1. ManajemenKata manajemen berasal dari bahasa prancis kuno ménagement, yang memiliki arti senimelaksanakan dan mengatur (...
organisasi,c. Ilmu Manajemen: Teori ini mencoba mendekatkan masalah manajemen dan organisasi untukperusahaan secara umum d...
mesin atau peralatan pabrik dengan memperbaharui umur masa pakai dan kegagalan/kerusakanmesin. (Setiawan, 2008).Menurut Ja...
3.2 Tujuan PemeliharaanDengan adanya kegiatan pemeliharaan ini maka fasilitas atau peralatan perusahaan dapatdipergunakan ...
Menurut pendapat Agus (2002), fungsi pemeliharaan adalah agar dapat memperpanjang umurekonomis dari mesin dan peralatan pr...
Kegiatan ini merupakan kegiatan pemeliharaan yang sebenarnya, yaitu memperbaiki danmereparasi mesin-mesin dan peralatan. S...
maintenance, dan membangun kembali dan pemeriksaan berkala darurat (periodic rebuild andoverhauls).a. Darurat (emergency),...
Menurut Manahan (2004), dan Sofyan (2004), Dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaanterdapat 2 persoalan yang dihadapi oleh...
2) Apakah sebaiknya peralatan yang rusak diperbaiki dalam perusahaan atau di luar perusahaan.Dalam hal ini biaya-biaya yan...
d. Pemeliharaan prediktif (Predictive Maintenance): Pemeliharaan prediktif ini dilakukan untukmengetahui terjadinya peruba...
pada perawatan preventive adalah: inspeksi, pelumasan, perencanaan dan penjadwalan,pencatatan dan analisis, latihan bagi t...
Pemeliharaan terencana merupakan pemakaian yang paling tepat mengurangi keadaan daruratdan     waktu      nganggur       m...
3.8 Hubungan pemeliharaan dengan proses produksiPemeliharaan menyangkut juga terhadap proses produksi sehari-hari dalam me...
Dibawah ini diperlihatkan hubungan biaya pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)dan breakdown dengan total biaya....
Menurut Asyari, (2007) faktor-faktor yang dapat menimbulkan hambatan pekerjaan adalahsebagai                              ...
METODE MANAJEMEN PEMELIHARAANManajemen Pemeliharaan adalah pendekatan yang teratur dan sistematis untuk perencanaan,pengor...
tindakan pemeliharaan, yang mana sebenarnya adalah “nomaintenance”. Metode ini      merupakan manajemen pemeliharaan yang ...
Total Productive MaintenancePemeliharaan ini disebut-sebut sebagai pendekatan jepang untuk manajemen perawatan yangefektif...
2. Prinsip -Prinsip Dasar Pompa SentrifugalPrinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut:a. gaya sentrifug...
d. Posisi Poros :1) Poros tegak2) Poros mendatare. Jumlah Suction :1) Single Suction2) Double Suctionf. Arah aliran keluar...
3.4 Bagian-Bagian Utama Pompa SentrifugalSecara umum bagian-bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat seperti gambarber...
dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing juga memungkinkan porosuntuk dapat berputar dengan la...
tersebut”.Dalam persamaan Bernoulli,ada tiga macam head (energi) fluida dari sistem instalasialiran, yaitu, energi tekanan...
3.7 KecepatanSpesifik PompaPerformansi pompa sentrifugal (kecuali turbin regeneratif) dihubungkan pada suatu parameteryang...
3.8 KavitasiKavitasi adalah peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung uap di dalam cairan yang terjadiakibat turunnya tek...
memegang peran penting.Pertama,tekanan yang ditentukan oleh kondisi lingkungan dimanapompa dipasang,dan kedua,tekanan yang...
Harga hs adalah negatif (-) karena permukaan zat cair didalam tangki lebih tinggi dari pada sisiisap pompa.Pemasangan pomp...
putarannya.Agar pompa dapat bekerja tanpa mengalami kavitasi,maka harus dipenuhi syaratNPSH yang tersedia lebih besar dari...
   Sularso, Ir and Tahara Haruo, 1987, “Pompa dan Kompresor”, Jakarta: Penerbit Pradnya    Paramitha.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pemeliharaan (Maintenance)

22,758 views

Published on

  • Be the first to comment

Pemeliharaan (Maintenance)

  1. 1. 1. ManajemenKata manajemen berasal dari bahasa prancis kuno ménagement, yang memiliki arti senimelaksanakan dan mengatur (Wikipedia, 2009). Menurut Robbins (2007), mendefenisikanmanajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkordinasian, danpengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektief dan efisien. Efektifberarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanbataan, sementara efisien berartibahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorginisir, dan sesuai dengan jadwal.Defenisi Manajemen Manajemen berasal dari kata kerja To Manage berarti control.Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan mengendalikan, menangani atau mengelola.Selanjutnya kata benda manajemen atau management dapat mempunyai berbagai arti. (Herujito,2001).Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parkerfollet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjan melalui oranglain. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu prosesdengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.Manajemen menurut Pamela Lewis, (2004) dalam bukunya “management: challenges Fortomorrow’s Leaders”, yaitu: “management is the process of administering and coordinatingresources effectively and efficiently in an effort to achieve the goals of organitation ”.Manajemen merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalammengatur sumber daya – sumber daya yang dimilikinya agar dapat dikelola secara efektif danefisien untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.2. Teori ManajemenMenurut Herujito (2001), menguraikan gambaran dan 3 teori manajemen:a. Teori Klasik: Teori yang berusaha meningkatkan produktivitas tenaga kerja melaluipeningkatan efisiensi tenaga kerja,b. Aliran Perilaku: Teori ini muncul akibat ketidak mampuan teori klasik menjelaskanbagaimana efisiensi produksi dan keserasian kerja dapat dicapai dalam suatu perusahaan atau
  2. 2. organisasi,c. Ilmu Manajemen: Teori ini mencoba mendekatkan masalah manajemen dan organisasi untukperusahaan secara umum dengan membentuk matematik yang merupakan simulasi darimasalah yang terjadi.3. Fungsi ManajemenTeori manajemen menyatakan bahwa manajemen memiliki beberapa fungsi. Fungsi dalam hal iniadalah sejumlah kegiatan yang meliput i berbagai jenis pekerjaan yang dapat digolongkan dalamsatu kelompok sehingga membentuk suatu kesatuan administratif (Herujito, 2001).Untuk mencapai tujuannya organisasi memerlukan dukungan manajemen dengan fungsinyasesuai kebutuhan. Kegiatan fungsi-fungsi manajemen diperjelas secara ringkas, yaitu (Amsyah,2005): 1. Perencanaan (planning) adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan penyusunan tujuan dan menjabarkannya dalam bentuk perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut, 2. Pengorganisasian (organizing) adalah yang berkaitan dengan pengelompokan personel dan tugasnya untuk menjalankan pekerjaan sesuai tugas dan misinya, 3. Pengaturan personel (staffing) adalah yang berkaitan dengan bimbingan dan pengaturan kerja personel. Unit masing-masing manajemen sampai pada kegiatan, seperti seleksi, penempatan, pelatihan, pengembangan dan kompensasi, sebagai bagian dari bantuan unit pada unit personalia organisasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), 4. Pengarahan (directing) adalah yang berkaitan dengan kegiatan melakukan pengarahan- pengarahan, tugas-tugas, dan konstruksi, 