Percik Edisi IV Tahun 2010 Bagian Pertama

1,182 views

Published on

Majalah Air Minum dan Penyehatan Lingungan dengan tema Seputar Hari Habitat Tahun 2010

Published in: Health & Medicine
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Tema better City Better Life, dambaan seiap warga kota. Setumpuk permasalahan dikota-kota harus menjadi perhatian setiap warga ,dari kalangan Pemerintah, Dunia Usaha maupun Masyarakat sendiri. Disamping bangkitnya kesadaran masing, perdirajut kerjasama dengan jiwa kebersamaan, jiwa kekeluargaan dan kegotong-royongan yang menjadi jatidiri Bangsa Indonesia.Kota kebanggaan kita, masalah kita dan kewajiban kita bersama untuk mewujudkan BETTER LIFE.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,182
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Percik Edisi IV Tahun 2010 Bagian Pertama

  1. 1. Surabaya Green and Clean: Menuju Kota Surabaya Sehat Edisi IV, 2010 Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Hari Habitat Menuju Kota dan Kehidupan Lebih Baik
  2. 2. Dari Edisi IV, 2010 Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Daftar Redaksi Diterbitkan oleh Isi Kelompok Kerja Air Minum S dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Dari Redaksi ................................................................................................. 3 udah menjadi suatu rutinitas sejak tahun 1986, prasarana, sarana dan utilitas (PSU). Penanganan yang Suara Anda.................................................................................................... 4 bahwa setiap hari Senin minggu pertama tidak menyeluruh tidak akan maksimal hasilnya. Pesan Penanggung Jawab Laporan Utama bulan Oktober diperingati sebagai Hari ini yang ingin juga disampaikan melalui peringatan Hari Direktur Permukiman dan Perumahan Hari Habitat Dunia 2010 Menuju Kota dan Kehidupan Lebih Baik........ 5 Habitat di seluruh dunia. Pada tahun ini Hari Habitat sejak sekitar 10 tahun terakhir. Hari Habitat Dunia, Meningkatkan Kepedulian atas Habitat jatuh pada 4 Oktober 2010 dengan Dalam semangat keterpaduan inilah kemudian Bappenas Tantangan Urbanisasi............................................................................ 9 tema menuju kota dan kehidupan lebih baik (better city edisi Percik kali ini mengangkat tema Hari Habitat. Direktur Penyehatan Lingkungan Hari Habitat, Air, dan Sanitasi................................................................ 11 better life). Peringatan Hari Habitat sudah sering kali Harapannya bahwa pembangunan perumahan dan Kementerian Kesehatan Sekretariat Nasional Habitat Indonesia................................................. 13 dilaksanakan di Indonesia. Namun masih sering terjadi permukiman bisa lebih terpadu ke depannya. Tidak Direktur Pengembangan Air Minum Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum salah kaprah bahwa peringatan hari habitat menjadi hanya dalam konsep tetapi juga dalam pelaksanaannya di Agenda 21.............................................................................................. 15 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan porsi dari para pemangku kepentingan pembangunan lapangan. Semoga. Agenda Habitat...................................................................................... 17 Teknologi Tepat Guna perumahan saja. Sebenarnya hal ini kurang tepat dengan Tidak terasa tahun 2010 akan segera berlalu, tentunya Pembelajaran Kementerian Dalam Negeri mempertimbangkan keterkaitan yang erat antara kita akan menyongsong tahun 2011 dengan ide, target, Surabaya Green and Clean: Menuju Kota Surabaya Sehat..................... 19 Direktur Fasilitasi Penataan Ruang dan Testimoni perumahan dan permukiman (air minum dan penyehatan dan harapan baru. Demikian juga kami di jajaran redaksiLingkungan Hidup Kementerian Dalam Negeri dr. M. Basyir Ahmad, Walikota Pekalongan. lingkungan). Terbukti misalnya dari tema Hari Habitat dan pendukung Percik. Semoga Percik tetap dapat muncul Rumah kan Hak Asasi Manusia.............................................................. 22 pada tahun 2003 yang berjudul Water and Sanitation for dengan tema yang cemerlang dan dapat memenuhi Pemimpin Redaksi Sisi Lain Cities (Air dan Sanitasi Perkotaan). harapan pembaca. Untuk itu, kami tetap membuka pintu Oswar Mungkasa 1,2 Miliar Penduduk Dunia Tinggal di Hunian Belum Layak.................. 24 Keterpaduan pembangunan AMPL dan perumahan bagi usulan tema yang dapat diangkat pada tahun 2011. Wacana merupakan suatu keniscayaan, terutama ketika berbicara Dengan demikian, hubungan yang tercipta diantara kita Dewan Redaksi Hak Atas Air dan Perumahan (tulisan kedua - habis)............................. 26 tentang pembangunan perkotaan. Sebagaimana dipahami tidak hanya sekedar pembaca dan pengelola tetapi lebih Maraita Listyasari Wawancara bersama bahwa keberadaan permukiman kumuh sudah dari itu. Kami selalu berusaha menjadikan Percik sebagai Suharso Monoarfa, Menteri Negara Perumahan Rakyat....................... 30 menjadi ‘trade mark’ bagi hampir seluruh kota. Sehingga media komunikasi interaktif diantara seluruh pemangku Redaktur Pelaksana Inovasi penanganannya menjadi agenda bersama semua kota. kepentingan. Mari bersama-sama kita wujudkan harapan Eko Budi Harsono Menjernihkan Air dengan Biji Daun Kelor.............................................. 32 Sementara permasalahan permukiman kumuh selalu ini (OM). Mengubah Udara Jadi Air....................................................................... 34 berputar pada kualitas rumah dan lingkungan beserta POKJA Reportase Desain dan Produksi 15 Jurnalis Asia Pasifik Kunjungi Kampung Kumuh Tambora................. 36 Agus Sumarno Jambore Sanitasi 2010, Duta Sanitasi Diterima Wapres........................ 38 Sofyar Youth Urban Forum Keterlibatan Kaum Muda dalam Pembangunan Perkotaan...................................................................... 40 Sirkulasi/Sekretariat Peluncuran dan Bedah Buku dalam Rangka Acara Agus Syuhada Puncak Hari Habitat Dunia 2010........................................................... 43 Nur Aini Rapat Koordinasi Nasional Program WES UNICEF 2010........................ 45 Pertemuan Evaluasi dan Perencanaan Pembangunan Alamat Redaksi AMPL Tahun 2010-2011........................................................................ 46 Jl. RP Soeroso 50, Jakarta Pusat. Lokakarya Sinergi Pembangunan AMPL Provinsi Banten...................... 47 Telp./Faks.: (021) 31904113 Panduan Situs Web: http//www.ampl.or.id Alternatif Jamban yang Dapat Menjadi Pilihan..................................... 48 e-mail: redaksipercik@yahoo.com Resensi Buku................................................................................................. 50 redaksi@ampl.or.id Info CD........................................................................................................... 52 Info Buku....................................................................................................... 53 Redaksi menerima kiriman Info Situs ....................................................................................................... 54 tulisan/artikel dari luar. Pustaka AMPL................................................................................................ 55 Isi berkaitan dengan air minum Fakta dan penyehatan lingkungan. Mengapa Jamban di Rumah Anda Harus Sehat?................................... 56 Perubahan Iklim dan Kota-kota............................................................. 59 3
