I. PENDAHULUANA.Latar Belakang     Pembangunan ekonomi merupakan salah satu bidang pembangunan yang terusdigalakkan dalam ...
2menghasilkan laba yang optimal bagi pengelolanya.Jika setiap perusahaan mampuberoperasi dengan kinerja yang menghasilkan ...
3kegiatan pemasaran berjalan lancar dan efisien. Untuk maksud tersebut maka dalamsetiap perusahaan dilakukan perhitungan a...
4dikonsumsi seperti Indomie, kecap dan produk-produk makanan lainnya jugamemiliki cabang-cabang produksi dan cabang pemasa...
5Tabel 1.1 Anggaran Penjualan PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari Tahun          2002-2010                        Jumlah...
6pemasaran pada setiap kantor pemasaran yang berada di dalam wilayah KantorCabang Makassar. PT. Indofood di Kendari sebaga...
7anggaran pemasaran dan volume penjualan pada PT. Indofood Sukses Makmur diKendari.B. Rumusan Masalah        Berdasarkan u...
8D.Kegunaan Penelitian     Kegunaan dari hasil penelitian ini diharapkan mencakup kegunaan teoritis dankegunaan praktis. A...
9                             II TINJAUAN PUSTAKAA. Konsep Kebijakan Anggaran         Secara umum dapat dikatakan bahwa ke...
10langkah yaitu perencanaan, pengelompokkan penggunaan               serta pengawasananggaran.        Dalam proses perenca...
11yang lain pada satu unit perusahaan. Pada umumnya anggaran penjualan disusunpaling dahulu dari anggaran lainnya. Oleh ka...
12finansial maupun pada kegiatan nonfinansial. Dalam pengendalian dibutuhkanpelaporan secara kontinyu mengenai kemajuan pe...
13   (financing), (iv) kegiatan administrasi (administrating) serta (v) kegiatan-kegiatan   yang berhubungan dengan masala...
14b. Bahwa anggaran harus bersifat sistimatis, artinya bahwa anggaran disusun dengan   berurutan dan berdasarkan suatu log...
15   realisasinya, sehingga dapat pula diketahui kelemahan-kelemahan dan kekuatan-   kekuatan yang dimiliki perusahaan. Ha...
16   tidak berfungsi dengan baik, memperbesar atau merangsang lini produk dan   memenuhi persyaratan kesempatan kerja.e. A...
17j. Anggaran target merupakan rencana yang mengkatagorikan pengeluaran-   pengeluaran utama dan menyesuaikan dengan tujua...
18g. Sumber daya fisik dan manusia untuk dapat menunjang aktivitas perusahaan   dalam kegiatan produksi maupun kegiatan pe...
19   Langkah-langkah yang harus diikuti dalam penganggaran meliputi : a) penetapan   tujuan, b) pengevaluasian sumber-sumb...
20d. Menentukan biaya-biaya apa yang akan terjadi pada berbagai tingkat kegiatan   yang berbeda.       Anggaran penjualan ...
21pembelian untuk memungkinkan terjadinya transaksi. Jadi kegiatan pembelian danpenjualan merupakan satu kesatuan untuk da...
22(2000) mengartikan penjualan sebagai suatu ukuran dari kenaikan aktiva (biasanyadalam bentuk peningkatan jumlah kas atau...
23d.   New Business Selling. Dalam New business sellingpenjual berusaha membuka     transaksi baru dengan merubah calon pe...
24segmen pasar. Alma (2004) juga menyatakan bahwa analisis volume penjualanmerupakan telaa mendalam terhadap hasil kegiata...
25penjualan produk ekspor relatif lebih rumit dibanding penjualan produk untukkonsumen dalam negeri (Sa’id, 2001).     Usa...
26       Downey dan Erickson (1992) mengemukakan bahwa usaha penjualan adalahsuatu tindakan pengalihan pemilikan barang da...
27                   III. KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESISA. Kerangka Pemikiran    Kebijakan anggaran pemasaranmerupakan bagia...
28Sedangkan biaya iklan ditujukan untuk memperkenalkan barang atau jasa kepadamasyarakat agar jumlah konsumen meningkat da...
29B. Hipotesis    Berdasarkan kerangka pemikiran yang dikemukakan dalam penelitian ini, makahipotesis penelitian adalah :1...
30                           IV. METODE PENELITIANA.Lokasi dan Waktu Penelitian     Sesuai dengan judul maka lokasi peneli...
31data berupa penjelasan-penjelasan yang meliputi jenis dan jadwal kegiatanperusahaan, prosedur pendistribusian, sistem pe...
32Tanda parameter dugaan yang diharapkan bi> 0. Hal itu bermakna apabila nilaiBiaya Distribusi (X1) Biaya Iklan (X2) Biaya...
33mempengaruhi volume penjualan (Y). Dan sebaliknya apabila Fhitung< Ftabel makaHo diterima yang berarti bahwa Biaya Distr...
34pengaruh variabel lain di luar variabel penelitian, maka dihitung koefisiendeterminasinya. Koefisien determinasi dihitun...
35   grafik data yang menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis   diagonal.   3. Uji Heteroskesdastisitas...
36    Jika E < 100 %   maka kondisi anggaran tidak efektif (tidak dapat digunakan                     untuk perencanaan pe...
374. Harga adalah nilai jual per kartonproduk mie instan yang ditetapkan oleh   perusahaan yang dinyatakan dalam satuan Ru...
38                               DAFTAR PUSTAKAAmstrong, J W. 2000. Manajemen Pemasaran, Perhalindo, JakartaIksan. A., dan...
39Myer, 1997.Manajemen Keuangan, Edisi Terjemahan, Ghalia Indonesia. Jakarta.Nugroho, D, 2006.Analisis Kebijakan, Elex Med...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Penelitian Tesis

7,237

Published on

Bukan catatan biasa yang dapat dicatat dan diingat

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,237
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
137
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Penelitian Tesis"

  1. 1. I. PENDAHULUANA.Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan salah satu bidang pembangunan yang terusdigalakkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan penduduk Indonesia. Untukmelaksanakan pembangunan ekonomi, maka salah satu aspek yang terus digalakkanoleh pemerintah adalah pengembangan perusahaan-perusahaan, baik yang bergerakpada sub sistem hulu maupun perusahaan yang bergerak pada sub sistem tengah danhilir. Upaya untuk mengembangkan perusahaan juga mencakup berbagai tingkatanskala usaha mulai dari usaha skala rumah-tangga, usaha skala kecil dan sampaikepada perusahaan-perusahaan skala menengah dan skala kecil. Hal ini dilakukankarena melalui pengembangan perusahaan, hasil produksi barang dan jasa dapatmeningkat untuk memenuhi kebutuhan penduduk dan juga dapat diekspor untukmenghasilkan devisa bagi negara. Selain dari itu, pengembangan perusahaan jugaakan memungkinkan terbukanya lapangan-lapangan kerja baru yang dapat menyerapangkatan kerja yang makin meningkat setiap tahun. Perkembangan perusahaan, baik skala kecil maupun skala besar, tidak lepas daribesar kecilnya anggaran yang dialokasikan oleh pemilik modal dalam perusahaanyang bersangkutan.Anggaran dalam setiap perusahaan disediakan untuk tujuanpengadaan bahan baku, pelaksanaan kegiatan produksi, penanganan hasil produksidan pemasaran hasil produksi agar bisa berjalan secara efektif, efisien dan lancar.Penggunaan anggaran yang tepat akan memungkinkan kinerja perusahaan akanmeningkat dan berjalan secara berkesinambungan sehingga pada akhirnya akan
