Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Upcoming SlideShare
What to Upload to SlideShare
Next
Download to read offline and view in fullscreen.

9

Share

Download to read offline

Manajemen keuangan part 3 of 5

Download to read offline

Sumber : Rita Tri Yusnita S.E, m.M

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Manajemen keuangan part 3 of 5

  1. 1. Saham dan Valuasinya
  2. 2. SAHAM
  3. 3. Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Jika kita membeli saham suatu perusahaan berarti lita membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut. Dan kita berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen, jika perusahaan membukukan keuntungan. Pengertian Saham
  4. 4. Contoh Sertifikat Saham
  5. 5. Berdasarkan Kepemilikannya, ada dua jenis saham: Saham Biasa (Common Stock) Saham Preferen (Preferred Stock) Berdasarkan cara peralihannya ada dua jenis, yaitu: Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks) Saham Atas Nama (Registered Stocks) Jenis-Jenis Saham
  6. 6. Saham biasa (common stock) adalah surat berharga dalam bentuk piagam atau sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak dan kewajiban menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan. Saham biasa mempunyai sifat kebalikan dari Saham Preferen (Prefered Stock) dalam hal pengambilan suara, pembagian deviden dan hak-hak yang lain. Pemegang saham biasa dapat mempengaruhi kebijakan korporasi melalui proses pengambilan suara (voting) dalam pembuatan tujuan dan kebijakan, stock split dan memilih dewan direksi perusahaan. Pemegang saham biasa mempunyai keuntungan dalam bentuk Deviden dan Capital Gain 8 Saham Biasa (Common Stock / Saham Umum)
  7. 7. Sebagian besar saham yang beredar di bursa adalah saham umum. Pemilik saham ini akan menerima dividen jika perusahaan memperoleh laba dan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setuju mengenai adanya pembagian dividen tersebut. Jika suatu saat perusahaan dilikuidasi atau bangkrut, para pemegang saham biasa ini akan menerima hak atas sisa aset perusahaan paling akhir setelah semua kewajiban atau hutang pada pihak lain sudah dilunasi. Saham Biasa / Saham Umum
  8. 8. Saham preferen (Preferred stock) adalah bagian saham yang memiliki tambahan hak melebihi saham biasa Jenis saham ini memberikan dividen kepada pemegang sahamnya secara pasti. Jika suatu saat perusahaan dilikuidasi atau bangkrut, para pemegang saham preferen ini ini akan menerima hak atas sisa aset perusahaan sebelum pemegang saham biasa. Umumnya besarnya dividen yang dibagikan kepada pemegang saham peferen ini sudah ditetapkan. Saham Preferen (Preferred Stock)
  9. 9. 11 Saham Preferen (Preferred Stock) Ada beberapa jenis saham preferen, antara lain: 1. Saham preferen partisipasi  saham preferen yang membagikan dividen kepada pemegangnnya; pemilik saham ini setelah menerima deviden tetap mempunyai hak untuk membagi keuntungan yang dinyatakan sebagai dividen kepada pemegang saham biasa (participating preference shares). 2. Saham preferen nonkumulatif  saham preferen yang tidak mempunyai hak untuk mendapatkan dividen yang belum dibayarkan pada tahun-tahun yang lalu secara kumulatif (noncummulative preferred stock).
  10. 10. Pada saham ini tidak tertulis nama pemiliknya, supaya lebih mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain. Siapa yang memegang saham tersebut secara hukum, maka dialah yang diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
  11. 11. Saham jenis ini ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, cara peralihannya harus dilalui melalui prosedur yang telah ditentukan. Saham Atas Nama (Registered Stocks)
  12. 12. DIVIDEN
  13. 13. 15 Deviden Dividen adalah pembagian laba kepada para pemegang saham berdasarkan banyaknya lembar saham yang dimiliki masing-masing pemegang saham Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia di perusahaan yang menerbitkan saham. Tapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis
  14. 14.  Dividen tunai  metode paling umum untuk pembagian keuntungan. Dibayarkan dalam bentuk tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya.  Dividen saham  cukup umum dilakukan dan dibayarkan dalam bentuk saham tambahan, biasanya dihitung berdasarkan proporsi terhadap jumlah saham yang dimiliki. Contohnya, setiap 100 saham yang dimiliki, dibagikan 5 saham tambahan. Metode ini mirip dengan stock split karena dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil mengurangi nilai tiap saham sehingga tidak mengubah kapitalisasi pasar.  Dividen properti  dibayarkan dalam bentuk aset. Pembagian dividen dengan cara ini jarang dilakukan.  Dividen interim  dibagikan sebelum tahun buku Perseroan berakhir. Macam-Macam Dividen
  15. 15. VALUASI (PENILAIAN) SAHAM 17
  16. 16. 18 Tujuan Penilaian Saham Saham merupakan aset finansial yang dapat dijadikan investasi Penerbitan Saham juga merupakan sumber dana Penilaian saham dilakukan utk menentukan apakah saham yg akan dibeli atau dijual akan memberikan tingkat return yang sesuai dengan return yang diharapkan. Nilai saham dibedakan menjadi: 1. nilai buku 2. nilai pasar 3. nilai instrinsik
  17. 17. NILAI BUKU, INTRINSIK, PASAR Dalam penilaian saham dikenal adanya tiga jenis nilai, yaitu: Nilai Buku adalah nilai saham berdasarkan nilai dalam pembukuan perusahaan (emiten). Nilai Intrinsik (nilai teoritis) adalah nilai saham yang sebenarnya (seharusnya terjadi). Nilai Pasar adalah nilai saham di pasar, ditunjukkan oleh harga pasar yang berlaku untuk saham.
