 2.900.000
(Rp 2.900.000)

Rp 2.400.000
- Rp 2.100.000

Keterangan :
Apabila perusahaan memutuskan untuk meneruskan lini produk alat rumah tangga maka
perusahaan akan menderita rugi sebesar Rp 800.000. Namun apabila perusahaan
menhentikan lini produk tersebut maka perusahaan akan menderita kerugian yang lebih
besar yaitu Rp 2.900.000. Ini berarti dengan menghentikan alat rumah tangga maka
kerugian yang ditanggung perusahaan lebih besar Rp 2.100.000.
2. Keputusan membuat sendiri atau membeli komponen perusahaan
Contoh :
Sebuah perusahaan memproduksi sendiri mesin dengna data biaya produksi sebagai
berikut ;
Keterangan
Bahan langsung
Tenaga kerja langsung
Overhead variabel
Gaji penyelia
Penyusutan peralaatan
Alokasi overhead pabrik umum
Total biaya

Per unit (Rp)
1.000
500
250
300
250
500
2800

10.000 unit (Rp)
10.000.000
5.000.000
2.500.000
3.000.000
2.500.000
5.000.000
28.000.000

Supplier menawarkan untuk menjual mesin tersebut sebanyak 10.000 unit per tahun
dengan harga Rp 2.500 per unit.

Analisis biaya yang dilakukan manajer :

Keterangan
Bahan
langsung
Tenaga kerja
langsung
Overhead
variabel
Gaji penyelia
Penyusutan
peralaatan
Alokasi
overhead
pabrik umum
Harga beli
supplier
Total biaya
Keuntungan
membuat

Total Differensial cost
(10.000 unit)
Membuat(Rp) Membeli(RP)
10.000.000

Biaya
produksi per
unit (Rp)
1.000

Membuat(Rp)
1.000

500

500

5.000.000

250

250

2.500.000

300
250

300

3.000.000

Differensial cost per unit
Membeli(Rp)

500
2.500
280

2.050
450

2.500

25.000.000
20.500.000
4.500.000

25.000.000
Keterangan :
Maka akan lebih baik manajer memutuskan untuk memproduksi sendiri mesin tersebut
yang ternyata dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan sebesar Rp 450 per unit
mesin yang diproduksi atau sebesar Rp 4.500.000 apabila perusahaan memproduksi
10.000 unit mesin.

Meskipun demikian, ada satu faktor tambahan yang perlu dipertimbangkan sebelum
memberikan keputusan final. Faktor tersebut adalah opportunity cost. Opportunity cost
adalah manfaat potensial yang hilang akibat dipilihnya salah satu alternatif pilihan.
Apabila ternyata ruang yang dipergunakan sebagai tempat produksi mesin tersebut dapat
dipergunakan untuk memproduksi sepeda yang dapat memberikan marjin sebesar Rp.
6.000.000.

Total Biaya Membeli
Total Biaya Membuat
Opprtunity Cost
Total Biaya
Keuntungan dengan membeli
dari pemasok luar

Membuat

Membeli
Rp 25.000.000

Rp 20.500.000
Rp 6.000.000
Rp 26.500.000

Rp 25.000.000

Rp 1.500.000

3. Keputusan menerima atau menolak pesanan khusus
Perusahaan menerima pesanan khusus atas produk sebanyak 1000 unit dengan harga
Rp 2.000/ unit padahal harga normal produk tersebut Rp 2.600 / unit. Berikut data biaya :
Biaya Produksi Per Unit :


Bahan Langsung



Tenaga Kerja Langsung

Rp 750
400


Overhead Pabrik



Total Biaya Produksi

650
1.700

Ada penambahan biaya Variabel sebesar Rp 150 untuk modifikasi khusus produk tersebut.
Selain itu Perusahaan harus membayar sejumlah Rp 15.000 kepada studio design untuk
mendesain dan pembelian stensil. Dari biaya Overhead pabrik sebesar Rp 650 senilai Rp 100
merupakan biaya Overhead pabrik variabel. Maka analisis biaya relevan yg dilakukan oleh
manajer sebagai berikut :
Keterangan
Peningkatan penjualan
Penambahan biaya :
Biaya variabel
 Bahan langsung
 Tenaga kerja langsung
 Overhead variabel
 Modifikasi khusus
Toatal biaya variabel
Biaya tetap :
 Pembelian stensil
Total penambahan biaya
Penambahan laba bersih