  2. 2. 2menghasilkan laba yang optimal bagi pengelolanya.Jika setiap perusahaan mampuberoperasi dengan kinerja yang menghasilkan laba maksimum maka perusahaantersebut akan terus berkembang dan mencapai tujuan yang diharapkan secara nasionalyaitu meningkatkan produksi barang dan jasa dalam negeri serta menyerap tenagakerja dalam jumlah yang makin besar. Pada perusahaan-perusahaan agribisnis yang kegiatannya memasarkanprodukprimeryang telah diolah menjadi produk yang dapat dikonsumsi langsung, kebijakananggaran merupakan hal yang penting diperhatikan oleh para manajer perusahaankarena perusahaan seperti itu menghadapi fluktuasi permintaan yang cukup bervariasidari waktu ke waktu. Pemimpin perusahaan harus mampu mengalokasikan anggaranyang tepat agar kegiatan operasional terus berjalan sesuai dengan fluktuasipermintaan pasar dan tidak mengalami hambatan pembiayaan. Apabila kebijakananggaran kurang tepat maka pada saat permintaan relatif kecil, anggaran yangdisediakan dapat tidak terpakai habis. Sebaliknya pada periode dimana permintaanmeningkat maka anggaran yang disediakan bisa tidak mencukupi untuk mensuplaybarang dalam jumlah yang diinginkan oleh konsumen. Hal ini akan berdampaknegatif pada kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dan selanjutnya akanmenyebabkan perusahaan saingan menarik sebagian pelanggan perusahaan tersebut. Pada umumnya anggaran dalam suatu perusahaan pemasar ditujukan untukmenjaga kualitas dan kontinuitas persediaan barang, membiayai kegiatan penyaluranbarang ke lokasi-lokasi konsumen atau ke outlet-outlet yang memasarkan barangnya,memelihara fasilitas dan sarana pemasaran, sertauntuk membiayai tenaga kerja agar
  3. 3. 3kegiatan pemasaran berjalan lancar dan efisien. Untuk maksud tersebut maka dalamsetiap perusahaan dilakukan perhitungan anggaran secara periodik misalnya setiaptiga bulan, setiap empat bulan atau setiap enam bulan. Jika perusahaan memilikibeberapa cabang penjualan maka perusahaan tersebut akan mengalokasikan anggaransecara periodik ke cabang-cabangnya sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan olehpemimpin perusahaan. Cabang yang dinilai mampu melakukan penjualan lebih besarakan mendapat anggaran yang lebih besar pula. Sebaliknya cabang yang dinilaikurang mampu melakukan penjualan dalam jumlah besar akan diberikan anggaranyang lebih kecil pula. Strategi anggaran pada berbagai perusahaan bisa bervariasi sesuai dengankebijakan pimpinan perusahaan yang bersangkutan. Pada sebagian perusahaan,penetapan anggaran sepenuhnya ditentukan oleh pemimpin perusahaan di kantorpusatnya. Sementara pada sebagian perusahaan lainnya, strategi anggaran yangdigunakan adalah memberikan kesempatan kepada manajer-manajer cabang untukmengajukan anggaran secara periodik ke kantor pusat Jakarta perusahaannya, untukselanjutnya dianalisa dan ditentukan oleh pemimpin perusahaan di kantor pusat.Dengan demikian sering terjadi bahwa anggaran yang diajukan oleh manajer cabangtidak seluruhnya disetujui oleh pemimpin perusahaan induk. Hal seperti iniselanjutnya menuntut manajer cabang perusahaan untuk melakukan kebijakananggaran di cabangnya masing-masing. PT. Indofood sebagai salah satu perusahaan multi nasional yang bergerak dibidang pengolahan produk-produk pertanian menjadi produk-produk instan yang siap
  4. 4. 4dikonsumsi seperti Indomie, kecap dan produk-produk makanan lainnya jugamemiliki cabang-cabang produksi dan cabang pemasaran di berbagai daerah diIndonesia. Salah satu cabang produksi adalah di Makassar Sulawesi Selatan, dancabang produksi makassar kemudian memiliki cabang-cabang pemasaran di berbagaidaerah di indonesia bagain timur. Salah satu cabang pemasaran PT. Indofood cabangproduksi Makassar adalah di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Area pemasaranCabang Kendari adalah seluruh kabupaten kota yang ada di Provinsi SulawesiTenggara, dan telah dibuka sejak tahun 2002. Kebijakan anggaran yang diterapkanoleh PT. Indofood adalah memberikan kesempatan kepada cabang-cabangnya untukmengajukan anggaran setiap empat bulan ke kantor pusat Jakarta untuk selanjutnyadianalisa dan ditetapkan oleh perusahaan induk. Barang-barang yang akan disalurkansepenuhnya disuplay oleh cabang induk perusahaan, tetapi biaya pemasarannya diarea masing-masing cabang diatur oleh manajer-manajer cabang pemasaran. Khusus untuk cabang pemasaran PT. Indofood di Kota Kendari,perkembangan anggaran yang diterima dalam 9 tahun terakhir (2002-2010) adalahseperti disajikan pada Tabel 1.1.Tabel ini menunjukkan bahwa kebijakan penggunaananggaran yang dilakukan oleh perusahaan cabang di Kota Kendari dalam 9(sembilan) tahun terakhir (2002-2010) mengalami peningkatan berdasarkan kuartal.Perbedaan yang terjadi dalam penggunaan anggaran menggambarkan pentingnyapenganggaran yang cermat untuk dapat menyediakan dana yang akan digunakandalam kegiatan perusahaan. Namun dengan penggunaan anggaran tersebut seringtidak dapat mencukup kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan.
  5. 5. 5Tabel 1.1 Anggaran Penjualan PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari Tahun 2002-2010 Jumlah Anggaran (Rp) Tahun Total (Rp) Quartal I Quartal II Quartal III 2002 62.062.000 62.062.000 62.062.000 186.186.000 2003 63.519.517 63.519.517 63.519.517 190.558.550 2004 65.215.733 65.215.733 65.215.733 195.647.200 2005 62.147.000 62.147.000 62.147.000 186.441.000 2006 66.260.950 66.260.950 66.260.950 198.782.850 2007 66.999.146 66.999.146 66.999.146 200.997.438 2008 68.409.654 68.409.654 68.409.654 205.228.963 2009 68.661.317 68.661.317 68.661.317 205.983.950 2010 71.256.250 71.256.250 71.256.250 213.768.750Sumber : PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari, 2011 Selain keterbatasan anggaran yang disetujui, anggaran tersebut juga diberikansecara bertahap yakni setiap empat bulan. Sebagai contoh pada tahun 2010 anggaranyang disetujui sebesar Rp.213.768.750 diberikan secara bertahap sebanyak tiga kalisebagai berikut: Quartal pertama sebesar Rp.71.256.250, quartal kedua sebesarRp.71.256.250 dan pada quartal ketiga sebesar Rp.71.256.250. Pemberian anggaran yang berangsuran-angsuran secara kuartal memberikanpengaruh terhadap rencana penjualan yang telah ditetapkan perusahaan cabang danharus menunggu keputusan anggaran selanjutnya karena anggaran tersebut diprosesmelalui kantor Cabang di Makassar. Anggaran penjualan dari kantor pusat Jakartatidak langsung diperoleh dan permintaan anggaran tersebut selalu harus melaluiprosedur yang telah ditetapkan. Prosedur kerja yang ditetapkan untuk memperoleh anggaran adalah pengajuananggaran melalui kantor Cabang dan diolah sesuai dengan kebutuhan anggaran
  6. 6. 6pemasaran pada setiap kantor pemasaran yang berada di dalam wilayah KantorCabang Makassar. PT. Indofood di Kendari sebagai salah satu kantor pemasaran diwilayah Sulawesi Tenggara hanya diberikan proporsi anggaran penjualan sebesar 30(tiga puluh) persen dari anggaran yang disalurkan oleh kantor pusat di Jakarta.Kegiatan pemasaran yang dilakukan PT. Indofood di Kendari seperti promosipenjualan, iklan, dan event membutuhkan anggaran yang besar untuk dapatmempertahankan pasar dan memperluas pangsa pasarnya, namun dengan adanyakebijakan anggaran per quartal membuat perusahaan harus mengatur langkah secarajernih sehingga tidak mengalami kerugian dan kegagalan. Dalam menghadapi dua hal yang sifatnya kontradiksi serta anggaran yangdiberikan secara bertahap tersebut maka manajer cabang harus melakukan kebijakananggaran yang diberlakukan pada cabang yang dipimpinnya, agar tujuan perusahaanuntuk memperoleh volume penjualan serta laba yang optimal secara kontinyu.Manajer cabang mengatur alokasi dan jadwal penggunaan anggaran agar kegiatancabang berjalan lancar dan efisien dalam memasarkan mie instan. Dengan adanyaketerbatasan anggaran pada cabang pemasaran membutuhkan perencanaan danpengendalian anggaran yang tepat agar keterbatasan anggaran tersebut tidakmenghambat aktivitas penjualan produk ke semua kabupaten kota yang menjadi areapemasarannya. Berdasarkan fenomena yang dikemukanan dalam latar belakang ini, makapenting untuk melakukan penelitian yang bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan
