SlideShare a Scribd company logo
1 of 25
1




                PAPER


          Check Sheet




                  Oleh :

Luqvi Riski Syahputra      ( NPM. 0915031015 )
Ahmad Surya Arifin         ( NPM. 1015031024 )
Yudi Eka Putra             ( NPM. 1015031020 )
Budi Wahyu Nugroho         ( NPM. 1015031024 )
Joelisca Saputra           ( NPM. 1015031040 )
Victor Farhan Wijaya       ( NPM. 1015031084 )
Andri Gunawan              ( NPM. 1015031027 )
Wendy Dwi Lesmana          ( NPM. 1015031085 )
Imam Sholeh Maulana        ( NPM. 1015031037 )




      JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
          FAKULTAS TEKNIK
        UNIVERSITAS LAMPUNG
          BANDAR LAMPUNG
                2012
2



                            KATA PENGANTAR



Alhamdulillah, penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa

berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah

Manajement Mutu Terpadu. Paper ini berisi tentang “Seven Tools yaitu metode

Check sheet” yang menggunakan berbagai teknik pengambilan keputusan

berdasarkan TQM. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Dosen mata

kuliah Manajemen Mutu Terpadu dan juga temen-teman satu kelompok serta

temen – teman mahasiswa yang mengambil matakuliah MMT ini. Paper ini masih

memiliki beberapa kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang membangun

sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah modulasi sudut ini. Semoga

makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.




                                          Bandar Lampung, November 2012


                                          Penulis
3



                                         DAFTAR PUSTAKA



HALAMAN JUDUL ......................................................................... i
KATA PENGANTAR ......................................................................             ii
DAFTAR ISI ...................................................................................... iii
MATERI PENGANTAR .................................................................. 1
SEVEN TOOLS ................................................................................. 6
CHECK SHEET................................................................................. 9
CONTOH CHECK SHEET............................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................... 21
4



                            METERI PENGANTAR



I. Pengertian Kualitas

       Menurut Juran, kualitas diartikan sebagai cocok untuk digunakan (fitness
for use) dan definisi ini memiliki 2 aspek utama, yaitu :
    1. Ciri-ciri yang memenuhi permintaan pelanggan
       Kualitas      yang      lebih     tinggi       memungkinkan      perusahaan
       meningkatkankepuasan pelanggan, membuat produk laku terjual, dapat
       bersaing denganpesaing, meningkatkan pangsa pasar dan volume
       penjualan, serta dapatdijual dengan harga jual yang lebih tinggi.
    2. Bebas dari kekurangan
       Kualitas yang tinggi menyebabkan perusahaan dapat mengurangi
       tingkatkesalahan     dan   produk     gagal,    mengurangi    inspeksi   dan
       pengujian,mengurangi ketidakpuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat
       menekanpemborosan.


       Meskipun tidak ada definisi mengenai kualitas yang dapat diterima
secarauniversal, dari definisi-definisi yang ada terdapat beberapa persamaan, yaitu
:
     Kualitas melebihi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.
     Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan.
     Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa
       yangdianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang
       berkualitasdi masa mendatang).


Berdasarkan elemen-elemen tersebut Goetsch dan Davis mendefinisikan kualitas
sebagai berikut :
Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk,
jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
5




II. Definisi Total Quality Management

        Menurut Ishikawa, TQM adalah perpaduan semua fungsi dari perusahaan
ke dalam suatu falsafah yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork,
produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan. Untuk memudahkan
pemahamannya, pengertian TQM dapat dibedakan dalam aspek. Aspek pertama
menguraikan apa itu TQM dan aspek kedua membahas bagaimana mencapainya.
        TQM hanya dapat dicapai dengan memperhatikan beberapa karakteristik
berikut ini :
     Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
     Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.
     Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan
        danpemecahan masalah.
     Memiliki komitmen jangka panjang.
     Membutuhkan kerjasama tim (team work).
     Memperbaiki proses secara kontinu.
     Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.
     Memberikan kebebasan yang terkendali.
     Memiliki kesatuan tujuan.
     Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.


III. Langkah Pemecahan Masalah

        Sejak awal tahun 1980-an, teknik pemecahan masalah dengan pendekatan
proses Plan Do Check Action sudah mulai dikenal oleh berbagai kelompok
peningkatan mutu di perusahaan-perusahaan/organisasi/instansi di Indonesia,
terutama yang menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Jepang. Pada
mulanya Jepang memperkenalkan teknik pemecahan masalah bagi kalangan
karyawan pelaksana, dengan proses Delapan Langkah PDCA. Delapan Langkah
PDCA merupakan proses kegiatan continuous improvement. Perubahan tersebut
dimaksudkan agar sistem manajemen mutu lebih luwes dalam menghadapi
kecepatan perubahan dunia usaha yang sangat tinggi dengan memperhatikan
6



kebutuhan pelanggan. Berikut ini adalah langkah dalam 7 langkah pemecahan
masalah.
    1. Penentuan Judul
    2. Menganalisa Penyebab
    3. Menguji dan Menentukan Penyebab Dominan
    4. Membuat Rencana dan Melakasanakan Perbaikan
    5. Meneliti Hasil
    6. Membuat Standar Baru
    7. Mengumpulkan Data Baru dan Menentukan Rencana Berikutnya



IV. Pengendalian Kualitas

       Pengendalian kualitas merupakan teknik yang sangat bermanfaat agar
suatu perusahaan dapat mengetahui kualitas produknya sebelum dipasarkan
kepada konsumen. Teknik pengendalian kualitas dapat membantu perusahaan
dalam mengetahui kelayakan kualitas produk berdasarkan batas-batas kontrol
yang telah ditentukan. Berikut ini adalah uraian lebih lanjut tentang pengendalian
kualitas.


V. Definisi dan Sejarah Pengendalian Kualitas

       Kualitas adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis,
pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing. Kualitas suatu produk diartikan
sebagai derajat atau tingkatan dimana produk atau jasa tersebut mampu
memuaskan keinginan dari konsumen (fitness for use). Kualitas menjadi faktor
dasar keputusan konsumen untuk mendapatkan suatu produk, karena konsumen
akan memutuskan untuk membeli suatu produk dari perusahaan tertentu yang
lebih berkualitas daripada saingan-sainganya. Alasan-alasan mendasar pentingnya
kualitas sebagai strategi bisnis adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004):

    1. Meningkatkan kesadaran konsumen akan kualitas dan orientasi konsumen
        yang kuat akan penampilan kualitas.
    2. Kemampuan produk.
7



   3. Peningktan tekanan biaya pada tenaga kerja,energi dan bahan baku.
   4. Persaingan yang semakin intensif.
   5. Kemajuan yang luar biasa dalam produktifitas melalui program
       keteknikkan kualitas yang efektif.


       Pengertian pengendalian kualitas adalah aktifitas pengendalian proses
untuk mengukur ciri-ciri kualitas produk, membandingkan dengan spesifikasi atau
persyaratan, dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada
perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar. Tujuan dari
pengendalian kualitas adalah untuk mengendalikan kualitas produk atau jasa yang
dapat memuaskan konsumen. Pengendalian kualitas statistik merupakan suatu alat
tangguh yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya, menurunkan cacat dan
meningkatkan kualitas pada proses manufakturing. Pengendalian kualitas
memerlukan pengertian dan perlu dilaksanakan oleh perancang, bagian inspeksi,
bagian produksi sampai pendistribusian produk ke konsumen. Aktifitas
pengendalian kualitas pada umumnya meliputi kegiatan-kegiatan berikut
(Purnomo, 2004):
   1. Pengamatan terhadap performansi produk atau proses.
   2. Membandingkan performansi yang ditampilkan dengan standaryang
       berlaku.
   3. Mengambil tindakan-tindakan bila terdapat penyimpangan-penyimpangan
       yang cukup signifikan, danjika perlu perlu dibuat tindakan-tindakan untuk
       mengoreksinya.


VI. Pengaruh Kualitas

       Kualitas adalah elemen penting dalam operasi, selain itu kualitas juga
memiliki beberapa pengaruh lain. Beberapa alasan yang membuat kualitas
menjadi penting, yaitu sebagai berikut (Heizer, 2006):

   1. Reputasi perusahaan.
   2. Keandalan produk atau jasa.
   3. Penurunan biaya.
8



   4. Pertanggung jawaban produk atau jasa.
   5. Peningkatan pangsa pasar.
   6. Keterlibatan global
   7. Penampilan produk atau jasa.

       Definisi kualitas sebagaimana yang diambil oleh American Society for
Quality adalah keseluruhan karakteristik produk atau jasayang mampu
memuaskan kebutuhan yang terlihat atau yang tersamar. Definisi kualitas terbagi
atas beberapa kategori yaitu, definisi yang berbasis pengguna dengan arti kualitas
bergantung pada pemirsa. Definisi yang berbasis manufaktur yaitu kualitas yang
lebih tinggi dengan artikinerja yang lebih baik, fitur yang lebih baik dan perbaikan
lainya yang terkadang memakan biaya (Heizer, 2006).