5. Pengawasan (controlling) kegiatan yang berkaitan dengan pemeriksaan untuk menentukan apakah pelaksanaannya sudah dikerjakan sesuai dengan perencanaan, sudah sampai sejauh mana kemajuan yang dicapai, dan perencanaan yang belum mencapai kemajuan, serta melakukan koreksi bagi pelaksanaan yang belum terselasaikan.4. Pemeliharaan (Maintenance)3.1 Defenisi PemeliharaanPemeliharaan Mesin merupakan hal yang sering dipermasalahkan antara Bagian Pemeliharaandan Bagian Produksi. Karena Bagian Pemeliharaan dianggap yang memboroskan biaya, sedangBagian Produksi merasa yang merusakkan tetapi juga yang membuat uang (Ardhi, 2008).Pada umumnya sebuah produk yang dihasilkan oleh manusia, tidak ada yang tidak mungkinrusak, tetapi usia penggunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan perbaikan yang dikenaldengan pemeliharaan. (Anthony, 1992). Oleh karena itu, sangat dibutuhkan kegiatanpemeliharaan yang meliputi kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin yang digunakan dalamproses produksi.Kata pemeliharaan diambil dari bahasa yunani terein artinya merawat, menjaga, danmemelihara. Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukanuntuk menjaga suatu barang dalam, atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisaditerima. (Anthony, 1992). Untuk Pengertian Pemeliharaan lebih jelas adalah tindakan merawat
  3. 3. mesin atau peralatan pabrik dengan memperbaharui umur masa pakai dan kegagalan/kerusakanmesin. (Setiawan, 2008).Menurut Jay and Barry Render, (2001) dalam bukunya “operations Management” pemeliharaanadalah: “all activities involved in keeping a system’s equipment in working order” Segalaaktivitas yang didalamnya adalah untuk menjaga sebuah sistem peralatan agar pekerjaandapat sesuai dengan pesanan.Menurut Sehrawat dan Narang (2001), dalam bukunya “Production Management”, pemeliharaan(maintenance) adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan secara berurutan untuk menjaga ataumemperbaiki fasilitas yang ada sehingga sesuai dengan standar (sesuai dengan standarfungsional dan kualitas).Menurut Sofyan (2004), pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjagafasilitas atau peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian atau penggantianyang diperlukan agar supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuaidengan apa yang direncanakan.Sedangkan menurut Manahan (2004), Pemeliharaan merupakan semua aktivitas termasukmenjaga peralatan dan mesin selalu dapat melaksanakan pesanan pekerjaan.Dari beberapa pendapat di atas bahwa dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemeliharaandilakukan untuk merawat ataupun memperbaiki peralatan perusahaan agar dapat melaksanakanproduksi dengan efektif dan efisien sesuai dengan pesanan yang telah direncanakan atauditentukan oleh perusahaan dengan hasil produksi yang berkualitas. (Sumber: Heizer, Jay and Render, Barry, (2001), operation management, practice hall, sixth edition)
  4. 4. 3.2 Tujuan PemeliharaanDengan adanya kegiatan pemeliharaan ini maka fasilitas atau peralatan perusahaan dapatdipergunakan untuk kegiatan produksi sesuai dengan rencana, dan tidak mngalami kerusakanselama fasilitas/peralatan perusahaan tersebut dipergunakan selama proses produksi. Olehkarena itu, suatu kalimat yang perlu diketahui oleh orang pemeliharaan dan bagian lainnya bagisuatu pabrik adalah pemeliharaan (maintenance) murah sedangkan perbaikan (repair) mahal.(Setiawan, 2008).Menurut Asyari (2007), dalam bukunya manajemen pemeliharaan mesinTujuan pemeliharaan yang utama dapat didefenisikan sebagai berikut:a. Untuk memperpanjang kegunaan asset,b. Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi danmendapatkan laba investasi maksimum yang mungkin,c. Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalamkeadaan darurat setiap waktu,d. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana tersebut.Menurut Sofyan (2004), tujuan pemeliharaan yaitu:a. Kemampuan produksi dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan rencana produksi,b. Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produkitu sendiri dan kegiatan produksi yang tidak terganggu,c. Untuk membantu mengurangi pemakaian dan penyimpangan yang di luar batas dan menjagamodal yang di investasikan tersebut,d. Untuk mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakankegiatan pemeliharaan secara efektif dan efisien,e. Menghindari kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja,f. Mengadakan suatu kerja sama yang erat dengan fungsi-fungsi utama lainnya dari suatuperusahaan dalam rangka untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu tingkat keuntungan(return on investment) yang sebaik mungkin dan total biaya yang terendah.Sedangkan menurut Keith (2002), dalam bukunya An introduction to predictive maintenancemenjelaskan adapun tujuan dari di lakukannya pemeliharaan antara lain adalah sebagai berikut:a. Menjamin tersedianya peralatan atau mesin dalam kondisi yang mampu memberikankeuntungan,b. Menjamin kesiapan peralatan cadangan dalam situasi darurat, misalnya sistem pemadamkebakaran, pembangkit listrik, dan sebagainya,c. Menjamin keselamatan manusia yang menggunakan peralatan,d. Memperpanjang masa pakai peralatan atau paling tidak menjaga agar masa pakai peralatantersebut tidak kurang dari masa pakai yang telah di jamin oleh pembuat peralatan tersebut.3.3 Fungsi pemeliharaan
  5. 5. Menurut pendapat Agus (2002), fungsi pemeliharaan adalah agar dapat memperpanjang umurekonomis dari mesin dan peralatan produksi yang ada serta mengusahakan agar mesin danperalatan produksi tersebut selalu dalam keadaan optimal dan siap pakai untuk pelaksanaanproses produksi.Keuntungan yang akan diperoleh dengan adanya pemeliharaan yang baik terhadap mesin, adalahsebagai berikut (Agus, 2002):a. Mesin dan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapatdipergunakan dalam jangka waktu panjang,b. Pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkut an berjalan dengan lancar,c. Dapat menghindarkan diri atau dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya kemungkinankerusakan-kerusakan berat dari mesin dan peralatan produksi selama proses produksi berjalan,d. Peralatan produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses danpengendalian kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula,e. Dapat dihindarkannya kerusakan-kerusakan total dari mesin dan peralatan produksi yangdigunakan,f. Apabila mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan bakudapat berjalan normal,g. Dengan adanya kelancaran penggunaan mesin dan peralatan produksi dalam perusahaan,maka pembebanan mesin dan peralatan produksi yang ada semakin baik.3.4 Kegiatan-kegiatan pemeliharaanKegiatan pemeliharaan dalam suatu perusahaan menurut Manahan (2004), meliputi berbagaikegiatan sebagai berikut:a. Inspeksi (inspection)Kegiatan inspeksi meliputi kegiatan pengecekan atau pemeriksaan secara berkala dimanamaksud kegiatan ini adalah untuk mengetahui apakah perusahaan selalu mempunyai peralatanatau fasilitas produksi yang baik untuk menjamin kelancaran proses produksi. Sehingga jikaterjadinya kerusakan, maka segera diadakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan sesuaidengan laporan hasil inspeksi, dan berusaha untuk mencegah penyebab timbulnya kerusakandengan melihat sebab- sebab kerusakan yang diperoleh dari hasil inspeksi.b. Kegiatan teknik (Engineering)Kegiatan ini meliputi kegiatan percobaan atas peralatan yang baru dibeli, dan kegiatan-kegiatanpengembangan peralatan yang perlu diganti, serta melakukan penelitian-penelitian terhadapkemungkinan pengembangan tersebut. Dalam kegiatan inilah dilihat kemampuan untukmengadakan perubahan-perubahan dan perbaikan- perbaikan bagi perluasan dan kemajuan darifasilitas atau peralatan perusahaan. Oleh karena itu kegiatan teknik ini sangat diperlukanterutama apabila dalam perbaikan mesin-mesin yang rusak tidak di dapatkan atau diperolehkomponen yang sama dengan yang dibutuhkan.c. Kegiatan produksi (Production)