  3. 3. Suara Laporan Anda Saya mendapatkan Majalah Percik terba- Tanam Pohon Muliakan Air Utama ru dari salah satu teman di Dinas Kesehatan Saya prihatin atas musnahnya hutan yang Kabupaten Lebak ketika secara tidak sengaja ada di negeri ini akibat penebangan liar. Di saya berkunjung ke kantor Dinas Kesehatan musim hujan terjadi bencana alam, dimusim Kabupaten Lebak. Akhirnya saya meminjam kemarau terjadi kekeringan. Sebenarnya ituTampilan Percik Makin Menarik majalah tersebut untuk saya copy dan saya dapat dihindari jika kita peduli terhadap hu- Perkenalkan nama saya Wardi, pemerhati letakan di perpustakaan kami. tan atau pohon-pohon yang ada disekitar kitamasalah air minum dan kesehatan lingkungan Kepada pengelola Majalah Percik kami dan memuliakan air.tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saya berharap dapat secara regular mendapatkan Bencana alam yang terjadi di Negeri inimerupakan pembaca setia Majalah Percik se- majalah ini. Jika memang diperlukan peng- bisa jadi peringatan bagi kita semua agar kitajak majalah ini pertama kali saya dapatkan ke- ganti ongkos cetak, saya siap menjadi pelang- peduli dan memperhatikan alam. Banyaknyatika masih bekerja di Direktorat Jenderal Bina gannya. Terimakasih atas perhatiannya. pembalakan hutan liat mengakibatkan tanahPembangunan Daerah, Departemen Dalam Sukemi longsong. Hal itu karena air hujan yang turunNegeri pada tahun 2004. Kampung Rukun Rt06/Rw07 tidak diserap oleh Hutan kita, sehingga men- Saya ingin mengucapkan terimakasih Desa Bojongsari Serang, Banten jadi tanah longsor.kepada pengelola Majalah Percik karena in- Tanpa air hidup kita tidak akan bertahanformasi dan sejumlah pembelajaran penting Terimakasih atas perhatiannya dan su­ lama, untuk itu mari kita muliakan air seba-saya dapatkan untuk dikembangkan di te­ngah dah menjadi pembaca setia majalah Percik. gaimana kita memuliakan diri kita sendiri. Airmasyarakat terkait persoalan Air Minum dan Nama dan alamat anda sudah kami masukan hujan yang turun harus mendapatkan tempatPenyehatan Lingkungan. Saya terkesan de­ sebagai pembaca yang akan kami kirimkan yang menjadi haknya.Mari kita tanam pohon-ngan tampilan Majalah Percik yang desain-nya, isi serta tampilannya terkesan semakin majalahg percik secara berkala. Selamat me­ nikmati majalah kami. pohon yang dapat menyerap air hujan, agar kita tidak kekurangan air. Kalau air hujan di­ Hari Habitat Dunia 2010 Menuju Kota danbagus, tidak kalah dengan majalah komersial serap pohon, maka tempat tinggal kita akansekelas Majalah Tempo. Air Menjadi Sebuah Rahmat terhindar dari banjir dan bencana alam. Semoga pengelola Majalah Percik dapat Sedari sekarang kita sudah mulai merasa- Ahmad Riyadi Umarterus hadir dan memberikan sejumlah infor- kan kesulitan mendapatkan air bersih. Apalagi Bojonegoro, Jawa Timur Kehidupan Lebih Baikmasi serta pembelajaran dan pemberdayaan musim kemarau. Tanpa kita sadari, air lamabagi masyarakat dibidang AMPL. Bravo Ma- kelamaan akan menjadi barang yang sangat Jangan Gunakan Air Berlebihanjalah Percik. mewah. Maksudnya, kita akan kesulitan un- Manfaat air tidak lain sebagai pendukung Mawardi tuk mendapatkannya karena barangnya yang sarana kehidupan perlu diperhatikan dalam I Kalibata Tengah, Pasar Minggu, langka atau harga yang mahal. penggunaannya. Keberadaannya sebagai ka­ ISTIMEWA Jakarta Selatan Tanda-tanda bahwa air akan menjadi runia Tuhan seharusnya disyukuri dan diman- su habitat merupakan isu kru- giatan terkait pelaksanaan Agenda tantangan yang dihadapi masyarakat barang yang mewah mulai kita rasakan. Per- faatkan semaksimal mungkin. Rasa syukur itu tama, hilangnya resapan air tanah di daerah sial yang menjadi perhatian Habitat telah aktif diikuti pemerin- perkotaan. Terimakasih banyak atas perhatian serta tidak hanya berbentuk ucapan yang keluar penyangga karena banyaknya penebangan banyak pihak karena terkait tah, seperti Habitat+5 di New York Salah satu tantangan dunia saat iniapresiasi yang telah diberikan kepada pe­ dari mulut kita, tapi juga melalui serangkai­ngelola majalah percik. Kami memang terus pohon yang membabi buta. Ditambah lagi an tindakan atau sikap arif dan bijak dalam dengan upaya-upaya peme­ pada tahun 2001 dan pertemuan dua adalah meningkatnya perkotaan se-berusaha melakukan perbaikan dan pening­ dengan penciutan situ-situ yang berfungsi se- menggunakan air, sesuai dengan standar ke- nuhan kesejahteraan masya­ tahunan Governing Council UN Habi- cara pesat. Jika sebelumnya mayoritaskatan kualitas isi informasi serta penampilan bagai penampung air karena digunakan untuk butuhannya. rakat. Dalam menghadapi isu terkait tat di Nairobi. Bahkan Prof. Johan Si- penduduk dunia tinggal di perdesaan,majalah ini sehingga dapat diterima dengan pemukiman. Seperti kita ketahui bahwa air merupakan habitat, negara-negara dunia menun- las selaku inisiator KIP (Kampong Im- saat ini lebih dari separuh pendudukbaik oleh seluruh masyarakat luas. Semoga Kedua, pencemaran air yang semakin sumber daya alam yang tak dapat diperbaha- jukkan komitmen kepeduliannya provement Program) pernah menjadi dunia sudah tinggal di kawasanmajalah ini dapat terus hadir memberikan in­ lama tidak tertangani secara serius. Polutan rui. Pemanfaatan secara efektif dan efisien yang ada tentunya menjadi penyebab utama melalui beberapa kesepakatan antara salah satu penerima Habitat Scroll of perkotaan dan diperkirakan akanformasi terbaik. sangat penting dalam rangka mengantisipasi lain melalui Deklarasi Vancouver Honours untuk komitmen dan dedi- meningkat menjadi dua per tiga pada air tidak sehat untuk dikonsumsi. Ketiga, terjadinya penggunaan air secara berlebihan.Berlangganan Majalah Percik swastanisasi air. Air yang menguasai hajat Demikian pula, tindakan atau sikap ber- pada 1976 dan Agenda Habitat yang kasinya dalam pengembangan bidang tahun 2030. Dengan keterbatasan ke- Sudah hampir satu tahun ini saya dan te- hidup orang banyak hanya akan dikuasai oleh lebih-lebihan itu sangat dilarang oleh agama disepakati di Istanbul, Turki pada ta- perumahan, terutama bagi masyarakat mampuan pengelolaan sumberdayaman-teman aktivis Lingkungan dan Pember- kelompok tertentu yang bisa memainkan karena termasuk dalam ketegori “isyraf”. hun 1996. miskin. di perkotaan, maka terjadi banyakdayaan Masyarakat, Pelangi Dunia di seputar pengelolaan air. Setiap orang berhak atas air. Apalagi dalam masalah air yang sudah ba- Agenda Habitat yang ditanda­ Isi dalam Deklarasi Vancouver dan dampak negatif dari meningkatnyaSungai Ciujung, Banten mendapat Majalah Dengan swastanisasi, setiap orang tidak di- rang tentu menyangkut hajat hidup manusia, tangani 171 negara (termasuk Indo- Agenda Habitat menjadi pesan yang persoalan seperti kurangnya hunianPercik Yunior dan Majalah Percik dari teman- akui berhak atas layanan air. lingkungan secara umum. maka, perlu ada nesia) berisi lebih dari 100 komitmen berusaha disampaikan ke masyarakat layak, tumbuhnya permukiman ku-teman Pokja Air Minum dan Penyehatan Ling- Untuk itu, mulai sekarang pengelolaan air sarana pembinaan bagi masyarakat terhadap perlu dibenahi. Jangan sampai air hanya men- dan 600 rekomendasi. Setiap negara luas melalui peringatan Hari Habitat muh, polusi, kemacetan lalu lintas,kungan Provinsi Banten. Namun, dalam be- pemakaian air yang baik dan benar. jadi bencana saja, namun dapat juga menjadi yang menandatangani Agenda Habi- Dunia setiap tahunnya. Hari Habi- kesenjangan sosial, dan seba-berapa bulan ini saya tidak lagi mendapatkan Muhammad Erfan majalah tersebut. suatu rahmat. Ciputat, Tanggerang tat mempunyai komitmen untuk tat Dunia ini sekaligus menjadi salah gainya. Thomas Sutasman melaksanakan Rencana Aksi Global satu cara untuk mengingatkan para Cilacap. Jawa Tengah yang sudah disepakati. Berbagai ke­ penduduk dunia akan fenomena dan 4 5