VII. Konsep Dasar Pengendalian Kualitas

       Pengendalian kualiatas statistik adalah alat bantu manajemen untuk
menjamin kualitas, karena pada dasarnya tidak ada dua produk yang dihasilkan
oleh suatu proses produksi itu sama benar, tidak dapat dihindarkan adanya
variasinya. Pengujian statistik diperlukan untuk menyelesaikan masalah seperti
ini, dalam pengendalian kualitas statistik teknik-teknik tersebut diaplikasikan
guna memeriksa dan menguji data untuk menentukan standar dan mengecek
kesesuaian produk untuk mencapai operasi manufaktur yang maksimum, dan
biasanya menghasilkan biaya kualitas yang lebih rendah dan menaikkan tingkat
posisi kompetitif. Rancangan percobaan dapat digunakan dalam hubungannya
dengan pengendalian proses statistik untuk meminimumkan variabilitas proses,
yang menghasilkan produksi yang pada akhirnya bebas cacat (Purnomo, 2004).

VIII. Keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik

       Pengendalian kualitas statistik merupakan alat manajemen secara ilmiah.
Beberapa keuntungan jika digunakan pengendalian kualitas statistik adalah
sebagai berikut (Purnomo, 2004):

   1. Perbandingan antara kualitas dan biaya.
   2. Menjaga kualitas lebih seragam.
9



   3. Penyediaan bahan baku yang lebih baik.
   4. Penggunaan alat produksi yang lebih efisien.
   5. Mengurangi kerja ulang atau pembuangan.
   6. Memperbaiki hubungan produsen-konsumen.


IX. Dimensi Kualitas

         Kualitas memiliki dimensi yang banyak, sehingga sulit mendefinisikannya.
David Gorvin menyarankan delapan dimensi kualitas, yaitu sebagai berikut
(Nasrullah, 1997):

   1. Performansi atau prestasi dari fungsi yang diperlihatkan oleh produk.
   2. Sifat-sifat khusus dan menarik minat (feature), yang menjadikan suatu
         produk unik dibandingkan dengan produk sejenis dari produsen lain.
   3. Keandalan, kemampuan produk untuk tidak mogok dalam masa kerjanya.
   4. Kecocokan dengan standar industri.
   5. Kemudahan diperbaiki jika terjadi kerusakan.
   6. Daya tahan produk terhadap waktu.
   7. Keindahan penampilan.
   8. Persepsi konsumen.

X. Manajemen Kualitas

         Manajemen kualitas sangat berpengaruh besar terhadap produk yang akan
diproduksi, Dr. Deming adalah pakar manajemen kualitas Amerika Serikat. Dr.
Deming menyarankan 14 butir manajemen mutu sebagai berikut (Nasrullah,
1997):

   1. Ciptakan stabilitas motivasi untuk memperbaiki produk, mempunyai daya
         saing, dan memberikan lapangan kerja.
   2. Hilangkan ketergantungan pada pemeriksaan produk untuk mencapai
         produk bermutu. Hilangkan kebutuhan untuk inspeksi produk secara
         massal dengan membangun mutu sejak awal proses.
   3. Akhiri kebiasaan menghargai bisnis atas dasar potongan harga.
10



4. Terus menerus perbaiki sistem produksi dan pelayanan, agar mutu dan
   produktifitas tentu diperbaiki, dan dengan demikian diupayakan tanpa
   henti penurunan ongkos.
5. Lembagakan pelatihan pada saat bekerja.
6. Lembagakan pengawasan.
7. Bersihkan rasa takut, sehingga setiap orang bekerja dengan efektif.
8. Hapus penghalang antar departemen.
9. Hilangkan slogan-slogan dan target-target yang harus dicapai para pekerja,
   jika tidak dilengkapi dengan cara-cara mencapainya.
10. Hilangkan standar kerja yang menyarankan angka target kerja bagi
   operator, ganti dengan pertolongan dan pengawasan.
11. Hapus penghalang antara pekerja tidak tetap dengan haknya untuk bangga
   dengan kemampuan kerjanya.
12. Lembagakan program ketat pendidikan dan pelatihan.
13. Letakkan setiap orang di perusahaan untuk bekerja melaksanakan
   pengubahan bahan baku menjadi barang jadi.
11



                               SEVEN TOOLS



        Seven tools adalah tujuh alat perbaikan mutu yang digunakan pada
kegiatan siklus quality control.Tujuh Alat Dasar Quality Management merupakan
pendekatan yang sangat praktis dan sangat mudah untuk diimplemantasikan,
sehingga sangat layak untuk digunakan di tingkat pelaksana. Pada level yang lebih
tinggi, pemecahan masalah tidak sekedar pada masalah yang sudah jelas
diketahui, tetapi juga terhadap potensi masalah, atau terhadap kemungkinan akan
munculnya masalah dari suatu program. Tujuh alat baru ini merupakan jawaban
atas tuntutan di atas.




Pengendalian Proses Statistik (Statistical Process Control)



        Statistik adalah seni pengambilan keputusan tentang suatu proses atau
populasi berdasarkan suatu analisis informasi yang terkandung didalam suatu
sampel dari populasi itu. Metode statistik memainkan peranan penting dalam
jaminan kualitas. Metode statistik itu memberikan cara – cara pokok dalam
pengambilan sampel produk, pengujian serta evaluasinya dan informasi didalam
data itu digunakan untuk mengendalikan dan meningkatkan proses pembuatan.
Lagipula statistik adalah bahasa yang digunakan oleh insinyur pengembangan,
pembuatan, pengusahaan, manajemen, dan komponen – komponen fungsional
bisnis yang lain untuk berkomunikasi tentang kualitas. (Montgomery, 1993)

        Untuk menjamin proses produksi dalam kondisi baik dan stabil atau
produk yang dihasilkan selalu dalam daerah standar, perlu dilakukan pemeriksaan
terhadap titik origin dan hal-hal yang berhubungan, dalam rangka menjaga dan
memperbaiki kualitas produk sesuai dengan harapan. Hal ini disebut Statistical
Process Control (SPC).
12



     Dalam pengendalian proses statistik dikenal adanya “seven tools”. Seven
tools dari pengendalian proses statistik ini adalah metode grafik paling sederhana
untuk menyelesaikan masalah. Seven tools tersebut adalah:

   1. Lembar pengamatan (check sheet)
   2. Stratifikasi (run chart)
   3. Histogram
   4. Grafik kendali (control chart)
   5. Diagram pareto
   6. Diagram sebab akibat (cause and effect diagram)
   7. Affinity Diagram
13



                                CHECK SHEET



       check sheet dapat didefiniskan sebagai lembar yang dirancang sederhana
berisi daftar hal-hal yang perlukan untuk tujuan perekaman data sehingga
pengguna dapat mengumpulkan data dengan mudah, sistematis, dan teratur pada
saat data itu muncul di lokasi kejadian. Data dalam check sheet baik berbentuk
data kuantitatif maupun kualitatif dapat dianalisis secara cepat (langsung) atau
menjadi masukan data untuk peralatan kualitas lain, misal untuk masukan data
Pareto chart.

       Check sheet adalah alat bantu manajemen mutu sederhana yang bentuknya
menyerupai tabel dan digunakan untuk mengoleksi data.Check sheet dalam
pengertian yang sebenarnya tak lain adalah tempat menuliskan catatan tentang
jumlah sesuatu, dimana jumlah tersebut diisikan satu demi satu, sehingga pada
akhirnya dapat dijumlahkan nilai totalnya. Pengumpulan data menggunakan check
sheet dapat diterapkan pada hampir semua jenis aktifitas yang bertujuan mencatat
sejumlah data kategorik.

       Suatu form atau sheet sederhana berbentuk tabel yang memuat data
kategorik, suatu tanda yang mirip angka 1 (atau garis lurus tegak = I) biasanya
ditambahkan dan dituliskan pada tabel setiap kali data dari kategori tertentu
muncul dalam pemeriksaan. Pembuatan check sheet bertujuan untuk memfasilitasi
pengumpulan analisa data.

       Check sheet dapat dibuat kapan saja dibutuhkan adanya pencatatan data,
meski demikian dalam penerapannya untuk tujuan manajemen mutu, perlu
dilakukan analisa terlebih dahulu terhadap jenis kategorinya. Oleh karena itu
dalam penyusunan check sheet perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini:

   1. Tentukan tujuan pengumpulan data.
   2. Lakukan terlebih dahulu brainstorming untuk menentukan jenis-
       jenis kategori yang perlu diamati.
14



   3. Defenisikan     tiap-tiap     kategori   dengan     baik     agar    pengumpulan
       data dilakukan dengan konsisten.
   4. Tentukan keadaan atau keterangan lain mengenai darimana data tersebut
       akan diperoleh, misalnya pada hari apa, shift berapa dan dimesin yang
       bagaimana.
   5. Tentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan data
   6. Buatlah    petunjuk     singkat    tentang   tata   cara     pengumpulan       data
       dan sampaikan       kepada     penanggung        jawab     pengumpulan        data
       beserta anggotanya yang terlibat.
   7. Buatlah    tabel     check    sheetnya   berdasarkan       jenis    kategori   yang
       telah ditentukan.
   8. Lakukan uji coba pengumpulan data untuk memastikan bahwa semua data
       telah dimasukkan ke kategori yang sesuai.