  6. 6. Kegiatan ini merupakan kegiatan pemeliharaan yang sebenarnya, yaitu memperbaiki danmereparasi mesin-mesin dan peralatan. Secara fisik, melaksanakan pekerjaan yang disarankanatau yang diusulkan dalam kegiatan inspeksi dan teknik, melaksanakan kegiatan service danperminyakan (lubrication). Kegiatan produksi ini dimaksudkan untuk itu diperlukan usaha-usahaperbaikan segera jika terdapat kerusakan pada peralatan.d. Kegiatan administrasi (Clerical Work)Pekerjaan administrasi ini merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan-pencatatanmengenai biaya-biaya yang terjadi dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan pemeliharaandan biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan pemeliharaan, komponen (spareparts)yang di butuhkan, laporan kemajuan (progress report) tentang apa yang telah dikerjakan . waktudilakukannya inspeksi dan perbaikan, serta lamanya perbaikan tersebut, komponen (spareparts)yag tersedia di bagian pemiliharaan. Jadi, dalam pencatatan ini termasuk penyusunan planningdan scheduling, yaitu rencana kapan suatu mesin harus dicek atau diperiksa, diminyaki atau diservice dan di resparasi.e. Pemeliharaan Bangunan (housekeeping)Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk menjaga agar bangunan gedung tetap terpelihara danterjamin kebersihannya.3.5 Struktur Organisasi Pemeliharaan (Maintenance Organization structure)Praktek terbaik untuk struktur organisasi pemeliharaan secara langsung tergantung pada unsur-unsur seperti rencana operasi pekerjaan, jenis pekerjaan pemeliharaan, dan sejenisnya. (Keith,2002).3.5.6 Rencana operasi pekerjaan (operation business plan)Organisasi pemeliharaan harus di tetapkan untuk memenuhi tuntutan dari fungsi operasi. Sebagaicontoh, sebuah perusahaan akan di operasikan 24 jam per hari, 7 hari per minggu memerlukanstruktur organisasi pemeliharaan yang dapat mendukung modus atau cara operasi. Tenagakerja pemeliharaan harus di distribusikan untuk mendukung operasi terus-menerus danmempunyai penjadwalan dan perencanaan yang efektif dapat mengambil keuntungan dari“jendela peluang”, misalnya, periode ketika permintaan izin produksi mempertahankan aktifitaspemeliharaan. Di sisi lain, ketika siklus produksi 24 jam per hari, 5 hari per minggu, organisasipemeliharaan harus di wujudkan untuk mendapatkan keuntungan penuh dari jendela 2 hari,misalnya, akhir pekan, untuk melakukan mempertahankan pemeliharaan.3.5.7 Jenis pekerjaan pemeliharaan (maintenance work types)Sebuah keefektikfan organisasi pemeliharaan harus di susun untuk menyediakan tingkat batasdari pemeliharaan yang berbeda dengan jenis pekerjaan. Minimal, organisasi pemeliharaan harusdi wujudkan untuk menyediakan tindakan efektif, dukungan kualitas untuk 3 jenis atauklasifikasi pekerjaan utama, yaitu, pemeliharaan darurat (emergency maintenance), preventive
  7. 7. maintenance, dan membangun kembali dan pemeriksaan berkala darurat (periodic rebuild andoverhauls).a. Darurat (emergency), semua organisasi pemeliharaan harus memberikan respon yang tepatwaktu kepada permintaan darurat bekerja tanpa dapat mempengaruhi kemampuan untuk secaraefektif. Memanfaatkan tenaga kerja atau berdampak negative terhadap biaya perawatan total.Dalam kebanyakan kasus, ini membutuhkan struktur organisasi yang mendedikasikan sebagiankecil tenaga kerja, serta perencanaan dan dukungan pengawasan untuk bekerja tanggapdarurat.b. Preventive Maintenance, pemeliharaan pencegahan merupakan syarat mutlak kehandalanasset dan manajemen asset yang efektif biaya siklus hidup. Sebuah organisasi perawatan yangefektif harus mendedikasikan sebagai tenaga kerja tersebut, serta merencanakan dan dukunganpengawasan untuk konsisten, tepat waktu pelaksanaan kegiatan pemeliharaan prefentif(preventive maintenance).c. Membangun kembali dan pemeriksaan berkala (periodic rebuild and overhauls), tanpakecuali asset produksi membutuhkan overhauls berkala atau membangun kembali untukmenggantikan bagian di pakai, komponen hingga-hidup dan untuk menjamin bahwa tingkatkeandalan di terima secara konsisten dipelihara. Karena kewajiban atau resiko, serta tingkatkeahlian yang lebih tinggi terkait dengan membangun kembali atau overhauls aktiva modal,struktur organisasi harus memastikan bahwa kualitas terbaik dimanfaatkan untuk jenis pekerjaan.d. Pertimbangan lain, yang harus di perhatikan antara lain adalah:1) Eksekusi kerja2) Perencanaan dan penjadwalan,3) Pusat dan daerah tugas yang seimbang untuk tingkat kesehatan ekonomi,4) Ketika salah satu komponen dari setiap memaksimalkan organisasi, organisasibagian pengoptimisasian,5) Perencanaan dan penjadwalan adalah kuncinya,6) Penerapan pengetahuan teknis,7) Pertimbangkan sifat dari pekerjaan perawatan dan pengendaliannya,8) Pertimbangkan dampak kemajuan teknis pada sifat pemeliharaan dan tugas produksi,9) Organisasi dimasa depan,10) Meliputi pemenuhan pekerjaan,11) Merasionalisasi pergeseran jadwal pemeliharaan,12) Jadwal off-shift,13) Shift utama pemeliharaan,14) Split shift diperlukan.Apapun yang digunakan organisasi harus selalu ada diagram organisasi mutakhir, dan lengkappenjelasannya yang mendefenisikan semua departemen dan pelaporan pemeliharaan hubunganpengendalian, dan setiap hubungan untuk departemen lain. Organisasi harus secara jelasmenunjukkan tanggung jawab untuk tiga tanggapan dasar perawatan: rutin, darurat, dan backlog.3.6 Masalah efisiensi pada pemeliharaan
  8. 8. Menurut Manahan (2004), dan Sofyan (2004), Dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaanterdapat 2 persoalan yang dihadapi oleh suatu perusahaan yaitu persoalan teknis danpersoalan ekonomis.a. Persoalan teknisDalam kegiatan pemeliharaan suatu perusahaan merupakan persoalan yang menyangkut usaha-usaha untuk menghilangkan kemungkinan–kemungkinan yang menimbulkan kemacetan yangdisebabkan karena kondisi fasilitas produksi yang tidak baik. Tujuan untuk mengatasi persoalanteknis ini adalah untuk dapat menjaga atau menjamin agar produksi perusahaan dapat berjalandengan lancar. Maka dalam persoalan teknis perlu diperhatikan hal-hal berikut: 1. Tindakan apa yang harus dilakukan untuk memelihara atau merawat peralatan yang ada, dan untuk memperbaiki atau meresparasi mesin-mesin atau peralatan yang rusak, 2. Alat-alat atau komponen-komponen apa yang dibutuhkan dan harus disediakan agar tindakan-tindakan pada bagian pertama diatas dapat dilakukan.Jadi, dalam persoalan teknis ini adalah bagaimana cara perusahaan agar dapat mencegah ataupunmengatasi kerusakan mesin yang mungkin saja dapat terjadi, sehingga dapat