  4. 4. Laporan Utama Edisi IV, 2010 KEMENPERA hun 2005 ketika Hari Habitat Dunia memberikan kehidupan yang lebih dia cetak, maupun internet. Data dan Fakta mengambil tema The Millenium Goals baik bagi warganya. Dalam menuju Rangkaian Peringatan Hari Habitat Perkotaan: and the City (Tujuan Pembangunan smarter city untuk kehidupan yang Dunia 2010 diawali dengan kegiatan l Lima puluh persen penduduk dunia Milenia dan Kota). Pada tahun terse- lebih baik tersebut, ada lima lang- Seminar Nasional Habitat 2010 “Bet- tinggal di per­ otaan k l Tiga milyar penduduk dunia tinggal di but, peringatan Hari Habitat Dunia kah strategis yang dihimbau oleh ter City, Better Life” yang digelar di Ho- perkotaan, 1 milyar diantaranya tinggal dipusatkan di Rusun Cengkareng, Ja- UN Habitat yaitu: (1) Memperbaiki tel Sultan, Jakarta pada 30 September di kawasan kumuh. Di kawasan Afrika karta dan tema yang dipilih bertujuan kualitas hidup, (2) Berinvestasi dalam 2010. Seminar yang mengangkat tema Sub-Sahara, 70 % penduduk perkotaan tinggal di kawasan kumuh. untuk mengingatkan pada Millenium modal manusia, (3) Mendorong per- Konsep Penanganan Perumahan dan l Tahun 2005, jumlah penduduk perko- Development Goals yang diluncurkan tumbuhan ekonomi masyarakat yang Permukiman Perkotaan yang Humanis taan lebih banyak 1,4 milyar orang pada lima tahun sebelumnya. berkelanjutan, (4) Meningkatkan par- dan Berkelanjutan ini membahas kota dibanding dengan tahun 1980 l Urbanisasi lebih banyak ditemui di Dengan mengangkat tema “Bet- tisipasi politik, dan (5) Meningkatkan dari aspek kelayakan huni – baik aspek Negara berkembang. Sebaliknya, Ne­ ter City, Better Life” atau “Menuju keterlibatan budaya. Lima langkah ini sosial, ekonomi, keamanan dan ling- gara-negara Eropa justru mengalami Kota dan Kehidupan Lebih Baik” diharapkan menjadi katalis penting kungan. Seminar yang diselenggara- penurunan karena dengan kemajuan transportasi dan komunikasi menu- untuk tahun 2010, peringatan tahun untuk mewujudkan kehidupan yang kan oleh Deputi Formal Kementerian runkan kecenderungan konsentrasi ini berusaha menekankan pada pen­ lebih baik bagi semua. Perumahan Rak­ at ini menghadirkan y penduduk di satu tempat. tingnya kualitas kota untuk menun- Untuk peringatan Hari Habitat pembicara antara lain Mantan Menteri Sumber:The State of the World Atlas jang kehidupan yang lebih baik, yang Dunia di Indonesia, seperti juga pe- Kimpraswil, Erna Witoelar, Pengamat dapat mendorong potensi dan pe- nyelenggaraan Hari Habitat Dunia Menpera, Suharso Monoarfa (tengah) dan Menteri PU, Djoko Kirmanto (kanan) bersama Sosiologi Perkotaan Imam B. Prasodjo, penulis buku "Mengusik Tata Penyelenggaraan Lingkungan Hidup dan Pemukiman", Tjuk luang, mengurangi kesenjangan serta untuk beberapa tahun terakhir ini, Kuswartojo. Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indo- Menuju Kota dan menyediakan hunian yang layak bagi diselenggarakan secara bersama-sama nesia (IAP) Iman Soedrajat dan juga Kehidupan Lebih Baik seluruh lapisan masyarakat. oleh Kementerian Perumahan Rakyat disi permukiman saat ini. Secara lebih dunia di masa depan berada di tangan perwakilan dari pemerintah kota Yog- Tahun 2010 ini, terkait peringat­ Dalam pesan global UN Habitat dan Kementerian Pekerjaan Umum. jauh, peringatan Hari Habitat Dunia mereka. yakarta, Manado, dan Palembang.an Hari Habitat Dunia, Indonesia yang disampaikan oleh Inga Björk- Dalam konferensi pers yang diseleng- Tahun 2010 bertujuan untuk mem- Pantas jika kemudian, rangkaian Terkait dengan sanitasi, pada 12-kembali ikut berpartisipasi seperti Klevby (Assistant Secretary-General of garakan tepat pada Hari Habitat berikan pemahaman ke masyarakat peringatan Hari Habitat Dunia di- 16 Oktober 2010, Direktorat Jenderaljuga tahun-tahun sebelumnya. Pada the United Nations and Deputy Execu- Dunia 2010 yang jatuh pada Senin, mengenai isu perumahan dan permu- warnai dengan kegiatan Seminar dan Cipta Karya menyelenggarakan kegi­tahun 2008, Hari Habitat Dunia di­ tive Director, UN-HABITAT), untuk 4 Oktober 2010, Menteri Peru­ ahan m kiman serta mendorong peran serta Workshop, Jambore Sanitasi, Pelun- atan Jambore Sanitasi di Wisma Hijauselenggarakan di Bali dan pada tahun menuju kehidupan yang lebih baik Rakyat, Suharso Monoarfa mengung- pemangku kepentingan bidang peru- curan Buku sebagai acara puncak dan Cimanggis dengan tajuk “Peduli Sani-2009, Hari Habitat Dunia diseleng- tersebut, perlu adanya perwujudan kapkan bahwa rumah layak huni ada- mahan dan permukiman dalam ke­ juga kegiatan Youth Urban Forum un- tasi, Peduli Kualitas Air”. Peserta Jam-garakan di kota Palembang. Untuk kota yang lebih cerdas atau smarter lah sebuah isu Hak Asasi Manusia giatan yang mendukung peningkatan tuk kaum muda di ITS Surabaya. Di bore Sanitasi terdiri dari 128 pelajarperayaan di tingkat global, Indonesia city. Inga mengemukakan, hanya (HAM) yang memerlukan perhatian pemahaman akan makna Hari Habi- luar kegiatan-kegiatan tersebut, Hari dari 32 provinsi di Indonesia. Dalampernah menjadi tuan rumah pada ta- kota yang cerdas yang akan dapat khusus dari pemerintah dan permu­ tat Dunia dan implementasi Agenda Habitat Dunia juga diperkenalkan ke sambutan pembukaannya, Menteri kiman yang lebih baik merupakan Habitat, terutama generasi muda masyarakat umum melalui kampanye Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto tanggung jawab bersama untuk masa karena tanggung jawab keberlanjutan media baik melalui televisi, radio, me- mengungkapkan bahwa Jambore Sa­ depan. Pernyataan ini tentunya se- nitasi merupakan kampanye nasional jalan dengan misi dari Agenda Habi- yang berfokus pada anak sebagai ti- tat, yaitu hunian layak untuk semua Penduduk Dunia yang Tinggal di Perkotaan, 1990-2030 (%) tik sentral. Mereka diharapkan dapat dan urbanisasi berkelanjutan. menjadi agen perubahan di daerah Wilayah 1990 2000 2009 2010* 2020* 2030* masing-masing. Sebagai rangkaian Kegiatan Hari Habitat Dunia 42.6 46.4 50.1 50.5 54.4 59.0 Jambore Sanitasi, diadakan juga tur Dunia 2010 di Indonesia Asia 31.5 36.8 41.7 42.2 47.2 52.9 dengan peserta dari siswa SD di seki- Di Indonesia, Peringatan Hari Oseania/ 70.7 70.4 70.2 70.2 70.4 71.4 tar Cimanggis ke Waste Water Treat- Habitat Dunia tahun 2010 diseleng­ Pasifik ment Lippo Karawaci dalam rangka garakan dengan maksud untuk me­ mengenalkan secara dini pengelolaan ningkatkan kepedulian semua pihak Eropa 69.8 70.8 72.5 72.8 75.4 78.4 air limbah kepada anak SD. baik pemerintah pusat maupun dae­ Amerika Utara 75.4 79.1 81.9 82.1 84.6 86.7 Sementara itu, pada Minggu pagi, rah, pihak swasta, perguruan tinggi, Amerika Latin 70.3 75.5 79.3 79.6 82.6 84.9 17 Oktober 2010, diselenggara- serta masyarakat. Hari Habitat Dunia Afrika 32.1 36.0 39.6 40.0 44.6 50.0 kan Kegiatan Fun Bike (Sepeda juga bertujuan untuk mendorong Santai) Habitat. Kegiatan *Prediksi, Sumber: PBB timbulnya pemikiran baru atas kon- ini dilepas 6 7
