Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Media Informasi Air Minum               Dari Redaksi                                                                  1   ...
D A R I R E DA K S IP                                                                                                     ...
S U A R A A N DA                                                 ban 2.308 unit, untuk seluruh kecamatan         yangan pe...
L A P O R A N U TA M A                                                                                                    ...
L A P O R A N U TA M A    Melihat peran data pembangunan          yang dilaksanakan oleh institusi yang        terdata sec...
L A P O R A N U TA M A                 Beda Definisi, Beda HasilD          efinisi memegang peranan                       ...
L A P O R A N U TA M A       Menuju Integrasi Data AMPLI      ntegrasi data mau tidak mau harus     2006 ini, Pokja AMPL y...
L A P O R A N U TA M A              Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat, BPS, Ahrizal Manaf               Masyarakat B...
L A P O R A N U TA M A Kasubdit Data dan Informasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Dep. PU, Dwityo A. Soeranto          ...
TEROPONG            Air Lumayan, BAB Sembarangan TAK ADA YANG MENDUGA. SEMUANYA BERJALAN BEGITU CEPAT. DALAM SEKE-        ...
TEROPONGSebuah tulisan besar misalnya berbunyi,                                          Tabel Jumlah Korban dan Kerusakan...
TEROPONGsebuah sungai yang jaraknya sekitar        Jumlah rumah yang berhasil dibersih-        belum mengeluh ada bocoran ...
TEROPONG                                           dr. SITI NOOR ZAENAB, MKes, akan 50 unit hidran umum ke posko-        K...
TEROPONG                                            Sanitasi                   dalam Kondisi DaruratS        etelah perist...
P E R AT U R A N   Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2006  Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau    Penerimaan Hibah serta ...
WAWA N C A R A   Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan, Ir. Sri Bebassari, MSc          Master Plan Persampahan Mutlak ...
WAWA N C A R Apropinsi, kabupaten/kota, kecamatan,        secara fungsional terus berjalan. Saya     bonus mereka. Dan mer...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul

1,264 views

Published on

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to like this

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi Juni 2006 Tema Bantul Amburadul

  1. 1. Media Informasi Air Minum Dari Redaksi 1 dan Penyehatan Lingkungan Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Laporan Utama Kelompok Kerja Air Minum Data AMPL Mungkinkah Terintegrasi? 3 dan Penyehatan Lingkungan Beda Definisi, Beda Hasil 5 (Pokja AMPL) Menuju Integrasi Data AMPL 6 Penasihat/Pelindung: Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS: Direktur Jenderal Cipta Karya Masyarakat Belum Sadar Data 7 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Kasubdit Data dan Informasi, Ditjen Cipta Karya: Penanggung Jawab: Perlu Konsensus Bersama 8 Direktur Permukiman dan Perumahan, Teropong BAPPENAS Bantul Amburadul 9 Direktur Penyehatan Air dan Sanitasi, Sanitasi dalam Kondisi Darurat 13 DEPKES Direktur Pengembangan Air Minum, Peraturan Dep. Pekerjaan Umum PP No. 2 Tahun 2006 14 Direktur Pengembangan Penyehatan Wawancara Lingkungan Permukiman, Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan, Ir. Sri Bebassari, MSc: Dep. Pekerjaan Umum Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Master Plan Persampahan Mutlak 15 Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Reportase Direktur Penataan Ruang dan Kampung Agrowisata di Sudut Jakarta 20 Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Kisah Pemimpin Redaksi: Pengelolaan Sampah Gaya Komunitas Rungkut Lor 22 Oswar Mungkasa Studi Kajian Ekonomi Dampak Investasi Air Minum Terhadap Dewan Redaksi: Supriyanto, Johan Susmono, Perekonomian di Indonesia 24 Indar Parawansa, Bambang Purwanto Program Sekilas tentang ISSDP 27 Redaktur Pelaksana: Inovasi Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Insinerator Ramah Lingkungan 29 Essy Asiah, Mujiyanto Wawasan Air Mengalir dari Negara ke Swasta 31 Desain/Ilustrasi: Misteri Lorong Waktu Peradaban Teknologi Keairan 33 Rudi Kosasih Tantangan Penyediaan Air Baku dalam Pemenuhan Produksi: Kebutuhan Air Minum 37 Machrudin Pengelolaan DAS (Hulu) Terpadu untuk Kesejahteraan Rakyat 41 Seputar AMPL 45 Sirkulasi/Distribusi: Agus Syuhada Seputar WASPOLA 47 Info CD 48 Alamat Redaksi: Info Buku 49Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Info Situs 50 Telp./Faks.: (021) 31904113 http://www.ampl.or.id Agenda 51 e-mail: redaksipercik@yahoo.com Pustaka AMPL 52 redaksi@ampl.or.id oswar@bappenas.go.id Redaksi menerima kiriman tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitandengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Panjang naskah tak dibatasi. Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id Silahkan kirim ke alamat di atas.
  2. 2. D A R I R E DA K S IP FOTO:DORMARINGAN HS ertengahan tahun ini, Indonesia dibayang-bayangi bencana. Ke- tika masyarakat di sekitar Gu-nung Merapi di perbatasan Yogyakartadan Jawa Tengah dihantui letusangunung, tiba-tiba mereka dihentakkanoleh gempa berkekuatan 5,9 skalaRichter. Sekitar 6.000 orang meninggaldunia, dan ratusan ribu jiwa kehilangantempat tinggal yang hancur dan rusakakibat musibah itu. Belum usai musibah itu ditangani,bencana datang lagi. Semburan lumpurpanas membanjiri kawasan di Sidoarjo,Jawa Timur. Lagi-lagi masyarakat men-jadi korban kecerobohan proses eksplo-rasi minyak. Meski tak ada korban,mereka harus menyingkir dari tempattinggalnya karena genangan lumpurpekat yang mengeluarkan bau tak se-dap. Sekitar 3.000 jiwa mengungsi, pu- Suasana stand Pokja AMPL-WASPOLA ramai didatangi pengunjung.luhan hektar sawah terendam, dan per-ekonomian terganggu karena luapanlumpur menghadang jalur transportasi. kita! Kalau tidak kita akan kedatanganBanjir lumpur itu belum bisa ditangani. Berkaitan dengan itu, Percik kali ini hantu sampah yang sangat menakut-Justru muncul sumber lumpur baru. mencoba meneropong kondisi darurat kan. Tiba-tiba kita dikejutkan lagi adanya di wilayah Bantul pascagempa. Ka- Sedangkan di laporan utama, kamibanjir bandang yang melanda delapan bupaten di selatan Yogyakarta ini dipi- mengajak pembaca untuk menyimakkabupaten di Sulawesi Selatan. Hampir lih karena daerah inilah yang mengala- pembahasan tentang data AMPL. Fakta200 orang meninggal dunia dan 145 mi kerusakan paling parah dan korban yang ada menunjukkan ternyata kitalainnya hilang. Ratusan rumah hancur jiwa paling banyak. Tentu kita akan memiliki banyak data dalam sektordilanda air bah yang datang tiba-tiba melihat bagaimana kondisi air minum yang sama. Setiap instansi memilikiketika orang sedang terlelap. Gelom- dan penyehatan lingkungannya. Kami data dan kriteria sendiri. Akibatnya adabang pengungsian kembali mengalir. berharap potret tersebut nantinya bisa tumpang tindih. Data siapa yang benar?Dan konon pemerintah kehabisan dana menjadi pelajaran bagi kita semua Tak ada yang tahu pasti. Mengapa itucadangan untuk bencana. khususnya dalam menyiapkan tanggap bisa terjadi? Jelas kondisi ini bisa mem- Apa yang melanda negeri ini bisa bencana di sektor air minum dan penye- pengaruhi perencanaan pembangunanmenunjukkan potret buruk lingkungan hatan lingkungan. ke depan dan akurasi penilaian keber-kita. Selain itu kita juga bisa melihat Di rubrik wawancara, kami meng- hasilan pembangunan.betapa belum ada penanganan yang hadirkan Ratu sampah Sri Bebassari Pembaca, di tengah carut marutmemadai menghadapi kondisi itu. untuk memperbincangkan kondisi sam- kondisi kita, kami mengikuti pameranPadahal, seharusnya kita lebih siap pah kita saat ini dan apa yang harus kita lingkungan hidup di Balai Sidangmengingat kita memang berada di wi- lakukan ke depan. Persoalan ini penting Jakarta. Alhamdulillah, banyak pengun-layah yang rawan bencana. Walhasil ki- mengingat kita sudah dalam kondisi jung yang menyapa kami di Stand Pokjata hanya bisa mengelus dada dan me- darurat sampah. Kasus di Kota Ban- AMPL-WASPOLA. Puluhan pengun-minta kepada Yang Maha Esa untuk dung bisa menjadi contoh buruk penge- jung pun berlangganan Percik dan ber-tidak menurunkan bencana berikutnya lolaan sampah kota, dan mungkin hal diskusi mengenai sektor AMPL. Semogaseraya meminta ampun atas segala per- yang sama terjadi di kota-kota lain. jalinan komunikasi seperti ini takbuatan buruk kita terhadap alam-Nya. Butuh kepedulian yang lebih terhadap berhenti.Di sisi lain, mari kita bantu saudara masalah ini dari semua stakeholder. Wassalam. Percik Juni 2006 01