I. Kapan check sheet digunakan?

Kapan kita menggunakan check sheet? Menurut Tague (2005) adalah sebagai
berikut:

   1. Ketika data dapat diamati dan dikumpulkan berulang kali oleh orang yang
       sama atau di lokasi yang sama.
   2. Ketika mengumpulkan data mengenai frekuensi atau pola kejadian,
       masalah, cacat, lokasi cacat, penyebab cacat, dan sebagainya.
   3. Ketika mengumpulkan data proses produksi.



II. Prosedur check sheet

Prosedur check sheet yang diuraikan oleh Tague (2005) adalah sebagai berikut:

   1. Menentukan kejadian atau permasalahan apa yang akan diamati, kemudian
       kembangkan definisi operasional.
   2. Menentukan kapan data akan dikumpulkan dan berapa lama.
15



   3. Merancang form isi sedemikian rupa sehingga data dapat direkam dengan
       hanya memberikan tanda cek (V) atau tanda silang (X) atau simbol serupa
       sehingga data tidak perlu diperbanyak ulang untuk analisis.
   4. Memberikan etiket setiap daerah kosong pada form.
   5. Menguji check sheet secara singkat untuk memastikan ketepatan check
       sheet dalam mengumpulkan data yang diinginkan, juga memastikan
       apakah check sheet mudah digunakan atau tidak?
   6. Merekam data pada check sheet setiap kali ditemukan kejadian atau
       masalah yang ditargetkan.



III. Fungsi check sheet dalam pengendalian kualitas

Menurut Ishikawa (1982), check sheet memiliki fungsi sebagai berikut:

   1. Pemeriksaan distribusi proses produksi (production process distribution
       checks)
   2. Pemeriksaan item cacat (defective item checks)
   3. Pemeriksaan lokasi cacat (defective location checks)
   4. Pemeriksaan penyebab cacat (defective cause checks)
   5. Pemeriksaan konfirmasi pemeriksaan (check-up confirmation checks)
   6. Dan lain-lain.
16



Berdasarkan fungsinya kemudian dikenal beberapa model check sheet, yaitu
sebagai berikut:

1. Process Distribution Check Sheet

Check sheet ini mengukur frekuensi satu item di berbagai pengukuran, secara
visual menunjukkan distribusi yang interpretasikan sebagai histogram-histogram,
Gambar 1 di bawah ini menunjukan contoh process distribution check sheet.




Gambar 1. Pemeriksaan Ketebalan Item dengan Process Distribution Check Sheet



       Seperti terlihat pada Gambar 1, analisis check sheet ini akan menggunakan
teori kurva normal seperti yang ada dalam ilmu statistik. Ketika pengukuran
selesai, pemeriksaan check sheet harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan
sebagai berikut:

       Apakah tanda cek membentuk kurva lonceng (kurva normal)? Apakah
       berbentuk miring (skewness )? Apakah ada lebih dari satu puncak? Apakah
       ada outlier?
       Apakah tanda cek jatuh seluruhnya diantara garis LSL (lower specification
       limit) dan USL (upper specification limit)? Atau sebagian besar tanda cek
       jatuh di luar garis LSL atau USL?
17



Jika terbukti data tidak normal atau jika data signifikan di dekat atau di luar garis
LSL/USL, maka usaha improvement harus dilakukan untuk menghilangkan
special cause of variation, yaitu: variasi yang terjadi karena faktor eksternal (dari
luar sistem).



2. Defective Item Check Sheet

Check sheet ini menghitung dan mengklasifikasikan cacat menurut jenisnya,
seperti terlihat pada Gambar 2 di bawah ini. Hasil check sheet ini dapat dijadikan
analisis Pareto, di mana data kemudian akan diurutkan dari yang terbesar sampai
dengan yang terkecil. Asumsi analisis Pareto adalah mengidentifikasi 20%
penyebab masalah vital (ranking tertinggi) untuk mewujudkan 80% improvement
secara keseluruhan.




Gambar 2. Defective Item Check Sheet pada Final Inspection di Lini Sewing
Pabrik Sepatu
18



3. Defect Location Check Sheet (atau Location Plot atau Concentration
Diagram)

Check sheet ini menggunakan gambar item untuk ditandai posisi cacatnya
sehingga dapat diketahui di mana cacat terbanyak terjadi dalam proses, seperti
terlihat pada Gambar 3 di bawah ini.




Gambar 3. Defect Location Check Sheet untuk Upper Sepatu




4. Defective Cause Check Sheet

Check sheet ini bertujuan untuk mengkorelasikan sebab dan akibat dengan
memasukkan faktor-faktor penyebab yang mungkin, seperti waktu, operator,
mesin, dan lokasi.

       Sebagai contoh lihat Gambar 4, nama-nama operator, jam sebelum makan
siang, jam setelah makan siang, dan beberapa workstation dirangkum pada
selembar check sheet dalam rangka mengidentifikasi trend di lintas kelompok.
Contoh check sheet di bawah ini menunjukan bahwa jam setelah makan siang di
workstation 2 tampak paling rentan terhadap cacat. Tindak lanjutnya adalah pada
kebiasaan makan siang operator, ditambah pemeriksaan kondisi, perilaku
operator, dan kinerja operasi di workstation 2 setelah jam makan siang.
19




Gambar 4. Defective Cause Check Sheet pada 2 Workstation



5. Check-up Confirmation Check Sheet (atau Checklist)

Check sheet ini berisi daftar tindakan atau hasil tindakan yang akan dicentang
ketika telah selesai dilakukan (lihat Gambar 5). Setelah selesai dicentang
seluruhnya, check sheet ini menjadi semacam sertifikat penyelesaian. Di tempat
kerja, saya sering membuat checklist sederhana pada sticky note (lihat Gambar 6),
bagi saya ini membantu mengingat pekerjaan pokok saya yang kadang terlupakan
akibat over-load pekerjaan atau karena ada tambahan project.




Gambar 5. Check-up Confirmation Check Sheet pada Form Inspeksi SHAPE
(Safety, Health, Attitude, People & Environment)
20




Gambar 6. Contoh Check List Sederhana
21



          CONTOH – CONTOH PENGGUNAAN CHECK SHEET


1.   Distribusi Proses Produksi
      Untuk mengetahui variasi dimensi, untuk macam tertentu komponen
dengan spesifikasi permesinan 8,3 +/- 0,008.
22



2.   Item yang rusak
       Digunakan pada proses pemeriksaan akhir dari produk plastik cetak
tertentu. Untuk menunjukkan tipe rusak yang sering terjadi dan yang jarang
terjadi. Dari data, 42 rusak dari sejumlah 1525 buah, jumlah total rusak 62, sebab
kadang-kadang dua atau lebih rusak ditemukandalam sebuah produk.
23



3.   Lokasi cacat
       Misal untuk mengurangi cacatluar tergores dan titik kotorpada sebuah
produk, daricontoh dapat diamatidistribusi terjadinya cacat.Perbaikan mutu
akanmeningkat sebabmenemukan sebab cacatmenjadi lebih mudah dankenapa
terkonsentrasi padalokasi tersebut.
24



4.   Sebab cacat
       Untuk mencatat rusak yang terjadi dalam knob bakelit, dengan
memperhatikan kepada mesin, pekerja, hari dan tipe cacat. Analisa : pekerja B
banyak menghasilkan lot cacat, pada hari Rabu semua pekerja banyak
menghasilkan lot cacat (bisa disebabkan oleh bahan baku).
25



                           DAFTAR PUSTAKA

Andy Hunt, Dave Thomas. 2003. Pragmatic Unit Testing In C# with Unit Test.
First Printing, March 2004. United State Of America.

http://www.balancedscorecard.org . Basic Tools For Improvement - Module 5 –
Cause and Effect Diagram.

http://www.dspace.fsktm.um.edu.my/bitstream/1812/193/8/8-ch6.pdf . Chapter
Six - System Testing and Implementation

http://www.elucidata.com/refs/sdlc.pdf . The Software Development Life Cycle
For Small to Medium Database Application

http://www.foundation.phccweb.org/Library/Articles/TQM.pdf . Total Quality
Management - A Continuous Improvement Process
http://www.the-happy-manager.com/seven-step-problem-solving.html . The 7
Step Problem Solving Method

John D. McGregor, David A. Spikes. 2001. A Practical Guide To Testing
Object Oriented Software. Addison-Wesley, 2001. United State Of Amerika

Komite Penggerak SGA Pusat Asia Pulp And Paper. 1999. Total Quality
Management Manual. Asia Pulp And Paper, 1999. Serpong.R. Venkat

Rajendran. White Paper on Unit
Testing.http://www.mobilein.com/whitepaperonunittesting.pdf

Vincent Garspersz. 2001. Total Quality Management. PT. Gramedia Pustaka
Utama, April 2002. Jakarta.