mengganggukelancaran proses produksi.b. Persoalan ekonomisDalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan disamping persoalaan teknis, ditemui pulapersoalan ekonomis. Persoalan ini menyangkut bagaimana usaha yang harus dilakukan agarkegiatan pemeliharaan yang dibutuhkan secara teknis dapat dilakukan secara efisien. Jadi yangditekankan pada persoalan ekonomis adalah bagaimana melakukan kegiatan pemeliharaan agarefisien, dengan memperhatikan besarnya biaya yang terjadi dan tentunya alternatif tindakan yangdipilih untuk dilaksanakan adalah yang menguntungkan perusahaan. Adapun biaya-biaya yangterdapat dalam kegiatan pemeliharaan adalah biaya-biaya pengecekan, biaya penyetelan, biayaservice, biaya penyesuaian, dan biaya perbaikan atau resparasi. Perbandingan biaya yang perludilakuka n antara lain untuk menentukan:1) Apakah sebaiknya dilakukan pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) ataukahpemeliharaan korektif (Corrective maintenance) saja. Dalam hal ini biaya-biaya yang perludiperbandingkan adalah:  Jumlah biaya-biaya perbaikan yang diperlukan akibat kerusakan yang terjadi karena tidak adanya pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance), dengan jumlah biaya-biaya pemeliharaan dan perbaikan yang diperlukan akibat kerusakan yang terjadi walaupun telah diadakan pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance), dalam jangka waktu tertentu.  Jumlah biaya-biaya pemeliharaan dan perbaikan yang akan dilakukan terhadap suatu peralatan dengan harga peralatan tersebut,  Jumlah biaya-biaya pemeliharaan dan perbaikan yang dibutuhkan oleh suatu peralatan dengan jumlah kerugian yang akan di hadapi apabila peralatan tersebut rusak dalam operasi produksi,
  9. 9. 2) Apakah sebaiknya peralatan yang rusak diperbaiki dalam perusahaan atau di luar perusahaan.Dalam hal ini biaya-biaya yang perlu diperbandingkan adalah jumlah biaya yang akandikeluarkan untuk memperbaiki peralatan tersebut di bengkel perusahan sendiri dengan jumlahbiaya perbaikan tersebut di bengkel perusahaan lain. Disamping perbandingan kualitas danlamanya waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaannya,3) Apakah sebaiknya peralatan yang rusak diperbaiki atau diganti. Dalam hal ini biaya-biayaperlu diperbandingkan adalah:  Jumlah biaya perbaikan dengan harga pasar atau nilai dari peralatan tersebut,  Jumlah biaya perbaikan dengan harga peralatan yang sama di pasar.Dari keterangan diatas, dapatlah diketahui bahwa walaupun secara teknis pemeliharaanpencegahan (preventive maintenance) penting dan perlu dilakukan untuk menjaminbekerjanya suatu mesin atau peralatan. Akan tetapi secara ekonomis belum tentu selamanyapemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) yang terbaik dan perlu diadakan untuk setiapmesin atau peralatan. Hal ini karena dalam menentukan mana yang terbaik secara ekonomis.Apakah pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) ataukah pemeliharaan korektif(Corrective Maintenance) saja. Harus dilihat faktor-faktor dan jumlah biaya yang akan terjadi.Disamping itu harus pula dilihat, apakah mesin atau peralatan itu merupakan strategic point ataucritical unit dalam proses produksi ataukah tidak, jika mesin atau peralatan tersebut merupakanstrategic point atau critical unit, maka sebaiknya di adakan pemeliharaan pencegahan (preventivemaintenance) untuk mesin atau peralatan itu. Hal ini dikarenakan apabila terjadi kerusakan yangtidak dapat diperkirakan, maka akan mengganggu seluruh rencana produksi.3.7 Jenis dan Klasifikasi Pemeliharaan3.7.1 Jenis-jenis PemeliharaanMenurut Asyari (2007), dalam bukunya Manajemen pemeliharaan mesin membagi pemeliharaanmenjadi:a. Pemeliharaan pencegahan (Preventive Maintenance) : Pemeliharaan pencegahan adalahpemeliharaan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau cara pemeliharaan yangdirencanakan untuk pencegahan. Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk inspeksi,perbaikan kecil, pelumasan dan penyetelan, sehingga peralatan atau mesin-mesin selamaberoperasi terhindar dari kerusakan.b. Pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance): Pemeliharaan korektif adalah pekerjaanpemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi fasilitas atauperalatan sehingga mencapai standar yang dapat di terima. Dalam perbaikan dapat dilakukanpeningkatan- peningkatan sedemikian rupa, seperti melakukan perubahan atau modifikasirancangan agar peralatan menjadi lebih baik,c. Pemeliharaan berjalan (Running Maintenance): Pemeliharaan ini dilakukan ketika fasilitasatau peralatan dalam keadaan bekerja. Pemeliharan berjalan diterapkan pada peralatan-peralatanyang harus beroperasi terus dalam melayani proses produksi,
  10. 10. d. Pemeliharaan prediktif (Predictive Maintenance): Pemeliharaan prediktif ini dilakukan untukmengetahui terjadinya perubahan atau kelainan dalam kondisi fisik maupun fungsi dari sistemperalatan. Biasanya pemeliharaan prediktif dilakukan dengan bantuan panca indra atau alat-alatmonitor yang canggih,e. Pemeliharaan setelah terjadi kerusakan (Breakdown Maintenance): Pekerjaan pemeliharaanini dilakukan ketika terjadinya kerusakan pada peralatan, dan untuk memperbaikinya harusdisiapkan suku cadang, alat-alat dan tenaga kerjanya,f. Pemeliharaan Darurat (Emergency Maintenance): Pemeliharan ini adalah pekerjaanpemeliharaan yang harus segera dilakukan karena terjadi kemacetan atau kerusakan yang tidakterduga.g. Pemeliharaan berhenti (shutdown maintenance): Pemeliharaan berhenti adalah pemeliharaanyang hanya dilakukan selama mesin tersebut berhenti beroperasi,h. Pemeliharaan rutin (routine maintenance): Pemeliharaan rutin adalah pemeliharaan yangdilaksanakan secara rutin atau terus-menerus,i. Design out maintenance adalah merancang ulang peralatan untuk menghilangkan sumberpenyebab kegagalan dan menghasilkan model kegagalan yang tidak lagi atau lebih sedikitmembutuhkan maintenance.3.7.2 Klasifikasi PemeliharaanSecara umum, ditinjau dari saat pelaksanaan Pekerjaan pemeliharaan dikategorikan dalam duacara, yaitu (Anthony, 1992):1) Pemeliharaan terencana (planned maintenance):Pemeliharaan terencana adalah pemeliharaan yang dilakukan secara terorginir untukmengantisipasi kerusakan peralatan di waktu yang akan datang, pengendalian dan pencatatansesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. (Anthony, 1992).Menurut Anthony (1992), Pemeliharaan terencana dibagi menjadi dua aktivitas utama yaitu:a. Pemeliharaan pencegahan (Preventive Maintenance)Pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) adalah inspeksi periodik untuk mendeteksikondisi yang mungkin menyebabkan produksi berhenti atau berkurangnya fungsi mesindikombinasikan dengan pemeliharaan untuk menghilangkan, mengendalikan, kondisi tersebutdan mengembalikan mesin ke kondisi semula atau dengan kata lain deteksi dan penanganandiri kondisi abnormal mesin sebelum kondisi tersebut menyebabkan cacat atau kerugian.(Setiawan, 2008).Menurut Jay dan Barry Render,(2001) dalam bukunya “Operations Management”, preventivemaintenance adalah: “A plan that involves routine inspections, servicing, and keeping facilitiesin good repair to prevent failure”Sebuah perencanaan yang memerlukan inspeksi rutin, pemeliharaan dan menjaga agar fasilitasdalam keadaan baik sehingga tidak terjadi kerusakan di masa yang akan datang. Pekerjaan dasar
