PENGELOLAAN SEKOLAH
BERBASIS ASET
DR H TATANG SUNENDAR MSi
2
Widyaiswara Utama BBGP Jawa Barat
Nip. 196008161986031003/golongan IVE
Pendidikan
• S1 Pendidikan KIMIA (IKIP)
• S2 Magister Ilmu Lingkungan (UNPAD)
• S3 Aministrasi Pendidikan (UPI).
Pengalaman
• Menjadi Guru Kimia
• Kepala Sekolah
• Widyaiswara
Pos-el : sunendart@gmail.com
Kontak : 087825551462
PROFIL PENGAJAR
TujuanSesi:
● Penggerak komunitas mampu mengidentifikasi dan
memetakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan komunitas belajarnya
● Penggerak komunitas dapat menggunakan sumber daya
yang ada secara efektif untuk meningkatkan kualitas
belajarkomunitasnya
Pernahkah Ibu dan
Bapakmenemukan
kondisi
sulit/menantang
karena minimnya
sumber daya?
Apa sajayang bisa Anda sebut sebagai
sumber dayayangdimiliki dan dapat
dimanfaatkan oleh komunitas?
Sejauh mana Anda
memanfaatkan haltersebut?
Keduanya kepalasekolah.
Sekolahnya mau belajar
implementasi Kurikulum
Merdeka tapi tidak tahu
bagaimana memulainya
Ketidaktahuanini
karena belum
adanya pelatihan
daripusat
Mengusulkan kepengawas
untuk melakukanpelatihan
&
Membuat proposal untuk
mengundang narasumberke
sekolah
Melaksanakan
pelatihan dengan
narasumber yang
diundang
Kemudian guru-guru
mulai belajar
mengimplementasikan
Kurikulum Merdeka
Bergantung pada
adanyapelatihandari
pusat/narasumber
Bergantung dari
inisiatif kepala
sekolahnya
Mengidentifikasi sumber
belajar yang tersediadan
bisa digunakan di
sekolahnya
Membuat agenda belajar
rutin dan membagiperan
dengan para guru untuk
memfasilitasi sesibelajar
Mengundang kepala
sekolah/guru dari
sekolah penggerak
terdekat sebagaiteman
belajar/diskusi
Melakukan praktik-praktik
kecil dikelas dari hasil
belajar sebagai latihan
implementasi
Belajarterjadisecara konsisten
karena tidak bergantung pada
ada/tidaknyapelatihandari
pusat/narsum
Adanya sesi belajar tidak
bergantung pada 1orang
karena ada pembagian
peran
Bagaimana
menurutAnda?
Bagaimanadampak
keanggotanya?
- Anggota
cenderung pasif
karenamenunggu
adapemateri
- Karena sebagai
program ada
kecenderungan
tidakberkelanjutan
- Setiapanggota
berdaya
- Belajar dan
diskusimenjadi
kegiatan yang
berkelanjutan
Fokus pada masalah, mengidentifikasi
kebutuhan dan kekurangan,merancang
program untuk menyelesaikanmasalah
Fokus padaaset dan kekuatan,membayangkan
masa depan, mengorganisasi kompetensi dan
sumber daya,merancang program berdasarkan
visi dankekuatan
Berbasis padakekuatan
Fokus pada masalah danisu
Berkutat pada masalahutama
Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan-
bertanya apa yangkurang
Fokus mencari bantuan dariinstitusi lain
Merancang program untukmenyelesaikan
masalah
Fokus padakekuatan
Membayangkan masadepan
Berpikir tentang kekuatan untukmencapai
kesuksesan
Mengorganisasi aset dankekuatan
Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan
kekuatan
Berbasis padakekurangan
Langkah 1
peserta dibagi ke
dalam5 kelompok
Langkah 2
Setiap kelompok
berdisikusi tentang studi
Kasus 1 dan 2
Langkah 3
Setiap kelompok
mempresentasikan
Hasil diskusi kasus 1 dan
2
MariBerdiskusi
Studi kasus 1
• Ibu Lilin adalah salah satu guru di SMP favorit yang selalu diincar oleh para orang tua. Sekolah tersebut juga selalu
menduduki peringkat I rerata perolehan nilai UN. Murid- murid begitu kompetitif memperoleh nilai ulangan dan prestasi
lainnya, dan dalam keseharian proses belajar mengajar, murid terlihat sangat patuh dan tertib. Bahkan, ada yang bergurau
bahwa murid di sekolah favorit tersebut tetap antusias belajar meskipun jam kosong.