  18. 18. 20 Nilai Buku (Book Value) Nilai buku per lembar saham adalah nilai aktiva bersih (net assets) yang dimiliki pemilik dengan memiliki satu lembar saham Dilihat dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. beredaryangbiasasahamJumlah EkuitasTotal bukuNilai 
  19. 19. 21 Nilai Pasar (Market Value) Harga saham di bursa saham pada saat tertentu. Ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar bursa
  20. 20. 22 Nilai Instrinsik (Intrinsic Value/Fundamental Value) Nilai sebenarnya / seharusnya dari suatu saham Calon investor menghitung nilai instrinsik saham untuk memutuskan strategi investasinya Jika nilai pasar > nilai intrinsik, berati saham tersebut overvalued, dan investor sebaiknya menjual saham tersebut. Jika nilai pasar < nilai intrinsik, berati saham tersebut undervalued, dan investor sebaiknya membeli saham tersebut. Jika nilai pasar = nilai intrinsik, berarti saham tersebut fair-priced, dan investor bisa menahan saham tersebut.
  21. 21. PENENTUAN NILAI INTRINSIK SAHAM Tidak seperti nilai pasar (yang bisa dilihat dari harga saham di pasar), nilai intrinsik suatu saham hanya bisa diperkirakan dengan pendekatan tertentu. Ada dua pendekatan yang digunakan, yaitu: Pendekatan Analisis Teknikal Pendekatan Analisis Fundamental
  22. 22. 24 Menentukan Nilai Intrinsik Analisis Fundamental menghitung nilai instrinsik menggunakan data keuangan perusahaan Analisis Teknikal menghitung nilai instrinsik dari data perdagangan saham (harga dan volumen penjualan) yang telah lalu.
  23. 23. Pendekatan berbasis analisis fundamental yang bisa dilakukan adalah dengan: 1. Pendekatan nilai sekarang (present value) 2. Pendekatan Price Earning Rasio (PER) 3. Pendekatan lainnya. Analisis Fundamental
  24. 24. PENDEKATAN NILAI SEKARANG Dalam pendekatan ini, perhitungan nilai saham dilakukan dengan menghitung nilai sekarang (present value) semua aliran kas saham yang diharapkan di masa datang dengan tingkat diskonto sebesar tingkat return yang disyaratkan investor. Aliran kas yang bisa dipakai dalam penilaian saham dengan pendekatan nilai sekarang adalah earning perusahaan, atau berupa earning yang dibagikan dalam bentuk dividen.
  25. 25. Dividend Discounted Model (DDM) atau Model Diskonto Dividen (MDD) merupakan model perhitungan harga saham yang dilakukan dengan cara menilai tunai semua cash flow yang akan diterima di masa mendatang. Cash flow di sini adalah dividen tunai yang akan diterima setiap tahun dan harga saham terakhir pada saat akan dijual (terminal value). Pendekatan Nilai Sekarang
  26. 26. MODEL DISKONTO DIVIDEN (MDD) MDD merupakan model untuk mengestimasi harga saham dengan mendiskontokan semua aliran dividen yang akan diterima di masa datang. Secara matematis, model ini bisa ditulis sebagai berikut:           r)(1 D ........ r)(1 D r)(1 D r)(1 D Pˆ 3 3 2 21 0      1t t t 0 r)1( D Pˆ
  27. 27. MODEL DISKONTO DIVIDEN (MDD) Ada tiga skenario pertumbuhan dividen (JIKA SAHAM DI PEGANG SELAMANYA) yang biasanya dipakai sebagai model penilaian saham berbasis MDD: 1. Model pertumbuhan nol (zero growth model) 2. Model pertumbuhan konstan (constant growth model) 3. Model pertumbuhan tidak konstan / ganda (supernormal growth model)
  28. 28. MODEL PERTUMBUHAN NOL Model ini berasumsi bahwa dividen yang dibayarkan perusahaan tidak akan mengalami pertumbuhan (tetap dari waktu ke waktu). Rumus untuk menilai saham dengan model ini adalah sebagai berikut: dimana: = harga saham = Dividen = tingkat pengembalian = returnr D Pˆ 0 0  0Pˆ D0 r
  29. 29. Ilustrasi MODEL PERTUMBUHAN NOL Misalkan saham PT. Rahayu menawarkan dividen tetap sebesar Rp 900,-. Tingkat return yang disyaratkan investor adalah 20%. Berdasarkan data tersebut, maka nilai intrinsik saham PT. Rahayu tersebut adalah: 4.500Rp 0,20 900 Pˆ 0 
  30. 30. MODEL PERTUMBUHAN KONSTAN Model petumbuhan konstan (model Gordon), dipakai untuk menentukan nilai saham yang pembayaran dividennya mengalami pertumbuhan secara konstan selama waktu tak terbatas. Persamaan model pertumbuhan konstan ini bisa dituliskan sebagai berikut: g = growth rate = tingkat pertumbuhan               r)(1 g)(1D ....... r)(1 g)(1D r)(1 g)(1D r)(1 g)(1D Pˆ 0 3 3 0 2 2 00 0 g-r D g-r )1(D Pˆ 10 0    g
  31. 31. Ilustrasi MODEL PERTUMBUHAN KONSTAN Misalkan PT. Rebecca membayarkan dividen Rp. 1.000,- per tahun. Pertumbuhan dividen direncanakan sebesar 5% per tahun. Tingkat return yang disyaratkan investor sebesar 15%. Dan harga pasar saham PT. Rebecca saat ini adalah Rp. 10.000. Berdasarkan data tersebut, maka nilai intrinsik: Ternyata nilai pasar (Rp 10.000) < nilai intrinsik (Rp 10.500) 10.500Rp. 0,10 1050 0,05-0,15 )05,0(11000 Pˆ 0   
  32. 32. Misalkan: Seorang Investor berencana melakukan investasi saham selama 1 tahun, maka rumus Present Value – nya adalah: PV0 = 𝐷 1 + 𝑃 1 1 + 𝑟 • Apabila rencana investasi saham adalah selama 2 tahun, maka rumus Present Value – nya adalah: V0 = 𝐷 1 1 + 𝑟 + 𝐷2 (1 + 𝑟)2 + 𝑃2 (1 + 𝑟)2
  33. 33. Contoh: Dividen tunai setiap tahun adalah Rp 500 dan harga saham sekarang adalah Rp 10.000. Pada tahun kedua diperkirakan harga saham di pasar akan menjadi Rp 12.000, sementara return yang diharapkan adalah 8%. Berapa nilai saham sekarang? Apakah investor jadi membeli? V0 = 𝐷 1 1+𝑟 + 𝐷 2 (1+𝑟)2 + 𝑃 2 (1+𝑟)2 V0 = 500 1,08 + 500 (1,08)2 + 12.000 (1,08)2 V0 = 463 + 429 + 10.288 V0 = 11.180 Karena nilai saham lebih tinggi (Rp 11.180) daripada harga saham (Rp 10.000), maka saham tersebut layak beli.