  5. 5. Laporan Utama Edisi IV, 2010oleh Menteri Perumahan Rakyat dan lebih inovatif dan kreatif. Kegiatan B. Prasodjo. Dalam workshop ini di-diikuti sekitar 150 orang peserta baik puncak melalui peluncuran buku ini adakan juga dua kelas paralel yangdari unsur pimpinan Kementerian memang bertujuan untuk meningkat- terdiri dari kelas “Menata Bangunanmaupun karyawan serta karyawati di kan pengetahuan atas permukim­ n a dan Lingkungan Menuju Kota yanglingkungan Kementerian Perumahan sebagai dasar menuju kota yang lebih Berkualitas” dan “ Penataan KawasanRakyat dan Kementerian Pekerjaan baik. Peluncuran buku ini diisi oleh Kumuh yang Menjawab TantanganUmum. Sepeda santai ini dimulai pu- sambutan dari Menteri Negara Peker- Perubahan Iklim”.kul 06.30 WIB serta mengambil start jaan Umum dan Menteri Perumahan Sebagai penutup rangkaian Haridari halaman Kemenpera melewati Rakyat yang diikuti dengan pelun- Habitat Tahun ini diselenggarakanBundaran Senayan, Jalan Sudirman curan buku secara resmi kepada para kegiatan Youth Urban Forum di ITSkemudian melalui Bundaran HI dan stakeholder yang terdiri dari pelaksana Surabaya. Dalam acara yang ber-kembali ke Kantor Kemenpera. Saat di pembangunan, akademisi, LSM, me- langsung dua hari yaitu pada 8-9Bundaran HI, peserta membagi-bagi- dia serta sesepuh dilanjutkan dengan November 2010 ini, Menteri Peru­kan stiker tentang HHD 2010 kepada bedah buku yang menghadirkan pem- mahan Rakyat Suharso Monoarfa danmasyarakat umum untuk lebih menge- bahasa dari berbagai kalangan. Walikota Surabaya Tri Rismaharininalkan tentang Hari Habitat Dunia Kegiatan lain yang menjadi bagian memberikan kuliah umum kepada ISTIMEWA Puncak Hari Habitat Dunia 2010 dari Rangkaian Peringatan Hari Ha­ sekitar 300 mahasiswa. Kuliah umumdiadakan pada 18 Oktober 2010 dan bitat Dunia 2010 adalah Workshop ini kemudian dilanjutkan dengan dis- Hari Habitat Duniaditandai dengan peluncuran, pa­ Nasional yang diselenggarakan oleh kusi antar mahasiswa dan kunjunganmer­­ dan bedah buku “Kilas Balik an Direktorat Pembangunan Permukim­ lapangan ke kampung Tempe, Suko- Meningkatkan Kepedulian atas Tantangan UrbanisasiPerumah­ n 1900-2000” dan “Meng­ a an dan Direktorat Penataan Bangunan manunggal, Surabaya. Youth Urbanusik Tata Penyelenggaraan Lingkung­ Lingkungan, Cipta Karya, Kementeri- Forum sebagai penutup rangkaianan Hidup dan Pemukiman”. Menteri an PU yang diselenggarakan pada 26 Hari Habitat Dunia ini mempertegas SPerumah­ n Rakyat mengharapkan a Oktober 2010 di Kementerian PU. bahwa keberlanjutan perkotaan duniapenerbit­ n buku ini bisa menjadi ins­ a Workshop bertajuk “Daya Dukung berada di tangan generasi muda, un- etiap tahun, dunia selalu memperingati nasional dalam perancangan, penerapan formulasi, danpirasi bagi generasi muda selanjutnya Perkotaan dan Adaptasi Perubahan tuk menuju kota dan kehidupan lebih Hari Habitat Dunia atau World Habitat Day evaluasi proyek-proyek untuk meningkatkan kualitasdalam perencanaan dan perancangan Iklim” ini menghadirkan pembicara baik (LNP). pada Senin pertama bulan Oktober. Hari permukiman. Konferensi di Vancouver ini sekaligusperumahan dan permukiman yang antara lain Onno W. Purbo dan Imam Habitat Dunia ini merupakan salah satu dari mendasari dibentuknya United Nations Human HARSYA PAMBUDI peringatan hari internasional yang ditetapkan Settlements Programme (UN–HABITAT), badan PBB oleh PBB dan diperingati sebagai wujud kepedulian yang membidani bidang permukiman. Peserta Yonth Urban forum terhadap pemenuhan kebutuhan perumahan dan Sekitar 9 tahun kemudian, pada tahun 1985, dalam mendengarkan kuliah umum dari permukiman yang layak untuk semua lapisan masyarakat. Commission on Human Settlement  Resolution tanggal 8 walikota Surabaya. Hari Habitat Dunia juga bertujuan untuk mengingatkan Mei 1985, muncul usulan mengenai penyelenggaraan perlunya tanggung jawab bersama bagi masa depan Hari Habitat Dunia. Usulan ini kemudian diadopsi habitat manusia. dan ditetapkan dalam Resolusi Sidang PBB tahun 1985 Cikal bakal Hari Habitat Dunia tidak bisa dilepaskan (Resolution 40/202 of 17 Desember 1985) sehingga Hari dari konferensi Habitat I atau Habitat: United Nation Habitat Dunia mulai dirayakan pada tahun 1986. Conference on Human Settlement di Vancouver, Kanada Dimulainya peringatan Hari Habitat Dunia pada pada 1976. Dalam konferensi yang diselenggarakan tahun 1986 sekaligus menandai peringatan 10 tahun sekitar 34 tahun lalu ini, dunia mulai menyadari akan dilaksanakannya Habitat I. fenomena meningkatnya urbanisasi beserta segala Dalam peringatan pertama yang digelar di Nairobi, dampaknya terutama yang terjadi di negara berkembang. Kenya tersebut, peringatan Hari Habitat Dunia memiliki Sebelumnya, persoalan mengenai urbanisasi dan tema “Rumah adalah Hak Saya” (Shelter is My Right). dampaknya hampir tidak pernah menjadi prioritas PBB. Sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1996, digelar kon- Konferensi Habitat I menjadi konferensi internasional ferensi Habitat II di Istanbul, Turki yang menghasilkan pertama dari PBB dalam hal permukiman dan kemudian Agenda Habitat. Agenda Habitat merupakan komit- melahirkan Vancouver Declaration on Human Settlements men 176 kepala negara termasuk Indonesia untuk yang menyerukan kepada semua organisasi baik di mendukung masa depan habitat manusia yang dalam dan di luar sistem PBB untuk mendukung upaya lebih baik. 8 9