• Keadaan berubah semenjak regulasi PPDB Zonasi digulirkan. Ibu Lilin mulai sering marah-marah di kelas karena karakter
dan tingkat kepandaian murid-muridnya yang heterogen. Sering terdengar, meja guru digebrak oleh Ibu Lilin karena kondisi
kelas yang susah dikendalikan. Apalagi, jika murid-murid tidak kunjung paham terhadap materi pelajaran yang Ibu Lilin
jelaskan. Seringkali, begitu keluar dari kelas, raut muka Ibu Lilin merah padam dan kelelahan. Suatu hari, ada laporan berupa
foto dari layar telepon genggam yang menunjukkan tulisan tentang Ibu Lilin menjadi bulan-bulanan murid- murid di grup
WhatsApp.
• Beberapa murid dipanggil oleh Guru BK. Ibu Lilin juga berada di ruang konseling saat itu, beliau marah besar dan tidak
terima penghinaan yang dilontarkan lewat pesan WA murid-muridnya. Bahkan, beliau memboikot, tidak akan mengajar jika
murid-murid yang terlibat pembicaraan tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah. Kasus tersebut terdengar pula oleh guru-
guru sekolah non favorit. “Saya mah sudah biasa menghadapi murid nakal dan bebal.” Kata Bu Siti, yang mengajar di
sekolah non favorit.
STUDI KASUS 2
Pak Pupur, guru yang dicintai para muridnya. Cara mengajarnya hebat, ramah, dan
menyayangi murid layaknya anak sendiri. Suatu ketika, Dinas Pendidikan daerah membuka
lowongan pengawas sekolah. Kepala Sekolah merekomendasi Pak Pupur untuk mendaftar
seleksi calon pengawas sekolah. Kepala sekolah memilih Pak Pupur untuk mengikuti
seleksi karena selain berkualitas, dewan gurupun begitu antusias mendukung Pak Pupur
mengikuti seleksi calon pengawas sekolah.
Secara portofolio, penghargaan kejuaraan perlombaan guru, karya alat peraga berbahan
limbah yang Pak Pupur ikuti selalu bisa sampai mendapatkan penghargaan lomba tingkat
nasional. Kecerdasannya pun juga luar biasa di mana nilai Uji Kompetensi Gurunya
(UKG) bisa mencapai nilai 90, Namun, Pak Pupur justru merasa sedih direkomendasikan
kepala sekolahnya mengikuti seleksi calon pengawas sekolah.
Pertanyaannya
• Bagaimana Anda melihat kasus Ibu Lilin ini? Hubungkan dengan segala
aspek yang bisa didiskusikan , apa yang akan Anda lakukan apabila Anda
sebagai Kepala Sekolah.
• Bagaimana pendapat Anda mengenai sikap Pupur? Apabila Anda sebagai
Kepala Sekolah, apa yang bisa Anda lakukan?
•Penguatan
PENGEMBANGAN SEKOLAH BERBASIS
ASET
• Pengembangan sekolah berbasis aset merupakan istilah yang
diadaptasi dari Asset Based Comunity Development (ABDC)
yaitu Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) muncul
sebagai kritik terhadap pendekatan konvensional yang
menekankan pada masalah dan komunitas
1.Modal Manusia
• Sumber daya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia
menjadi sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, dan harga diri seseorang.
2.Modal Sosial
Modal sosial dimaknai sebagai norma dan aturan yang mengikat warga
masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola perilaku warga, juga unsur
kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang ada di dalam
komunitas/masyarakat.
