BAB 8 PENAGIHAN
PAJAK
Berdasarkan Undang-undang Nomor 19 Tahun
2000, UU ini menjadi dasar hukum untuk menagih
utang pajak dari para wajib pajak yang tidak mau
melunasi utang pajaknya.
 Surat Teguran : Tindakan awal dari pelaksanaan penagihan pajak yang harus dilakukan
sebelum dilanjutkan penerbitan surat paksa
 Surat Paksa :surat perintah untuk membayar uang pajak dan biaya penagihan pajak
 Tata Cara Penyampaian wajib pajak
 Surat paksa disampaikan oleh juru sita pajak
 Menyerahkan salinan surat paksa kepada wajib pajak
 Dibuatkan berita acara penyampaian surat paksa
 Penyitaan : Suatu tindakan yg dilakukan oleh jurusita pajak untuk menguasai barang
yang dijadikan jaminan melunasi pajak
 Pelelangan : tindakan hukum berikutnya untuk melunasi utang wajib pajak
 Hak Mendahului Pajak/Hak Istimewa: Menurut Pasal 1134 Kitab Undang-undang Hukum
Perdata (KUHPerdata) hak yang diberikan kepada seseorang berpiutang sehingga
tingkatanya lebih tinggi dr orang berpiutnag lainya
 Penagihan Seketika dan Sekaligus : Penagihan yang dilakukan tanpa menunggu jatuh
tempo pembayaran dan penagihan meliputi seluruh utang pajak dari semua jenis pajak
dan tahun pajak
 Pencegahan, Penyanderaan, dan Gugatan
 Pencegahan: larangan bersifat sementara untuk penanggung pajak tertentu untuk keluar
wilayah NKRI
 Penyanderaan: Pengekangan untuk sementara waktu kebebasan penanggung pajak
 Gugatan Pelaksanaan Penagihan Pajak : Upaya hukum terhadap pelaksanaan penagihan
pajak dan kepemilikan barang
 Angsuransi dan Penundaan Pembayaran Pajak :Angsuran atau penudaan dari ketetapan
panjak yang menyebabkan jumlah pajak terutang bertambah
 Penghapusan Piutang Pajak: dapat dihapuskan dari admiistrasi kantor pajak karena tidak
dapat ditagih lagi dengan beberapa alasan
 Daluarsa Penagihan Pajak: Suatu batasan yang ditentukan Undang-Undang bahwa fiskus
tidak mempunyai hak lagi untuk melakukan penagihan terhadap utang pajak.

Bab viii

  • 1.
    BAB 8 PENAGIHAN PAJAK BerdasarkanUndang-undang Nomor 19 Tahun 2000, UU ini menjadi dasar hukum untuk menagih utang pajak dari para wajib pajak yang tidak mau melunasi utang pajaknya.
  • 2.
     Surat Teguran: Tindakan awal dari pelaksanaan penagihan pajak yang harus dilakukan sebelum dilanjutkan penerbitan surat paksa  Surat Paksa :surat perintah untuk membayar uang pajak dan biaya penagihan pajak  Tata Cara Penyampaian wajib pajak  Surat paksa disampaikan oleh juru sita pajak  Menyerahkan salinan surat paksa kepada wajib pajak  Dibuatkan berita acara penyampaian surat paksa  Penyitaan : Suatu tindakan yg dilakukan oleh jurusita pajak untuk menguasai barang yang dijadikan jaminan melunasi pajak  Pelelangan : tindakan hukum berikutnya untuk melunasi utang wajib pajak  Hak Mendahului Pajak/Hak Istimewa: Menurut Pasal 1134 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) hak yang diberikan kepada seseorang berpiutang sehingga tingkatanya lebih tinggi dr orang berpiutnag lainya  Penagihan Seketika dan Sekaligus : Penagihan yang dilakukan tanpa menunggu jatuh tempo pembayaran dan penagihan meliputi seluruh utang pajak dari semua jenis pajak dan tahun pajak  Pencegahan, Penyanderaan, dan Gugatan  Pencegahan: larangan bersifat sementara untuk penanggung pajak tertentu untuk keluar wilayah NKRI  Penyanderaan: Pengekangan untuk sementara waktu kebebasan penanggung pajak  Gugatan Pelaksanaan Penagihan Pajak : Upaya hukum terhadap pelaksanaan penagihan pajak dan kepemilikan barang  Angsuransi dan Penundaan Pembayaran Pajak :Angsuran atau penudaan dari ketetapan panjak yang menyebabkan jumlah pajak terutang bertambah  Penghapusan Piutang Pajak: dapat dihapuskan dari admiistrasi kantor pajak karena tidak dapat ditagih lagi dengan beberapa alasan  Daluarsa Penagihan Pajak: Suatu batasan yang ditentukan Undang-Undang bahwa fiskus tidak mempunyai hak lagi untuk melakukan penagihan terhadap utang pajak.