  6. 6. Laporan Utama Edisi IV, 2010 Konferensi Habitat II ini menjadi semacam titik balik Peringatan Hari Habitat Dunia menjadi momentumtentang fokus dari isu permukiman. Tema peringatan mempromosikan pesan-pesan utama dari Agenda HabitatHari Habitat Dunia yang ditentukan PBB pada tahun- tersebut. Peringatan Hari Habitat dari tahun ke tahuntahun awal lebih menekankan pada “shelter” atau hunian/ pun justru menjadi semakin penting. Tiga puluh empatrumah. Sejak tahun 1996, tema Hari Habitat Dunia tahun lalu, ketika Habitat I diselenggarakan, dua permenjadi lebih bergeser ke masalah city (lihat kotak). tiga penduduk dunia masih tinggal di perdesaan. Kini,Kencederungan ini mungkin muncul karena adanya proporsi tersebut berbalik, sudah lebih dari separuhperkembangan pemikiran bahwa masalah permukiman penduduk dunia tinggal di perkotaan dan pada 2030adalah masalah kota (city) dan masalah kekotaan (urban). diperkirakan dua per tiga penduduk dunia tinggal di kotaAgenda Habitat sebagai keluaran dari Habitat II pun yang tentunya akan memberikan konsekuensi yang lebihmencerminkan manifestasi dari kecenderungan tersebut. besar.Melalui Agenda Habitat, negara-negara di dunia berusaha Untuk tahun 2010 ini, Hari Habitat Dunia jatuhuntuk mewujudkan Adequate Shelter for All (Hunian pada Senin, 4 Oktober 2010 dan mengangkat temayang Layak bagi Semua) dan Sustainable Urbanization “Better City, Better Life” atau “Menuju Kota dan(Urbanisasi yang Berkelanjutan). Kehidupan Lebih Baik”. Tema ini menekankan pada Tema-tema dari peringatan Hari Habitat Dunia pentingnya kualitas kota untuk menunjang kehidupanmemang selalu berbeda setiap tahunnya, namun tema- yang lebih baik, yang dapat mendorong potensi dantema yang diangkat tersebut tetap sejalan dengan dua peluang, mengurangi kesenjangan serta menyediakanpesan utama Agenda Habitat yaitu Adequate Shelter for hunian yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat. POKJAAll (Hunian yang Layak bagi Semua) dan Sustainable LNP, Dari berbagai sumber.Urbanization (Urbanisasi yang Berkelanjutan). Hari Habitat, Tema Hari Habitat Dunia 2010 – Better City, Better Life (Menuju Kota dan Kehidupan Lebih Baik) 2009 – Planning Our Urban Future (Merencanakan Masa Depan Perkotaan Kita) Air, dan Sanitasi S 2008 – Harmonious Cities (Kota yang Harmonis) etiap tahun, UN Habitat men- sikan akses terhadap air minum yang sanitasi dasar. Sementara itu, Kofi An- 2007 – A Safe City is a Just City (Kota yang Aman adalah Kota yang Berkeadilan) 2006 – Cities, Magnets of Hope (Kota, Magnet Harapan) jadi badan PBB yang mengor- aman, sanitasi, serta fasilitas dasar nan selaku Sekretaris Jenderal menge- 2005 – The Millenium Goals and the City (Tujuan Pembangunan Milenia dan Kota) ganisasikan peringatan Hari lainnya, terutama bagi orang yang mukakan dalam pesannya bahwa 2004 – Cities-Engines of Rural Development (Perkotaan – Mesin Pembangunan Perdesaan) Habitat Dunia. UN Habitat melak- hidup dalam kemiskinan, perempuan kota-kota tidak dapat dipungkiri akan 2003 – Water and Sanitation for Cities (Air dan Sanitasi bagi Perkotaan) sanakan tugasnya berdasarkan man- dan mereka yang termasuk rentan selalu menjadi pusat kegiatan dan 2002 – City-to-City Cooperation (Kerjasama Antar Kota) dat dokumen Vancouver Declaration serta kelompok marjinal. kesempatan, namun tanpa hunian 2001 – Cities without Slums (Kota tanpa Permukiman Kumuh) on Human Settlements bersama sama Secara khusus, Hari Habitat Du­ layak dan fasilitas dasar yang cukup, 2000 – Women in Urban Governance (Perempuan dalam Pemerintahan Kota) dengan dokumen lainnya seperti the nia pernah mengangkat tema menge­ lingkungan perkotaan dapat menjadi 1999 – Cities for All (Kota untuk Semua) Habitat Agenda dan the Millenium nai Water and Sanitation pada tahun lingkungan yang paling berbahaya di 1998 – Safer Cities (Kota yang Lebih Aman) Declaration. Dokumen-dokumen 2003. Pada tahun tersebut, Hari muka bumi. 1997 – Future Cities (Kota Masa Depan) tersebut menekankan pada hunian Habitat Dunia menyorot kondisi air Di dunia yang sete­ gah dari n POKJA 1996 – Urbanization and Human Solidarity (Urbanisasi dan Solidaritas Kemanusiaan) yang layak bagi semua. Hunian yang perkotaan di dunia dan krisis sanitasi. pen­ uduknya hidup di kota-kota, d 1995 – Our Neighborhood Curitiba (Lingkungan Kita, Curitiba) layak dan pelayanannya merupakan Sebuah situasi yang jauh lebih buruk setidaknya 1 milyar orang meng­ lami a 1994 – Home and the Family (Rumah dan Keluarga) 1993 – Women and Shelter Development (Perempuan dan Pembangunan Rumah) hak dasar manusia dimana peme­ daripada statistik-statistik yang ada. bahaya yang terkait de­ gan kekurang­ n 1992 – Shelter and Sustainable Development (Rumah dan Pembangunan Berkelanjutan) rintah mempunyai kewajiban untuk Dalam pesan global Hari Habitat an air bersih dan sanitasi yang me- 1991 – Shelter and the Living Environment (Rumah dan Lingkungan Hidup) membantu masyarakat yang kurang Dunia 2003, Anna Tibaijuka, Direk- madai. Di kota-kota Asia, terdapat 1990 – Shelter and Urbanization (Rumah dan Urbanisasi) mampu memperoleh tempat tinggal. tur UN Habitat saat itu mengemuka- 700 juta orang yang mengalami keku­ 1989 – Shelter, Health and the Family (Rumah, Kesehatan, dan Keluarga) Hunian yang layak bagi semua ini kan bahwa pembangunan berkelan- rang­ n air bersih serta 800 juta tanpa a 1988 – Shelter and Community (Rumah dan Komunitas) tidak bisa dipisahkan dari penyediaan jutan dimulai dari kesehatan. Oleh sanitasi memadai. Terlebih, di 1987 – Shelter for the Homeless (Rumah untuk Tunawisma) dan kondisi air dan sanitasi. Dalam karenanya, kondisi berkelanjutan banyak tempat, orang miskin 1986 – Shelter is my Right (Rumah adalah Hak Saya) Agenda Habitat sendiri disebutkan tidak dapat dipenuhi tanpa investasi cenderung membayar pula secara khusus untuk mempromo- berkelanjutan dalam air bersih dan l e b i h 10 11
  7. 7. Laporan Utama Edisi IV, 2010 Sekretariat Nasional Habitat Indonesia Meningkatkan Pengetahuan dan Jejaring Bidang Perumahan dan Pengembangan Perkotaan Data dan Fakta I tentang Air dan Sanitasi su perumahan dan perkotaan merupakan isu yang nal dengan sebutan Seknas Habitat dibentuk pada tahun - Hampir separuh dari penduduk kompleks dan multi disiplin. Tuntutan meningkatkan 2008 melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan dunia mengalami kekurangan air kapasitas Pemerintah dan pemangku kepentingan lain- Umum dan Menteri Negara Perumahan Rakyat untuk - Hampir satu miliar penduduk dunia nya untuk merencanakan dan mengelola kota secara lebih mendukung kerjasama antarlembaga (pemerintah dan tidak memiliki akses ke air yang layak baik sangat diperlukan. Untuk itu, diperlukan peningkat­ non-pemerintah) dan pelaksanaan program terkait Agenda - Di negara berkembang, hampir an pengetahuan bidang perumahan dan pengembangan Habitat di Indonesia. Seknas Habitat diharapkan untuk setiap satu dari empat penduduk perkotaan, serta jejaring yang kuat untuk pertukaran in- dapat melanjutkan peran yang sebelumnya diemban oleh tidak memiliki akses terhadap formasi dan kerjasama. Komnas Habitat. sanitasi bahkan yang paling dasar Pada tahun 1981 pernah dibentuk Sekretariat Nasional Seknas Habitat memiliki fungsi sebagai penyebar - Kaum perempuan memiliki beban Perumahan untuk mengoordinasikan kegiatan organisasi pengetahuan (knowledge hub) bidang perumahan dan yang paling besar dalam hal internasional yang terkait perumahan dan perencanaan pengembangan perkotaan. Seknas Habitat diharapkan da- memperoleh air untuk ke rumah di Indonesia. Fungsinya sebagai clearing house dan me- pat menjadi pusat pengetahuan (knowledge center) dalam tangga nampung serta menyalurkan asosiasi profesi yang terkait bidang perumahan dan permukiman, dan rumah bersama - Kawasan pusat di kota-kota besar umumnya sudah memiliki akses kegiat­ n perencanaan dan perumahan. a ISTIMEWA terhadap air dan sanitasi, namun Dua puluh tahun kemudian, pada tahun kaum miskin kota biasanya tidak 2001, dibentuk Komite Nasional Agenda dilayani. Permukiman perkotaan Habitat II oleh Presiden RI dengan tugas ilegal memiliki kondisi paling merana membantu pelaksanaan Agenda Habitat