3.Modal Politik
• Modal politik sebagai sebagai salah satu aset sekolah dapat digunakan untuk
melahirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas
pembelajaran. Misalkan seorang kepala sekolah dengan kewenangan yang
dimilikinya, menggunakan kewenangannya untuk membuat kebijakan-
kebijakan yang mengakomodir kepentingan warga sekolah dan peningkatan
kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid
4.Modal agama dan budaya
• Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar, dan berfungsi
untuk mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik
perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral
sosial yang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga perilaku atau amalan
5.Modal Fisik
• Terdiri atas dua kelompok utama, yaitu:
• Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses
pembelajaran, laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan.
• Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem
air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat
transportasi, dan lain-lain.
6.Modal Lingkungan/alam
• Bisa berupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang
tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal
lingkungan terdiri dari bumi, udara yang bersih, laut, taman, danau, sungai,
tumbuhan, hewan, dan sebagainya.
• Tanah untuk berkebun, danau atau empang untuk berternak, semua hasil dari
pohon seperti kayu, buah, bambu, atau material bangunan yang bisa
digunakan kembali.
7.Modal Finansial
• Dukungan keuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat
digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah
komunitas.
• Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan
pendapatan pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan
eksternal.
Sekolah sebagaiEkosistem
Biotik Abiotik
Berbasis padakekuatan
Fokus pada masalah dan isu
Berkutat pada masalahutama
Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan-
bertanya apa yangkurang
Fokus mencari bantuan dariinstitusi lain
Merancang program untukmenyelesaikan
masalah
Fokus padakekuatan
Membayangkan masadepan
Berpikir tentang kekuatan untukmencapai
kesuksesan
Mengorganisasi aset dankekuatan
Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan
kekuatan
Berbasis padakekurangan
Pendekatan Berbasis Kekurangan/Masalah (Deficit-Based
Approach) dan Pendekatan Berbasis Aset/Kekuatan (Asset-Based
Approach)
• Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menggambarkan seorang
pendidik sebagai seorang yang harus memiliki kualifikasi akademik dan
kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta
memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Menurut Bpk/Ibu, bagaimana kualifikasi akademik dan kompetensi yang
dimiliki oleh Bpk/Ibu dapat dikelola sebagai aset yang didayagunakan untuk
mewujudkan tujuan pendidikan nasional?
• Standar sarana dan prasarana merupakan kriteria minimal yang harus
dipenuhi oleh sekolah berkaitan dengan tempat belajar, tempat berolahraga,
tempat ibadah, laboratorium, perpustakaan, bengkel kerja, tempat bermain,
dan lainnya. Apabila sekolah Bpk/Ibu hanya memiliki kriteria minimal dari
standar sarana dan prasarana, apa yang dapat dilakukan oleh Ibu/Bpk untuk
tetap menghasilkan kualitas pendidikan yang optimal?
• Satuan pendidikan sebagai sebuah komunitas, mempunyai hak mengatur,
melaksanakan, dan mengawasi kegiatan pendidikan agar efisiensi dan efektivitas
penyelenggara pendidikan dapat tercapai seperti yang diisyaratkan dalam standar
pengelolaan pendidikan. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan secara efektif
dan efisien, tentu membutuhkan peran seluruh warga sekolah. apa yang dapat
dikelola dari sekolah melalui pendekatan komunitas berbasis aset agar efisien dan
efektif?
Pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development)
Karakteristik komunitas yang sehat dan resilien
adalah sebagai berikut:
• Mempraktikkan dialog berkelanjutan dan partisipasi anggota masyarakat, yaitu perilaku yang menghargai keragaman
dan mendorong dialog penduduk yang aktif, partisipasi dan kepemilikan masyarakat atas masa depan
• Menumbuhkan komitmen terhadap tempat, yaitu perilaku akan memperkuat koneksi warga baik komunitas,
lingkungan, dan ekonomi lokal mereka. Apabi diaplikasikan ke sekolah, bagaimana memperkuat komitmen warga
sekolah untuk saling bergotong royong demi kemajuan murid-murid.