  34. 34. MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN / GANDA Model ini sesuai untuk menilai saham perusahaan yang mempunyai karakteristik pertumbuhan yang ‘fantastis’ di tahun- tahun awal, sehingga bisa membayarkan dividen dengan tingkat pertumbuhan yang ‘tinggi’. Setelah pertumbuhan dividen fantastis tersebut, perusahaan hanya membayarkan dividen pada tingkat yang ‘lebih rendah’, tapi konstan hingga waktu tak terbatas.
  35. 35. MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN / GANDA Tahap-tahap Perhitungan: 1. Membagi aliran dividen menjadi dua bagian a. bagian awal yang meliputi aliran dividen yang ‘fantastis’, dan b. aliran dividen dengan pertumbuhan yang konstan. 2. Menghitung nilai sekarang dari aliran dividen yang fantastis (bagian awal). 3. Menghitung nilai sekarang dari semua aliran dividen selama periode pertumbuhan konstan (bagian b). 4. Menjumlahkan hasil perhitungan nilai sekarang dari kedua bagian perhitungan aliran dividen tersebut
  36. 36. Ilustrasi MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN / GANDA Misalkan PT. Kreator adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Dengan temuan produk inovatifnya, pada 3 tahun pertama, PT. Kreator mengalami pertumbuhan earning yang sangat fantastis, sehingga bisa membayarkan dividen dengan tingkat pertumbuhan 20% selama 3 tahun. Setelah tahun ke-3 dan seterusnya perusahaan memutuskan untuk membayar dividen dengan tingkat pertumbuhan 10% per tahun selamanya. Dividen tahun awal (D0) sebesar Rp1.000, dan tingkat return yang disyaratkan investor diketahui 15%.
  37. 37. MODEL PERTUMBUHAN TIDAK KONSTAN/GANDA: CONTOH 0 g=20% 1 g=20% 2 g=20% 3 g=10% 4 g=10% n A B D0= Rp. 1.000 D1= Rp. 1.200 D2= Rp. 1.440 D3= Rp. 1.728 D4= Rp. 1.900,8 Rp. 1.043,48 k 1.088,85 k 1.136,19 k = Rp. 38.016 24.996,14 k Rp. 28.264,66 0,10-0,15 1.900,8 g-k D Pˆ c 4 3 
  38. 38. PENDEKATAN PER Pendekatan ini merupakan pendekatan yang lebih populer dipakai di kalangan analis saham dan para praktisi. Dalam pendekatan PER (pendekatan multiplier), investor akan menghitung berapa kali (multiplier) nilai earning yang tercermin dalam harga suatu saham. PER juga mencerminkan berapa rupiahkah yang harus dibayarkan investor saham untuk memperoleh satu rupiah earning perusahaan.
  39. 39. PENDEKATAN PER Rumus yang dipakai dalam pendekatan ini: atau; sahamlembarper sahamHarga PER Earning  g-r E/D /EPˆ 11 10 
  40. 40. PENDEKATAN PER: CONTOH Misalnya harga saham GGRM saat ini adalah Rp. 10.000 per lembar, dan tahun ini perusahaan memperoleh earning sebesar 900 juta rupiah. Jumlah saham beredar saat ini adalah 900 ribu lembar saham. Dari data tersebut, maka PER perusahaan bisa dihitung dengan dua tahap perhitungan seperti berikut:
  41. 41. Ilustrasi PENDEKATAN PER 1. Menghitung earning per lembar saham = Rp. 1.000 per lembar 2. Menghitung PER beredarsahamjumlah perusahaan lembarper earning Earning  lembar Rp. 000900 000000900 . ..  kali.10 1.000Rp. 10.000Rp. PER 
  42. 42. PENDEKATAN LAINNYA Ada 3 pendekatan lain untuk menilai saham, yaitu: 1. Harga pasar saham/nilai buku saham 2. Harga pasar saham/aliran kas 3. Economic Value Added (EVA)
  43. 43. Pengertian modal dan Pengertian biaya modal
  44. 44. Modal (Capital) adalah dana yang digunakan untuk membiayai pengadaan aset dan operasional suatu perusahaan. Modal dapat dilihat di Neraca di sisi sebelah kanan (staffel)  Hutang, Saham Biasa, Saham Preferen dan Laba Ditahan. Pengertian Modal (Capital)
  45. 45. Biaya modal (COC) merupakan biaya yang harus dikeluarkan atau dibayar oleh perusahaan untuk mendapatkan modal yang digunakan untuk investasi perusahaan Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan utk memperoleh dana baik yg berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan Pengertian Biaya Modal (Cost of Capital)
  46. 46. Pengertian Biaya Modal (Cost of Capital) Biaya Modal adalah biaya riil yang harus ditanggung perusahaan karena digunakannya modal yang digunakan untuk berinvestasi. Karena sifatnya sebagai biaya, maka biaya modal juga diartikan sebagai batas minimum tingkat hasil yang harus dicapai perusahaan (minimum required rate of return) agar perusahaan tidak dinyatakan merugi.
  47. 47. Perhitungan Biaya Modal sangat penting karena: 1. Maksimisasi nilai perusahaan mengharuskan biaya-biaya (termasuk biaya modal) diminimumkan 2. Keputusan penganggaran modal (capital budgeting) memerlukan estimasi biaya modal 3. Keputusan-keputusan penting lain seperti leasing dan modal kerja juga memerlukan estimasi biaya modal Pentingnya perhitungan biaya modal Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan
  48. 48. Konsep biaya modal dan jenis biaya modal
  49. 49. Konsep biaya modal penting dalam pembelanjaan perusahaan, karena dapat dipakai untuk menentukan besarnya biaya yang secara riil harus ditanggung oleh perusahan untuk memperoleh modal dari berbagai sumber Konsep biaya modal
  50. 50. Konsep biaya modal erat hubungannya dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan (required rate of return). Biaya modal biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu usulan investasi (sebagai discount rate), yaitu dengan membandingkan rate of return dari usulan investasi tersebut dengan biaya modalnya. Biaya modal dapat diukur dengan “rate of return” minimum dari investasi baru yang dikeluarkan perusahaan, dengan asumsi bahwa tingkat risiko dari investasi baru sama dengan risiko dari aktiva yang dimiliki saat ini. Konsep biaya modal