II di dan tidak higienis. Indonesia dan menyampaikan pertimbangan dan saran kepada Pemerintah terkait pelaksa-Sumber: UN Habitat Urban World - Juni 2010 POKJA naan Agenda Habitat II.m­ ahal untuk air dibandingkan de­ rada di tepian sungai, Cajú adalah hasil Pengembangan 1.000.000 unit Ru- Sekretariat Nasional Habitatngan orang yang lebih kaya. positif dari percontohan inisiatif kota mah Sederhana, dan “Percepatan Pe­ Indonesia Mengenai peringatan Hari Habi- “Slum to Neighbourhood” yang dimulai nanganan Penyediaan Air Bersih dan Dengan latar belakang tersebut, Sekretariattat Dunia tahun 2003 sendiri, saat itu, pada tahun 1993. Menteri Perkotaan Sanitasi Bagi Masyarakat Berpeng- Nasional Habitat Indonesia atau lebih dike-peringatan global yang bertemakan Brazil waktu itu mengungkapkan, hasilan Rendah di 1.500 Kampung/“Water and Sanitation for Cities” terse- akses yang lebih baik terhadap air dan Kelurahan Setiap Tahun”.but diselenggarakan di kota Rio De Ja- sanitasi menjadi prioritas Brazil dalam Saat ini, di tahun 2010, isu air Visineiro, Brasil. Peserta dari seluruh dunia pemenuhan kebutuhan dasar kaum dan sanitasi tetap menjadi isu yang Meningkatkan pengetahuan dan jejaring bidang perumahan danmengunjungi kawasan Cajú, kawasan miskin perkotaan. Komitmen ini krusial, terlebih, hanya 5 tahun lagi pengembangan perkotaan.kumuh yang dihuni oleh sekitar 800 menunjukkan keseriusan pemerintah menjelang tahun 2015 ketika tujuankeluarga. Kawasan ini tipikal dengan Brazil dalam memberikan kesetaraan MDG’s Goal harus dicapai. Dari segi Misikawasan kumuh yang ada di bagian hak akan kota untuk kaum miskin pemenuhan air, sudah lebih banyak - Meningkatkan pengetahuan bidang perumahan dan pengembangan per­kota lainnya di mana hampir 20 per­ perkotaan. orang yang memiliki akses terhadap air ko­ aan melalui dokumentasi informasi dan praktek terbaik dan publikasi tsen dari penduduk kota Rio De Janeiro Sementara itu, di Indonesia, per- layak dan lebih banyak orang yang da- melalui website dan materi cetaktinggal. Yang menarik dari Cajú adalah ingatan Hari Habitat Dunia tahun pat mengakses fasilitas sanitasi. Meski - Meningkatkan jejaring bidang perumahan dan pengembangan perkotaanpenduduk memiliki akses yang sangat 2003 tersebut dilaksanakan di Den- demikian, untuk bisa memenuhi tar- melalui pertukaran informasi dan forum diskusibaik terhadap air dan sanitasi, listrik, pasar, Bali. Presiden Republik Indo- get MDG’s, usaha pemenuhan target - Memberikan masukan isu strategi kepada pembuat kebijakan transportasi, dan layanan nesia saat itu, Megawati Soekarnopu- harus dilakukan secara dua kali lipat. - Mendukung pelaksanaan kegiatan nasional dan internasional terkait Agenda sosial. Be- tri, berkesempatan mencanangkan Habitat II 12 13
  8. 8. Laporan Utama Peraturan Edisi IV, 2010(common house) bagipara praktisi, akademi-si, dan aktor pemba­ Rumah bersama bagingunan lainnya untuk para praktisi, akademisi,membahas dan meng- dan aktor pembangunan Agenda 21kritisi isu perumah­ lainnya untuk membahasan dan permukim­ n, amemberikan masukan dan mengkritisikebijakan serta me- isu perumahan dannyelaraskan program permukiman. . .kegiatan. Untuk mendukung Manusia berada di saat yang menentukan dalam sejarah. dang kita untuk merencanakan dan mengambil tindakankerjasama antarlembaga, Seknas Habitat meli- Kita dihadapkan pada kesenjangan berkepanjangan baik sekarang untuk menjaga warisan yang akan diteruskanbatkan 8 kementerian yang terdiri dari Kemen- antarnegara maupun di dalam negara, kemiskinan yang ke generasi mendatang. Agenda 21 berusaha memastikanterian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan Rakyat, meningkat, kelaparan, penyakit dan buta huruf, dan mem- masa depan yang berkelanjutan yang membutuhkan kesa-Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, buruknya ekosistem yang menjadi gantungan kita untuk daran yang lebih besar dari kita semua terhadap masalah-Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, mencapai kesejahteraan. Namun, integrasi lingkungan dan masalah serta tekad untuk menemukan solusi.Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan masalah pembangunan memerlukan perhatian yang lebih Dengan substansi yang ada di dalamnya, Agenda 21Hidup dan Kementerian Kesehatan untuk duduk sebagai besar yang akan mengarah pada pemenuhan kebutuhan menjadi semacam cetak biru untuk kemitraan global yangTim Pengarah, Tim Pelaksana, dan Tim Harian. dasar, peningkatan standar hidup untuk semua, ekosistem bertujuan mewujudkan lingkungan yang berkualitas tinggi Untuk tim pengarah, saat ini diketuai oleh Dirjen yang lebih terlindung dan masa depan yang lebih aman dan ekonomi yang sehat untuk semua orang di planet ini.Cipta Karya, Budi Yuwono dengan wakil Sekretaris dan sejahtera. Tidak ada bangsa yang bisa mencapai hal ini Agenda 21 membahas isu-isu kritis yang kita hadapi seba-Kementerian Perumahan Rakyat, sendiri, tetapi jika secara bersama-sama hal ini bisa dicapai gai komunitas global seperti kerusakan ekosistem, mening­ onesiaIskandar Saleh. Tim pelaksana itat Ind nas Hab . 68 - melalui kemitraan global untuk pembangunan berkelan- katnya kemiskinan, kelaparan dan kesehatan yang buruk, Sekyang berada di bawah tim pengarah ya I no jutan. peningkatan populasi dunia dan buta huruf. Agenda 21 Jl. Wijadiketuai oleh Sekretaris Direktorat 12710 1-72265 30 Agenda 21, paragraf 1.1 terdiri dari 40 bab yang mengidentifikasi setiap tantang­ Jakarta /F ax: 62-2 indonesia.or.idJenderal Cipta Karya, Susmono dan Telepon t- @habita nesia.or.id an dan memberikan solusi yang realistis dan sederhanadidampingi oleh dua orang wakil Em ail: info at-indo ISTIMEWA menuju pembangunan berkelanjutan yaitu memenuhi ke- : habityaitu Kepala Biro Perencanaan dan Website pelaksanaan Biro APMCHUD butuhan sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi AAnggaran Kementerian Perumahan Meeting. Dalam pertemuan tersebut pe- genda 21 merupakan rencana tindak komprehen- mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.Rakyat, Oswar Mungkasa dan Direktur jabat dari Negara di Asia Pasifik berkumpul untuk mem- sif untuk diterapkan baik secara lokal, nasional, Agenda 21 terdiri dari 5 bagian dengan total 40 bab.Bina Program Cipta Karya, Antonius Budiono. Saat bahas tentang isu perumahan dan permukiman. maupun global, dan oleh organisasi dalam sistem Bagian awal merupakan bagian Preambule atau pembu-ini, Ketua Tim Harian dari Seknas Habitat yang bertugas Tak hanya kegiatan internasional, Seknas menerbitkan PBB, pemerintah, dan kelompok yang terkait pada se­ iap kaan (bab 1.1-1.6). Pada bagian berikutnya adalah Bagian tmenjalankan kegiatan Seknas sehari-hari adalah Dr. Lana pula beberapa publikasi seperti Country Profile Indonesia aspek yang memberikan dampak terhadap 1 (bab 2.1-8.54) yang memuat hubungan antara as-Winayanti dari Kementerian Perumahan Rakyat dengan dalam perumahan dan permukiman yang terbagi dalam ling­ ungan. k pek sosial dan ekonomi. Dalam bagian ini ditekankandidampingi Dr. Hadi Sucahyono dari Kementerian Peker- 5 bidang serta beberapa kali mengadakan diskusi tematik Agenda 21 bersama dengan Deklarasi Rio mengenai