More Related Content

What's hot

Perencanaan dan pengendalian persediaan
Perencanaan dan pengendalian persediaanPerencanaan dan pengendalian persediaan
Perencanaan dan pengendalian persediaanrobertlambey
 
Statistic process control
Statistic process controlStatistic process control
Statistic process controlarif silaban
 
Perencanaan Kapasitas
Perencanaan KapasitasPerencanaan Kapasitas
Perencanaan KapasitasSurya Mysunny
 
Contoh soal Teori antrian khusus Poisson
Contoh soal Teori antrian khusus PoissonContoh soal Teori antrian khusus Poisson
Contoh soal Teori antrian khusus PoissonLilies DLiestyowati
 
4. pengukuran waktu baku
4. pengukuran waktu baku4. pengukuran waktu baku
4. pengukuran waktu bakuDjoe343536
 
Sejarah Perkembangan Manajemen Mutu
Sejarah Perkembangan Manajemen MutuSejarah Perkembangan Manajemen Mutu
Sejarah Perkembangan Manajemen MutuSiti Sahati
 
Pengantar Tata Letak Fasilitas
Pengantar Tata Letak FasilitasPengantar Tata Letak Fasilitas
Pengantar Tata Letak FasilitasWisnu Dewobroto
 
Teori Perilaku Konsumen
Teori Perilaku KonsumenTeori Perilaku Konsumen
Teori Perilaku Konsumenvadilla mutia
 
Operational Management : Mengelola Kualitas
Operational Management : Mengelola KualitasOperational Management : Mengelola Kualitas
Operational Management : Mengelola KualitasC S
 
Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Az'End Love
 
Acceptance sampling untuk data variabel
Acceptance sampling untuk data variabelAcceptance sampling untuk data variabel
Acceptance sampling untuk data variabelMahros Darsin
 
CPM (Network Planning CPM) - Manajemen proyek
CPM (Network Planning CPM) - Manajemen proyekCPM (Network Planning CPM) - Manajemen proyek
CPM (Network Planning CPM) - Manajemen proyekKukuh Setiawan
 
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUILatihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUIFarah Fauziah Hilman
 
3. strategi manajemen rantai pasokan
3. strategi manajemen rantai pasokan3. strategi manajemen rantai pasokan
3. strategi manajemen rantai pasokanRizky Akbar
 
Manajemen Operasional 2 - Perencanaan Kapasitas
Manajemen Operasional 2 - Perencanaan KapasitasManajemen Operasional 2 - Perencanaan Kapasitas
Manajemen Operasional 2 - Perencanaan Kapasitasharis fadilah
 
pengantar ekonomi mikro pasar monopoli
pengantar ekonomi mikro pasar monopolipengantar ekonomi mikro pasar monopoli
pengantar ekonomi mikro pasar monopoliyuniar putri
 
Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya
Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya
Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya Mandiri Sekuritas
 
(1)pengendalian kualitas
(1)pengendalian kualitas(1)pengendalian kualitas
(1)pengendalian kualitasMoch Willy
 
Presentation in manajemen persediaan Universitas Sriwijaya
Presentation in manajemen persediaan Universitas SriwijayaPresentation in manajemen persediaan Universitas Sriwijaya
Presentation in manajemen persediaan Universitas SriwijayaAhhmadd Yansyah
 

What's hot (20)

Perencanaan dan pengendalian persediaan
Perencanaan dan pengendalian persediaanPerencanaan dan pengendalian persediaan
Perencanaan dan pengendalian persediaan
 
6.1. PENGUKURAN WAKTU KERJA TIDAK LANGSUNG METODE MTM
6.1. PENGUKURAN WAKTU KERJA TIDAK LANGSUNG METODE MTM6.1. PENGUKURAN WAKTU KERJA TIDAK LANGSUNG METODE MTM
6.1. PENGUKURAN WAKTU KERJA TIDAK LANGSUNG METODE MTM
 
Statistic process control
Statistic process controlStatistic process control
Statistic process control
 
Perencanaan Kapasitas
Perencanaan KapasitasPerencanaan Kapasitas
Perencanaan Kapasitas
 
Contoh soal Teori antrian khusus Poisson
Contoh soal Teori antrian khusus PoissonContoh soal Teori antrian khusus Poisson
Contoh soal Teori antrian khusus Poisson
 
4. pengukuran waktu baku
4. pengukuran waktu baku4. pengukuran waktu baku
4. pengukuran waktu baku
 
Sejarah Perkembangan Manajemen Mutu
Sejarah Perkembangan Manajemen MutuSejarah Perkembangan Manajemen Mutu
Sejarah Perkembangan Manajemen Mutu
 
Pengantar Tata Letak Fasilitas
Pengantar Tata Letak FasilitasPengantar Tata Letak Fasilitas
Pengantar Tata Letak Fasilitas
 
Teori Perilaku Konsumen
Teori Perilaku KonsumenTeori Perilaku Konsumen
Teori Perilaku Konsumen
 
Operational Management : Mengelola Kualitas
Operational Management : Mengelola KualitasOperational Management : Mengelola Kualitas
Operational Management : Mengelola Kualitas
 
Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4Pengantar statistika 4
Pengantar statistika 4
 
Acceptance sampling untuk data variabel
Acceptance sampling untuk data variabelAcceptance sampling untuk data variabel
Acceptance sampling untuk data variabel
 
CPM (Network Planning CPM) - Manajemen proyek
CPM (Network Planning CPM) - Manajemen proyekCPM (Network Planning CPM) - Manajemen proyek
CPM (Network Planning CPM) - Manajemen proyek
 
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUILatihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
Latihan + jawaban mikro 1 (uts) - FEUI
 
3. strategi manajemen rantai pasokan
3. strategi manajemen rantai pasokan3. strategi manajemen rantai pasokan
3. strategi manajemen rantai pasokan
 
Manajemen Operasional 2 - Perencanaan Kapasitas
Manajemen Operasional 2 - Perencanaan KapasitasManajemen Operasional 2 - Perencanaan Kapasitas
Manajemen Operasional 2 - Perencanaan Kapasitas
 
pengantar ekonomi mikro pasar monopoli
pengantar ekonomi mikro pasar monopolipengantar ekonomi mikro pasar monopoli
pengantar ekonomi mikro pasar monopoli
 
Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya
Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya
Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya
 
(1)pengendalian kualitas
(1)pengendalian kualitas(1)pengendalian kualitas
(1)pengendalian kualitas
 
Presentation in manajemen persediaan Universitas Sriwijaya
Presentation in manajemen persediaan Universitas SriwijayaPresentation in manajemen persediaan Universitas Sriwijaya
Presentation in manajemen persediaan Universitas Sriwijaya
 

Viewers also liked

Viewers also liked (20)

Paper Psikologi Umum, *Ilmu Kepribadian
Paper Psikologi Umum, *Ilmu KepribadianPaper Psikologi Umum, *Ilmu Kepribadian
Paper Psikologi Umum, *Ilmu Kepribadian
 
Makalah dan Paper
Makalah dan PaperMakalah dan Paper
Makalah dan Paper
 
Paper
PaperPaper
Paper
 
Cara Menulis Paper Ilmiah
Cara Menulis Paper IlmiahCara Menulis Paper Ilmiah
Cara Menulis Paper Ilmiah
 
Paper mkti kelompok 3 final
Paper mkti  kelompok 3 finalPaper mkti  kelompok 3 final
Paper mkti kelompok 3 final
 
Contoh penulisan papers
Contoh penulisan papersContoh penulisan papers
Contoh penulisan papers
 
Paper pancasila
Paper pancasilaPaper pancasila
Paper pancasila
 
Tugas paper mmt bag. akhir
Tugas paper mmt bag. akhirTugas paper mmt bag. akhir
Tugas paper mmt bag. akhir
 
makalah PTI
makalah PTImakalah PTI
makalah PTI
 
Paper pendidikan kewarganegaraan
Paper pendidikan kewarganegaraanPaper pendidikan kewarganegaraan
Paper pendidikan kewarganegaraan
 
CONTOH PAPER CCU
CONTOH PAPER CCUCONTOH PAPER CCU
CONTOH PAPER CCU
 
Makalah
MakalahMakalah
Makalah
 
Tugas paper
Tugas paperTugas paper
Tugas paper
 
Panduan penulisan-makalah
Panduan penulisan-makalahPanduan penulisan-makalah
Panduan penulisan-makalah
 