  51. 51. BIAYA MODAL INDIVIDUAL  adalah biaya modal yang dapat dihitung berdasarkan biaya untuk masing-masing sumber dana. Biaya Modal Individual a. Biaya Modal Hutang b. Biaya Modal Saham Preferen c. Ekuitas Biasa BIAYA MODAL SECARA KESELURUHAN adalah biaya modal yg memperhitungkan seluruh biaya atas modal yang digunakan oleh perusahaan Konsep biaya modal perusahaan secara keseluruhan (overall cost of capital) bermanfaat dalam penilaian usulan investasi jangka panjang untuk menetapkan biaya modal dari perusahaan secara keseluruhan perlu dihitung biaya modal rata-rata tertimbangnya (weighted average cost of capital atau WACC). Jenis jenis biaya modal
  52. 52. Biaya Hutang a. Biaya Modal Hutang Jangka Pendek 1) Biaya Modal dari Hutang Perniagaan/Hutang Dagang. 2) Biaya Modal dari Hutang Wesel. 3) Biaya Modal dari Kredit Bank Jangka Pendek b. Biaya Modal Hutang Jangka Panjang Biasanya dana dari hutang jangka pendek tidak dimasukan dalam perhitungan biaya modal rata-rata, karena hutang dagang diperlakukan sebagai arus kas modal kerja bersih dalam proses penganggaran modal, sedangkan hutang wesel dan kredit jangka pendek umumnya merupakan pembelanjaan sementara.
  53. 53. Biaya Modal Individual
  54. 54. Biaya Hutang yang dihitung adalah biaya hutang setelah pajak Biaya itulah yang digunakan untuk menghitung biaya modal rata-rata tertimbang Biaya Hutang setelah Pajak = Tingkat bunga – Penghematan Pajak = 𝑟𝑑 - 𝑟𝑑T = 𝑟𝑑 1 − 𝑇 Dimana: 𝑟𝑑 = tingkat bunga hutang sebelum pajak T = tarif pajak pemerintah BIAYA HUTANG
  55. 55. Misalkan: PT. ABC meminjam uang ke bank pada tingkat bunga 10% dan tarif pajak pemerintah sebesar 40%, maka biaya hutang setelah pajak adalah: Biaya Hutang setelah Pajak = 𝒓 𝒅 𝟏 − 𝑻 = 0,1 (1-0,4) = 0,06 = 6%
  56. 56. Hutang Jangka Pendek (Hutang Lancar)  hutang yang jangka waktu pengembaliannya kurang dari satu tahun. Terdiri dari: hutang perniagaan (trade account payable), hutang wesel dan kredit jangka pendek dari bank. dimana : 𝑟𝑡 = Biaya hutang jk pendek setelah pajak 𝑟𝑑 = Biaya hutang jk pendek sebelum pajak yaitu sebesar tingkat bunga hutang. T = Tingkat Pajak Biaya modal hutang jangka pendek 𝑟𝑡 = 𝑟𝑑 1 − 𝑇
  57. 57. Apotek Sehat Selalu membeli bahan baku obat secara kredit. Bunga dari kredit tersebut sebesar 10%, tingkat pajak penghasilan (tax rate) 40%. Hitunglah besarnya biaya hutang setelah pajak ! INGAT ! Tingkat bunga hutang sebesar 10% merupakan biaya pengurang pajak (tax deductible expense). Adanya beban bunga menyebabkan keuntungan yang terkena pajak menjadi lebih kecil, sehingga pajak yang harus dibayar perusahaan menjadi lebih kecil pula. Ilustrasi 1
  58. 58. Biaya hutang jangka panjang Pada dasarnya biaya penggunaan hutang jangka panjang (cost of debt) yang berasal dari obligasi (cost of bond) dapat dihitung dengan rumus: 𝑟𝑑 = 𝐼+ (𝑁 −𝑁𝑏) 𝑛 (𝑁+𝑁𝑏) 2 Dimana : 𝑟𝑑 = Tingkat bunga hutang jangka jk. Panjang sebelum pajak I = Bunga hutang jk. panjang (obligasi) per tahun dalam rupiah. N = Harga nominal obligasi atau nilai obligasi pada akhir umurnya Nb = Nilai bersih penjualan obligasi = Nilai pasar obligasi n = Umur obligasi
  59. 59. PT. Thong Gha Gale mengeluarkan obligasi untuk menambah modalnya dengan nilai nominal Rp 450.000.000 yang akan jatuh tempo setelah 10 tahun. Hasil penjualan neto obligasi yang diterima perusahaan sebesar Rp 442.500.000. Bunga kupon obligasi per tahunnya sebesar 4% dan tingkat pajak sebesar 30%. Berapakah besarnya biaya modal obligasi tersebut sebelum pajak dan setelah pajak! Ilustrasi 2
  60. 60. 𝑟𝑑 = 𝐼+ (𝑁 −𝑁𝑏) 𝑛 (𝑁+𝑁𝑏) 2 = 18.000.000+ (450.000.000 −442.500.000) 10 (450.000.000+442.500.000) 2 = 18.750.000 446.250.000 = 0,042 = 4,2% 𝑟𝑡 = 𝑟𝑑 1 − 𝑇 = 0,042 (1 – 0,3) = 0,0294 = 2,94% Jadi besarnya biaya modal obligasi sebelum pajak adalah 4,2% Dan besarnya biaya modal setelah pajak adalah 2,94% Solusi 2
  61. 61. cost of preferred stock (rp) Adalah biaya riil yang harus dibayar jika perusahaan memperoleh dana tambahan modal dengan cara menerbitkan/menjual saham preferen rp diperhitungkan sebesar tingkat keuntungan yang disyaratkan (required rate of return) oleh investor pemegang saham preferen. Artinya tingkat keuntungan yang diharapkan oleh investor merupakan biaya yang harus ditanggung emiten. Biaya modal saham preferen mempunyai sifat campuran antara hutang dan saham biasa. Biaya modal saham preferen
  62. 62. -Mempunyai sifat hutang, karena saham preferen mengandung kewajiban tetap utk memberikan pembayaran dividen secara periodik. - Memiliki sifat seperti saham biasa karena saham preferen merupakan bukti kepemilikan perusahaan yang mengeluarkan saham preferen tersebut. Demikian pula ketika perusahaan terpaksa dilikuidasi, maka perusahaan pemegang saham preferen mempunyai hak sebelum pemegang saham biasa. Pembayaran dividen saham preferen dilakukan setelah pendapatan dikurangi pajak, sehingga biaya modal saham preferen tidak perlu lagi disesuaikan atau dikurangi dengan pajak. Biaya modal saham preferen
  63. 63. Biaya modal saham preferen 𝑟𝑝 = 𝐷 𝑝 𝑃 𝑝 dimana: rp = Biaya saham preferen Dp = Dividen saham preferen Pp = Harga saham preferen saat ini = harga saham preferen neto
  64. 64. PT. Ghamau Ghalau menjual saham preferen dengan nominal Rp 20.000,-. Harga jual saham preferen setiap lembarnya sebesar Rp 24.500,-. Besarnya dividen tahunan adalah Rp 2.000,- per lembarnya. Biaya yang terjadi untuk penerbitan saham (floatation cost) setiap lembarnya adalah sebesar Rp 250,-. Hitunglah besarnya biaya saham preferen tersebut! Ilustrasi 3
  65. 65. 𝑟𝑝 = 𝐷 𝑝 𝑃 𝑝 = 2.000 24.500 −250 = 0,08247 = 8,247% Solusi 3