• Membangun koneksi dan kolaborasi, yaitu perilaku yang mendorong perencanaan dan tindakan kolaboratif, jaringan
dan hubungan yang kuat antara penduduk, organisasi, bisnis, dan komunitas. Jika diaplikasikan ke sekolah, maka
sekolah harus mendorong perencanaan dan tindakan dilakukan secara kolaboratif. Hubungan dan jejaring antara
warga sekolah, masyarakat sekitar, organisasi yang ada, dan aset lainnya juga harus terjalin. Membangun dan
membina hubungan antara warga sekolah, seperti hubungan guru-guru, guru – kepala sekolah, guru – murid –
guru, guru – staf sekolah – guru, staf sekolah – murid – staf sekolah, ataupun kepala sekolah – murid – kepala
sekolah menjadi sangat penting untuk membangun sekolah yang sehat dan inklusif.
• Mengenal dirinya sendiri dan membangun aset yang ada, yaitu perilaku yang
menemukan, memetakan, menghubungkan, dan memanfaatkan sumber daya
seluruh komunitas yang ada. Sekolah harus dibangun dengan melihat pada kekuatan,
potensi, dan tantangan. Kita harus bisa fokus pada pembangunan sumber daya yang
tersedia, kapasitas yang kita miliki, serta kekuatan dan aspirasi yang sudah ada.
• Membentuk masa depannya, yaitu perilaku yang memungkinkan visi komunitas
bersama tentang masa depan, sebagaimana tercermin dalam tujuan praktis
komunitas, rencana aksi, dan peringkat prioritas, ditambah dengan keinginan untuk
tidak membahayakan kesejahteraan generasi mendatang. Sekolah
• Bertindak dengan obsesi ide dan peluang, yaitu perilaku yang mendorong pencarian tanpa akhir untuk ide-
ide baru dan tepat, kemungkinan pengembangan dan sumber daya internal dan eksternal. Dalam setiap
unsur sekolah, pasti ada sesuatu yang berhasil. Dari pada menanyakan “Ada masalah apa?” dan
“Bagaimana memperbaikinya?”, lebih baik bertanya “Apa yang telah berhasil dilakukan?” dan “Bagaimana
mengupayakan agar lebih baik lagi?”
• Merangkul perubahan dan bertanggung jawab, yaitu perilaku yang memperkuat kemampuan masyarakat
untuk mengatasi perubahan dan pulih dari krisis, pola pikir yang berfokus pada optimisme, harapan, dan
yakin bahwa 'kita bisa melakukannya'. Titik awal perubahan pada sekolah selalu pada perubahan pola pikir
(mindset) dan sikap yang positif.
• Menghasilkan kepemimpinan, yaitu perilaku yang terus-menerus memperluas dan memperbaharui
kapasitas kepemimpinan masyarakat. Faktor utama dalam perubahan yang berkelanjutan di sekolah adalah
kepemimpinan lokal dan pengembangan dan pembaharuan kepemimpinan itu secara terus menerus.
Langkah 1
peserta dibagi ke
dalam5 kelompok
Langkah 2
Identifikasi 7 aset/modal
yang dimiliki oleh sekolah
danbagaimana
pemanfaatannya
Langkah 3
Setiap kelompok
mempresentasikan
bentuk pemanfaatan
yang akandikembangkan
berdasarkanaset/modal
MariBerdiskusi
Format untuk diskusi
No Modal Pemanfaatan Hambatan Solusi
1 Manusia
2 Sosial
3 politik
4 Agama dan budaya
5 fisik
6 Lingkungan
7 Finansial
Ayoooo Kenali
Mereka
craated by tatang
Tipe – Tipe Guru
Profesional
Pengritik
Sibuk
Drop Out
(+) (+)
(-) (+)
(-) (-) (+) (-)
Komitmen
Kompetensi
craated by tatang
Pendekatan dalam
Membina Guru
Tugas Personal
Profesional - -
Pengritik - +
Drop Out + -
Sibuk + +

1. PENGELOLAAN SEKOLAH BERBASIS ASET.pptx

  • 1.