  11. 11. pada perawatan preventive adalah: inspeksi, pelumasan, perencanaan dan penjadwalan,pencatatan dan analisis, latihan bagi tenaga pemeliharaan, serta penyimpanan suku cadang.sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan dapat terpenuhipengunaannya. (Daryus ,2007).Menurut Dhillon (2006), dalam bukunya “maintainability, maintenance, and reliability forengineers” ada 7 elemen dari pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance) yaitu:1) Inspeksi: memeriksa secara berkala (periodic) bagian-bagian tertentu untuk dapat dipakaidengan membandingkan fisiknya, mesin, listrik, dan karakteristik lain untuk standar yang pasti,2) Kalibrasi: mendeteksi dan menyesuaikan setiap perbedaan dalam akurasi untuk material atauparameter perbandingan untuk standar yang pasti,3) Pengujian: pengujian secara berkala (periodic) untuk dapat menentukan pemakaiandan mendeteksi kerusakan mesin dan listrik,4) Penyesuaian: membuat penyesuaian secara periodik untuk unsur variabel tertentu untukmencapai kinerja yang optimal,5) Servicing: pelumasan secara periodik, pengisian, pembersihan, dan seterusnya, bahan ataubarang untuk mencegah terjadinya dari kegagalan yang baru,6) Instalasi: mengganti secara berkala batas pemakaian barang atau siklus waktu pemakaian ataumemakai untuk mempertahankan tingkat toleransi yang ditentukan,7) Alignment: membuat perubahan salah satu barang yang ditentukan elemen variabeluntuk mencapai kinerja yang optimal.b. Pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance)Pemeliharaan secara korektif (corrective maintenance) adalah pemeliharaan yang dilakukansecara berulang atau pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki suatu bagian (termasukpenyetelan dan reparasi) yang telah terhenti untuk memenuhi suatu kondisi yang bisa diterima.(Anthony, 1992). Pemeliharaan ini meliput i reparasi minor, terutama untuk rencana jangkapendek, yang mungkin timbul diantara pemeriksaan, juga overhaul terencana.Menurut Jay dan Barry Render, 2001 pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance)adalah: “Remedial maintenance that occurs when equipment fails and must be repaired onan emergency or priority basis”Pemeliharaan ulang yang terjadi akibat peralatan yang rusak dan harus segera diperbaiki karenakeadaan darurat atau karena merupakan sebuah prioritas utama.Menurut Dhillon (2006), Biasanya, pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance) adalahpemeliharaan yang tidak direncanakan, tindakan yang memerlukan perhatian lebih yang harusditambahkan, terintegrasi, atau menggantikan pekerjaan telah dijadwalkan sebelumnya.Oleh karena itu, Dalam pelaksanaan pemeliharaan antara terencana yang harus diperhatikanadalah jadwal operasi pabrik, perencanaan pemeliharaan, sasaran perencanaan pemeliharaan,faktor-faktor yang diperhatikan dalam perencanaan pekerjaan pemeliharaan, sistem organisasiuntuk perencanaan yang efektif, dan estimasi pekerjaan. (Asyari, 2007). Jadi,
  12. 12. Pemeliharaan terencana merupakan pemakaian yang paling tepat mengurangi keadaan daruratdan waktu nganggur mesin. Adapun keuntungan lainnya yaitu:a. Pengurangan pemeliharaan darurat,b. Pengurangan waktu nganggur,c. Menaikkan ketersediaan (availability) untuk produksid. Meningkatkan penggunaan tenaga kerja untuk pemeliharaan dan produksi,e. Memperpanjang waktu antara overhaulf. Pengurangan penggantian suku cadang, membantu pengendalian sediaan,g. Meningkatkan efisiensi mesin,h. Memberikan pengendalian anggaran dan biaya yang bisa diandalkan,i. Memberikan informasi untuk pertimbangan penggantian mesin.2) Pemeliharaan tak terencana (unplanned maintenance)Pemeliharaan tak terencana adalah yaitu pemeliharaan darurat, yang didefenisikan sebagaipemeliharaan dimana perlu segera dilaksanakan tindakan untuk mencegah akibat yang serius,misalnya hilangnya produksi, kerusakan besar pada peralatan, atau untuk keselamatan kerja.(Anthony, 1992).Pada umumnya sistem pemeliharaan merupakan metode tak terencana, dimana peralatan yangdigunakan dibiarkan atau tanpa disengaja rusak hingga akhirnya, peralatan tersebut akandigunakan kembali maka diperlukannya perbaikan atau pemeliharaan.Secara skematik dapat dilihat sesuai diagram alir proses suatu perusahaan untuk sistempemeliharaan dibawah ini. (Sumber: Corder, Anthony, (1992), Teknik Manajemen Pemeliharaan, Erlangga)
  13. 13. 3.8 Hubungan pemeliharaan dengan proses produksiPemeliharaan menyangkut juga terhadap proses produksi sehari-hari dalam menjaga agar seluruhfasilitas dan peralatan perusahaan tetap berada pada kondisi yang baik dan siap selalu untukdigunakan. Kegiatan hendaknya tidak mengganggu jadwal produksi.Menurut Sofyan, (2004) agar proses produksi berjalan dengan lancar, maka kegiatanpemeliharaan yang harus dijaga dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menambah jumlah peralatan dan perbaikan para pekerja bagian pemeliharaan, dengan demikian akan di dapat waktu rata-rata kerusakan dari mesin yang lebih kecil, 2. Menggunakan pemeliharaan pencegahan, karena dengan cara ini dapat mengganti parts yang sudah dalam keadaan kritis sebelum rusak, 3. Di adakannya suatu cadangan di dalam suatu sistem produksi pada tingkat kritis, sehingga mempunyai suatu tempat paralel apabila terjadi kerusakan mendadak. Dengan adanya suku cadangan ini, tentu akan berarti adanya kelebihan kapasitas terutama untuk tingkat kritis tersebut, sehingga jika ada mesin yang mengalami kerusakan, perusahaan dapat berjalan terus tanpa menimbulkan adanya kerugian karena mesin-mesin menganggur, 4. Usaha-usaha untuk menjadikan para pekerja di bidang pemeliharaan ini sebagai suatu komponen dari mesin-mesin yang ada, dan untuk menjadikan mesin tersebut sebagai suatu komponen dari suatu sistem produksi secara keseluruhan, 5. Mengadakan percobaan untuk menghubungkan tingkat-tingkat sistem produksi lebih cermat dengan cara mengadakan suatu persediaan cadangan diantara berbagai tingkat produksi yang ada, sehingga terdapat keadaan dimana masing- masing tingkat tersebut tidak akan sangat tergantung dari tingkat sebelumnya.3.9 Hubungan kegiatan pemeliharaan dengan biayaTujuan utama manajemen produksi adalah mengelola penggunaan sumber daya berupa faktor-faktor produksi yang tersedia baik berupa bahan baku, tenaga kerja, mesin dan fasilitas produksiagar proses produksi berjalan dengan efektif dan efisien. pada saat ini perusahaan-perusahaanyang melakukan kegiatan pemeliharaan harus mengeluarkan biaya pemeliharaan yang tidaksedikit.Menurut Mulyadi (1999), dalam bukunya akuntansi biaya, biaya dari barang yang diproduksiterdiri dari:a. Direct Material Used (biaya bahan baku langsung yang digunakan),b. Direct manufacturing Labor (biaya tenaga kerja langsung),c. Manufacturing Overhead (biaya overhead pabrik).Permasalahan yang sering dihadapi seorang manajer produksi adalah bagaimana menentukanuntuk melakukan kebijakan pemeliharaan baik untuk pencegahan maupun setelah terjadinyakerusakan, dari kebijakan itulah nantinya akan mempengaruhi terhadap pembiayaan. Oleh karenaitu, seorang manajer produksi harus mengetahui hubungan kebijakan pemeliharaan dengan biayayang ditimbulkan sehingga tidak salah dalam mengambil kebijakan tentang pemeliharaan.