pentingnya kerja sama internasional untukjaan Umum sebagai wakilnya. dengan melibatkan berbagai elemen seperti kaum peme­ tentang Lingkungan dan Pembangunan/Rio mengimplementasikan dan mempercepat rintah, akademisi, pelajar, LSM dan lembaga penelitian. Declaration on Environment and Development, usaha menuju pembangunan berkelan­ Kegiatan Seknas Setiap tahun, Seknas Habitat juga berperan dalam pe- dan Pernyataan mengenai Prinsip Pengelolaan Agenda 21 menjadi jutan. Lingkup Kerja Seknas Habitat meliputi antara lain nyelenggaraan Hari Habitat. Pada tahun 2009, peringatan Hutan Berkelanjutan/Statement of Principles cetak biru untuk Bagian selanjutnya yaitu Bagian 2pengarusutamaan Agenda Habitat, dukungan kegiatan Hari Habitat Dunia diselenggarakan di Palembang, Su- for the Sustainable Management of Forests meru- kemitraan (bab 9.1-22.9) berisi tentang pengelolaaninternasional, dokumentasi praktek terbaik serta peman- matera Selatan dengan tema Planning Our Urban Future pakan dokumen-dokumen yang diadopsi oleh global bertujuan dan konservasi sumber daya untuk pem- mewujudkantauan dan pengendalian penyelenggaraan habitat nasion- (Merencanakan Masa Depan Perkotaan Kita) dan pada lebih dari 178 Pemerintah pada Konferensi lingkungan yang bangunan yang memuat antara lain ten-al/internasional. tahun 2010 peringatan dipusatkan di Jakarta dengan tema PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan/ berkualitas dan tang konservasi pegunungan, pence­gahan Peran nyata Seknas Habitat dalam mewujudkan visi Better City, Better Life (Menuju Kota dan Kehidupan Lebih United Nations Conference on Environment and ekonomi yang penggundulan hutan, perlin­ ungan ddan misinya antara lain adalah melalui penyelenggaraan Baik). Peringatan tahun 2010 ditandai dengan peluncuran Development (UNCED) atau Earth Summit sehat. terhadap sumber air, pengelolaanAsia Pacific Ministerial Conference on Housing and Urban buku yang selaras dengan tujuan Seknas Habitat sebagai yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brazil, sampah, limbah, dan radioaktif, Development (APMCHUD) di Solo pada pusat pengetahuan (knowledge center) dalam bidang peru- 3-14 Juni 1992. serta perlindungan terhadap 22-24 Juni 2010 dan juga mahan dan permukiman. Agenda 21 menawarkan harapan, mengun- laut. Bagian 14 15
  9. 9. Peraturan Edisi IV, 2010 Agenda Habitat3 dari Agenda 21 kemudian memaparkan tentang pe­ pertumbuhan kebutuhannya. Padahal, jika kebutuhan ininguatan peran dari kelompok mayoritas (bab 23.1-32.14). bisa dipenuhi melalui pendekatan yang integral maka da-Dalam bab ini disebutkan bahwa pembangunan berkelan- pat sekaligus menjadi modal untuk peningkatan kualitasjutan memang tanggung jawab utama dari setiap peme­ hidup, peningkatan produktivitas, peningkatan kualitasrintah namun komitmen dan keterlibatan dari berbagai kesehatan, serta mengurangi biaya investasi dalam halkelompok sosial penting untuk mewujudkan implemen- pengobatan kuratif serta membantu usaha pengentasan Adequate Shelter for All (Hunian yang Layak bagi Semua) semua orang memiliki hunian yang layak, lingkungantasi efektif dari kebijakan setiap pemerintah yang terkait kemiskinan. Sustainable Urbanization (Urbanisasi yang Berkelanjutan) yang sehat dan aman, pelayanan dasar, dan lapangandnegan Agenda 21. Sasaran yang ditekankan dalam Agenda 21 terkait isu kerja produktif dan membebaskan. Agenda Habitat akan D Bagian terakhir dari Agenda 21 yaitu Bagian 4 berisi ini adalah tercukupinya kebutuhan infrastruktur secara unia mengalami urbanisasi yang begitu pesat menjadi panduan agar semua upaya dapat mengubah visihal yang lebih spesifik yaitu mengenai aksi implementasi memadai pada 2025. Untuk itu, menjadi penting bagi se­ dan banyak pemerintah di banyak negara ini menjadi kenyataanseperti bagaimana memulai rencana aksi tersebut (bab tiap negara berkembang untuk mengintegrasikan pemba­ kurang siap dalam menghadapi fenomena ini.33.1-40.30). Beberapa hal yang digaris bawahi dalam bab ngunan kapasitas baik dalam SDM, pembiayaan maupun Meski demikian, pada tahun 1996 terdapat satu titik Secara garis besar Agenda Habitat memiliki dua pesanini antara lain adalah penggunaan teknologi, peningkatan teknis ke dalam strategi nasional masing-masing. balik di dunia internasional untuk mempromosikan utama yaitu Adequate Shelter for All (Hunian yang Layakkesadaran publik melalui pendidikan, serta berbagi data Dalam mencapai tujuan tersebut, maka diperlukan usaha mewujudkan kota yang berkelanjutan baik dari bagi Semua) dan Sustainable Urbanization (Urbanisasidan informasi untuk dukungan pengambilan keputusan. implementasi dalam wujud: (1) pembiayaan dan evaluasi aspek sosial maupun lingkungan. yang Berkelanjutan). Agenda Habitat menawarkan visi berbasis pengeluaran, (2) pemanfaat­ Pada bulan Juni di tahun tersebut diselenggarakan positif untuk kota-kota dan menyertakan juga road an ilmu pengetahuan dan teknologi satu Konferensi Persatuan Bangsa Bangsa tentang map praktis tentang dunia yang sudah terkena dampak melalui percepatan riset dalam hal Perkotaan (the United Nations’ 1996 Conference on Human urbanisasi. Pesan lain yang penting dari Agenda Habitat kebijakan integral, analisis dampak Settlements) di Istanbul, Turki. Konferensi adalah tata pemerintahan yang baik adalah syarat untuk lingkungan, dan metode pengukur­ ini bertujuan untuk menilai kemajuan menuju pembangunan perkotaan yang berkelanjutan an kebutuhan yang efektif, serta (3) yang ada selama dua dekade terakhir dan pemberantasan kemiskinan. pengembangan dan pembangunan semenjak Deklarasi Vancouver dicanangkan Selain dua pesan utama Adequate Shelter for All kapasitas SDM melalui peningkat­ pada tahun 1976. Sekaligus juga untuk (Hunian yang Layak bagi Semua) dan an kesadaran, pelatihan keahlian, menetapkan tujuan yang lebih sesuai dalam . . . pemerintahan Sustainable Urbanization (Urbanisasi yang pe­ guatan institusional, dan adopsi n rangka menyambut milenia baru. yang baik Berkelanjutan), Agenda Habitat juga instrumen peraturan yang sesuai. Konferensi ini merupakan konferensi adalah syarat berisi diskusi dalam isu terkait lainnya yang memiliki pendekatan yang relatif baru untuk menuju seperti, kesehatan, nutrisi, serta air dan Tindak Lanjut Agenda 21 karena menawarkan kebijakan, strategi, dan pembangunan sanitasi. Agenda Habitat mengaitkan Di seluruh dunia, pemerintah, aksi yang lebih menyeluruh, inklusif dan perkotaan yang permasalahan perkotaan dengan usaha berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan dan penambahan kalangan bisnis, organisasi non-pe- partisipatif untuk menuju kota-kota dunia pemberantasan merintah dan elemen lainnya sudah yang aman, sehat, dan adil. Konferensi ini kemiskinan. lapangan kerja serta perhatian khusus menempatkan ide-ide dari Agenda juga melibatkan tak hanya perwakilan dari pada wanita dan kelompok marjinal. 