  • 2.
    DR H TATANGSUNENDAR MSi 2 Widyaiswara Utama BBGP Jawa Barat Nip. 196008161986031003/golongan IVE Pendidikan • S1 Pendidikan KIMIA (IKIP) • S2 Magister Ilmu Lingkungan (UNPAD) • S3 Aministrasi Pendidikan (UPI). Pengalaman • Menjadi Guru Kimia • Kepala Sekolah • Widyaiswara Pos-el : sunendart@gmail.com Kontak : 087825551462 PROFIL PENGAJAR
  • 3.
    TujuanSesi: ● Penggerak komunitasmampu mengidentifikasi dan memetakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan komunitas belajarnya ● Penggerak komunitas dapat menggunakan sumber daya yang ada secara efektif untuk meningkatkan kualitas belajarkomunitasnya
  • 4.
  • 5.
    Apa sajayang bisaAnda sebut sebagai sumber dayayangdimiliki dan dapat dimanfaatkan oleh komunitas? Sejauh mana Anda memanfaatkan haltersebut?
  • 6.
    Keduanya kepalasekolah. Sekolahnya maubelajar implementasi Kurikulum Merdeka tapi tidak tahu bagaimana memulainya
  • 7.
    Ketidaktahuanini karena belum adanya pelatihan daripusat Mengusulkankepengawas untuk melakukanpelatihan & Membuat proposal untuk mengundang narasumberke sekolah Melaksanakan pelatihan dengan narasumber yang diundang Kemudian guru-guru mulai belajar mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
  • 8.
  • 9.
    Mengidentifikasi sumber belajar yangtersediadan bisa digunakan di sekolahnya Membuat agenda belajar rutin dan membagiperan dengan para guru untuk memfasilitasi sesibelajar Mengundang kepala sekolah/guru dari sekolah penggerak terdekat sebagaiteman belajar/diskusi Melakukan praktik-praktik kecil dikelas dari hasil belajar sebagai latihan implementasi
  • 10.
    Belajarterjadisecara konsisten karena tidakbergantung pada ada/tidaknyapelatihandari pusat/narsum Adanya sesi belajar tidak bergantung pada 1orang karena ada pembagian peran
  • 11.
  • 12.
    Bagaimanadampak keanggotanya? - Anggota cenderung pasif karenamenunggu adapemateri -Karena sebagai program ada kecenderungan tidakberkelanjutan - Setiapanggota berdaya - Belajar dan diskusimenjadi kegiatan yang berkelanjutan
  • 13.
    Fokus pada masalah,mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan,merancang program untuk menyelesaikanmasalah Fokus padaaset dan kekuatan,membayangkan masa depan, mengorganisasi kompetensi dan sumber daya,merancang program berdasarkan visi dankekuatan
  • 14.
    Berbasis padakekuatan Fokus padamasalah danisu Berkutat pada masalahutama Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan- bertanya apa yangkurang Fokus mencari bantuan dariinstitusi lain Merancang program untukmenyelesaikan masalah Fokus padakekuatan Membayangkan masadepan Berpikir tentang kekuatan untukmencapai kesuksesan Mengorganisasi aset dankekuatan Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan Berbasis padakekurangan
  • 15.
    Langkah 1 peserta dibagike dalam5 kelompok Langkah 2 Setiap kelompok berdisikusi tentang studi Kasus 1 dan 2 Langkah 3 Setiap kelompok mempresentasikan Hasil diskusi kasus 1 dan 2 MariBerdiskusi
  • 16.
