Arah dan Strategi Reformasi LAN

1,600 views
1,489 views

Published on

Published in: Entertainment & Humor
2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
1,600
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
58
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Arah dan Strategi Reformasi LAN

  1. 1. ARAH & STRATEGI REFORMASI LAN Pemikiran Awal Pengembangan Kapasitas Institusional LAN Menuju Penguatan Sistem Administrasi Negara RAPAT KERJA 2007 LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA Tri Widodo W Utomo
  2. 2. Keputusan Pemerintah untuk mendirikan LAN, yang berarti bahwa Pemerintah secara tegas hendak membangun Public Administration di Indonesia, adalah suatu titik perubahan pokok di dalam sejarah kenegaraan kita . Dengan keputusan tersebut kita meninggalkan azas Negara Hukum yang kita pelajari dari Belanda, dan dengan tidak meninggalkan HUKUM itu, kita sekarang sedang menuju ke suatu ”Negara Administratif” ... Dengan mendirikan LAN ini, Pemerintah ingin mempercepat proses perubahan jiwa Pegawai-pegawai Negeri kita, yang pada masa ini masih selalu menjadi ejekan masyarakat, yaitu perubahan dari pegawai negeri yang ”hanya menjalankan peraturan” saja ke Pegawai Negeri Indonesia yang BARU, yang mempunyai entrepreneurship dan leadership yang berjiwa sebagai ”managers of the state” atau ”public managers” yang penuh inisiatif sendiri serta berjiwa dinamis, dan yang selalu berusaha untuk mempertinggi produktivitas kerja, produktivitas negara, produktivitas modal nasional, dan sebagainya ... (Pidato Prof. Dr. Mr. Prajudi Atmosudirdjo pada prosesi Pelantikan sebagai Direktur LAN, 5 Mei 1958) TONGGAK SEJARAH LAN
  3. 3. … telah menjadi kenyataan, terutama di negara-negara Asia, bahwa kelambatan dari usaha-usaha pembangunan ekonomi dan masyarakat disebabkan oleh struktur dan cara bekerja Administrasi Negara yang kurang berdayaguna . Oleh sebab itu pula, … yang menjadi salah satu tugas pokok dari LAN adalah penyelidikan (research) di lapangan Administrasi Negara, baik yang bersifat induktif dan empiris (mengumpulkan bahan-bahan didalam negeri guna memperoleh kesimpulan yang akan dijadikan faktor penting untuk menentukan corak administrasi negara kita), maupun yang bersifat komparatif (mengumpulkan bahan-bahan keterangan sistem dan struktur administrasi di negara-negara lain guna dijadikan bahan perbandingan dan perbincangan didalam usaha-usaha menemukan dan menyusun suatu Administrasi Negara Indonesia yang berdayaguna). Dan salah satu bagian di lapangan research dari LAN ini yang sangat penting adalah “Bagian Konsultasi” yang harus terdiri atas ahli administrasi dan manajemen … yang mampu memberikan advis-advis mengenai administrasi, organisasi, metode-metode, manajemen, dsb. (Pidato Perdana Menteri Djuanda tanggal 5 Mei 1958, pada pelantikan Prof. Dr. Mr. Prajudi Atmosudirdjo sebagai Direktur LAN)
  4. 4. LATAR BELAKANG PERUBAHAN (Global & Lokal) PERSOALAN (Ipoleksosbud) Apa PERAN LAN? Bagaimana SIKAP LAN? Apa STRATEGI LAN? Apa Kontribusi LAN? Dimana POSISI LAN? Kemana LAN Melangkah? APA JANJI LAN? Scope: 1. Internal 2. Eksternal Time Frame: <ul><li>1. Past </li></ul><ul><li>Present </li></ul><ul><li>Future </li></ul>
  5. 5. Critique on LAN (ADB, 2004) <ul><li>National system of administration and the civil service system are not conducive to good governance. </li></ul><ul><li>Role and Mandates of Central Institutions (MenPAN, BKN, and LAN) is weak . </li></ul><ul><li>Central institutions emphasize adherence to regulations rather than performance. </li></ul>
  6. 6. ADB’s recommendation (2004): <ul><li>The national system for administration and the civil service system need radical reform . </li></ul><ul><li>Reform and merge central institutions to help them adjust to decentralization, focus on performance, and emphasize sustainability. </li></ul>Do we agree? Are the options make sense? If yes, how to realize? Where to start from? … etc