  14. 14. Dibawah ini diperlihatkan hubungan biaya pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance)dan breakdown dengan total biaya. (Sumber: Heizer, Jay and Render, Barry, (2001), Operation Management, Prentice Hall, sixt Edition)Gambar diatas menunjukkan hubungan tradisional antara pemeliharaan pencegahan (preventivemaintenance) dengan pemeliharaan breakdown (breakdown maintenance) yang menjelaskanbahwa manajer operasi harus bisa mempertimbangkan keseimbangan antara kedua biaya. Disatu pihak, dengan menempatkan sumber daya pada kegiatan pemeliharaan pencegahan akanmengurangi jumlah kemacetan. Sama halnya dengan mengurangi pemeliharaan breakdown biayaakan lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pemeliharaan pencegahan. Di waktuyang sama kurva total biaya akan menaik.3.10 Faktor penghambat dalam melaksanakan kerja
  15. 15. Menurut Asyari, (2007) faktor-faktor yang dapat menimbulkan hambatan pekerjaan adalahsebagai berikut:1. Menunggu order yang terlalu lama,2. Mengunjungi suatu tempat untuk mengetahui apa yang harus di lakukan,3. Mengadakan perjalanan yang tidak perlu,4. Banyaknya perjalanan untuk mengambil dan mengembalikan alat,5. Terlalu banyaknya pekerja yang turut campur tangan pada pekerjaan yang sebenarnyadapat lebih mudah di tangani oleh sedikit pekerja,6. Menunggu selesainya pekerjaan dari jenis keterampilan lain,7. Mencari tempat kerja,8. Mencoba untuk memperbaiki informasi yang tidak jelas,9. Hilangnya waktu karena pembatalan order,10. Tidak tersedianya material yang di butuhkan.3.11 Analisa kebijakan PemeliharaanDengan demikian metode yang digunakan untuk memelihara mesin dalam perusahaan adalahmetode probabilitas untuk menganalisa biaya. Menurut Handoko (1999), Langkah-langkahperhitungan biaya pemeliharaan adalah:a. Menghitung rata-rata umur mesin sebelum rusak atau rata-rata mesin hidup dengan cara:Rata-rata mesin hidup =∑ (bulan sampai terjadinya kerusakan setelah perbaika n X probabilitas terjadinya kerusakan)b. Menghitung biaya yang dikeluarkan jika melaksanakan kebijakan pemeliharaan breakdown:c. Menghitung biaya yang dikeluarkan jika melaksanakan kebijakan pemeliharaan preventive:Untuk menentukan biaya pemeliharaan preventive meliputi pemeliharaan setiap satu bulan, duabulan, tiga bulan dan seterusnya, harus dihitung perkiraan jumlah kerusakan mesin dalam suatuperiode.Rumusnya adalah:
  16. 16. METODE MANAJEMEN PEMELIHARAANManajemen Pemeliharaan adalah pendekatan yang teratur dan sistematis untuk perencanaan,pengorganisasian, monitoring dan evaluasi kegiatan pemeliharaan dan biaya. Sebuah sistemmanajemen pemeliharaan yang baik digabungkan dengan pengetahuan dan staf pemeliharaanmampu dapat mencegah masalah-masalah kesehatan dan keselamatan dan kerusakanlingkungan; menghasilkan aset hidup dengan lebih sedikit gangguan dan mengakibatkan biayaoperasi yang lebih rendah dan kualitas hidup yang lebih tinggi.Menurut Margono, (2006) metode manajemen pemeliharaan di lihat dari beberapa hal sebagaiberikut: 1. Permohonan pemeliharaan, Sebagai persyaratan untuk perencanaan fungsi pemeliharaan, karena perlu utuk mengetahui secara tepat tentang apa yang harus di kerjakan, apa yang sedang di kerjakan dan berapa lama setiap bertugas/pekerjaan tersebut di kerjakan. Permintaan dari pengawas bagian produksi untuk pelayanan yang dilakukan oleh petugas-petugas pemeliharaan harus mendapat prioritas prhatian meskipun dalam pengalaman menunjukkan bahwa hampir seluruh pekerjaan pemeliharaan dapat di rencanakan sebelumnya, dalam jangka pendek dan kenyataan bahwa prioritas utama jauh lebih kecil dari yang di perkirakan. 2. Permintaan pemeliharaan atau perbaikan,Permintaan pemeliharaan atau perbaikan atas pekerjaan yang salah satu atau kerusakan atau cacat yang memang perlu di perbaiki. Setelah pekerjaan di selesaikan, kita harus mencari keterangan atau alasan tentan sebab- sebab terjadinya kerusakan, terutama penting apabila terjadinya pemeliharaan darurat serta uraian singkat tapi jelas mengenai tindakan yang telah dilaksanakan. 3. Kartu permintaan pemeliharaan atau perbaikan.Dalam kartu permintaan pemeliharaan/perbaikan dimuat seluruh informasi/keterangan yang dibutuhkan seperti misalnya jenis pekerja yang diperlukan, dan waktu kerja yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Pekerja berorganisasi kepada tugas yang diberikan dan kartu permintaan pemeliharaan tersebut juga berorganisasi kepada tugas tersebut. Hal ini merupakan suatu perbedaan yang pokok antara penggunaan kartu permintaan pemeliharaan/perbaikan dengan penggunaan kartu waktu dimana masalahnya hanya pada berorganisasi kepada para petugas pemeliharaan.Menurut Keith (2002), ada beberapa metode manajemen pemeliharaan antara lain Yaitu: 1. Run-to-failure management, Run-to-failure management adalah manajemen teknik pengaktifan kembali yang menunggu mesin atau peralatan rusak sebelum diambil
  17. 17. tindakan pemeliharaan, yang mana sebenarnya adalah “nomaintenance”. Metode ini merupakan manajemen pemeliharaan yang paling mahal. Metode reaktif ini memaksa departemen manajemen pemeliharaan untuk mempertahankan persediaan suku cadang yang banyak yang mencakup seluruh komponen utama peralatan penting pabrik. 2. Preventive Maintenance. Ada banyak defenisi pemeliharaan preventive, tetapi semua program manajemen pemeliharaan preventive adalah dijalankan berdasarkan waktu. Dengan kata lain tugas-tugas pemeliharaan berlalu berdasarkan pada jam operasi. Dalam manajemen pemeliharaan preventive, perbaikan mesin dijadwalkan berdasarkan pada statistik waktu rata-rata kerusakan (MTTF). Dapat dilihat siklus MTTF dibawah ini. (Sumber: Mobley, R.Keith, 2002, An introduction to predictive maintenance, 2nd ed, Butterworth-Heinemann, USA )3. Predictive Maintenance. Seperti pemeliharaan preventif, pemeliharaan prediktif memilikibanyak defenisi. Untuk sebagian pekerja, pemeliharaan prediktif adalah pemantauan getaranmesin dalam upaya untuk mendeteksi masalah baru dan untuk mencegah kerusakan fatal.Pemeliharaan prediktif adalah menggerakkan kondisi program pemeliharaan preventif. Untukjadwal kegiatan pemeliharaan, pemeliharaan prediktif menggunakan pengawasan langsungterhadap kondisi mekanik, efisiensi system, dan indicator lainnya untuk menentukan rata-ratawaktu actual sampai rusak atau hilangnya efisiensi untuk setiap mesin dan system di pabrik.Penambahan program pemeliharaan prediktif yang komprehensif dapat dan akan menyediakandata factual pada kondisi mekanik actual dari setiap mesin dan efisiensi operasional setiap sistemproses.4. Metode peningkatan pemeliharaan lainnya. Selama 10 tahun terakhir, berbagai metodemanajemen, seperti pemeliharaan produktif total (TPM) dan kehandalan yang berpusat padapemeliharaan (RCM), telah dilembangkan dan disebut-sebut sebagai obat mujarab untukpemeliharaan yang tidak efektif. Banyak pabrik domestik menggunakan salah satu dari metodecepat, memperbaiki dalam upaya untuk mengimbangi kekurangan pemeliharaan yang dirasakan.