Paper ilmiah
Paper ilmiahPaper ilmiah
Paper ilmiah
 
Penjaminan mutu
Penjaminan mutuPenjaminan mutu
Penjaminan mutu
 
pengendalian persediaan
pengendalian persediaanpengendalian persediaan
pengendalian persediaan
 
Penerapan it governance pada pemerintahan
Penerapan it governance pada pemerintahanPenerapan it governance pada pemerintahan
Penerapan it governance pada pemerintahan
 
34887098 contoh-makalah
34887098 contoh-makalah34887098 contoh-makalah
34887098 contoh-makalah
 
Paper dampak positif dan negatif dari otonomi daerah
Paper dampak positif dan negatif dari otonomi daerahPaper dampak positif dan negatif dari otonomi daerah
Paper dampak positif dan negatif dari otonomi daerah
 

Similar to Tugas paper check sheet mmt

Pengendalian Mutu Terpadu .pptx
Pengendalian Mutu Terpadu .pptxPengendalian Mutu Terpadu .pptx
Pengendalian Mutu Terpadu .pptxsigit486598
 
Proses manajemen berkualitas
Proses manajemen berkualitasProses manajemen berkualitas
Proses manajemen berkualitascekkembali dotcom
 
Dukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan Jasa
Dukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan JasaDukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan Jasa
Dukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan Jasadhibah
 
BMP EKMA4265 Manajemen Kualitas
BMP EKMA4265 Manajemen KualitasBMP EKMA4265 Manajemen Kualitas
BMP EKMA4265 Manajemen KualitasMang Engkus
 
Definisi kualitas
Definisi kualitasDefinisi kualitas
Definisi kualitasantokcmk
 
Kualitas Pelayanan Batik Air
Kualitas Pelayanan Batik AirKualitas Pelayanan Batik Air
Kualitas Pelayanan Batik AirAndyHandoko1
 
Total quality control
Total quality controlTotal quality control
Total quality controlchords
 
Understanding quality & evolution of quality.pptx
Understanding quality & evolution of quality.pptxUnderstanding quality & evolution of quality.pptx
Understanding quality & evolution of quality.pptxKawistamaWidiantara
 
Manajemen Mutu
Manajemen MutuManajemen Mutu
Manajemen MutuSumaryanto
 
Makalah kelompok 7 ( realisasi anggaran publik )
Makalah kelompok 7 ( realisasi anggaran publik )Makalah kelompok 7 ( realisasi anggaran publik )
Makalah kelompok 7 ( realisasi anggaran publik )SalmaNurAzizah5
 
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607rsd kol abundjani
 
Standar kualitas produk & jasa by igedeauditta as accountant
Standar kualitas produk & jasa by igedeauditta as accountantStandar kualitas produk & jasa by igedeauditta as accountant
Standar kualitas produk & jasa by igedeauditta as accountantI Gede Auditta
 
Manaj. mutu ( 3 )
Manaj. mutu ( 3 )Manaj. mutu ( 3 )
Manaj. mutu ( 3 )nurulllah
 

Similar to Tugas paper check sheet mmt (20)

Bab i
Bab iBab i
Bab i
 
1. Kualitas Mutu.pptx
1. Kualitas Mutu.pptx1. Kualitas Mutu.pptx
1. Kualitas Mutu.pptx
 
Yogi martua
Yogi martuaYogi martua
Yogi martua
 
Pengendalian Mutu Terpadu .pptx
Pengendalian Mutu Terpadu .pptxPengendalian Mutu Terpadu .pptx
Pengendalian Mutu Terpadu .pptx
 
Proses manajemen berkualitas
Proses manajemen berkualitasProses manajemen berkualitas
Proses manajemen berkualitas
 
Dukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan Jasa
Dukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan JasaDukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan Jasa
Dukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan Jasa
 
BMP EKMA4265 Manajemen Kualitas
BMP EKMA4265 Manajemen KualitasBMP EKMA4265 Manajemen Kualitas
BMP EKMA4265 Manajemen Kualitas
 
Definisi kualitas
Definisi kualitasDefinisi kualitas
Definisi kualitas
 
5. BAB II.pdf
5. BAB II.pdf5. BAB II.pdf
5. BAB II.pdf
 
Kualitas Pelayanan Batik Air
Kualitas Pelayanan Batik AirKualitas Pelayanan Batik Air
Kualitas Pelayanan Batik Air
 
Total quality control
Total quality controlTotal quality control
Total quality control
 
Understanding quality & evolution of quality.pptx
Understanding quality & evolution of quality.pptxUnderstanding quality & evolution of quality.pptx
Understanding quality & evolution of quality.pptx
 
Manajemen Mutu
Manajemen MutuManajemen Mutu
Manajemen Mutu
 
Patient safety
Patient safetyPatient safety
Patient safety
 
Makalah kelompok 7 ( realisasi anggaran publik )
Makalah kelompok 7 ( realisasi anggaran publik )Makalah kelompok 7 ( realisasi anggaran publik )
Makalah kelompok 7 ( realisasi anggaran publik )
 
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607
Mutu ugd-rs-swasta-bapelkes-210607
 
Jaminan mutu
Jaminan mutuJaminan mutu
Jaminan mutu
 
Standar kualitas produk & jasa by igedeauditta as accountant
Standar kualitas produk & jasa by igedeauditta as accountantStandar kualitas produk & jasa by igedeauditta as accountant
Standar kualitas produk & jasa by igedeauditta as accountant
 
Manaj. mutu ( 3 )
Manaj. mutu ( 3 )Manaj. mutu ( 3 )
Manaj. mutu ( 3 )
 
Konsep tqm
Konsep tqmKonsep tqm
Konsep tqm
 

More from Ahmad Surya Arifin

Tugal pemodelan ahmad surya dan davina olivia
Tugal pemodelan ahmad surya dan davina oliviaTugal pemodelan ahmad surya dan davina olivia
Tugal pemodelan ahmad surya dan davina oliviaAhmad Surya Arifin
 
Ahmad surya arifin (1015031024) medium transmisi pada telekomunikasi
Ahmad surya arifin (1015031024) medium transmisi pada telekomunikasiAhmad surya arifin (1015031024) medium transmisi pada telekomunikasi
Ahmad surya arifin (1015031024) medium transmisi pada telekomunikasiAhmad Surya Arifin
 
Rancang bangun alat pendeteksi jarak objek pada volume
Rancang bangun alat pendeteksi jarak objek pada volumeRancang bangun alat pendeteksi jarak objek pada volume
Rancang bangun alat pendeteksi jarak objek pada volumeAhmad Surya Arifin
 
Pkm gt-11-unila-surya-layanan antrean nasabah
Pkm gt-11-unila-surya-layanan antrean nasabahPkm gt-11-unila-surya-layanan antrean nasabah
Pkm gt-11-unila-surya-layanan antrean nasabahAhmad Surya Arifin
 

More from Ahmad Surya Arifin (6)

Tugas pemodelan mbak laela
Tugas pemodelan mbak laelaTugas pemodelan mbak laela
Tugas pemodelan mbak laela
 
Tugal pemodelan ahmad surya dan davina olivia
Tugal pemodelan ahmad surya dan davina oliviaTugal pemodelan ahmad surya dan davina olivia
Tugal pemodelan ahmad surya dan davina olivia
 
Ahmad surya arifin (1015031024) medium transmisi pada telekomunikasi
Ahmad surya arifin (1015031024) medium transmisi pada telekomunikasiAhmad surya arifin (1015031024) medium transmisi pada telekomunikasi
Ahmad surya arifin (1015031024) medium transmisi pada telekomunikasi
 
Rancang bangun alat pendeteksi jarak objek pada volume
Rancang bangun alat pendeteksi jarak objek pada volumeRancang bangun alat pendeteksi jarak objek pada volume
Rancang bangun alat pendeteksi jarak objek pada volume
 
Makalah
MakalahMakalah
Makalah
 
Pkm gt-11-unila-surya-layanan antrean nasabah
Pkm gt-11-unila-surya-layanan antrean nasabahPkm gt-11-unila-surya-layanan antrean nasabah
Pkm gt-11-unila-surya-layanan antrean nasabah
 

Recently uploaded

Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptxInformatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptxMateriSMPTDarulFalah
 
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxLokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxrani414352
 
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxKegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxWulanEnggarAnaskaPut
 
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptxNOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptxNURULATIQAHBINTIABDG
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptxErikaPutriJayantini
 
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)BashoriAlwi4
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxcupulin
 
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungSemediGiri2
 
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdfAksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdfsubki124
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialParulianGultom2
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxtressa8
 
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13ZulfiWahyudiAsyhaer1
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptxperwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptxMas PauLs
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docx
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docxMateri E-modul Ekosistem kelas X SMA.docx
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docxAmmar Ahmad
 
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatankonsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatanSuzanDwiPutra
 