    Studi kasus 1 •Ibu Lilin adalah salah satu guru di SMP favorit yang selalu diincar oleh para orang tua. Sekolah tersebut juga selalu menduduki peringkat I rerata perolehan nilai UN. Murid- murid begitu kompetitif memperoleh nilai ulangan dan prestasi lainnya, dan dalam keseharian proses belajar mengajar, murid terlihat sangat patuh dan tertib. Bahkan, ada yang bergurau bahwa murid di sekolah favorit tersebut tetap antusias belajar meskipun jam kosong. • Keadaan berubah semenjak regulasi PPDB Zonasi digulirkan. Ibu Lilin mulai sering marah-marah di kelas karena karakter dan tingkat kepandaian murid-muridnya yang heterogen. Sering terdengar, meja guru digebrak oleh Ibu Lilin karena kondisi kelas yang susah dikendalikan. Apalagi, jika murid-murid tidak kunjung paham terhadap materi pelajaran yang Ibu Lilin jelaskan. Seringkali, begitu keluar dari kelas, raut muka Ibu Lilin merah padam dan kelelahan. Suatu hari, ada laporan berupa foto dari layar telepon genggam yang menunjukkan tulisan tentang Ibu Lilin menjadi bulan-bulanan murid- murid di grup WhatsApp. • Beberapa murid dipanggil oleh Guru BK. Ibu Lilin juga berada di ruang konseling saat itu, beliau marah besar dan tidak terima penghinaan yang dilontarkan lewat pesan WA murid-muridnya. Bahkan, beliau memboikot, tidak akan mengajar jika murid-murid yang terlibat pembicaraan tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah. Kasus tersebut terdengar pula oleh guru- guru sekolah non favorit. “Saya mah sudah biasa menghadapi murid nakal dan bebal.” Kata Bu Siti, yang mengajar di sekolah non favorit.
  • 17.
    STUDI KASUS 2 PakPupur, guru yang dicintai para muridnya. Cara mengajarnya hebat, ramah, dan menyayangi murid layaknya anak sendiri. Suatu ketika, Dinas Pendidikan daerah membuka lowongan pengawas sekolah. Kepala Sekolah merekomendasi Pak Pupur untuk mendaftar seleksi calon pengawas sekolah. Kepala sekolah memilih Pak Pupur untuk mengikuti seleksi karena selain berkualitas, dewan gurupun begitu antusias mendukung Pak Pupur mengikuti seleksi calon pengawas sekolah. Secara portofolio, penghargaan kejuaraan perlombaan guru, karya alat peraga berbahan limbah yang Pak Pupur ikuti selalu bisa sampai mendapatkan penghargaan lomba tingkat nasional. Kecerdasannya pun juga luar biasa di mana nilai Uji Kompetensi Gurunya (UKG) bisa mencapai nilai 90, Namun, Pak Pupur justru merasa sedih direkomendasikan kepala sekolahnya mengikuti seleksi calon pengawas sekolah.
  • 18.
    Pertanyaannya • Bagaimana Andamelihat kasus Ibu Lilin ini? Hubungkan dengan segala aspek yang bisa didiskusikan , apa yang akan Anda lakukan apabila Anda sebagai Kepala Sekolah. • Bagaimana pendapat Anda mengenai sikap Pupur? Apabila Anda sebagai Kepala Sekolah, apa yang bisa Anda lakukan?
  • 19.
  • 20.
    PENGEMBANGAN SEKOLAH BERBASIS ASET •Pengembangan sekolah berbasis aset merupakan istilah yang diadaptasi dari Asset Based Comunity Development (ABDC) yaitu Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) muncul sebagai kritik terhadap pendekatan konvensional yang menekankan pada masalah dan komunitas
  • 23.
    1.Modal Manusia • Sumberdaya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia menjadi sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan harga diri seseorang.
  • 24.
    2.Modal Sosial Modal sosialdimaknai sebagai norma dan aturan yang mengikat warga masyarakat yang ada di dalamnya dan mengatur pola perilaku warga, juga unsur kepercayaan (trust) dan jaringan (networking) antara unsur yang ada di dalam komunitas/masyarakat.
  • 25.
    3.Modal Politik • Modalpolitik sebagai sebagai salah satu aset sekolah dapat digunakan untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Misalkan seorang kepala sekolah dengan kewenangan yang dimilikinya, menggunakan kewenangannya untuk membuat kebijakan- kebijakan yang mengakomodir kepentingan warga sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid
  • 26.