  7. 7. 7anggaran pemasaran dan volume penjualan pada PT. Indofood Sukses Makmur diKendari.B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang maka masalah yang akan dianalisisdalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:1) Apakah Kebijakan anggaran pemasaran berpengaruh terhadap volume penjualan produk mie instan pada PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari.2) Bagaimana efektivitas kebijakan anggaran pemasaran dalam meningkatkanvolumepenjualan produk mie instan pada PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari3) Bagaimana trend volumepenjualan produk mie instan pada PT. Indofood Sukses Makmur di KendariC. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) Menganalisis pengaruh kebijakan anggaran pemasaran terhadap volume penjualan produk mie instan pada PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari 2) Menganalisis efektivitas kebijakan anggaran pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan produk mie instan pada PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari. 3) Menggambarkan trend volumepenjualan produk mie instan pada PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari
  8. 8. 8D.Kegunaan Penelitian Kegunaan dari hasil penelitian ini diharapkan mencakup kegunaan teoritis dankegunaan praktis. Adapun kegunaan teoritis yang diharapkan adalah :a. Menjadi sumber referensi mengenai pengendaliananggaran bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan penjualan.b. Menjadi pembanding bagi peneliti lainnya yang tertarik untuk menganalisis anggaran penjualan. Sedangkan kegunaan praktisnya adalah:a. Menjadi bahan masukan bagi manajemen perusahaan dalam merumuskan kebijakan anggaran perusahaan, khususnya pada PT.Indofood Sukses Makmur di Kendari.b. Menjadi bahan masukan bagi perusahaan PT.Indofood Sukses Makmur di Kendari dalam mengelolaanggaran yang disalurkan oleh perusahaan pusat dalam rangka meningkatkan penjualan produk mie instan.
  9. 9. 9 II TINJAUAN PUSTAKAA. Konsep Kebijakan Anggaran Secara umum dapat dikatakan bahwa kebijakan adalah keputusan-keputusanyang sifatnya mengikat bagi orang banyak pada tataran strategis atau bersifat garisbesar yang dibuat oleh pemegang otoritas. Nugroho, (2006) menjelaskan bahwa olehkarena kebijakan merupakan keputusan yang mengikat anggota dari suatu organisasimaka kebijakan haruslah dibuat oleh organisasi bersangkutan, yakni mereka yangmenerima mandatdari anggota organisasi. Pada organisasi publik, pemegang otoritaspembuat kebijakan umumnya ditentukan melalui suatu proses pemilihan karenamereka akan bertindak atas nama rakyatbanyak. Dalam bidang pemerintahan,kebijakan memiliki arti yang mencakup keputusan, aturan, dan perintah. Kebijakanyang telah digariskan oleh kepala pemerintahan haruslah dijabarkan lebih lanjut olehunit-unit pemerintahan di bawahnya dalam bentuk pengaturan teknis dan programkerja. Di dunia perusahaan, salah satu kebijakan yang penting diambil oleh pemimpinperusahaan adalah kebijakan anggaran. Suhyani, (2000) menjelaskan bahwakebijakan anggaran dalam suatu perusahaan merupakan keputusan-keputusan yangmenyeluruh terhadap pengelolaan anggaran perusahaan. Dalam hal ini kebijakananggaran ditetapkan setiap tahun melalui suatu proses pengambilan keputusan olehpara pemimpin perusahaan. Tahapan penentuan kebijakan anggaran terdiri dari tiga
  10. 10. 10langkah yaitu perencanaan, pengelompokkan penggunaan serta pengawasananggaran. Dalam proses perencanaan anggaran, setiap perusahaan memperhitungkankondisi yang terjadi baik kondisi internal maupun kondisi eksternal. Sofian, (2000)mengatakan bahwa oleh karena kebijakan anggaran sangat berpengaruh terhadapsetiap aktivitas perusahan-perusahaan maka para pemimpin perusahaan diharapkandapat menetapkan strategi anggaran yang stabil.Amstrong, (2000) juga menjelaskanbahwa proses perencanaan anggaran pada suatu perusahaan, dihadapkan denganangka-angka aktual yang harus dibandingkan dengan angka-angka yang dianggarkandalam setiap periode waktu tertentu. Alasan-alasan mengenai adanyavarianceanggaran harus diketahui dengan jelas penyebab dan dasar pertimbangannya.Variancebiaya penjualan harus dapat dipisahkan dari variance biayalainnya sepertibiaya tenaga kerja, biaya overhead kantor dan biaya perawatan fasilitas. MenurutMarwan, (1998), bentuk-bentuk kebijakan anggaran dalam suatuperusahaan mencakup dua hal yaitu kebijakan anggaran komprehensif dan kebijakananggaran penjualan. Anggaran komprehensif adalah bentuk anggaran yang mencakupanggaran jangka panjang, dan anggaran tahunan. Kebijakan anggaran jangka panjangmerupakan perencanaan dan penentuan anggaran secara keseluruhan untuk kegiatanperusahaan pada masa mendatang sedangkan anggaran tahunan adalah anggaran yangdisusun oleh perusahaan untuk kegiatan seluruh cabang-cabangnya dalam satu tahun.Marwan (1998) menyatakan bahwa anggaran penjualan merupakan anggarantahunan yang menjadi dasar dilakukannya aktivitas penjualan dan aktivitas-aktivitas
  11. 11. 11yang lain pada satu unit perusahaan. Pada umumnya anggaran penjualan disusunpaling dahulu dari anggaran lainnya. Oleh karena tujuan utama perusahaan adalahmemperoleh keuntungan yang optimal, maka kebijakan anggaran tahunan harusmemungkinkan para pengelola cabang pemasaran untuk menjual barang denganharga yang lebih tinggi dari harga pokoknya dalam jumlah yang maksimal pula. Arfan dan Prianthara (2009) menjelaskan bahwa untuk dapat menyusunkebijakan anggaran maka pemimpin perusahaan membutuhkan informasi-informasisebagai berikut: (1) Catatan akuntasi bulanan yaitu data tentang piutang dan hutang-hutang dagang setiap bulan, (2) Pendapatan penjualan bulanan, (3) pembelianpersediaan tiap bulan, (4) daftar gaji, sewa atau biaya pemeliharaan peralatan, (5)biaya iklan, serta saldo kas. Semua informasi ini akan dikaji oleh pemimpinperusahaan untuk menetapkan besarnya anggaran yang akan dialokasikan kepadamasing-masing cabang. Selanjutnya pada masing-masing cabang akan menetapkanpula kebijakan anggaran untuk unit kerjanya berdasarkan data dan informasi yangtersedia di cabang bersangkutan.B. Pengendalian Anggaran Kana(2000) mengatakan bahwa anggaran merupakan alat kendali untukmembiayai operasi perusahaan. Itu sebabnya para pemimpin perusahaan harusmampu melakukan pengendalian terhadap anggaran agar dapat dimanfaatkan secarabaik bagi terselenggaranya aktivitas penjualan secara maksimal. Pengendaliananggaran harus mencakup pengalokasian dan pemanfaatan dana pada kegiatan