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfSurat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfEirinELS
 
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfssuser29a952
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 

Recently uploaded (20)

Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptxInformatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
 
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptxLokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
Lokakarya tentang Kepemimpinan Sekolah 1.pptx
 
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxKegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
 
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptxNOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
 
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
Modul 5 Simetri (simetri lipat, simetri putar)
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
 
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
 
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdfAksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
Aksi Nyata Menyebarkan Pemahaman Merdeka Belajar.pdf
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
 
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptxperwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docx
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docxMateri E-modul Ekosistem kelas X SMA.docx
Materi E-modul Ekosistem kelas X SMA.docx
 
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatankonsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
 
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfSurat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
 
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Tugas paper check sheet mmt

  • 1. 1 PAPER Check Sheet Oleh : Luqvi Riski Syahputra ( NPM. 0915031015 ) Ahmad Surya Arifin ( NPM. 1015031024 ) Yudi Eka Putra ( NPM. 1015031020 ) Budi Wahyu Nugroho ( NPM. 1015031024 ) Joelisca Saputra ( NPM. 1015031040 ) Victor Farhan Wijaya ( NPM. 1015031084 ) Andri Gunawan ( NPM. 1015031027 ) Wendy Dwi Lesmana ( NPM. 1015031085 ) Imam Sholeh Maulana ( NPM. 1015031037 ) JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012
  • 2. 2 KATA PENGANTAR Alhamdulillah, penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Manajement Mutu Terpadu. Paper ini berisi tentang “Seven Tools yaitu metode Check sheet” yang menggunakan berbagai teknik pengambilan keputusan berdasarkan TQM. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada Dosen mata kuliah Manajemen Mutu Terpadu dan juga temen-teman satu kelompok serta temen – teman mahasiswa yang mengambil matakuliah MMT ini. Paper ini masih memiliki beberapa kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah modulasi sudut ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin. Bandar Lampung, November 2012 Penulis
  • 3. 3 DAFTAR PUSTAKA HALAMAN JUDUL ......................................................................... i KATA PENGANTAR ...................................................................... ii DAFTAR ISI ...................................................................................... iii MATERI PENGANTAR .................................................................. 1 SEVEN TOOLS ................................................................................. 6 CHECK SHEET................................................................................. 9 CONTOH CHECK SHEET............................................................... 16 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................... 21
  • 4. 4 METERI PENGANTAR I. Pengertian Kualitas Menurut Juran, kualitas diartikan sebagai cocok untuk digunakan (fitness for use) dan definisi ini memiliki 2 aspek utama, yaitu : 1. Ciri-ciri yang memenuhi permintaan pelanggan Kualitas yang lebih tinggi memungkinkan perusahaan meningkatkankepuasan pelanggan, membuat produk laku terjual, dapat bersaing denganpesaing, meningkatkan pangsa pasar dan volume penjualan, serta dapatdijual dengan harga jual yang lebih tinggi. 2. Bebas dari kekurangan Kualitas yang tinggi menyebabkan perusahaan dapat mengurangi tingkatkesalahan dan produk gagal, mengurangi inspeksi dan pengujian,mengurangi ketidakpuasan pelanggan, sehingga akhirnya dapat menekanpemborosan. Meskipun tidak ada definisi mengenai kualitas yang dapat diterima secarauniversal, dari definisi-definisi yang ada terdapat beberapa persamaan, yaitu :  Kualitas melebihi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.  Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan.  Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa yangdianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitasdi masa mendatang). Berdasarkan elemen-elemen tersebut Goetsch dan Davis mendefinisikan kualitas sebagai berikut : Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
  • 5. 5 II. Definisi Total Quality Management Menurut Ishikawa, TQM adalah perpaduan semua fungsi dari perusahaan ke dalam suatu falsafah yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan. Untuk memudahkan pemahamannya, pengertian TQM dapat dibedakan dalam aspek. Aspek pertama menguraikan apa itu TQM dan aspek kedua membahas bagaimana mencapainya. TQM hanya dapat dicapai dengan memperhatikan beberapa karakteristik berikut ini :  Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.  Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.  Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan danpemecahan masalah.  Memiliki komitmen jangka panjang.  Membutuhkan kerjasama tim (team work).  Memperbaiki proses secara kontinu.  Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.  Memberikan kebebasan yang terkendali.  Memiliki kesatuan tujuan.  Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan. III. Langkah Pemecahan Masalah Sejak awal tahun 1980-an, teknik pemecahan masalah dengan pendekatan proses Plan Do Check Action sudah mulai dikenal oleh berbagai kelompok peningkatan mutu di perusahaan-perusahaan/organisasi/instansi di Indonesia, terutama yang menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Jepang. Pada mulanya Jepang memperkenalkan teknik pemecahan masalah bagi kalangan karyawan pelaksana, dengan proses Delapan Langkah PDCA. Delapan Langkah PDCA merupakan proses kegiatan continuous improvement. Perubahan tersebut dimaksudkan agar sistem manajemen mutu lebih luwes dalam menghadapi kecepatan perubahan dunia usaha yang sangat tinggi dengan memperhatikan
  • 6. 6 kebutuhan pelanggan. Berikut ini adalah langkah dalam 7 langkah pemecahan masalah. 1. Penentuan Judul 2. Menganalisa Penyebab 3. Menguji dan Menentukan Penyebab Dominan 4. Membuat Rencana dan Melakasanakan Perbaikan 5. Meneliti Hasil 6. Membuat Standar Baru 7. Mengumpulkan Data Baru dan Menentukan Rencana Berikutnya IV. Pengendalian Kualitas Pengendalian kualitas merupakan teknik yang sangat bermanfaat agar suatu perusahaan dapat mengetahui kualitas produknya sebelum dipasarkan kepada konsumen. Teknik pengendalian kualitas dapat membantu perusahaan dalam mengetahui kelayakan kualitas produk berdasarkan batas-batas kontrol yang telah ditentukan. Berikut ini adalah uraian lebih lanjut tentang pengendalian kualitas. V. Definisi dan Sejarah Pengendalian Kualitas Kualitas adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis, pertumbuhan dan peningkatan posisi bersaing. Kualitas suatu produk diartikan sebagai derajat atau tingkatan dimana produk atau jasa tersebut mampu memuaskan keinginan dari konsumen (fitness for use). Kualitas menjadi faktor dasar keputusan konsumen untuk mendapatkan suatu produk, karena konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk dari perusahaan tertentu yang lebih berkualitas daripada saingan-sainganya. Alasan-alasan mendasar pentingnya kualitas sebagai strategi bisnis adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004): 1. Meningkatkan kesadaran konsumen akan kualitas dan orientasi konsumen yang kuat akan penampilan kualitas. 2. Kemampuan produk.