  3. 3. S U A R A A N DA ban 2.308 unit, untuk seluruh kecamatan yangan perkembangan CLTS di India, Rubrik Teknologi Lembak. Bangladesh, dan Desa Babat-desa di Kondisi ini mendorong Puskesmas Lembak yang telah bebas BAB semba- Terima kasih atas kiriman Percik Lembak membuat sebuah gebrakan rangan-untuk menambah wawasan danyang terbaru, April 2006. Media jurnal menuju Free Open Defecation dengan memotivasi langkah mereka. Merekaini bagus dan informatif. menerapkan metode CLTS. Pada 4-7 Juli terpicu. Mereka mempunyai strategi Kalau boleh, perlu juga re- masing-masing dalam hal me- FOTO:AGUSTINE SIAHAANportase mengenai pengalaman- nindaklanjuti tekad mereka dipengalaman di negara-negara desa dengan membentuk ke-lain dalam hal air minum dan lompok-kelompok kecil.penyehatan lingkungan ini, baik Setiap desa berlomba-lom-skala komunitas lingkungan ba untuk segera menyatakanmaupun skala kota. Juga perlu desa mereka bebas dari BAB,ada rubrik mengenai penera- bahkan kelompok-kelompokpan-penerapan appropriate kecil yang dibentuk di desatechnology mulai dari yang juga berlomba menyelesaikansudah ada turun temurun dari pembuatan jamban yang men-nenek moyang kita, misalnya jadi tanggung jawab kelom-kincir air di sumatera barat, poknya. Bahkan Desa Tanjungsampai dengan yang mutakhir Tiga rela menunda ngetamdan mengupas bagaimana tek- (panen padi) demi membuatnologi itu diterapkan dan apa WC yang memang hasilnya ter-kekurangannya, bagaimana sebenarnya 2005, diadakan pelatihan CLTS di kabu- wujud dalam dua minggu. Bahkan adakekurangan-kekurangan itu bisa diatasi paten Muara Enim, dan tiga orang petugas desa yang tak kebagian kloset di tokodengan teknologi atau pengetahuan Puskesmas Lembak yakni dua sanitarian karena stok habis.masa kini. dan saya sendiri. Selanjutnya kami meng- Sejak metode CLTS diterapkan sela- Salam dan selamat berjuang mema- adakan pelatihan CLTS pada 8-11 Pebruari ma 5 minggu, sudah 1097 unit jambanjukan bangsa. kepada seluruh staf Puskesmas Lembak. yang bertambah dengan KK pengguna Max Pohan Setelah pelatihan terbentuklah tim CLTS jamban 1956 KK. Beberapa desa yang Staf Ahli Menteri PPN di Puskesmas Lembak yang terdiri dari baru beberapa hari dipicupun sudah Bidang Pemantauan Pembangunan sepuluh orang, dan kami menamakan mengalami penambahan jamban. Hasil diri Tim Pemicu Penggerak Perubahan, pemantauan sampai dengan 4 April Beberapa kali kami telah menyajikan kemudian tim ini menyusun rencana 2006 yang kami lakukan, penggunarubrik teknologi. Kami sangat berterima kerja dalam menindak lanjuti pelatihan jamban yang tadinya hanya 37,41kasih atas masukan tersebut. (Redaksi) tersebut. Sebelumnya kami juga meng- persen menjadi 62,95 persen. adakan sosialisasi CLTS dalam beberapa Pemicuan biasanya kami lakukan di kesempatan seperti rapat koordinasi luar jam kerja siang-sore hari. Selain itu Menuju Bebas BAB kecamatan yang dihadiri oleh camat, staf selalu kami lakukan kunjungan ulang kecamatan, kepala kepala instansi, selu- untuk melihat perkembangan sekaligus Sembarangan ruh kepala desa di wilayah kecamatan mengabadikan hasil kerja mereka. Lembak, kemudian pada pertemuan Kiranya tulisan ini dapat berman- Kecamatan Lembak terletak di kabu- PKK, dan bidan desa. faat bagi pembaca dan memotivasi kitapaten Muara Enim Propinsi Sumatera Kemudian kami mengadakan pemi- khususnya petugas kesehatan untukSelatan yang terdiri atas 18 desa, ber- cuan di seluruh desa di wilayah Puskes- lebih peduli pada masyarakat di wilayahpenduduk + 29.306 jiwa, 7.531 Kepala Ke- mas Lembak setiap hari sejak tanggal 22 kerja masing-masing. Pengalaman kamiluarga (KK). Masyarakat banyak meng- Pebruari 2006-31 Maret 2006. Dan memfasilitasi tidaklah sulit, yang pen-andalkan hasil pertanian karet. Kondisi pada setiap hari Sabtu, desa yang telah ting ada tekad yang kuat dan kemauan.sanitasinya belum baik. Penduduk yang dipicu pada minggu tersebut kami ajakmemiliki dan memanfaatkan jamban kelu- menghadiri pertemuan di Puskesmas Drg. P. Agustine Siahaan Kepala Puskesmasarga hanya 2.818 KK, atau sekitar 37,41 Lembak untuk membuat kesepakatan Kec. Lembak Kab. Muara Enim,persen dari total KK dengan jumlah jam- desa masing masing, menyaksikan ta- Sumatera Selatan 2 Percik Juni 2006
  4. 4. L A P O R A N U TA M A ILLUSTRASI: www.rudikoz.com Data Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Mungkinkah Terintegrasi?P enyelenggaraan pembangunan jawabkan. Konsekuensinya, kebutuhan an itu telah mencapai target yang dite- negara yang baik ditandai dengan data yang dapat diandalkan menjadi tapkan. Sedangkan sebagai pemban- adanya keterbukaan, akuntabili- keniscayaan. Penggunaan data yang ding, data dapat berfungsi untuk me-tas dan melibatkan partisipasi ma- akurat dan up to date akan mendorong nunjukkan efektifitas suatu kegiatan.syarakat. Proses perencanaan pemba- efisiensi pembangunan, tepat guna, dan Selain mempunyai fungsi, data jugangunan berjalan berdasarkan atas data tepat sasaran. memiliki peran. Data berperan dalamdasar, kecenderungan perkembangan, Secara umum data memiliki tiga perencanaan sampai dengan pengukur-proyeksi kebutuhan, dan alokasi sum- fungsi utama yakni bahan informasi, an pencapaian pembangunan, sebagaiber-sumber daya. alat ukur, alat pembanding. Sebagai bahan pengambilan kebijakan/keputus- Pasal 31 Undang-undang No. 25 bahan informasi, data bisa menun- an (Decission Supporting System), alattahun 2004 tentang Sistem Peren- jukkan capaian pembangunan, apa yang kontrol untuk mencegah pengulangancanaan Nasional menyebutkan bahwa sudah dilaksanakan, mana yang belum, kesalahan dan pengulangan program-perencanaan pembangunan harus di- termasuk bagian mana yang belum /kegiatan, dan mendukung penyeleng-dasarkan pada data-data dan informasi tersentuh pembangunan. Dengan data garaan pemerintahan yang transparan,yang akurat dan dapat dipertanggung- dapat diukur sejauh mana pembangun- akuntabel dan partisipatif. Percik Juni 2006 3
  5. 5. L A P O R A N U TA M A Melihat peran data pembangunan yang dilaksanakan oleh institusi yang terdata secara akurat di tingkat masya-tersebut, ketersediaan data menjadi bersangkutan. Perbedaan data tersebut rakat karena didefinisikan secara berbe-kunci pembangunan. Bisa dibayangkan juga disebabkan oleh adanya perbedaan da. Persepsi masyarakat dengan pe-bagaimana kebijakan akan diambil pada penggunaan definisi, kategorisasi ngumpul data (surveyor) yang berbedasementara data-data pendukung yang variabel yang digunakan, metode pe- mengakibatkan fasilitas yang samadijadikan pijakan bagi keputusan itu ngambilan data, dan kehandalan sum- ditempatkan pada kelompok data ber-tidak memenuhi syarat. Dapat diduga, ber daya manusia yang mengolah dan beda. Perbedaan data juga bisa terjadihasilnya bisa jadi melenceng dari harap- mengelolanya. karena perbedaan kriteria teknis terha-an atau bahkan tak sesuai sama sekali Berbagai jenis data itu tentu tak bisa dap prasarana dan sarana.dengan prediksi. disatukan begitu saja. Di sisi lain data Di negara-negara maju, database pembangunan harus tersedia. Jalan ke- Tantangan ke Depanpembangunan mendapat perhatian luarnya yakni menggunakan data yang Ketiadaan data baku yang bisapenting. Sistem informasi data yang di- dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik menggambarkan kondisi riil sektorterapkan memungkinkan semua data (BPS) sebagai lembaga pemerintah yang AMPL sekaligus bisa dipergunakanbisa tersedia sesuai dengan kebutuhan. berwenang mengeluarkan data. Data acuan oleh semua stakeholder, jelas ti-Kondisi ini memungkinkan pelaksana- AMPL ini diambil berdasarkan hasil dak menguntungkan dari sisi pemba-an pembangunan menjadi efisien dan Survey Sosial Ekonomi Nasional (SU- ngunan dan penilaian pihak luar. Iniefektif serta terukur. SENAS). Data hasil SUSENAS tersebut bisa menunjukkan belum adanya kepe- digunakan sebagai acuan khususnya merintahan yang baik (good gover-Data AMPL Indonesia dalam mengevaluasi pencapaian target nance). Oleh karena itu, perlu ada siner- Indonesia yang merdeka sejak 1945 MDGs. gi antarstakeholder dan antarstake-seharusnya telah memiliki database Ketersediaan data AMPL di data holder dengan BPS.pembangunan secara rinci. Namun BPS sangat terbatas. Mengapa? Karena Banyak hal yang