  12. 12. 12finansial maupun pada kegiatan nonfinansial. Dalam pengendalian dibutuhkanpelaporan secara kontinyu mengenai kemajuan pembelanjaan aktual dibandingkandengan anggaran yang direncanakan, dan juga secara terus menerusmempertimbangkan hubungan input dan output yang telah dicapai. Munandar (1997) juga menjelaskan bahwa anggaran (budget) ialah suaturencana yang disusun secara sistimatis dan meliputi seluruh kegiatanperusahaan.Anggaran perusahaan harus dinyatakan dalam unit moneter dan berlakuuntuk jangka waktu tertentu pada masa yang akan datang. Oleh karena itu parapemimpin perusahaan harus merumuskan pula teknik pengendalian anggaran yangtepat agar anggaran yang ditetapkan setiap tahun dapat didayagunakan secaramaksimal untuk mencapai laba yang maksimal pula. Menurutnya anggaran (budget)mempunyai empat syarat yaitu :a. Harus ada rencana yakni suatu kegiatan untuk menentukan terlebih dahulu tentang aktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan pada waktu yang akan datang, dan menentukan besarnya biaya yang diperlukan untuk masing-masing kegiatan yang direncanakan.b. Bersifat komprehensif yaitu mencakup seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh semua cabang dan bagian-bagian yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan. Secara garis besar kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu: (i) kegiatan pemasaran (marketing), (ii) kegiatan produksi (producing), (iii) kegiatan pembelanjaan
  13. 13. 13 (financing), (iv) kegiatan administrasi (administrating) serta (v) kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan masalah-masalah personalia (personnel).c. Dinyatakan dalam unit moneter yaitu unit mata uang tertentu agar dapat diterapkan pada berbagai kegiatan perusahaan yang beraneka ragam. Adapun unit moneter yang berlaku di Indonesia ialah rupiah. Unit moneter ini sangat diperlukan, mengingat bahwa masing-masing kegiatan perusahaan yang beraneka ragam tersebut sering mempunyai satuan biaya dan produksi yang berbeda-beda. Dengan adanya kesamaan unit moneter maka kegiatan yang beraneka ragam tersebut dapat diseragamkan, sehingga memungkinkan untuk dijumlahkan, diperbandingkan serta dianalisa sesuai dengan keperluan pihak pemimpin perusahaan.d. Jangka waktu tertentu dan akan datang, yang menunjukkan bahwa anggaran (budget) hanya berlaku untuk satu jangka waktu tertentu pada masa yang akan datang. Ini berarti bahwa apa yang dimuat dalam anggaran adalah taksiran- taksiran (forecast) tentang apa yang akan terjadi serta apa yang akan dilakukan di waktu yang akan datang. Gunawan dan Asri (1995) menjelaskan anggaran sebagai suatu pendekatan yangformal dan sistimatis dalam rangka pelaksanaan tanggungjawab manajemenperusahaan mulai dari perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Intisari darianggaran menurut Gunawan dan Asri (1995) adalah:a. Bahwa anggaran harus bersifat formal, artinya anggaran disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk yang tertulis.
  14. 14. 14b. Bahwa anggaran harus bersifat sistimatis, artinya bahwa anggaran disusun dengan berurutan dan berdasarkan suatu logika.c. Bahwa setiap saat manajer diperhadapkan pada suatu tanggungjawab untuk mengambil keputusan, sehingga anggaran merupakan suatu hasil pengambilan keputusan yang berdasar pada suatu asumsi tertentu.d. Bahwa keputusan yang diambil oleh manajer tersebut merupakan pelaksanaan fungsi manajer dari segi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Munandar (1997) menyatakan bahwa ada tiga kegunaan pokok dari penetapananggaran suatu perusahaan yaitu :1. Sebagai pedoman kerja.Anggaran (budget) berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang.2. Sebagai alat pengkoordinasian kerja.Anggaran (budget) berfungsi sebagai alat pengkoordinasian kerjaagar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerja sama dengan baik untuk menuju ke sasaran yang telah ditetapkan.3. Sebagai alat pengawasan kerja.Anggaran (budget) berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan. Dengan membandingkan antara apa yang tertuang di dalam budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja ataukah kurang sukses bekerja. Dari perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab-sebab penyimpangan antara budget dengan
  15. 15. 15 realisasinya, sehingga dapat pula diketahui kelemahan-kelemahan dan kekuatan- kekuatan yang dimiliki perusahaan. Hal ini dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan yang sangat berguna untuk menyusun rencana-rencana (budget) selanjutnya secara lebih matang dan lebih akurat. Jenis-jenis anggaran dikemukakan oleh Shim dan Siegel dalam Mulyadi (2000)adalah sebagai berikut :a. Anggaran operasional digunakan untuk menghitung biaya produk yang diproduksi atau jasa yang dihasilkan. Anggaran jenis ini memeriksa aspek manufaktur dan operasi bisnis.b. Anggaran keuangan dapat digunakan untuk memeriksa kondisi keuangan dari divisi, yaitu dengan memeriksa rasio aktiva terhadap kewajiban, arus kas, modal kerja, profitabilitas, dan statisitik lainnya yang berhubungan dengan kesehatan keuangan.c. Anggaran kas digunakan untuk perencanaan dan pengendalian terhadap kas. Anggaran ini membandingkan rasio perkiraan arus kas masuk terhadap arus kas keluar untuk periode waktu tertentu. Anggaran kas membantu manajer untuk memelihara saldo kas supaya seimbang dengan kebutuhan bisnis.d. Anggaran pengeluaran modal berisi proyek-proyek penting jangka panjang dan modal yang harus dibeli. Estimasi biaya proyek dan waktu pengeluaran modal juga terdapat dalam anggaran modal. Anggaran modal biasanya mengklasifikasikan proyek berdasarkan tujuannya seperti pengembangan lini produk baru, memgurangi biaya, mengganti peralatan yang usang atau yang sudah
  16. 16. 16 tidak berfungsi dengan baik, memperbesar atau merangsang lini produk dan memenuhi persyaratan kesempatan kerja.e. Anggaran suplemental memberikan pendanaan tambahan untuk item-item yang tidak termasuk dalam anggaran reguler.f. Pengganggaran inkremental mengukur kenaikan anggaran dalam dolar atau persentase tanpa mempertimbangkan anggaran keseluruhan, sedangkan penganggaran add-on meninjau anggaran-anggaran tahun lalu dan menyesuaikannya dengan data sekarang, seperti inflasi dan perubahan personalia. Dana-dana tambahan ditambahkan ke dalam anggaran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini.g. Anggaran bracket merupakan rencana kontinjensi di mana biaya diprediksi pada jumlah yang lebih tinggi dan lebih rendah dari pada angka dasarnya. Penjualan diprediksi pada tingkat-tingkat yang berbeda. Bila angka dasar penjualan tidak dicapai, anggaran bracket memberikan manajer perusahaan untuk merencanakan efek pendapatan bersih dan kelangsungan usahah. Anggaran strech merupakan anggaran yang optimistis dan biasanya digunakan untuk penjualan yang diproyeksikan tinggi pencapaiannya. Anggaran ini sangat jarang memperhitungkan biaya. Namun bila proyeksi biaya dibuat, proyeksi ini harus berdasarkan pada target penjualan anggaran standar.i. Anggaran strategis mengintegrasikan perencanaan strategis dan pengendalian penganggaran. Anggaran ini berguna dalam periode yang tidak mementu dan tidak stabil.