21 dalam rencana atau kebijakan pemerintah namun juga organisasi non Keluaran dari Agenda Habitat tersebut masing-masing. Ini termasuk juga pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan kelompok adalah strategi yang komprehensif yang Indonesia yang pada tahun 1997 te- kerjasama. mendorong munculnya kemitraan baru POKJA lah menyusun Agenda 21 Indonesia : Konferensi yang disebut juga dengan Habitat II untuk beraksi pada tingkatan baik lokal, strategi nasional untuk pemba­ gunan n tersebut menghasilkan Deklarasi Istanbul dan juga nasional, maupun internasional. Air, Sanitasi, Drainase, dan Pengelolaan Limbah berkelanjutan yang dikeluarkan oleh Kementerian Ling- Agenda Habitat yang ditandatangani 171 negara Isi dari Agenda Habitat terdiri dari 241 paragraf yang Air, sanitasi, drainase dan pengelolaan limbah merupa- kungan Hidup. Kini, hampir 20 tahun kemudian, Agenda termasuk juga Indonesia. Agenda Habitat berisi lebih dari dibagi ke dalam 4 bagian. Bagian pertama adalah bagiankan salah satu aspek yang dibahas khusus dalam Agenda 21 masih sangat krusial dan usaha untuk dapat menerap- 100 komitmen dan 600 rekomendasi. Setiap negara yang Pengantar (paragraf 1-21). Bagian ini menggarisbawahi21. Hal yang ditekankan mengenai isu ini dalam Agenda kannya memerlukan usaha berkali lipat dengan adanya tan- menandatangani Agenda Habitat mempunyai komitmen tentang tantangan global permukiman dan menyerukan21 adalah bahwa usaha meningkatkan penyediaan in- tangan yang semakin besar. Untuk itu, keterlibatan lintas untuk melaksanakan Rencana Aksi Global yang sudah kepada bangsa-bangsa untuk menghadapi tantanganfrastruktur air, sanitasi, drainase dan pengelolaan limbah elemen dalam menjalankan Agenda 21 sa­ gatlah penting. n disepakati. tersebut. Bagian kedua dari dokumen ini memuat Tujuanperlu dilakukan secara terintegrasi. Pemenuhan infrastruk- Tugas ini akan membutuhkan tidak hanya kepemimpinan dan Prinsip (paragraf 22-36) yang memberi arahantur ini penting karena minimnya infrastruktur, terutama dan pendanaan pemerintah dan kalangan bisnis, tetapi Agenda Habitat terhadap sasaran kebijakan sebagai aksi dari pemerintahdi negara berkembang dapat memicu munculnya penyakit juga visi dan kerjasama setiap warga negara. Pembangun­ Agenda Habitat adalah seruan global untuk bertindak dan juga bagaimana strategi untuk mencapainya.dan kematian. Terlebih lagi, negara berkembang menga- an berkelanjutan tidak dapat dicapai tanpa semua sektor di semua lapisan. Di dalam kerangka tujuan, prinsip- Strategi tersebut menyangkut juga tentang kerja lami kendala di mana pemenuhan kebutuh­ masyarakat bekerja sama. prinsip serta komitmennya, Agenda Habitat menawarkan sama, partisipasi, berbagi informasi, dan an infrastruktur melebihi visi positif dari permukiman yang berkelanjutan - dimana pengawasan. Bagian ketiga 16 17
  10. 10. Peraturan Pembelajaran Edisi IV, 2010 Sumber: Cities and Homes for All: The Habitat Agenda, UN Habitat, 1996 FOTO-FOTO: HARSYA PAMBUDI Surabaya Green and Clean: Menuju Kota Infrastruktur dan Surabaya Sehat S Pelayanan Dasar Dalam paragraf 84-87, Agenda urabaya kota metropolitan terbesar ke-2 di tentang pengelolaan sampah. Tujuan dari program Habitat secara khusus membahas Indonesia dengan jumlah penduduk lebih ini adalah untuk mempopulerkan cara-cara alternatif mengenai rencana aksi dalam hal dari 2 juta, ternyata hanya memiliki satu pemilahan dan pengolahan sampah dari dasar siklus di infrastruktur dan pelayanan dasar. Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yakni TPA tingkat rumah tangga, sedangkan strategi yang digunakan Infrastruktur dan pelayanan dasar Keputih yang menampung limbah dari 155 adalah dengan memperkenalkan teknologi tepat guna tersebut mencakup air, sanitasi, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Surabaya. Akan dan bagaimana menerapkannya di tingkat rumah tangga. pengelolaan limbah, kesejahteraan tetapi sampah di Keputih tidak tertangani dengan baik Substansi program pendidikan termasuk bagaimana sosial, fasilitas transportasi dan sehingga bau dari sampah yang menumpuk mengganggu memilah sampah organik dan non-organik, bagaimana komunikasi, energi, fasilitas masyarakat sekitar dan TPA Keputih terpaksa ditutup memanfaatkan limbah dengan cara menerapkan prinsip- kesehatan, sekolah, keamanan, pada tahun 2001. Hal ini menyebabkan banyaknya prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakanadalah bagian yang berisi Komitmen (paragraf 37- dan ruang terbuka. Agenda Habitat menekankan bahwa tumpukan sampah di lokasi TPS menggunung dan tidak kembali), Recycle (mendaur ulang) (3R).52) yang menggarisbawahi kesepakatan komunitas pemerintah, komunitas, dan swasta perlu bekerja bersama hanya berhenti di situ, setiap sudut jalan di kota pun Program ini membangun kesadaran masyarakatinternasional dalam mencapai hunian layak untuk untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar tersebut. banyak berserakan sampah. Pada tahun 2004 tentang pentingnya pengelolaan sampahsemua, permukiman berkelanjutan, pelibatan sektor Pemerintah pusat akan memiliki andil dalam di kota Surabaya ada sekitar 2.610 ton berbasis masyarakat (melalui mengurangi,publik, swasta, dan komunitas dalam pembangunan mendukung otoritas lokal dalam mengelola, sampah menumpuk setiap hari. penggunaan kembali dan daur ulang)permukiman, kesetaraan gender, pembiyaan perumahan, mengoperasikan, dan merawat infrastruktur dan Situasi mengerikan ini meyakinkan kota dan mendorong partisipasi mereka dalamdan kerjasama internasional. pelayanan dasar. Di lain pihak, sektor swasta, komunitas, Surabaya, LSM, dan masyarakat bahwa proses. Program ini juga membangun Bagian Rencana Aksi Global merupakan bagian dan lembaga non pemerintah dapat berpartisipasi dalam mereka harus mulai berurusan dengan jaringan dan kemitraan dengan pemangkuterakhir dari Agenda Habitat. Bagian ini adalah penyediaan layanan dan pengelolaan di bawah koordinasi masalah sampah secara serius dan mencari kepentingan yang relevan untuk tindakanyang bagian terbesar dari dokumen ini (paragraf 53- dari pemerintah. Pemerintah juga perlu menyediakan solusi bersama. Setelah mengidentifikasi yang lebih kolaboratif. Gerakan kecil ini241). Pada bagian ini terdapat 5 aksi strategi untuk akses infrastruktur dan layanan dasar tersebut terutama bahwa sumber utama sampah di Surabaya mulai memperoleh popularitas di kalangandapat mewujudkan: (1) hunian layak untuk semua, untuk kaum miskin dan marginal serta turut melibatkan berasal dari rumah tangga, Pemerintah Kota masyarakat Surabaya.(2) permukiman berkelanjutan, (3) pembangunan komunitas lokal dalam menentukan standar dan prioritas. Surabaya pun memikirkan sebuah alternatif cara untuk Secara menyeluruh program ini mencakup berbagaikapasitas dan pengembangan institusi, (4) kerjasama mengatasi sampah dan memutuskan untuk menerapkan kegiatan dan inisiatif dalam hal pengelolaan sampahdan koordinasi internasional, dan (5) pengawasan dan Sumber: Cities and Homes for All: The Habitat Agenda, program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang seperti progam Manajemen dan Pendidikanpelaksanaan Agenda Habitat. UN Habitat, 1996, dari berbagai sumber juga dikenal sebagai program Hijau dan Bersih. Pengelolaan Sampah, Kompetisi Hijau dan Bersih, Tahun 2004 dengan dukungan dari LSM lokal, Kota Kompetisi Kecamatan Terbersih, Kompetisi Surabaya memulai program pendidikan masyarakat Bebas Sampah (Zero Waste 18 19

×