bisa dikerjakanfakta menunjukkan lain. Sistem pen- data AMPL belum dipandang sebagai bersama di antaranya melakukan anali-dataan pembangunan belum berjalan variabel yang perlu diperlakukan secara sis komparasi bagaimana data sektorsesuai dengan harapan. Banyak data khusus dibanding sektor lain, misalnya AMPL saat ini didefinisikan, dikum-pembangunan yang masih sulit didapat- survei pertanian atau survei volume pulkan dan diagregasikan. Penting pula,kan hingga kini. Kalau pun ada sering penjualan beras. Dalam SUSENAS, pihak-pihak tersebut mengidentifikasitidak lengkap. Tak heran bila data terse- kavling pertanyaan untuk sektor ini pun kembali kategori data AMPL yang dibu-but tidak memungkinkan untuk dianali- sangat terbatas. Misalnya, tidak ada tuhkan baik di tingkat nasional maupunsa dan dijadikan dasar pengambilan data dari BPS berapa sumur gali yang daerah dalam rangka sinkronisasi de-kebijakan. memenuhi syarat jarak minimal 10 ngan SUSENAS yang dilakukan oleh Kenyataan itu mencakup pula data meter dari tempat pembuangan tinja. BPS, serta mengidentifikasi peran dansektor air minum dan penyehatan ling- Survei ini hanya mempertanyakan hal- tanggung jawab stakeholder dalamkungan (AMPL). Padahal pembangun- hal global. pengelolaan data AMPL.an sektor ini telah mulai berlangsung Ketiadaan data rinci inilah yang Yang tak kalah pentingnya yaitusecara menyeluruh dan sistematis sejak mendorong instansi terkait di luar BPS membangun konsensus bersama an-PELITA I. Hanya saja pembangunan mengadakan survei yang lebih khusus. tarstakeholder AMPL dalam pengkla-sarana fisik itu tidak diikuti dengan Instansi tersebut membutuhkan data sifikasian, metoda pengumpulan sertapendataan secara terpadu. Berbagai sesuai kebutuhannya. Dengan demikian pengelolaan data AMPL terutama un-institusi terkait mengeluarkan data setiap instansi menggunakan pende- tuk data dasar (base line) dan peman-AMPL. Misalnya Departemen Kesehat- katan yang dianggap sesuai dengan data tauan MDGs. Di sini, stakeholder ha-an, Departemen Pekerjaan Umum, atau yang dibutuhkannya. rus duduk bersama untuk membahasDepartemen Dalam Negeri memiliki da- Sayangnya selama proses pendataan dan membicarakan hal itu. Peme-ta masing-masing. Bisa diduga muncul berlangsung, koordinasi antar-instansi rintah daerah alangkah baiknya ikutangka yang berbeda untuk kategori dan intansi dengan BPS sebagai sur- pula dalam pembahasan ini karenayang sama dan kelompok sasaran yang veyor resmi negara belum terjalin de- merekalah ujung tombak pengumpul-sama. ngan baik. Di sana-sini ditemukan tum- an data di daerah. Pemda pula yang Hal ini bisa dimaklumi mengingat pang tindih data. Perbedaan definisi di mengenali data AMPL di daerahnyasetiap institusi akan lebih fokus ter- tingkat institusi dan masyarakat terus dan yang bisa memverifikasi data yanghadap angka pencapaian pembangunan terjadi. Seringkali fasilitas AMPL tidak dikeluarkan BPS. MJ 4 Percik Juni 2006
  6. 6. L A P O R A N U TA M A Beda Definisi, Beda HasilD efinisi memegang peranan Tabel 2 penting dalam pendataan. Per- Cakupan Pelayanan Air Minum dari Berbagai Institusi bedaan pendefinisian akan Wilayah Penerbit 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 Sumbermengakibatkan hasil yang berbeda sa- Datama sekali. Karena itu, persamaan pen- UNICEF Perkotaan 87,3 89,1 90,8 90,8 91,7 90,1 90,6 91,4 SUSENASdefinisian menjadi hal pertama dan Perdesaan 57,4 61,5 65,7 67,3 67,7 68,7 67,0 68,5utama sebelum proses pendataan ber- Total 67,7 71,4 75,0 76,4 77,1 78,2 77,2 78,7langsung. Jika tidak, hasilnya pasti akan WHO Perkotaan 52,6 54,4 72,8 55,2 55,5 61,4 Penghitunganlain-lain. Ini seperti yang terjadi dalam Perdesaan 30,8 34,3 45,2 35,9 35,6 40,8 SUSENASpenyajian data air minum dan penye- Total 38,5 41,5 55,4 43,1 43,4 50,0 untuk MDGshatan lingkungan (AMPL) Indonesia se- Pekerjaan Perkotaan 43,0 51,7 DGURD, PU Umum Perdesaanlama ini. Total 51,7 Tabel 1 memberikan contoh definisi Direktori Perkotaan 36,8 PERPAMSIyang berbeda pada sektor air minum PERPAMSI Perdesaanuntuk membedakan sumber air yang Total 36,8berkategori baik dan tidak baik antara BPS Perkotaan 63,6 62,2 BPSlaporan Pemantauan MDGs di Indone- (non pipa)sia dan BPS (Susenas 2002). MDGs menjadikan hidran umum berdiri definisi sumber air dan sarana sanitasi Tabel 1 sendiri karena sistem distribusinya sangat yang layak (improved) dan tidak layak (un- Kategori Sumber Air Bersih Menurut Beberapa berbeda kendati sumbernya sama. improved) yang saat ini digunakan untuk Laporan Statistik Yang lebih nyata perbedaannya da- memantau pencapaian MDGs sektor Per- mukiman dan Perumahan di tingkat glo- SUMBER AIR BERSIH TERLINDUNGI SUMBER AIR BERSIH TAK TERLINDUNGI bal. Selain perbedaan antar-institusi, ada Laporan MDGs BPS Laporan MDGs BPS perbedaan di masyarakat. Perbedaan itu Indonesia Indonesia menyangkut persepsi antara masyarakat dan pengumpul data. Ini memungkinkan 1. sambungan pipa 1. sambungan pipa 1. gerobak dorong 1. air kemasan fasilitas yang sama ditempatkan pada ke- 2. hidran umum 2. sumur bor 2. air kemasan (termasuk isi ulang) lompok data yang berbeda-beda. 3. sumur bor 3. sumur terlindungi 3. air dari truk tangki 2. sumur Di samping masalah definisi, ada beda 4. sumur terlindungi 4. mata air terlindungi 4. sumur tak terlindungi pendekatan yang digunakan oleh masing- 5. mata air 5. air hujan tak terlindungi 3. mata air masing institusi sesuai kebutuhan dan ke- terlindungi 5. mata air tak terlindungi pentingannya (service provider point of 6. air hujan tak terlindungi 4. sungai view). Tabel 2 menggambarkan salah satu 5. lain-lain contoh ketidaksinkronan data dari berba- (danau, waduk, dll) gai institusi yang ada. Data dalam tabel 2 menunjukkan Tabel tersebut menunjukkan dalam lam memandang sumber air tak terlin- UNICEF dan WHO keduanya mengambilhal sumber air bersih terlindungi, dungi. Dalam kategori ini BPS mema- data dari SUSENAS tapi perbedaanMDGs menjadikan hidran umum ma- sukkan sungai dan lain-lain. Sedangkan angkanya sangat jauh. Mana yang benar?suk kategori sumber air bersih terlin- MDGs tidak mengkategorikannya seba- Tentu semua data itu benar karenadungi, sedangkan BPS tidak memasuk- gai sumber air tak terlindungi, dan me- masing-masing memiliki argumentasikannya. Bisa jadi BPS menganggap hi- masukkan gerobak dorong (penjaja air tersendiri. Persoalannya sekarang,dran sebagai bagian dari sistem sam- keliling) ke dalamnya. apakah perbedaan itu akan terusbungan perpipaan karena sumber airnya Definisi yang digunakan oleh media dilestarikan? Dalam hal data, perlu adaberasal dari jaringan pipa. Sebaliknya sumber tersebut juga belum sesuai dengan integrasi. (MJ/GUS) Percik Juni 2006 5
  7. 7. L A P O R A N U TA M A Menuju Integrasi Data AMPLI ntegrasi data mau tidak mau harus 2006 ini, Pokja AMPL yang terdiri atas Grand design pengelolaan data dilakukan oleh semua stakeholder stakeholder Air Minum dan Penyehatan AMPL dimulai dengan analisis data air minum dan penyehatan Lingkungan, menyusun program untuk komparasi data berupa studi pe-lingkungan (AMPL) mengingat kebu- mewujudkan tujuan di atas. Program ini ngelolaan data AMPL pada tiaptuhan yang mendesak. Tentu prosesnya terdiri atas berbagai komponen, yaitu: Departemen Teknis.tidak mudah. Masing-masing pihak 1. Pengajuan usulan perubahan data 3. Sosialisasi di daerah mengenai pen-harus meninggalkan pola-pola pengelo- dalam SUSENAS-BPS tingnya penyusunan basis data AMPLlaan data maunya sendiri, tumpang Komponen ini mencakup kegiat- sebagai bahan dalam pemantauantindih, dan tidak terorganisasi dengan an-kegiatan antara lain pertemuan pencapaian MDGs.baik. serial, lokakarya, proses pengajuan Kegiatan dalam komponen ini Dalam kerangka pengelolaan data usulan, pelaksanaan atas usulan antara lain:yang lebih integral dan handal, perlu perubahan tersebut dalam kerangka Mengomunikasikan mengenai artisejumlah langkah, antara lain dengan kegiatan SUSENAS-BPS tahun 2007 penting pengelolaan data bagi dae-melakukan analisis komparasi bagaima- mendatang. rah dalam tiap kesempatan penye-na data sektor AMPL saat ini didefini- 2. Pengembangan jejaring yang sinergis lenggaraan program-programsikan, dikumpulkan, dan diagregasi ter- dalam pengelolaan data dan infor- AMPL lainnya.utama oleh BPS dan institusi terkait. masi antarstakeholder AMPL Memantau dan mengevaluasi per-Selanjutnya kategori data yang ada Kegiatan-kegiatan yang termasuk kembangan pelaksanaan pengelo-diidentifikasi sesuai kebutuhkan baik di dalam komponen ini