    4.Modal agama danbudaya • Agama merupakan suatu sistem berperilaku yang mendasar, dan berfungsi untuk mengintegrasikan perilaku individu di dalam sebuah komunitas, baik perilaku lahiriah maupun simbolik. Agama menuntut terbentuknya moral sosial yang bukan hanya kepercayaan, tetapi juga perilaku atau amalan
  • 27.
    5.Modal Fisik • Terdiriatas dua kelompok utama, yaitu: • Bangunan yang bisa digunakan untuk kelas atau lokasi melakukan proses pembelajaran, laboratorium, pertemuan, ataupun pelatihan. • Infrastruktur atau sarana prasarana, mulai dari saluran pembuangan, sistem air, mesin, jalan, jalur komunikasi, sarana pendukung pembelajaran, alat transportasi, dan lain-lain.
  • 28.
    6.Modal Lingkungan/alam • Bisaberupa potensi yang belum diolah dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dalam upaya pelestarian alam dan juga kenyamanan hidup. Modal lingkungan terdiri dari bumi, udara yang bersih, laut, taman, danau, sungai, tumbuhan, hewan, dan sebagainya. • Tanah untuk berkebun, danau atau empang untuk berternak, semua hasil dari pohon seperti kayu, buah, bambu, atau material bangunan yang bisa digunakan kembali.
  • 29.
    7.Modal Finansial • Dukungankeuangan yang dimiliki oleh sebuah komunitas yang dapat digunakan untuk membiayai proses pembangunan dan kegiatan sebuah komunitas. • Modal finansial termasuk tabungan, hutan, investasi, pengurangan dan pendapatan pajak, hibah, gaji, serta sumber pendapatan internal dan eksternal.
  • 30.
  • 31.
    Berbasis padakekuatan Fokus padamasalah dan isu Berkutat pada masalahutama Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan- bertanya apa yangkurang Fokus mencari bantuan dariinstitusi lain Merancang program untukmenyelesaikan masalah Fokus padakekuatan Membayangkan masadepan Berpikir tentang kekuatan untukmencapai kesuksesan Mengorganisasi aset dankekuatan Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan Berbasis padakekurangan
  • 32.
    Pendekatan Berbasis Kekurangan/Masalah(Deficit-Based Approach) dan Pendekatan Berbasis Aset/Kekuatan (Asset-Based Approach) • Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menggambarkan seorang pendidik sebagai seorang yang harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Menurut Bpk/Ibu, bagaimana kualifikasi akademik dan kompetensi yang dimiliki oleh Bpk/Ibu dapat dikelola sebagai aset yang didayagunakan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional?
  • 33.
    • Standar saranadan prasarana merupakan kriteria minimal yang harus dipenuhi oleh sekolah berkaitan dengan tempat belajar, tempat berolahraga, tempat ibadah, laboratorium, perpustakaan, bengkel kerja, tempat bermain, dan lainnya. Apabila sekolah Bpk/Ibu hanya memiliki kriteria minimal dari standar sarana dan prasarana, apa yang dapat dilakukan oleh Ibu/Bpk untuk tetap menghasilkan kualitas pendidikan yang optimal?
  • 34.
    • Satuan pendidikansebagai sebuah komunitas, mempunyai hak mengatur, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan pendidikan agar efisiensi dan efektivitas penyelenggara pendidikan dapat tercapai seperti yang diisyaratkan dalam standar pengelolaan pendidikan. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan secara efektif dan efisien, tentu membutuhkan peran seluruh warga sekolah. apa yang dapat dikelola dari sekolah melalui pendekatan komunitas berbasis aset agar efisien dan efektif? Pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development)
  • 35.