  66. 66. Biaya Modal Saham Biasa dan Laba Ditahan atau Biaya Modal Sendiri (equitas atau re) Merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan yang memperoleh dana dengan dengan melakukan penjualan saham biasa (common stock) atau menggunakan laba ditahan untuk investasi. Perusahaan dapat membagikan laba setelah pajak yang diperoleh sebagai dividen atau menahannya dalam bentuk laba ditahan. Laba ditahan yang digunakan untuk investasi kembali tersebut perlu diperhitungkan biaya modalnya. Biaya modal saham biasa dan laba ditahan
  67. 67. Untuk menghitung biaya ekuitas (re) digunakan dua model pendekatan yaitu : 1. Pendekatan Model Diskonto Dividen (Dividend Discount Model = DDM) 2. Pendekatan CAPM (Capital Asset Pricing Model) biaya modal dari saham biasa baru (EKUITAS)
  68. 68. Biaya modal yang berasal dari laba ditahan (cost of retained earning) Biaya laba ditahan adalah sebesar tingkat pendapatan (rate of return) investasi saham yang diharapkan investor. Salah satu cara menghitung biaya modal yang berasal dari laba yang ditahan adalah dengan pendekatan discounted cash flow atau dividend discount model, yaitu: 𝑟𝑒 = 𝐷1 𝑃0 + 𝑔 Dimana: re = biaya laba ditahan D1 = Dividen per lembar saham biasa Po = Harga saham biasa per lembarnya g = tingkat pertumbuhan dividen
  69. 69. Perusahaan menghasilkan laba Rp 500,- per lembar sahamnya, dan dividen yang dibagikan sebesar Rp 100,- per lembar sahamnya. Harga jual saham tersebut Rp 5.000,- per lembarnya. Tingkat pertumbuhan (rate of growth) sebesar 5% setahunnya, dan tingkat pertumbuhan ini diharapkan akan terus berlangsung. Berapakah biaya modal yang berasal dari laba ditahan? Jawab : 𝑟𝑒 = 𝐷1 𝑃0 + 𝑔 = 100 5000 + 0,05 = 0,07 = 7% Ilustrasi 4
  70. 70. Biaya saham biasa (common stock) baru lebih tinggi dari biaya laba ditahan karena penjualan saham baru memerlukan biaya emisi saham atau floatation cost. Dengan pendekatan Dividend Discount Model (DDM) 𝑟𝑒 = 𝐷1 𝑃0 (1−𝐹) + 𝑔 dimana 𝐷1 : Dividen saham pada tahun ke-1 Po : Harga jual saham F : Floatation Cost g : growth of dividend biaya modal dari saham biasa baru
  71. 71. Ilustrasi 5 Perusahaan elektronik besar TERANG BENDERANG ingin melakukan emisi common stock baru, dan ternyata saham tersebut terjual seharga Rp 1.500,- per lembar sahamnya. Floatation cost yang terjadi sebesar 10% dari harga jual tersebut. Dividen mendatang diperkirakan sebesar Rp 200,-. Perusahaan mengharapkan dividen tersebut dapat tumbuh secara konstan 3%. Berapakah biaya modal saham biasa baru tersebut!
  72. 72. 𝑟𝑒 = 𝐷1 𝑃0 (1−𝐹) + 𝑔 = 200 1500 (1−0,1) + 0,03 = 0,178 = 17,8% Solusi 5
  73. 73. Pendekatan CAPM (Capital Asset Pricing Model) Model CAPM merupakan model penetapan biaya modal dengan menganalisis tingkat return saham i atau Ri yang diharapkan dengan return pasar (market return atau Rm) yang terjadi Besarnya tingkat rerturn saham yang diharapkan oleh investor ini merupakan biaya modal yang harus dikeluarkan oleh emiten. biaya modal dari saham biasa /equitas
  74. 74. Rumus model CAPM adalah: 𝑟𝑠 = 𝑟𝑅𝐹 + 𝑟 𝑀 − 𝑟𝑅𝐹 i dimana: 𝑟𝑠 = Tingkat return saham yang diharapkan 𝑟𝑅𝐹 = Tingkat return bebas risiko 𝑟 𝑀 = Return portofolio pasar yang diharapkan i = Koefisien beta saham i Biaya equitas dengan CAPM (lanjutan) Model CAPM ini dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu: 1. Besarnya bunga bebas risiko (risk free rate, 𝑟 𝑅𝐹 ), 2. Risiko sistematis yg ditunjukkan oleh koefisien beta () 3. Premium risiko pasar yang ditunjukkan oleh selisih antara return pasar dengan return saham ( 𝑟 𝑀 – 𝑟 𝑅𝐹 ).
  75. 75. Beta saham biasa Yamaha adalah 0,885. Tanggal 17 Agustus 2016, tingkat bunga bebas risiko sebesar 6,1%, dan tingkat pengembalian yang diharapkan pada portfolio pasar dari semua aktiva berisiko sekitar 15%. Hitunglah biaya modal yang dikeluarkan Yamaha HAILAFIKRI@GMAIL.COM Ilustrasi 6
  76. 76. 𝑟𝑠 = 𝑟𝑅𝐹 + 𝑟 𝑀 − 𝑟𝑅𝐹 i = 0,061 + (0,15 – 0,061). 0,885 = 0,139765 = 13,98% Ingat bahwa tingkat imbal hasil yang diisyaratkan menurut estimasi kita merupakan biaya saham biasa internal karena tidak ada biaya transaksi yang diperhitungkan
  77. 77. biaya modal Rata-rata tertimbang (weighted average cost of capital - WACC) BIAYA MODAL SECARA KESELURUHAN
  78. 78. Jenis-jenis Modal Utang Saham Preferen Ekuitas Biasa Saham Biasa Baru Laba Ditahan biaya modal Rata-rata tertimbang Note: Hutang jangka pendek tidak dimasukkan dalam perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang Biaya Modal Perusahaan secara keseluruhan merupakan angka rata-rata tertimbang dari berbagai jenis dana yang digunakan perusahaan
  79. 79. Biaya modal keseluruhan merupakan biaya modal yang memperhitungkan seluruh biaya atas modal yang digunakan oleh perusahaan. Karena masing-masing biaya modal berbeda maka untuk menetapkan biaya modal secara keseluruhan perlu menghitung "weighted average" dari berbagai sumber . Penerapan "weight" atau bobot dapat berdasarkan : ◦ Jumlah rupiah dari masing-masing komponen struktur modal. ◦ Proporsi modal dalam struktur modal dinyatakan dalam prosentase biaya modal Rata-rata tertimbang
  80. 80. weighted average cost of capital = WACC  adalah rata –rata tertimbang dari biaya-biaya komponen utang, saham preferen, dan ekuitas biasa WACC = (𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔)(𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝐻𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔) + 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑝𝑟𝑒𝑓𝑒𝑟𝑒𝑛 +(𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎)(𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑎𝑠𝑎) 𝑊𝐴𝐶𝐶 = 𝑊𝑑 𝑟𝑑 1 − 𝑇 + 𝑊𝑝 𝑟𝑝 + 𝑊𝑐 𝑟𝑠 ◦ Wd = bobot/proporsi sasaran utang ◦ rd = tingkat bunga utang sebelum pajak ◦ 𝑟𝑑 1 − 𝑇 = biaya utang setelah pajak, dimana T = tarif pajak ◦ Wp = proporsi saham preferen ◦ rp = biaya komponen saham preferen ◦ Wc = ekuitas saham biasa ◦ rs = biaya komponen ekuitas biasa yang diperoleh dari laba ditahan, atau ekuitas internal