  • 7. 7 3. Peningktan tekanan biaya pada tenaga kerja,energi dan bahan baku. 4. Persaingan yang semakin intensif. 5. Kemajuan yang luar biasa dalam produktifitas melalui program keteknikkan kualitas yang efektif. Pengertian pengendalian kualitas adalah aktifitas pengendalian proses untuk mengukur ciri-ciri kualitas produk, membandingkan dengan spesifikasi atau persyaratan, dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar. Tujuan dari pengendalian kualitas adalah untuk mengendalikan kualitas produk atau jasa yang dapat memuaskan konsumen. Pengendalian kualitas statistik merupakan suatu alat tangguh yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya, menurunkan cacat dan meningkatkan kualitas pada proses manufakturing. Pengendalian kualitas memerlukan pengertian dan perlu dilaksanakan oleh perancang, bagian inspeksi, bagian produksi sampai pendistribusian produk ke konsumen. Aktifitas pengendalian kualitas pada umumnya meliputi kegiatan-kegiatan berikut (Purnomo, 2004): 1. Pengamatan terhadap performansi produk atau proses. 2. Membandingkan performansi yang ditampilkan dengan standaryang berlaku. 3. Mengambil tindakan-tindakan bila terdapat penyimpangan-penyimpangan yang cukup signifikan, danjika perlu perlu dibuat tindakan-tindakan untuk mengoreksinya. VI. Pengaruh Kualitas Kualitas adalah elemen penting dalam operasi, selain itu kualitas juga memiliki beberapa pengaruh lain. Beberapa alasan yang membuat kualitas menjadi penting, yaitu sebagai berikut (Heizer, 2006): 1. Reputasi perusahaan. 2. Keandalan produk atau jasa. 3. Penurunan biaya.
  • 8. 8 4. Pertanggung jawaban produk atau jasa. 5. Peningkatan pangsa pasar. 6. Keterlibatan global 7. Penampilan produk atau jasa. Definisi kualitas sebagaimana yang diambil oleh American Society for Quality adalah keseluruhan karakteristik produk atau jasayang mampu memuaskan kebutuhan yang terlihat atau yang tersamar. Definisi kualitas terbagi atas beberapa kategori yaitu, definisi yang berbasis pengguna dengan arti kualitas bergantung pada pemirsa. Definisi yang berbasis manufaktur yaitu kualitas yang lebih tinggi dengan artikinerja yang lebih baik, fitur yang lebih baik dan perbaikan lainya yang terkadang memakan biaya (Heizer, 2006). VII. Konsep Dasar Pengendalian Kualitas Pengendalian kualiatas statistik adalah alat bantu manajemen untuk menjamin kualitas, karena pada dasarnya tidak ada dua produk yang dihasilkan oleh suatu proses produksi itu sama benar, tidak dapat dihindarkan adanya variasinya. Pengujian statistik diperlukan untuk menyelesaikan masalah seperti ini, dalam pengendalian kualitas statistik teknik-teknik tersebut diaplikasikan guna memeriksa dan menguji data untuk menentukan standar dan mengecek kesesuaian produk untuk mencapai operasi manufaktur yang maksimum, dan biasanya menghasilkan biaya kualitas yang lebih rendah dan menaikkan tingkat posisi kompetitif. Rancangan percobaan dapat digunakan dalam hubungannya dengan pengendalian proses statistik untuk meminimumkan variabilitas proses, yang menghasilkan produksi yang pada akhirnya bebas cacat (Purnomo, 2004). VIII. Keuntungan Pengendalian Kualitas Statistik Pengendalian kualitas statistik merupakan alat manajemen secara ilmiah. Beberapa keuntungan jika digunakan pengendalian kualitas statistik adalah sebagai berikut (Purnomo, 2004): 1. Perbandingan antara kualitas dan biaya. 2. Menjaga kualitas lebih seragam.
  • 9. 9 3. Penyediaan bahan baku yang lebih baik. 4. Penggunaan alat produksi yang lebih efisien. 5. Mengurangi kerja ulang atau pembuangan. 6. Memperbaiki hubungan produsen-konsumen. IX. Dimensi Kualitas Kualitas memiliki dimensi yang banyak, sehingga sulit mendefinisikannya. David Gorvin menyarankan delapan dimensi kualitas, yaitu sebagai berikut (Nasrullah, 1997): 1. Performansi atau prestasi dari fungsi yang diperlihatkan oleh produk. 2. Sifat-sifat khusus dan menarik minat (feature), yang menjadikan suatu produk unik dibandingkan dengan produk sejenis dari produsen lain. 3. Keandalan, kemampuan produk untuk tidak mogok dalam masa kerjanya. 4. Kecocokan dengan standar industri. 5. Kemudahan diperbaiki jika terjadi kerusakan. 6. Daya tahan produk terhadap waktu. 7. Keindahan penampilan. 8. Persepsi konsumen. X. Manajemen Kualitas Manajemen kualitas sangat berpengaruh besar terhadap produk yang akan diproduksi, Dr. Deming adalah pakar manajemen kualitas Amerika Serikat. Dr. Deming menyarankan 14 butir manajemen mutu sebagai berikut (Nasrullah, 1997): 1. Ciptakan stabilitas motivasi untuk memperbaiki produk, mempunyai daya saing, dan memberikan lapangan kerja. 2. Hilangkan ketergantungan pada pemeriksaan produk untuk mencapai produk bermutu. Hilangkan kebutuhan untuk inspeksi produk secara massal dengan membangun mutu sejak awal proses. 3. Akhiri kebiasaan menghargai bisnis atas dasar potongan harga.
  • 10. 10 4. Terus menerus perbaiki sistem produksi dan pelayanan, agar mutu dan produktifitas tentu diperbaiki, dan dengan demikian diupayakan tanpa henti penurunan ongkos. 5. Lembagakan pelatihan pada saat bekerja. 6. Lembagakan pengawasan. 7. Bersihkan rasa takut, sehingga setiap orang bekerja dengan efektif. 8. Hapus penghalang antar departemen. 9. Hilangkan slogan-slogan dan target-target yang harus dicapai para pekerja, jika tidak dilengkapi dengan cara-cara mencapainya. 10. Hilangkan standar kerja yang menyarankan angka target kerja bagi operator, ganti dengan pertolongan dan pengawasan. 11. Hapus penghalang antara pekerja tidak tetap dengan haknya untuk bangga dengan kemampuan kerjanya. 12. Lembagakan program ketat pendidikan dan pelatihan. 13. Letakkan setiap orang di perusahaan untuk bekerja melaksanakan pengubahan bahan baku menjadi barang jadi.
  • 11. 11 SEVEN TOOLS Seven tools adalah tujuh alat perbaikan mutu yang digunakan pada kegiatan siklus quality control.Tujuh Alat Dasar Quality Management merupakan pendekatan yang sangat praktis dan sangat mudah untuk diimplemantasikan, sehingga sangat layak untuk digunakan di tingkat pelaksana. Pada level yang lebih tinggi, pemecahan masalah tidak sekedar pada masalah yang sudah jelas diketahui, tetapi juga terhadap potensi masalah, atau terhadap kemungkinan akan munculnya masalah dari suatu program. Tujuh alat baru ini merupakan jawaban atas tuntutan di atas. Pengendalian Proses Statistik (Statistical Process Control) Statistik adalah seni pengambilan keputusan tentang suatu proses atau populasi berdasarkan suatu analisis informasi yang terkandung didalam suatu sampel dari populasi itu. Metode statistik memainkan peranan penting dalam jaminan kualitas. Metode statistik itu memberikan cara – cara pokok dalam pengambilan sampel produk, pengujian serta evaluasinya dan informasi didalam data itu digunakan untuk mengendalikan dan meningkatkan proses pembuatan. Lagipula statistik adalah bahasa yang digunakan oleh insinyur pengembangan, pembuatan, pengusahaan, manajemen, dan komponen – komponen fungsional bisnis yang lain untuk berkomunikasi tentang kualitas. (Montgomery, 1993) Untuk menjamin proses produksi dalam kondisi baik dan stabil atau produk yang dihasilkan selalu dalam daerah standar, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap titik origin dan hal-hal yang berhubungan, dalam rangka menjaga dan memperbaiki kualitas produk sesuai dengan harapan. Hal ini disebut Statistical Process Control (SPC).
  • 12. 12 Dalam pengendalian proses statistik dikenal adanya “seven tools”. Seven tools dari pengendalian proses statistik ini adalah metode grafik paling sederhana untuk menyelesaikan masalah. Seven tools tersebut adalah: 1. Lembar pengamatan (check sheet) 2. Stratifikasi (run chart) 3. Histogram 4. Grafik kendali (control chart) 5. Diagram pareto 6. Diagram sebab akibat (cause and effect diagram) 7. Affinity Diagram
  • 13. 13 CHECK SHEET check sheet dapat didefiniskan sebagai lembar yang dirancang sederhana berisi daftar hal-hal yang perlukan untuk tujuan perekaman data sehingga pengguna dapat mengumpulkan data dengan mudah, sistematis, dan teratur pada saat data itu muncul di lokasi kejadian. Data dalam check sheet baik berbentuk data kuantitatif maupun kualitatif dapat dianalisis secara cepat (langsung) atau menjadi masukan data untuk peralatan kualitas lain, misal untuk masukan data Pareto chart. Check sheet adalah alat bantu manajemen mutu sederhana yang bentuknya menyerupai tabel dan digunakan untuk mengoleksi data.Check sheet dalam pengertian yang sebenarnya tak lain adalah tempat menuliskan catatan tentang jumlah sesuatu, dimana jumlah tersebut diisikan satu demi satu, sehingga pada akhirnya dapat dijumlahkan nilai totalnya. Pengumpulan data menggunakan check sheet dapat diterapkan pada hampir semua jenis aktifitas yang bertujuan mencatat sejumlah data kategorik. Suatu form atau sheet sederhana berbentuk tabel yang memuat data kategorik, suatu tanda yang mirip angka 1 (atau garis lurus tegak = I) biasanya ditambahkan dan dituliskan pada tabel setiap kali data dari kategori tertentu muncul dalam pemeriksaan. Pembuatan check sheet bertujuan untuk memfasilitasi pengumpulan analisa data. Check sheet dapat dibuat kapan saja dibutuhkan adanya pencatatan data, meski demikian dalam penerapannya untuk tujuan manajemen mutu, perlu dilakukan analisa terlebih dahulu terhadap jenis kategorinya. Oleh karena itu dalam penyusunan check sheet perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini: 1. Tentukan tujuan pengumpulan data. 2. Lakukan terlebih dahulu brainstorming untuk menentukan jenis- jenis kategori yang perlu diamati.