  7. 7. transformasi ... Problem Solution Blurred Clear Pessimistic Optimistic Scattered Integrated Doubtful Convinced Weak acknowledgment Strong acknowledgment
  8. 8. Three dimensions … Landasan Filosofis, Dinamis dan Kritis LAN Dasar Filosofis Kondisi Dinamis Wacana Kritis Lingkungan Strategis Issu-Issu Kontemporer <ul><li>LAN lbh byk bergerak di tataran dinamis / operasional kebijakan (wilayah kuning). </li></ul><ul><li>LAN harus mampu menjamin dasar filosofis terjabarkan dalam substansi kebijakan (fungsi decoding/interpreting ). </li></ul><ul><li>LAN harus mampu mengakomodir wacana kritis dan menerjemahkan sesuai semangat filosofisnya (fungsi bridging / channeling ). </li></ul>
  9. 9. Basic beliefs … Tujuan Negara Tujuan LPND Tujuan BUMN Tujuan Lemb Neg Tujuan Dept. Tujuan Pemda Tuj. Lem. Lainnya Garis Orbit LAN Dalam Mewujudkan Tujuan Negara Catatan: AN adalah administrasi yg mendukung penyelenggaraan tugas / fungsi negara (pemerintah dlm arti luas). Oleh karena itu, garis orbit LAN mencakup seluruh lembaga negara / pemerintah / BUMN. Lembaga Administrasi Negara DEPUTI STIA LAN Unit Penunjang PKP2A PROGRAM DAN KEGIATAN PROGRAM DAN KEGIATAN PROGRAM DAN KEGIATAN PROGRAM DAN KEGIATAN
  10. 10. <ul><li>Kebijakan ttg S usunan O rganisasi D epartemen ( Kepres No . 44 & 45 / 1974 ). </li></ul><ul><li>P enguatan prinsip akuntabilitas menuju GG ( In p res No. 7 / 1999  LAKIP). </li></ul><ul><li>T ext-book SANRI Jilid I dan II, disusul oleh “Buku Induk” SANKRI Jilid I, II, dan III. </li></ul><ul><li>Pembangunan p rofesionalisme aparatur negara melalui Pembinaan Diklat (PP No. 101/2000). </li></ul><ul><li>P uluhan ribu kader aparatur pada berbagai jenjang dan disiplin/bidang keilmuan melalui STIA-LAN. </li></ul><ul><li>Ratusan policy paper dan policy recommendation melalui fungsi pengkajian , konsultasi, advokasi, litbang, pengembangan model, dll. </li></ul>Positioning LAN … Kinerja 50 Th LAN
  11. 11. <ul><li>Peran kepemimpinan institusional LAN dalam proses transformasi sistem administrasi negara belum optimal . </li></ul><ul><li>Program yang dikembangkan oleh unit-unit Diklat, Litbang dan STIA kurang terpadu satu sama lain bahkan terkadang duplikasi. </li></ul><ul><li>Kurang terinternalisasinya visi bersama ( shared vision ) di seluruh jajaran pimpinan dan staf serta antar unit kerja. </li></ul><ul><li>Representasi kompetensi kelembagaan LAN dalam momentum lintas sektoral dan lintas stakeholders masih lemah. </li></ul><ul><li>Sistem perencanaan program kerja jangka lima tahunan dan tahunan kurang terpola secara jelas. </li></ul><ul><li>Kapasitas SDM internal masih relatif kurang optimal jika dikaitkan dengan beban kerja. </li></ul><ul><li>Keberadaan STIA-LAN sebagai lembaga pendidikan bergelar / berjenjang juga tidak optimal. </li></ul>Positioning LAN … Pusaran Problema LAN
  12. 12. <ul><li>Proses demokratisasi yang sedang berjalan di Indonesia tidak segera memasuki fase konsolidasi yang mantap. </li></ul><ul><li>Kesenjangan pembangunan antar wilayah masih sangat terasa antara Jawa dengan luar Jawa, atau antara Indonesia bagian Barat dengan kawasan Timur. </li></ul><ul><li>T ingginya angka pengangguran sebagai salah satu masalah klasik pembangunan ekonomi bangsa. </li></ul><ul><li>E stimasi angka kemiskinan di Indonesia tahun 2007 sebesar 17,75 persen dari total 222 juta penduduk . </li></ul><ul><li>Kondisi sumber daya alam dan lingkungan juga terancam semakin terdegradasi. </li></ul><ul><li>Korupsi telah menjadi penyakit yang menggerogoti daya tahan dan memperlemah daya saing bangsa. </li></ul><ul><li>E tika penyelenggaraan negara yang lemah juga menjadi problematika klasik di Indonesia. </li></ul>Positioning LAN … LAN & Tantangan Besar