  81. 81. Sumber Modal Jumlah (dalam juta rupiah) Biaya Penggunaan Modal Hutang Jangka Panjang 80 6% (before tax) Saham Preferen 20 7% Modal Sendiri 150 10% Jumlah 250 Ilustrasi 7 Tingkat pajak perseroan sebesar 25% Hitunglah Biaya modal keseluruhan yang dipergunakan perusahaan tersebut Diketahui data sumber modal yang digunakan Perusahaan ANONIM sbb:
  82. 82. 𝑊𝐴𝐶𝐶 = 𝑊𝑑 𝑟𝑑 1 − 𝑇 + 𝑊𝑝 𝑟𝑝 + 𝑊𝑐 𝑟𝑠 = [80jt. 0,06 (1 – 0,25)] + (20jt. 0,07) + (150jt. 0,1) = 20 jt Cara tidak langsung: ◦ Biaya modal hutang (setelah pajak) = 6% x (100% -25%) = 4,5% Solusi 7 Komponen Modal Jumlah Modal Biaya Masing2 Komponen Jumlah Biaya Komponen Hutang Jk. Panjang Rp 80.000.000 0,045 Rp 3.600.000 Saham Preferen Rp 20.000.000 0,07 Rp 1.400.000 Modal sendiri Rp 150.000.000 0,1 Rp 15.000.000 Jumlah Rp. 250.000.000 Rp 20.000.000
  83. 83. TUGAS PT. BAHAMA membutuhkan modal untuk pendanaan investasinya sebesar Rp 2.000.000.000,- yang terdiri atas beberapa sumber dana. Berikut ini jumlah dari masing-masing sumber pendanaan tersebut: 1. Hutang Obligasi: Jumlah pendanaan sebesar Rp 500.000.000,-, dengan nilai nominal Rp 500.000 per lembar. Bunga yang ditawarkan sebesar 20% per tahun dan jangka waktu obligasi 5 tahun. Harga jual obligasi Rp 462.500,- per lembar dan tingkat pajak 30%. 2. Saham Preferen Besarnya pendanaan saham preferen adalah Rp 400.000.000,-Harga jual saham preferen sebesar Rp 31.250,- setiap lembar dengan dividen sebesar Rp 4.500,- per lembar. 3. Saham Biasa: Jumlah pendanaan dari modal saham biasa sebesar Rp 1.100.000.000,-. Harga jual saham Rp 22.500,- dengan dividen sebesar Rp 3.125,- setiap lembar dengan pertumbuhan 5%. Dari informasi di atas hitunglah: 1. Biaya modal secara individual 2. Biaya modal keseluruhan
  84. 84. STRUKTUR MODAL DAN LEVERAGE
  85. 85. STRUKTUR MODAL
  86. 86. Pengertian Struktur Modal Struktur modal merupakan bauran atau perpaduan dari utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa (saham biasa dan laba ditahan) yang dikehendaki perusahaan dalam struktur modalnya. Struktur modal adalah keputusan dalam mengambil keputusan pembiayaan perusahaan karena secara langsung berakibat terhadap biaya modal, keputusan investasi dan meningkatkan nilai perusahaan
  87. 87. Pengertian Struktur Modal Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Sedangkan modal sendiri terbagi atas modal saham dan laba ditahan.
  88. 88. Sasaran Struktur Modal Yaitu suatu struktur yang akan memaksimalkan harga saham perusahaan atau nilai perusahaan Tingkat sasaran bisa dalam rentang nilai, misal Utang 40% – 50% Atau bisa berupa angka tetap, misal Utang 45% Jika rasio utang aktual di bawah tingkat sasaran, maka perusahaan akan menghimpun modal dengan menerbitkan utang, dan sebaliknya, jika ternyata rasio utang aktual di atas tingkat sasaran maka perusahaan akan menggunakan ekuitas (modal sendiri)
  89. 89. Contoh Struktur Modal Struktur Modal tersebut mencerminkan bahwa perusahaan menggunakan pembiayaan atau pendanaan perusahaannya dari: 1. Equity (Ekuitas/Modal Sendiri) sebesar 74,23% 2. Debt (Hutang) sebesar 25,76%  Hutang merupakan Modal Asing/Modal Pinjaman
  90. 90. Contoh Struktur Modal Struktur Modal tersebut mencerminkan bahwa perusahaan menggunakan pembiayaan atau pendanaan perusahaannya terdiri dari: 1. Equity Capital (Modal Ekuitas  Saham Biasa) 2. Prefered Stock (Saham Preferen) 3. Hutang (Debt) 4. Sumber Lainnya (Other sources)
  91. 91. Penentuan Struktur Modal Penentuan struktur modal akan melibatkan pertukaran antara risiko dan pengembalian (return): ◦ Menggunakan utang dalam jumlah yang lebih besar akan meningkatkan risiko yang ditanggung pemegang saham ◦ Namun di sisi lain, Menggunakan lebih banyak utang pada umumnya akan meningkatkan perkiraan pengembalian (return) atas ekuitas
  92. 92. JENIS-JENIS MODAL Dapat dilihat dari NERACA di sebelah PASSIVA (di sisi kanan) 94 Aktiva Hutang lancar Hutang jangka panjang Modal Pemegang saham 1. Saham preferen 2. Saham biasa 3. Laba ditahan Modal Pinjaman Modal Sendiri Total Modal
  93. 93. Resiko Bisnis dan Risiko Keuangan Risiko Bisnis Adalah risiko yang berkaitan dengan proyeksi pengembalian atas ekuitas (ROE) suatu perusahaan di masa yang akan datang, dengan asumsi bahwa perusahaan tidak menggunakan hutang Risiko Keuangan Adalah Riisiko yang ditanggung pemegang saham yang melebihi risiko bisnis yang mendasar, sebagai akibat dari penggunaan leverage keuangan
  94. 94. LEVERAGE (Pengungkit)
  95. 95. LEVERAGE Adalah penggunaan assets dan sumber dana (source of funds) oleh perusahaan yang mengeluarkan biaya tetap dengan maksud agar dapat meningkatkan keuntungan potensial bagi pemegang saham Dana tersebut sebagai pengungkit supaya perusahaan dapat meningkatkan keuntungan Tambahan dana dapat mendorong peningkatan operasional perusahaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan keuntungan
  96. 96. LEVERAGE Leverage   Pengembalian  & Risiko 
  97. 97. 3 (Tiga) Tipe Dasar LEVERAGE LEVERAGE OPERASI hubungan antara pendapatan penjualan perusahaan dengan EBIT LEVERAGE KEUANGAN LEVERAGE TOTAL hubungan antara EBIT perusahaan dengan EPS hubungan antara pendapatan penjualan perusahaan dengan EPS