  18. 18. Total Productive MaintenancePemeliharaan ini disebut-sebut sebagai pendekatan jepang untuk manajemen perawatan yangefektif, konsep ini di kembangkan oleh Deming di akhir 1950-an. TPM bukan programmanajemen pemeliharaan. Sebagian besar kegiatan terkait dengan pendekatan manajemenjepang diarahkan pada fungsi produksi dan menganggap pemeliharaan akan memberikan tugas-tugas dasar yang diperlukan untuk mempertahankan aset produksi kritis. Semua manfaat di ukurdari TPM yang di kemas dalam hal kapasitas, kualitas produk, dan total biaya produksi.Reliability-Centered MaintenanceDalil dasar RCM adalah bahwa semua mesin harus gagal dan memiliki umur yang terbatas,tetapi asumsi ini tidak berlaku, jika mesin dan sistem pabrik dirancang baik, dipasang,dioperasikan, dan dipelihara. Pompa Sentrifugal1. Pengertian pompaPompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu cairan dari suatu tempat ketempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut. Kenaikan tekanan cairan tersebutdigunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan pengaliran. Hambatan-hambatan pengaliran itudapat berupa perbedaan tekanan, perbedaan ketinggian atau hambatan gesek. Klasifikasi pompasecara umum dapat diklasifikasikan menjadi 2 bagian yaitu pompa kerja positif (positivedisplacement pump) dan pompa kerja dinamis (non positive displacement pump).Salah satu jenis pompa kerja dinamis adalah pompa sentrifugal yang prinsip kerjanyamengubah energi kinetik (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatuimpeller yang berputar dalam casing. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) LabuhanAngin, sebagian besar pompa yang digunakan ialah pompa bertipe sentrifugal. Gayasentrifugal ialah sebuah gaya yang timbul akibat adanya gerakan sebuah benda atau partikelmelalui lintasan lengkung (melingkar).Pompa sentrifugal merupakan pompa kerja dinamis yang paling banyak digunakan karenamempunyai bentuk yang sederhana dan harga yang relatif murah. Keuntungan pompa sentrifugaldibandingkan jenis pompa perpindahan positif adalah gerakan impeler yang kontinyumenyebabkan aliran tunak dan tidak berpulsa ,keandalan operasi tinggi disebabkan gerakanelemen yang sederhana dan tidak adanya katup-katup,kemampuan untuk beroperasi pada putarantinggi, yang dapat dikopel dengan motor listrik, motor bakar atau turbin uap ukuran kecilsehingga hanya membutuhkan ruang yang kecil, lebih ringan dan biaya instalasi ringan,hargamurah dan biaya perawatan murah.
  19. 19. 2. Prinsip -Prinsip Dasar Pompa SentrifugalPrinsip-prinsip dasar pompa sentrifugal ialah sebagai berikut:a. gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehinggakecepatan fluida meningkatb. kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa (volute atau diffuser) menjaditekanan atau head.3. Klasifikasi Pompa SentrifugalPompa sentrifugal diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain:a. Kapasitas :1) Kapasitas rendah : < 20 m3 / jam2) Kapasitas menengah : 20-60 m3 / jam3) Kapasitas tinggi : > 60 m3 / jamb. Tekanan Discharge :1) Tekanan Rendah : < 5 Kg / cm22) Tekanan menengah : 5 - 50 Kg / cm23) Tekanan tinggi : > 50 Kg / cm2c. Jumlah / Susunan Impeller dan Tingkat :1) Single stage : Terdiri dari satu impeller dan satu casing.2) Multi stage : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun seri dalam satu casing.3) Multi Impeller : Terdiri dari beberapa impeller yang tersusun paralel dalam satu casing.4) Multi Impeller – Multi stage : Kombinasi multi impeller dan multi stage.
  20. 20. d. Posisi Poros :1) Poros tegak2) Poros mendatare. Jumlah Suction :1) Single Suction2) Double Suctionf. Arah aliran keluar impeller :1) Radial flow2) Axial flow3) Mixed fllow3.1 Klasifikasi menurut jumlah tingkat1. Pompa satu tingkat : Pompa ini hanya mempunyai sebuah impeler. Pada umumnya headyang dihasilkan pompa ini relative rendah, namun konstruksinya sederhana.2. Pompa bertingkat banyak : Pompa ini menggunakan lebih dari satu impeler yang dipasanagberderet pada satu poros (gambar 2.7). Zat cair yang keluar dari impeler tingkat pertama akanditeruskan ke impeler tingkat kedua dan seterusnya hingga tingkat terakhir. Head total pompamerupakan penjumlahan head yang dihasilkan oleh masing - masing impeler. Dengan demikianhead total pompa ini relatif tinggi dibanding dengan pompa satu tingkat, namun konstruksinyalebih rumit dan besar. (Yang menjadi objek utama dalam penulisan skripsi ini)
  21. 21. 3.4 Bagian-Bagian Utama Pompa SentrifugalSecara umum bagian-bagian utama pompa sentrifugal dapat dilihat seperti gambarberikut:A. Stuffing Box: Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana porospompa menembus casing.B. Packing: Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casingpompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.C. Shaft: Shaft (poros) berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selamaberoperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya.D. Shaft sleeve: Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausanpada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal bearing daninterstage atau distance sleever.E. Vane: Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.F. Casing: Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemenyang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan outlet nozzel serta tempatmemberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadienergi dinamis (single stage).G. Eye of Impeller: Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.H. Impeller: Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energikecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi isap secaraterus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairan yang masuksebelumnya.I. Wearing Ring: Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewatibagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah antaracasing dengan impeller.J. Bearing: Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros agar
  22. 22. dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing juga memungkinkan porosuntuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya, sehingga kerugian gesek menjadikecil.3.5 Karakteristik Pompa SentrifugalKarakteristik dari pompa sentrifugal merupakan sebuah cara dimana tinggi tekan tekanandiferensial bervariasi dengan keluaran (output) pada kecepatan konstan. Karakteristik dapat jugamenyertakan kurva efisiensi dan harga brake horse power- nya. Kurva kapasitas tinggi tekan(Gambar 2.8) ditunjukkan sebagai kapasitas peningkatan total tinggi tekan, dimana tinggi tekanpompa mampu untuk dinaikkan atau dikurangi.Umumnya sebuah pompa sentrifugal akanmenaikkan tinggi tekan terbesarnya pada suatu titik, dimana tidak ada aliran yang seringdianggap sebagai shut off head. Jika shut off head kurang dari harga maksimum tinggi tekan,pompa menjadi tidak stabil dan dibawah beberapa kondisi dapat memperbesar daya dankecepatan fluktuasi yang menyebabkan getaran mekanis yang besar pada sistem pemipaan. (Biro efisiensi energi, 2004)3.6 Head PompaHead pompa adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlahzat cair yang direncanakan sesuai dengan kondisi instalasi pompa, atau tekanan untukmengalirkan sejumlah zat cair,yang umumnya dinyatakan dalam satuan panjang.Menurutpersamaan Bernoulli yang berbunyi “bila fluida inkompresibel mengalir sepanjang pipa yangpenampangnya mempunyai beda ketinggian,perbedaan tekanan tidak hanya tergantung padaperbedaan ketinggian tetapi juga pada perbedaan antara kecepatan dimasing-masing titik