Per unit (Rp)
2.000

Total (1.000 unit) (Rp)
2.000.000

750
400
100
150
1.400

750.000
400.000
100.000
150.000
1.400.000
15.000
1.415.000
585.000

Keterangan :
Bahwa meskipun pesana khusus ini menimbulkan biaya tambahan namun perusahaan akan
memperoleh penambahan laba bersih sebesar Rp 585.000.

4. Keputusan menjual atau memproses lebih lanjut produk bersama
Dalam suatu perushaan sejumlah produk dihasilkan dari input baku tunggal. Produ ini
disebut sebagai produk bersama ( joint product).
Contoh :
Sebuah perusahaan memproduksi wol dalam dua jenis berbeda yaitu bagus dan kasar.
Kedua jenis wol ini diproduksi dari bahan baku yang sama yaitu wol yang diperoleh dari
perternak domba.
Keterangan
Nilai jual pada titik
split-off
Nilai jual setelah
diproses lebih lanjut
Alokasi biaya produk
bersama
Biaya proses lebih
lanjut

Produk A
Rp 1.200.000

Produk B
Rp 1.500.000

Produk C
Rp 600.000

1.600.000

2.400.00

900.000

800.000

1.000.000

400.000

500.000

600.000

100.000

Analisi yang dilakukan oleh manajer sebagai berikut :
Keterangan
Menjual proses lebih
lanjut
Menjual setelahtitik
split-off
Peningkatan
pendapatan setelah
proses lebih lanjut
Biaya pemrosesan
lebih lanjut
Lba (rugi) pemrosesan
lebih lanjut

Produk A
Rp 1.600.000

Produk B
Rp 2.400.000

Produk C
Rp 900.000

1.200.000

1.500.00

600.000

Rp 400.000

Rp 900.000

Rp 300.000

500.000

600.000

100.000

(Rp 100.000)

Rp 300.000

Rp 200.000

Keterangan :
Bahwa apabila ketiga produk tersebut dijual pada titik split-off ternyata menghasilkan
laba bagi perusahaan. Akan tetapi saat dijual setelah mengalami proses lebih lanjut
ternyata prosuk A justru mengakibatkan kerugian bagi perusahaan sebesar Rp 100.000
sedangkan prosuk B dan C tetap menghasilkan laba bagi perusahaan namun keuntungan
tersebut lenig sedikit dibandingkan penjualan pada titik slpit-off.