  13. 13. Prestasi / Kinerja Positioning LAN … Problema Internal Tantangan Besar LAN?
  14. 14. Reformasi Adm Negara
  15. 15. <ul><li>Berkurangnya secara nyata praktek korupsi di birokrasi, dan dimulai dari tataran (jajaran) pejabat yang paling atas; </li></ul><ul><li>Terciptanya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang bersih, efisien, efektif, transparan, profesional dan akuntabel; </li></ul><ul><li>Terhapusnya aturan, peraturan dan praktek yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok, atau golongan masyarakat; </li></ul><ul><li>Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik; </li></ul><ul><li>Terjaminnya konsistensi seluruh peraturan pusat dan daerah, dan tidak bertentangan dengan peraturan dan perundangan di atasnya. </li></ul>Agenda Reformasi Adm Negara
  16. 16. Reformasi LAN
  17. 17. Pendekatan Gap dlm GRNA, ARNA & CSRNA
  18. 18. Pendekatan Issu Aktual
  19. 19. Peran LAN Dalam Mendorong Reformasi AN – 1 <ul><li>Mengemban upaya-upaya mewujudkan values (nilai-nilai yang menghikmati kehidupan bangsa atau nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan bangsa) seperti perjuangan mewujudkan jatidiri bangsa dan tujuan bangsa bernegara. </li></ul><ul><li>Memperbaharui terus menerus sistem dan mekanisme kerja birokrasi dalam rangka menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi sistem AN dalam sebagian ataupun keseluruhan dimensinya ( values, structure, process, outputs ). </li></ul><ul><li>Menciptakan lingkungan yang kondusif ( enabling environment ) bagi berlangsungnya transformasi sistem AN menuju good governance , sehingga mampu mendorong upaya percepatan peningkatan daya saing nasional, bersih dan bebas KKN. Dengan kata lain, LAN diharapkan akan memiliki wibawa dan pengaruh kepemimpinan institusional yang kuat sebagai “ Inspirator ” dan “ Generator ” dalam proses reformasi dan transformasi sistem AN. </li></ul>
  20. 20. Peran LAN Dalam Mendorong Reformasi AN – 2 <ul><li>Mendorong terbangunnya sebuah sistem, mekanisme, dan tata hubungan antar lembaga negara dan lembaga pemerintahan yang lebih berbasis pada keseimbangan dan saling bersinergi dalam pencapaian visi bersama penyelenggaraan negara ( presenting political equilibrium ). Dalam kaitan ini, peran tersebut harus diimbangi dengan pendidikan perilaku pejabat publik yang lebih berpihak kepada kepentingan bangsa secara kolektif ( controlling political behavior ). </li></ul><ul><li>Menjadi percontohan dalam implementasi manajemen pemerintahan di berbagai bidang ( modelling / piloting roles ). </li></ul><ul><li>Memperkokoh ”peran-peran lama ( the genesis roles )” dalam rangka memperkuat kinerja kelembagaan LAN: 1) kajian, konsultasi dan litbang administrasi yang lebih berorientasi pada problem solving dan costumer satisfaction and needs-fulfillment ; 2) perombakan sistem diklat dengan penguatan kompetensi akademik dan analisis pada SDM aparat level bawah. </li></ul>
  21. 22. ROADMAP itu … <ul><li>orientasi primitif </li></ul><ul><li>orientasi bertahan (survival) </li></ul><ul><li>orientasi pasar </li></ul><ul><li>orientasi kepercayaan dan kepuasan </li></ul><ul><li>orientasi kinerja unggul (2011 on) </li></ul>
  22. 23. LG-IS dan Peran Strategis LAN
  23. 24. MENUJU LAN BARU YANG: Selamat Berjuang !! <ul><li>Mengabdi sepenuh hati ( totally-devoting ) </li></ul><ul><li>Belajar terus menerus (continually-learning) </li></ul><ul><li>Menjadi pionir pembaharuan administrasi negara (leading in renewal of public management) </li></ul><ul><li>Menjadi sumber inspirasi ( inspiring the stakeholders ) </li></ul>From now on …

×