antara lain: laan data AMPL di daerah.tingkat nasional maupun daerah dalam Konsolidasi data dan informasi Memfasilitasi daerah dalam ke-rangka sinkronisasi dengan SUSENAS termasuk di dalamnya hasil-hasil rangka pengelolaan data.yang dilakukan oleh BPS. Selain itu, penelitian dan studi dari masing- Program ini didukung oleh seluruhperlu ada identifikasi kembali peran dan masing stakeholder dengan aktivi- pihak yang peduli atas pengembangantanggung jawab stakeholder dalam pe- tas kompilasi, kategorisasi, inter- data sektor Air Minum dan Penyehatanngelolaan data AMPL. Proses tersebut exchange, dan publikasi/penerbit- Lingkungan, seperti: Bappenas, BPS,tidak bisa tidak membutuhkan langkah an (buku, CD, website). Departemen Pekerjaan Umum, Depar-bersama seluruh stakeholder. Ini bertu- Konsolidasi program pengelolaan temen Kesehatan, Departemen Dalam Ne-juan membangun konsensus bersama data AMPL dari masing-masing geri, dan Kementrian Lingkungan Hidup.atas masalah ini. stakeholder. Lembaga internasional pun terlibat. Di luar itu, Pemerintah ILUSTRASI:RUDI KOSASIH Mereka antara lain: UNICEF,Daerah pun memiliki peran dan AusAID melalui programyang tidak bisa dielakkan. WASPOLA. Dengan dukunganPemda perlu lebih proaktif da- seluruh stakeholder ini, diha-lam mengenali kondisi data rapkan pengelolaan data AMPLAMPL di daerahnya. Dengan bisa terlaksana lebih terpadudemikian, pengelolaan data dan menyeluruh namun tetapAMPL menjadi suatu jejaring efektif dan efisien.sinergis yang terhubungkan baik Memang, hasil belum ter-vertikal maupun horizontal. lihat nyata. Namun dari ber-Melalui proses tersebut diharap- bagai kegiatan yang melibat-kan pengelolaan data menjadi kan stakeholder terkait, at-efektif, efisien, dan tetap achie- mosfer menuju integrasi dataveble dan reasonable. AMPL sudah mulai terasa. Kita berharap, integrasi dataLangkah Awal AMPL bukan lagi sekadar Dalam kurun waktu tahun mimpi. (GUS/MJ) 6 Percik Juni 2006
  8. 8. L A P O R A N U TA M A Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat, BPS, Ahrizal Manaf Masyarakat Belum Sadar DataB agaimana konsep pengelo- di karena BPS menerapkan satu pintu FOTO: ISTIMEWA laan data Sistem Statistik Na- untuk permintaan data, yaitu melaluisional? Direktorat Diseminasi Statistik bekerja Konsepnya adalah dengan memben- sama dengan satuan organisasi BPStuk suatu tatanan yang terdiri atas un- yang terkait. Sementara untuk eksternalsur-unsur yang secara teratur saling BPS, memang masih banyak hal yangberkaitan sehingga membentuk totali- harus dilakukan untuk mengatasi "ke-tas dalam penyelenggaraan statistik. Se- simpangsiuran" tersebut. Untuk meng-perti diketahui bahwa penyelenggara atasi hal itu, selama ini yang dilakukankegiatan statistik terdiri dari Badan Pu- BPS adalah mengundang instansi ter-sat Statistik (BPS) yang menghasilkan kait untuk melakukan kerja sama sebe-statistik dasar; instansi pemerintah lum melakukan kegiatan statistik. Seba-(sektoral) yang menghasilkan statistik gai contoh, mengundang beberapa ins-sektoral, dan masyarakat umum yang tansi terkait dalam suatu rapat interdepmenghasilkan statistik khusus. Agar ter- dalam rangka persiapan Survei Sosialjadi totalitas dalam penyelenggaraan Ekonomi Nasional (Susenas) serta me-statistik, maka diperlukan adanya kerja dalam kegiatannya. nyosialisasikan hasilnya melalui kegiat-sama antara ketiga penyelenggara di an seminar dan sebagainya. Selain itu,atas dalam hal perencanaan, pengum- Bagaimana efektifitas BPS da- BPS juga mengirim Formulir Pemberi-pulan, pengolahan dan atau analisis sta- lam menjalankan peran tersebut tahuan Survei Statistik Sektoral (FS3)tistik. Bila hal ini terwujud maka akan dan apa kendalanya? kepada instansi terkait untuk diisi se-tercipta kesamaan dalam hal konsep, Hal yang paling utama yang dilaku- suai dengan pertanyaan yang ada me-definisi, klasifikasi, dan ukuran-ukur- kan BPS adalah menyosialisaikan UU ngenai kegiatan statistik yang dilakukanannya sehingga akan tersedia data sta- Nomor 16 tahun 1997 tentang statistik, oleh instansi terkait. Kemudian BPStistik yang lengkap, akurat, dan mu- serta Peraturan Pemerintah Nomor 51 melakukan meneliti dan mengevaluasitakhir serta terhindarinya duplikasi da- tahun 1999 tentang penyelenggaraan rancangan survei yang diajukan, untukta. statistik kepada semua pihak yang ter- kemudian diberikan rekomendasi kepa- kait dengan statistik, termasuk di da- da instansi terkait. Bila rekomendasi ti- Bisa Anda jelaskan peran BPS lamnya masyarakat sebagai sumber da- dak diberikan, instansi terkait tidak di-dalam pengelolaan data statistik ta atau responden. Kendala yang diha- perkenankan melakukan kegiatan sta-secara nasional? dapi adalah kurangnya kesadaran dari tistik. Peran BPS adalah sebagai pusat ru- masyarakat tentang pentingnya datajukan statistik. Artinya setiap kegiatan yang memenuhi unsur kelengkapan, Sejauh mana respon departe-statistik yang dilakukan oleh instansi akurat, dan mutakhir sehingga mempe- men sektoral dalam menanggapipemerintah maupun masyarakat wajib ngaruhi kualitas data yang dihasilkan upaya-upaya dari BPS ini?diberitahukan rancangan kegiatannya dari suatu kegiatan statistik. Sejauh ini, respon dari instansidengan mengikuti rekomendasi yang di- terkait cukup baik untuk menghadiriberikan BPS serta menyerahkan hasil- Sering ada "kesimpangsiuran" kegiatan-kegiatan yang dilakukan BPS.nya kepada BPS. Dalam hal ini, instansi angka dalam penyajiannya, baik Namun, untuk Formulir Pemberitahuanpemerintah maupun masyarakat diper- yang dikeluarkan departemen tek- Survei Statistik Sektoral (FS3) masih sa-bolehkan menyelenggarakan kegiatan nis (sektoral) maupun BPS. Apa ngat kurang. Instansi yang rutin meres-statistik sendiri. Namun bila kegiatan yang telah dilakukan BPS dalam ponnya adalah Bank Indonesia. Dengantersebut dilakukan dengan cara sensus mengatasi hal itu? sendirinya, rekomendasi yang seringdan dengan jangkauan populasi berska- Untuk internal BPS, Insya Allah "ke- BPS keluarkan adalah untuk Bank In-la nasional, maka harus melibatkan BPS simpangsiuran" angka tidak akan terja- donesia. (GUS/MJ) Percik Juni 2006 7
  9. 9. L A P O R A N U TA M A Kasubdit Data dan Informasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Dep. PU, Dwityo A. Soeranto Perlu Konsensus Bersama FOTO: ISTIMEWAB agaimana konsep pengelola- an data dan informasi di Cip-ta Karya? tansi yang berbeda, dan tujuan pengum- pulan data itu untuk apa? Kadang-kadang ada instansi yang mempublikasikan data Sebelum terbentuknya kembali tanpa melihat fungsi instansi tertentu yangDitjen Cipta Karya, terdapat beberapa seharusnya mempublikasikannya.aplikasi pengolahan data. Struktur or-ganisasi-saat itu Ditjen TPTP-dibagi Upaya apa saja yang telah dila-berdasarkan wilayah, dan wilayah diba- kukan untuk menjembatani per-gi menjadi sektor. Masing-masing di- bedaan ini?rektorat berorientasi pada data yang di- Perlu ada konsensus di antara instansibutuhkan sesuai dengan lingkup tugas- yang terlibat, siapa yang bertanggungnya dengan metode pengumpulan data ware yang kurang mengantisipasi kebu- jawab terhadap data apa. Dengan BAPPE-yang belum sama, tergantung dana dan tuhan beban, kecepatan, dan kemam- NAS dan BPS kita sudah melakukan hal iniwaktu pengumpulan yang tersedia. Be- puan penyimpanan. Yang terakhir, untuk data AM dan PLP. Kita duduk ber-lum ada upaya integrasi yang optimal. kendala SDM. SDM belum siap dengan sama menyamakan persepsi, definisi, in-Sejak terbentuknya Ditjen Cipta Karya perubahan teknologi informasi. IT min- dikator, variabel, dan tata cara pengum-kembali 2005, ada Subdit Data dan In- ded belum membudaya. pulan datanya sesuai dengan standar BPS,formasi, di bawah Dit Bina Program jadi keabsahannya dapat terjamin. BPSyang bertugas melakukan pengumpulan Bagaimana langkah mengatasi merupakan instansi yang bertanggungdan pengolahan data serta pelaporan kendala tersebut? jawab dalam penyajian data nasional. Kitakemajuan pelaksanaan pembangunan Kami sedang menyiapkan konsep dan BAPPENAS serta BPS akan uji cobabidang Cipta Karya. Kami bersyukur Rencana Induk Sistem Informasi Ma- tahun ini, dan akan melakukan SUSENASbahwa dalam Renstra Dep PU 2005- najemen (RI SIM). Mudah-mudahan 2007 nanti.2009, Pengelolaan Data dan Penyebar- selesai akhir tahun ini. Bila konsep RIluasan Informasi merupakan prioritas SIM jadi, nanti akan langsung disosiali- Sejauh mana hubungan Dep.yang harus dikembangkan. sasikan ke semua stakeholders tentang PU dengan BPS dalam kerangka rencana pengembangannya ke depan. Sistem Statistik Nasional ini? Apa saja kendala pengelolaan Hingga tahun 2005, untuk pengum-data? Sering ada data sektor yang di- pulan data dan informasi bidang per- Bila melihat ke belakang, terutama keluarkan oleh instansi/departe- mukiman kami telah bekerja sama de-pengalaman 1 tahun terakhir ini kenda- men lain berbeda, tanggapan An- ngan BPS. Saat itu masih ada Ditjen Pe-lanya sangat banyak. Paling tidak ada da? rumahan dan Permukiman. Mulaiempat yaitu pertama data. Pemeliha- Ya harus dilihat latar belakangnya. 