Analisis biaya relevan

  • 1.
    ANALISIS BIAYA RELEVAN KONSEPBIAYA RELEVAN Membuat keputusan adalah salah satu fungsi pokok manajer. Setiap keputusan, dihadapkan pada dua atau lebih alternatif yang tersedia. Dalam proses pembuatan keputusan, biaya dan manfaat dari suatu alternatif harus dibandingkan dengan biaya dan manfaat dari alternatif lain. Biaya yang berbeda di antara berbagai alternatif yang tersedia disebut biaya relevan. Ada dua alasan yang membedakan antara biaya dan manfaat yang relevan dan tidak relevan. Pertama, data yang tidak relevan dapat diabaikan dan tidak perlu dianalisis. Kedua, keputusan yang salah merupakan akibat dari kesalahan memasukkan biaya dan manfaat yang tidak relevan dalam menganalisis berbagai alternatif yang tersedia. Ada dua kategori biaya yang tidak relevan dalam pembuatan keputusan : 1. Sunk Cost 2. Future Cost yang tidak berbeda di antara berbagai alternatif. Maka perlu dipahami bahwa biaya relevan pada suatu keputusan tertentu mungkin tidak relevan untuk keputusan lainnya. Hal ini, berarti bahwa manajer memerlukan biaya yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. SUNK COST Sunk Cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat dihindari dari apapun keputusan yang dibuat oleh manajer. Contoh : Perusahaan akan membeli mesin baru untuk menggantikan mesin lama. Berikut data-datanya :
  • 2.
    Mesin lama Harga pokok Nilaibuku Sisa umur ekonomi Nilai jual saat ini Nilai jual dalam 4 tahun Biaya variabel opersional tahunan Penjualan tahunan Rp 175.000 Rp 140.000 4 tahun Rp 90.000 0 Mesin baru Harga mesin baru Perkiraan umur ekonomis Nilai jual setelah 4 tahun Biaya variabel operasional tahunan Penjualan tahunan Rp 200.000 4 tahun Rp 300.000 Rp 500.000 Rp 345.000 Rp 500.000 Analisis nilai buku mesin lama yang tidak relevan Penjualan Biaya variabel Biaya (penyusutan) mesin baru Penyusutan mesin lama atau penghapusan mesin lama Nilai jual mesin lama Total laba operasi selama 4tahun Total Biaya dan Pendapatan – 4 Tahun Memperthankan Membeli mesin baru Biaya dan manfaat mesin lama differensial Rp 2.000.000 Rp 2.000.000 0 (Rp 1.380.000) (Rp 1.200.000) Rp 180.000 0 (Rp 200.000) (Rp 200.000) Rp(140.000) (Rp 140.000) 0 0 Rp 480.000 Rp 90.000 Rp 550.000 Rp 90.000 Rp 70.000 BIAYA MASA DEPAN YANG TIDAK BERBEDA Contoh : Perusahaan membeli mesin baru Rp 30.000.000 dengan umur ekonomis 10 tahun. Berikut data penjualan dan biaya yang ada dalm perusahaan :
  • 3.
    Keterangan Mesin lama Mesin baru Unitproduksi dan terjual Harga jual Data biaya perunit :  Bahan langsung  Tenaga kerja langsung  Overhead variabel Biaya tetap lain Biaya tetap mesin baru 10.000 unit Rp 5.000 10.000 unit Rp 5.000 Rp 1.000 Rp 500 Rp 500 Rp 6.000.000 Rp 1.000 Rp 300 Rp 500 Rp 6.000.000 Rp 300.000 Analisa biaya differensial dengan 10.000 unit dijual dan diproduksi Keterangan Penjualan Biaya variabel  Bahan langsung  Tenaga kerja langsung  Overhead variabel Total biaya variabel Marjin kontribusi Biaya tetap  Biaya tetap lain  Biaya mesin baru Total biaya tetap Laba bersih Mesin lama Rp 50.000.000 Mesin baru Rp 50.000.000 Differensial 0 Rp 10.000.000 Rp 5.000.000 Rp 5.000.000 Rp 20.000.000 Rp 30.000.000 Rp 10.000.000 Rp 3.000.000 Rp 5.000.000 Rp 18.000.000 Rp 32.000.000 0 Rp 2.000.000 0 Rp 6.000.000 0 Rp 6.000.000 Rp 24.000.000 Rp 6.000.000 Rp 500.000 Rp 6.500.000 Rp 25.500.000 0 (Rp 500.000) Rp 1.500.000 Keterangan : Bahwa dengan menggunakan mesin baru maka perusahaan akan memperoleh laba operasi bersih lebih tinggi Rp 1.500.000 dibandingkan perusahaan tidak menggunakan mesin baru. PENGGUNAAN BIAYA RELEVAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KHUSUS Keputusan yang umumnya harus diambil oleh manajer dengan mengaplikasikan biaya relevan : 1. Keputusan meneruskan atau menghentikan lini produk Berikut data yang dimiliki PT. Nasional dimana salah satu lini produknya alat rumah tangga pada tahun ini menghasilkan kerugian perusahaan sebesar Rp 800.000.