  • 14. 14 3. Defenisikan tiap-tiap kategori dengan baik agar pengumpulan data dilakukan dengan konsisten. 4. Tentukan keadaan atau keterangan lain mengenai darimana data tersebut akan diperoleh, misalnya pada hari apa, shift berapa dan dimesin yang bagaimana. 5. Tentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan data 6. Buatlah petunjuk singkat tentang tata cara pengumpulan data dan sampaikan kepada penanggung jawab pengumpulan data beserta anggotanya yang terlibat. 7. Buatlah tabel check sheetnya berdasarkan jenis kategori yang telah ditentukan. 8. Lakukan uji coba pengumpulan data untuk memastikan bahwa semua data telah dimasukkan ke kategori yang sesuai. I. Kapan check sheet digunakan? Kapan kita menggunakan check sheet? Menurut Tague (2005) adalah sebagai berikut: 1. Ketika data dapat diamati dan dikumpulkan berulang kali oleh orang yang sama atau di lokasi yang sama. 2. Ketika mengumpulkan data mengenai frekuensi atau pola kejadian, masalah, cacat, lokasi cacat, penyebab cacat, dan sebagainya. 3. Ketika mengumpulkan data proses produksi. II. Prosedur check sheet Prosedur check sheet yang diuraikan oleh Tague (2005) adalah sebagai berikut: 1. Menentukan kejadian atau permasalahan apa yang akan diamati, kemudian kembangkan definisi operasional. 2. Menentukan kapan data akan dikumpulkan dan berapa lama.
  • 15. 15 3. Merancang form isi sedemikian rupa sehingga data dapat direkam dengan hanya memberikan tanda cek (V) atau tanda silang (X) atau simbol serupa sehingga data tidak perlu diperbanyak ulang untuk analisis. 4. Memberikan etiket setiap daerah kosong pada form. 5. Menguji check sheet secara singkat untuk memastikan ketepatan check sheet dalam mengumpulkan data yang diinginkan, juga memastikan apakah check sheet mudah digunakan atau tidak? 6. Merekam data pada check sheet setiap kali ditemukan kejadian atau masalah yang ditargetkan. III. Fungsi check sheet dalam pengendalian kualitas Menurut Ishikawa (1982), check sheet memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Pemeriksaan distribusi proses produksi (production process distribution checks) 2. Pemeriksaan item cacat (defective item checks) 3. Pemeriksaan lokasi cacat (defective location checks) 4. Pemeriksaan penyebab cacat (defective cause checks) 5. Pemeriksaan konfirmasi pemeriksaan (check-up confirmation checks) 6. Dan lain-lain.
  • 16. 16 Berdasarkan fungsinya kemudian dikenal beberapa model check sheet, yaitu sebagai berikut: 1. Process Distribution Check Sheet Check sheet ini mengukur frekuensi satu item di berbagai pengukuran, secara visual menunjukkan distribusi yang interpretasikan sebagai histogram-histogram, Gambar 1 di bawah ini menunjukan contoh process distribution check sheet. Gambar 1. Pemeriksaan Ketebalan Item dengan Process Distribution Check Sheet Seperti terlihat pada Gambar 1, analisis check sheet ini akan menggunakan teori kurva normal seperti yang ada dalam ilmu statistik. Ketika pengukuran selesai, pemeriksaan check sheet harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Apakah tanda cek membentuk kurva lonceng (kurva normal)? Apakah berbentuk miring (skewness )? Apakah ada lebih dari satu puncak? Apakah ada outlier? Apakah tanda cek jatuh seluruhnya diantara garis LSL (lower specification limit) dan USL (upper specification limit)? Atau sebagian besar tanda cek jatuh di luar garis LSL atau USL?
  • 17. 17 Jika terbukti data tidak normal atau jika data signifikan di dekat atau di luar garis LSL/USL, maka usaha improvement harus dilakukan untuk menghilangkan special cause of variation, yaitu: variasi yang terjadi karena faktor eksternal (dari luar sistem). 2. Defective Item Check Sheet Check sheet ini menghitung dan mengklasifikasikan cacat menurut jenisnya, seperti terlihat pada Gambar 2 di bawah ini. Hasil check sheet ini dapat dijadikan analisis Pareto, di mana data kemudian akan diurutkan dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil. Asumsi analisis Pareto adalah mengidentifikasi 20% penyebab masalah vital (ranking tertinggi) untuk mewujudkan 80% improvement secara keseluruhan. Gambar 2. Defective Item Check Sheet pada Final Inspection di Lini Sewing Pabrik Sepatu
  • 18. 18 3. Defect Location Check Sheet (atau Location Plot atau Concentration Diagram) Check sheet ini menggunakan gambar item untuk ditandai posisi cacatnya sehingga dapat diketahui di mana cacat terbanyak terjadi dalam proses, seperti terlihat pada Gambar 3 di bawah ini. Gambar 3. Defect Location Check Sheet untuk Upper Sepatu 4. Defective Cause Check Sheet Check sheet ini bertujuan untuk mengkorelasikan sebab dan akibat dengan memasukkan faktor-faktor penyebab yang mungkin, seperti waktu, operator, mesin, dan lokasi. Sebagai contoh lihat Gambar 4, nama-nama operator, jam sebelum makan siang, jam setelah makan siang, dan beberapa workstation dirangkum pada selembar check sheet dalam rangka mengidentifikasi trend di lintas kelompok. Contoh check sheet di bawah ini menunjukan bahwa jam setelah makan siang di workstation 2 tampak paling rentan terhadap cacat. Tindak lanjutnya adalah pada kebiasaan makan siang operator, ditambah pemeriksaan kondisi, perilaku operator, dan kinerja operasi di workstation 2 setelah jam makan siang.
  • 19. 19 Gambar 4. Defective Cause Check Sheet pada 2 Workstation 5. Check-up Confirmation Check Sheet (atau Checklist) Check sheet ini berisi daftar tindakan atau hasil tindakan yang akan dicentang ketika telah selesai dilakukan (lihat Gambar 5). Setelah selesai dicentang seluruhnya, check sheet ini menjadi semacam sertifikat penyelesaian. Di tempat kerja, saya sering membuat checklist sederhana pada sticky note (lihat Gambar 6), bagi saya ini membantu mengingat pekerjaan pokok saya yang kadang terlupakan akibat over-load pekerjaan atau karena ada tambahan project. Gambar 5. Check-up Confirmation Check Sheet pada Form Inspeksi SHAPE (Safety, Health, Attitude, People & Environment)
  • 20. 20 Gambar 6. Contoh Check List Sederhana
  • 21. 21 CONTOH – CONTOH PENGGUNAAN CHECK SHEET 1. Distribusi Proses Produksi Untuk mengetahui variasi dimensi, untuk macam tertentu komponen dengan spesifikasi permesinan 8,3 +/- 0,008.
  • 22. 22 2. Item yang rusak Digunakan pada proses pemeriksaan akhir dari produk plastik cetak tertentu. Untuk menunjukkan tipe rusak yang sering terjadi dan yang jarang terjadi. Dari data, 42 rusak dari sejumlah 1525 buah, jumlah total rusak 62, sebab kadang-kadang dua atau lebih rusak ditemukandalam sebuah produk.
  • 23. 23 3. Lokasi cacat Misal untuk mengurangi cacatluar tergores dan titik kotorpada sebuah produk, daricontoh dapat diamatidistribusi terjadinya cacat.Perbaikan mutu akanmeningkat sebabmenemukan sebab cacatmenjadi lebih mudah dankenapa terkonsentrasi padalokasi tersebut.
  • 24. 24 4. Sebab cacat Untuk mencatat rusak yang terjadi dalam knob bakelit, dengan memperhatikan kepada mesin, pekerja, hari dan tipe cacat. Analisa : pekerja B banyak menghasilkan lot cacat, pada hari Rabu semua pekerja banyak menghasilkan lot cacat (bisa disebabkan oleh bahan baku).
  • 25. 25 DAFTAR PUSTAKA Andy Hunt, Dave Thomas. 2003. Pragmatic Unit Testing In C# with Unit Test. First Printing, March 2004. United State Of America. http://www.balancedscorecard.org . Basic Tools For Improvement - Module 5 – Cause and Effect Diagram. http://www.dspace.fsktm.um.edu.my/bitstream/1812/193/8/8-ch6.pdf . Chapter Six - System Testing and Implementation http://www.elucidata.com/refs/sdlc.pdf . The Software Development Life Cycle For Small to Medium Database Application http://www.foundation.phccweb.org/Library/Articles/TQM.pdf . Total Quality Management - A Continuous Improvement Process http://www.the-happy-manager.com/seven-step-problem-solving.html . The 7 Step Problem Solving Method John D. McGregor, David A. Spikes. 2001. A Practical Guide To Testing Object Oriented Software. Addison-Wesley, 2001. United State Of Amerika Komite Penggerak SGA Pusat Asia Pulp And Paper. 1999. Total Quality Management Manual. Asia Pulp And Paper, 1999. Serpong.R. Venkat Rajendran. White Paper on Unit Testing.http://www.mobilein.com/whitepaperonunittesting.pdf Vincent Garspersz. 2001. Total Quality Management. PT. Gramedia Pustaka Utama, April 2002. Jakarta.