2006, fungsi tersebut diambil alih olehraan data yang sudah ada kurang dan Mirip seperti di unit kerja di lingkungan Ditjen Cipta Karya. Saat ini sedang dila-jarang di-back-up. Sering ada bypass kami. Masing-masing instansi mengam- kukan penataan kembali beberapa per-prosedur dalam pencarian data sehing- bil data sesuai dengan kebutuhan dan tanyaan untuk SUSENAS 2007 me-ga membuat file menjadi besar. Kedua, kepentingannya. Dalam hal ini kami nyangkut bidang AM dan PLP kerja samamasalah aplikasi. Selama ini banyak akan melihat data mana yang terbaru, dengan BAPPENAS dan BPS. Diharap-aplikasi yang disusun pihak ketiga tidak dan apakah instansi yang mempublika- kan ke depan hal ini bisa berlanjutmenyerahkan source programnya dan sikan data tersebut memiliki kompeten- mengingat data yang dikumpulkan ha-source kodenya kepada pengelola data. si dalam mengeluarkannya. rus time-series, dan kami menyadariBeberapa aplikasi tidak dapat diguna- bahwa potensi BPS sangatlah kompetenkan melalui jaringan karena platform Apa kira-kira penyebab perbe- dalam melakukan survei dan pengolah-berbeda. Yang ketiga kendala hard- daan ini? an data, yang akhirnya menjadi dasarware. Pengadaan hardware tidak ter- Seperti yg disampaikan sebelumnya, kami dalam mengimplementasikan ke-koordinasi. Proses peremajaan hard- karena kepentingan masing-masing ins- bijakan yang ditetapkan. (MJ/GUS) 8 Percik Juni 2006
  10. 10. TEROPONG Air Lumayan, BAB Sembarangan TAK ADA YANG MENDUGA. SEMUANYA BERJALAN BEGITU CEPAT. DALAM SEKE- membersihkan puing rumah terpaksa JAP, HUNIAN LULUH LANTAK. SEKITAR 6.000 JIWA MEREGANG NYAWA. RA- hanya diparkir di kantor Dinas Cipta Karya. Masyarakat belum mau puing TUSAN RIBU ORANG KEHILANGAN RUMAH. KABUPATEN BANTUL MENJADI DAERAH rumahnya dibersihkan karena mereka YANG PALING PARAH KONDISINYA. YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA BERDUKA. mendengar pernyataan Wapres Yusuf Kalla bahwa korban gempa akan didataS aat itu waktu menunjukkan pu- Dalam keramaian itu pun kecelakaan untuk mendapatkan bantuan Rp. 10 kul 05.53 WIB. Banyak warga tak terelakkan. Beberapa orang terluka. juta-Rp. 30 juta setiap rumah tergan- Yogya dan sekitarnya masih Hingga akhirnya isu tsunami tak ter- tung kerusakannya. Mereka baru mauasyik di rumah. Mereka menikmati bukti. Warga pun kembali. Sebagian membongkar puing-puing itu setelahsarapan pagi sebelum beranjak bekerja. masih bisa bersyukur karena rumahnya pendataan berakhir.Tiba-tiba bumi berguncang dahsyat. hanya rusak ringan. Banyak yang lain Dalam kondisi darurat, mereka me-Gempa bumi terjadi. Data Badan harus meneteskan air mata karena milih bertahan di tenda-tenda darurat.Meteorologi dan Geofisika menun- kehilangan sebagian anggota keluarga Tidak seperti di Aceh, di mana peng-jukkan angka 5,9 pada skala Richter. dan tempat tinggalnya. ungsi terkonsentrasi di barak-barakOrang-orang tunggang langgang menye- Di hari kelima pasca bencana, puing- pengungsian, warga Yogyakarta danlamatkan diri keluar rumah. Sebagian puing rumah masih teronggok di tem- sekitarnya lebih suka berada di sekitarlagi kalah cepat dengan runtuhnya patnya. Mereka belum berpikir untuk reruntuhan rumah mereka. Merekarumah mereka. Mereka tertimpa rerun- membersihkan puing-puing itu. Seba- membangun tempat tinggal sementaratuhan. Ada yang hanya terluka, tapi ada gian besar masih berpikir untuk men- dari tenda maupun seng-seng bekas. Be-yang meninggal dunia. dapatkan bantuan makanan yang pem- berapa di antara mereka malah hanya Suasana panik menyelimuti daerah bagiannya masih belum merata hingga beratap langit. Mereka beralasan inginbencana sesaat setelah gempa. Ini gara- seminggu bencana. Daerah-daerah yang menjaga barang-barang mereka.gara berhembus isu tsunami. Orang jauh dari akses jalan raya kondisinya Apalagi beredar berita banyak terjadiberlarian menuju ke arah utara. Jalan- menyedihkan karena kurang pasokan pencurian. Tak heran mereka mencuri-jalan ke arah kota Yogyakarta dari arah bahan pangan dan obat-obatan. gai setiap yang datang ke daerah mere-Bantul (di selatan) padat dipenuhi ken- Beberapa eskavator yang datang da- ka tanpa identitas atau sekadar ingindaraan dan orang-orang yang berlarian. ri berbagai daerah untuk membantu melihat-lihat kehancuran yang terjadi. Percik Juni 2006 9
  11. 11. TEROPONGSebuah tulisan besar misalnya berbunyi, Tabel Jumlah Korban dan Kerusakan Akibat GempaKami bukan tontonan, atau Ini bu- Daerah Istimewa Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakartakan daerah wisata gempa. Lokasi Korban Kerusakan (Rumah Penduduk) Fasilitas Umum Lokasi KK Jiwa Meninggal Lk Berat Lk Ringan Roboh Berat Ringan Tempat Ibadah Sekolah Bang PemerintahKondisi AMPL Roboh Berat Ringan Roboh Berat Ringan Roboh Berat Ringan Secara umum kondisi air bersih bagi Kab. Bantul Bantul 223.117 779.287 4.143 8.673 3.353 71.763 71.372 73.669 236 401 268masyarakat masih tersedia. Sumur-su- Kab. Sleman Sleman 95.865 364.258 243 689 2.539 19.113 27.687 49.065 2 159 281mur warga yang umumnya berupa su- Kota Yogyakarta Yogyakarta 48.808 205.625 204 245 73 7.186 14.561 21.230 22 144 104 Kab.Progo Progo Kln. Kulon 19.090 74.976 23 282 1.897 4.527 5.178 8.501 1 20 110 11 177 123 39 57mur gali masih bisa dipakai kendati ha- Kab. Gunung Kidul Gng. Kidul 43.042 179.631 84 1.086 0 12.581 5.950 18.178 307 11 135 280 120rus ada upaya untuk membersihkan da- Total 429.922 1.603.777 4.697 18.837 7.862 115.170 124.748 170.643 1 20 653 282 1.016 1.056 120 39 57ri puing-puing reruntuhan. Sementarawarga yang menggunakan sumur pom- Jawa Tengahpa, kini beralih ke sumur timba. Lokasi Korban Kerusakan (Rumah Penduduk) Fasilitas Umum Ketua RT 8/13 Dusun Kanubayan, Lokasi KK Jiwa Meninggal Lk Berat Lk Ringan Roboh Berat Ringan Tempat Ibadah Sekolah Bang PemerintahDesa Trirenggo, Kec. Bantul, Kab. Roboh Berat Ringan Roboh Berat Ringan Roboh Berat RinganBantul, Karyadi mengungkapkan air tak Kab. Klaten 1.045 18.127 29.988 62.979 98.552 46 230 22 76 430 439menjadi masalah. Hanya saja karena lis- Kab. Magelang 1.318 5.108 10 386 386 546 1 20 54 56 36 60 Kab. Boyolali 4 300 307 696 708 2 1trik padam, mereka terpaksa harus me- Kab. Sukoharjo 3 67 51 1.808 2.475 27 45 6 14 7nimba di sumur, sementara biasanya Kab. Wonogiri 0 4 17 12 74 25mereka tinggal pencet tombol pompa, Kab. Purworejo 1 4 10 214 780 26 87air langsung mengalir. Total 1.318 5.108 1.063 18.502 30.759 66.095 103.136 47 303 208 163 482 507 Lain lagi di RT 02 Dusun Sawungan, Total DIY&Jateng 431.240 1.608.885 1,608.885 5.760 37.339 145.929 190.843 273.779 653 329 1.319 1.264 283 521 564Desa Sumbermulyo, Kec. Bambangli- Sumber: Media Center Pemda Propinsi DIY, 17 Juni 2006puro, Bantul, air sumur memang masihbisa dipakai tapi agak bau dan keruh. nya, kamar mandi dan WC dibangunTapi masih lumayan, kita bisa pakai, menempel dengan rumah. Kondisi inikata Sukindro, warga setempat sambil Secara umum kondisi air bersih telah mengubah perilaku warga dalammenunjukkan adanya puing-puing tem- bagi masyarakat masih tersedia. buang air besar (BAB). Mereka kembalibok yang masuk ke lubang sumur. Sumur-sumur warga yang BAB sembarangan. Di RW 39 Derman, Desa Sumber- umumnya berupa sumur gali Sungai menjadi pilihan utama.mulyo, kecamatan yang sama rumah masih bisa dipakai kendati harus Kebetulan kita dekat dengan Sungaiyang rusak mencapai 90 persen. Sumur Winongo dan Kalisoro. Lagipula airnya ada upaya untuk membersihkanmereka yang 90 persen menggunakan mengalir. Ya ini kan darurat. Maupompa ikut tak berfungsi. Makanya di dari puing-puing reruntuhan. apalagi karena MCK ikut tertimbun,sini air agak kekurangan, kata Ketua Sementara warga yang kata Suwandi. Menurutnya, pihaknyaRW Suwandi, DS. menggunakan sumur pompa, sangat paham bahwa persoalan sanitasi Air memang cukup untuk meme- kini beralih ke sumur timba. ini penting tapi warga saat ini perlu res-nuhi kebutuhan air minum dan masak cue (penyelamatan) terlebih dahulu.tapi tidak cukup untuk mandi setiap Saya baru memikirkan sanitasi setelahhari dua kali seperti biasanya. Seka- hari kedelapan. Tapi itu baru mikir lho,rang kita paling mandi sekali, itu pun datang membantu beserta peralatan- entah dilaksanakan atau tidak, katamenunggu kalau sudah malam karena nya. Hidran umum juga ditempatkan di mantan anggota DPRD ini.tempatnya terbuka, kata Sukindro. 25 titik rawan air. UNICEF saat itu akan Ya sekarang jadi tren pagi. Sebelum Masalah air ini pun telah mendapat membantu 50 hidran umum dan ratus- subuh orang-orang pada ke sungai, ka-perhatian. Satu unit mobil pengolah air an jerigen air bersih. Air cukup kendati ta Sukindro. Warga tak mau buang airbersih hasil kerja sama Ditjen Cipta masih belum mencukupi standar. di sekitar reruntuhan. Warga di siniKarya-LAPI ITB-Kodam III Siliwangi Yang menjadi masalah justru per- malu kalau buang air sembarangan didiperbantukan untuk memproduksi air soalan sanitasi. Bersamaan dengan run- dekat rumah. Paling hanya anak-anakbersih. Penyaluran dilakukan oleh re- tuhnya rumah-rumah warga, WC pun yang buang hajat di dekat reruntuhanlawan dari instansi daerah lain yang ikut hancur. Di daerah Bantul khusus- rumah, katanya sambil menunjuk10 Percik Juni 2006