  98. 98. 1. Leverage Operasi Leverage Operasi  penggunaan potensial atas biaya-biaya operasi tetap untuk memperbesar efek perubahan-perubahan dalam penjualan atas EBIT perusahaan Leverage operasi adalah pengaruh biaya tetap operasional terhadap kemampuan perusahaan untuk menutup biaya tersebut. Leverage Operasi  sampai sejauh mana biaya tetap digunakan dalam operasi suatu perusahaan
  99. 99. Leverage Operasi Tingkat leverage operasi atau Degree of Operating Leverage (DOL) adalah persentase perubahan dalam laba operasi (EBIT) yang di sebabkan perubahan satu persen dalam output (penjualan) DOL = prosentase perubahan EBIT prosentase perubahan Sales Revenues = % Δ EBIT % Δ SR Dimana: ◦ EBIT = Earning Before Interest and Tax = Laba Bersih sebelum Bunga dan Pajak ◦ SR = Sales Revenue = Pendapatan Penjualan
  100. 100. Analisis Leverage Analisis leverage operasi dimaksudkan untuk mengetahui: 1. Seberapa peka laba operasi berubah terhadap perubahan hasil penjualan (Dengan kata lain seberapa besar pengaruh perubahan volume penjualan (Q) terhadap laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) 2. Berapa penjualan minimal yang harus diperoleh agar perusahaan tidak menderita kerugian  kaitannya dengan BEP (Break Even Point)
  101. 101. Leverage Operasi DOL pada level kuantitas dirumuskan sbb: ◦DOL Q = Q (P−VC) Q P−VC −FC DOL pada level penjualan dirumuskan sbb: ◦DOL sale = S−VC S−VC−FC Keterangan: ◦ Q = Kuantitas yang terjual = Volume penjualan ◦ P = Harga per unit ◦ VC = Variabel Cost = Biaya Variabel per unit (untuk DOL kuantitas) ◦ VC = Variabel Cost = Biaya Variabel Total (untuk DOL penjualan) ◦ FC = Fixed Cost = Biaya tetap ◦ S = Sales = Penjualan
  102. 102. Diketahui Laporan Laba Rugi Perusahaan A, B, dan C (dalam $ 000) Keterangan Perush. A Perush. B Perush. C Penjualan 60.000 90.000 120.000 Biaya Variabel 12.000 54.000 30.000 Marjin Kontribusi 48.000 36.000 90.000 Biaya Tetap 28.000 15.000 60.000 EBIT 20.000 15.000 40.000 Harga per Unit 100 100 100 Sales Volume (unit) 600 900 1.200 Biaya Variabel per unit 20 60 25 Q(P-VC) 600(100-20) > DOL A = --------------- = -------------------------- = 2,4 Q(P-VC)-FC 600(100-20)-28.000 900( 100-60) >DOL B = -------------------------------- = 1,714 900 ( 100-60) – 15.000 1.200 ( 100 – 25) >DOL C = ------------------------------------- = 3. 1.200 (100 – 25) – 60.000
  103. 103. Perhitungan di atas merupakan perhitungan DOL dalam Kuantitas Hasil perhitungan DOL dalam penjualan menghasilkan nilai / angka yang sama ◦DOL sale A = S−VC S−VC−FC = 60.000−12.000 60.000−12.000−28.000 = 2,4 ◦DOL sale B = S−VC S−VC−FC = 90.000−54.000 90.000−54.000−15.000 = 1,714 ◦DOL sale C = S−VC S−VC−FC = 120.000−30.000 120.000−30.000−60.000 = 3
  104. 104. Analisis DOL A= 2,4 artinya tingkat elastisitas operasi pada output penjualan terhadap EBIT sebesar 24% , ini berarti bahwa apabila penjualan perusahaan A naik 10% maka laba operasi akan naik sebesar  2,4 x 10% = 24%. Sebaliknya , bila penjualan turun 10% maka penurunan tersebut berakibat EBIT juga turun sebesar  2,4 x 10% = 24%. Kondisi ini juga berlaku pada perusahaan B dan C. Kalau di masing-masing perusahaan terjadi perubahan kenaikan atau penurunan atas penjualan, biaya tetap, biaya variabel, harga, sales volume, maka DOL ini akan berubah juga. Perusahaan C lebih besar resikonya ketimbang perusahaan A dan B, karena kontribusi laba yang diperoleh digunakan untuk menutup biaya tetap yang lebih besar , yaitu $ 60.000 atau 60% dari total penjualan.
  105. 105. Analisis (lanjutan) Besarnya tingkat perubahan laba operasi perusahaan sebagai akibat perubahan penjualan sangat erat kaitannya degan Break Even Point (Titik Impas) Contoh untuk perusahaan A  dapat dicari/dihitung BEP-nya. BEP Q Perush. A = 𝐹𝑖𝑥𝑒𝑑 𝐶𝑜𝑠𝑡 𝐶𝑜𝑛𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 𝑢𝑛𝑖𝑡 = 28.000 (48.000 ∶ 600) = 350 unit (BEP dalam kuantitas) BEP $ = 350 unit x $ 100 = $ 35.000 (BEP dalam nilai moneter)
  106. 106. Dengan menggunakan contoh sebelumnya, Hitunglah berapa BEP untuk perusahaan B dan perusahaan C, baik BEP dalam jumlah unit maupun BEP dalam nilai moneternya
  107. 107. Ilustrasi DOL PT. Indah Pelangi yang bergerak di bidang komponen mesin komputer memperkirakan akan mencapai penjualan sebesar 400.000 unit pada tahun depan. Harga jual produk tersebut sebesar Rp 4.000/unit. Biaya tetap setahun sebesar Rp 300.000.000,- sedangkan biaya variabel per unit (diperkirakan konstan ) sebesar Rp 3.000,- Diminta : 1. Berapa DOL pada penjualan sebesar 400.000 unit tersebut ? 2. Apabila perusahaan tersebut memperkirakan akan mampu menjual sebesar 500.000 unit pada tahun depan, bagaimana efek dari perubahan penjualan terhadap EBIT ?
  108. 108. 2. Leverage Keuangan Adalah prosentase perubahan laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa sebagai akibat adanya perubahan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) dalam prosentase tertentu Pembiayaan sebagian dari aset perusahan dengan surat berharga yang mempunyai tingkat bunga yang tetap (terbatas) dengan mengharapkan peningkatan yang luar biasa pada pendanaan bagi pemegang saham
  109. 109. Leverage Keuangan (Finansial Leverage) Besar kecilnya leverage finansial dihitung dengan DFL (Degree of Financial Leverage). DFL menunjukkan seberapa jauh perubahan EPS karena perubahan tertentu dari EBIT. Makin besar DFL nya, maka makin besar risiko finansial perusahaan tersebut. Dan perusahaan yang mempunyai DFL yang tinggi adalah perusahaan yang mempunyai utang dalam proporsi yang lebih besar