  17. 17. 17j. Anggaran target merupakan rencana yang mengkatagorikan pengeluaran- pengeluaran utama dan menyesuaikan dengan tujuan divisi. Pembelanjaan dolar berjumlah besar memerlukan persetujuan yang khusus.k. Anggaran program digunakan untuk produk dan jasa. Produk-produk yang telah ada dan yang baru diperiksa. Anggaran program meliputi enginering, riset dan pengembangan, pemeliharaan, pelatihan, pemasaran dan hubungan masyarakat. Dalam anggaran harus terdapat inovasi dan fleksibilitas untuk menghadapikejadian-kejadian yang tidak diduga. Angka-angka yang dianggarkan dinyatakandalam rupiah, unit, jam, kg/ton dan karyawan. Menurut Julius (2000) dalampenganggaran, harus dipertimbangkan hal-hal berikut :a. Jenis produk dan jasa yang akan dipasarkan oleh perusahaan dalam rangka peningkatan volume penjualanb. Jumlah karyawan dan kemampuannya dalam melaksanakan kegiatan penjualan untuk menunjang aktivitas perusahaanc. Kondisi manufaktur dan kendala kapasitas yang dihadap perusahaan dalam menyediakan berbagai jenis produk yang akan dihasilkand. Stabilitas operasional yang dihadapi perusahaan baik dalam kegiatan produksi maupun kegiatan pemasaran.e. Penetapan harga yang ditetapkan perusahaan untuk mengimbangi biaya dan tujuan laba yang diharapkan oleh perusahaan.f. Ketersediaan dan biaya bahan baku yang akan digunakan perusahaan dalam proses produksi yang berkesinambungan
  18. 18. 18g. Sumber daya fisik dan manusia untuk dapat menunjang aktivitas perusahaan dalam kegiatan produksi maupun kegiatan penjualanh. Saldo dan keandalan persediaan yang dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan dalam menyediakan kebutuhan perusahaani. Tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk cadangan modal dalam kegiatan usaha perusahaanj. Aspek teknologi yang menunjang kegiatan produksi dan aktivitas pemasaran perusahaank. Kendala mutu dan kemampuan pelayanan yang membuat perusahaan terus berupaya untuk melakukan perbaikan guna menghadapi pesaing dan memenuhi permintaan pasarl. Kondisi pasar yang menjadi target perusahaan untuk melakukan penjualan produk yang dihasilkannyam. Persyaratan pendanaan yang dimiliki perusahaan untuk memperoleh pinjaman atau bantuan dana guna menunjang keuangan perusahaann. Lingkungan ekonomi dan politik yang berdampak pada aktivitas perusahaan terutama dari segi pendapatan masyarakat dan kebijakan pemerintah Karakteristik anggaran secara efektif antara lain a) kemampuan prediksi, b) saluran komunikasi, wewenang dan tanggung jawab yang jelas, c) informasi yang akurat dan tepat waktu, d) kesesuaian, bersifat menyeluruh dan kejelasan informasi, e) dukungan dalam organisasi dari semua pihak yang terlibat.
  19. 19. 19 Langkah-langkah yang harus diikuti dalam penganggaran meliputi : a) penetapan tujuan, b) pengevaluasian sumber-sumber daya yang tersedia, c) negosiasi antara pihak-pihak yang terlibat mengenai angka-angka anggaran, d) pengkoordinasian dan peninjauan komponen, e) persetujuan akhir, f) pendistribusian anggaran yang disetujui. Anggaran yang tetap (statis) memuat jumlah yang dianggarkan pada tingkatkapasitas yang telah diperkirakan. Anggaran jenis ini sangat baik digunakan bilaaktivitas departemen stabil. Kelemahan anggaran ini adalah tidak adanya fleksibilitasuntuk penyesuaian terhadap perubahan tak terduga.Anggaran tetap (fixed budget)sesuai untuk departemen yang beban kerjanya tidak memiliki hubungan langsungdengan penjualan, produksi atau valume lain yang berhubungan dengan operasi-operasi departemen. Anggaran fleksibel memungkinkan adanya variabilitas dalam kegiatan bisnisdan adaptasi terhadap perubahan tak terduga. Anggaran fleksibel menyesuaikankelonggaran dalam anggaran dengan kegiatan aktual dan berguna ketika variasivolume tidak terlalu besar. Langkah-langkah lain yang ada dalam anggaran fleksibeladalah :a. Mengestimasi batas-batas kegiatan yang diperkirakan untuk periode tersebutb. Menganalisis kecenderungan perilaku biaya, baik tetap variabel maupun campuran.c. Memisahkan biaya berdasarkan perilaku, yaitu memisahkan biaya campuran menjadi biaya tetap dan variabel
  20. 20. 20d. Menentukan biaya-biaya apa yang akan terjadi pada berbagai tingkat kegiatan yang berbeda. Anggaran penjualan merupakan langkah awal dalam menyiapkan anggaranindividu karena volume penjualan yang diestimasi mempengaruhi hampir semuaitem-item lainnya dalam anggaran induk anggaran penjualan harus menunjukkantotal penjualan dalam jumlah maupun nilainya. Total penjualan dapat berupapenjualan impas, target laba atau proyeksi penjualan dan dapat dianalisis lebih jauhberdasarkan produk, wilayah, konsumen, serta pola musiman dari penjualan yangdiharapkan. (Julius, 2000)C. Konsep Penjualan Swastha (2001) mengatakan bahwa kadang-kadang orang mempunyaipengertian yang salah tentang istilah penjualan dimana sebagian orang menganggapsama dengan istilah pemasaran. Misalnya seorang wiraniaga atau manajer penjualanmembicarakan pemasaran, tetapi sebenarnya masalah yang dibicarakan adalahpenjualan. Kedua istilah tersebut mempunyai ruang lingkup yang berbeda. Pemasaranmeliputi kegiatan yang lebih luas, sedangkan penjualan hanyalah merupakan satukegiatan saja di dalam pemasaran. Menurut Swastha (2001), sebagai suatu cabangilmu pengetahuan, penjualan lebih difahami sebagai ilmu dan seni mempengaruhipribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersediamembeli barang/jasa yang ditawarkannya. Assauri (1999) juga mengemukakanbahwa kegiatan penjualan merupakan kegiatan pelengkap atas suplemen dari
  21. 21. 21pembelian untuk memungkinkan terjadinya transaksi. Jadi kegiatan pembelian danpenjualan merupakan satu kesatuan untuk dapat terlaksananya transfer hak atautransaksi. Oleh karena itu kegiatan penjualan seperti halnya dengan kegiatanpembelian, terdiri dari serangkaian kegiatan yang meliputi penciptaan permintaan(demand) menemukan si pembeli, negosiasi harga, dan syarat-syarat pembayaran. Konsep penjualan berkeyakinan bahwa para konsumen dan perusahaan bisnisjika dibiarkan, tidak akan secara teratur membeli cukup banyak produk yangditawarkan oleh penjual. Oleh karena itu penjual harus melakukan usaha penjualandan promosi yang agresif. Kebanyakan perusahaan mempraktekkan konseppenjualan ketika mereka mempunyai kapasitas yang berlebihan. Tujuan merekaadalah menjual apa yang dihasilkan dan bukannya menghasilkan apa yangdiinginkan pasar. Dalam perekonomian industri modern, kapasitas produktif yangdibangun dengan anggapan bahwa kebanyakan pasar yang merupakan pasar pembelidan penjual harus berjuang untuk mendapatkan pelanggan. Marbun (2005) mendefinisikan penjualan pertama sebagai pengalihan hakmilik atas barang dengan imbalan uang sebagai penggantinya. Kedua sebagaipersetujuan untuk menyerahkan barang kepada pihak lain dengan menerimapembayaran dan ketiga sebagai total barang yang terjual untuk perusahaan denganjangka waktu tertentu. Winardi (2001) juga mendefinisikan penjualan sebagai suatutransfer atas hak benda-benda. Selain itu Baridwan (1997) berpendapat bahwapenjualan adalah menunjukkan jumlah hasil penjualan kepada pembeli selama satuperiode tertentu, dikurangi dengan potongan penjualan. Di pihak lain Simamora
  22. 22. 22(2000) mengartikan penjualan sebagai suatu ukuran dari kenaikan aktiva (biasanyadalam bentuk peningkatan jumlah kas atau piutang) yang disebabkan oleh adanyapenjualan produk perusahaan. Penjualan dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis tergantung dari sudutpandang yang digunakan. Swastha (2001) mengemukakan bahwa menurut jenisnyapenjualan dapat dikelompokan menjadi :a. Trade Selling yaitu penjualan yang terjadi bilamana produsen dan pedagang besar mempersilahkan pengecer untuk berusaha memperbaiki distributor produk- produk mereka. Hal ini melibatkan para penyalur dengan kegiatan promosi, peragaan, persediaan dan produk baru. Jadi titik beratnya adalah pada penjualan melalui penyalur dari pada penjualan ke pembeli akhir.b. Missionary Selling. Dalam missionary selling, penjualan berusaha ditingkatkan dengan mendorong pembeli untuk membeli barang-barang dari penyalur perusahaan. Disini, wiraniaga lebih cenderung pada penjualan untuk penyalur. Jadi wiraniaga sendiri tidak menjual secara langsung produk yang ditawarkan.c. Technical Selling. Dalam jenis penjualan ini pemasar berusaha meningkatkan penjualan dengan pemberian saran dan nasehat kepada pembeli akhir dari barang dan jasanya. Dalam hal ini, tugas utama wiraniaganya adalah mengidentifikasikan dan menganalisis masalah-masalah yang dihadapi serta menunjukkan bagaimana produk atau jasa yang ditawarkan dapat mengatasi masalah tersebut.