  12. 12. TEROPONGsebuah sungai yang jaraknya sekitar Jumlah rumah yang berhasil dibersih- belum mengeluh ada bocoran limbah ke200 meter dari kampung. kan sangat sedikit. Beberapa warga me- sumur-sumur mereka. Selain faktor keterpaksaan, ada pula manfaatkan kembali sisa-sisa bangunan Ke depan, pada masa recovery, re-faktor trauma. Ini seperti yang dialami yang masih bisa dipakai untuk mem- konstruksi, dan rehabilitasi, perlu adaoleh warga Kampung Pajimatan, Desa bangun kembali rumah mereka. tenaga-tenaga handal di bidang penye-Girirejo, Kec. Imogiri Bantul. Warga Sementara itu, Instalasi Pengolahan hatan lingkungan, surveillance, dan gizi.justru saya anjurkan buang hajat di su- Air Limbah (IPAL) Yogyakarta yang ter- Masyarakat tinggal diarahkan. Merekangai, lha wong mereka masih takut. letak di Sewon, Bantul terlihat masih mudah untuk diajak partisipasi. MerekaJangan-jangan ada gempa lagi. Kalau aman. Hanya jalan di sekeliling IPAL itu juga punya kesadaran yang tinggi untuksaya sendiri, ke sungai lebih tenang, retak-retak. Diduga retakan ini pun ter- segera bangkit kembali. Bahkan adakata Abdul Gani, penasihat LPMD kam- jadi di bagian dasar IPAL. Namun itu yang bertekad untuk tidak mengan-pung tersebut. Di daerah ini, warga juga perlu pembuktian dan agak sulit dila- dalkan bantuan pemerintah.memanfaatkan MCK umum yang ada di kukan karena IPAL tak bisa di-stop peng- (Mujiyanto, berdasarkanterminal Imogiri, namun jumlahnya operasiannya. Sejauh ini warga sekitar pantauan hari ke-4--6 pasca bencana)tidak mencukupi. Perilaku seperti ini telah memun-culkan persoalan. Sampai 1 Juni 2006(hari kelima pasca bencana) semua ru- YUDI INDARTO,mah sakit dan posko kesehatan mela- Direktur Administrasi PDAM Kabupaten Bantulporkan telah menangani pasien pende-rita diare baik dewasa maupun anak- FOTO:MUJIYANTOanak. Serangan diare ini sudah diduga itu sudah normal?sebelumnya. Perkembangan penyakit Belum maksimal, tapi paling tidakitu sangat memungkinkan karena kon- sudah bisa berproduksi lagi. Itu tadidisi sanitasi lingkungan yang buruk dan karena listriknya dan yang keduabertumpuknya sampah di mana-mana karena jaringan distribusi juga ter-yang mengundang datangnya lalat. ganggu. Sejauh ini jaringan distribusiFasilitas MCK yang ada tak mencukupi. yang rusak sekitar 10 persen. TakSelain diare, penyakit lainnya yang heran maka di beberapa lokasi airdiprediksi yaitu ISPA (infeksi saluran yang kita hasilkan masih terlihatpernafasan atas), dan cacar di kalangan keruh karena mungkin ada kebocor-anak balita. an. Kami akan terus perbaiki. Bantuan WC darurat memang be-lum masuk. Inisiatif sudah ada. Misal-nya Pemda DKI mengirimkan beberapaunit toilet umum yang diletakkan di la- B isa dijelaskan kondisi PDAM Bantul karena gem- pa bumi Sabtu lalu? Berapa jumlah pelanggan yang terganggung salurannya? Sekitar 2.000 pelanggan daripangan Desa Trirenggo, Bantul, tepat di PDAM Bantul mengelola 12 sistem 11.500 pelanggan PDAM Bantul yangdepan rumah dinas bupati yang menja- penyediaan air bersih yang terletak di ada. Karena perlu diketahui ke-di Posko Satkorlak daerah. Jumlah ini beberapa kecamatan. Dari jumlah ter- banyakan rakyat Bantul tinggal di de-sangat tidak memadai dibandingkan lu- sebut, pada hari kelima (Rabu/7/6) sa-desa dan memenuhi kebutuhan airasnya daerah bencana. ini sebanyak delapan sistem IPA telah bersihnya dari sumur gali dan sumur Di bidang persampahan, dalam kon- bisa beroperasi, sedangkan empat pompa. Air di sini sangat bagus dandisi darurat, belum ada perhatian. Da- yang lain belum bisa beroperasi. Ma- dangkal.pat dipastikan sampah puing (debris) sih ada trouble. Yang belum berope-akan sangat melimpah. Puing-puing itu rasi yaitu di Dlingo, Trimulyo, Sran- Apa upaya PDAM mengha-praktis belum dibersihkan sama sekali dakan, dan Plandak. Penyebabnya dapi kondisi bencana ini, teruta-karena butuh tenaga yang banyak. Be- aliran listrik mati. ma bagi pelanggan?berapa keluarga korban dari luar daerah Kami menyediakan hidran umum.berinisiatif datang khusus untuk mem- Apakah dari yang berfungsi Sampai sekarang kami telah menyedi-bersihkan puing-puing tersebut. Percik Juni 2006 11
  13. 13. TEROPONG dr. SITI NOOR ZAENAB, MKes, akan 50 unit hidran umum ke posko- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul posko pengungsian. Kapasitasnya satu HU sekitar 3.000 liter. Ini tidak hanya FOTO:MUJIYANTO untuk pelanggan kami tapi juga untuk Kurang lebih selama 10 hari. masyarakat. Hidran-hidran itu kami suplai air dari IPA-IPA yang ada meng- Setelah itu apa rencana beri- gunakan truk tangki yang jumlahnya 18 kutnya? unit. Kami sudah mengantisipasi bah- wa setelah bencana ini akan muncul Apakah HU yang ada cukup? penyakit-penyakit karena kondisi Kalau bicara cukup, belum cukup. lingkungan yang jelek. Ini bisa terja- Idealnya minimal ada 150 unit hidran di karena banyak sarana sanitasi umum. Tapi memang banyak keterba- yang rusak sehingga masyarakat tasan yang kami miliki. buang air besar sembarangan. Ini Maksudnya? Dana untuk alokasi itu tidak ada. B isa Anda jelaskan kondisi layanan kesehatan di Ka- bupaten Bantul? kan berbahaya. Makanya saat ini pun kami sudah mulai melakukan pe- nyemprotan untuk membasmi lalat. Kami masih mengajukan. Belum tahu Saat ini semua layanan kesehatan Kami juga terus mengimbau ma- kapan akan cair. Di sisi lain kami Puskesmas kolaps. Ini terjadi karena syarakat agar hati-hati dalam buang sendiri mengalami musibah. Hampir hampir 65 persen Puskesmas yang air besar. Kami juga terus berkoordi- 80 persen SDM kami mengalami musi- ada hancur atau rusak sehingga tak nasi dengan instansi terkait untuk bah. Satu di antaranya meninggal bisa digunakan untuk melayani menyediakan air bersih guna me- dunia atas nama Sarjono. Praktis masyarakat. menuhi kebutuhan masyarakat. operasional terganggu. Perlu diketahui, operasionalisasi saat ini justru Bagaimana layanan terha- Penyakit apa saja yang sudah dilakukan oleh pihak luar yang mem- dap korban gempa? mulai terdeteksi? bantu seperti SDM dari PDAM lain Saat ini kami telah memperoleh Infeksi saluran pernafasan atas yang terjun langsung baik sebagai bantuan dokter sebanyak 500 dokter (ISPA), kulit berupa gatal-gatal, sopir, operator IPA dan sebagainya. umum dan 50 dokter spesialis, di- diare, mata, dan THT. Kami sendiri belum normal. Tapi kami tambah sekitar 1.000 perawat, leng- harus tetap buka dari pagi hingga kap dengan obat-obatannya. Kami Langkah apa saja yang Anda pukul 21.00. juga menerima bantuan rumah sakit ambil setelah kondisi darurat? lapangan. Alhamdulillah RSUD Kami ingin Puskesmas segera Mengenai soal listrik, apakah masih bisa berfungsi. Ada tiga rumah berfungsi kembali. Kami ingin agar PDAM Bantul tak memiliki ca- sakit lapangan dengan kapasitas gedung Puskesmas yang hancur dangan pembangkit sendiri? masing-masing 100 tempat tidur. segera bisa dibangun kembali de- Kami cuma satu unit jenset keliling. Rumah sakit itu ada di lapangan ngan lebih cepat. Ini sangat pen- Jadi gak mungkin itu digunakan, kare- Dwiwindu, RS PKU Muhammadiyah, ting. Selain itu, kami bekerja sama na semuanya butuh listrik. Makanya dan RS Panembahan Senopati. Jadi dengan dinas PU akan segera mem- kami menunggu listrik dari PLN. kalau ada masyarakat yang sakit, bangun MCK bagi warga yang ter- mereka langsung kami arahkan ke timpa bencana. Apa yang mendesak diper- rumah sakit lapangan tersebut. lukan oleh PDAM Bantul? Semua layanan gratis, termasuk yang Apakah masih ada bantuan Dalam kondisi darurat seperti ada di rumah sakit swasta. Pe- yang diperlukan? sekarang kami butuh SDM. Selain itu merintah akan menanggung semua Dari sisi medis sudah cukup kami butuh truk tangki untuk mendis- biayanya. dalam masa tanggap darurat ini. tribusikan air. Selama ini kami hanya Namun setelahnya kami butuh tena- punya dua unit. (MJ) Berapa lama kondisi darurat ga kesehatan lingkungan, surveil- ini akan berlangsung? lance, dan ahli gizi. (MJ)12 Percik Juni 2006