  • 4.
    Keterangan Penjualan Biaya variabel Marjin kontribusi Biayatetap :  Gaji  Iklan  Utilitas  Penyusutan peralatan  Sewa  Asuransi  Administrasi umum Total biaya tetap Laba (rugi) bersih Obat Rp 15.000.000 Rp 5.000.000 Rp 10.000.000 Lini Produk Kosmetik Rp 10.000.000 Rp 2.500.000 Rp 7.500.000 Alat rumah tangga Rp 7.500.000 Rp 3.000.000 Rp 4.500.000 Rp 2.000.000 Rp 1.000.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 1.500.000 Rp 750.000 Rp 500.000 Rp 750.000 Rp 1.250.000 Rp 650.000 Rp 1.000.000 Rp 750.000 Rp 1.000.000 Rp 750.000 Rp 1.250.000 Rp 600.000 Rp 500.000 Rp 1.000.000 Rp 400.000 Rp 500.000 Rp 750.000 Rp 700.000 Rp 3.000.000 Rp 5.600.000 Rp 1.900.000 Rp 5.300.000 (Rp 800.000) Format perbandingan analisis lini produk Keterangan Penjualan Biaya variabel Marjin kontribusi Biaya tetap :  Gaji  Iklan  Utilitas  Penyusutan peralatan  Sewa  Asuransi  Administrasi umum Total biaya tetap Laba (rugi) bersih Meneruskan Rp 7.500.000 Rp 3.000.000 Rp 4.500.000 Menghentikan Rp 0 Rp 0 Rp 0 + / - Laba (Rp 7.500.000) Rp 3.000.000 (Rp 4.500.000) Rp 1.250.000 Rp 650.000 Rp 1.000.000 Rp 750.000 Rp 0 Rp 0 Rp 1.000.000 Rp 750.000 Rp 1.250.000 Rp 650.000 Rp 0 Rp 0 Rp 400.000 Rp 500.000 Rp 750.000 Rp 400.000 Rp 0 Rp 750.000 Rp 0 Rp 500.000 Rp 0 Rp 5.300.000 (Rp 800.000) Rp 2.900.000 (Rp 2.900.000) Rp 2.400.000 - Rp 2.100.000 Keterangan : Apabila perusahaan memutuskan untuk meneruskan lini produk alat rumah tangga maka perusahaan akan menderita rugi sebesar Rp 800.000. Namun apabila perusahaan menhentikan lini produk tersebut maka perusahaan akan menderita kerugian yang lebih
  • 5.
    besar yaitu Rp2.900.000. Ini berarti dengan menghentikan alat rumah tangga maka kerugian yang ditanggung perusahaan lebih besar Rp 2.100.000. 2. Keputusan membuat sendiri atau membeli komponen perusahaan Contoh : Sebuah perusahaan memproduksi sendiri mesin dengna data biaya produksi sebagai berikut ; Keterangan Bahan langsung Tenaga kerja langsung Overhead variabel Gaji penyelia Penyusutan peralaatan Alokasi overhead pabrik umum Total biaya Per unit (Rp) 1.000 500 250 300 250 500 2800 10.000 unit (Rp) 10.000.000 5.000.000 2.500.000 3.000.000 2.500.000 5.000.000 28.000.000 Supplier menawarkan untuk menjual mesin tersebut sebanyak 10.000 unit per tahun dengan harga Rp 2.500 per unit. Analisis biaya yang dilakukan manajer : Keterangan Bahan langsung Tenaga kerja langsung Overhead variabel Gaji penyelia Penyusutan peralaatan Alokasi overhead pabrik umum Harga beli supplier Total biaya Keuntungan membuat Total Differensial cost (10.000 unit) Membuat(Rp) Membeli(RP) 10.000.000 Biaya produksi per unit (Rp) 1.000 Membuat(Rp) 1.000 500 500 5.000.000 250 250 2.500.000 300 250 300 3.000.000 Differensial cost per unit Membeli(Rp) 500 2.500 280 2.050 450 2.500 25.000.000 20.500.000 4.500.000 25.000.000
  • 6.