  23. 23. 23d. New Business Selling. Dalam New business sellingpenjual berusaha membuka transaksi baru dengan merubah calon pembeli menjadi pembeli. Jenis penjualan ini sering dipakai oleh perusahaan asuransi.e. Responsive Selling. Dalam jenis penjualan seperti inisetiap tenaga penjualan diharapkan dapat memberikan reaksi terhadap permintaan pembeli. Dua jenis penjualan utama di sini adalah route driving dan retailing. Swastha (2001) juga mengemukakan bahwa antara pengusaha yang satudengan pengusaha lainnya sering terdapat perbedaan dalam cara penjualannya.Adapun cara-cara yang dilakukan adalah a) penjualan langsung, dan b) penjualantidak langsung. Penjelasan untuk kedua cara penjualan tersebut adalah sebagaiberikut:a) Penjualan langsung adalah cara penjualan dimana penjual langsung berhubungan/berhadapan/bertemu muka dengan calon pembeli atau langganannya.b) Penjualan tidak langsung adalah cara penjualan yang dilakukan melalui surat/ pos, telpon, mesin otomatis. Pada cara penjualan ini, produk akan direalisasi setelah adanya persetujuan antara produsen dan konsumen. Penjualan suatu produk juga dapat dianalisis menurut volumenya. Swastha(2001) mengemukakan bahwa analisis volume penjualan merupakan suatu studimendalam tentang masalah penjualan bersih dari laporan rugi laba perusahaan(laporan operasi). Manajemen perlu menganalisis volume penjualan total dan jugavolume penjualan. Analisis volume penjualan didasarkan pada product line dan
  24. 24. 24segmen pasar. Alma (2004) juga menyatakan bahwa analisis volume penjualanmerupakan telaa mendalam terhadap hasil kegiatan penjualan yang dilakukan olehperusahaan terhadap jenis barang dan jasa dalam satu periode. Hasil penjualan yangdiperoleh menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memasuki setiap segmenpasar untuk menjual produk/jasanya kepada konsumen. Analisis volume penjualandilakukan untuk menganalisis dan membandingkan penjualan perusahaan denganpenjualan industri. Volume penjualan selain ditentukan oleh anggaran yang dialokasikan untukberbagai kegiatan yang berkaitan dengan penjualan barang juga dipengaruhi olehmanajemen dan teknik pemasaran yang digunakan. Hal ini sesuai dengan penjelasanAlma (2004) bahwa pemasaran bertujuan menyampaikan barang dan produk kekonsumen jika proses pemasarannya lancar, maka volume penjualan akan meningkat.D.Fungsi Usaha Penjualan Fungsi usaha penjualan lebih umum dikenal dengan istilah usaha perdagangan(merchandising). Usaha penjualan mencakup serangkaian kegiatan yang dilakukandalam proses pemindahan hak milik produk dari produsen kepada atau lembagaperantara pemasaran yang mempunyai hak kepemilikian, kepada konsumen ataupemakai, termasuk di dalamnya kegiatan promosi dan periklanan. Tingkat kerumitankegiatan yang dilakukan tergantung pada jenis dan sifat produk, volume penjualan,jarak antara tempat produksi dan konsumen dan karakteristik konsumennya. Usaha
  25. 25. 25penjualan produk ekspor relatif lebih rumit dibanding penjualan produk untukkonsumen dalam negeri (Sa’id, 2001). Usaha penjualan, seperti halnya usaha pembelian, dapat dilakukan olehpedagang perantara (seperti pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pedagangpengecer) dan produsen (seperti industri input dan alat-alat pertanian, pengusahaproduksi pertanian dan industri pengolahan). Bagian penjualan dari unit-unit usahatersebut berusaha untuk menemukan kebutuhan konsumennya dan memberikanpelayanan yang sebaik-baiknya untuk menarik minat konsumen untuk membeli ataumengkonsumsi produk-produk yang ditawarkan. Usaha untuk menemukan kebutuhankonsumen biasanya lebih gencar dilakukan oleh perusahaan-perusahaan atau industri-industri besar melalui riset pemasaran dan selanjutnya menciptakan produk baru ataumengembangkan produk yang sudah ada sesuai dengan kebutuhan konsumen ataupemakai. Usaha penjualan juga berperan untuk menemukan permintaan potensialbagi produknya dan berusaha mengubah permintaan potensial tersebut menjadipermintaan nyata melalui kegiatan promosi dan periklanan (Sa’id, 2001). Dalam sistem agribisnis, usaha penjualan sebagai fungsi sub sistempemasaran menjadi sangat penting dalam memperlancar aliran produk dari produsenke tangan konsumen akhir. Usaha penjualan tersebut meliputi berbagai keputusanyang diambil, yakni (1) jenis produk apa yang akan dijaul, (2) tingkat mutu produkyang bagaimana yang akan dijual, (3) berapa jumlah produk yang akan dijual, (4)kapan menjualnya, (5) dimana menjualnya dan (6) bagaimana cara menjualnya,(Sa’id, 2001).
  26. 26. 26 Downey dan Erickson (1992) mengemukakan bahwa usaha penjualan adalahsuatu tindakan pengalihan pemilikan barang dan jasa. Karena yang merupakan alattukar yang diakui, maka penjualan sama artinya dengan pertukaran barang dan jasadengan uang atau pendapatan bisnis. Perhitungan rugi-laba dimulai dengan penjualan,kemudian dikurangi dengan semua ongkos beban yang bertalian dengan penjualanitu, dan akhirnya berapa laba yang dihasilkan diketahui kemudian.Laba berasal daripenjualan, tetapi penjualan diawali dengan usaha penjualan. Menjual merupakan katakerja aktif, yang mengandung arti pelaksanaan sesuai dengan jenis usaha. Kadang-kadang usaha penjualan hanya memungkinkan terjadinya penjualan karena parapelanggan telah menyadari, membutuhkan dan mengetahui nilai dari produk dan jasayang dijual.
  27. 27. 27 III. KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESISA. Kerangka Pemikiran Kebijakan anggaran pemasaranmerupakan bagian dari manajemen keuangansuatu perusahaan. Anggaran yang disusun setiap tahun atau secara periodik untukmemenuhi berbagai kebutuhan perusahaan.Besarnya anggaran yang disusuntergantung pada kegiatan yang akan dilakukan perusahaan dalam rangka peningkatanvolume penjualan. Akan tetapi dalam kenyataannya, realisasi dari anggaran yangdisusun oleh masing-masing cabang perusahaan tidak selalu disetujui seluruhnya olehinduk perusahaan sehingga diperlukan kebijakan anggaran pada cabang-cabangperusahaan. Kebijakan anggaran pemasaran yang disusun pada suatu cabang perusahaanadalah mengatur dana yang disetujui dari kantor pusat perusahaan kedalam berbagaikeperluan untuk memperlancar proses penjualan di seluruh area pemasarannya.Alokasi anggaran pada suatu cabang umumnya digunakan untuk memperlancar danmewujudkan pelaksanaan kegiatan perusahaan yang ditujukan untuk menyalurkandan memasarkan produk kepada konsumen akhir baik secara langsung maupunmelalui mitra kerja seperti toko, kios dan swalayan yang ada di Kota Kendari. Selaindari itu anggaran dapat dialokasikan juga untuk pembuatan iklan, kegiatan promosidan insentif kepada karyawan yang berprestasi. Kerja sama antar perusahaan denganmitra kerja tidak lepas dari penggunaan anggaran untuk biaya distribusi gunamenjamin ketersediaan barang secara kontinyu dan dalam jumlah yang tepat.
