BAB 11 Tindakan Pidana Pajak
 Suatu peristiwa atau tindakan melanggar
hukum atu undang-undang pajak yang
dilakukan 0leh seseorang yang tindakanya
tersebut dapat dipertanggung jawabkan dan
oleh undang-undang pajak dapat dinyatakan
sebagai suatu tindakan pidana yang dapat
dihukum
 Pengertian Penyidikan Pasal 1 angka 28 menyatakan penyidikan tindak pidana
dibidang perpajakan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik
untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti membuat terang
tindak pidana di bidang perpajakan yang terjadi serta menemukan
tersangkanya
 Wewenang Penyidik Pajak dalam Pasal 44 ayat (2) Undang-undang KU, yaitu:
 Meneliti laporan berkenaan tindakan pidana
 Mengumpulkan keterangan tentang kebenaran tindak pidana
 Meminta keterangan dan bahan bukti
 Memeriksa dokumen berkenaan tindak pidana
 Melakukan penggeledahan
 Meminta bantuan tenaga ahli
 Meminta atau melarang seseorang pindah ruangan saat penggeledahan
berlangsung
 Memotret seseorang kaitanya dengn tindak pidana dibidang perpajakan
 Memangil orang untuk didengar keterangan
 Menghentikan penyidikan
 Melakukan tindakan lain menurut hukum yang dipertanggung jawabkan
 Penuntutan kepada penuntut umum sesuai
Pasal 1 butir 6 KUHA, Penuntut umum adalah
Jaksa yang diberi wewenang oleh undang-
undang untuk melakukan penuntutan dan
melaksanakan penetapan hakim
Sistem Pembuktian Beban Pembuktian
 Pasal 1 butir 11 KUHAP Menyatakan bahwa
putusan pengdilan adalah pernyataan hakim
yang diucapkan dalam sidang pengadilan
terbuka, yang dapat berupa pemidanaan atau
bebas atau lepas dari segala runtutan hukum
dalam hal serta menurut cara yang diatur
dalam undang-undang
 Setiap anggota masyarakat khususnya
masyarakat yang tergolong sebagai wajib
pajak menginginkan adanya rasa keadilan
dan kepastian hukum atas suatu masalah
tindak pidana khususnya tindak pidana
bidang perpajakan

Bab xi

  • 1.
    BAB 11 TindakanPidana Pajak
  • 2.
     Suatu peristiwaatau tindakan melanggar hukum atu undang-undang pajak yang dilakukan 0leh seseorang yang tindakanya tersebut dapat dipertanggung jawabkan dan oleh undang-undang pajak dapat dinyatakan sebagai suatu tindakan pidana yang dapat dihukum
  • 3.
     Pengertian PenyidikanPasal 1 angka 28 menyatakan penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti membuat terang tindak pidana di bidang perpajakan yang terjadi serta menemukan tersangkanya  Wewenang Penyidik Pajak dalam Pasal 44 ayat (2) Undang-undang KU, yaitu:  Meneliti laporan berkenaan tindakan pidana  Mengumpulkan keterangan tentang kebenaran tindak pidana  Meminta keterangan dan bahan bukti  Memeriksa dokumen berkenaan tindak pidana  Melakukan penggeledahan  Meminta bantuan tenaga ahli  Meminta atau melarang seseorang pindah ruangan saat penggeledahan berlangsung  Memotret seseorang kaitanya dengn tindak pidana dibidang perpajakan  Memangil orang untuk didengar keterangan  Menghentikan penyidikan  Melakukan tindakan lain menurut hukum yang dipertanggung jawabkan
  • 4.
     Penuntutan kepadapenuntut umum sesuai Pasal 1 butir 6 KUHA, Penuntut umum adalah Jaksa yang diberi wewenang oleh undang- undang untuk melakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan hakim
  • 5.
  • 6.
     Pasal 1butir 11 KUHAP Menyatakan bahwa putusan pengdilan adalah pernyataan hakim yang diucapkan dalam sidang pengadilan terbuka, yang dapat berupa pemidanaan atau bebas atau lepas dari segala runtutan hukum dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang
  • 7.
     Setiap anggotamasyarakat khususnya masyarakat yang tergolong sebagai wajib pajak menginginkan adanya rasa keadilan dan kepastian hukum atas suatu masalah tindak pidana khususnya tindak pidana bidang perpajakan