    Keterangan : Maka akanlebih baik manajer memutuskan untuk memproduksi sendiri mesin tersebut yang ternyata dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan sebesar Rp 450 per unit mesin yang diproduksi atau sebesar Rp 4.500.000 apabila perusahaan memproduksi 10.000 unit mesin. Meskipun demikian, ada satu faktor tambahan yang perlu dipertimbangkan sebelum memberikan keputusan final. Faktor tersebut adalah opportunity cost. Opportunity cost adalah manfaat potensial yang hilang akibat dipilihnya salah satu alternatif pilihan. Apabila ternyata ruang yang dipergunakan sebagai tempat produksi mesin tersebut dapat dipergunakan untuk memproduksi sepeda yang dapat memberikan marjin sebesar Rp. 6.000.000. Total Biaya Membeli Total Biaya Membuat Opprtunity Cost Total Biaya Keuntungan dengan membeli dari pemasok luar Membuat Membeli Rp 25.000.000 Rp 20.500.000 Rp 6.000.000 Rp 26.500.000 Rp 25.000.000 Rp 1.500.000 3. Keputusan menerima atau menolak pesanan khusus Perusahaan menerima pesanan khusus atas produk sebanyak 1000 unit dengan harga Rp 2.000/ unit padahal harga normal produk tersebut Rp 2.600 / unit. Berikut data biaya : Biaya Produksi Per Unit :  Bahan Langsung  Tenaga Kerja Langsung Rp 750 400
  • 7.
     Overhead Pabrik  Total BiayaProduksi 650 1.700 Ada penambahan biaya Variabel sebesar Rp 150 untuk modifikasi khusus produk tersebut. Selain itu Perusahaan harus membayar sejumlah Rp 15.000 kepada studio design untuk mendesain dan pembelian stensil. Dari biaya Overhead pabrik sebesar Rp 650 senilai Rp 100 merupakan biaya Overhead pabrik variabel. Maka analisis biaya relevan yg dilakukan oleh manajer sebagai berikut : Keterangan Peningkatan penjualan Penambahan biaya : Biaya variabel  Bahan langsung  Tenaga kerja langsung  Overhead variabel  Modifikasi khusus Toatal biaya variabel Biaya tetap :  Pembelian stensil Total penambahan biaya Penambahan laba bersih Per unit (Rp) 2.000 Total (1.000 unit) (Rp) 2.000.000 750 400 100 150 1.400 750.000 400.000 100.000 150.000 1.400.000 15.000 1.415.000 585.000 Keterangan : Bahwa meskipun pesana khusus ini menimbulkan biaya tambahan namun perusahaan akan memperoleh penambahan laba bersih sebesar Rp 585.000. 4. Keputusan menjual atau memproses lebih lanjut produk bersama Dalam suatu perushaan sejumlah produk dihasilkan dari input baku tunggal. Produ ini disebut sebagai produk bersama ( joint product). Contoh : Sebuah perusahaan memproduksi wol dalam dua jenis berbeda yaitu bagus dan kasar. Kedua jenis wol ini diproduksi dari bahan baku yang sama yaitu wol yang diperoleh dari perternak domba.
  • 8.
    Keterangan Nilai jual padatitik split-off Nilai jual setelah diproses lebih lanjut Alokasi biaya produk bersama Biaya proses lebih lanjut Produk A Rp 1.200.000 Produk B Rp 1.500.000 Produk C Rp 600.000 1.600.000 2.400.00 900.000 800.000 1.000.000 400.000 500.000 600.000 100.000 Analisi yang dilakukan oleh manajer sebagai berikut : Keterangan Menjual proses lebih lanjut Menjual setelahtitik split-off Peningkatan pendapatan setelah proses lebih lanjut Biaya pemrosesan lebih lanjut Lba (rugi) pemrosesan lebih lanjut Produk A Rp 1.600.000 Produk B Rp 2.400.000 Produk C Rp 900.000 1.200.000 1.500.00 600.000 Rp 400.000 Rp 900.000 Rp 300.000 500.000 600.000 100.000 (Rp 100.000) Rp 300.000 Rp 200.000 Keterangan : Bahwa apabila ketiga produk tersebut dijual pada titik split-off ternyata menghasilkan laba bagi perusahaan. Akan tetapi saat dijual setelah mengalami proses lebih lanjut ternyata prosuk A justru mengakibatkan kerugian bagi perusahaan sebesar Rp 100.000 sedangkan prosuk B dan C tetap menghasilkan laba bagi perusahaan namun keuntungan tersebut lenig sedikit dibandingkan penjualan pada titik slpit-off.