  28. 28. 28Sedangkan biaya iklan ditujukan untuk memperkenalkan barang atau jasa kepadamasyarakat agar jumlah konsumen meningkat dan dengan demikian volumepenjualan akan meningkat. Jika volume penjualan meningkat dari waktu ke waktumaka laba perusahaan akan meningkat pula dalam satu satuan waktu tertentu. Secara visual, kerangka pemikiran yang dikemukakan di atas dapat digambarkandalam bentuk bagan sebagai berikut: Kebijakan Anggaran Pemasaran Biaya Biaya Biaya Biaya Distribusi Outlet Promosi Iklan Kontinuitas Periklanan Proses Promosi Ketersediaan Naik Administrasi Lancar Barang lancar Penjualan Penjualan Penjualan Lancar Naik Naik Laba perusahaan Volume Penjualan Naik naik Gambar 3.1. Kerangka Pemikiran Mengenai Pengaruh Kebijakan Anggaran Pemasaran dan Volume Penjualan
  29. 29. 29B. Hipotesis Berdasarkan kerangka pemikiran yang dikemukakan dalam penelitian ini, makahipotesis penelitian adalah :1. Anggaran distribusi, iklan, outlet dan promosi pemasaran berpengaruh nyata terhadap volumepenjualan produk mie instan.2. Kebijakan anggaran efektif meningkatkanvolume penjualan produk mie instan3. Volume penjualan mie instan mengalami kenaikan yang fluktuatif.
  30. 30. 30 IV. METODE PENELITIANA.Lokasi dan Waktu Penelitian Sesuai dengan judul maka lokasi penelitian ini adalah pada PT.Indofood SuksesMakmur di Kendari. Pemilihan lokasi didasarkan pada kesesuaian tujuan penelitianyaitu adanya kebijakan anggaran yang disusun secara periodik oleh PT. IndofoodSukses Makmur di Kendari. Penelitian dilaksanakan selama 60 hari atau dua bulanyakni pada bulan April sampai dengan Mei 2011.B.Variabel Penelitian Pada penelitian ini variabel penelitian terdiri darivariabel dependen yaknivolume penjualan, dan variabel independen yang terdiri dari: biaya distribusi, biayaiklan, biaya outlet, dan biaya promosi. Selain dari itu diperlukan pula variabelpenunjang yaitu: Jumlah tenaga kerja, jumlahpenerimaan barang, jumlah anggaran,jadwal penggunaan anggaran, jenis kegiatan penjualan, dan harga jual.C. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan datasekunder yang terdiri dari data kuantitatif dan kualitatif.Data kuantitatif adalah databerupa angka-angka yang meliputi biaya distribusi, biaya iklan, biaya outlet, danbiaya promosi. Selain dari itu diperlukan pula variabel penunjang yaitu: Jumlahtenaga kerja, jumlah penerimaan barang, jumlah anggaran, jadwal penggunaananggaran, jenis kegiatan penjualan, dan harga jual. Sedangkan data Kualitatif adalah
  31. 31. 31data berupa penjelasan-penjelasan yang meliputi jenis dan jadwal kegiatanperusahaan, prosedur pendistribusian, sistem pemasaran, dan prosedur atau jadwalpenggunaan anggaran. Untuk data sekunder, yang diperlukan adalah data penjualandan data alokasi anggaran quartalan dalam 9 tahun terakhir yakni sejak tahun 2002 –2010.D.Teknik Pengumpulan Data Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakanteknik wawancara langsung kepada pimpinan dan staf perusahaan sehubungandengan kebijakan anggaran perusahaan dalam meningkatkan penjualan. Selain dariitu dilakukan pencatatan terhadap data-data sekunder yang telah tersedia dalamlaporan bulanan dan laporan tahunan perusahaan.E.Teknik Analisis Untuk mencapai tujuan penelitian maka data dianalisis sebagai berikut :1. Untuk menganalisis pengaruh kebijakan anggaran pemasaran terhadap volume penjualan digunakan analisis regresi linear berganda dengan rumus : Y = a + b1X1 + b2X 2 +b3X3 +b4X4 + e Dimana : Y = Volume Penjualan (karton) a = konstanta b = koefisien regresi X1 = Biaya Distribusi (Rupiah) X2 = Biaya Iklan (Rupiah) X3 = Biaya Outled (Rupiah) X4 = Biaya Promosi (Rupiah) e = Error Term
  32. 32. 32Tanda parameter dugaan yang diharapkan bi> 0. Hal itu bermakna apabila nilaiBiaya Distribusi (X1) Biaya Iklan (X2) Biaya Outlet (X3)dan Biaya Promosi (X4)meningkat maka nilai Volume Penjualan (Y) akan meningkat, dan sebaliknyajika nilai Biaya Distribusi (X1) Biaya Iklan (X2) Biaya Outlet (X3)dan BiayaPromosi (X4) menurun maka nilai Volume Penjualan (Y) akan menurun.Pengujian Hipotesis a. Uji F Untuk melihat pengaruh Biaya Distribusi (X1) Biaya Iklan (X2) BiayaOutlet (X3)dan Biaya Promosi (X4) terhadap volume penjualan (Y) secarasimultan/bersama-sama dilakukan uji F dengan cara membandingkan Fhitung R2dengan Ftabel dengan menggunakan rumus : F k (Riduwan, 2006) (1 R 2 ) n k 1Keterangan Fhitung = Nilai F yang dihitung R = Nilai koefisien korelasi ganda k = Jumlah variabel bebas (independent) n = Jumlah sampelUntuk pengujian F, digunakan hipotesis sebagai berikut : H0 : B1 = 0 HA : B1 ≠ 0 Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan nilaiFtabel. Jika nilai Fhitung> Ftabel maka Ho ditolak, berarti Biaya Distribusi (X1) BiayaIklan (X2) Biaya Outlet (X3)dan Biaya Promosi (X4) secara bersama-sama
  33. 33. 33mempengaruhi volume penjualan (Y). Dan sebaliknya apabila Fhitung< Ftabel makaHo diterima yang berarti bahwa Biaya Distribusi (X1) Biaya Iklan (X2) BiayaOutlet (X3)dan Biaya Promosi (X4) tidak mempengaruhi volume penjualan (Y).b. Uji t Selanjutnya untuk melihat signifikan dari pengaruh Biaya Distribusi (X1)Biaya Iklan (X2) Biaya Outlet (X3)dan Biaya Promosi (X4) secara bersama-samamempengaruhi volume penjualan (Y). dilakukan uji t, dengan menggunakanrumus r n 2 t hitung (Riduwan, 2006) n r2 Keterangan : thitung = Nilai t r = Nilai koefisien korelasi Sederhana n = Jumlah sampelDengan hipotesis sebagai berikut : Ho : B1 = 0 HA : B1 ≠ 0 Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel.Bila nilai thitung> ttabel, maka H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa Biaya Distribusi(X1) Biaya Iklan (X2) Biaya Outlet (X3)dan Biaya Promosi (X4), yang diujiberpengaruh secara nyata terhadap volume penjualan (Y) pada PT. IndofootSukses Makmur Tbk. Sebaliknya jika nilai thitung< ttabel maka Ho diterima.Adapuntingkat signifikan yang ditentukan adalah 95% atau a = 5% (0,05). Untukmengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat serta