  110. 110. Leverage Keuangan DFL = prosentase perubahan EPS prosentase perubahan EBIT = % Δ EPS % Δ EBIT DFL = Δ EPS EPS Δ EBIT EBIT = EBIT EBIT−I = S−VC−FC S−VC−FC − I DFL pada level EBIT = EBIT EBIT − I − D 1−T Keterangan: ◦ I = Interest per tahun ◦ D = Dividen
  111. 111. Leverage Keuangan Dengan menggunakan contoh sebelumnya, hitunglah berapa DFL Perusahaan A, B, dan C dan lakukan analisis leverage keuangan. Dengan asumsi perusahaan meminjam uang dari Bank sebesar $ 100.000 dengan tingkat bunga per tahun 12% ( interest = $12.000 per tahun).
  112. 112. Analisis DFL perush. A = S−VC−FC S−VC−FC − I = 600 100−20 −28.000 600 100−20 −28.000 −12.000 = 2,5 DFL sebesar 2,5 artinya , bila EBIT naik sebesar 40% maka EPS akan naik sebesar 2,5 x 40% = 100% dan sebaliknya bila terjadi penurunan. Untuk perusahaan B dan C dapat dicari dengan cara yang sama seperti di atas.
  113. 113. Ilustrasi DFL PT. Indah Pelangi saat ini menggunakan utang sebesar Rp 200.000.000,- dan membayar bunga 14% / tahun. Saham Preferen yang beredar sejumlah 10.000 lembar dan pembayaran dividen yang tetap sebesar Rp 500 / lembar. Disamping itu perusahaan memiliki 40.000 lembar saham biasa dan pajak sebesar 50 %. Harga jual produk sebesar Rp 4.000/unit. Biaya tetap setahun sebesar Rp 300.000.000,- sedangkan biaya variabel per unit (diperkirakan konstan ) sebesar Rp 3.000,- Diminta : 1. Berapakah DFL pada saat perusahaan memperkirakan penjualan 400.000 Unit ? 2. Apabila perusahaan tersebut memperkirakan akan mampu menjual sebesar 500.000 unit pada tahun depan, bagaimana efek dari perubahan EBIT terhadap EPS ?
  114. 114. 3. Leverage Total Tingkat leverage total (Degree of Total Leverage = DTL) disebut juga Degree of Combined Leverage (DCL) Leverage kombinasi terjadi apabila perusahaan memiliki baik operating leverage maupun financial leverage dalam usahanya untuk meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham biasa. Degree combined leverage adalah multiplier atas perubahan laba per lembar saham (EPS) karena perubahan penjualan. Dengan kata lain degree of combined leverage adalah rasio antara persentase perubahan EPS dengan persentase perubahan penjualan
  115. 115. Leverage Total DTL = DCL = Δ EPS ΔSR DTL = DCL = DOL x DFL = S−VC S−VC−FC−I DTL pada level penjualan = DTL = DCL = Q (P−VC) Q P−VC −FC−I− D 1−T Melanjutkan contoh kasus sebelumnya, Perusahaan A, B, dan C Maka DTL Perusahaan dapat dihitung sbb: DTL = DCL = DOL x DFL = 2,4 x 2, 5 = 6 Artinya: Jika penjualan naik sebesar 10% maka EPS akan naik sebesar 6 x 10% = 60% dan sebaliknya bila terjadi penurunan.
  116. 116. Menentukan Struktur Modal yang Optimal
  117. 117. Struktur Modal yang Optimal Adalah struktur modal yang memaksimumkan harga saham perusahaan, dan hal ini memerlukan rasio utang yang lebih rendah daripada rasio utang yang memaksimumkan EPS yang diharapkan Jika didasarkan pada konsep “Cost of Capital”, maka struktur modal optimum diartikan sebagai struktur modal yang dapat meminimumkan biaya penggunaan modal rata-rata tertimbang (weighted average cost of Capital = WACC)
  118. 118. Struktur Modal Optimal Perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan dana dari internal, maka akan mengurangi ketergantungan kepada pihak luar Namun, jika dana internal terbatas, maka dicari pemenuhan dana dari luar, sehingga menjadi tergantung kepada pihak luar, dan risiko meningkat
  119. 119. Struktur Modal Optimal Alternatif Dana dari luar dapat dilakukan dengan: 1. utang (Debt Financing)  meningkatnya ketergantungan kepada pihak luar dan meningkatnya risiko keuangan 2. mengeluarkan saham baru (External Equity Financing)  cost mahal (biaya modalnya mahal, karena harus membayar deviden) Namun dalam kondisi bagaimanapun, jangan mempunyai jumlah utang lebih besar dari modal sendiri.
  120. 120. Lebih sulit mengestimasi pengaruh suatu perubahan struktur modal terhadap harga saham Struktur modal yang memaksimalkan harga saham, juga akan meminimumkan biaya modal rata-rata tertimbang Sehingga lebih mudah mengestimasi pengaruh perubahan struktur modal terhadap WACC (biaya modal rata-rata tertimbang) Kebanyakan manajer keuangan menggunakan estimasi hubungan antara struktur modal dengan WACC untuk memandu keputusan struktur modal yang mereka ambil
  121. 121. RASIO UTANG DAN BIAYA MODAL RATA-RATA TERTIMBANG Komponen Modal Proporsi Modal Biaya Modal Hasil Utang 30% 9% 2.7% Modal Sendiri 70% 16% 11.2% Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang 13.9% Utang 40% 9% 3.6% Modal Sendiri 60% 16% 9.6% Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang 13.2% Utang 50% 9% 4.5% Modal Sendiri 50% 16% 8.0% Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang 12.5% Utang 60% 10% 6.0% Modal Sendiri 40% 18% 7.2% Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang 13.2% Utang 70% 11% 7.7% Modal Sendiri 30% 20% 6.0% Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang 13.7%
  • TikaWidiyanti

    Apr. 10, 2021
  • NabilaRizqyPrayunda

    Feb. 21, 2021
  • HadiyanFazri

    Jan. 12, 2021
  • RositaHidayat1

    Nov. 13, 2020
  • DzikrinaNurilImani

    Oct. 29, 2020
  • JungEunbi

    Jun. 25, 2020
  • ArmalPamungkas

    Nov. 22, 2019
  • YufitaSari

    Oct. 22, 2019
  • hubud

    Oct. 19, 2019

Sumber : Rita Tri Yusnita S.E, m.M

Views

Total views

90,117

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

9

Actions

Downloads

121

Shares

0

Comments

0

Likes

9

×