    Karakteristik komunitas yangsehat dan resilien adalah sebagai berikut: • Mempraktikkan dialog berkelanjutan dan partisipasi anggota masyarakat, yaitu perilaku yang menghargai keragaman dan mendorong dialog penduduk yang aktif, partisipasi dan kepemilikan masyarakat atas masa depan • Menumbuhkan komitmen terhadap tempat, yaitu perilaku akan memperkuat koneksi warga baik komunitas, lingkungan, dan ekonomi lokal mereka. Apabi diaplikasikan ke sekolah, bagaimana memperkuat komitmen warga sekolah untuk saling bergotong royong demi kemajuan murid-murid. • Membangun koneksi dan kolaborasi, yaitu perilaku yang mendorong perencanaan dan tindakan kolaboratif, jaringan dan hubungan yang kuat antara penduduk, organisasi, bisnis, dan komunitas. Jika diaplikasikan ke sekolah, maka sekolah harus mendorong perencanaan dan tindakan dilakukan secara kolaboratif. Hubungan dan jejaring antara warga sekolah, masyarakat sekitar, organisasi yang ada, dan aset lainnya juga harus terjalin. Membangun dan membina hubungan antara warga sekolah, seperti hubungan guru-guru, guru – kepala sekolah, guru – murid – guru, guru – staf sekolah – guru, staf sekolah – murid – staf sekolah, ataupun kepala sekolah – murid – kepala sekolah menjadi sangat penting untuk membangun sekolah yang sehat dan inklusif.
  • 36.
    • Mengenal dirinyasendiri dan membangun aset yang ada, yaitu perilaku yang menemukan, memetakan, menghubungkan, dan memanfaatkan sumber daya seluruh komunitas yang ada. Sekolah harus dibangun dengan melihat pada kekuatan, potensi, dan tantangan. Kita harus bisa fokus pada pembangunan sumber daya yang tersedia, kapasitas yang kita miliki, serta kekuatan dan aspirasi yang sudah ada. • Membentuk masa depannya, yaitu perilaku yang memungkinkan visi komunitas bersama tentang masa depan, sebagaimana tercermin dalam tujuan praktis komunitas, rencana aksi, dan peringkat prioritas, ditambah dengan keinginan untuk tidak membahayakan kesejahteraan generasi mendatang. Sekolah
  • 37.
    • Bertindak denganobsesi ide dan peluang, yaitu perilaku yang mendorong pencarian tanpa akhir untuk ide- ide baru dan tepat, kemungkinan pengembangan dan sumber daya internal dan eksternal. Dalam setiap unsur sekolah, pasti ada sesuatu yang berhasil. Dari pada menanyakan “Ada masalah apa?” dan “Bagaimana memperbaikinya?”, lebih baik bertanya “Apa yang telah berhasil dilakukan?” dan “Bagaimana mengupayakan agar lebih baik lagi?” • Merangkul perubahan dan bertanggung jawab, yaitu perilaku yang memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengatasi perubahan dan pulih dari krisis, pola pikir yang berfokus pada optimisme, harapan, dan yakin bahwa 'kita bisa melakukannya'. Titik awal perubahan pada sekolah selalu pada perubahan pola pikir (mindset) dan sikap yang positif. • Menghasilkan kepemimpinan, yaitu perilaku yang terus-menerus memperluas dan memperbaharui kapasitas kepemimpinan masyarakat. Faktor utama dalam perubahan yang berkelanjutan di sekolah adalah kepemimpinan lokal dan pengembangan dan pembaharuan kepemimpinan itu secara terus menerus.
  • 38.
    Langkah 1 peserta dibagike dalam5 kelompok Langkah 2 Identifikasi 7 aset/modal yang dimiliki oleh sekolah danbagaimana pemanfaatannya Langkah 3 Setiap kelompok mempresentasikan bentuk pemanfaatan yang akandikembangkan berdasarkanaset/modal MariBerdiskusi
  • 39.
    Format untuk diskusi NoModal Pemanfaatan Hambatan Solusi 1 Manusia 2 Sosial 3 politik 4 Agama dan budaya 5 fisik 6 Lingkungan 7 Finansial
  • 40.
  • 41.
    craated by tatang Tipe– Tipe Guru Profesional Pengritik Sibuk Drop Out (+) (+) (-) (+) (-) (-) (+) (-) Komitmen Kompetensi
  • 42.
    craated by tatang Pendekatandalam Membina Guru Tugas Personal Profesional - - Pengritik - + Drop Out + - Sibuk + +