  34. 34. 34pengaruh variabel lain di luar variabel penelitian, maka dihitung koefisiendeterminasinya. Koefisien determinasi dihitung dengan menggunakan D = 1 – r2Uji Asumsi Klasik1. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabelindependen yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lainnya dalamsatu model yang dilihat dari nilai variance inflation faktor (VIF).a. Jika nilai variance inflation faktor (VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1, maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitasb. Jika nilai korelasi antar masing-masing variabel independen kurang dari 0,70, maka model dapat dikatakan terbebas dari asumsi klasik multikoliearitas. Jika lebih dari 0,7 maka diasumsukan terjadi korelasi yang sangat kuat antarvariabel independen sehingga terjadi multikolinearitas.c. Jika nilai koefisien determinan, baik dilihat dari R2 maupun R-Square di atas 0,60, namun tidak ada variabel independen yang berpengaruh terhadap variabel dependen, maka ditengarai model terkenal multikolinearitas.2. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah modelregresi variabel-variabel penelitian mempunyai distribusi normal atau tidak.Model regresi yang baik adalah distribusi datanya normal atau mendekati normal.Suatu model dikatakan berdistribusi normal jika model tersebut menghasilkan
  35. 35. 35 grafik data yang menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. 3. Uji Heteroskesdastisitas Heteroskesdastistas menguji terjadinya perbedaan variance residual suatu periode pengamatan ke periode pengamatan lain atau gambaran hubungan antara nilai yang diprediksi dengan Student Delete Residual nilai tersebut. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki persamaan variance residual suatu periode pengamatan yang lain atau adanya hubungan antara nilai yang diprediksi dengan Student Delete Residual. 4. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dalam suatu model bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu (et) pada periode tertentu dengan variabel pengganggu periode sebelumnya (et-1).2.Untuk menganalisis efektivitas kebijakan anggaran dalam 3 tahun terakhir digunakan rumus efektivitas menurut Husin (2005) sebagai berikut : Dimana : Po = Volume dan nilai penjualan yang ditargetkan berdasarkan anggaran yang disetujui dari induk perusahaan. P1 = Realisasi volume dan nilai penjualan produk mie instan Jika E > 100 % maka kondisi anggara efektif (dapat digunakan untuk pra perencanaan penjualan berikutnya) Jika E = 100 % maka kondisi berimbang
  36. 36. 36 Jika E < 100 % maka kondisi anggaran tidak efektif (tidak dapat digunakan untuk perencanaan penjualan periode berikutnya)3. Untuk menggambarkan trend volume penjualan digunakan analisis time series dengan rumus sebagai berikut : Y = a + bX Dimana : Y= Volume penjualan yang akan datang a =konstanta b = koefisien regresi X = periode penjualan tahun XF.Konsep Operasional Konsep operasional digunakan sebagai batasan definisi operasional terhadap variabel yang digunakan dalam penelitian sebagai berikut : 1. Anggaran adalah dana yang ditetapkan oleh perusahaan induk PT. Indofood Sukses Makmuruntuk digunakan dalam kegiatan penjualan mie instan di Kendari yang dihitung dalam Rupiah/quartal 2. Volume penjualan adalah jumlah produk mie instan yang berhasil dijual oleh PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari dalam setiap periode empat bulan yang dihitung dalam satuan karton 3. Nilai penjualan adalah hasil kali antara volume penjualan dengan harga jual produk mie instan pada PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari, yang dinyatakan dalam satuan rupiah/ quartal.
  37. 37. 374. Harga adalah nilai jual per kartonproduk mie instan yang ditetapkan oleh perusahaan yang dinyatakan dalam satuan Rupiah5. Kebijakan anggaran adalah pengalokasian anggaran untuk biaya distribusi, biaya iklan, biaya outlet, dan biaya promosi yang ditetapkan oleh manajer PT. Indofood Sukses Makmur di Kendari yang dihitung dalam satuan (Rupiah).6. Biaya distribusi yaitu anggaran yang digunakan untuk membiayai prosespendistribusian produk mie instan dari gudang ke outlet yang dihitung dalam rupiah per kardus.7. Biaya iklan yaitu anggaran yang digunakan untuk membuat iklan yang berkaitan dengan kelancaran penjualan yang dihitung dalam satuan Rupiah per quartal.8. Biaya outlet yaitu anggaran yang digunakan untuk kelancaran administrasi penjualan dilapangan yang dihitung dalam rupiah per quartal.9. Biaya promosi yaitu anggaran yang digunakan untuk melakukan kegiatan promosi penjualan yang dinyatakan dalam rupiah per quartal.
  38. 38. 38 DAFTAR PUSTAKAAmstrong, J W. 2000. Manajemen Pemasaran, Perhalindo, JakartaIksan. A., dan T. Prianthara 2009. Akuntansi Untuk Manajer. Graha Ilmu Jakarta.Assauri, S. 1999.Manajemen Penjualan. PT. Erlangga, Jakarta-------------------, 2000, Manajemen Persediaan, Erlangga, JakartaDowney dan Erickson 1992, Manajemen Pemasaran Agribisnis, Erlangga, JakartaGunawan, A. dan Marwan Asri. 1995.Pembelanjaan Perusahaan.BPEF-UGM. Yogyakarta.Harahap, S. 2004. Kinerja Keuangan Perusahaan, PT. Gramedia Utama, Jakarta.Hartanto, 1997.Manajemen Persediaan, Rineka Cipta, JakartaHusein, U. 2005.Evaluasi Kinerja Perusahaan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.Julius, 2000. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan, Ghalia Indonesia, JakartaMulyadi, J. 2000. Budgeting, Pedoman Penganggaran, Erlangga. JakartaKana, A. 2000. Manajemen Penganggaran, Bina Aksara. Jakarta.Keown, A. J. John D, Martin, J. William Petty, David F. Scott, JR, 2004.Manajemen Keuangan Prinsip prinsip dan Aplikasi, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran, Perhalindo. Jakarta.Mamduh, M. 2006. Manajemen Keuangan, BPFE-UGM. Yogyakarta.Marbun, 2005. Dasar-Dasar Pemasaran.Rineka Cipta. Jakarta.Munandar, 1997. Manajemen Anggaran. Gajah Mada Press. Yogyakarta.Moeljadi, 2006.Manajemen Keuangan Pendekatan Kualitatif Kuantitatif, Bayumedia, Malang. Jawa Timur.Munawir, 1997. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Liberty. Yogyakarta.
  39. 39. 39Myer, 1997.Manajemen Keuangan, Edisi Terjemahan, Ghalia Indonesia. Jakarta.Nugroho, D, 2006.Analisis Kebijakan, Elex Media Komputerindo, Jakarta.Prastowo, D. dan R. Juliaty, 2005.Analisis Laporan Kuangan, Akadmi Manajemen Perusahaan YKPN. Yogyakarta.Rachmat, F. 2009.Manajemen Perkreditan Bank Umum. ALFABETA. Bandung.Ross, S. 2002. Coorporate Finance. New York : Mc Graw Hill, Inc.Said, G. 2001.Manajemen Pemasaran Jasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.Sawir, A. 2005.Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.Sofyan, 2000. Manajemen Pemasaran.Liberty, YogyakartaSugiyono, 2006.Metode Penelitian Bisnis. Alfa Beta. Bandung.Suhyani, 2000.Analisis Kebijakan Anggaran Pada Perusahaan Jasa. Murai Kencana, Jakarta.Sumami, M. 1993.Manajemen Pemasaran.Bina Ilmu, Jakarta.Sumarsono, 1995.Pengantar Akuntansi. Buku 2 BPFE-UGM, Yogyakarta.Swastha, B. 1996.Manajemen Pemasaran dan Perilaku Konsumen.BPFE-UGM, Yogyakarta.Teguh, H. 1997.Manajemen Pemasaran.Perhalindo Jakarta.Winardi, 1986.Manajemen Pemasaran, Konsep dan Aplikasi. Rajawali Press, Jakarta.

×