  14. 14. TEROPONG Sanitasi dalam Kondisi DaruratS etelah peristiwa gempa bumi air yang diinstalasikan ke ruang toilet. Oleh: Frank W. Fladerer * pada hari Sabtu tanggal 27 Mei Pengguna harus membawa wadah air 8 2006 pada pukul 05.53 WIB, liter ke dalam toilet. Ini untuk memas-yang menghancurkan 200.000 rumah sekitar wilayah tersebut. tikan penggunaan air yang minimal dandan menewaskan lebih dari 6.200 orang Konsep penerapan sanitasi dalam efektif. Sistem perpipaan dalam ruangdi Yogyakarta dan Jawa Tengah, perto- kondisi darurat yakni: toilet akan meningkatkan volume airlongan darurat telah datang dan 1. Pengurangan air limbah dengan limbah yang dihasilkan lebih dari 8menghilangkan penderitaan sebagian membatasi jumlah air bersih yang di- liter, seperti yang terjadi di Aceh.besar dari korban gempa tersebut. gunakan dan memisahkan grey Seorang operator akan dipekerjakan Pada tahap selanjutnya, sarana air water (air yang telah digunakan un- dan digaji sebesar Rp 600.000,- (setarabersih dan sanitasi darurat harus secara tuk mencuci, mandi) dengan black dengan 50 euro) per bulannya. Ini un-tepat direncanakan dan dibangun water (air hasil pembilasan kotoran tuk memastikan kebersihan dari saranasecepatnya untuk mengurangi risiko di toilet) yang digunakan.menyebarnya penyakit di dalam penam- 2. Pengolahan blackwater mengguna- Pengolahan air limbah yang diterap-pungan. Penampungan-penampungan kan prinsip DEWATS yang dimodifi- kan dengan prinsip DEWATS akanmenyediakan ruang untuk 150-500 kasi, dimana tangki air telah dimo- mengurangi BOD dan COD, yang meru-orang/penampungan dan dibangun di difikasi dan diatur untuk mencapai pakan indikator untuk polusi organikdekat rumah-rumah korban gempa reactor anaerobic 8 tingkat. dalam blackwater lebih dari 90 persen.yang rusak. Pos Koordinasi (Posko) 3. Sedimentasi dan infiltrasi dari grey- Untuk mempercepat pengoperasian/pe-menghubungkan bantuan darurat kepa- water dan blackwater yang telah dio- manasan, lumpur anaerobik dari insta-da masyarakat yang berada di tempat lah lasi DEWATS yang telah ada di Yog-penampungan di sekitarnya. Kasus per- 4. Pemisahan dari sub-unit (tangki) dan yakarta (ada lebih dari 10 unit DEWATStama dari munculnya penyakit diare dihubungkan dengan penghubung yang beroperasi) akan diinjeksi ketelah terjadi saat ini. yang fleksibel dari silikon untuk dalam reaktor selama permulaan peng- Pengalaman berharga dari peristiwa membuat stabil dari goncangan yang operasian unit tersebut.di Aceh yang dapat diambil adalah per- masih terjadi setelah peristiwa gempa Biaya untuk sebuah sarana tersebutlunya untuk mengurangi volume air bumi. bagi 200 orang adalah Rp 32.000.000,-limbah domestik di tempat penampung- Unit akan mencakup sebuah tangki (setara dengan 3.000 euro), waktu mak-an karena tangki septik yang ada tidak untuk air bersih. Tidak akan ada pipa simal setelah identifikasi lokasi yangdirancang untuk menyerap air dibutuhkan sampai dengan permu-limbah domestik dalam volume laan pengoperasian adalah 5 hari.yang besar. Kapasitas dari truk Pe-fabrikasi (pra-pembuatan) unit-tinja untuk mengumpulkan unit tersebut sudah mulai diajukanlimbah tersebut juga sangat oleh BORDA-Yogyakarta bekerjaterbatas, begitu pula dengan sama dengan LSM lokal LPTP.kapasitas pengolahan air lim- Lokasi tepatnya sedang dalam pro-bah dan lumpur tinja domestik. ses identifikasi. Upaya ini didukungInstalasi pengolahan air limbah oleh Water & Sanitation Coordina-di Sewon, Kabupaten Bantul tion Group yang diketuai olehmengalami retak-retak pada UNICEF. Sumber pendanaan untukstrukturnya akibat gempa. pelaksanaan sanitasi dalam kondisiPengoperasian secara terus- darurat ini berasal dari donasi pri-menerus akan mengakibatkan badi.terjadinya polusi air tanah di * BORDA Representative Indonesia Percik Juni 2006 13
  15. 15. P E R AT U R A N Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2006 Tata Cara Pengadaan Pinjaman dan/atau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman dan/atau Hibah Luar NegeriA khir Januari lalu pemerintah dan/atau hibah kepada Menteri Peren- an untuk selanjutkan dituangkan dalam mengeluarkan Peraturan Peme- canaan. Usulan itu termasuk kegiatan dokumen pelaksanaan anggaran. Pena- rintah baru yang berkaitan de- yang pembiayaannya akan diterushi- rikan pinjaman dan/atau hibah luar ne-ngan tata cara pengadaan pinjaman bahkan kepada pemerintah daerah atau geri harus tercatat dalam realisasidan/atau penerimaan hibah serta pene- sebagai penyertaan modal negara kepa- APBN. Kementerian Negara/Lembagarusan pinjaman dan/atau hibah luar da BUMN. Sedangkan pemerintah wajib memprioritaskan penyediaannegeri. Peraturan ini secara garis besar daerah bisa mengajukan usulan kegiat- dana/porsi rupiah lainnya yang di-mengatur kewenangan meminjam; an investasi untuk mendapatkan pene- persyaratkan dalam NPPLN/NPHLN.sumber, jenis dan persyaratan pinjam- rusan pinjaman luar negeri dari peme- Dana yang belum selesai digunakan di-an; perencanaan dan pengadaan pin- rintah kepada Menteri Perencanaan. tampung dalam dokumen anggaran ta-jaman; pelaksanaan dan penatausahaan Hal yang sama bisa dilakukan BUMN. hun berikutnya.pinjaman; tata cara penerusan pinjam- Usulan kegiatan Kementerian Ne- Tentang peneruspinjaman pinjam-an; pelaporan, monitoring, evaluasi, gara/Lembaga, pemerintah daerah, dan an/hibah kepada pemerintah dae-dan pengawasan; pembayaran pin- BUMN harus dilampiri kerangka acuan rah/BUMN, penetapannya dilaksana-jaman; dan transparansi dan akun- kerja dan dokumen studi kelayakan. kan sebelum ada negosiasi dengan pem-tabilitas. Khusus usulan pemerintah daerah beri pinjaman. Pertimbangan yang di- Berdasarkan PP ini, yang berhak harus ditambah surat persetujuan dari pakai adalah kemampuan membayarmeminjam kepada pihak asing yaitu DPRD. Semua usulan akan dinilai oleh kembali dan kapasitas fiskal daerah ser-pemerintah melalui menteri. Sedang- Menteri Perencanaan sesuai prioritas ta pertimbangan Menteri Dalam Negeri.kan kementerian Negara/lembaga/pe- bidang pembangunan yang dapat dibi- Pelaporan kegiatan dilakukan triwu-merintah daerah dilarang melakukan ayai pinjaman luar negeri. lanan. Laporan itu meliputi prosesperikatan dalam bentuk apapun yang Alokasi pinjaman itu didasarkan pengadaan barang/jasa, realisasi penye-dapat menimbulkan kewajiban untuk atas pertimbangan kebutuhan riil pem- rapan pinjaman, dan kemajuan fisikmelakukan pinjaman luar negeri. biayaan luar negeri, kemampuan mem- kegiatan. Monitoring dilaksanakan oleh Pemerintah dapat meminjam bayar kembali, batas maksimum kumu- Menteri, Menteri Perencanaan, dandan/atau menerima hibah dari luar ne- latif pinjaman, kemampuan penyerapan Menteri pada Kementerian Nega-geri yang bersumber dari negara asing, pinjaman, serta risiko pinjaman. Bila ra/Lembaga. Mereka bisa menyelesai-lembaga multilateral, lembaga keuang- usulan kegiatan disetujui, selanjutnya kan pelaksanaan kegiatan yang lambatan dan non keuangan asing, serta lem- akan ada negosiasi dengan pemberi pin- atau penyerapan pinjaman yang ren-baga keuangan non asing. Bentuk pin- jaman setelah kriteria kesiapan kegiatan dah, termasuk melakukan pembatalanjaman ini bisa pinjaman lunak, kredit dipenuhi. pinjaman.ekspor, pinjaman komersial, dan pin- Mengenai penatausahaan pinjaman, Dalam rangka transparansi danjaman campuran. kegiatannya mencakup administrasi akuntabilitas, Menteri menyelengga- Rencana kebutuhan pinjaman disu- dan akuntansi pengelolaan pinjaman rakan publikasi informasi mengenaisun lima tahunan berdasarkan prioritas. dan/atau hibah luar negeri. Jumlah pinjaman dan/atau hibah luar negeriKementerian Negara/lembaga menga- yang tercatat dalam naskah perjanjian yang meliputi kebijakan, jumlah danjukan usulan kegiatan prioritas yang pinjaman luar negeri (NPPLN) ditu- posisi, sumber, dan jenis pinjamandibiayai oleh pinjaman luar negeri angkan dalam dokumen satuan anggar- dan/hibah luar negeri. (MJ)14 Percik Juni 2006