  23. 23. tersebut”.Dalam persamaan Bernoulli,ada tiga macam head (energi) fluida dari sistem instalasialiran, yaitu, energi tekanan, energi kinetik dan energi potensial.Hal ini dapat dinyatakan denganrumus sebagai berikut : (Bruce Munson, 2006) H = P/ γ + Z + V 2/2.gDimana:H = Head total pompa (m)P/ γ = Head tekanan (m)Z = Head statis total (m)V 2/2.g = Head kecepatan (m)Karena energi itu kekal, maka bentuk head (tinggi tekan) dapat bervariasi pada penampang yangberbeda. Namun pada kenyataannya selalu ada rugi-rugi energi (losses).Pada kondisi yang berbeda seperti pada gambar di atas maka persamaan Bernoulli adalah sebagaiberikut :
  24. 24. 3.7 KecepatanSpesifik PompaPerformansi pompa sentrifugal (kecuali turbin regeneratif) dihubungkan pada suatu parameteryang disebut kecepatan spesifik (specific speed). Seperti yang didefinisikan oleh The HydraulicInstitute hal ini merupakan hubungan antara kapasitas, tinggi tekan, dan kecepatan pada efisiensioptimum yang mengklasifikasikan impeller pompa dengan respek terhadap persamaangeometris. Kecepatan spesifik merupakan sebuah bilangan aljabar yang dinyatakan sebagai:(Sularso, 1978)
  25. 25. 3.8 KavitasiKavitasi adalah peristiwa terbentuknya gelembung-gelembung uap di dalam cairan yang terjadiakibat turunnya tekanan cairan sampai di bawah tekanan uap jenuh cairan pada suhu operasipompa. Gelembung uap yang terbentuk dalam proses ini mempunyai siklus yang sangat singkat.Knapp (Karassik dkk, 1976) menemukan bahwa mulai terbentuknya gelembung sampaigelembung pecah hanya memerlukan waktu sekitar 0,003 detik. Gelembung ini akan terbawaaliran fluida sampai akhirnya berada pada daerah yang mempunyai tekanan lebih besar daripadatekanan uap jenuh cairan. Pada daerah tersebut gelembung tersebut akan pecah dan akanmenyebabkan shock pada dinding di dekatnya. Cairan akan masuk secara tiba-tiba ke ruanganyang terbentuk akibat pecahnya gelembung uap tadi sehingga mengakibatkan tumbukan.Peristiwa ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan mekanis pada pompa.3.9 Net Positive Suction Head (NPSH)Kavitasi akan terjadi bila tekanan statis suatu aliran turun sampai dibawah tekanan uapjenuhnya.Untuk menghindati kavitasi diusahakan agar tidak ada satu bagianpun dari alirandidalam pompa yang mempunyai tekanan statis lebih rendah dari tekan uap jenuh cairan padatemperatur yang bersangkutan.Dalam hal ini perlu diperhatikan dua macam tekanan yang
  26. 26. memegang peran penting.Pertama,tekanan yang ditentukan oleh kondisi lingkungan dimanapompa dipasang,dan kedua,tekanan yang ditentukan oleh keadaan aliran didalam pompa.Berhubungan dengan dua hal diatas maka didefinisikanlah suatu Net Positive Suction Head(NPSH) atau Head Isap Positif Neto yang dipakai sebagai ukuran keamanan pompa terhadapkavitasi.Ada dua macam NPSH,yaitu NPSH yang tersedia pada sistem (instalasi),dan NPSHyang diperlukan oleh pompa. Pompa terhindar dari kavitasi jika NPSH yang tersedia lebih besardaripada NPSH yang dibutuhkan.3.9.1 Net Positive Suction Head Available (NPSH yang tersedia)NPSH yang tersedia adalah head yang dimiliki oleh zat cair pada sisi isap pompa dikurangidengan tekanan uap jenuh zat cair ditempat tersebut.Dalam hal pompa yang mengisap zatcair dari tempat terbuka,maka besarnya NPSH yang tersedia dapat dituliskan sebagai berikut:Jika zat cair diisap dari tangki tertutup,maka harga Pa menyatakan tekanan mutlak yang bekerjapada permukaan zat cair didalam tangki tertutup tersebut.Khususnya jika tekanan diataspermukaan zat cair sama dengan tekanan uap jenuhnya,maka Pa = Pv.Dalam hal pompayang mengisap zat cair dari tempat terbuka,maka besarnya NPSH yang tersedia dapatdituliskan sebagai berikut: hsv = −hs − hls
  27. 27. Harga hs adalah negatif (-) karena permukaan zat cair didalam tangki lebih tinggi dari pada sisiisap pompa.Pemasangan pompa semacam ini diperlukan untuk mendapatkan harga NPSHApositif.3.9.2 Net Positive Suction Head Required (NPSH yang diperlukan)Tekanan terendah didalam pompa biasanya terdapat disuatu titik dekat setelah sisi masuk suduimpeller.ditempat tersebut,tekanan adalah lebih rendah dari pada tekanan pada lubang isappompa.Hal ini disebabkan oleh kerugian head dinosel isap,kenaikan kecepatan aliran karena luaspenampang yang menyempit,dan kenaikan kecepatan aliran karena tebal sudu setempat.Agar tidak terjadi pengupan zat cair,maka tekanan pada lubang masuk pompa dikurangi denganpenurunan tekanan didalam pompa harus lebih tinggi dari pada tekanan uap zat cair.Headtekanan yang besar sama dengan penurunan tekanan ini disebut NPSH yang diperlukan/netpositive suction head required.Besarnya NPSH yang diperlukan berbeda untuk setiappompa.Untuk suatu pompa tertentu , NPSH yang diperlukan berubah menurut kapasitas dan
  28. 28. putarannya.Agar pompa dapat bekerja tanpa mengalami kavitasi,maka harus dipenuhi syaratNPSH yang tersedia lebih besar dari pada NPSH yang diperlukan.Harga NPSH yang diperlukanharus diperoleh dari pabrikan pompa yang bersangkut an.Namun untuk penaksiran secarakasar,NPSH yang diperlukan dapat dihitung dengan persamaan:Kecepatan spesifik sisi isap (S) dapat juga digunakan sebagai pengganti Koefisien kavitasiThoma dalam menghitung NPSH yang diperlukan.Hubungannya dapat dilihat dalam persamaan:Daftar Pustaka  Asyari Daryus; Manajemen Pemeliharaan Mesin(2007) Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Jakarta.  Corder, Anthony (1992), Teknik Manajemen Pemeliharaan, Jakarta: Erlangga.  Dhillon (2006) maintainability, maintenance, and reliability for engineers, CRC/Taylor & Francis  Heizer, Jay and Render, Barry, (2001), Operation Management, Prentice Hall, sixt Edition  Herujito, Yayat M. (2001), Dasar – Dasar Manajemen. PT. Grasindo, Jakarta.  Jay dan Barry Render. (2004). Operations Management. New Jersey: Pearson.  Keith. (2002) Organisational Behavior: Human Behavior At Work, 11th edition. New Delhi: Tata McGraw-Hill Book Company.  Manahan P. Tampubolon, "Manajemen Operasional" 2004  Mobley, R.Keith, 2002, An introduction to predictive maintenance, 2nd ed, Butterworth- Heinemann, USA  Mulyadi(1999), Akuntansi Biaya; Yogyakarta; Aditya Media.  Munson, Bruce R., 2006, "Mekanika fluida", Jakarta: Erlangga.
  29. 29.  Sularso, Ir and Tahara Haruo, 1987, “Pompa dan Kompresor”, Jakarta: Penerbit Pradnya Paramitha.

×