  16. 16. WAWA N C A R A Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan, Ir. Sri Bebassari, MSc Master Plan Persampahan Mutlak but telah memiliki UU Persampahan Sampah menjadi FOTO:MUJIYANTO persoalan sendiri. Bukannya yang melibatkan 16 menteri pada saat bom waktu yang bisa me- penyelesaian yang didapat- penyusunannya dan langsung dipimpin ledak setiap saat dan kan, justru permasalahan ba- oleh perdana menteri. Di situ terlihat menelan korban. Ledak- ru. Persampahan seolah men- bagaimana pemerintah melihat priori- an itu sudah dimulai. jadi benang kusut yang sulit tas di bidang persampahan. Jadi kita Tempat Pembuangan terurai. jangan melihat sepotong-sepotong, Je- Akhir (TPA) Leuwigajah Bisakah persoalan di de- pang kok bisa begini, bisa begitu. Un- di Bandung, sebagai con- pan mata ini dipecahkan? dang-undangnya saja sudah dibuat 20 toh, telah merenggut pu- Percik mewawancarai Ir. Sri tahun yang lalu. Dan undang-undang persampahan itu telah diikuti oleh luhan nyawa. Hal yang Bebassari, MSc, Direktur enam undang-undang lainnya yang le- serupa bukan tidak Eksekutif Dana Mitra Ling- bih spesifik. Ada UU tentang recycle, mungkin terjadi di kota-kota lain mengingat kungan yang telah berkecimpung lebih dari extended producer responsibility. Kita kondisi TPA-TPA yang ada tak jauh berbeda. 26 tahun di bidang ini. Ia sempat mendapat sekarang baru mulai karena tiga tahun Di sisi lain, saat ini belum ada kebijakan sebutan Ratu Sampah karena dedikasi dan yang lalu saya ketemu dengan komisi yang jelas tentang persampahan di In- kepakarannya mengurusi barang kotor terse- VIII DPR yang lama yang meminta donesia. Masing-masing instansi atau peme- but. Sebelum menjadi direktur eksekutif, ia menteri LH untuk menyusun UU ten- rintah daerah berkreasi sendiri-sendiri, adalah peneliti di Badan Pengkajian dan tang persampahan. Sampai sekarang malah dengan egonya sendiri, mengatasi Penerapan Teknologi (BPPT). masih dalam bentuk draft RUU. Kalau menunggu lahirnyaB agaimana Anda melihat per- masalahan sampah di Indo-nesia saat ini? kebanyakan orang hanya melihat dari aspek teknologi saja. Akhirnya tidak tuntas karena hanya satu aspek. undang-undang kan lama, bagai- mana dengan sekarang? Kita harus mengefektifkan peratur- Masalah persampahan belum men- an-peraturan yang sudah ada, baik per-jadi prioritas dibandingkan dengan Bisa dijelaskan permasalahan aturan di tingkat RT sampai di tingkatpembangunan di bidang lain. Padahal sampah ini dari aspek hukum? nasional. Sebelum ada UU kita pakaiini masalah kebersihan. Kebersihan Undang-undang sampah baru RUU yang ada dulu. Tapi itu belum bisaadalah investasi, sama dengan kea- yang setingkat lebih tinggi dari draft secara menyeluruh. Banyak perda yangmanan. Harusnya keduanya sejajar. Ka- akademis. Sekarang Menteri LH dan umurnya sudah agak lama dan isinyalau negara kita aman dan bersih, in- Menteri hukum sedang menyiapkan. masih parsial misalnya tentang iuran,vestor kan akan datang. Bolehlah ke- Namun ada kabar baik yaitu DPR retribusi, sanksi, dan denda. Di tingkatamanan itu nomor satu, tapi kebersihan menunggu. Dulu kan katanya DPR RT pun harus diatur bahkan sampaijangan nomor 100. Mungkin nomor li- menghambat dan sebagainya, sekarang tingkat rumah tangga pun harus adama, sembilan, atau sepuluh besarlah. malah ada permintaan dari DPR komisi peraturan. Misalnya si ibu mengerjakanFaktanya kebersihan sekarang nomor 7. Mungkin dalam hal ini DPR lebih apa, bapak apa, anak apa. Anak harus100, sedangkan keamanan nomor 1. Ini maju. Kita tunggu saja. Nanti kalau ada membuang sampah pada tempatnyaberbuntut pada pendanaan dan seba- undang-undangnya akan diikuti dengan dan sebagainya.gainya. Biar runtut, saya selalu melihat- peraturan-peraturan pemerintah dannya secara sistematis. Minimal perma- peraturan di bawahnya sebagai payung Persampahan dilihat dari as-salahan ini kita tinjau dari lima aspek kita untuk bertindak. pek kelembagaan seperti apa?pendekatan yakni aspek hukum, kelem- Kalau kita bandingkan dengan Kalau di tingkat nasional, seperti dibagaan/institusi, pendanaan, sosial bu- negara lain seperti Jepang--jangan ha- Jepang, sampai 16 menteri, kita lihatdaya, dan aspek teknologi. Sekarang ini nya melihat teknologinya-negara terse- berapa instansi yang terlibat di tingkat Percik Juni 2006 15
  17. 17. WAWA N C A R Apropinsi, kabupaten/kota, kecamatan, secara fungsional terus berjalan. Saya bonus mereka. Dan mereka akan bisadesa/kelurahan, hingga ke RT. Ini meli- pikir banyak orang yang memiliki kapa- kuat di bisnis itu karena bisa bersaing.batkan multidisiplin, multisektoral. sitas itu. Sekarang ini kan belum ada Kalau kita anggap produk sampinganJadi tidak hanya masalah teknologi. mekanisme yang bisa menampung sebagai produk utama maka kita akanNah sekarang kalau di Indonesia, paling teman-teman seperti ini. terjebak menjadi pabrik dan perhi-tinggi hanya sampai tingkat dinas. tungan biaya produksi. Akhirnya kom-Dinas kebersihan misalnya. Jadi segala- Bagaimana dengan pendana- pos pun tak bisa bersaing dengangalanya ditanggung oleh dinas kebersih- an? pupuk-pupuk lain.an. Padahal dia sebenarnya hanya Kita harus menggunakan filosofi Perusahaan yang mengurangi,pelaksana saja. Yang mendisain sebe- bahwa kebersihan adalah investasi mengolah, sampah harus mendapatkannarnya yang lebih tinggi apakah seperti halnya keamanan. Jadi sebe- insentif karena dia bisa mengurangiBappeda, wakil walikota, atau kalau di narnya masih cost center. Ini adalah biaya TPA, biaya transportasi. Jadi adatingkat propinsi wakil gubernur dan industri jasa. Bukan profit center, yang tiga income bagi perusahaan yakni jasasebagainya. Mereka inilah yang me- bicara soal benefit. Makanya hati-hati kebersihan, insentif, dan produk sam-mungkinkan untuk mengakomodasi dengan pendekatan waste to product, pingan. Ini yang tidak disadari olehdinas-dinas terkait tadi. Kalau hanya yang akhir-akhir ini sering saya teman-teman yang bertindak sebagaidinas kebersihan, dia tidak akan bisa luruskan karena saya dulu juga decision maker maupun yang berbisnismengait dinas yang setingkat. Ketika berangkat dari teknologi. Waste to di bidang ini. Banyak sekali MoU de-saya terlibat dalam penilaian Adipura, product harus hati-hati karena dalam ngan swasta yang akhirnya tidak tuntasbiasanya kota-kota yang memperoleh pengelolaan kebersihan, produk-pro- karena pandangan bisnisnya selaluAdipura itu walikota atau wakilnya yang duk yang dihasilkan dari pengolahan membuat pabrik. Meskipun saya jugamengordinasikan kegiatan kebersihan seperti daur ulang kertas, kompos dan tidak menutup mata bahwa ada se-ini. Nanti di tingkat RT pun seperti itu. sebagainya adalah produk sampingan. kelompok orang yang tanpa dibayarLembaga institusi apa yang harus Produk utamanya adalah kebersihan. insentifnya mereka bisa tetap hidupdibentuk dan siapa yang bertanggung Industrinya adalah industri jasa. Con- dari berjualan barang bekas. Tapi ber-jawab. Ini pembangunan institusi. toh, cleaning service suatu gedung itu jualan barang bekas itu berbeda denganDalam rangka emergency mungkin kita dibayar karena jasanya membersihkan. kebersihan. Ada atau tidak ada keber-perlu adanya lembaga yang sifatnya Artinya memindahkan sampah dari titik sihan, memang mereka jual barangsementara. Kalau kita boleh belajar dari A ke titik B. Apalagi kalau ada industri bekas. Mereka sebenarnya bisa lebihprogram KB yang cukup berhasil, itu yang bisa mengurangi dan mengolah, maju jika digandengkan dengan jasakan juga ada badan khusus yang disebut maka dia harus juga dibayar dari cleaning service dia. Inilah satuBKKBN. Itupun konon baru tahun ke-9, jasanya. Perkara dia memiliki produk pengembangan konsep extended pro-BKKBN berhasil membuat KB Mandiri. sampingan seperti kompos, itu adalah ducer responsibility, bahwa produsenUntuk sampah pun kita harus membuat FOTO:MUJIYANTObadan khusus seperti itu yang bersifatsementara dan bisa dibubarkan sewak-tu-waktu kalau keadaan telah lebihbaik. Apalagi kalau kita lihat TPA diseluruh Indonesia, semuanya sudahmasuk stadium 5. Ini bom waktu kare-na TPA di Indonesia di bawah standar. Idealnya seperti apa badankhusus itu? Kurang lebih seperti BKKBN. Disana berkumpul orang-orang profesio-nal yang punya ilmu dan komitmen.Tidak memikirkan jabatan. Dan badanini akan menyelamatkan karena sia-papun yang jadi presiden, badan ini16 Percik Juni 2006

×